Rabu, September 23, 2026
Beranda blog

Gerak Cepat Polsek Kedungwaringin, Suzuki APV Pickup Hilang Ditemukan di Karawang

0

JAGA BEKASI — Jajaran Polsek Kedungwaringin bergerak cepat menindaklanjuti laporan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda empat milik warga Desa Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

Kendaraan berupa Suzuki APV pickup nomor polisi B-9600-FAG milik Endang Muharam dilaporkan hilang pada Rabu (23/9/2026) pagi.

Sebelumnya, kendaraan diparkir di garasi rumah pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Namun sekitar pukul 04.30 WIB, korban mendapati mobil tersebut sudah tidak berada di garasi.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kedungwaringin sekitar pukul 08.30 WIB.

Menindaklanjuti laporan, polisi langsung melakukan penyelidikan. Informasi yang diperoleh petugas mengarah ke wilayah Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan Polsek Purwasari dan mendatangi lokasi. Kendaraan akhirnya ditemukan di pinggir jalan kawasan Perumahan Bumi Karawang Residence/Pesona Cengkong Asri.

Kapolsek Kedungwaringin AKP Muhamad Trisno, S.H., M.M. mengatakan, kendaraan yang ditemukan langsung diamankan untuk proses lebih lanjut.

“Kendaraan sudah kami amankan dan dibawa ke Mapolsek Kedungwaringin untuk proses penanganan dan penyelidikan lebih lanjut sesuai prosedur,” kata AKP Muhamad Trisno.

Ia menambahkan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang diduga terlibat dalam pencurian tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini,” ujarnya.

Setelah proses administrasi dan penyelidikan selesai, kendaraan tersebut akan dikembalikan kepada korban selaku pemilik.

Abie FU

 

H. Nurjaman Resan–Suryanto Siap Mengabdi, Bawa Semangat Perubahan untuk Karyamulya

0

JAGA KARAWANG – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karya Mulya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, mulai menghangat.

Salah satu pasangan yang menyatakan kesiapan untuk mengikuti pesta demokrasi tingkat desa tersebut yakni H. Nurjaman Resan, S.E. dan Suryanto, S.H.

Pasangan ini membawa semangat pengabdian dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat Desa Karya Mulya tanpa membeda-bedakan latar belakang maupun golongan.

H. Nurjaman Resan mengatakan, niat maju dalam Pilkades bukan semata-mata untuk mendapatkan jabatan, tetapi sebagai bentuk keinginan untuk ikut mendorong kemajuan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya siap mengabdi untuk seluruh masyarakat Desa Karya Mulya. Prioritas kami adalah membangun desa yang lebih maju, transparan dalam tata kelola pemerintahan, serta meningkatkan ekonomi dan pelayanan publik bagi masyarakat,” ujar H. Nurjaman Resan.

Sejumlah program juga disiapkan, mulai dari peningkatan infrastruktur desa, penguatan sektor pertanian dan usaha mikro, hingga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan masyarakat.

Menurutnya, Desa Karya Mulya memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan secara maksimal apabila dikelola secara profesional dan melibatkan partisipasi masyarakat.

H. Nurjaman Resan dan Suryanto juga menekankan pentingnya pemerintahan desa yang terbuka, responsif dan dekat dengan masyarakat.

Aspirasi warga, menurut mereka, harus menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan desa. Mereka berharap proses Pilkades Karya Mulya dapat berjalan aman, tertib dan demokratis.

Siapa pun yang nantinya mendapat amanah dari masyarakat, diharapkan mampu membawa Desa Karya Mulya semakin maju dan memberikan manfaat bagi seluruh warga.

“Karya Mulya harus dibangun bersama. Kami ingin hadir untuk semua masyarakat, mendengar aspirasi warga dan bekerja demi kemajuan desa,” pungkasnya. (Aep)

 

Pembinaan Linmas Se-Kecamatan Cibuaya Digelar, Hj. Nurhenni: Tambah Ilmu dan Semangat Bertugas

0

JAGA KARAWANG — Ratusan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) se-Kecamatan Cibuaya mengikuti kegiatan pembinaan yang digelar dalam rangka program Peningkatan Kesejahteraan Keluarga dan Ketahanan Sosial (P2WKSS) di Desa Pajaten, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

Pembinaan tersebut diberikan langsung oleh Satpol PP Kabupaten Karawang yang dipimpin Kabid SDA Linmas, H. Iki Mustika Nagari, STMM, bersama jajarannya.

Kegiatan turut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Cibuaya, Kepala Desa Pajaten Hj. Nurhenni, serta para anggota Linmas dari seluruh desa di Kecamatan Cibuaya.

Hj. Nurhenni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, pembinaan Linmas penting untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus semangat para anggota dalam menjalankan tugas di lingkungan masing-masing.

“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah hadir. Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh Linmas se-Kecamatan Cibuaya dapat menambah ilmu sekaligus semangat baru dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban di masing-masing desa,” ujar Hj. Nurhenni.

Sementara itu, Kasi Satpol PP Kecamatan Cibuaya H. Agus Muhaedi menjelaskan, kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian program P2WKSS Desa Pajaten.

Dari target peserta sebanyak 110 orang atau 10 anggota Linmas dari masing-masing desa, tercatat sebanyak 97 anggota Linmas yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kabid SDA Linmas Satpol PP Kabupaten Karawang, H. Iki Mustika Nagari, mengatakan pembinaan tersebut merupakan kegiatan atas undangan Kecamatan Cibuaya.

Ia menegaskan, keberadaan Linmas tidak hanya berkaitan dengan hak yang diterima, tetapi juga harus diimbangi dengan pelaksanaan kewajiban.

“Ini atas undangan Kecamatan Cibuaya. Sesuai protap, ada 11 desa berarti 110 orang. Harapannya ke depan, Linmas tidak hanya menerima hak berupa gaji dari ADD dan DBH serta insentif sebesar Rp350 ribu per bulan dari Bupati Karawang, tetapi juga menjalankan kewajiban dan siap siaga 1×24 jam,” tegasnya.

Ia berharap pembinaan tersebut dapat semakin meningkatkan kesiapsiagaan dan tanggung jawab anggota Linmas dalam membantu menjaga keamanan, ketenteraman, serta ketertiban masyarakat di wilayah masing-masing.

Ahmad Saeroji

 

Lewat GAZZ Karawang, Kapolresta Ajak Warga Rawat Kedamaian di Tengah Perbedaan

0

JAGA KARAWANG – Beda pendapat bukan alasan untuk saling bermusuhan. Menyampaikan aspirasi tetap bisa dilakukan dengan damai, tertib, dan tanpa merugikan masyarakat lain.

Pesan tersebut disampaikan Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto yang mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan kondusivitas saat menyampaikan pendapat di muka umum.

Imbauan ini menindaklanjuti arahan Kapolda Jawa Barat melalui Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan terkait pentingnya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Jawa Barat.

Aspirasi Tetap Jalan, Kedamaian Jangan Dikorbankan

Kombes Pol. Mario Prahatinto menegaskan bahwa menyampaikan pendapat merupakan hak warga negara dalam kehidupan demokrasi.

Namun, hak tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan tetap mengedepankan ketertiban, kesantunan, dan penghormatan terhadap hak orang lain.

Masyarakat diminta tidak melakukan tindakan provokatif, kekerasan, maupun perusakan fasilitas umum.

Sebab, aspirasi yang ingin didengar jangan sampai berubah menjadi persoalan baru yang merugikan masyarakat.

Polisi juga mendorong masyarakat mengutamakan dialog dan komunikasi yang konstruktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Kapolresta Karawang memastikan jajarannya siap memberikan pelayanan, pengawalan, dan pengamanan terhadap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum sesuai aturan hukum yang berlaku.

Melalui program GAZZ Karawang (Gerak Cepat Hadir Tepat), kepolisian mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di Kabupaten Karawang.

Menjaga kondusivitas bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Berbeda pendapat boleh, menjaga kedamaian tetap menjadi tanggung jawab bersama.**

 

Rotasi Besar Polresta Karawang! Wakapolresta dan Sejumlah Pejabat Utama Berganti

0

JAGA KARAWANG – Gerbong mutasi kembali bergerak di lingkungan Polresta Karawang. Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Wakapolresta dan sejumlah pejabat utama, Minggu (20/9/2026).

Rotasi ini membawa sejumlah wajah baru untuk mengisi posisi strategis di jajaran Polresta Karawang, termasuk jabatan Wakapolresta, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, dan Kasat Lantas.

AKBP Afrian Satya Permadi resmi menduduki jabatan Wakapolresta Karawang. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kapolres Bojonegoro, Polda Jawa Timur. Ia menggantikan Kompol Andriyanto.

Selain itu, Kompol Ali Jupri dipercaya mengisi posisi Kasat Reskrim Polresta Karawang. Sementara jabatan Kasat Narkoba dipercayakan kepada Kompol Afrizal Wahyudi Achmad.

Pergantian juga terjadi di jajaran lalu lintas. Kompol Triyono Raharja kini menjabat Kasat Lantas Polresta Karawang, menggantikan AKP Sudirianto yang mendapat tugas baru sebagai Kapolsek Astanaanyar Polrestabes Bandung.

Sejumlah pejabat lainnya turut mengalami rotasi, termasuk Kasi Propam, Kasi Dokkes, dan Kapolsek Karawang Kota.

Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto mengatakan, mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri untuk meningkatkan profesionalisme dan efektivitas kerja.

“Rotasi ini diharapkan dapat membawa energi baru dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah Karawang agar tetap kondusif,” kata Kombes Pol Mario.

Dengan adanya pergantian tersebut, pejabat yang baru diharapkan segera beradaptasi dan memperkuat kinerja kepolisian dalam memberikan pelayanan, perlindungan, serta pengayoman kepada masyarakat.

Rotasi berganti, tanggung jawab tetap sama: menjaga Karawang tetap aman dan kondusif.

(Red)

 

Satria Banten Karawang Gelar Rapat Bulanan dan Maulid Nabi, Organisasi Siap Diperluas  

0

KARAWANG — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Satria Banten Kabupaten Karawang menggelar rapat bulanan sekaligus silaturahmi dan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (20/9/2026), bertempat di Rumah Aspirasi Kabupaten Karawang.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, konsolidasi, komunikasi, serta koordinasi antara jajaran DPC, PAC, anggota, dan perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Satria Banten.

Rapat membahas sejumlah agenda penting organisasi, mulai dari penguatan struktur, sosialisasi organisasi dan program kerja, KTA-nisasi, percepatan pembentukan PAC, penguatan program Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Satria Banten, hingga pengaktifan kembali kegiatan pengajian bulanan.

Ketua DPC Satria Banten Kabupaten Karawang, H. Engkos Koswara, dalam arahannya menegaskan bahwa organisasi tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan ketua. Keberadaan pengurus, Ketua PAC, serta seluruh anggota menjadi bagian penting dalam membangun organisasi secara bersama-sama.

“Organisasi ini tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan kebersamaan, komunikasi dan koordinasi seluruh pengurus serta anggota. Setiap PAC harus aktif menyampaikan aspirasi maupun persoalan yang ada di wilayahnya,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar kegiatan pengajian dan silaturahmi dapat dilaksanakan secara rutin. Selain memperkuat hubungan internal organisasi, kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana membangun kedekatan Satria Banten dengan masyarakat melalui kegiatan sosial, keagamaan dan kemasyarakatan.

Sementara itu, Wakil Sekretaris DPC Satria Banten Kabupaten Karawang, Emed Tarmedi, menyampaikan komitmennya untuk bersama-sama membesarkan organisasi di Kabupaten Karawang.

Menurutnya, Karawang memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari sektor pertanian dan agrobisnis, industrialisasi, perdagangan, ekonomi masyarakat hingga potensi generasi muda.

“Karawang memiliki potensi yang besar. Karena itu, yang dibutuhkan adalah kebersamaan, komunikasi, koordinasi dan kerja nyata agar organisasi dapat berkembang serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Emed.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan perkembangan struktur organisasi DPC Satria Banten Kabupaten Karawang. Dalam kurun waktu sekitar sembilan bulan, telah terbentuk 18 PAC dari total 30 kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang.

Dengan demikian, masih terdapat 12 kecamatan yang perlu ditindaklanjuti untuk pembentukan PAC. Percepatan pembentukan struktur akan dilakukan melalui koordinasi dan pendekatan kepada tokoh masyarakat serta calon pengurus di masing-masing wilayah.

Perwakilan DPP Satria Banten menekankan bahwa pembentukan struktur harus diikuti dengan penguatan keanggotaan dan kegiatan organisasi. Struktur yang telah terbentuk juga perlu terus diperkuat agar mampu menjalankan program organisasi secara berkelanjutan.

Selain penguatan struktur, rapat membahas penerapan KTA-nisasi sebagai bagian dari penataan administrasi dan identitas keanggotaan. Sistem KTA direncanakan menggunakan sistem online melalui sistem atau website organisasi.

Untuk mendukung proses tersebut, seluruh pengurus dan anggota diminta mempersiapkan data administrasi seperti KTP, biodata, pasfoto, data kepengurusan serta dokumen lain yang dibutuhkan.

Peserta rapat juga menyepakati agar kegiatan organisasi tidak hanya terpusat di satu wilayah. Sistem rolling kegiatan akan didorong sehingga PAC di berbagai kecamatan mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah kegiatan DPC.

Dengan sistem tersebut, kegiatan organisasi diharapkan dapat mempererat hubungan antar-PAC sekaligus memperkenalkan keberadaan Satria Banten kepada masyarakat di masing-masing wilayah.

Dalam forum yang sama, perwakilan PAC Kecamatan Pedes menyampaikan kesiapan untuk turut aktif melaksanakan kegiatan dan membesarkan Satria Banten di wilayah Kecamatan Pedes.

Salah satu agenda penting yang turut dibahas dalam rapat adalah keberadaan LBH Satria Banten. Berbeda dengan agenda pembentukan struktur PAC yang masih terus berjalan, LBH Satria Banten telah dibentuk dan selanjutnya akan diperkuat dari sisi struktur, sumber daya manusia, program serta administrasi kelembagaannya.

LBH Satria Banten diarahkan untuk menjadi bagian dari program organisasi dalam memberikan edukasi dan pendampingan hukum kepada anggota maupun masyarakat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sejumlah program yang akan dikembangkan meliputi sosialisasi dan edukasi hukum, konsultasi hukum, bantuan hukum sesuai ketentuan, safari hukum ke PAC, pendampingan persoalan hukum organisasi maupun masyarakat, serta edukasi mengenai hak dan kewajiban hukum.

Dengan telah terbentuknya LBH tersebut, Satria Banten Kabupaten Karawang diharapkan memiliki wadah yang dapat mendukung peningkatan pemahaman hukum di lingkungan organisasi sekaligus membuka ruang pelayanan hukum sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Rapat juga menyepakati pengaktifan kembali pengajian bulanan sebagai salah satu agenda rutin organisasi. Informasi mengenai jadwal pengajian, rapat, kegiatan sosial dan agenda organisasi lainnya akan disampaikan secara aktif kepada seluruh Ketua PAC untuk diteruskan kepada anggota.

Seluruh jajaran DPC dan PAC diminta menjaga komunikasi, kekompakan dan soliditas organisasi serta mendorong lahirnya kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat di wilayah masing-masing.

Dengan terbentuknya 18 PAC, penguatan KTA-nisasi, pengaktifan kembali pengajian, sistem rolling kegiatan serta terbentuknya LBH Satria Banten, rapat bulanan tersebut menjadi bagian dari langkah konsolidasi DPC Satria Banten Kabupaten Karawang untuk memperkuat organisasi hingga tingkat kecamatan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa dan hamdalah. Hasil rapat akan menjadi bahan tindak lanjut bagi jajaran DPC dan PAC dalam memperkuat struktur, keanggotaan, program kerja serta kehadiran Satria Banten di tengah masyarakat Kabupaten Karawang.

(Redaksi)

Jambore Pramuka Pedes 2026 Digelar, 1.046 Pelajar Ramaikan Perkemahan

0

JAGA KARAWANG — Semangat kebersamaan dan kepemudaan mewarnai kegiatan Jambore Perkemahan Pramuka Se-Kecamatan Pedes 2026 yang digelar di Lapangan PPK 45 Karangjati, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang.

Kegiatan yang berlangsung pada 19–21 September 2026 ini diikuti ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, MI, SMP, MTs, SMA, hingga SMK.

Jambore tersebut mendapat dukungan dari Kwartir Ranting (Kwaran) Pramuka, Muspika Kecamatan Pedes, PGRI Kecamatan Pedes, serta tim kesehatan Puskesmas Pedes yang turut memantau kondisi peserta selama kegiatan berlangsung.

Petugas Keamanan Jambore, Nuri Miharja, SIE, menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan 57 sekolah dengan total 1.046 peserta.

Peserta terdiri dari jenjang SD/MI sebanyak 475 orang dan SMP/MTs sebanyak 571 orang. Sementara itu, peserta dari jenjang SMA/SMK/MA tergabung dalam 4 gugus depan dengan 8 sangga.

Ketua Panitia Pelaksana, Wanta, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan jambore tidak hanya menjadi ajang berkemah, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan generasi muda.

Menurutnya, kegiatan Pramuka memiliki sejumlah tujuan penting, seperti melatih kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, serta memperkuat persaudaraan antarpelajar.

Selain itu, peserta juga diberikan ruang untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap alam serta tanah air.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kenangan indah, tetapi menjadi bekal berharga bagi seluruh peserta untuk tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, jujur, amanah, dan berguna bagi nusa, bangsa, serta masyarakat,” ujar Wanta.

Dukungan dari para pendidik dan masyarakat setempat diharapkan dapat menjaga keberlangsungan kegiatan kepramukaan di Kecamatan Pedes.

Melalui kegiatan ini, semangat persatuan, kemandirian, dan kepedulian sosial diharapkan terus tumbuh dalam diri para pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

Ahmad Saeroji

60 Menit Jakarta Gelap, Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi

0

JAGA JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajak masyarakat ikut dalam aksi pemadaman lampu serentak selama 60 menit pada Sabtu (19/9).

Aksi tersebut berlangsung mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan hemat energi.

Pemadaman lampu dilakukan di sejumlah titik dan gedung di Jakarta. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Ozon Sedunia yang diperingati setiap 16 September.

Sejumlah ikon dan kawasan strategis Jakarta turut ambil bagian, di antaranya Monumen Nasional (Monas), Patung Arjuna Wiwaha, Patung Selamat Datang di Bundaran HI, Patung Pahlawan, Patung Jenderal Sudirman, serta kawasan Balai Kota DKI Jakarta.

Berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup, gerakan serupa sebelumnya mampu menghasilkan penghematan listrik mencapai 75,18 MWh dengan efisiensi biaya sekitar Rp108,69 juta.

Penghematan tersebut juga diperkirakan mampu menekan emisi hingga 60,14 ton CO₂e.

Capaian itu menunjukkan bahwa aksi sederhana seperti mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak digunakan dapat memberikan dampak nyata ketika dilakukan secara bersama-sama.

Pemprov DKI berharap gerakan hemat energi tidak hanya dilakukan saat kegiatan simbolis, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari membiasakan diri mematikan lampu dan peralatan elektronik ketika tidak digunakan. Dengan menggunakan energi sesuai kebutuhan, kita dapat menghemat biaya sekaligus ikut menjaga lingkungan Jakarta,” tandasnya.

Isyana

Tiga RSUD Karawang Kompak, Raih Terbaik I Helaran Budaya

0

JAGA KARAWANG — Kekompakan tiga rumah sakit daerah di Kabupaten Karawang berbuah prestasi. RSUD Jatisari, RSUD Karawang, dan RSUD Rengasdengklok berhasil meraih Terbaik I Helaran Budaya/Pawai Kendaraan Hias dalam rangkaian Hari Jadi ke-393 Kabupaten Karawang, Jumat (18/9/2026) malam.

Mengusung tema “Karawang Dari Masa Ke Masa”, ketiga RSUD tersebut tampil bersama dengan kendaraan hias yang menggambarkan perjalanan Karawang dari masa lalu hingga menjadi kawasan industri modern.

Penampilan tersebut mendapat perhatian masyarakat yang memadati jalur helaran. Kreativitas dan kekompakan tim menjadi salah satu kekuatan dalam penampilan mereka.

Direktur RSUD Jatisari, dr. Hj. Anisah, M.Epid., MM., FISQua, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama.

“Alhamdulillah, ini merupakan hasil dari kolaborasi dan kekompakan RSUD Jatisari, RSUD Karawang dan RSUD Rengasdengklok. Penghargaan Terbaik I ini bukan keberhasilan satu rumah sakit saja, tetapi merupakan keberhasilan bersama,” ujar Anisah.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang mencari penghargaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan.

“Bagi kami, yang paling penting adalah kebersamaan. Rumah sakit bukan hanya tempat memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga merupakan bagian dari masyarakat,” katanya.

Anisah berharap semangat kolaborasi yang ditunjukkan dalam Helaran Budaya dapat terus terbawa dalam pekerjaan sehari-hari, khususnya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Semoga kebersamaan dan kekompakan yang sudah terbangun melalui kegiatan ini dapat terus berlanjut dalam pelaksanaan tugas kami memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi dan kekompakan antarlembaga dapat menghadirkan karya yang membanggakan di tengah kemeriahan Hari Jadi ke-393 Kabupaten Karawang. (jgn)

 

Ketua Asosiasi Kreator Konten Jabar Hadiri Pameran Seni MULASARA di Bali  

0

DENPASAR — Ketua Asosiasi Kreator Konten Jawa Barat, Abizar Machmud, menghadiri pameran seni bertajuk “MULASARA” yang digelar oleh gerakan kemBALIkeSENI di Puri Agung Pemecutan, Bali. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kreator konten digital dengan penggiat seni dan budaya.

Undangan tersebut digagas langsung oleh Victoria Titisari Kosasieputri, Founder kemBALIkeSENI sekaligus Puteri Indonesia Lingkungan 2026 yang akan mewakili Indonesia pada ajang Miss International 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan nilai budaya melalui pendekatan kreatif kepada masyarakat luas, Jumat (18/9/2026).

Secara etimologi, MULASARA berasal dari kata mula yang berarti asal dan sāra yang bermakna inti atau esensi. Filosofi tersebut menjadi landasan pameran untuk mengajak masyarakat memahami kembali asal-usul, identitas, serta esensi diri melalui karya seni kontemporer.

MULASARA tidak sekadar menghadirkan karya seni, tetapi juga menawarkan sudut pandang mengenai pentingnya menjaga akar budaya di tengah pesatnya modernisasi. Seni kontemporer digunakan sebagai medium untuk melihat kembali tradisi dengan perspektif baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Pameran yang berlangsung di Puri Agung Pemecutan tersebut juga menjadi bagian dari momentum memperingati 120 tahun Puputan Badung. Pemilihan kawasan puri sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali ruang bersejarah sebagai tempat bertemunya seni, budaya, sejarah, kreativitas, dan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas entitas antara kemBALIkeSENI, KULTARA, RupaBali, dan Puri Agung Pemecutan. Kolaborasi tersebut mempertemukan berbagai generasi dan perspektif untuk membangun dialog mengenai keberlanjutan tradisi di tengah perubahan sosial dan budaya.

KULTARA dalam kegiatan tersebut turut diwakili oleh Ariz Maulanasyah. Kehadiran berbagai komunitas dan pelaku kreatif menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui kerja bersama dengan melibatkan berbagai sektor dan generasi.

Abizar Machmud menilai kreator konten memiliki ruang strategis dalam memperluas jangkauan pesan kebudayaan. Perkembangan media digital memungkinkan cerita mengenai seni, tradisi, sejarah, dan nilai-nilai lokal disampaikan kepada audiens yang lebih luas, termasuk generasi muda.

Menurut Abizar, kolaborasi antara kreator digital dan penggiat budaya perlu terus diperkuat agar kebudayaan tidak hanya hadir dalam ruang-ruang konvensional. Narasi budaya dapat dikemas secara kreatif melalui konten digital tanpa menghilangkan substansi serta nilai yang terkandung di dalamnya.

“Budaya harus terus hidup dan dikenalkan kepada generasi berikutnya. Kreator konten memiliki peran untuk membantu membawa cerita dan nilai kebudayaan ke ruang digital agar dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas,” ujar Abizar.

Ia juga melihat MULASARA sebagai contoh bagaimana seni dapat menjadi ruang dialog antara masa lalu dan masa kini. Dengan pendekatan kontemporer, akar budaya dapat dikaji dan diperkenalkan kembali dengan cara yang lebih dekat dengan karakter generasi saat ini.

Sementara itu, kegiatan MULASARA menjadi bagian dari misi kebudayaan yang dibawa Victoria Titisari Kosasieputri melalui program Beauties for SDGs. Inisiatif tersebut hadir menjelang keberangkatannya mewakili Indonesia pada Miss International 2026, dengan membawa pesan mengenai pentingnya perhatian terhadap lingkungan, budaya, dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui MULASARA, penyelenggara berharap seni dan budaya dapat menjadi ruang pertemuan lintas generasi sekaligus mendorong masyarakat untuk mengenali kembali akar identitasnya. Kolaborasi antara seniman, komunitas, kreator konten, dan institusi budaya diharapkan dapat membuat nilai-nilai tradisi tetap hidup, berkembang, dan relevan di tengah perubahan zaman.

(Emed Tarmedi)

32 Kendaraan Hias Siap Meriahkan Helaran Budaya HUT Karawang ke-393

0

KARAWANG — Suasana menjelang pelaksanaan Helaran Budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 mulai terasa di kawasan Jalan Tuparev, Karawang, Jumat (18/9/2026).

Sebanyak 32 kendaraan hias dipastikan akan turut memeriahkan puncak rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang tahun ini. Sejumlah kendaraan peserta bahkan mulai terlihat berjejer dan dipersiapkan di sekitar jalur helaran.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan, mengatakan puluhan kendaraan hias tersebut berasal dari sejumlah perangkat daerah dan perusahaan yang berada di Kabupaten Karawang.

“Ada 32 kendaraan hias, dari dinas dan sejumlah perusahaan di Karawang,” kata Wawan.

Menurut Wawan, Helaran Budaya dijadwalkan mulai berlangsung pada pukul 19.30 WIB. Rangkaian helaran akan melintasi sejumlah ruas jalan di pusat kota Karawang, mulai dari kawasan Jalan Heaven, kemudian Jalan Tuparev hingga kawasan Kertabumi.

“Rangkaian melalui ruas Jalan Tuparev, mulai dari Jalan Heaven, Tuparev hingga Kertabumi. Jadi nanti warga atau wisatawan dapat menonton di tepi jalur,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, sejumlah kendaraan yang akan mengikuti helaran mulai berada di kawasan Jalan Tuparev. Kehadiran kendaraan hias tersebut mulai menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi.

Meski demikian, hingga sore hari pelaksanaan Helaran Budaya secara resmi belum dimulai. Sejumlah persiapan masih dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai jadwal.

Helaran Budaya tahun ini menjadi salah satu agenda utama dalam memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393. Selain menampilkan kendaraan hias, kegiatan tersebut juga akan menghadirkan nuansa seni, budaya dan kreativitas masyarakat Karawang.

Pemerintah Kabupaten Karawang juga melakukan sejumlah pengaturan lalu lintas untuk mendukung keamanan dan kelancaran pelaksanaan kegiatan. Penutupan atau pengalihan arus akan dilakukan pada sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur lintasan helaran.

Masyarakat yang hendak melintas di kawasan tersebut diimbau mengatur waktu perjalanan dan menggunakan jalur alternatif selama proses pengamanan dan penutupan ruas jalan berlangsung.

Sementara bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin menyaksikan langsung, dapat memilih sejumlah titik di sepanjang rute helaran dengan tetap memperhatikan keselamatan, ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas.

Dengan mulai berderetnya kendaraan hias di Jalan Tuparev, tanda-tanda kemeriahan Helaran Budaya Karawang semakin terasa. Puncak kegiatan dijadwalkan dimulai malam ini pukul 19.30 WIB hingga selesai.

Helaran Budaya diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan seni dan budaya yang dimiliki Kabupaten Karawang dalam momentum Hari Jadi ke-393.

(Emed Tarmedi)

Jelang Pilkades Labansari, Panitia Ingatkan Warga Tolak Politik Uang

0

JAGA BEKASI – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, panitia mengingatkan masyarakat untuk menjaga integritas demokrasi dan menolak praktik politik uang.

Pemungutan suara Pilkades Desa Labansari dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026.

Menjelang hari pencoblosan, Panitia Pilkades terus mengintensifkan imbauan kepada masyarakat agar pelaksanaan pesta demokrasi desa berjalan aman, tertib, dan jujur.

Ketua Panitia Pilkades Desa Labansari, Bonie Charera, meminta warga tidak mudah tergiur dengan imbalan politik uang yang hanya memberikan keuntungan sesaat.

Menurutnya, pilihan masyarakat dalam Pilkades akan berdampak terhadap arah pembangunan dan pemerintahan desa selama masa jabatan kepala desa.

“Jangan sampai masyarakat tergiur dengan money politics. Keuntungannya hanya sesaat, tetapi dampaknya dapat menjadi penyesalan bagi masyarakat selama 8 tahun ke depan,” tegas Bonie Charera, Jumat (18/9/2026).

Bonie juga mengajak masyarakat Desa Labansari untuk mengedepankan proses demokrasi yang bersih dan transparan.

Ia berharap warga dapat menentukan pilihan berdasarkan hati nurani, bukan karena tekanan maupun imbalan dari pihak tertentu.

Selain itu, masyarakat diingatkan agar mempertimbangkan rekam jejak, tanggung jawab, dan amanah setiap calon kepala desa sebelum menentukan pilihan.

“Pemimpin yang dipilih masyarakat nantinya akan menjalankan roda pemerintahan desa. Karena itu, masyarakat harus menggunakan hak pilihnya dengan bijak,” demikian imbauan panitia.

Menjelang pemungutan suara, panitia juga mengimbau ketiga calon kepala desa beserta para pendukungnya untuk menjaga keharmonisan dan ketertiban lingkungan.

