JAGA KARAWANG — Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, mulai menjadi perhatian serius.
Kondisi minimnya pasokan air membuat para petani harus mencari berbagai cara agar kebutuhan air untuk persawahan tetap terpenuhi.
Merespons kondisi tersebut, pemerintah desa bersama para petani di wilayah Kecamatan Cibuaya melakukan gotong royong atau gorol dengan membersihkan dan menormalisasi saluran irigasi.
Di Desa Kedungjaya, kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Desa Kedungjaya, Tarjan Sujana, bersama perangkat desa, petani, serta Muspika Kecamatan Cibuaya.
Sekretaris Desa Kedungjaya, Kacim alias Rere, mengatakan kekeringan air memang tengah dirasakan para petani di wilayahnya. Karena itu, pihak desa berupaya turun langsung dan melakukan pembersihan saluran secara rutin.
“Benar, di wilayah kami lahan pertanian dan persawahan sedang menghadapi kekeringan air. Kepala Desa kami, Tarjan Sujana, bersama perangkat desa, para petani, serta didampingi Muspika Kecamatan Cibuaya, hampir setiap hari melakukan kegiatan gorol saluran air,” ujar Kacim alias Rere.
Menurutnya, pemerintah desa juga terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan maupun dinas terkait untuk mencari langkah penanganan agar pasokan air ke areal persawahan bisa kembali optimal.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan respons. Berdasarkan pengajuan dan koordinasi pemerintah desa bersama pihak kecamatan, dua unit alat berat diturunkan untuk membantu proses normalisasi saluran irigasi di wilayah Desa Kedungjaya.
“Alhamdulillah, dua unit alat berat sudah turun ke wilayah kami untuk proses normalisasi saluran. Meski demikian, aliran air di saluran masih belum mencukupi dan kekeringan masih terasa,” ungkapnya.
Kacim berharap intervensi tersebut tidak berhenti pada normalisasi saluran saja. Menurutnya, persoalan kekeringan membutuhkan solusi yang lebih menyeluruh agar keberlangsungan pertanian masyarakat Cibuaya tetap terjaga.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah merespons keluhan dan aspirasi para petani.
“Terima kasih kepada Camat Cibuaya, Sekcam Cibuaya, Bupati Karawang, serta Pemerintah Pusat yang telah mendengar aspirasi kami dan menurunkan dua unit alat berat sekaligus di desa kami,” katanya.
Ia berharap persoalan pasokan air segera teratasi sehingga para petani tidak terus dihantui kekeringan dan dapat kembali menggarap sawah dengan lebih tenang.
“Kami sangat berharap permasalahan kekeringan air ini dapat segera menemukan solusi yang tepat, sehingga para petani dapat kembali bercocok tanam dengan tenang dan panen tetap terjaga,” pungkas Kacim alias Rere.
Ahmad Sahroji