Seluruh pihak diminta tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu konflik, serta mengarahkan pendukung masing-masing agar pelaksanaan Pilkades berjalan aman dan damai.

“Kepada semua pihak dari ketiga calon Pilkades Desa Labansari, kami mengimbau agar selalu menjaga kondusifitas wilayah dan mengarahkan pendukungnya masing-masing agar pelaksanaan Pilkades berjalan aman, damai, dan sukses,” ujar Bonie.

Panitia berharap seluruh tahapan hingga pemungutan dan penghitungan suara dapat berlangsung lancar, dengan mengedepankan persatuan masyarakat Desa Labansari.

Kini, masyarakat Desa Labansari tinggal menunggu hari pencoblosan untuk menentukan pemimpin desa pilihan mereka.

Tata Wijaya

Jiros Soroti Pengawasan Inspektorat Karawang: Pengalaman COVID-19 Jangan Terulang

0

JAGA KARAWANG – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026, fungsi pengawasan Inspektorat Daerah Kabupaten Karawang kembali menjadi perhatian.

Bupati Karawang diminta memperkuat peran auditor dan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), terutama dalam memastikan tata kelola pemerintahan desa berjalan sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Inspektorat dinilai tidak boleh sekadar menjalankan pemeriksaan sebagai formalitas administratif. Audit, reviu, evaluasi, pemantauan hingga tindak lanjut hasil pengawasan harus benar-benar digunakan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan desa.

Pengalaman Masa COVID-19 Perlu Jadi Evaluasi

Sorotan tersebut juga mengingatkan pada pengelolaan administrasi pemerintahan desa pada masa pandemi COVID-19.

Menurut H. Rosadi atau yang akrab disapa Jiros, terdapat informasi mengenai dugaan penyelesaian pertanggungjawaban administrasi desa secara terburu-buru atau disebut dengan istilah “SKS” (Sistem Kebut Semalam).

“Kalau memang ada praktik seperti itu, tentu harus menjadi bahan evaluasi. Jangan sampai persoalan administrasi hanya diselesaikan ketika sudah mendekati pemeriksaan,” ujar Jiros.

Menurutnya, pengawasan internal harus mampu memastikan administrasi pemerintahan desa dikerjakan secara tertib sejak awal, bukan sekadar dirapikan ketika akan dilakukan pemeriksaan.

Inspektorat Jangan Hanya Periksa Dokumen

Inspektorat Daerah memiliki posisi penting dalam membantu kepala daerah menjalankan fungsi pengawasan pemerintahan.

Dalam konteks Karawang, Peraturan Bupati Karawang Nomor 73 Tahun 2025 mengatur pelaksanaan pengawasan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya terhadap kinerja maupun keuangan.

Sementara PP Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) menempatkan APIP sebagai unsur penting dalam pengawasan intern pemerintah.

Karena itu, hasil pemeriksaan seharusnya tidak berhenti pada dokumen atau rekomendasi. Setiap temuan perlu ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

“Yang penting bukan hanya pemeriksaannya, tetapi bagaimana rekomendasi dan temuan itu ditindaklanjuti. Jangan sampai ada temuan, kemudian selesai di atas kertas,” tegas Jiros.

Jelang Pilkades, Rekam Administrasi Perlu Diperiksa

Karawang dijadwalkan menggelar Pilkades Serentak pada 22 November 2026 di 67 desa yang tersebar di 25 kecamatan dengan 438 TPS. Pelantikan kepala desa terpilih dijadwalkan pada 14 Desember 2026.

Momentum tersebut dinilai menjadi kesempatan untuk memperkuat pengawasan terhadap seluruh tahapan Pilkades.

Bupati Karawang diminta memastikan pemeriksaan terhadap calon kepala desa dilakukan berdasarkan persyaratan dan mekanisme yang telah ditetapkan dalam regulasi.

Namun, persoalan kelayakan seseorang menjadi calon kepala desa tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan tuduhan atau sorotan. Setiap dugaan pelanggaran maupun persoalan administrasi harus terlebih dahulu diperiksa berdasarkan bukti dan kewenangan lembaga terkait.

Jika ditemukan temuan audit, dugaan kerugian keuangan atau persoalan administrasi, proses pemeriksaan dan penyelesaiannya harus dilakukan sesuai ketentuan.

Bupati Diminta Pastikan Pengawasan Objektif

Dorongan kepada Bupati Karawang, menurut Jiros, bukan sekadar persoalan menggugurkan atau meloloskan calon kepala desa.

Hal yang lebih penting adalah memastikan seluruh proses berjalan transparan, objektif, berbasis bukti dan tidak tebang pilih.

Beberapa hal yang dinilai perlu menjadi perhatian antara lain:

  • Memperkuat fungsi auditor Inspektorat dalam pengawasan pemerintahan desa.
  • Memastikan setiap temuan audit ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
  • Memeriksa kepatuhan terhadap persyaratan calon kepala desa sesuai regulasi.
  • Menindaklanjuti dugaan pelanggaran berdasarkan bukti, bukan sekadar informasi.
  • Memastikan tahapan Pilkades berlangsung transparan dan objektif.

“Bupati harus memastikan Inspektorat bekerja profesional. Kalau ada temuan, selesaikan sesuai aturan. Kalau tidak ada pelanggaran, jangan dipaksakan menjadi masalah. Begitu juga sebaliknya, kalau ada pelanggaran, jangan dibiarkan,” kata Jiros.

Menurutnya, Pilkades bukan hanya mengenai siapa yang memperoleh suara terbanyak, tetapi juga memastikan seluruh calon mengikuti proses sesuai persyaratan hukum.

Penguatan pengawasan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan desa sekaligus mencegah persoalan administrasi yang pernah muncul kembali terulang.

Jangan sampai pengawasan hanya menjadi formalitas. Jangan sampai temuan berhenti sebagai dokumen. Dan jangan sampai proses Pilkades mengabaikan kepatuhan terhadap aturan.

Rohman

Jiros: Bupati Karawang Diminta Tegas, Calon Kades Bermasalah Jangan Lolos Pilkades

0

JAGA KARAWANG – Menjelang pelaksanaan Pilkades Serentak 2026, fungsi pengawasan Inspektorat Daerah Kabupaten Karawang kembali menjadi perhatian.

H. Rosadi/Jiros meminta Bupati Karawang memperkuat fungsi auditor dan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), khususnya dalam mengawasi tata kelola pemerintahan desa.

Menurutnya, Inspektorat jangan hanya melakukan pemeriksaan sebagai formalitas administratif. Setiap temuan harus ditindaklanjuti secara serius sesuai aturan.

“Inspektorat jangan hanya menggugurkan kewajiban. Kalau ada temuan, harus diperiksa dan ditindaklanjuti. Fungsi APIP harus benar-benar dijalankan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan desa,” ujar H. Rosadi/Jiros.

Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap persoalan administrasi desa yang pernah terjadi pada masa pandemi COVID-19, termasuk dugaan penyusunan pertanggungjawaban secara terburu-buru atau yang disebut “SKS” (Sistem Kebut Semalam).

“Jangan sampai pengalaman masa COVID-19 terulang. Kalau ada pertanggungjawaban yang bermasalah, jangan dibiarkan. Periksa berdasarkan bukti dan aturan, kemudian tindak lanjuti,” tegasnya.

Karawang dijadwalkan menggelar Pilkades Serentak pada 22 November 2026 di 67 desa yang tersebar di 25 kecamatan.

H. Rosadi/Jiros meminta proses pencalonan kepala desa dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan.

Menurutnya, persoalan calon harus dilihat berdasarkan persyaratan hukum, hasil pemeriksaan, serta bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Jangan ada tebang pilih. Kalau memang memenuhi syarat, silakan ikut. Tetapi kalau ada persoalan yang terbukti secara hukum dan masuk dalam ketentuan yang menghambat pencalonan, tentu harus diproses sesuai aturan,” katanya.

Ia menegaskan, Inspektorat memiliki peran penting dalam memastikan pemerintahan desa berjalan tertib dan akuntabel.

“Bupati harus tegas. Inspektorat juga harus profesional dan objektif. Jangan sampai temuan hanya menjadi dokumen, tetapi tidak ada penyelesaian,” ujar H. Rosadi/Jiros.

Ia berharap Pilkades Serentak 2026 menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa, sekaligus memastikan proses demokrasi di tingkat desa berjalan sesuai peraturan perundang-undangan.

“Yang kita dorong bukan kepentingan calon tertentu. Yang penting aturan ditegakkan, pengawasan berjalan, dan masyarakat mendapatkan kepala desa yang proses pencalonannya jelas serta sesuai ketentuan,” pungkasnya.

Rohman

 

Ratusan Petani Cibuaya Unjuk Rasa, BBWS dan PJT II Diminta Tegas Normalisasi Saluran Air

0

JAGA KARAWANG — Ratusan petani gabungan dari Desa Jayamulya, Gebangjaya, Pajaten, dan Kedungjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, menggelar aksi unjuk rasa damai di kawasan Jembatan Balong Jambe, Jalan Cikangkung Barat II, Kertasari, Rengasdengklok.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keresahan petani terhadap kondisi saluran irigasi yang dinilai tidak mampu mengalirkan air secara optimal hingga ke wilayah persawahan Cibuaya.

Para petani meminta BBWS dan PJT II Rengasdengklok segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut. Mereka menuntut normalisasi saluran, peningkatan debit air, hingga evaluasi terhadap bangunan atau jembatan yang dinilai menghambat aliran.

Kepala Desa Jayamulya, Carwadi Adi Saepudin, yang turut memimpin aksi, menyampaikan tuntutan petani secara tegas.

“Kami menuntut kepada pihak pengairan BBWS dan PJT II agar segera menormalisasi saluran air, memperbesar debit air, serta membongkar jembatan maupun bangunan apa pun yang menghambat aliran air. Terutama Jembatan Balong Jambe ini,” tegas Carwadi.

Menurut para petani, persoalan tersebut berdampak langsung terhadap ribuan hektare lahan pertanian di Kecamatan Cibuaya.

Sejumlah areal persawahan kini mengalami kekeringan dan terancam mengalami gagal panen apabila pasokan air tidak segera dipulihkan.

Petani juga menyoroti kondisi aliran air dari wilayah hulu. Mereka menyebut saluran di bagian atas masih terlihat memiliki debit air yang cukup, namun ketika memasuki wilayah yang lebih rendah, alirannya disebut menyusut secara signifikan.

Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah Jembatan Balong Jambe. Petani menilai keberadaan konstruksi tersebut mempersempit saluran sehingga berpotensi menghambat kelancaran distribusi air menuju wilayah hilir.

Namun, persoalan penyebab berkurangnya debit air tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang.

Bagi petani, tuntutan yang disampaikan bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan menyangkut keberlangsungan pertanian dan penghasilan masyarakat.

Mereka meminta BBWS dan PJT II segera turun melakukan pengecekan lapangan, memastikan kondisi jaringan irigasi, serta mengambil tindakan apabila ditemukan bangunan yang memang menghambat fungsi saluran.

Petani berharap persoalan tersebut tidak berlarut-larut. Sebab, semakin lama pasokan air tidak normal, semakin besar pula risiko kerugian yang harus ditanggung para petani.

“Air adalah nyawa bagi pertanian. Kami berharap pemerintah dan pihak pengairan tidak hanya melihat persoalan ini dari atas meja, tetapi turun langsung dan mencari solusi di lapangan,” demikian aspirasi yang disuarakan para petani.

Para petani kini menunggu tindak lanjut konkret dari pihak terkait agar persoalan distribusi air ke wilayah Cibuaya segera mendapatkan solusi. (JGN)

Alafanda Pastikan MBG Berjalan, Siswa dan Balita Posyandu Terima Makanan Bergizi

0

JAGA KARAWANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Gempolkarya I, Kabupaten Karawang, mendapat sambutan positif dari para guru dan masyarakat.

Pelaksanaan MBG pada Kamis (17/9/2026) dipimpin langsung oleh Alafanda selaku Kepala SPPG Karawang Tirtajaya Sabajaya, didampingi Ibu Diana sebagai Asisten Lapangan (ASLAP) beserta staf lainnya.

Menariknya, makanan bergizi tidak hanya diberikan kepada siswa sekolah, tetapi juga disalurkan kepada Posyandu Balita di lingkungan sekitar.

Salah satu guru SDN Gempolkarya I, Ibu Yayah Nurdiah, mengungkapkan rasa bangganya terhadap program tersebut.

“Saya merasa sangat bangga dapat ikut serta dalam program MBG ini. Semoga kehadirannya benar-benar menyehatkan dan mencerdaskan anak-anak kita,” ujar Yayah.

Sebanyak 47 relawan dapur turut bekerja sejak dini hari untuk menyiapkan makanan bagi para penerima manfaat.

Dengan semangat gotong royong, para relawan bersama pihak SPPG, guru, dan petugas Posyandu memastikan proses penyaluran berjalan dengan baik.

Program MBG ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, baik usia sekolah maupun balita, sekaligus mendukung tumbuh kembang mereka.

(ROHMAN)

 

Anggaran PMT Desa Gebangjaya Rp140 Juta Lebih Disorot, Inspektorat Diminta Turun Tangan

0

JAGA KARAWANG — Pengelolaan anggaran Dana Desa Gebangjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Tahap I Tahun Anggaran 2025 menjadi sorotan.

Perhatian tertuju pada pos Penyelenggaraan Posyandu yang di dalamnya mencakup pemberian makanan tambahan (PMT), kelas ibu hamil, kelas lansia hingga insentif kader. Berdasarkan data yang disampaikan, pos anggaran tersebut tercatat mencapai Rp140.062.200.

Besaran anggaran itu memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, khususnya terkait rincian penggunaan dan realisasi program di lapangan.

Sejumlah hal yang dipertanyakan antara lain mengenai berapa porsi anggaran yang benar-benar digunakan untuk PMT, bagaimana mekanisme penyalurannya, siapa saja penerima manfaat, serta apakah seluruh sasaran program telah mendapatkan layanan secara rutin.

Upaya konfirmasi kepada Nuryaman, Kepala Desa Gebangjaya, disebut telah dilakukan melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini disusun, belum terdapat tanggapan terkait rincian maupun realisasi anggaran tersebut.

Kondisi itu membuat informasi mengenai penggunaan anggaran masih membutuhkan penjelasan dari pihak Pemerintah Desa Gebangjaya.

Masyarakat mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran tersebut, mengingat Dana Desa merupakan anggaran publik yang penggunaannya perlu dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun secara manfaat.

Atas munculnya sorotan tersebut, masyarakat meminta Inspektorat Kabupaten Karawang, DPMD, serta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi yang perlu ditindaklanjuti.

Pemeriksaan diharapkan dapat memastikan kesesuaian antara anggaran, dokumen pertanggungjawaban, realisasi kegiatan, penerima manfaat, serta kondisi faktual di lapangan.

Besarnya anggaran tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya pelanggaran. Karena itu, diperlukan pemeriksaan berbasis data agar persoalan tersebut menjadi terang dan tidak berhenti pada dugaan maupun persepsi.

Publik juga berharap Pemerintah Desa Gebangjaya memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penggunaan Rp140.062.200 tersebut, sehingga masyarakat dapat mengetahui ke mana anggaran dialokasikan dan sejauh mana manfaatnya dirasakan warga.

(Ahmad Saeroji)

 

Dana Desa Kedungjaya Disorot, PMT Rp45 Juta dan Irigasi Rp34,4 Juta Dipertanyakan

0

JAGA KARAWANG — Pengelolaan Dana Desa Kedungjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Tahun Anggaran 2026 Tahap I menjadi sorotan.

Sejumlah pos anggaran dipertanyakan setelah muncul dugaan ketidaksesuaian antara besaran anggaran dan kondisi di lapangan.

Dua kegiatan yang paling mendapat perhatian yakni Penyelenggaraan Posyandu/PMT dengan anggaran Rp45 juta serta Pemeliharaan Saluran Irigasi Tersier/Sederhana sebesar Rp34.478.700.

Berdasarkan rincian anggaran yang disampaikan, sejumlah penggunaan Dana Desa Tahap I Kedungjaya meliputi:

  • Penyelenggaraan Informasi Publik Desa: Rp3.500.000
  • Penyelenggaraan Posyandu/PMT, kelas ibu hamil, lansia dan insentif kader: Rp45.000.000
  • Operasional Pemerintah Desa: Rp11.203.700
  • Keadaan Mendesak: Rp8.400.000
  • Pemeliharaan Saluran Irigasi Tersier/Sederhana: Rp34.478.700

Kepala Desa Kedungjaya, Tarjan Sujana, ketika dikonfirmasi menyatakan anggaran untuk PMT telah direalisasikan.

“Untuk PMT sudah realisasi,” ujar Tarjan singkat.

Meski demikian, muncul pertanyaan dari masyarakat terkait bentuk realisasi dan bukti pendistribusiannya.

Warga meminta agar penggunaan anggaran tersebut dapat dijelaskan secara terbuka, termasuk penerima manfaat, bentuk kegiatan, serta dokumen pertanggungjawabannya.

Sorotan serupa muncul pada anggaran pemeliharaan saluran irigasi yang mencapai Rp34,47 juta.

Pasalnya, kondisi saluran di wilayah tersebut disebut masih dipenuhi eceng gondok dan sampah.

Kondisi itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana kegiatan pemeliharaan telah memberikan dampak terhadap fungsi irigasi bagi lahan pertanian warga.

Masyarakat meminta Inspektorat Kabupaten Karawang melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan Dana Desa tersebut secara transparan.

Aparat penegak hukum juga diminta menindaklanjuti apabila dalam pemeriksaan ditemukan indikasi pelanggaran berdasarkan bukti dan ketentuan yang berlaku.

Sorotan ini bukan berarti menyimpulkan telah terjadi penyimpangan. Namun, besarnya anggaran dan pertanyaan mengenai hasil kegiatan dinilai perlu dijawab melalui data, dokumen pertanggungjawaban, serta verifikasi kondisi lapangan.

Pada prinsipnya, penggunaan Dana Desa harus dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun melalui hasil kegiatan yang dapat dirasakan masyarakat.

(Ahmad Saeroji)

Gebyar PATEN Batujaya Disambut Antusias, Wabup Maslani Tinjau Pelayanan Publik hingga Penanganan Stunting

0

JAGA KARAWANG — Gebyar Pelayanan Terpadu Kecamatan (PATEN) di Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, berlangsung meriah. Sejak pagi, ratusan warga memadati lokasi untuk memanfaatkan berbagai layanan publik yang disediakan pemerintah.

Pelayanan administrasi kependudukan menjadi salah satu yang paling banyak diminati. Warga terlihat antusias mengurus dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), KTP, dan akta kelahiran, selain sejumlah layanan publik lainnya.

Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, turut hadir dan meninjau langsung pelaksanaan Gebyar PATEN pada Rabu (16/9/2026). Kehadirannya dilakukan di sela-sela padatnya agenda peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang.

Camat Batujaya, Duloh, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Gebyar PATEN tidak hanya menjadi pusat pelayanan administrasi masyarakat, tetapi juga menghadirkan sejumlah layanan lain dalam satu rangkaian kegiatan.

“Hari ini kita melaksanakan Gebyar PATEN di titik pertama yang difokuskan untuk pelayanan kesehatan, pencatatan sipil/CKD, perpanjangan SIM, hingga Bazar UMKM. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terutama untuk pembuatan KTP, KK, dan dokumen kependudukan lainnya,” ujar Duloh.

Usai meninjau pusat pelayanan, rombongan kemudian bergerak menuju Desa Telukambulu sebagai titik kedua kegiatan.

Di lokasi tersebut, Wakil Bupati Maslani meninjau langsung program penanganan stunting sekaligus menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk para lansia.

Duloh mengatakan, kehadiran Wakil Bupati di tengah masyarakat mendapat sambutan positif.

“Alhamdulillah, pimpinan (Wakil Bupati) memberikan langsung bantuan untuk penanganan stunting dan para lansia. Beliau sangat ramah, hangat, dan menyapa warga dengan penuh keakraban,” katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendekatkan pelayanan pemerintah dengan masyarakat, khususnya warga di wilayah Kecamatan Batujaya.

Di tengah antusiasme warga, muncul pula keluhan terkait belum tersedianya posko pelayanan BPJS Kesehatan dalam Gebyar PATEN kali ini.

Duloh menjelaskan, pihak kecamatan memahami kondisi tersebut karena sejumlah instansi tengah memiliki agenda yang cukup padat dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang.

“Terkait pelayanan BPJS yang belum hadir, kami memaklumi karena saat ini bertepatan dengan banyaknya agenda HUT Kabupaten Karawang. Nanti akan segera kita komunikasikan dan koordinasikan kembali dengan pihak BPJS,” jelasnya.

Duloh juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati H. Maslani yang tetap menyempatkan diri menyapa dan melihat langsung kondisi masyarakat Batujaya di tengah padatnya agenda pemerintahan.

“Kami sangat bersyukur di tengah padatnya jadwal agenda Hari Jadi Karawang, Pak Wakil Bupati H. Maslani masih menyempatkan hadir mengunjungi warga di Desa Telukambulu,” pungkasnya.

Tata Wijaya

Ribuan Massa Padati Kampanye Kang Ulum, Calon Kades Karang Harja Nomor Urut 3

0

JAGA BEKASI — Suhu politik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, semakin terasa.

Calon Kepala Desa nomor urut 3, Kang Ulum, S.H., menggelar kampanye terbuka yang dihadiri massa pendukung dan simpatisan.

Antusiasme warga terlihat dalam kegiatan tersebut. Massa dari berbagai wilayah di Desa Karangharja memadati lokasi kampanye dengan membawa atribut dukungan serta meneriakkan yel-yel untuk calon nomor urut 3.

Dalam kesempatan itu, Kang Ulum menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah hadir. Ia juga mengajak seluruh pendukung untuk tetap menjaga ketertiban dan kondusivitas selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.

Dengan latar belakang hukum, Kang Ulum menyampaikan komitmennya untuk mendorong tata kelola pemerintahan desa yang transparan, tertib dan sesuai aturan.

Ia juga membawa sejumlah gagasan terkait peningkatan pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat serta pembangunan Desa Karangharja yang menurutnya harus dijalankan secara terbuka dan berkeadilan.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir. Mari kita jaga bersama Pilkades ini agar tetap aman, damai dan kondusif,” ujar Kang Ulum dalam kampanyenya.

Sementara itu, para pendukung tampak antusias mengikuti jalannya kampanye. Meski diwarnai semangat dukungan, kegiatan disebut berlangsung tertib hingga selesai.

Pilkades Karangharja pun kini memasuki tahapan yang semakin dinamis. Kehadiran massa dalam kampanye tersebut menjadi bagian dari dinamika dukungan terhadap para calon yang akan berkompetisi memperebutkan kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Karangharja.

Aef

 

Dana Desa Kedungjaya 2025 Dipertanyakan, Anggaran PMT Stunting Diduga Belum Jelas

0

JAGA KARAWANG — Penggunaan anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2025 untuk program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pencegahan stunting di Desa Kedungjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, program PMT yang ditujukan untuk balita tersebut diduga belum terlihat realisasinya secara jelas di lapangan.

Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai pelaksanaan sekaligus pertanggungjawaban anggarannya.

Program PMT sendiri berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak dan upaya pencegahan stunting. Karena itu, masyarakat meminta penggunaan anggaran tersebut dapat dijelaskan secara terbuka.

Saat dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut, Kepala Desa Kedungjaya, Tarjan Sujana, menyatakan bahwa program PMT sudah disalurkan.

“Sudah disalurkan perihal PMT,” ujar Tarjan Sujana.

Namun, keterangan tersebut belum disertai data atau dokumentasi pendukung yang diperlihatkan kepada awak media untuk memperjelas bentuk, waktu, penerima, maupun nilai penyaluran program.

Di sisi lain, seorang Mantri Pustu Kedungjaya yang disebut berkaitan dengan pelaksanaan program tersebut belum memberikan respons ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. Upaya konfirmasi juga disebut terkendala setelah nomor awak media diduga diblokir.

Situasi ini membuat pertanyaan mengenai realisasi program PMT belum sepenuhnya terjawab.

Masyarakat berharap Inspektorat Kabupaten Karawang dan DPMD, serta aparat penegak hukum apabila diperlukan, dapat melakukan pemeriksaan sesuai kewenangan untuk memastikan apakah anggaran PMT Tahun 2025 benar-benar telah direalisasikan dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.

Yang menjadi perhatian bukan sekadar angka dalam laporan, tetapi hak anak-anak untuk mendapatkan dukungan gizi dari anggaran desa yang memang diperuntukkan bagi kepentingan mereka.

Jika memang sudah disalurkan, masyarakat tentu berhak memperoleh penjelasan dan bukti administrasi maupun pelaksanaan yang transparan.

Sebaliknya, apabila ditemukan ketidaksesuaian, mekanisme pemeriksaan dan pertanggungjawaban harus berjalan sesuai aturan.

Ahmad Saeroji

 

Kepala Staf Kepresidenan Apresiasi Perhatian Pemkab Karawang terhadap Penyandang Disabilitas dan Anak Berkebutuhan Khusus  

0

KARAWANG — Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H. memberikan apresiasi terhadap perhatian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam memberikan ruang, kesempatan, serta dukungan kepada penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Kepala Staf Kepresidenan RI melakukan kunjungan ke National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Karawang di Sport Hall Panatayudha, Selasa (15/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Staf Kepresidenan didampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bupati Karawang, Wakil Bupati Karawang, serta jajaran perangkat daerah terkait, di antaranya Disparpora, Disnakertrans dan DP3A Kabupaten Karawang.

Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan bahwa perhatian Pemerintah Kabupaten Karawang terhadap masyarakat penyandang disabilitas menunjukkan adanya komitmen untuk memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh masyarakat.

“Pemerintah daerah di Kabupaten Karawang ini sudah sangat perhatian kepada masyarakat penyandang disabilitas, tidak dibeda-bedakan, kemudian perhatian juga terhadap anak-anak yang dititipkan,” ujar Dudung.

Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki potensi yang harus terus dikembangkan melalui pembinaan, pelatihan, serta penyediaan akses yang setara, termasuk dalam bidang olahraga.

Ia menegaskan pentingnya dukungan terhadap sarana dan prasarana olahraga agar para atlet penyandang disabilitas dapat mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sebagai bentuk dukungan, Kepala Staf Kepresidenan RI memberikan bantuan sejumlah peralatan olahraga berupa bola voli, perlengkapan tenis meja, dan badminton untuk mendukung kegiatan pembinaan serta peningkatan prestasi atlet disabilitas di Kabupaten Karawang.

“Negara hadir tidak semata-mata melihat prestasinya, tetapi melihat sejauh mana prestasi itu dilakukan dan bagaimana prosesnya,” kata Dudung.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa Kabupaten Karawang memiliki praktik yang dinilai positif dalam memberikan akses dan kesempatan kepada penyandang disabilitas di lingkungan perusahaan swasta.

Disebutkan terdapat 19 penyandang disabilitas yang telah memperoleh akses dan kesempatan bekerja di perusahaan, sekaligus mendapatkan ruang untuk mengembangkan potensi, termasuk dalam bidang olahraga.

Bahkan, salah seorang penyandang disabilitas asal Karawang disebut telah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti ajang olahraga di Jepang.

Hal tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa keterlibatan pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dapat membuka ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berkembang secara mandiri dan berprestasi.

Di akhir kegiatan, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E juga mendapatkan apresiasi dari Menteri PPPA atas perhatian Pemerintah Kabupaten Karawang terhadap penyandang disabilitas serta upaya memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warga.

Pemerintah Kabupaten Karawang menilai penyandang disabilitas bukan sekadar penerima bantuan, tetapi merupakan bagian penting dari masyarakat yang memiliki potensi, kemampuan, dan hak yang sama untuk berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi penyandang disabilitas, komunitas olahraga, serta masyarakat, diharapkan semakin banyak ruang yang terbuka bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh pendidikan, pekerjaan, pembinaan olahraga, serta kesempatan berprestasi.

Kunjungan Kepala Staf Kepresidenan RI ke NPCI Karawang sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa pembangunan yang inklusif harus memberikan ruang yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus.

(Emed Tarmedi)

Warga Dewisari Pertanyakan Kerusakan Tanggul Citarum, Minta Kejelasan Pihak Terkait

0

JAGA KARAWANG — Sejumlah warga di Desa Dewisari, Kabupaten Karawang, mempertanyakan kondisi tanggul Sungai Citarum yang disebut mengalami kerusakan. Persoalan tersebut mencuat dalam sebuah video yang beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, warga terlihat berada di sekitar area yang diduga berkaitan dengan aktivitas penggalian dan penjualan tanah di sekitar bantaran Sungai Citarum.

Warga menyampaikan permintaan agar pihak yang disebut berkaitan dengan aktivitas tersebut memberikan penjelasan dan bertanggung jawab apabila terbukti terdapat kerusakan pada tanggul.

“Warga meminta pertanggungjawaban dari pihak penggalian dan penjualan tanah kali Citarum Desa Dewisari, atas rusaknya tanggul Kali Citarum,” demikian keterangan yang menyertai video tersebut.

Warga juga menyebut hingga video tersebut dibuat belum terlihat adanya tindak lanjut dari pihak yang mereka maksud.

Namun, informasi dalam video tersebut masih merupakan pernyataan dari warga dan belum dapat dijadikan sebagai kesimpulan mengenai penyebab kerusakan tanggul maupun pihak yang bertanggung jawab.

Karena itu, diperlukan penjelasan dari pihak terkait, termasuk pengelola kegiatan, pemerintah desa, serta instansi berwenang untuk memastikan kondisi dan penyebab kerusakan tanggul tersebut.

Redaksi masih berupaya memperoleh keterangan dari pihak-pihak terkait guna mendapatkan informasi yang berimbang.

Anin

Rohati Ati “Emak Aing” Maju Pilkades Kertajaya, Bawa Semangat Perubahan

0

JAGA KARAWANG – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kertajaya, Kecamatan Jayakerta, mulai memanas. Rohati Ati, yang dikenal dengan sapaan “Emak Aing”, maju sebagai bakal calon Kepala Desa Kertajaya untuk periode 2026–2034.

Rohati membawa satu semangat utama, yakni perubahan nyata. Ia ingin Desa Kertajaya lebih maju, masyarakat lebih sejahtera, dan pemerintahan desa berjalan terbuka serta berpihak pada kepentingan warga.

Dalam pencalonannya, Rohati menegaskan tiga prinsip yang menjadi pegangan, yaitu jujur, bersih, dan baik hati.

  • Jujur, dengan mengedepankan integritas dalam menjalankan amanah.
  • Bersih, dengan menolak praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
  • Baik hati, dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Dengan komitmen penuh, kami akan melaksanakan perubahan yang nyata untuk membawa Desa Kertajaya ke arah yang lebih baik dan sejahtera,” tegas Rohati Ati.

Menurutnya, memimpin desa bukan hanya soal janji saat pencalonan. Pemimpin harus siap turun langsung, mendengar keluhan warga dan bekerja untuk kepentingan masyarakat.

“Pilihan kita, Desa Kertajaya yang lebih baik,” ujarnya.

Kini, masyarakat Kertajaya tinggal menilai siapa calon yang benar-benar memiliki komitmen, integritas, dan keberanian untuk membawa perubahan bagi desa.

Rohman

 

Bahu-Membahu Salurkan Bantuan, 1.615 KPM Tambaksari Terima 30 Kg Beras

0

JAGA KARAWANG — Kabar baik datang dari Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang. Sebanyak 1.615 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan pangan berupa beras yang disalurkan pemerintah, Selasa (15/9/2026).

Total bantuan yang didistribusikan mencapai 48,450 ton beras. Setiap keluarga penerima mendapatkan 30 kilogram beras, atau sebanyak tiga karung dengan berat masing-masing 10 kilogram.

Proses penyaluran berlangsung dengan melibatkan Pemerintah Desa Tambaksari secara bersama-sama.

Aparatur desa bahu-membahu memastikan bantuan dapat dibagikan dengan tertib dan tepat sasaran.

Sahrul Rozak, Operator SIK-NG Desa Tambaksari, turut mengawal proses pendistribusian bantuan kepada masyarakat.

Bagi warga, bantuan tersebut menjadi angin segar di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan. Mereka mengaku bersyukur karena beras yang diterima dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Bantuan ini sangat membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari kami,” ujar warga penerima manfaat.

Kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci agar proses penyaluran berjalan lancar.

Bantuan pangan tersebut diharapkan tidak hanya membantu kebutuhan dapur warga, tetapi juga ikut menjaga ketahanan pangan keluarga di Desa Tambaksari.

(ROHMAN)

946 KPM di Srijaya Kebagian Bantuan Beras, Total 28,380 Ton Disalurkan

0

JAGA KARAWANG – Kabar baik buat warga Desa Srijaya, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang. Bantuan pangan berupa beras dari pemerintah telah disalurkan kepada 946 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Total beras yang didistribusikan mencapai 28,380 ton. Setiap keluarga penerima mendapatkan 3 karung beras, masing-masing berbobot 10 kilogram, sehingga total bantuan yang diterima mencapai 30 kilogram per KPM.

Proses penyaluran berlangsung tertib. Agus Haldi Hidayat, Operator SIK-NG Desa Srijaya, bersama Aldi turut memastikan bantuan diberikan kepada warga yang memang terdata sebagai penerima.

Bagi masyarakat, bantuan ini tentu bukan sekadar beras. Di tengah kebutuhan hidup yang terus jalan, bantuan pangan menjadi salah satu penopang agar pengeluaran keluarga bisa sedikit lebih ringan.

Ma Acih dan Ibu Sena, warga penerima manfaat, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut.

“Alhamdulillah kami menerima bantuan pangan beras ini. Sangat membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari kami,” ujar mereka.

Penyaluran bantuan pangan ini diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga di Desa Srijaya.

Buat warga penerima, 30 kilogram beras ini tentu jadi kabar yang cukup melegakan—setidaknya kebutuhan dapur untuk beberapa waktu ke depan bisa lebih aman.

Rohman

Diduga Tak Kooperatif, Mantri Pustu Kedungjaya Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi Soal PMT

0

JAGA KARAWANG — Sikap tidak kooperatif diduga ditunjukkan Rojali, petugas Mantri Kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Kedungjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

Hal itu mencuat saat awak media berupaya meminta klarifikasi terkait program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dalam upaya pencegahan stunting di Desa Kedungjaya. Namun, bukannya memberikan penjelasan, nomor telepon awak media disebut justru diblokir.

Tindakan tersebut menuai sorotan. Sebab, ketika wartawan melakukan konfirmasi terhadap sebuah program yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan penggunaan anggaran publik, seharusnya pihak terkait memberikan informasi dan klarifikasi secara terbuka.

Pemblokiran nomor wartawan saat melakukan konfirmasi dinilai sebagai bentuk pelanggaran etika komunikasi dan berpotensi menimbulkan persoalan hukum apabila tindakan tersebut berkaitan dengan upaya menghalangi kerja jurnalistik.

Meski demikian, persoalan tersebut tetap perlu dilihat secara objektif dan berdasarkan fakta. Pemblokiran komunikasi tidak serta-merta membuktikan adanya penyimpangan dalam program PMT.

Namun, sikap tertutup tersebut justru dapat memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Ahmad Saeroji mengaku kecewa dengan sikap Rojali yang dinilainya tidak kooperatif.

“Mantri Rojali dari Desa Kedungjaya, tidak kooperatif saat dikonfirmasi perihal Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk mencegah balita stunting. Konfirmasi keterbukaan informasi publik seakan-akan ditutupi,” ungkapnya.

Menurutnya, tugas jurnalistik salah satunya adalah melakukan konfirmasi untuk memastikan informasi yang diperoleh berimbang sebelum disampaikan kepada publik.

Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang dan Kepala Puskesmas Cibuaya didorong segera turun tangan dan memanggil pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara transparan.

Beberapa hal yang perlu diperjelas antara lain besaran anggaran PMT yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Kesehatan, termasuk apabila terdapat dukungan anggaran yang bersumber dari Dana Desa.

Selain itu, mekanisme penyaluran PMT kepada balita sasaran juga penting dijelaskan secara terbuka, mulai dari jumlah penerima, bentuk makanan tambahan, hingga mekanisme pengawasan agar program benar-benar tepat sasaran.

Hingga berita ini diterbitkan, Rojali belum memberikan keterangan terkait persoalan tersebut. Upaya konfirmasi awak media masih terkendala karena nomor telepon disebut masih dalam kondisi terblokir.

Masyarakat berharap persoalan ini segera mendapatkan klarifikasi resmi. Sebab, program pencegahan stunting menyangkut masa depan anak-anak dan menggunakan sumber daya publik.

Transparansi bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Justru keterbukaan menjadi cara paling sederhana untuk menjawab setiap pertanyaan dan memastikan program pemerintah benar-benar berjalan sesuai tujuan. (Red)

 

Prabowo Reshuffle Kabinet, Purbaya Dicopot dari Menkeu, Suahasil Nazara Jadi Pengganti

0

JAGA JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan Kabinet Merah Putih pada Senin (14/9/2026). Salah satu perubahan paling mencuri perhatian terjadi di sektor keuangan negara.

Purbaya Yudhi Sadewa dicopot dari jabatan Menteri Keuangan. Posisi bendahara negara tersebut kini diisi oleh Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara.

Pelantikan Suahasil dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo di Istana Negara. Dalam prosesi pengambilan sumpah, Prabowo terlebih dahulu menanyakan kesediaan Suahasil untuk menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan hingga sisa masa jabatan periode 2024–2029.

“Sebelum saya mengambil sumpah janji berkenaan dengan pengangkatan saudara, sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih, dalam sisa masa jabatan periode 2024-2029, terlebih dulu saya bertanya kepada saudara,” kata Prabowo dalam prosesi pelantikan.

Sebelum pelantikan, Suahasil telah tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 14.44 WIB. Ia terlihat mengenakan jas hitam dengan dasi berwarna biru muda.

Suahasil juga sempat melempar senyum kepada awak media yang menunggu kedatangannya. Saat ditanya mengenai agenda reshuffle, ia membenarkan telah mendapat panggilan dari Sekretariat Presiden.

“(Sudah) ditelpon,” ujar Suahasil singkat.

Meski demikian, saat itu Suahasil belum mengungkap posisi yang akan ditempatinya. Kepastian baru terlihat setelah dirinya dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya.

Pergantian tersebut sebelumnya mulai menjadi sorotan setelah Suahasil dipanggil ke Istana. Di waktu yang hampir bersamaan, Purbaya juga terpantau tidak melanjutkan kehadirannya dalam rapat bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada Senin siang.

Purbaya sendiri baru sekitar satu tahun menjabat sebagai Menteri Keuangan. Ia dilantik pada September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati.

Sebelum masuk Kabinet Merah Putih, Purbaya dikenal sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Suahasil Nazara bukan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Ekonom sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) itu lahir di Jakarta, 23 November 1970.

Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1994. Pendidikan kemudian dilanjutkan ke Cornell University, Amerika Serikat, hingga memperoleh gelar Master of Science pada 1997.

Pada 2003, Suahasil meraih gelar PhD dari University of Illinois at Urbana-Champaign.

Karier akademiknya dimulai sebagai dosen FEB UI pada 1999. Ia kemudian dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi UI pada 2010, dengan bidang keahlian antara lain ekonomi pembangunan serta ekonomi regional dan perkotaan.

Di pemerintahan, Suahasil pernah dipercaya menjadi Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN), hingga Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.

Selanjutnya, Suahasil ditunjuk sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 25 Oktober 2019 dan terus melanjutkan perannya dalam pemerintahan berikutnya.

Kini, pengalaman panjang tersebut membawanya ke posisi baru sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di tengah perjalanan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

Isyana

 

Polresta Karawang Hadiri Apel Besar HUT Karawang ke-393, Sinergi Forkopimda Makin Solid

0

JAGA KARAWANG — Suasana peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 berlangsung khidmat dan penuh semangat. Jajaran Polresta Karawang ikut ambil bagian dalam Apel Besar yang digelar di Lapangan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Senin (14/9/2026).

Apel yang berlangsung pukul 07.40 hingga 08.50 WIB itu dipimpin langsung Bupati Karawang H. Aep Syaepulloh. Sejumlah pejabat Forkopimda juga hadir, termasuk Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto dan Dandim 0604/Karawang Letkol Inf. Nanda Siswanto.

Bukan cuma jajaran TNI-Polri, apel ini juga diramaikan berbagai unsur. Mulai dari Yon TP Singaperbangsa, Batalyon C Korps Brimob Polri, Satpol PP, Dishub, Damkar, Korpri/PNS, Pramuka, hingga mahasiswa, pelajar dan masyarakat Karawang.

Dalam amanatnya, Bupati Aep menyampaikan bahwa HUT Karawang ke-393 bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa membangun Karawang butuh kerja bareng semua pihak.

Mulai dari petani, pekerja, pedagang, guru, nelayan, ASN, sampai masyarakat umum punya peran dalam mendorong Karawang agar semakin maju.

Bupati juga menyoroti pentingnya pemerintahan yang bersih, transparan dan berintegritas. Semangat tersebut diperkuat melalui konsep Karawang Motekar, yakni Maju, Optimis, Tangguh, Efektif, Kolaboratif, Adaptif dan Responsif.

Kehadiran Kapolresta Karawang bersama Forkopimda pun menjadi gambaran bahwa urusan pembangunan daerah nggak bisa jalan sendiri-sendiri.

Sinergi antarinstansi menjadi bagian penting untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, sekaligus mendukung berbagai program pembangunan di Kabupaten Karawang.

Apel besar kemudian ditutup dengan lagu Syukur dan penghormatan kepada lambang daerah Kabupaten Karawang.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar. HUT ke-393, semangatnya bukan cuma merayakan usia Karawang, tapi juga bagaimana semua pihak terus kompak bikin Karawang makin maju. (Jgn)

Gemilang! SMAN 1 Cibuaya Sabet Juara 1 Bola Voli HAORNAS 2026 Tingkat Kabupaten Karawang

0

JAGA KARAWANG – Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga pelajar Kabupaten Karawang. Tim bola voli SMAN 1 Cibuaya sukses meraih Juara 1 Kejuaraan Bola Voli HAORNAS 2026 untuk kategori SMA/SMK se-Kabupaten Karawang.

Prestasi tersebut diraih setelah para atlet SMAN 1 Cibuaya menunjukkan permainan konsisten dan penuh semangat sepanjang pertandingan.

Kekompakan tim, disiplin, serta mental bertanding menjadi salah satu kunci keberhasilan hingga akhirnya berhasil berdiri di podium tertinggi.

Mengusung semangat “Berjuang Bersama, Menang Bersama!”, para pemain tampil dengan penuh percaya diri dan berhasil membawa pulang gelar juara sekaligus mengharumkan nama sekolah dan Kecamatan Cibuaya.

Lebih dari sekadar piala dan medali, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan latihan yang dilakukan secara konsisten mampu membuahkan hasil.

“Terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, dan semua pihak yang telah berjuang, bekerja keras, dan memberikan yang terbaik hingga meraih prestasi ini,” ungkap perwakilan tim.

Prestasi SMAN 1 Cibuaya juga menjadi momentum positif dalam mendorong perkembangan olahraga di kalangan pelajar.

Selain mengejar prestasi, olahraga turut membentuk karakter siswa melalui nilai disiplin, sportivitas, kerja sama, dan pantang menyerah.

Dengan raihan tersebut, SMAN 1 Cibuaya diharapkan terus melahirkan bibit-bibit atlet muda berprestasi yang mampu membawa nama sekolah dan Kabupaten Karawang ke level yang lebih tinggi.

Semangat HAORNAS 2026 “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar” pun semakin terasa melalui prestasi para pelajar yang membuktikan bahwa generasi muda Karawang mampu berprestasi melalui olahraga. (Jgn)

 

Kemensos Salurkan 41,01 Ton Beras untuk 1.367 Keluarga di Desa Srikamulyan

0

JAGA KARAWANG — Bantuan pangan beras dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI kembali disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Karawang.

Kali ini, bantuan tersebut diterima oleh warga Desa Srikamulyan, Kecamatan Tirtajaya, Senin (14/9/2026).

Sebanyak 1.367 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan dengan total beras mencapai 41,010 ton.

Setiap keluarga mendapatkan 30 kilogram beras, yang dikemas dalam tiga karung, masing-masing seberat 10 kilogram.

Proses penyaluran berlangsung tertib dan aman. Warga penerima manfaat tampak antusias datang untuk mengambil bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Gobet, Operator SIK-NG sekaligus Ketua PSM Desa Srikamulyan, mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya penyaluran bantuan tersebut.

“Alhamdulillah, bantuan pangan dari Kementerian Sosial ini dapat tersalurkan dengan baik kepada seluruh keluarga penerima manfaat. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat dan mampu meringankan beban kebutuhan pangan warga sehari-hari,” ujar Gobet.

Menurutnya, bantuan pangan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Warga penerima manfaat juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial, serta pemerintah desa dan kecamatan yang telah memfasilitasi proses penyaluran.

Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan beras keluarga, tetapi juga ikut menjaga ketahanan pangan dan meringankan beban ekonomi masyarakat di Desa Srikamulyan.

Anin

Desa Kutamakmur Salurkan Bantuan Pangan, 653 KPM Terima 19,59 Ton Beras

0

JAGA KARAWANG — Bantuan pangan kembali disalurkan kepada masyarakat Desa Kutamakmur, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Senin (14/9/2026).

Sebanyak 653 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan beras dengan total mencapai 19.590 kilogram atau 19,59 ton.

Setiap KPM mendapatkan 30 kilogram beras, yang terdiri dari tiga karung dengan berat masing-masing 10 kilogram. Penyaluran berlangsung tertib dengan antusiasme warga yang cukup tinggi.

Ade Sunarman selaku Ketua PSM Desa Kutamakmur bersama Cepi sebagai wakil turut memastikan proses distribusi berjalan lancar dan bantuan diterima oleh warga yang berhak.

“Alhamdulillah, bantuan beras pangan gratis untuk keluarga penerima manfaat sudah tersalurkan. Semoga bantuan dari Pemerintah Pusat ini benar-benar membantu meringankan kebutuhan sehari-hari warga,” ujar Ade.

Salah satu penerima bantuan juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan pangan yang diterima.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketahanan pangan keluarga sekaligus sedikit meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan.

Dengan penyaluran yang tertib dan tepat sasaran, bantuan pangan ini diharapkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Kutamakmur.

Anin

Desa Bolang Salurkan 29,49 Ton Beras, 983 Keluarga Dapat Bantuan Pangan

0

JAGA KARAWANG — Bantuan pangan dari Pemerintah Pusat kembali dirasakan warga Desa Bolang, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang. Sebanyak 983 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan beras dengan total mencapai 29,490 ton.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan kepada warga penerima manfaat dan berlangsung secara tertib.

Setiap keluarga mendapatkan 30 kilogram beras, atau sebanyak tiga karung dengan berat masing-masing 10 kilogram.

Operator SIK-NG Desa Bolang, Nurhasan, memastikan proses penyaluran berjalan dengan baik dan bantuan diberikan kepada masyarakat yang terdata sebagai penerima.

Bagi warga, bantuan ini tentu menjadi kabar baik di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan. Ma Saripah dan Pak Rojali, warga Dusun Kerajan, mengaku bersyukur bisa mendapatkan bantuan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan dari tingkat desa, kecamatan, Kabupaten Karawang, hingga Pemerintah Pusat. Kami menerima 30 kilogram beras. Bantuan ini sangat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari,” ujar mereka.

Penyaluran bantuan pangan ini diharapkan bisa membantu menjaga kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat sekaligus sedikit meringankan beban ekonomi masyarakat.

Bantuan mungkin terlihat sederhana, tapi bagi warga yang membutuhkan, 30 kilogram beras bisa sangat berarti untuk dapur tetap ngebul dan kebutuhan keluarga tetap aman.

(Rohman)

HUT Karawang ke-393, SMPN 2 Cibuaya Titip Harapan: Pendidikan Harus Makin Diperhatikan

0

JAGA KARAWANG — Semangat perayaan HUT Kabupaten Karawang ke-393 ikut terasa di lingkungan SMP Negeri 2 Cibuaya, Kecamatan Cibuaya, Senin (14/9/2026).

Segenap warga sekolah turut memeriahkan momentum hari jadi Karawang yang tahun ini mengusung semangat “MOTEKAR”, yakni Maju, Optimis, Tangguh, Efektif, Kolaboratif, Adaptif, dan Responsif.

Bagi keluarga besar SMPN 2 Cibuaya, HUT Karawang bukan sekadar seremoni.

Momen ini juga menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan Karawang sekaligus menitipkan harapan agar pembangunan ke depan semakin berdampak bagi masyarakat, termasuk di sektor pendidikan.

Kepala SMPN 2 Cibuaya, Daniel/Nilnamuna, S.Pd., menyampaikan ucapan dan doa untuk Kabupaten Karawang di usia ke-393 tahun.

“Karawang tumbuh bersama sejarah, bergerak bersama inovasi, dan melangkah menuju masa depan yang lebih gemilang,” ungkap Daniel.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Karawang terus bergerak maju dan memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan kualitas pendidikan di seluruh wilayah.

“Semoga Pemerintah Kabupaten Karawang semakin maju, dan semakin memperhatikan kualitas pendidikan di Karawang,” harapnya.

Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan generasi muda Karawang agar mampu menghadapi tantangan zaman.

Karena itu, bersama para guru dan tenaga kependidikan, SMPN 2 Cibuaya berkomitmen terus mengambil bagian dalam mencerdaskan generasi penerus.

Di usia Karawang yang ke-393, harapannya sederhana: daerah makin maju, pendidikan makin diperhatikan, dan anak-anak Karawang punya masa depan yang semakin cerah.

Ahmad Saeroji

Kekeringan Melanda, 250 Hektare Sawah di Jayamulya Cibuaya Terancam Gagal Panen

0

JAGA KARAWANG — Kekeringan mulai menghantui para petani di Desa Jayamulya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Sekitar 250 hektare lahan persawahan kini terancam gagal panen akibat minimnya pasokan air untuk kebutuhan pengairan.

Di tengah kondisi yang semakin mendesak, Pemerintah Desa Jayamulya bersama para petani terus berupaya mencari solusi. Namun, lambannya pengerjaan normalisasi saluran irigasi oleh pihak terkait menjadi sorotan.

Kepala Desa Jayamulya, Carwadi Adi Saepudin, mengaku kecewa terhadap kinerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Pasalnya, alat berat disebut sudah berada di lokasi sejak sekitar satu pekan lalu, tetapi pengerukan saluran belum juga dimulai.

“Saya harus jujur menyampaikan kekecewaan kami kepada pihak BBWS. Alat sudah ada di lokasi kegiatan sejak satu pekan yang lalu, namun sampai saat ini pekerjaan pengerukan belum kunjung dimulai,” tegas Carwadi.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Pasalnya, lahan pertanian warga terus mengalami kekeringan dan kebutuhan air semakin mendesak.

“Kami sangat membutuhkan perbaikan saluran ini segera agar air dapat mengalir ke persawahan warga. Setiap keterlambatan tentu berdampak terhadap harapan panen para petani,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Desa Jayamulya bersama para petani juga telah melakukan kerja bakti membersihkan saluran irigasi secara rutin, bahkan dua kali dalam sepekan.

Pembersihan tidak hanya dilakukan di wilayah Desa Jayamulya, tetapi juga menyasar saluran yang melintasi wilayah Kecamatan Rengasdengklok.

Upaya tersebut mendapat dukungan dari Camat Cibuaya. Pemerintah desa juga telah mengajukan permohonan normalisasi kepada sejumlah pihak, mulai dari PJT II, BBWS hingga Bupati Karawang.

Carwadi mengatakan, beberapa pihak telah memberikan respons terhadap persoalan tersebut. Bahkan, pengerukan pada saluran irigasi sekunder disebut sudah terealisasi.

“Alhamdulillah, dari pihak lain sudah ada yang merespons. Pengerukan saluran irigasi sekunder sudah terealisasi. Hanya saja dari BBWS kami belum melihat kemajuan yang diharapkan,” tambahnya.

Kini, masyarakat berharap alat berat yang sudah berada di lokasi segera dioperasikan. Bagi petani, persoalannya bukan lagi sekadar soal saluran yang belum dikeruk, tetapi menyangkut nasib ratusan hektare sawah dan keberlangsungan panen.

Petani berharap pengerjaan dilakukan secepatnya, tepat sasaran dan transparan agar pasokan air kembali mengalir ke area persawahan Jayamulya.

Jangan sampai alat berat sudah datang, tetapi sawah keburu kering dan musim panen tinggal harapan. (JGN)

PSI Jabar Hadir di Nadran Sungai Buntu, Dorong Adat Pesisir Tetap Eksis

0

JAGA KARAWANG — Tradisi Nadran di Lelang Sungai Buntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, kembali berlangsung meriah, Minggu (13/9/2026).

Bukan cuma jadi ajang pesta laut, Nadran juga menjadi momen warga pesisir untuk mengungkapkan rasa syukur atas rezeki dari laut sekaligus menjaga tradisi yang sudah turun-temurun.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Barat, bersama DPP Kabupaten Bekasi dan Karawang, turut hadir dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Nadran.

Ketua DPW PSI Jawa Barat, Abang Ijo Hapidin, mengatakan Nadran memiliki makna penting bagi masyarakat nelayan.

Kegiatan pesta laut yang dilaksanakan setiap tahun ini bertujuan untuk melestarikan adat dan budaya, khususnya bagi para nelayan yang menjadikan laut sebagai mata pencaharian sehari-hari.

“Ini juga menjadi ungkapan rasa syukur atas limpahan rezeki yang telah diberikan,” ujar Abang Ijo.

Menurutnya, kehadiran PSI tidak sekadar ikut meramaikan acara. PSI ingin menunjukkan kepedulian terhadap adat, budaya, sekaligus kelestarian lingkungan yang masih dijaga masyarakat pesisir.

“Ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk memperkenalkan diri dan hadir di tengah masyarakat, terutama dalam kegiatan yang berkaitan dengan budaya dan kearifan lokal,” lanjutnya.

Suasana Nadran pun makin semarak. Warga dan para nelayan tampak antusias memadati lokasi. Sejumlah perahu dihias dengan berbagai ornamen hingga terlihat makin menarik sebelum digunakan dalam rangkaian pesta laut.

Bagi masyarakat Sungai Buntu, Nadran bukan sekadar acara tahunan. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, sekaligus bentuk penghormatan terhadap budaya leluhur.

Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama yang diikuti jajaran PSI dan DPC dari berbagai kecamatan.

Harapannya, tradisi Nadran di Sungai Buntu terus lestari, tidak kehilangan identitasnya di tengah perkembangan zaman, serta membawa keberkahan bagi para nelayan dan seluruh masyarakat Kecamatan Pedes.

Anin

 

Ata Saju Maju di Pilkades Sabajaya, Bawa Visi Desa Maju, Aman, dan Bermartabat

0

JAGA KARAWANG — Suasana jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sabajaya mulai hangat. Ata Saju resmi maju sebagai salah satu calon Kepala Desa Sabajaya dengan membawa visi untuk mewujudkan desa yang maju, aman, tertib, agamis, gotong royong, dan bermartabat.

Dukungan terhadap Ata Saju juga mulai berdatangan. Dukungan datang dari Kang Daing alias Uyut Tirta yang menyatakan siap mendukung perjuangannya.

Ata Saju mengajak masyarakat Sabajaya untuk bersama-sama membangun desa dan memilih pemimpin yang benar-benar peduli terhadap warga.

“Mari satukan tekad dan suara. Saya siap melayani masyarakat Desa Sabajaya. Pilihlah pemimpin yang peduli, mengerti, dan berjuang bersama rakyat untuk perubahan yang nyata,” ujar Ata Saju.

Dalam visi dan misinya, Ata Saju menyoroti sejumlah sektor, mulai dari pelayanan masyarakat, peningkatan kualitas aparatur desa, pembangunan infrastruktur, pertanian, BUMDes, pendidikan, kesehatan, keagamaan hingga kepemudaan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan kebersamaan antarwarga.

“Kemajuan Desa Sabajaya tidak dibangun oleh satu orang, melainkan oleh kita semua. Setiap warga adalah mitra pembangunan,” tegasnya.

Ata Saju berharap Pilkades Sabajaya menjadi momentum bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang siap bekerja, melayani dan membawa perubahan nyata bagi desa.

Rohman

 

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh Gelar Mancing Gratis Serentak di 30 Kecamatan  

0

KARAWANG — Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Karawang ke-393 menghadirkan kegiatan yang dekat dengan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar mancing gratis secara serentak di 30 kecamatan, Sabtu (12/9), sebagai bentuk perayaan hari jadi yang dapat dirasakan dan dinikmati langsung oleh masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian HUT Kabupaten Karawang ke-393 yang dikemas secara merakyat dan melibatkan masyarakat secara langsung. Warga diberikan kesempatan menikmati hiburan sekaligus berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan di wilayah masing-masing.

Salah satu titik utama pelaksanaan kegiatan berada di KW 5 Irigasi. Di lokasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang menebarkan sebanyak 2 ton ikan lele dan 1,5 ton ikan mas yang disiapkan untuk masyarakat.

Sejak pagi, antusiasme warga terlihat begitu tinggi. Masyarakat dari berbagai kalangan memadati lokasi untuk mengikuti kegiatan mancing gratis. Suasana semakin semarak dengan kehadiran warga yang datang bersama keluarga maupun kelompok masyarakat.

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. mengatakan, rangkaian HUT Kabupaten Karawang ke-393 tidak semata-mata menjadi momentum seremonial, tetapi harus menjadi kesempatan untuk menghadirkan kebahagiaan dan kebersamaan bersama masyarakat.

“Peringatan HUT Kabupaten Karawang ke-393 harus bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. Melalui kegiatan mancing gratis yang dilaksanakan serentak di 30 kecamatan ini, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan, hiburan, sekaligus kegembiraan bagi warga Karawang,” tegas H. Aep Syaepuloh.

Menurutnya, kemeriahan hari jadi Kabupaten Karawang harus menjadi milik seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, berbagai kegiatan dalam rangkaian HUT dikemas agar masyarakat dapat ikut berpartisipasi dan merasakan langsung suasana perayaan hari jadi daerah.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat ikut merasakan kemeriahan HUT Kabupaten Karawang ke-393. Kami ingin perayaan ini menjadi milik bersama, dari masyarakat dan untuk masyarakat,” ujarnya.

Pelaksanaan mancing gratis secara serentak di 30 kecamatan menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang untuk menghadirkan kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi dan silaturahmi antara masyarakat di berbagai wilayah.

Kegiatan ini juga memperlihatkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Karawang. Warga dapat berkumpul, bersosialisasi, serta menikmati kemeriahan hari jadi Kabupaten Karawang dalam suasana yang santai dan penuh kegembiraan.

Antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa perayaan HUT Kabupaten Karawang dapat dikemas secara inklusif dan melibatkan masyarakat secara luas. Pemerintah daerah berharap kegiatan serupa dapat semakin memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian antarmasyarakat.

H. Aep Syaepuloh menegaskan bahwa perayaan hari jadi bukan hanya tentang seremoni, tetapi juga bagaimana pemerintah dapat menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan warga.

Pemerintah Kabupaten Karawang berharap seluruh rangkaian HUT Kabupaten Karawang ke-393 dapat berlangsung meriah dan memberikan kesan positif bagi masyarakat.

Melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, peringatan HUT Kabupaten Karawang ke-393 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat rasa memiliki terhadap daerah sekaligus membangun semangat kebersamaan dalam mewujudkan Karawang yang semakin maju dan sejahtera.

(Emed Tarmedi)

Karawang Motekar Berdampak, Omzet Bazar UMKM HUT Karawang Capai Rp1,16 Miliar  

0

KARAWANG — Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Hal tersebut terlihat dari capaian omzet bazar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang mencapai Rp1.160.233.985 selama enam hari pelaksanaan.

Mewakili Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E, Wakil Bupati Karawang H. Maslani menyampaikan capaian tersebut saat membuka kegiatan Karawang Urban Kultur Vol. 2 di Lapangan Karangpawitan, Jumat (11/9/2026). Ia mengapresiasi para pelaku UMKM yang mampu memanfaatkan momentum peringatan HUT Karawang untuk meningkatkan penjualan.

“Tepuk tangan buat UMKM kita. Dari tanggal 5 September sampai 11 September 2026 selama enam hari, omzet UMKM HUT Karawang mencapai Rp1.160.233.985,” ujar Maslani di hadapan masyarakat dan pelaku UMKM.

Menurut Maslani, capaian omzet tersebut menjadi bukti bahwa rangkaian kegiatan HUT Karawang tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah. Kehadiran masyarakat di berbagai lokasi kegiatan turut membuka peluang transaksi bagi pelaku usaha.

Ia mengatakan keberadaan bazar UMKM menjadi bagian penting dalam menciptakan pusat-pusat aktivitas ekonomi selama rangkaian Hari Jadi Karawang. Interaksi antara masyarakat, pelaku usaha dan berbagai kegiatan kreatif dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas perdagangan.

Maslani menyebut Karawang saat ini mengalami perkembangan pesat. Selain dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional, Karawang juga berkembang sebagai salah satu kawasan industri strategis di Indonesia yang turut mendorong perubahan sosial dan pertumbuhan berbagai sektor ekonomi baru.

Perkembangan tersebut, lanjutnya, melahirkan dinamika sosial serta gaya hidup baru di tengah masyarakat yang berkembang menjadi bagian dari budaya perkotaan atau urban culture. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan kreativitas generasi muda sekaligus memperkuat industri kreatif di daerah.

“Melalui Karawang Urban Kultur volume kedua, kita tidak sekadar menyajikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga merefleksikan Karawang yang maju dan Motekar, daerah yang kreatif, adaptif dan kolaboratif,” katanya.

Ia menilai keberagaman kegiatan dalam Karawang Urban Kultur Vol. 2 menjadi gambaran keterbukaan masyarakat Karawang dalam menerima perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi. Berbagai pertunjukan seperti musik modern, komedi, musik Islami, tarian, seni tradisional, barongsai hingga penampilan paguyuban dan sanggar tari turut memeriahkan kegiatan.

Maslani juga menilai kreativitas anak muda dan perkembangan gaya hidup urban kini tidak lagi sebatas tren atau hobi, tetapi telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru. Pertumbuhan daya beli masyarakat, aktivitas berkumpul serta meningkatnya apresiasi terhadap seni dan produk kreatif menjadi peluang yang harus terus dikembangkan.

“Daya beli masyarakat yang tumbuh, kegemaran berkumpul hingga kembali apresiasi terhadap karya seni adalah bahan bakar untuk menggerakkan industri kreatif serta UMKM di daerah kita,” ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan pelaku UMKM, industri, jasa kreatif dan sektor wellness dalam rangkaian Urban Kultur Vol. 2 menunjukkan bahwa kebudayaan dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan. Pemerintah Kabupaten Karawang akan terus memberikan ruang, fasilitas dan iklim yang kondusif bagi tumbuhnya ekosistem kreatif serta penguatan UMKM.

Maslani berharap momentum Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, kebudayaan maupun pemberdayaan UMKM. Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati rangkaian kegiatan HUT Karawang dengan tertib, aman dan penuh kegembiraan.

(Emed Tarmedi)

PTSL Belum Jadi, Warga Sukasari Mengaku Bayar Rp1 Juta, Dugaan Pungutan Disorot

0

JAGA KARAWANG – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, menuai sorotan.

Sejumlah warga mengaku telah mengeluarkan uang Rp1 juta untuk pengurusan sertifikat melalui program tersebut, namun hingga kini sertifikat yang diajukan sejak 2021–2022 belum juga diterima.

Persoalan ini menjadi semakin serius lantaran warga mengaku uang yang telah diserahkan juga belum dikembalikan.

Salah seorang warga Dusun Mekarsari Cikuda, Bah Ono Ema Rusni, mengaku membayar Rp1 juta untuk pengurusan sertifikat tanah. Menurut pengakuannya, uang tersebut diminta oleh BPD Ato.

“Kami sudah mengeluarkan uang satu juta. Sampai sekarang sertifikat belum ada, dan uangnya pun belum dikembalikan,” ungkap Bah Ono.

Keluhan serupa disampaikan ahli waris Ma Suryamah, untuk pengajuan atas nama Rohati yang telah meninggal dunia. Pihak ahli waris juga mengaku dibebankan biaya sebesar Rp1 juta.

Dengan demikian, muncul dugaan adanya pungutan dalam proses pengurusan PTSL yang menjadi pertanyaan warga karena program tersebut diperuntukkan membantu masyarakat memperoleh kepastian hukum atas kepemilikan tanah.

BPD Ato Benarkan Ada Uang Rp1 Juta

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, BPD Ato membenarkan adanya uang sebesar Rp1 juta tersebut. Namun, ia menyatakan dirinya hanya menjalankan perintah dan menyebut uang tersebut telah diserahkan kepada Sekretaris Desa Sukasari.

“Ya benar. Tapi saya disuruh oleh Sekdes Sukasari, H. Tasum. Dan uangnya sudah saya serahkan ke Pak Sekdes,” ujar Ato.

Pernyataan tersebut tentu menimbulkan pertanyaan lanjutan: untuk apa uang Rp1 juta itu dipungut, atas dasar apa, dan mengapa sertifikat yang diajukan bertahun-tahun lalu belum juga diterima warga?

Warga meminta persoalan tersebut tidak berhenti pada saling lempar tanggung jawab. Mereka berharap pemerintah desa memberikan penjelasan terbuka mengenai mekanisme pengurusan PTSL, penggunaan uang warga, serta status sertifikat yang hingga kini belum selesai.

Masyarakat juga mendesak aparat penegak hukum (APH) melakukan pemeriksaan apabila terdapat dugaan pungutan liar atau penyimpangan dalam proses PTSL tersebut.

Sebab bagi warga, persoalannya bukan sekadar Rp1 juta. Ada hak atas tanah yang ditunggu bertahun-tahun dan ada uang yang sudah dikeluarkan dengan harapan dokumen kepemilikan segera beres.

Kini publik menunggu penjelasan dari Pemerintah Desa Sukasari, Sekdes H. Tasum, serta pihak terkait lainnya mengenai dugaan pungutan tersebut dan status sertifikat para pemohon.

Rohman / Ahmad Saeroji

Mancing Gratis 12 Kwintal Lele Meriahkan HUT Karawang ke-393, Warga Pajaten Tumpah Ruah

0

JAGA KARAWANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Karawang ke-393 berlangsung meriah di Kecamatan Cibuaya. Ratusan warga antusias mengikuti kegiatan mancing gratis yang digelar di saluran irigasi Desa Pajaten, Sabtu (12/9/2026).

Sebanyak 12 kwintal ikan lele disebar ke saluran irigasi untuk dipancing bersama warga. Sejak pagi, masyarakat tampak memadati sepanjang aliran irigasi dan mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.

Suasana semakin meriah ketika peserta mendapatkan ikan lele yang telah diberi tanda khusus oleh panitia. Ikan bertanda tersebut menjadi tiket bagi peserta untuk mendapatkan berbagai hadiah menarik.

Hadiah yang disiapkan panitia antara lain sepeda, kipas angin, dispenser, setrika hingga kompor gas.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Cibuaya Nur Ridwan, bersama unsur Muspika Kecamatan Cibuaya serta Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kecamatan Cibuaya, H. Wartam.

H. Wartam mengaku senang melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi dalam mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya sangat merasa senang melihat antusiasme masyarakat begitu besar dengan adanya kegiatan mancing gratis ini dalam rangka memeriahkan HUT Karawang yang ke-393,” ungkap H. Wartam.

Menurutnya, kegiatan mancing gratis tersebut bukan sekadar hiburan bagi masyarakat.

Momentum itu juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, kebersamaan dan keguyuban warga dalam memperingati hari jadi Kabupaten Karawang.

Kemeriahan di saluran irigasi Pajaten pun menjadi gambaran sederhana bagaimana perayaan HUT Karawang dapat dikemas menjadi kegiatan yang dekat dengan masyarakat.

“Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga, dan Karawang semakin maju, sejahtera, serta semakin dicintai masyarakatnya,” pungkasnya.

Ahmad Saeroji / Rohman

 

Kodim 0604/Karawang Serahkan Kendaraan Operasional untuk Dukung Pelayanan Masyarakat di Tiga Kecamatan  

0

KARAWANG — Kodim 0604/Karawang menyerahkan bantuan kendaraan operasional kepada Kecamatan Pedes, Cilebar, dan Cibuaya sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran pelayanan masyarakat dan pelaksanaan tugas pemerintahan di wilayah.

Penyerahan bantuan kendaraan operasional tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antara TNI dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung mobilitas aparatur serta kegiatan pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dandim 0604/Karawang, Letkol Inf Nanda Siswanto, S.Sos., mengatakan kendaraan operasional tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

«“Kendaraan operasional ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan pelayanan masyarakat dan mendukung kegiatan pemerintahan,” kata Nanda, Jumat (11/9/2026).»

Nanda menyampaikan, bantuan kendaraan yang diberikan saat ini masih terbatas. Meski demikian, ia berharap fasilitas tersebut tetap dapat memberikan manfaat nyata bagi pemerintah kecamatan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

«“Kami mohon maaf, bantuan yang diberikan saat ini hanya satu kendaraan. Mudah-mudahan ke depan dapat memberikan manfaat dan membantu menunjang pelayanan serta kegiatan pemerintahan di wilayah,” ujarnya.»

Ia juga berpesan agar kendaraan operasional tersebut dirawat dengan baik dan digunakan sesuai dengan peruntukannya sehingga dapat menunjang kegiatan pemerintahan dalam jangka panjang.

Menurutnya, dukungan terhadap pemerintah di tingkat kecamatan merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan pelayanan masyarakat dapat berjalan secara efektif, termasuk hingga ke tingkat desa.

«“Saya berharap fasilitas ini dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat hingga ke tingkat desa,” tuturnya.»

Nanda menambahkan, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya mendukung mobilitas aparatur, tetapi juga semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Pedes, Rohmat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan kendaraan operasional yang diberikan Kodim 0604/Karawang.

«“Alhamdulillahirabbilalamin, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan kendaraan operasional ini. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk mendukung pelayanan dan kegiatan pemerintahan di Kecamatan Pedes,” ujarnya.»

Rohmat memastikan kendaraan tersebut akan dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik-baiknya sesuai dengan peruntukannya.

Bantuan kendaraan operasional bagi Kecamatan Pedes, Cilebar, dan Cibuaya diharapkan mampu menunjang mobilitas aparatur, memperlancar pelaksanaan kegiatan pemerintahan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pemerintahan yang responsif dan pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat, khususnya di wilayah kecamatan hingga desa.

(Emed Tarmedi)

Madun: Maju Pilkades Kertarahayu Bukan Ambisi, Tapi Niat Mengabdi

0

JAGA KARAWANG – Pilkades Kertarahayu, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang mulai terasa hangat. Salah satu bakal calon Kepala Desa Kertarahayu, Madun, menyampaikan alasan dirinya ikut maju dalam pesta demokrasi desa tersebut.

Madun mengatakan, pencalonannya bukan karena ambisi mengejar jabatan. Ia mengaku ingin ikut berkontribusi membangun Kertarahayu agar semakin maju dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

“Saya mencalonkan diri bukan karena ambisi mendapatkan jabatan. Ini dari hati nurani, karena saya melihat masih banyak hal yang bisa kita benahi dan potensi desa yang bisa dikembangkan,” ujar Madun.

Ia juga menegaskan tidak ingin mengandalkan janji-janji besar maupun materi untuk mendapatkan dukungan warga.

“Saya datang dengan tekad, keberanian, keikhlasan, dan niat untuk mengabdi,” katanya.

Menurut Madun, membangun desa bukan hanya soal siapa yang memiliki banyak uang, tetapi siapa yang mau peduli dan turun langsung mendengarkan masyarakat.

Jika mendapat kepercayaan warga, Madun ingin mendorong pemerintahan desa yang terbuka, tertata dan memberikan pelayanan yang baik. Ia juga ingin pemuda dan pelaku usaha kecil mendapat ruang untuk berkembang.

“Saya tidak menjanjikan semuanya berubah dalam satu malam. Tapi kalau dipercaya, saya akan berusaha memulai perubahan dengan langkah nyata, sedikit demi sedikit, bersama masyarakat,” ucapnya.

Madun pun menyatakan siap menerima apa pun hasil Pilkades. Menang atau belum dipercaya, ia mengaku akan tetap menghormati pilihan masyarakat.

“Saya tidak datang untuk menjadi penguasa. Saya datang untuk menjadi pelayan masyarakat,” tegasnya.

Dengan membawa semangat AMANAH • CERDAS • KREATIF, Madun berharap proses Pilkades Kertarahayu berjalan damai dan tetap menjaga persatuan warga.

Rohman/Ahmad Saeroji

 

Rumah Habis, Motor Ikut Hangus! Warga Cibuaya Berharap Pemkab Karawang Gercep Bantu Hunian Layak

0

JAGA KARAWANG — Musibah kebakaran kembali menyisakan cerita pilu. Sebuah rumah milik warga di Dusun Cibuaya I, RT 004/RW 002, Desa Cibuaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, ludes dilalap api pada Jumat dini hari (11/9/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Kebakaran tersebut diduga dipicu kebocoran pada kompor atau gas memasak. Api dengan cepat membakar bangunan rumah hingga tak tersisa. Satu unit sepeda motor yang berada di lokasi juga ikut hangus.

Pemilik rumah, Tata, menyebut kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

“Kerugian kami diperkirakan sekitar Rp50 juta. Rumah ludes terbakar dan satu sepeda motor juga ikut hangus. Kami berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah desa maupun dinas terkait,” ujar Tata.

Di tengah kondisi tersebut, Tata berharap pemerintah dapat memberikan solusi jangka panjang, bukan hanya bantuan kebutuhan sementara.

Ia berharap keluarganya dapat diusulkan masuk dalam program Rumah Layak Huni, agar bisa kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman.

“Kami juga berharap bisa masuk program Rumah Layak Huni, sehingga bisa kembali mempunyai rumah yang layak untuk ditempati,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Cibuaya, Agus Nanang, menyampaikan laporan kejadian kepada pihak terkait sebagai langkah tindak lanjut penanganan musibah tersebut.

Saat kejadian, keluarga korban sempat mengungsi dan dilakukan evakuasi terhadap warga serta harta benda yang masih memungkinkan untuk diselamatkan.

Pemerintah Desa Cibuaya juga berkomitmen meneruskan laporan tersebut ke tingkat kecamatan dan kabupaten, termasuk mengupayakan pemulihan hunian korban melalui program bantuan perumahan.

Kini harapan warga tertuju pada respons cepat pemerintah, khususnya dinas terkait. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Karawang diharapkan bisa “grecep” turun melihat kondisi korban, sehingga keluarga yang kehilangan rumah tidak terlalu lama hidup dalam kondisi serba terbatas.

Selain bantuan hunian, kebutuhan dasar keluarga korban juga menjadi perhatian mendesak pascakebakaran.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap penggunaan kompor, tabung gas, serta instalasi kelistrikan di rumah.

Semoga bantuan segera datang dan keluarga Tata diberi ketabahan untuk bangkit kembali setelah kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut.

Ahmad Saeroji/Rohman

 

Gunawan Maju Pilkades Kemiri: Niat Tulus, Petani Maju, Desa Sejahtera

0

JAGA KARAWANG — Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, mulai memasuki fase yang semakin menarik.

Salah satu kandidat, Gunawan, datang dengan membawa visi perubahan yang menitikberatkan pada kesejahteraan masyarakat dan kemajuan sektor pertanian.

Mengusung semangat “Desa Sejahtera, Petani Maju Menuju Perubahan”, Gunawan menegaskan bahwa niatnya maju bukan sekadar mengejar jabatan, tetapi ingin ikut membangun Desa Kemiri bersama masyarakat.

Menurutnya, kemajuan desa harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga. Terlebih, sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama kehidupan masyarakat Desa Kemiri.

“Ke depannya, jika dipercaya memimpin, saya bertekad mewujudkan Desa Kemiri yang sejahtera, dengan para petani yang semakin maju, serta bersama-sama melangkah menuju perubahan yang lebih baik,” ujar Gunawan, Kamis (10/9/2026).

Gunawan menyebut pembangunan desa ke depan harus menyentuh berbagai sektor. Mulai dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengembangan pertanian, hingga pemerataan pembangunan di seluruh wilayah desa.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pembangunan.

“Niat saya tulus untuk melayani dan membangun desa ini bersama seluruh warga. Tidak ada perubahan yang terjadi sendirian. Semuanya harus kita bangun bersama, bahu-membahu, demi masa depan Desa Kemiri yang lebih sejahtera dan bermartabat,” katanya.

Bagi Gunawan, petani bukan sekadar bagian dari statistik pembangunan desa. Mereka merupakan salah satu kekuatan utama yang harus mendapat perhatian agar mampu berkembang dan memiliki kehidupan yang semakin layak.

Karena itu, visi Desa Sejahtera, Petani Maju Menuju Perubahan menjadi arah yang ingin ia perjuangkan apabila mendapat kepercayaan masyarakat dalam Pilkades Kemiri.

Kini, pilihan berada di tangan masyarakat Desa Kemiri. Mereka akan menentukan sosok yang dinilai paling mampu membawa desa menuju arah pembangunan yang lebih baik.

Rohman

 

Proyek Jalan Puseurjaya Diduga Dimintai Uang Koordinasi, Mencapai Rp15 Juta

0

JAGA KARAWANG — Proyek peningkatan jalan lingkungan di Dusun Kaumjaya, RT 15/RW 004, Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, tengah jadi bahan sorotan.

Bukan karena jalannya rusak atau hot mix-nya kurang bagus. Kali ini, yang bikin ramai justru dugaan permintaan “uang koordinasi” kepada pihak pelaksana proyek.

Informasi yang beredar menyebut, permintaan tersebut diduga datang dari oknum perangkat desa yang disebut sebagai Kepala Dusun (Kadus) setempat.

Nah, kalau benar proyek pembangunan harus “kulonuwun” sambil keluar uang, publik tentu wajar bertanya: ini koordinasi pemerintahan atau sudah berubah jadi urusan setoran?

Bonet, mandor lapangan, mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa sebelum pekerjaan dimulai.

Menurutnya, koordinasi tersebut justru diwarnai permintaan uang dengan nominal yang cukup besar.

“Pastinya kami izin dan koordinasi dengan pemerintah desa karena pekerjaan berada di wilayah desa. Tetapi ada permintaan uang koordinasi yang jumlahnya sangat besar,” ujar Bonet.

Uston selaku pelaksana proyek juga membenarkan adanya permintaan tersebut.

Menurut Uston, berdasarkan informasi yang diterimanya, uang yang awalnya diminta mencapai Rp7,5 juta untuk satu titik pekerjaan. Karena ada dua titik, totalnya disebut mencapai Rp15 juta.

“Awalnya diminta Rp7,5 juta untuk satu titik. Karena ada dua titik, totalnya Rp15 juta,” ungkap Uston.

Tak Ada Uang, Proyek Diduga Bisa Berhenti?

Persoalan makin serius karena muncul informasi bahwa apabila uang tersebut tidak diberikan, pekerjaan diduga diminta untuk tidak dilanjutkan.

Seharusnya proyek berjalan berdasarkan kontrak, spesifikasi teknis, dan aturan. Bukan berdasarkan ada atau tidaknya uang koordinasi.

Uston juga mengaku khawatir persoalan tersebut mengganggu pekerjaan, terutama karena material hot mix membutuhkan penanganan cepat.

“Kalau terjadi keterlambatan, suhu hot mix bisa turun dan dikhawatirkan memengaruhi kualitas pekerjaan,” jelasnya.

Dalam proses berikutnya, Uston mengatakan akhirnya memberikan Rp4 juta per titik pekerjaan. Menurutnya, pemberian tersebut dituangkan dalam kuitansi lengkap dengan materai dan tanda tangan.

Dugaan ini tentu tidak boleh langsung dianggap sebagai fakta sebelum ada klarifikasi dan pembuktian.

Namun, jika benar ada oknum perangkat desa meminta atau menerima uang tanpa dasar aturan yang jelas, persoalannya menjadi serius.

Sebab, perangkat desa memiliki tugas membantu penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Jangan sampai istilah “koordinasi” malah berubah makna menjadi “kalau mau proyek jalan, harus ada uang jalan”.

Karena itu, pihak terkait perlu menjelaskan secara terbuka mengenai dasar permintaan uang tersebut, siapa yang meminta, siapa penerimanya, serta untuk kepentingan apa uang tersebut digunakan.

Hingga berita ini diterbitkan, DPMD Kabupaten Karawang dan Pemerintah Desa Puseurjaya belum memberikan klarifikasi terkait dugaan tersebut.

Pihak yang disebut sebagai oknum perangkat desa/Kadus juga belum memberikan keterangan. (JGN)

Jalan Tarumanegara Direkonstruksi Total, Bupati Aep Pastikan Kualitas Pekerjaan  

0

KARAWANG — Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E memastikan rekonstruksi Jalan Tarumanegara di kawasan Interchange Karawang Barat dilakukan secara menyeluruh untuk menghasilkan konstruksi jalan yang lebih kuat dan tahan lama.

Bupati Aep turun langsung meninjau proses pengerjaan pada Selasa (9/9). Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi pekerjaan sekaligus memastikan penanganan jalan disesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan.

Menurut Bupati Aep, perbaikan Jalan Tarumanegara tidak dilakukan sekadar menambal bagian permukaan yang mengalami kerusakan. Sejumlah bagian jalan harus ditangani hingga ke struktur bawah.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa segmen dengan kondisi tanah dasar yang kurang baik. Karena itu, bagian tersebut akan dibongkar dan diangkat sebelum dilakukan penggantian dengan material baru.

“Subjek bawahnya kurang baik, nanti diangkat lalu diganti tanah merah,” ujar Bupati Aep.

Setelah kondisi tanah dasar diperbaiki, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan limestone dengan ketebalan sekitar 30 sentimeter.

Tahap selanjutnya dilakukan pemasangan beskos setebal sekitar 15 sentimeter sebagai bagian dari lapisan konstruksi sebelum pengecoran.

Pengecoran beton kemudian dilakukan dengan ketebalan sekitar 30 sentimeter dan diperkuat menggunakan besi holo.

Bupati Aep menegaskan, metode tersebut diterapkan agar penanganan jalan tidak hanya memperbaiki persoalan di permukaan, tetapi juga memperkuat struktur dari bagian bawah.

Dengan rekonstruksi tersebut, Bupati Aep berharap Jalan Tarumanegara di kawasan Karawang Barat dapat memiliki kualitas konstruksi yang lebih baik sehingga mampu mendukung mobilitas masyarakat dalam jangka panjang.

“Harapannya mudah-mudahan Karawang Barat akan kita selesaikan,” katanya.

Bupati Aep menyadari proses pekerjaan turut berdampak terhadap kelancaran lalu lintas. Arus kendaraan di sekitar lokasi mengalami perlambatan selama rekonstruksi berlangsung.

Karena itu, Aep menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan, yang mengalami gangguan perjalanan akibat proses pengerjaan.

“Mohon maaf kepada masyarakat pengguna jalan yang perjalanannya terganggu karena kemacetan. Kita ingin mengerjakan secara keseluruhan,” ungkap Bupati Aep.

(Emed Tarmedi)

Hikmat Resmi Daftar Calon Kades Segaran, Diantar Pendukung: Pertarungan Pilkades Makin Seru

0

JAGA KARAWANG — Suhu politik desa mulai terasa di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang. Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026, Hikmat bersama para pendukungnya resmi mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Segaran.

Dengan iring-iringan pendukung dan relawan, kedatangan Hikmat menjadi salah satu momen yang menarik perhatian dalam tahapan pencalonan Pilkades Segaran.

Pendaftaran tersebut sekaligus menunjukkan keseriusan Hikmat untuk mengikuti kontestasi hingga seluruh tahapan pemilihan selesai sesuai aturan yang ditetapkan panitia.

Dukungan yang dibawa Hikmat juga menjadi sinyal bahwa persaingan menuju kursi orang nomor satu di Desa Segaran mulai memanas. Namun, di tengah dinamika politik desa, para pendukung diharapkan tetap mengedepankan suasana adem, tertib, dan penuh persaudaraan.

Bukan cuma soal ramai-ramai dukungan, publik tentu menunggu apa yang akan ditawarkan setiap kandidat.

Visi, misi, program kerja, serta komitmen membangun Desa Segaran menjadi bagian penting yang nantinya akan menjadi pertimbangan masyarakat.

Para pendukung Hikmat pun menyatakan kesiapan untuk mengawal proses pencalonan dengan tetap menjaga ketertiban dan kondusivitas wilayah.

Dengan resminya Hikmat mendaftarkan diri, peta persaingan Pilkades Segaran semakin menarik untuk diikuti. Kini, masyarakat tinggal menunggu tahapan berikutnya hingga seluruh calon ditetapkan secara resmi oleh panitia.

Pada akhirnya, pesta demokrasi desa bukan sekadar soal siapa yang paling banyak membawa massa, tetapi siapa yang mampu meyakinkan masyarakat dengan gagasan dan program nyata untuk Segaran ke depan.

Pilkades Segaran memanas, tapi persaudaraan jangan sampai kandas.(Aef)

Madun, Jurnalis 31 Tahun Resmi Daftar Bacakades Kertarahayu, Bawa Misi Perubahan

0

JAGA KARAWANG — Suasana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kertarahayu, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, mulai makin panas dan menarik perhatian.

Kali ini, seorang pemuda berusia 31 tahun yang selama ini berprofesi sebagai jurnalis, Madun, resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) Kertarahayu.

Madun datang ke sekretariat Panitia 11 Desa Kertarahayu pada 10 September 2026 dengan membawa niat dan semangat untuk ikut ambil bagian dalam pesta demokrasi di tingkat desa.

Tampil simpel tapi tetap berkelas, Madun mengenakan jas hitam dipadukan dengan kaos polos.

Ia tidak datang sendirian. Enam orang rekan sesama jurnalis turut mendampingi saat proses penyerahan berkas pendaftaran.

Berkas tersebut kemudian diterima dan dicatat oleh Panitia 11 Desa Kertarahayu.

Di hadapan panitia, Madun menyampaikan alasan dirinya maju dalam kontestasi Pilkades Kertarahayu.

Menurutnya, pencalonan tersebut bukan sekadar soal ikut bertarung, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar untuk membawa perubahan di desanya.

“Dengan mendaftar ini, saya berharap bisa diterima dan dapat mengubah Desa Kertarahayu menjadi lebih baik,” ujar Madun penuh semangat.

Meski pendaftaran Madun telah diterima sementara oleh panitia, masih terdapat sejumlah persyaratan administrasi yang harus dilengkapi.

Panitia mencatat beberapa dokumen yang masih kurang, di antaranya legalisir ijazah mulai dari SD hingga SMP, Surat Keterangan Sehat, SKCK, serta Akta Kelahiran.

Madun diberikan waktu untuk melengkapi dokumen tersebut hingga 22 September 2026.

Jika sampai batas waktu yang telah ditentukan persyaratan belum juga dilengkapi, maka sesuai proses administrasi yang berlaku, pendaftarannya dapat dinyatakan gugur.

Kehadiran Madun sebagai salah satu figur muda sekaligus jurnalis membuat bursa Pilkades Kertarahayu semakin menarik untuk disimak.

Pengalaman sebagai jurnalis membuat dirinya selama ini bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat, pelayanan publik, hingga dinamika pembangunan di tingkat lokal.

Kini, pengalaman tersebut dibawa ke arena politik desa.

Apakah Madun mampu mengubah pengalaman sebagai jurnalis menjadi modal untuk memimpin desa? Jawabannya tentu akan ditentukan oleh proses tahapan Pilkades dan dukungan masyarakat Kertarahayu.

Yang jelas, langkah Madun mendaftar di usia 31 tahun menjadi sinyal bahwa anak muda tidak lagi cuma jadi penonton dalam politik desa, tetapi mulai berani turun langsung dan menawarkan gagasan.

Rohman / Ahmad Saeroji

Pemkab Karawang Dorong Konsumsi Pangan Lokal Lewat Lomba Cipta Menu B2SA  

0

KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang terus mendorong masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA) dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya pangan lokal.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) Bersumber Daya Lokal yang digelar di Pemda 2 Kabupaten Karawang, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karawang bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Karawang.

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE mengatakan, pemanfaatan pangan lokal harus terus didorong karena Karawang memiliki potensi sumber daya pangan yang sangat besar.

“Karawang ini daerah lumbung pangan. Karena itu, selain menjaga produksi dan ketersediaan pangan, kita juga harus mendorong masyarakat agar semakin beragam dalam mengonsumsi pangan. Jangan hanya bergantung pada beras,” kata Bupati.

Menurutnya, pangan lokal yang tersedia di lingkungan masyarakat dapat diolah menjadi berbagai menu yang sehat, menarik, dan memiliki nilai ekonomi. Karena itu, kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal perlu terus dikembangkan.

“Kita ingin pangan lokal tidak hanya tersedia, tetapi juga dikonsumsi dan diolah menjadi makanan yang bergizi. Ini penting untuk mendukung kesehatan keluarga sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan perikanan masyarakat,” ujarnya.

Lomba Cipta Menu B2SA menjadi salah satu sarana edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga melalui menu makanan sehari-hari yang sehat dan beragam.

Kabupaten Karawang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Barat. Namun, tantangan ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki pola konsumsi yang beragam dan berkualitas.

Berdasarkan data tahun 2025, skor Pola Pangan Harapan (PPH) Kabupaten Karawang mencapai 94,38 poin. Meski demikian, pola konsumsi masyarakat masih cenderung bergantung pada beras sebagai sumber pangan utama.

Melalui kegiatan ini, ibu rumah tangga, kader PKK, kader Posyandu, serta kelompok masyarakat didorong menjadi penggerak konsumsi pangan B2SA di tingkat keluarga dan lingkungan.

Peserta juga ditantang mengembangkan kreativitas dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi menu modern, menarik, dan bergizi tanpa meninggalkan kearifan serta cita rasa lokal.

Bupati Aep berharap gerakan diversifikasi pangan dapat terus berkembang di tengah masyarakat. Selain mendukung pemenuhan gizi keluarga, pemanfaatan pangan lokal juga dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang ekonomi baru.

“Kalau pangan lokal kita manfaatkan dengan baik, manfaatnya banyak. Keluarga mendapatkan makanan yang bergizi, petani dan pelaku usaha mendapatkan nilai tambah, dan ketahanan pangan daerah juga semakin kuat,” pungkasnya.

(Emed Tarmedi)

Viral Video Diduga Hina Nabi Muhammad, Abah Setu Digeruduk Warga Cikarang Barat

0

JAGA BEKASI — Suasana di Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, sempat memanas setelah sebuah video yang menampilkan pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, Asep Setiawan alias Abah Setu, viral di media sosial.

Video tersebut memicu keresahan warga karena berisi pernyataan yang dinilai sejumlah pihak diduga menghina Nabi Muhammad SAW.

Tak ingin persoalan melebar, warga kemudian mendatangi kediaman sekaligus lokasi majelis yang dipimpin Abah Setu pada Senin malam, 7 September 2026.

Dalam video yang beredar, Abah Setu menyampaikan pernyataan kontroversial yang dikaitkan dengan persoalan dirinya yang disebut “terjebak syariat”. Rekaman itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memancing reaksi masyarakat.

Bahkan, dalam video tersebut Abah Setu juga disebut meminta para pengikutnya untuk tidak lagi mengikuti pengajian di Majelis Dzikir Nurul Hikam yang dipimpinnya.

Situasi pun ramai. Warga berbondong-bondong datang untuk meminta penjelasan secara langsung terkait video yang telah beredar tersebut.

Kasie Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, personel Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cikarang Barat langsung diterjunkan ke lokasi.

Kehadiran polisi untuk mengantisipasi terjadinya gesekan sekaligus menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Personel Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cikarang Barat telah hadir saat sejumlah warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam di Desa Telajung, untuk meminta klarifikasi terkait video yang mereka nilai memuat penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW,” kata Budi dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

Setelah mendapatkan imbauan, warga akhirnya membubarkan diri pada Selasa (8/9) dini hari. Situasi pun dilaporkan kembali aman dan kondusif.

Tak berhenti di lokasi, polisi juga meminta keterangan Abah Setu untuk mengetahui duduk perkara sebenarnya.

Menurut Kasie Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani, Abah Setu membantah konteks video yang beredar sebagaimana dipahami masyarakat.

Abah Setu menyebut video tersebut merupakan bagian atau potongan dari rekaman yang lebih panjang. Ia bahkan menduga video yang beredar telah mengalami perubahan menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

“Yang bersangkutan menyatakan video tersebut merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian telah diubah menggunakan AI,” kata Aliyani.

Abah Setu juga disebut bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut melalui forum mediasi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 10 September 2026, di Polres Metro Bekasi.

Polisi pun mengingatkan masyarakat agar tidak buru-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.

“Kami memahami keresahan masyarakat dan mengimbau semua pihak menjaga ketenangan, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik,” pungkas Aliyani.

Kini bola ada di tangan aparat penegak hukum. Klarifikasi, pemeriksaan terhadap rekaman asli, hingga proses mediasi diharapkan bisa membuka secara terang konteks video yang bikin geger tersebut.(JGN)

Jalapraya 2026 Makin Meriah, Siswa Cibuaya Banjir Hadiah dari Panitia

0

JAGA KARAWANG – Lapangan Sepak Bola Kecamatan Cibuaya mendadak berubah jadi lautan semangat Pramuka. Ribuan pelajar dari berbagai jenjang ikut meramaikan Jalapraya 2026, Jambore dan Lomba Pramuka tingkat SD, MI, MTs, SMP, SMA hingga SMK se-Kecamatan Cibuaya.

Kegiatan yang berlangsung 8–10 September 2026 ini diikuti sekitar 1.037 peserta dengan 82 tenda yang berdiri di area perkemahan.

Tiga hari penuh, suasana Cibuaya pun dipenuhi aktivitas Pramuka, mulai dari lomba, edukasi, kekompakan, sampai berbagai tantangan seru.

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Camat Cibuaya Nur Ridwan Solihin, S.PKP., M.M., Ketua Kwaran Pramuka Cibuaya H. Kasdi Dinata, ST., M.Pd., Kepala Desa Cibuaya H. Ita Warsita, Kanit Intel Polsek Cibuaya Roshi Marli, serta Kasi Kesos Kecamatan Cibuaya H. Wartam.

Yang bikin suasana makin pecah, panitia juga menyiapkan hadiah spesial bagi peserta yang mampu menjawab tantangan.

Camat Cibuaya Nur Ridwan Solihin bahkan turun langsung membagikan hadiah kepada siswa yang berhasil menghafal dan menyebutkan lima sila Pancasila dengan benar.

Bukan sekadar bagi-bagi hadiah, momen tersebut sekaligus menjadi cara sederhana untuk mengingatkan generasi muda bahwa hafal Pancasila saja belum cukup. Nilai-nilainya juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila adalah fondasi negara kita. Semoga melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya hafal, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nur Ridwan.

Keseruan berlanjut ketika Kepala Desa Cibuaya H. Ita Warsita ikut membagikan hadiah dari panitia kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan seputar pengetahuan umum, kepramukaan hingga wawasan kebangsaan.

Sorak-sorai pun pecah. Peserta yang berhasil menjawab benar langsung sumringah membawa hadiah, sementara teman-temannya ikut memberikan dukungan.

Ketua Kwaran Cibuaya H. Kasdi Dinata mengapresiasi seluruh pihak yang ikut menyukseskan Jalapraya 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan cuma soal berkemah dan lomba, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk karakter generasi muda.

“Kegiatan ini bukan sekadar perkemahan, melainkan wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, dan persatuan antar-generasi muda di seluruh wilayah Kecamatan Cibuaya,” ungkap Kasdi.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terasa sepanjang kegiatan, Jalapraya 2026 diharapkan meninggalkan cerita dan pengalaman positif bagi ribuan peserta.

Bukan cuma pulang bawa hadiah, tapi juga pulang membawa pengalaman, teman baru, rasa percaya diri, serta semangat untuk menjadi generasi muda yang mandiri dan cinta tanah air. (Ahmad Saeroji)

Jalapraya 2026 Makin Meriah, Siswa Cibuaya Banjir Hadiah dari Panitia

0

JAGA KARAWANG – Lapangan Sepak Bola Kecamatan Cibuaya mendadak berubah jadi lautan semangat Pramuka. Ribuan pelajar dari berbagai jenjang ikut meramaikan Jalapraya 2026, Jambore dan Lomba Pramuka tingkat SD, MI, MTs, SMP, SMA hingga SMK se-Kecamatan Cibuaya.

Kegiatan yang berlangsung 8–10 September 2026 ini diikuti sekitar 1.037 peserta dengan 82 tenda yang berdiri di area perkemahan.

Tiga hari penuh, suasana Cibuaya pun dipenuhi aktivitas Pramuka, mulai dari lomba, edukasi, kekompakan, sampai berbagai tantangan seru.

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Camat Cibuaya Nur Ridwan Solihin, S.PKP., M.M., Ketua Kwaran Pramuka Cibuaya H. Kasdi Dinata, ST., M.Pd., Kepala Desa Cibuaya H. Ita Warsita, Kanit Intel Polsek Cibuaya Roshi Marli, serta Kasi Kesos Kecamatan Cibuaya H. Wartam.

Yang bikin suasana makin pecah, panitia juga menyiapkan hadiah spesial bagi peserta yang mampu menjawab tantangan.

Camat Cibuaya Nur Ridwan Solihin bahkan turun langsung membagikan hadiah kepada siswa yang berhasil menghafal dan menyebutkan lima sila Pancasila dengan benar.

Bukan sekadar bagi-bagi hadiah, momen tersebut sekaligus menjadi cara sederhana untuk mengingatkan generasi muda bahwa hafal Pancasila saja belum cukup. Nilai-nilainya juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila adalah fondasi negara kita. Semoga melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya hafal, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nur Ridwan.

Keseruan berlanjut ketika Kepala Desa Cibuaya H. Ita Warsita ikut membagikan hadiah dari panitia kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan seputar pengetahuan umum, kepramukaan hingga wawasan kebangsaan.

Sorak-sorai pun pecah. Peserta yang berhasil menjawab benar langsung sumringah membawa hadiah, sementara teman-temannya ikut memberikan dukungan.

Ketua Kwaran Cibuaya H. Kasdi Dinata mengapresiasi seluruh pihak yang ikut menyukseskan Jalapraya 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan cuma soal berkemah dan lomba, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk karakter generasi muda.

“Kegiatan ini bukan sekadar perkemahan, melainkan wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, dan persatuan antar-generasi muda di seluruh wilayah Kecamatan Cibuaya,” ungkap Kasdi.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terasa sepanjang kegiatan, Jalapraya 2026 diharapkan meninggalkan cerita dan pengalaman positif bagi ribuan peserta.

Bukan cuma pulang bawa hadiah, tapi juga pulang membawa pengalaman, teman baru, rasa percaya diri, serta semangat untuk menjadi generasi muda yang mandiri dan cinta tanah air. (Ahmad Saeroji)

Sambut HUT TNI ke-81, TNI dan Warga Tanam 100 Pohon di Bantaran Citarum

0

JAGA BEKASI — Menyambut HUT TNI ke-81, semangat menjaga lingkungan kembali ditunjukkan jajaran Koramil 13/Kedungwaringin Kodim 0509/Kabupaten Bekasi bersama TNI, Polri, pemerintah setempat dan masyarakat.

Aksi penghijauan melalui karya bakti lingkungan digelar di bantaran Sungai Citarum, Kampung Kedungkole RT 08/RW 04, Desa Karangmekar, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Rabu (9/9/2026) pagi.

Tak sekadar seremoni, sebanyak 100 pohon ditanam di sepanjang bantaran sungai. Rinciannya, 70 batang pohon mahoni dan 30 batang pohon trembesi.

Penanaman pohon keras tersebut diharapkan bisa membantu memperkuat struktur tanah sekaligus menjadi langkah sederhana untuk mengurangi potensi erosi dan abrasi di sekitar aliran Sungai Citarum.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu melibatkan 45 peserta. Mereka terdiri dari 10 personel TNI, 5 personel Polri, 10 unsur pemerintah kecamatan/desa, serta 20 warga masyarakat.

Dengan bermodalkan cangkul, sekop, sabit, ember hingga gayung, seluruh peserta bahu-membahu mulai dari menggali tanah, menanam bibit, hingga melakukan penyiraman awal.

Suasananya pun terasa bukan sekadar kegiatan formal. TNI, Polri, pemerintah dan warga terlihat kompak turun langsung ke bantaran sungai.

Aksi ini menjadi bagian dari kepedulian bersama terhadap kelestarian kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Selain membuat kawasan lebih hijau, pohon-pohon yang ditanam diharapkan dapat membantu menjaga kondisi tanah dan menjadi bagian dari upaya mitigasi terhadap risiko erosi maupun longsor.

Pesannya sederhana, tapi penting: menjaga lingkungan bukan pekerjaan satu pihak.

Kolaborasi seperti ini diharapkan tidak berhenti pada momentum HUT TNI ke-81 saja, tetapi terus dilanjutkan dengan perawatan pohon dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan serta kelestarian bantaran Sungai Citarum.

Kegiatan berlangsung tertib, aman dan lancar.

Abie FU

 

Watim Siap Gas Bangun Desa Srikamulyan, UMKM dan Pertanian Jadi Prioritas

0

JAGA KARAWANG — Bursa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Srikamulyan, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, mulai terasa panas. Salah satu nama yang ikut meramaikan kontestasi adalah BP Watim, warga Dusun Kedungasem, yang menyatakan siap maju sebagai bakal calon Kepala Desa Srikamulyan periode 2026–2034.

Watim membawa gagasan pembangunan desa yang nggak cuma fokus pada infrastruktur, tetapi juga bagaimana ekonomi warga bisa ikut naik level.

Menurutnya, Desa Srikamulyan punya banyak potensi yang bisa dikembangkan, terutama di sektor UMKM, usaha kreatif, dan pertanian.

“Mohon doa dan dukungannya dari seluruh warga Desa Srikamulyan. Jika dipercaya memimpin, saya bertekad membangun desa, memberdayakan UMKM, membangun usaha kreatif, serta meningkatkan ekonomi di bidang pertanian agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan dampak kemajuannya,” ujar Watim.

Watim menilai sektor pertanian merupakan salah satu urat nadi perekonomian masyarakat Srikamulyan. Karena itu, jika mendapat amanah dari masyarakat, dirinya ingin mendorong dukungan yang lebih maksimal bagi para petani.

“Pertanian adalah tulang punggung ekonomi kita. Saya ingin memastikan para petani mendapatkan dukungan yang memadai agar hasil panen meningkat dan kesejahteraan mereka terjamin,” katanya.

Bukan cuma petani, pelaku UMKM dan usaha kreatif juga disebut bakal mendapat perhatian. Watim ingin potensi warga tidak berhenti sebagai usaha rumahan, tetapi bisa berkembang dan membuka peluang ekonomi baru.

“Potensi usaha kreatif dan UMKM juga harus kita dorong agar warga memiliki peluang ekonomi yang lebih luas,” tambahnya.

Bagi Watim, pembangunan desa bukan cuma soal jalan, fasilitas umum, atau pembangunan fisik lainnya. Yang nggak kalah penting adalah bagaimana masyarakatnya ikut tumbuh dan punya penghasilan yang lebih baik.

Karena itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi salah satu gagasan yang ia tawarkan dalam pencalonannya.

Langkah Watim maju di Pilkades Srikamulyan pun mendapat sambutan dari sejumlah warga, khususnya masyarakat Dusun Kedungasem yang melihat adanya semangat untuk ikut membangun kampung halaman.

Kini, masyarakat tinggal menantikan proses Pilkades Srikamulyan. Harapannya, seluruh tahapan pesta demokrasi desa tersebut bisa berjalan aman, lancar, tertib, dan fair, serta melahirkan pemimpin yang benar-benar mampu membawa Srikamulyan makin maju, mandiri, dan sejahtera.

Rohman

H. Totong Siap Bertarung di Pilkades Kemiri, Pelayanan dan Pertanian Jadi Prioritas

0

JAGA KARAWANG — Suasana menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, mulai terasa makin hangat. Salah satu nama yang siap ikut kontestasi adalah Darsan, yang akrab disapa H. Totong.

Maju bukan sekadar mengejar jabatan, H. Totong membawa gagasan pembangunan yang menyasar langsung kebutuhan warga. Ada enam sektor utama yang menjadi fokusnya, yakni pelayanan, pertanian, agama, pendidikan, budaya, dan perekonomian.

H. Totong menegaskan, pelayanan publik bakal menjadi prioritas utama apabila dirinya diberi kepercayaan memimpin Desa Kemiri.

“Kami hadir untuk melayani. Prioritas utama saya adalah pelayanan yang prima dan transparan kepada seluruh warga tanpa pandang bulu,” ujar H. Totong.

Menurutnya, sektor pertanian juga tak boleh jalan di tempat. Sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat desa, petani harus mendapat perhatian agar hasil pertanian dan kesejahteraannya terus meningkat.

“Pertanian sebagai tulang punggung ekonomi warga akan terus didukung dan ditingkatkan agar kesejahteraan petani meningkat,” lanjutnya.

Tak berhenti di urusan ekonomi, H. Totong juga menaruh perhatian pada agama dan pendidikan. Baginya, pembangunan desa bukan cuma soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana mencetak generasi yang punya ilmu sekaligus akhlak.

Sementara sektor budaya lokal akan didorong agar tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman. Identitas Desa Kemiri, kata dia, harus tetap dijaga sebagai bagian dari kekuatan masyarakat.

Di sektor ekonomi, dirinya ingin mendorong berbagai potensi warga agar bisa berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Enam hal ini—pelayanan, pertanian, agama, pendidikan, budaya, dan perekonomian—akan kami jalankan secara beriringan. Harapan kami, Desa Kemiri ke depan semakin maju, masyarakatnya makmur, hidup rukun, dan berkah di bawah naungan-Nya,” katanya.

Langkah H. Totong tersebut mendapat sambutan positif dari sejumlah warga yang berharap Pilkades Kemiri nantinya benar-benar melahirkan pemimpin yang memahami kebutuhan masyarakat dari bawah.

Kini, bursa Pilkades Kemiri semakin menarik untuk disimak. Warga pun tentu punya hak untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani, dengan harapan pesta demokrasi desa berlangsung aman, damai, jujur, dan fair.

Rohman

 

Diantar Ratusan Pendukung, Mista Maju Pilkades Karyamulya: “Mari Tetap Bersatu Meski Beda Pilihan”

0

JAGA KARAWANG — Suasana pendaftaran bakal calon Kepala Desa (Cakades) Karyamulya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Rabu (9/9/2026), berlangsung meriah.

Ratusan warga kompak mengantarkan Mista untuk mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Karyamulya periode 2026–2034.

Bukan sekadar ramai-ramai, iring-iringan warga tersebut menjadi sinyal kuat adanya dukungan dan harapan terhadap sosok Mista untuk memimpin desa mereka.

Dengan suasana penuh kekeluargaan, Mista datang dan mengikuti proses pendaftaran sebagai salah satu tahapan menuju kontestasi Pilkades Karyamulya.

Di hadapan masyarakat, Mista menyampaikan alasan dirinya maju dengan pesan yang cukup sederhana, tetapi tegas.

“Niat saya semata-mata ibadah. Saya bertekad membawa Desa Karyamulya ke arah yang lebih baik lagi dan menjadikannya desa yang istimewa,” ujar Mista.

Menurutnya, maju sebagai calon kepala desa bukan hanya soal memenangkan kontestasi. Lebih dari itu, dirinya ingin mengabdikan diri dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Mista juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan. Ia mengajak seluruh warga tetap guyub dan tidak terpecah hanya karena perbedaan pilihan politik.

“Soal beda pilihan nanti, mari kita rapatkan barisan. Semua adalah saudara kita,” katanya.

Dalam pencalonannya, Mista membawa gagasan untuk mewujudkan Desa Karyamulya yang istimewa, maju, dan sejahtera berlandaskan ibadah serta kekeluargaan.

Beberapa fokus yang menjadi perhatiannya antara lain pembangunan infrastruktur desa secara merata dan berkualitas, peningkatan ekonomi masyarakat melalui potensi lokal dan ketahanan pangan, serta pelayanan publik yang cepat, transparan dan berkeadilan.

Tak hanya itu, Mista juga menaruh perhatian pada kerukunan masyarakat serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan keterampilan.

Antusiasme ratusan warga yang mengantar pendaftaran Mista pun menjadi pemandangan tersendiri dalam tahapan Pilkades Karyamulya.

Masyarakat berharap, jika nantinya mendapat amanah memimpin, Mista mampu menghadirkan perubahan yang benar-benar terasa dan bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat tanpa tebang pilih.

Pilkades Karyamulya periode 2026–2034 dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Pendaftaran Mista pada Rabu ini menjadi salah satu langkah awal menuju pesta demokrasi tingkat desa yang diprediksi bakal berlangsung cukup menarik.

Kini tinggal bagaimana seluruh kandidat dan pendukungnya menjaga pesta demokrasi ini tetap adem, guyub, dan penuh kekeluargaan.

M Jhon

Polresta Karawang Bersih-Bersih, Dua Personel Diberhentikan Tidak dengan Hormat

0

JAGA KARAWANG — Polresta Karawang kembali menunjukkan sikap tegas terhadap personel yang dianggap melanggar aturan. Dua anggota Polresta Karawang resmi diberhentikan dengan tidak hormat alias PTDH dalam upacara yang digelar di Lapangan Apel Mapolresta Karawang, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Upacara tersebut dipimpin langsung Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto. Hadir pula Wakapolresta Karawang Kompol Andriyanto, jajaran Pejabat Utama, para Kapolsek, personel, hingga ASN Polresta Karawang.

Prosesi berlangsung khidmat, tapi pesannya jelas dan tegas: seragam Polri bukan tameng buat anggota yang melanggar aturan.

Kapolresta Karawang menegaskan, PTDH merupakan langkah terakhir setelah proses pembinaan serta penegakan disiplin dan kode etik ditempuh.

“Keputusan PTDH hari ini adalah bukti nyata bahwa Polri tidak akan melindungi anggotanya yang melanggar. Integritas, disiplin, dan kehormatan adalah harga mati. Seragam ini terlalu mahal untuk dinodai oleh perilaku yang mencederai kepercayaan publik,” tegas Mario.

Dua personel yang diberhentikan yakni Bripka Gun Guntara dan Briptu Rizal Ramadhan. Keduanya sebelumnya bertugas sebagai Brigadir di jajaran Polresta Karawang.

Keputusan pemberhentian tersebut berdasarkan Keputusan Kapolda Jawa Barat. Dalam prosesi, surat keputusan dibacakan dan dilanjutkan dengan pemberian tanda silang pada foto kedua personel oleh Inspektur Upacara.

Tanda silang itu menjadi simbol berakhirnya status keduanya sebagai anggota Polri.

Kapolresta Mario menegaskan, penegakan kode etik dan disiplin internal bukan dimaksudkan untuk mencoreng institusi.

Justru, langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menjaga marwah dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Jadikan ini pelajaran bagi kita semua. Bekerjalah dengan hati, layani masyarakat dengan tulus, dan patuhi setiap aturan. Jangan sampai ada lagi personel yang mencoreng nama baik institusi yang kita banggakan ini,” ujarnya.

PTDH ini sekaligus menjadi warning keras bagi seluruh personel Polresta Karawang. Pesannya simpel: siapa pun yang melanggar aturan, siap-siap berhadapan dengan konsekuensi.

Polresta Karawang pun menegaskan komitmennya untuk terus membangun institusi yang profesional, modern, disiplin, dan berwibawa.

Sebab, kepercayaan masyarakat bukan sesuatu yang bisa dibeli. Kepercayaan dibangun lewat integritas, dijaga dengan disiplin, dan dibuktikan lewat keteladanan.

 

H. Nisan Senin “Gopay” Siap Gas di Pilkades Sukakerta, Bawa Misi Maju, Aman, dan Sejahtera

0

JAGA BEKASI — Suasana Pilkades Sukakerta, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, mulai makin hangat. Salah satu nama yang ikut meramaikan kontestasi adalah H. Nisan Senin, S.H., yang akrab disapa Gopay.

Mengusung semangat kebersamaan, H. Nisan membawa visi untuk menjadikan Desa Sukakerta periode 2026–2034 lebih maju, aman, dan sejahtera.Penyampaian visi dan misi tersebut berlangsung di Kampung Galian Kapling, Desa Sukakerta.

Di hadapan warga, Gopay menegaskan bahwa membangun desa bukan pekerjaan seorang kepala desa sendirian. Menurutnya, butuh kolaborasi dan keterlibatan seluruh masyarakat.

“Bersama kita wujudkan Desa Sukakerta yang maju, aman, dan sejahtera,” ujar H. Nisan Senin, penuh semangat.

Gopay juga menyampaikan komitmennya untuk bekerja dengan tulus apabila nantinya mendapat kepercayaan masyarakat.

Pembangunan yang merata, keamanan lingkungan, hingga peningkatan kesejahteraan ekonomi dan sosial warga menjadi bagian dari fokus yang ia tawarkan.

Baginya, desa yang maju bukan sekadar soal pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa merasakan manfaat pembangunan secara langsung.

“Intinya, kita ingin membangun Sukakerta bareng-bareng. Bukan hanya pemerintah desa, tapi seluruh elemen masyarakat harus ikut bergerak,” menjadi semangat yang diusung dalam pencalonannya.

Dukungan warga pun mulai terlihat mengiringi langkah H. Nisan Senin dalam menghadapi Pilkades Sukakerta.

Harapan yang muncul, pesta demokrasi tingkat desa ini bisa berlangsung aman, tertib, jujur, dan tetap guyub, siapa pun nantinya yang dipercaya memimpin.

Dengan tagline “Bersama Kita Wujudkan Desa Sukakerta yang Maju, Aman, dan Sejahtera”, H. Nisan Senin alias Gopay kini siap ikut bertarung membawa gagasan dan harapan baru untuk Sukakerta.

Rohman

 

Kuwu Apud Resmi Deklarasi Maju Pilkades Kertasari, Siap Bawa Perubahan

0

JAGA KARAWANG — Bursa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, mulai makin panas. Salah satu tokoh masyarakat, Mahpudin alias “Kuwu Apud”, resmi menyatakan diri siap maju dalam kontestasi Pilkades Kertasari periode 2026–2034.

Deklarasi tersebut disampaikan pada Rabu (9/9/2026). Langkah Kuwu Apud ini disebut muncul setelah dirinya mendapat dorongan dan aspirasi dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, hingga warga di sejumlah wilayah Desa Kertasari.

“Berdasarkan aspirasi warga dan niat tulus untuk membangun Desa Kertasari ke arah yang lebih baik, saya menyatakan siap maju dalam kontestasi Pilkades mendatang,” ujar Kuwu Apud saat ditemui di Rengasdengklok.

Dengan munculnya nama Kuwu Apud, peta persaingan Pilkades Kertasari diprediksi bakal semakin seru. Apalagi, dukungan dari masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi pesta demokrasi tingkat desa tersebut.

Kuwu Apud membawa sejumlah gagasan yang menjadi fokus pencalonannya. Di antaranya peningkatan kualitas pelayanan publik, transparansi dalam tata kelola pemerintahan desa, hingga pembangunan infrastruktur yang diharapkan bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Bagi Kuwu Apud, pembangunan desa bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana pemerintah desa bisa hadir lebih dekat dengan masyarakat dan memberikan pelayanan yang cepat, terbuka, serta berpihak pada kepentingan warga.

Saat ini, tim pendukung Kuwu Apud disebut tengah melakukan konsolidasi sekaligus mempersiapkan berbagai kebutuhan administrasi untuk menghadapi tahapan pendaftaran Pilkades.

Deklarasi ini pun menjadi sinyal bahwa “Kuwu Apud siap turun gelanggang”. Tinggal menunggu bagaimana dinamika politik desa berkembang hingga tahapan pendaftaran dan pemungutan suara nanti.

Pilkades Kertasari dipastikan bakal menjadi salah satu panggung demokrasi desa yang menarik untuk disimak. Siapa yang akhirnya mendapat kepercayaan warga? Jawabannya tentu akan ditentukan dalam proses Pilkades mendatang. (Aef)

 

Musrenbangdes Malangsari 2027, Rumah Layak Huni Jadi Aspirasi Utama Warga

0

JAGA KARAWANG — Pemerintah Desa Malangsari, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, mulai menyusun langkah pembangunan untuk tahun 2027.

Lewat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), pemerintah desa bersama warga membahas berbagai program yang dinilai paling dibutuhkan masyarakat.

Musrenbangdes tersebut digelar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027.

Forum ini menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menentukan skala prioritas pembangunan agar program yang nantinya dijalankan benar-benar terasa manfaatnya.

Kepala Desa Malangsari, Kamsan, menegaskan salah satu perhatian utama dalam perencanaan pembangunan adalah pemenuhan kebutuhan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) atau Rumah Layak Huni bagi masyarakat.

Menurutnya, masih terdapat warga yang membutuhkan dukungan untuk memiliki hunian yang lebih aman, sehat dan nyaman.

“Kita akui bersama, kebutuhan warga akan rumah yang layak huni masih sangat banyak. Masih banyak warga kita yang tinggal di rumah belum memenuhi standar keamanan dan kenyamanan,” ujar Kamsan.

Ia menegaskan, Pemerintah Desa Malangsari akan terus berupaya memperjuangkan program tersebut melalui pengajuan kepada dinas terkait.

“Oleh karena itu, program Rumah Layak Huni ini harus terus kita perjuangkan dan ajukan secara optimal ke dinas terkait agar warga Desa Malangsari bisa merasakan hunian yang layak dan aman,” tegasnya.

Musrenbangdes juga membahas sejumlah kebutuhan pembangunan lainnya. Mulai dari infrastruktur, sektor pertanian, hingga program pemberdayaan dan sosial kemasyarakatan.

Kegiatan tersebut melibatkan perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama serta perwakilan warga dari berbagai dusun.

Semua pihak didorong ikut aktif memberikan masukan. Pasalnya, hasil musyawarah nantinya bakal menjadi salah satu pijakan dalam menentukan arah pembangunan Desa Malangsari pada 2027.

Kamsan pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap kompak dan membangun sinergi. Menurutnya, pembangunan desa bukan hanya tanggung jawab pemerintah desa, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat.

“Semoga hasil musyawarah ini menjadi langkah awal kemajuan Desa Malangsari yang lebih baik, mandiri, dan sejahtera,” harapnya.

Hasil Musrenbangdes selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan rencana kerja dan anggaran pemerintah desa, sebelum diajukan ke tingkat kecamatan hingga kabupaten untuk mendapatkan dukungan serta prioritas pembangunan.

Rohman/Ahmad Sweroji

Revitalisasi Tambak Pantura Jadi Program Prioritas Nasional, Pemkab Karawang Kawal Tata Batas dan Dampak Sosial  

0

KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah dalam mengawal percepatan Program Prioritas Nasional Revitalisasi Tambak Pantura Jawa Barat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., MP., didampingi Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang, menghadiri Rapat Koordinasi Revitalisasi Tambak Nila Salin Pantai Pantura di Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).

Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mematangkan pelaksanaan program revitalisasi tambak sekaligus memastikan berbagai aspek di lapangan dapat ditangani secara terkoordinasi.

Pemkab Karawang memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah persoalan yang berkaitan dengan tata batas lahan, kepastian tata ruang, serta pendekatan sosial terhadap masyarakat yang berpotensi terdampak program.

Berdasarkan laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), total kawasan yang masuk dalam program revitalisasi mencapai sekitar 14.067,5 hektare.

Sementara itu, progres pemetaan batas kawasan saat ini telah mencapai sekitar 50 persen. Proses pemetaan tersebut menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan kejelasan lokasi dan batas kawasan yang akan masuk dalam program.

Sekda Karawang menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Menurutnya, masyarakat perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai lokasi, tahapan pelaksanaan, hingga dampak program terhadap kehidupan mereka.

Selain itu, kepastian mengenai lokasi relokasi warga juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemkab Karawang berharap setiap kebijakan yang menyangkut masyarakat dapat dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan aspek sosial dan keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.

“Kondisi saat ini memiliki kompleksitas yang agak berbeda dan membutuhkan keterbukaan pelaksanaan program. Perlu ada kejelasan mengenai dua poin utama, yaitu skema investasi serta arah kebijakan pascaprogram ke depannya,” ujar Asep Aang.

Menurutnya, kejelasan skema investasi penting agar pelaksanaan program memiliki arah yang terukur. Demikian pula dengan kebijakan pascaproyek, sehingga masyarakat dan pemerintah daerah memiliki gambaran mengenai keberlanjutan kawasan setelah program revitalisasi selesai.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Karawang, Bupati Karawang menyatakan dukungan penuh terhadap program nasional tersebut. Program ini dinilai memiliki potensi memberikan dampak positif terhadap penataan lingkungan dan pengelolaan kawasan pesisir.

Selain aspek ekonomi, revitalisasi juga diharapkan dapat mendukung restorasi kawasan mangrove yang memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir Pantura.

Pemkab Karawang juga melihat program tersebut sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengembangan kawasan tambak yang lebih tertata, produktif, dan berkelanjutan.

Untuk mendukung pelaksanaan program, sinergi seluruh perangkat daerah dan aparat di lapangan terus dipersiapkan. Pemerintah daerah kini menunggu arahan teknis serta koordinasi lanjutan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pemkab Karawang memastikan akan terus mengawal program tersebut agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan, memperhatikan kepentingan masyarakat, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat pesisir Pantura.

(Emed Tarmedi)

Jalapraya 2026 Resmi Dibuka, 1.037 Pelajar Cibuaya Serbu Bumi Perkemahan

0

JAGA KARAWANG – Suasana Lapang Bola Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Selasa (8/9/2026), mendadak penuh warna. Ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan tumplek blek mengikuti Jambore dan Lomba Pramuka Jalapraya 2026.

Total ada 1.037 siswa dan siswi dari tingkat SD, MI, MTs, SMP, SMA hingga SMK se-Kecamatan Cibuaya yang ambil bagian. Mereka menempati sedikitnya 82 tenda di area perkemahan.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 8–10 September 2026, resmi dibuka melalui upacara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah.

Pembukaan turut dihadiri Ketua Kwartir Ranting (Kwaran) Pramuka Kecamatan Cibuaya, H. Kasdi Dinata, ST, M.Pd., jajaran Muspika Kecamatan Cibuaya, Koordinator Wilayah Pendidikan, perwakilan PGRI, Kepala Puskesmas Cibuaya, perwira Polsek Cibuaya, hingga Danramil Cibuaya dan Pedes.

Mengusung tema “Bersama di Alam, Tumbuh untuk Masa Depan” dan semboyan “Pramuka Cibuaya, Jaya dan Berdaya”, Jalapraya 2026 bukan cuma soal camping dan lomba.

Kegiatan ini dikemas sebagai ruang bagi para pelajar untuk belajar disiplin, mandiri, membangun karakter, mengasah kepemimpinan, sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air.

Beragam aktivitas sudah disiapkan, mulai dari jambore, perlombaan, petualangan, pengembangan diri hingga kegiatan yang mempererat persahabatan antarpeserta.

Ketua Kwaran Cibuaya, H. Kasdi Dinata, menegaskan Jalapraya 2026 diharapkan mampu menjadi wadah positif dalam membentuk generasi muda Cibuaya yang tangguh dan punya karakter kuat.

Menurutnya, Pramuka bukan sekadar kegiatan di alam terbuka, tetapi juga bagian dari proses pembentukan mental dan kepemimpinan generasi muda.

Dukungan juga datang dari para wali murid. Salah satunya Ahmad Alexa, yang hadir langsung dalam upacara pembukaan.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung terselenggaranya Jalapraya perkemahan pramuka ini. Semoga melalui kegiatan ini, seluruh siswa dan siswi, khususnya anak saya yang turut serta, tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter kuat,” ujar Ahmad.

Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran Kwaran Cibuaya, para guru pembina, serta Muspika yang telah ikut menyukseskan kegiatan tersebut.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Ketua Kwaran Cibuaya, seluruh guru pembina, serta jajaran Muspika Kecamatan Cibuaya yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan bermanfaat ini,” tambahnya.

Dengan ribuan peserta dan puluhan tenda yang memenuhi area perkemahan, Jalapraya 2026 pun diharapkan menjadi pengalaman yang bukan cuma seru, tetapi juga meninggalkan cerita dan pelajaran berharga bagi para peserta.

Seperti semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut: “Satu Tenda Sejuta Cerita, Cibuaya Lebih Hebat!”

(Rohman/Ahmad Saeroji)

 

Dandim 0604 Karawang Ajak Warga Ikut Open Tournament Domino Piala Panglima TNI, Total Hadiah Rp15 Juta  

0

KARAWANG — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI tahun 2026, Komando Distrik Militer (Kodim) 0604/Karawang akan menggelar Open Tournament Domino Piala Panglima TNI.

Turnamen domino tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 26-27 September 2026, bertempat di Makodim 0604/Karawang. Kompetisi ini memperebutkan Piala Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si.

Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto, S.Sos., mengajak masyarakat Kabupaten Karawang untuk ikut berpartisipasi dan mengambil bagian dalam kompetisi tersebut, Selasa (8/9/2026).

Menurut Nanda, turnamen ini bukan hanya menjadi ajang perlombaan bagi para penghobi domino, tetapi juga momentum untuk mempererat silaturahmi serta membangun kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Karawang, khususnya para penghobi domino, untuk ikut serta dan mengambil bagian dalam Open Tournament Domino Piala Panglima TNI ini,” ujar Nanda.

Ia berharap antusiasme masyarakat dapat membuat pelaksanaan turnamen semakin meriah sekaligus turut menyukseskan rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT ke-81 TNI tahun 2026.

“Silakan manfaatkan kesempatan ini untuk berkompetisi secara sportif, menjalin silaturahmi dan bersama-sama menyukseskan acara Piala Panglima TNI di Karawang,” katanya.

Panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp15 juta bagi para pemenang. Hadiah tersebut akan diberikan kepada juara pertama, kedua, ketiga dan keempat.

Turnamen ini terbuka bagi peserta umum dengan ketentuan satu tim terdiri dari dua orang. Selain peserta umum, tersedia pula kategori khusus bagi peserta yang berdomisili di Kabupaten Karawang.

Peserta dikenakan biaya pendaftaran Rp100 ribu per tim. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan yang disediakan panitia maupun dengan memindai barcode yang tercantum dalam materi publikasi turnamen.

Dalam pelaksanaannya, kompetisi menggunakan sistem gugur. Setiap peserta dituntut menunjukkan kemampuan terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.

Adapun peraturan pertandingan akan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pertandingan berjalan tertib, adil dan sportif.

Selain memperebutkan hadiah dan piala, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat, komunitas domino dan para penghobi olahraga permainan tersebut di Kabupaten Karawang.

Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan pelaksanaan turnamen dapat menghubungi panitia melalui nomor 0877-7975-5722.

Dengan digelarnya Open Tournament Domino Piala Panglima TNI, Kodim 0604/Karawang berharap masyarakat dapat ikut memeriahkan sekaligus menyukseskan rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI tahun 2026.

Turnamen tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para penghobi domino untuk menunjukkan kemampuan, meraih prestasi dan memperebutkan Piala Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si.

(Emed Tarmedi)

Bupati Aep Siapkan Penataan Jalan Tuparev untuk Dukung UMKM Karawang  

0

KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang memastikan perbaikan Jalan Tuparev, Kecamatan Karawang Barat, dilakukan tahun ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Perbaikan tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. mengatakan, perbaikan Jalan Tuparev akan dilakukan dengan membuka bagian jalan terlebih dahulu, kemudian dilakukan pemadatan sebelum kembali dipasang paving block.

Menurut Bupati Aep, pemadatan menjadi bagian penting untuk memperkuat konstruksi jalan. Dengan struktur yang lebih kuat, jalan diharapkan lebih tahan terhadap beban kendaraan dan tidak mudah kembali mengalami kerusakan.

“Tahun sekarang. Kalau dulu dari CSR semuanya, kalau sekarang dari APBD. Ini beda mekanisme,” ujar Bupati Aep, Senin (7/9/2026).

Bupati Aep menjelaskan, paving block tetap dipilih karena lebih mudah dalam proses pemeliharaan. Jika terdapat pekerjaan utilitas atau perbaikan pada bagian tertentu, material tersebut dapat dilepas dan dipasang kembali.

Setelah perbaikan rampung, Pemkab Karawang juga akan mengevaluasi kendaraan berat yang melintas di Jalan Tuparev. Kendaraan seperti truk kontainer dinilai berpotensi memberikan beban besar terhadap konstruksi jalan.

“Nanti saya akan perintahkan Dishub Karawang apakah akan diportal atau seperti apa,” kata Bupati Aep.

Evaluasi tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas jalan sekaligus memastikan hasil pembangunan yang menggunakan APBD dapat bertahan lebih lama. Pengaturan kendaraan nantinya akan dikaji dengan tetap memperhatikan kebutuhan mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.

Perbaikan Jalan Tuparev juga diharapkan mendukung rencana penataan kawasan sebagai pusat UMKM dan wisata kuliner. Kawasan tersebut diarahkan menjadi ruang publik yang lebih tertata, nyaman, dan mampu menarik aktivitas masyarakat.

Penataan pedestrian dan ruang usaha diharapkan memberikan ruang yang lebih baik bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha. Kawasan yang nyaman juga berpotensi meningkatkan kunjungan masyarakat dan membuka peluang pasar baru bagi pedagang lokal.

Akses jalan yang lebih baik dapat memudahkan konsumen datang ke lokasi usaha. Selain itu, pelaku UMKM akan lebih terbantu dalam memperoleh bahan baku, menerima pasokan, maupun mendistribusikan produk kepada pelanggan.

Dengan semakin tertatanya kawasan Tuparev, aktivitas perdagangan dan kuliner diharapkan semakin hidup. Perputaran ekonomi pun diharapkan tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi turut memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar kawasan.

Pemkab Karawang berharap perbaikan jalan, pengaturan kendaraan berat, serta penataan kawasan dapat berjalan secara beriringan. Dengan demikian, Tuparev tidak hanya memiliki infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga berkembang sebagai kawasan publik dan ekonomi lokal yang nyaman, produktif, dan berkelanjutan.

(Emed Tarmedi)

Ketua IWOI Karawang Dukung Imbauan Pemkab Terkait Dampak Abu Vulkanik  

0

KARAWANG — Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Karawang, Syuhada Wisastra, mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan dan lingkungan, Senin (7/9/2026).

Syuhada mengatakan, imbauan tersebut penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar sekaligus memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila wilayahnya terdampak abu vulkanik.

“Yang paling penting adalah masyarakat tetap tenang dan tidak panik, tetapi juga tidak mengabaikan potensi risiko kesehatan. Ikuti imbauan dan informasi resmi dari pemerintah serta instansi terkait,” ujar Syuhada.

Menurutnya, paparan abu vulkanik dapat berdampak terhadap kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan dan mata. Karena itu, penggunaan masker yang sesuai, mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara kurang baik, serta menjaga kebersihan diri merupakan langkah sederhana yang perlu dilakukan masyarakat.

Syuhada juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan makanan dan air minum. Makanan dan minuman perlu ditutup, sedangkan bahan pangan sebaiknya disimpan dalam wadah yang bersih, tertutup, dan terlindung agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.

“Jangan hanya memperhatikan udara yang kita hirup. Makanan dan air minum juga harus dipastikan tetap bersih dan terlindung dari paparan abu. Buah dan sayuran juga harus dicuci dengan air bersih sebelum dikonsumsi,” katanya.

Ia menilai, perhatian terhadap kelompok rentan juga harus menjadi prioritas. Bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta masyarakat dengan penyakit kronis membutuhkan perlindungan lebih apabila terjadi paparan abu vulkanik.

Ketua IWOI Kabupaten Karawang tersebut juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga pola makan bergizi seimbang dan mencukupi kebutuhan cairan. Menurutnya, menjaga kondisi tubuh tetap baik merupakan bagian penting dalam menghadapi kondisi lingkungan yang kurang mendukung.

Di sisi lain, Syuhada mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan keluhan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik. Keluhan seperti sesak napas, kesulitan bernapas, iritasi mata yang berat, batuk berkepanjangan, atau gangguan kesehatan lainnya perlu segera mendapatkan perhatian medis.

“Kalau ada keluhan kesehatan yang cukup berat, jangan menunggu sampai kondisi memburuk. Segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat,” tuturnya.

Syuhada juga menekankan pentingnya peran media dalam membantu pemerintah menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Ia berharap media massa, khususnya media online, dapat menjadi bagian dari upaya edukasi publik dengan menyajikan informasi yang faktual, berimbang, dan bersumber dari pihak yang berwenang.

“Kami di IWOI Kabupaten Karawang siap ikut membantu menyebarluaskan informasi yang edukatif dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai masyarakat justru mendapatkan informasi yang tidak jelas sumbernya dan menimbulkan kepanikan,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan serta mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai kondisi abu vulkanik.

“Pesannya sederhana, tetap waspada dan jangan panik. Lindungi diri, keluarga, makanan, dan air minum. Jika muncul keluhan kesehatan yang serius, segera cari pertolongan medis,” pungkas Syuhada Wisastra.

(Emed Tarmedi)

Kadisdikbud Karawang Apresiasi GOKAR, Dorong Inovasi Digital dan Kepedulian terhadap Pendidikan  

0

KARAWANG — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang, Drs. Wawan Setiawan Natakusumah, M.M., bersama jajaran mengunjungi stand GOKAR (Go Karawang) dalam gelaran Bazar Motekar Preneur 2026, Senin sore (7/9/2026).

Kunjungan yang dilakukan selepas jam kerja tersebut menjadi momentum bagi jajaran Disdikbud Karawang untuk melihat secara langsung perkembangan inovasi digital karya putra daerah yang dikembangkan oleh PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara.

Dalam kesempatan itu, Wawan berdialog dengan jajaran GOKAR mengenai perkembangan aplikasi transportasi online tersebut, termasuk perannya dalam mendukung mobilitas masyarakat serta peluang kolaborasi di bidang pendidikan.

Wawan menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran GOKAR sebagai aplikasi transportasi online yang lahir dan dikembangkan dari Karawang. Menurutnya, kehadiran inovasi lokal tersebut menunjukkan bahwa generasi muda daerah memiliki kemampuan untuk menciptakan teknologi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya bangga dan mengapresiasi hadirnya GOKAR sebagai karya putra daerah Karawang. Ini menunjukkan bahwa anak-anak muda Karawang mampu menciptakan inovasi dan membangun sebuah platform yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wawan.

Ia menilai keberadaan perusahaan teknologi lokal dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi generasi muda Karawang untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi sendiri.

“Ini menjadi motivasi bagi generasi muda kita. Jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi bagaimana kita bisa menciptakan teknologi dan inovasi sendiri yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” katanya.

Selain mengapresiasi inovasi digital yang dikembangkan GOKAR, Wawan turut memberikan perhatian terhadap program sosial GOKAR Peduli Sekolah, khususnya layanan antar jemput siswa yatim piatu secara gratis.

Menurutnya, program tersebut memiliki nilai positif karena tidak hanya menghadirkan layanan transportasi, tetapi juga membantu mendukung akses pendidikan bagi siswa yang membutuhkan.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada GOKAR karena sudah memiliki program peduli sekolah, termasuk memberikan layanan antar jemput gratis bagi siswa yatim piatu. Program seperti ini sangat positif karena menyentuh langsung kebutuhan anak-anak,” tutur Wawan.

Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak sekolah maupun siswa di Kabupaten Karawang.

“Mudah-mudahan program ini terus dikembangkan. Ini bukan hanya tentang transportasi, tetapi bagaimana kita bersama-sama memberikan kepedulian agar anak-anak kita tetap semangat bersekolah dan mendapatkan akses yang baik,” ujarnya.

Wawan juga menegaskan bahwa dukungan terhadap dunia pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Ketika ada perusahaan daerah yang ikut memberikan perhatian kepada dunia pendidikan, tentu kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik,” katanya.

Sementara itu, Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Kepala Disdikbud Karawang beserta jajaran ke stand GOKAR.

Syuhada menilai perhatian dan apresiasi dari pemerintah daerah menjadi energi positif bagi GOKAR untuk terus melakukan pengembangan inovasi serta memperluas program sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, Bapak Drs. Wawan Setiawan Natakusumah, M.M., beserta seluruh jajaran yang telah menyempatkan waktu mengunjungi stand GOKAR,” ujar Syuhada.

Menurutnya, apresiasi terhadap program GOKAR Peduli Sekolah semakin memperkuat semangat perusahaan untuk menghadirkan program yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung dunia pendidikan.

“Bagi kami, GOKAR bukan hanya tentang aplikasi transportasi online. Kami ingin GOKAR hadir sebagai bagian dari masyarakat Karawang. Program antar jemput siswa yatim piatu gratis merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap dunia pendidikan,” katanya.

Syuhada berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat dapat terus terjalin. Ia optimistis sinergi tersebut dapat membuka lebih banyak ruang bagi GOKAR untuk menghadirkan inovasi dan program sosial di Kabupaten Karawang.

“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Bapak Kadisdikbud. Semoga ke depan GOKAR bisa terus tumbuh bersama masyarakat Karawang dan semakin banyak program yang dapat kami hadirkan untuk pendidikan dan sosial,” tuturnya.

GOKAR merupakan aplikasi transportasi online yang dikembangkan PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara dengan membawa semangat sebagai karya putra daerah Karawang.

Keikutsertaan GOKAR dalam Bazar Motekar Preneur 2026 menjadi salah satu kesempatan untuk memperkenalkan layanan dan inovasi perusahaan kepada masyarakat sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.

Kunjungan Kadisdikbud Karawang bersama jajaran juga menjadi bentuk apresiasi terhadap perkembangan inovasi digital daerah serta kepedulian dunia usaha dalam mendukung akses dan keberlangsungan pendidikan.

Dengan mengusung semangat “Dekat Bersahabat”, GOKAR diharapkan tidak hanya menjadi salah satu pilihan transportasi bagi masyarakat, tetapi juga mampu terus menghadirkan berbagai inovasi dan program sosial yang memberikan dampak positif bagi warga Karawang.

Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi kekuatan bersama dalam mendorong lahirnya lebih banyak inovasi lokal sekaligus memperkuat kepedulian terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Karawang.

(Emed Tarmedi)

Sopiah “Umi” Daftar Pilkades Karangjaya, Usung Amanah dan Kepedulian

0

JAGA KARAWANG – Sopiah, yang akrab disapa Umi, resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon (Balon) Kepala Desa Karangjaya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Senin (7/9/2026).

Kedatangan Umi ke lokasi pendaftaran mendapat sambutan antusias. Sejumlah masyarakat, pendukung, dan kader turut mengawal proses pendaftarannya.

Dengan penuh optimisme, Umi menyatakan kesiapannya untuk membawa perubahan dan melanjutkan pembangunan di Desa Karangjaya agar semakin maju dan sejahtera.

“Visi misi saya adalah membangun dan melanjutkan Desa Karangjaya. Bersama membangun dengan integritas kepemimpinan dan kepedulian, mengutamakan amanah, menjunjung nilai, serta memberikan manfaat,” ujar Umi.

Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang amanah, loyal, serta dekat dengan masyarakat.

“Amanah berarti memegang kepercayaan dengan penuh tanggung jawab. Loyal, setia kepada nilai, tujuan dan komitmen bersama. Bermasyarakat, hadir, peduli dan memberi manfaat untuk sesama,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Karangjaya, Isya Amsori, mengatakan hingga saat ini sudah terdapat empat bakal calon yang mendaftar.

“Pendaftaran bakal calon di Desa Karangjaya ada empat. Pertama Anto, Aca, Daud, dan hari ini Sopiah,” kata Isya.

Menurutnya, tahapan pendaftaran saat ini telah berjalan sekitar 70 persen.

Seluruh berkas bakal calon ditargetkan sudah diterima panitia paling lambat 15 September 2026 untuk kemudian diserahkan ke pihak kecamatan guna menjalani proses verifikasi.

“Alhamdulillah sudah berjalan masuk 70 persen. Tanggal 15 September berkas harus masuk ke panitia dan akan diserahkan ke kecamatan untuk diverifikasi,” jelasnya.

Isya juga mengimbau seluruh pendukung masing-masing bakal calon untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Ia berharap tidak terjadi gesekan selama tahapan Pilkades berlangsung.

“Harapannya para pendukung dan kader tidak ada gesekan, tetap aman dan kondusif. Momentum ini untuk mencari pemimpin di Desa Karangjaya,” tegasnya.

Panitia, lanjut Isya, memastikan seluruh proses akan dilaksanakan sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku.

“Kita para panitia mengacu kepada tahapan-tahapan Pergub yang sudah ada,” pungkasnya.

Tw

 

Kades Anton Kawal Langsung Penyaluran Bansos Beras, 1.189 KPM di Kertamulya Terima 30 Kg

0

JAGA KARAWANG — Penyaluran bantuan pangan beras dari Kementerian Sosial di Desa Kertamulya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, berlangsung tertib dan lancar, Senin (7/9/2026).

Kepala Desa Kertamulya, Anton, turun langsung mengawal proses penyaluran bantuan yang digelar di Aula Desa Kertamulya. Bersama jajaran perangkat desa, ia memastikan bantuan diterima masyarakat sesuai data dan ketentuan yang berlaku.

Sebanyak 1.189 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan beras. Total bantuan yang disalurkan mencapai 35,76 ton, dengan masing-masing KPM mendapatkan 30 kilogram atau tiga karung beras, masing-masing seberat 10 kilogram.

Kades Anton mengatakan, penyaluran dilakukan berdasarkan barcode pada undangan yang telah diberikan kepada para penerima.

“Jumlah KPM di Desa Kertamulya sebanyak 1.189 KPM, dengan total beras yang disalurkan mencapai 35,76 ton. Masing-masing KPM menerima tiga karung beras dengan berat total 30 kilogram,” ujar Anton.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang ikut mendukung kelancaran penyaluran bantuan tersebut, mulai dari perangkat desa, Muspika Kecamatan Pedes, Dinas Sosial Kabupaten Karawang, pemerintah pusat hingga Pos Indonesia.

“Alhamdulillah, seluruh proses berjalan lancar. Bantuan disalurkan sesuai barcode undangan dan yang paling penting gratis, tanpa ada pungutan sepeser pun kepada KPM,” tegasnya.

Menurut Anton, kehadiran pemerintah desa dalam proses penyaluran bukan sekadar memastikan bantuan sampai kepada penerima, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga agar distribusi berjalan tertib, transparan dan tepat sasaran.

Bantuan pangan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Penyaluran di Desa Kertamulya sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa dan pihak terkait agar program perlindungan sosial benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Rohman/Ahmad Saeroji

Antusiasme Ribuan Relawan Menguat, Tim Pemenangan Teh Alya Siap Kawal Pilkades Bengle  

0

KARAWANG — Antusiasme masyarakat mengiringi pendaftaran bakal calon Kepala Desa Bengle, Nurnida Alya atau yang akrab disapa Teh Alya. Ribuan relawan dan masyarakat turut hadir mengantarkan proses penyerahan berkas pendaftaran Teh Alya untuk mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bengle.

Ketua Tim Pemenangan Teh Alya, Novrizal Setyawan, mengatakan kehadiran ribuan relawan tersebut menjadi modal penting sekaligus amanah besar bagi tim dalam menghadapi seluruh tahapan Pilkades Bengle.

Menurut Novrizal, antusiasme masyarakat yang terlihat saat pendaftaran bukan hanya sekadar bagian dari agenda administratif. Kehadiran tersebut, kata dia, menunjukkan adanya dukungan dan harapan masyarakat terhadap pencalonan Teh Alya.

“Antusiasme luar biasa dari ribuan relawan hari ini adalah amanah besar yang akan kami jaga hingga garis akhir,” ujar Novrizal, Sabtu (5/9/2026).

Ia menilai dukungan yang diberikan masyarakat harus dijawab dengan kerja nyata dan komitmen yang konsisten. Karena itu, tim pemenangan akan berupaya menjaga kepercayaan tersebut selama proses Pilkades berlangsung.

Novrizal menegaskan, Tim Pemenangan Teh Alya telah menyiapkan strategi pemenangan yang akan dijalankan secara terukur, terarah, dan profesional. Strategi tersebut akan disesuaikan dengan dinamika serta tahapan Pilkades tanpa mengesampingkan ketentuan yang berlaku.

“Kami berkomitmen untuk mengawal setiap proses secara profesional dan menjaga integritas perjuangan ini,” katanya.

Selain strategi pemenangan, Novrizal menyebut soliditas tim dan relawan menjadi salah satu kekuatan yang akan terus dijaga. Komunikasi dan koordinasi akan dilakukan secara berkelanjutan agar seluruh elemen pendukung memiliki arah perjuangan yang sama.

Ia juga menyatakan kesiapannya untuk memimpin Tim Pemenangan Teh Alya dalam mengawal proses pencalonan sejak tahapan pendaftaran hingga seluruh rangkaian Pilkades Bengle selesai.

Menurutnya, Pilkades Bengle harus menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang dinilai mampu membawa aspirasi dan memberikan arah pembangunan yang lebih baik bagi desa.

Novrizal berharap dukungan masyarakat yang telah diberikan dapat menjadi energi positif bagi Teh Alya dalam menyampaikan gagasan serta visi untuk Desa Bengle. Ia juga mengajak seluruh relawan untuk tetap menjaga kebersamaan dan menghormati setiap tahapan demokrasi.

“Kami berharap dukungan ini menjadi energi bagi Teh Alya untuk membawa gagasan dan arah baru bagi Desa Bengle apabila nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Dengan tingginya antusiasme relawan dan masyarakat pada momentum pendaftaran tersebut, Tim Pemenangan Teh Alya menyatakan siap menghadapi tahapan Pilkades Bengle dengan penuh tanggung jawab. Seluruh proses akan dikawal secara profesional dengan tetap mengedepankan integritas, ketertiban, dan suasana demokrasi yang sehat.

(Emed Tarmedi)

Satgas Perhubungan Karawang Resmi Dilaunching, Bupati Aep Tekankan Peningkatan Pelayanan  

0

KARAWANG — Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., memimpin apel pagi di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Karawang yang digelar di Plaza Pemda Karawang, Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan launching Satuan Tugas (Satgas) Perhubungan serta simulasi pemadaman kebakaran sebagai bagian dari penguatan kedisiplinan, pelayanan publik, dan kesiapsiagaan aparatur pemerintah daerah.

Apel pagi diikuti oleh jajaran aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep memberikan sejumlah arahan kepada seluruh perangkat daerah agar terus meningkatkan kinerja dan menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing.

Bupati menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan berbagai program dan kegiatan pemerintah daerah. Memasuki triwulan III, ia meminta seluruh perangkat daerah tidak menunda pekerjaan yang telah direncanakan, mengingat waktu pelaksanaan kegiatan dan anggaran yang semakin terbatas.

Selain percepatan pekerjaan, Bupati juga meminta setiap perangkat daerah memperhatikan realisasi dan penyerapan anggaran. Menurutnya, program yang telah direncanakan harus segera dilaksanakan secara efektif agar anggaran yang tersedia dapat memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat Kabupaten Karawang.

Bupati Aep juga mengingatkan seluruh aparatur untuk memahami dan menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dengan penuh tanggung jawab. Setiap perangkat daerah, menurutnya, memiliki peran penting dalam memastikan roda pemerintahan berjalan dengan baik serta pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.

Ia menegaskan bahwa arahan maupun evaluasi yang diberikan kepada jajaran pemerintah daerah bukan dimaksudkan untuk membeda-bedakan aparatur. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bagian dari upaya melakukan perubahan dan perbaikan agar kinerja pemerintahan semakin baik.

“Saya tidak mau membeda-bedakan Bapak Ibu semua. Saya rewel karena saya ingin merubah untuk kepentingan masyarakat. Segala sesuatunya adalah kewajiban kita, dan kewajiban kita harus dijalankan,” tegas Bupati Aep dalam amanatnya.

Bupati berharap seluruh aparatur dapat membangun pola kerja yang lebih disiplin, responsif, dan berorientasi pada hasil. Setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari program dan kebijakan yang dijalankan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang juga melakukan launching Satgas Perhubungan. Kehadiran Satgas Perhubungan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pengelolaan sektor perhubungan, khususnya dalam mendukung ketertiban dan kelancaran aktivitas lalu lintas di wilayah Kabupaten Karawang.

Satgas tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan respons terhadap berbagai persoalan di bidang perhubungan. Dengan adanya satuan tugas ini, pengawasan dan penanganan persoalan lalu lintas di lapangan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah serta mendukung terciptanya kondisi transportasi yang aman dan tertib.

Selain launching Satgas Perhubungan, kegiatan juga diisi dengan simulasi pemadaman kebakaran. Simulasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan aparatur dalam menghadapi potensi kebakaran maupun kondisi darurat yang dapat terjadi di lingkungan perkantoran dan fasilitas pemerintahan.

Melalui simulasi tersebut, para peserta diberikan gambaran mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi kebakaran, termasuk upaya penanganan awal dan koordinasi dalam kondisi darurat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk edukasi agar seluruh aparatur memiliki pemahaman mengenai pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan.

Rangkaian apel pagi, launching Satgas Perhubungan, dan simulasi pemadaman kebakaran tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Karawang untuk terus memperkuat kinerja aparatur dan pelayanan publik. Pemkab Karawang menegaskan komitmennya untuk mempercepat pelaksanaan program, meningkatkan kedisiplinan, memperkuat kesiapsiagaan, serta memastikan setiap tugas pemerintahan dijalankan secara bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat Kabupaten Karawang.

(Emed Tarmedi)

Abu Vulkanik Berpotensi Terbawa Angin, Kapolresta Karawang Bagikan Masker ke Warga

0

JAGA KARAWANG – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda membuat masyarakat di sejumlah wilayah diminta meningkatkan kewaspadaan.

Salah satunya terhadap potensi sebaran abu vulkanik yang dapat terbawa angin hingga ke wilayah lain.

Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto mengimbau masyarakat agar tetap tenang, namun tidak mengabaikan potensi dampak abu vulkanik.

Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama kegiatan outdoor. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan paparan abu yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dianjurkan.

Namun, Kapolresta juga mengingatkan warga agar tidak melakukan panic buying atau membeli masker secara berlebihan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Tidak perlu melakukan panic buying masker maupun membeli dalam jumlah berlebihan. Gunakan masker sesuai kebutuhan, khususnya bagi masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar rumah,” ujar Mario.

Selain melindungi diri saat berada di luar rumah, masyarakat juga diminta memperhatikan kebersihan lingkungan apabila abu vulkanik mulai turun.

Abu di halaman rumah maupun jendela sebaiknya dibersihkan menggunakan kain yang telah dibasahi air, sehingga abu tidak kembali beterbangan.

Pintu dan jendela juga dianjurkan ditutup rapat untuk mencegah abu masuk ke dalam rumah.

Sementara itu, kendaraan yang terkena abu vulkanik disarankan dicuci menggunakan air dan sabun, bukan sekadar dilap. Jika abu mengenai mata, segera bilas menggunakan air bersih.

Sebagai langkah antisipasi, Kapolresta Karawang telah memerintahkan jajarannya untuk membantu masyarakat, termasuk membagikan masker kepada warga yang masih harus beraktivitas di luar ruangan.

“Kami juga telah memerintahkan jajaran untuk membantu masyarakat dengan membagikan masker,” katanya.

Polresta Karawang turut meminta masyarakat mengikuti perkembangan informasi dari instansi resmi dan tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum terverifikasi.

Warga diminta tetap tenang, mengurangi aktivitas outdoor yang tidak diperlukan, serta bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Red/JGN)

 

Bantuan Beras 30 Kg Disalurkan ke 13.128 KPM, Camat Pedes Tekankan Tepat Sasaran

0

JAGA KARAWANG – Penyaluran bantuan pangan berupa beras dari Kementerian Sosial di Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, berjalan lancar dan tertib.

Sebanyak 13.128 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 12 desa menerima bantuan masing-masing 30 kilogram beras, atau tiga karung dengan berat 10 kilogram per karung. Jika ditotal, beras yang disalurkan mencapai 393,84 ton.

Untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak, Kasi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kecamatan Pedes, H. Didin Hadiyanto, turun langsung memantau proses penyaluran di 12 desa.

Pemantauan tersebut dilakukan atas arahan Camat Pedes, H. Romli, sebagai bagian dari upaya memastikan distribusi bantuan berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, serta tidak disertai pungutan.

“Alhamdulillah, bantuan pangan beras tersalurkan dengan baik tanpa ada pungutan sepeserpun. Masing-masing KPM mendapatkan bantuan beras 30 kilogram, yaitu tiga karung dengan berat satu karung 10 kilogram,” ujar H. Didin Hadiyanto.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, terutama bagi keluarga penerima manfaat.

“Semoga penyaluran beras ini dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari masyarakat,” katanya.

Adapun rincian penyaluran bantuan pangan di Kecamatan Pedes yakni:

  • Desa Dongkal: 800 KPM – 24 ton
  • Desa Jatimulyasari: 1.417 KPM – 42,51 ton
  • Desa Karangjaya: 1.547 KPM – 46,41 ton
  • Desa Kendaljaya: 845 KPM – 25,35 ton
  • Desa Kertamulya: 1.189 KPM – 35,67 ton
  • Desa Kertaraharja: 1.352 KPM – 40,56 ton
  • Desa Labanjaya: 863 KPM – 25,89 ton
  • Desa Malangsari: 488 KPM – 14,64 ton
  • Desa Payungsari: 1.081 KPM – 32,43 ton
  • Desa Puspasari: 734 KPM – 22,02 ton
  • Desa Rangdumulya: 910 KPM – 27,30 ton
  • Desa Sungaibuntu: 1.902 KPM – 57,06 ton

Total: 13.128 KPM dengan 393,84 ton beras.

Bantuan tersebut disambut positif oleh masyarakat. Salah satunya Ibu Senut dan Bapak Zaenal, KPM asal Desa Puspasari.

“Terima kasih kepada Pemerintah Desa, Muspika Kecamatan Pedes, Dinas Sosial, dan Pemerintah Pusat yang telah menyalurkan bantuan pangan ini. Alhamdulillah, sangat membantu meringankan beban kami,” ungkapnya.

Penyaluran bantuan ini sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi pemerintah mulai dari tingkat pusat, daerah, kecamatan hingga desa.

Dengan pengawasan langsung di lapangan, bantuan diharapkan dapat diterima oleh masyarakat sesuai data dan ketentuan yang berlaku.

Ahmad Saeroji / Rohman

Sosialisasi KTR di MOTEKAR 393, Syuhada Wisastra Tekankan Pentingnya Disiplin Merokok  

0

KARAWANG — Upaya memperkuat penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kabupaten Karawang terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui kegiatan Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok Kabupaten Karawang Tahun 2026 yang dirangkai dengan penandatanganan petisi dukungan masyarakat.

Kegiatan digelar di Lapangan Karangpawitan, Kabupaten Karawang, Minggu (6/9/2026), sebagai bagian dari rangkaian UMKM MOTEKAR 393 dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 Tahun 2026.

Sosialisasi tersebut melibatkan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang. Kegiatan diikuti berbagai unsur, mulai dari akademisi, pemerintah daerah, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat.

Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Kabupaten Karawang yang juga Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, turut hadir dan menandatangani petisi dukungan sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan implementasi KTR di Kabupaten Karawang.

Syuhada menilai keberhasilan penerapan KTR tidak cukup hanya mengandalkan regulasi, tetapi membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan seluruh lapisan masyarakat.

“Merokok itu hak pribadi, tetapi jangan sampai asap rokok mengganggu atau merugikan orang lain. Karena itu, saya mengajak seluruh anggota IWOI dan seluruh driver GOKAR untuk tidak merokok sembarangan, terutama di kawasan yang memang sudah ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok,” ujar Syuhada.

Menurutnya, insan pers memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena itu, pesan mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan menghormati ruang publik perlu diwujudkan melalui keteladanan.

“Wartawan harus menjadi bagian dari edukasi masyarakat. Kalau kita menyampaikan berita tentang kesehatan dan lingkungan, tentu harus dimulai dari diri kita sendiri. Hormati orang lain dengan tidak merokok di tempat yang dilarang,” katanya.

Sebagai Founder GOKAR, Syuhada juga meminta seluruh mitra dan driver GOKAR ikut menjadi teladan dalam penerapan KTR, terutama ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan merokok saat membawa penumpang, jangan merokok di tempat umum yang dilarang, dan jangan membuang puntung rokok sembarangan,” tegasnya.

Ia mengatakan, pengemudi transportasi online memiliki interaksi langsung dengan masyarakat dari berbagai kelompok usia. Karena itu, perilaku pengemudi turut menentukan kenyamanan penumpang sekaligus mencerminkan kualitas pelayanan.

“Penumpang kita berbeda-beda. Ada anak-anak, orang tua, ibu hamil, dan masyarakat yang memang tidak nyaman dengan asap rokok. Jadi, mari kita utamakan kenyamanan dan kesehatan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNSIKA, Dr. Al Mukhlis Fikri, S.Gz., M.Si., mengatakan Kabupaten Karawang telah memiliki regulasi terkait Kawasan Tanpa Rokok. Namun, aturan tersebut harus dibarengi dengan kesadaran dan kepatuhan masyarakat.

“Karawang sudah memiliki peraturan daerah dan peraturan bupati mengenai Kawasan Tanpa Rokok,” ujar Al Mukhlis.

Ia menyebut sejumlah kawasan menjadi perhatian dalam penerapan KTR, di antaranya lingkungan pendidikan, transportasi umum, fasilitas pelayanan kesehatan, tempat ibadah, tempat kerja, serta ruang publik.

Menurutnya, masih diperlukan kerja bersama untuk memastikan kawasan yang telah ditetapkan sebagai KTR benar-benar terbebas dari aktivitas merokok.

“Walaupun sudah ada peraturannya, walaupun sudah ada plangnya, masih banyak yang merokok di tempat yang seharusnya tidak merokok,” katanya.

Al Mukhlis menegaskan, dampak asap rokok tidak hanya dirasakan oleh perokok aktif, tetapi juga masyarakat yang berada di sekitarnya.

“Rokok tidak hanya untuk merusak diri, tetapi juga merusak yang lainnya. Mari kita lindungi diri kita dan teman-teman semuanya,” ujarnya.

Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, dr. Yayuk Sri Rahayu, MKM, mengatakan penerapan KTR merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari paparan asap rokok, khususnya kelompok rentan.

“Tujuan utama Kawasan Tanpa Rokok adalah melindungi masyarakat dari paparan asap rokok, terutama anak-anak, remaja dan ibu hamil,” ujar dr. Yayuk.

Ia menjelaskan, penerapan KTR di Kabupaten Karawang memiliki landasan regulasi, antara lain Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 5 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok serta Peraturan Bupati Karawang Nomor 79 Tahun 2017 sebagai petunjuk pelaksanaannya.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat kembali diingatkan mengenai tujuh kawasan yang menjadi sasaran penerapan KTR, yakni fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum.

Setelah rangkaian sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan petisi dukungan masyarakat terhadap penguatan implementasi Kawasan Tanpa Rokok. Syuhada Wisastra turut membubuhkan tanda tangan bersama perwakilan unsur masyarakat yang hadir.

Syuhada menegaskan, petisi tersebut harus menjadi momentum untuk mendorong tindakan nyata, bukan sekadar simbol dukungan.

“Penandatanganan ini jangan hanya menjadi simbol. Mari kita buktikan melalui perilaku. Jangan merokok sembarangan, hormati kawasan tanpa rokok, dan jaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman,” katanya.

Ia mengajak seluruh anggota IWOI dan para driver GOKAR untuk ikut menyebarluaskan budaya hidup sehat serta menghormati hak masyarakat atas ruang publik yang nyaman.

“Mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan kerja, sampai masyarakat. Kalau kita bersama-sama disiplin, saya yakin budaya hidup sehat dan menghormati ruang publik bisa semakin kuat di Karawang,” pungkasnya.

Kegiatan Sosialisasi KTR yang digelar di tengah rangkaian UMKM MOTEKAR 393 tersebut menjadi momentum untuk memperluas edukasi mengenai bahaya paparan asap rokok sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat.

Implementasi Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Karawang diharapkan tidak berhenti sebagai aturan tertulis, tetapi berkembang menjadi budaya bersama yang dijalankan secara konsisten oleh pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, insan pers, pengemudi transportasi, keluarga, dan seluruh masyarakat.

(Emed Tarmedi)

Turut Tandatangani Petisi KTR, H. Emed Tarmedi Dorong Penguatan Kesadaran Hukum dan Kesehatan  

0

KARAWANG — Upaya memperkuat penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kabupaten Karawang mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok Kabupaten Karawang Tahun 2026 yang dirangkai dengan penandatanganan petisi dukungan masyarakat, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan berlangsung di Lapangan Karangpawitan, Kabupaten Karawang, Minggu (6/9/2026), sebagai bagian dari rangkaian UMKM MOTEKAR 393 dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 Tahun 2026. Kegiatan tersebut melibatkan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang.

Sejumlah pihak hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNSIKA Dr. Al Mukhlis Fikri, S.Gz., M.Si., C.I.Q.N.R., Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang dr. Yayuk Sri Rahayu, MKM, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan, Koordinator kegiatan Diana Siti, S.K.M., M.Epid., jajaran dosen, panitia, Duta Genre, peserta, serta masyarakat Karawang.

Koordinator kegiatan, Diana Siti, S.K.M., M.Epid., menyampaikan bahwa sosialisasi KTR menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya paparan asap rokok. Menurutnya, penerapan KTR tidak cukup hanya mengandalkan regulasi pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat agar kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNSIKA Dr. Al Mukhlis Fikri mengatakan Kabupaten Karawang telah memiliki regulasi mengenai Kawasan Tanpa Rokok. Namun, keberadaan aturan tersebut harus diikuti kesadaran dan kepatuhan masyarakat.

Ia menilai masih menjadi pekerjaan bersama untuk memastikan kawasan pendidikan, transportasi umum, dan ruang publik benar-benar terbebas dari aktivitas merokok. Menurutnya, persoalan rokok tidak hanya berdampak terhadap perokok aktif, tetapi juga masyarakat di sekitarnya yang berpotensi menjadi perokok pasif.

Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, dr. Yayuk Sri Rahayu, MKM, menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari paparan asap rokok, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, remaja, dan ibu hamil. Ia menyebut penerapan KTR di Kabupaten Karawang memiliki landasan regulasi melalui Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 5 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok serta Peraturan Bupati Karawang Nomor 79 Tahun 2017 sebagai petunjuk pelaksanaannya.

Dalam sosialisasi tersebut juga disampaikan mengenai tujuh kawasan yang menjadi sasaran penerapan KTR, yakni fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari akademisi hukum kesehatan juga Ketua DPC PTI Kab. Karawang H. Emed Tarmedi, A.Md.Kep., S.KM., MH.Kes. Menurutnya, sosialisasi KTR merupakan langkah positif dalam membangun kesadaran hukum sekaligus kesadaran kesehatan masyarakat.

Emed menilai keberadaan regulasi KTR harus terus diperkuat melalui edukasi, pengawasan, keteladanan, serta partisipasi masyarakat. Dengan demikian, aturan yang telah ditetapkan tidak berhenti sebagai ketentuan normatif, tetapi benar-benar diterapkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat.

“Saya mengapresiasi kegiatan sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok ini. KTR bukan hanya persoalan larangan merokok, tetapi juga menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh lingkungan dan udara yang bersih serta sehat. Karena itu, implementasinya membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah, akademisi, institusi pendidikan, keluarga, komunitas, dan masyarakat,” ujar Emed.

Menurutnya, pendekatan hukum kesehatan dalam penerapan KTR harus berjalan beriringan dengan pendekatan edukatif dan preventif. Masyarakat perlu diberikan pemahaman mengenai alasan di balik penerapan KTR sehingga kepatuhan tidak semata-mata muncul karena adanya larangan atau sanksi, tetapi karena tumbuhnya kesadaran untuk melindungi kesehatan bersama.

Sebagai bentuk dukungan nyata, H. Emed Tarmedi juga turut menandatangani petisi dukungan masyarakat terhadap penguatan implementasi Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Karawang. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan udara bersih bagi seluruh masyarakat.

Emed berharap momentum sosialisasi tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan implementasi Perda dan Perbup KTR di Kabupaten Karawang. Ia juga mendorong agar edukasi mengenai KTR dilakukan secara berkelanjutan, khususnya di lingkungan pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, tempat kerja, tempat ibadah, ruang publik, dan lingkungan keluarga.

Penandatanganan petisi yang dilakukan dalam kegiatan tersebut menjadi penegasan bahwa penerapan KTR bukan semata-mata tugas pemerintah atau institusi pendidikan. Keberhasilan kebijakan tersebut sangat bergantung pada partisipasi seluruh lapisan masyarakat dalam menghormati hak setiap orang untuk mendapatkan udara yang bersih dan sehat.

Kegiatan sosialisasi KTR yang digelar di tengah rangkaian MOTEKAR 393 tersebut diharapkan mampu memperluas edukasi mengenai pentingnya hidup sehat sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat untuk mematuhi kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, akademisi, komunitas, keluarga, mahasiswa, dan masyarakat, Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Karawang diharapkan tidak hanya menjadi aturan tertulis, tetapi berkembang menjadi budaya hidup sehat serta bagian dari upaya bersama melindungi generasi masa depan.

(Redaksi)

Persit KCK Kodim 0604 Karawang Jadi Pemenang Lomba Video Karya Baik TNI, Ini Apresiasi H. Emed Tarmedi

0

KARAWANG — Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Karawang, H. Emed Tarmedi, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXI Kodim 0604/Karawang atas terpilihnya sebagai pemenang Lomba Video Karya Baik TNI dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, Minggu (6/9/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan sebagai bentuk penghargaan atas prestasi dan kreativitas Persit KCK Cabang XXXI Kodim 0604/Karawang yang mengangkat karya bertema “Karya yang Menginspirasi, untuk Negeri yang Lebih Baik.”

H. Emed Tarmedi menilai keberhasilan tersebut merupakan pencapaian positif sekaligus bukti bahwa semangat pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk karya kreatif yang inspiratif.

“Selamat kepada Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXI Kodim 0604/Karawang atas prestasi yang diraih. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, menginspirasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan negeri,” ujar H. Emed Tarmedi.

Menurutnya, karya kreatif yang mengangkat nilai-nilai kebaikan memiliki peran penting dalam membangun optimisme serta memberikan contoh positif kepada masyarakat di tengah derasnya arus informasi.

Ia juga mengapresiasi dukungan dan arahan dari Komandan Kodim 0604/Karawang beserta Ketua Persit KCK Cabang XXXI yang dinilai turut memberikan motivasi sehingga karya tersebut mampu meraih prestasi.

“Pencapaian ini tentu tidak terlepas dari dukungan, arahan, dan motivasi pimpinan. Ini menjadi bukti nyata adanya semangat dan komitmen untuk terus hadir serta mengabdi kepada masyarakat,” katanya.

H. Emed Tarmedi menambahkan, kolaborasi antara TNI, Persit, DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Karawang, insan pers, dan seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat dalam membangun komunikasi positif serta menciptakan lingkungan sosial yang harmonis.

Menurutnya, keberadaan karya-karya inspiratif seperti video Karya Baik TNI dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan pengabdian, kepedulian sosial, gotong royong, serta semangat kebersamaan kepada masyarakat luas.

Ia berharap prestasi yang diraih Persit KCK Cabang XXXI Kodim 0604/Karawang dapat menjadi inspirasi bagi DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Karawang maupun komunitas lainnya untuk terus menghasilkan karya yang memiliki nilai edukasi dan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga semakin banyak karya positif yang lahir dari semangat pengabdian dan kepedulian. Karya yang baik bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan, tetapi juga menjadi sarana menyebarkan semangat kebaikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, H. Emed Tarmedi menyampaikan bahwa momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia hendaknya menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat persatuan, gotong royong, kepedulian, dan pengabdian kepada bangsa.

Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembuatan karya tersebut serta berharap prestasi ini dapat menjadi awal bagi lahirnya berbagai karya kreatif lainnya yang membawa nama baik Kabupaten Karawang.

“Sekali lagi kami mengucapkan selamat kepada Persit KCK Cabang XXXI Kodim 0604/Karawang. Terus berkarya, terus menginspirasi, dan terus hadir memberikan yang terbaik untuk masyarakat dan negeri,” pungkas H. Emed Tarmedi.

(Redaksi)

Penyaluran Bantuan Pangan di Kertaraharja Karawang, 1.352 KPM Terima 30 Kg Beras

0

JAGA KARAWANG — Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai penyaluran bantuan pangan di Desa Kertaraharja, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang.

Sebanyak 1.352 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan beras yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Penyaluran bantuan pangan dari pemerintah tersebut berlangsung tertib dan lancar. Prosesnya turut dipantau unsur Muspika Kecamatan Pedes melalui Kasi Kesos Kecamatan Pedes, H. Didin, bersama Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Desa Kertaraharja.

Kepala Desa Kertaraharja bersama Sekretaris Desa Kertaraharja juga hadir untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai ketentuan dan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak.

Operator SIK-NG Desa Kertaraharja, Irpan Abdilah, didampingi Sekretaris Desa Kertaraharja, Yusup Komaeni, menjelaskan bahwa total bantuan yang disalurkan mencapai 40,560 ton beras.

“Alhamdulillah, bantuan pangan beras sebanyak 40,560 ton telah disalurkan kepada 1.352 Keluarga Penerima Manfaat. Setiap KPM menerima 30 kilogram beras, setara dengan tiga karung dengan berat masing-masing 10 kilogram,” ujar Irpan.

Dalam penyaluran kali ini, jumlah penerima mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya. Dari sebelumnya 1.402 KPM, kini menjadi 1.352 KPM, atau berkurang sebanyak 50 penerima.

Irpan menjelaskan, perubahan tersebut berkaitan dengan hasil pemutakhiran data penerima bantuan.

“Sebelumnya jumlah penerima sebanyak 1.402 KPM, kini menjadi 1.352 KPM. Penurunan tersebut disebabkan beberapa faktor, antara lain peningkatan desil ekonomi dan adanya indikasi keterlibatan judi online,” jelasnya.

Meski jumlah penerima berkurang, pemerintah desa berharap bantuan yang tersalurkan tetap benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, semoga bantuan pangan beras ini benar-benar bermanfaat dan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari masyarakat yang menerimanya,” pungkas Irpan bersama Yusup Komaeni.

Penyaluran bantuan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kecamatan hingga pemerintah desa dalam memastikan program perlindungan sosial berjalan tertib dan tepat sasaran.

Ahmad Saeroji / Rohman

Laga Perdana Persib vs PSM, Polisi Siaga di GBLA hingga Jalur Gedebage

0

JAGA BANDUNG – Laga perdana BRI Super League 2026/2027 yang mempertemukan Persib Bandung kontra PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (6/9/2026) malam, mendapat pengamanan ketat.

Polrestabes Bandung menerjunkan sebanyak 2.505 personel untuk memastikan pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB tersebut berjalan aman, tertib, dan nyaman.

Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Asep Saepudin mengatakan, ribuan personel tersebut disebar di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan stadion dan jalur yang dilalui para suporter.

“Total pengamanan untuk pertandingan Persib Bandung melawan PSM berjumlah 2.505 personel. Sehingga pertandingan bisa berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi para penonton yang hadir di stadion,” kata Asep.

Personel mulai diterjunkan sejak pukul 14.00 WIB. Polisi melakukan skrining awal di sejumlah titik sebelum suporter diarahkan menuju pintu masuk stadion.

Tak hanya di sekitar GBLA, pengamanan juga dilakukan di lokasi penukaran tiket, termasuk kawasan Kircon. Area tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya sempat terjadi kepadatan.

Untuk mencegah penonton tanpa tiket masuk ke kawasan stadion, polisi menyiapkan tiga titik penyekatan, yakni Babakan Sayang, Rancanumpang, dan Cimencerang.

Setelah melewati penyekatan, penonton kembali menjalani pemeriksaan saat memasuki area tribun.

Asep menegaskan, hanya suporter yang memiliki tiket resmi yang diperbolehkan masuk ke dalam stadion.

“Kalau ada suporter yang tidak memiliki tiket, akan kami putar balik. Kami pastikan yang masuk ke GBLA adalah mereka yang memiliki tiket resmi,” tegasnya.

Polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan menuju GBLA. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurai arus kendaraan, baik penonton pertandingan maupun masyarakat yang hendak menuju kawasan Masjid Al Jabbar.

Khusus Jalan Soekarno-Hatta, rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional mengingat jalur tersebut merupakan jalan nasional.

“Rekayasa lalu lintas di Jalan Soekarno Hatta fleksibel. Kita tahu itu jalan nasional, di Gedebage itu kita akan melaksanakan mitigasi,” ujar Asep.

Selain itu, sterilisasi dilakukan di sepanjang Jalan Gedebage. Polisi mengantisipasi kepadatan kendaraan sekaligus memperhatikan aktivitas kereta yang melintas dengan interval sekitar 15–20 menit.

“Kami juga akan melakukan sterilisasi di sepanjang Jalan Gedebage agar area sekitar stadion steril dari kendaraan, mengingat ada kereta yang melintas setiap 15–20 menit sekali,” katanya.

Dengan pengamanan berlapis tersebut, polisi berharap pertandingan Persib Bandung kontra PSM Makassar dapat berlangsung kondusif tanpa gangguan keamanan maupun kemacetan parah di sekitar kawasan GBLA.

Ichsan

UNSIKA dan Dinkes Karawang Ajak Masyarakat Perkuat Penerapan Kawasan Tanpa Rokok

0

KARAWANG — Upaya memperkuat penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kabupaten Karawang terus didorong melalui kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok Kabupaten Karawang Tahun 2026 yang dirangkai dengan penandatanganan petisi dukungan masyarakat.

Kegiatan berlangsung di Lapangan Karangpawitan, Kabupaten Karawang, Minggu (6/9/2026), menjadi bagian dari rangkaian UMKM MOTEKAR 393 dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 Tahun 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang. Sejumlah unsur hadir, mulai dari jajaran akademisi, pemerintah daerah, dosen, panitia, Duta Genre, mahasiswa, peserta kegiatan hingga masyarakat.

Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNSIKA, Dr. Al Mukhlis Fikri, S.Gz., M.Si., menegaskan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki regulasi mengenai Kawasan Tanpa Rokok. Namun, keberadaan aturan tersebut harus diikuti dengan kesadaran dan kepatuhan masyarakat.

“Karawang sudah memiliki peraturan daerah dan peraturan bupati mengenai Kawasan Tanpa Rokok,” ujar Al Mukhlis.

Menurutnya, penerapan KTR perlu mendapat perhatian serius, terutama di sejumlah kawasan yang banyak berinteraksi dengan masyarakat, seperti lingkungan pendidikan, transportasi umum, tempat kerja, fasilitas pelayanan kesehatan, serta ruang publik.

Ia menilai keberadaan papan larangan merokok dan regulasi belum cukup apabila tidak dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat.

“Walaupun sudah ada peraturannya, walaupun sudah ada plangnya, masih banyak yang merokok di tempat yang seharusnya tidak merokok,” katanya.

Al Mukhlis mengingatkan bahwa dampak aktivitas merokok tidak hanya dirasakan oleh perokok aktif. Orang-orang di sekitar perokok juga berpotensi terdampak akibat menghirup asap rokok.

“Rokok tidak hanya untuk merusak diri, tetapi juga merusak yang lainnya,” tegasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, serta terbebas dari paparan asap rokok.

“Mari kita lindungi diri kita dan teman-teman semuanya,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator kegiatan Diana Siti, S.K.M., M.Epid., mengatakan sosialisasi KTR merupakan bagian penting dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai bahaya asap rokok sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap hak setiap orang untuk memperoleh udara yang bersih.

Menurut Diana, penerapan KTR tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Peran masyarakat sangat diperlukan agar kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok benar-benar dapat diterapkan secara konsisten.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama memahami dan mendukung penerapan Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Karawang,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan sosialisasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat diteruskan melalui tindakan nyata masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, dr. Yayuk Sri Rahayu, MKM, yang hadir mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang.

Ia mengatakan pemerintah memiliki komitmen untuk melindungi masyarakat dari paparan asap rokok, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, remaja, dan ibu hamil.

“Tujuan utama Kawasan Tanpa Rokok adalah melindungi masyarakat dari paparan asap rokok, terutama anak-anak, remaja dan ibu hamil,” kata dr. Yayuk.

Ia menjelaskan bahwa penerapan KTR di Kabupaten Karawang memiliki dasar hukum, antara lain Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 5 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Peraturan Bupati Karawang Nomor 79 Tahun 2017 sebagai petunjuk pelaksanaannya.

Menurutnya, tantangan penerapan KTR saat ini bukan hanya menyangkut ketersediaan regulasi, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan yang telah ditetapkan.

Dalam sosialisasi tersebut turut dipaparkan data mengenai konsumsi rokok. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan, sekitar 73 persen laki-laki dewasa disebut merupakan perokok aktif, sementara sekitar 7,4 persen anak usia 10-18 tahun disebut telah merokok.

Penggunaan rokok elektronik di kalangan anak dan remaja juga menjadi perhatian karena menunjukkan pentingnya edukasi dan pengawasan secara berkelanjutan.

“Persoalan ini bukan hanya tentang orang yang merokok, tetapi juga tentang hak orang lain untuk mendapatkan udara yang bersih dan sehat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga kembali diingatkan mengenai tujuh kawasan yang menjadi sasaran penerapan KTR, yakni fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum.

Penerapan KTR di berbagai kawasan tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama kelompok yang tidak merokok, dari paparan asap rokok di ruang bersama.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan petisi dukungan masyarakat terhadap penguatan implementasi Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Karawang.

Penandatanganan petisi menjadi simbol komitmen bersama untuk mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat sekaligus memperkuat kesadaran mengenai pentingnya udara bersih bagi seluruh masyarakat.

Petisi tersebut ditandatangani oleh perwakilan unsur yang hadir dan disaksikan peserta serta masyarakat yang mengikuti kegiatan.

Melalui momentum tersebut, ditegaskan bahwa penerapan KTR bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah atau institusi pendidikan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Sosialisasi KTR yang digelar dalam rangkaian MOTEKAR 393 tersebut diharapkan dapat memperluas edukasi mengenai pentingnya perilaku hidup sehat sekaligus mendorong masyarakat untuk saling menghormati hak mendapatkan lingkungan dan udara yang bersih.

Kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, komunitas, keluarga, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan mampu menjadikan Kawasan Tanpa Rokok bukan sekadar aturan tertulis, tetapi menjadi bagian dari budaya hidup sehat masyarakat Kabupaten Karawang.

(Emed Tarmedi)

Semarak HUT ke-393, Fun Run 3,93K dan Deklarasi Karawang AMAN Meriahkan Karangpawitan  

0

KARAWANG — Semarak peringatan Hari Jadi ke-393 Kabupaten Karawang terus bergulir. Pemerintah Kabupaten Karawang kembali menghadirkan kegiatan yang memadukan olahraga, kebersamaan, sekaligus kampanye hidup sehat melalui Fun Run 3,93K yang digelar di Lapang Karangpawitan, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai daerah. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi, ketika para pelari memadati kawasan Lapang Karangpawitan yang menjadi titik awal sekaligus garis finis kegiatan.

Fun Run 3,93K menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-393 Kabupaten Karawang sekaligus turut memeriahkan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tingkat Kabupaten Karawang. Kegiatan ini menjadi ajang untuk mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Rute lari mengambil titik start dari Lapang Karangpawitan, kemudian peserta bergerak menuju Bundaran Ciplaz sebelum kembali menuju Lapang Karangpawitan. Rute tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk menikmati suasana pusat kota sekaligus mengikuti kegiatan olahraga secara bersama-sama.

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh S.E mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti Fun Run 3,93K. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bukti bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang dapat dikemas melalui kegiatan yang sehat, positif, dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

“Rangkaian Hari Jadi ke-393 ini bukan hanya menjadi momentum untuk merayakan bertambahnya usia Kabupaten Karawang, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat,” ujar Bupati Aep.

Ia menilai olahraga memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang sehat sekaligus mempererat hubungan sosial. Melalui kegiatan seperti Fun Run, masyarakat dapat berolahraga bersama dalam suasana yang santai, meriah, dan penuh kebersamaan.

Selain Fun Run, rangkaian kegiatan juga dirangkaikan dengan Deklarasi Karawang AMAN. Deklarasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komitmen bersama dalam menciptakan Kabupaten Karawang yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif.

Menurut Bupati Aep, keamanan dan kenyamanan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan. Kondisi tersebut membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, komunitas, organisasi kemasyarakatan, serta generasi muda.

“Karawang AMAN harus menjadi komitmen bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat untuk menjaga Karawang tetap aman, nyaman dan kondusif,” tegasnya.

Deklarasi Karawang AMAN diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan daerah masing-masing, membangun komunikasi yang baik, serta mengedepankan semangat gotong royong dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Semarak Fun Run 3,93K dan Deklarasi Karawang AMAN sekaligus memperlihatkan bahwa rangkaian Hari Jadi ke-393 Kabupaten Karawang tidak hanya berorientasi pada seremoni. Momentum tersebut diarahkan menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, meningkatkan kesadaran hidup sehat, serta memperkuat kepedulian masyarakat terhadap keamanan dan kemajuan daerah.

Dengan mengusung semangat kebersamaan, Pemkab Karawang berharap seluruh rangkaian Hari Jadi ke-393 dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat optimisme dalam membangun Karawang yang semakin maju, sehat, aman, dan sejahtera.

(Emed Tarmedi)

GOKAR dan UMKM Karawang Perkuat Kolaborasi, Syuhada: Masyarakat Jadi Bagian Penting Ekosistem Digital

0

KARAWANG — Kehadiran GOKAR (Go Karawang) dalam pembukaan MOTEKAR Preneur 393 mendapat perhatian langsung dari Bupati Karawang. Momen tersebut terjadi saat Bupati menyapa Founder GOKAR Syuhada Wisastra yang hadir bersama jajaran manajemen dan para driver GOKAR di Lapangan Karangpawitan, Karawang, Sabtu sore (5/9/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Karawang secara spontan memberikan apresiasi terhadap keberadaan GOKAR sebagai salah satu karya dan inovasi yang lahir dari putra daerah Karawang.

“Oh, ini ada dari GOKAR, Go Karawang. Terima kasih Pak Syuhada. GOKAR ya, bukan Gojek ini, GOKAR,” ujar Bupati disambut perhatian peserta.

Bupati kemudian mengajak masyarakat yang hadir untuk memberikan semangat kepada GOKAR melalui seruan, “Hidup GOKAR?” yang langsung dijawab peserta dengan penuh antusias, “Hidup!”

Momen tersebut menjadi perhatian tersendiri karena berlangsung dalam agenda resmi Pemerintah Kabupaten Karawang yang dihadiri unsur Forkopimda, instansi pemerintah, organisasi, dunia usaha, pelaku UMKM serta masyarakat.

Kehadiran GOKAR dalam kegiatan tersebut juga tercermin dalam surat Sekretariat Daerah Kabupaten Karawang tertanggal 4 September 2026. Dalam surat undangan tersebut, pimpinan perusahaan GOKAR Karawang tercantum sebagai salah satu undangan dari unsur organisasi bersama sejumlah organisasi lainnya, di antaranya APINDO Karawang, KADIN Karawang dan HIPMI Karawang.

Founder GOKAR Syuhada Wisastra mengatakan, kehadiran GOKAR dalam MOTEKAR Preneur 393 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan lebih luas aplikasi transportasi online yang dikembangkan oleh putra daerah Karawang.

Menurut Syuhada, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan GOKAR kepada masyarakat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara GOKAR dan pelaku UMKM di Kabupaten Karawang.

“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar menghadiri bazar. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi GOKAR dengan UMKM Karawang,” kata Syuhada.

Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem ekonomi lokal yang saling mendukung antara teknologi transportasi online, pelaku UMKM dan masyarakat.

Syuhada juga mengajak masyarakat Karawang untuk mengenal dan menggunakan produk teknologi yang lahir dari kreativitas putra daerah. Menurutnya, keberadaan GOKAR menjadi bukti bahwa masyarakat Karawang memiliki kemampuan untuk melahirkan inovasi digital yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara luas.

“Kami ingin seluruh masyarakat Karawang mengetahui bahwa ada aplikasi transportasi online milik putra daerah Karawang, yaitu GOKAR. Kami ingin karya ini bisa digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai dukungan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem digital lokal. Semakin banyak masyarakat yang mengenal dan menggunakan karya daerah, semakin besar pula peluang bagi inovasi tersebut untuk berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kalau ada karya anak daerah yang hadir untuk masyarakat Karawang, tentu kami berharap masyarakat ikut mendukung, menggunakan dan bersama-sama membesarkannya,” tutur Syuhada.

Menurutnya, apresiasi dan perhatian yang diberikan Bupati Karawang dalam kegiatan MOTEKAR Preneur 393 menjadi energi positif bagi seluruh jajaran GOKAR, termasuk para driver yang berada di lapangan.

“Kami berterima kasih atas ruang dan kesempatan yang diberikan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan membangun GOKAR bersama masyarakat Karawang,” katanya.

Syuhada menegaskan, GOKAR ke depan tidak ingin hanya dikenal sebagai aplikasi transportasi online, tetapi juga diharapkan dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi digital Karawang.

Melalui kolaborasi dengan UMKM, GOKAR diharapkan dapat membuka ruang promosi, memperluas pemasaran, serta memberikan akses layanan digital yang lebih mudah bagi pelaku usaha lokal.

Semangat tersebut, lanjut Syuhada, sejalan dengan nilai MOTEKAR yang mengedepankan sikap Maju, Optimis, Tangguh, Efektif, Kolaboratif, Adaptif dan Responsif.

“GOKAR adalah karya putra daerah. Mari kita bangun bersama, kita gunakan bersama dan kita jadikan bagian dari kemajuan ekonomi Karawang,” pungkasnya.

(Redaksi)

Jokowi dan Prabowo Kompak di Depan Publik, Pengamat Soroti “Kartu Politik” Menuju 2029

0

JAGA JAKARTA — Kedekatan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Prabowo Subianto di ruang publik kerap memperlihatkan hubungan politik yang tetap solid.

Keduanya beberapa kali tampil bersama dan menunjukkan komunikasi yang terlihat hangat.

Namun, di balik kekompakan tersebut, dinamika politik menuju Pemilu 2029 dinilai masih menyimpan banyak kemungkinan.

Masing-masing tokoh disebut memiliki strategi dan kepentingan politik yang belum tentu seluruhnya ditampilkan ke publik.

Pengamat politik Selamat Ginting menilai Jokowi maupun Prabowo sama-sama memiliki “kartu politik” yang bisa dimainkan pada waktu yang dianggap tepat.

Menurutnya, kartu tersebut tidak perlu dibuka sekarang. Perjalanan menuju Pemilu 2029 masih cukup panjang sehingga perubahan konstelasi politik masih sangat mungkin terjadi.

“Jokowi dan Prabowo sama-sama punya kartu politik. Tidak harus dibuka sekarang karena perjalanan menuju 2029 masih panjang,” ujar Selamat Ginting dalam keterangannya.

Ia melihat sejumlah sinyal mengenai strategi politik Jokowi mulai muncul melalui beberapa pernyataannya di ruang publik. Salah satunya adalah ketika Jokowi berbicara mengenai kekuasaan.

Pernyataan tersebut dinilai dapat dibaca sebagai pesan agar kekuasaan dan kewenangan pemerintah tidak digunakan untuk menjatuhkan pihak-pihak tertentu.

Pernyataan itu kemudian dikaitkan dengan posisi Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden.

Terlebih, belakangan isu mengenai wacana pemakzulan Gibran hingga persoalan yang berkaitan dengan riwayat pendidikannya kembali menjadi sorotan dan perbincangan di ruang publik.

Situasi tersebut membuat komunikasi politik antara Jokowi, Prabowo, dan kekuatan politik di sekeliling keduanya menjadi perhatian. Meski hubungan keduanya terlihat harmonis, peta politik menuju 2029 dinilai masih sangat cair.

Dengan waktu menuju Pemilu 2029 yang masih panjang, berbagai manuver politik diperkirakan akan terus bermunculan.

Apa yang terlihat kompak hari ini belum tentu menjadi gambaran akhir konfigurasi politik beberapa tahun mendatang.

Intinya, politik 2029 belum dimulai, tetapi kartu-kartunya sudah mulai terlihat dari balik meja.

Isyana

 

Minggu Pagi Bandung Raya Dihujani Debu, Warga Cimahi hingga Soreang Ikut Terdampak

0

JAGA BANDUNG — Minggu pagi (6/9/2026) terasa berbeda bagi sejumlah warga di wilayah Bandung Raya. Saat hendak memulai aktivitas, warga justru dikejutkan dengan kondisi teras, lantai hingga pagar rumah yang diselimuti debu tipis berwarna gelap.

Pemandangan tersebut sontak menjadi perhatian. Sejumlah warga bahkan membagikan foto kondisi rumah mereka yang terlihat kotor akibat lapisan debu yang diduga merupakan abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Di Kota Cimahi, seorang warga bernama Habil mengaku cukup terkejut ketika membersihkan rumahnya. Meski hanya menyapu sebagian kecil lantai, debu yang terkumpul terlihat cukup pekat.

“Di Cimahi nyapu 10 ubin doang, item banget,” kata Habil.

Fenomena serupa juga dirasakan warga Kabupaten Bandung. Regita, warga Pasirjambu, mengatakan abu terlihat menempel di pagar hingga lantai teras rumahnya.

“Sampai ke Pasirjambu, nempel di pagar rumah. Lumayan, teras rumah juga, cuma sudah disapuin,” ungkap Regita.

Sementara itu, Esha, warga Tegalilat, Soreang, mengaku kondisi tersebut terasa berbeda dibandingkan biasanya. Menurutnya, lapisan debu yang terlihat pada Minggu pagi cukup tebal.

“Biasanya tidak setebal ini, lokasi Tegalilat Soreang,” tutur Esha.

Esha mengatakan, dirinya sebelumnya melihat informasi yang beredar di media sosial mengenai abu vulkanik yang disebut telah mencapai sejumlah wilayah Bandung.

Karena penasaran, ia kemudian mengecek kondisi teras rumah yang masih tertutup sejak malam sebelumnya.

“Kebetulan belum buka-buka pintu dari kemarin malam. Lalu tadi pukul 07.30 WIB lihat postingan abu vulkanik sudah sampai mana saja, iseng cek rumah sendiri. Pas buka pintu seperti pada foto ini ada bagian yang lebih gelap dari biasanya,” jelasnya.

Rasa penasaran itu semakin terjawab ketika Esha menyentuh langsung lapisan yang menempel di permukaan teras. Teksturnya disebut terasa lebih tebal dibandingkan debu rumah biasa.

Fenomena ini membuat warga Bandung Raya meningkatkan kewaspadaan dan memilih membersihkan area rumah yang terdampak.

Namun, terkait sumber pasti material tersebut, warga tetap perlu merujuk pada informasi resmi dari lembaga berwenang seperti PVMBG dan BPBD.

Kondisi tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial, terutama menyangkut aktivitas gunung api dan potensi dampaknya terhadap wilayah yang jauh dari pusat erupsi.

Ichsan

Kades Hj. Sukaesih Dampingi Penyaluran Bantuan Pangan, 734 KPM Terima 30 Kg Beras

0

JAGA KARAWANG — Penyaluran bantuan pangan di Desa Puspasari, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, berlangsung meriah dan penuh antusiasme, Minggu (6/9/2026).

Ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tampak gembira saat menerima bantuan beras yang dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Salah satu penerima manfaat, Ibu Senut, bersama Bapak Zaenal, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima.

734 KPM di Desa Puspasari Terima Bantuan Beras 30 Kg
734 KPM di Desa Puspasari Terima Bantuan Beras 30 Kg

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Pemerintah Desa Puspasari, Muspika Kecamatan Pedes, serta Pemerintah Pusat. Bantuan beras ini sangat membantu meringankan kebutuhan kami sehari-hari,” ungkapnya.

Kepala Desa Puspasari, Hj. Sukaesih, turut hadir mendampingi warga selama proses penyaluran. Kehadirannya menjadi bentuk perhatian pemerintah desa agar pelaksanaan bantuan berjalan tertib dan diterima masyarakat yang berhak.

Sementara itu, Mulyana, Operator SIK-NG Desa Puspasari, menjelaskan bahwa bantuan kali ini diberikan kepada 734 KPM.

“Jumlah penerima bantuan sosial sembako di Desa Puspasari sebanyak 734 KPM. Total beras yang disalurkan mencapai sekitar 22 ton. Masing-masing KPM menerima tiga karung atau setara 30 kilogram beras,” jelas Mulyana.

Proses penyaluran berlangsung tertib dan lancar. Antusiasme warga terlihat sejak bantuan mulai dibagikan hingga seluruh KPM menerima haknya.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah desa, dan unsur kecamatan dalam memastikan bantuan pangan dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rohman

 

Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Menyebar hingga Jakarta dan Jawa Barat

0

JAGA JAKARTA — Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menjadi perhatian. Sebaran abu vulkanik dilaporkan meluas hingga sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat, Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan pemantauan BMKG melalui citra satelit Himawari-9, terdapat dua klaster sebaran abu vulkanik.

Sebaran pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut hingga selatan, mencakup sebagian Jakarta, Banten, Jawa Barat dan wilayah perairan di sekitarnya.

Sementara itu, abu pada ketinggian hingga 50.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut, mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan hingga Samudra Hindia.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan pemantauan terhadap sebaran abu vulkanik terus dilakukan untuk mendukung keselamatan masyarakat dan penerbangan.

“Pembaruan SIGMET terkini mencatat sebaran debu bergerak hingga ketinggian 20.000 kaki ke arah timur serta ketinggian 50.000 kaki ke arah barat,” kata Andri, Minggu (6/9/2026).

Pemprov DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat agar tidak panik. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi pemerintah. Status Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.

“Ikuti informasi resmi, lindungi diri dan keluarga, tetap tenang dan waspada,” demikian imbauan Pemprov DKI melalui BPBD Jakarta.

Masyarakat yang terdampak abu vulkanik disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus bepergian, gunakan masker dan perlindungan yang sesuai untuk mengurangi paparan abu.

Selain itu, masyarakat, wisatawan maupun pendaki diminta tidak mendekati atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

BMKG menyatakan pemantauan dilakukan secara intensif selama 24 jam. Masyarakat diimbau tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengacu pada kanal resmi BMKG, PVMBG serta pemerintah daerah.

Isy

Bantuan Beras 30 Kg Disalurkan, Pemdes Kutagandok Pastikan Berjalan Tertib

0

JAGA KARAWANG — Penyaluran bantuan pangan pemerintah tahun 2026 di Desa Kutagandok, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, berlangsung lancar dan kondusif.

Kegiatan yang berlangsung pada 5–9 September 2026 tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintahan desa dan masyarakat, mulai dari Karang Taruna, Kaur Kesra, jajaran PSM, para kepala dusun hingga RT setempat.

Pengamanan dan pendampingan juga dilakukan oleh Babinmas serta Babinsa Desa Kutagandok.

Bantuan yang disalurkan berupa beras sebanyak 30 kilogram untuk setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Ketua PSM Desa Kutagandok, Husaini Arif Jamil, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut membantu proses penyaluran.

“Program penyaluran bantuan pangan ini didistribusikan melalui Bulog Purwasari. Alhamdulillah, dari Sabtu hingga Rabu, 5 sampai 9 September 2026, berjalan lancar. Babinmas dan Babinsa Desa Kutagandok juga turut mengawal,” ujar Jamil.

Menurutnya, total bantuan yang disalurkan mencapai 4 ton 20 kilogram dengan jumlah penerima sebanyak 1.334 KPM yang tersebar di sejumlah dusun.

Untuk KPM yang berhalangan hadir mengambil bantuan secara langsung, pengambilan dapat diwakilkan oleh anggota keluarga dengan membawa KTP asli serta fotokopi Kartu Keluarga (KK).

Jamil menegaskan, pihaknya terus berupaya memastikan proses pendistribusian berjalan tertib dan bantuan diterima oleh masyarakat yang sesuai dengan data penerima.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kutagandok, H. Bram, mengatakan pemerintah desa pada dasarnya berharap seluruh masyarakat dapat memperoleh bantuan.

Namun, proses penyaluran tetap harus mengikuti ketentuan dan prosedur yang telah ditetapkan.

“Semua pemerintah desa pasti berharap semua warga mendapatkan bantuan pangan ini. Tetapi semuanya ada aturan dan prosedur yang tidak bisa serta-merta diubah,” kata Bram.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Kutagandok, H. Mamat Karmat, S.E. Ia mengaku bersyukur karena proses pendistribusian bantuan pangan hingga saat ini berjalan tanpa kendala berarti.

“Saya atas nama Kepala Desa Kutagandok mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan pangan 2026. Semoga dari awal hingga akhir penyaluran ini berjalan lancar dan kondusif, tanpa ada permasalahan yang menghambat kegiatan,” tuturnya.

Dengan keterlibatan berbagai unsur serta pengawalan di lapangan, penyaluran bantuan pangan di Desa Kutagandok diharapkan dapat terus berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran.

Azzumar

Diplomasi Energi Indonesia–Rusia Didorong Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan  

0

JAKARTA — Diplomasi energi Indonesia dengan Rusia dinilai memiliki peluang strategis untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Kerja sama kedua negara perlu diarahkan tidak hanya pada perdagangan komoditas, tetapi juga investasi, transfer teknologi, pembangunan infrastruktur, dan hilirisasi industri, Minggu (6/9/2026).

Pandangan tersebut disampaikan Dr. Anggawira dalam opini berjudul “Diplomasi Energi Indonesia–Rusia: Dari Vladivostok Menuju Ketahanan Energi dan Pangan” yang dimuat di Investor.id. Menurutnya, kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Vladivostok dalam rangka menghadiri Eastern Economic Forum ke-11 menjadi momentum penting memperkuat hubungan strategis Indonesia dan Rusia.

Kehadiran Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan utama dinilai bukan sekadar simbol diplomatik, tetapi menunjukkan semakin strategisnya Rusia sebagai mitra Indonesia dalam diversifikasi ekonomi dan energi. Intensitas pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sekitar 15 bulan terakhir juga mencerminkan pergeseran hubungan menuju kemitraan yang lebih konkret.

Anggawira menilai diplomasi energi semakin penting karena kebutuhan Indonesia terhadap minyak, gas, LPG, dan bahan baku industri terus meningkat, sementara produksi domestik menghadapi berbagai keterbatasan. Di tengah ketidakpastian geopolitik global, Indonesia membutuhkan diversifikasi sumber pasokan agar tidak bergantung pada satu jalur atau mitra tertentu.

Salah satu sektor potensial adalah gas dan Liquefied Natural Gas (LNG). Rusia memiliki cadangan, produksi, teknologi, dan infrastruktur gas yang besar, sedangkan Indonesia menghadapi tantangan geografis karena lokasi sumber gas tidak selalu berdekatan dengan pusat industri dan konsumsi. LNG dapat menjadi instrumen untuk memperkuat fleksibilitas distribusi energi nasional.

Kerja sama LNG Indonesia–Rusia dapat mencakup pasokan jangka menengah dan panjang, investasi, transfer teknologi, pembangunan terminal, fasilitas penyimpanan, hingga infrastruktur regasifikasi. Namun, Indonesia dinilai tidak boleh hanya menjadi pembeli, melainkan harus memastikan kerja sama tersebut menghasilkan peningkatan kapasitas industri dan kemampuan perusahaan nasional.

Pasokan LNG Rusia juga dapat ditempatkan sebagai swing supply atau pasokan penyeimbang ketika kebutuhan domestik meningkat maupun terjadi gangguan pasokan global. Kebijakan tersebut tetap harus berjalan bersama dengan percepatan pengembangan lapangan gas nasional, jaringan pipa, serta optimalisasi sumber gas domestik.

Menurut Anggawira, gas tidak hanya berfungsi sebagai bahan bakar pembangkit listrik, tetapi juga menjadi bahan baku penting bagi industri pupuk, petrokimia, metanol, baja, keramik, kaca, dan manufaktur. Karena itu, kepastian volume, harga, dan pasokan gas harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi industrialisasi nasional.

Sektor pupuk juga menjadi titik temu antara diplomasi energi dan ketahanan pangan. Rusia merupakan salah satu produsen pupuk utama dunia, sementara Indonesia masih membutuhkan pasokan pupuk kalium dan sejumlah bahan baku dari luar negeri. Pada 2025, nilai impor pupuk Indonesia dari Rusia diperkirakan mencapai hampir US$700 juta.

Kerja sama pupuk karena itu perlu dikembangkan melampaui transaksi jual-beli. Indonesia dapat mendorong kontrak pasokan jangka panjang, investasi bersama, pembangunan fasilitas produksi atau pengolahan di dalam negeri, serta transfer teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri pupuk nasional.

Anggawira menegaskan kerja sama strategis dengan Rusia sebaiknya diarahkan dari pola perdagangan komoditas menuju industrialisasi bersama. Agenda yang dapat dikembangkan antara lain peningkatan produksi lapangan migas tua, pembangunan infrastruktur LNG dan penyimpanan energi, investasi kilang dan petrokimia, industri pupuk, teknologi migas, riset, serta pengembangan sumber daya manusia.

Meski memiliki peluang besar, kerja sama tersebut tetap harus memperhitungkan risiko geopolitik, termasuk potensi sanksi internasional, sistem pembayaran, asuransi, transportasi, ketersediaan kapal, serta aspek kepatuhan terhadap ketentuan internasional. Setiap kesepakatan harus melalui perhitungan keekonomian dan mitigasi risiko yang matang agar memberikan manfaat optimal bagi kepentingan nasional.

Gagasan Presiden Prabowo bahwa Samudra Pasifik bukan pemisah, melainkan “jalan raya ekonomi” Indonesia–Rusia, menurut Anggawira perlu diterjemahkan menjadi konektivitas nyata melalui pelayaran, penyimpanan, distribusi, dan sistem pembayaran yang efisien. Dengan strategi tersebut, diplomasi Indonesia–Rusia diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi dan pangan sekaligus mendorong investasi, transfer teknologi, hilirisasi, dan industrialisasi nasional.

(Emed Tarmedi)

Janwar Ingatkan Kader H. Mulyana Jangan Terpancing Provokasi Jelang Pilkades Bojongsari

0

JAGA BEKASI — Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bojongsari periode 2026–2034 yang dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026, tim pemenangan H. Mulyana Saepul Muslim, S.Pd., mengingatkan seluruh kader dan pendukung untuk tetap menjaga etika, sikap, serta persaudaraan.

Pesan tersebut disampaikan salah satu kader pemenangan, Janwar, Minggu (6/9/2026). Ia menegaskan, perjuangan memenangkan calon harus dilakukan dengan cara-cara yang santun dan tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Jaga sikap, akhlak, dan lisan. Jangan sampai karena kesalahan kita sebagai kader atau pendukung, calon yang kita dukung justru terkena dampaknya,” tegas Janwar.

Menurutnya, Pilkades merupakan bagian dari proses demokrasi di tingkat desa. Karena itu, perbedaan pilihan seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan atau memutus tali silaturahmi.

Janwar juga meminta para pendukung H. Mulyana tidak mudah terpancing isu maupun provokasi yang berkembang selama tahapan Pilkades.

Ia mendorong seluruh kader lebih fokus menyampaikan program, gagasan, rekam jejak, dan hal-hal positif kepada masyarakat.

“Jangan sampai perbedaan pilihan membuat kita saling bermusuhan. Kita semua masih bagian dari masyarakat Bojongsari dan tetap harus menjaga persaudaraan,” ujarnya.

Pesan serupa juga berlaku dalam penggunaan media sosial. Para pendukung diminta menyaring setiap informasi sebelum membagikannya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik di ruang publik.

Dalam Pilkades Bojongsari 2026, dukungan terhadap H. Mulyana Saepul Muslim kembali digaungkan untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode kedua.

Tim pemenangan berharap masyarakat menggunakan hak pilih secara bijak dan menentukan pilihan berdasarkan hati nurani serta pertimbangan yang objektif.

“H. Mulyana Saepul Muslim, lanjutkan di periode kedua. Mohon doa dan dukungannya,” kata Janwar.

Ia berharap seluruh tahapan Pilkades Bojongsari berjalan aman, tertib, dan kondusif hingga hari pencoblosan.

Sebab, kata dia, kemenangan dalam kontestasi politik desa bukan hanya soal memperoleh suara terbanyak, tetapi juga bagaimana seluruh prosesnya tetap menjaga martabat, persaudaraan, dan keharmonisan masyarakat Bojongsari.

Abie FU

Belajar Agroindustri hingga Resolusi Konflik: Perjalanan Pendidikan yang Tidak Linear

0

DEPOK — Perjalanan pendidikan Muhammad Sirod, S.TP., M.Han., menjadi gambaran bahwa proses belajar tidak selalu harus berjalan secara linear. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana Teknologi Industri Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 2002, ia melanjutkan perjalanan profesional di dunia industri, bisnis dan organisasi hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan magister bidang Damai dan Resolusi Konflik di Universitas Pertahanan pada usia 47 tahun, Minggu (6/9/2026).

Menurut Sirod, latar belakang agroindustri dan resolusi konflik memang terlihat berbeda. Agroindustri membentuk cara berpikirnya dalam memahami sistem, proses produksi, teknologi, efisiensi dan pengelolaan sumber daya. Sementara studi resolusi konflik membawanya lebih jauh untuk memahami manusia, relasi sosial, kepentingan, kekuasaan, psikologi, sosiologi, hukum dan negara.

Selepas lulus dari IPB, Sirod menjalani sekitar 13 tahun sebagai profesional dan kemudian sekitar satu dekade sebagai entrepreneur sekaligus CEO. Ia pernah bekerja di perusahaan besar seperti Unilever dan AVK Valves dari Denmark, serta menghadapi dinamika perusahaan yang lebih kecil. Berbagai pengalaman tersebut memberinya pembelajaran praktis yang tidak selalu diperoleh di ruang kuliah.

Dalam dunia profesional, ia mempelajari pemilihan teknologi, spesifikasi produk, penjadwalan proyek, analisis biaya, penjualan, pemahaman terhadap pelanggan, kepemimpinan dan kemampuan menggerakkan orang. Dari sana ia menyadari bahwa teknologi yang baik tidak otomatis menghasilkan bisnis yang baik, sementara strategi yang bagus juga tidak menjamin implementasi berjalan efektif karena di dalamnya terdapat manusia, organisasi, kepentingan, komunikasi dan pengambilan keputusan.

Ketika menjadi entrepreneur, ruang belajarnya semakin luas. Kesalahan membaca pasar, memilih orang, mengelola arus kas maupun mengambil keputusan investasi dapat langsung memberikan konsekuensi terhadap perusahaan. Bagi Sirod, entrepreneurship bukan sekadar keberanian mengambil risiko, tetapi kemampuan membaca peluang, mengorganisasi sumber daya, membangun kepercayaan, menjual gagasan dan mengambil keputusan dalam kondisi informasi yang tidak lengkap.

Pengalaman tersebut kemudian membuatnya semakin menyadari bahwa banyak persoalan tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan teknis. Proyek dengan desain yang baik dapat ditolak masyarakat, organisasi dengan aturan yang jelas tetap dapat mengalami konflik internal, dan kebijakan pemerintah yang rasional dapat menghadapi benturan kepentingan ketika diterapkan di lapangan.

Pertanyaan mengenai mengapa manusia mengambil keputusan, mengapa kelompok dengan kepentingan berbeda sulit mencapai kesepakatan dan mengapa konflik dapat berulang akhirnya mendorong Sirod mempelajari resolusi konflik. Baginya, bidang tersebut menjadi ruang untuk memahami sisi manusia yang selama ini belum menjadi fokus utama dalam perjalanan akademik dan profesionalnya.

Studi resolusi konflik kemudian melengkapi cara pandangnya terhadap sistem. Jika agroindustri mengajarkannya memahami sistem produksi, pengalaman profesional membentuk pemahaman tentang organisasi dan pasar, sementara dunia usaha mengajarkannya mengambil keputusan dan menghadapi risiko, maka resolusi konflik membantunya memahami manusia yang berada di dalam seluruh sistem tersebut.

Sirod juga menilai ilmu resolusi konflik semakin relevan di tengah perkembangan teknologi, artificial intelligence (AI) dan media sosial. AI mampu membantu manusia mencari informasi, menganalisis data, menyusun dokumen dan menghasilkan konten, tetapi keputusan mengenai kepentingan yang harus diprioritaskan, membangun kepercayaan, mengelola perbedaan serta menyelesaikan konflik tetap membutuhkan kemampuan manusia.

Perubahan media sosial juga membuat kemampuan komunikasi semakin penting. Setiap orang kini dapat membangun audiens dan menyampaikan gagasan tanpa harus memiliki perusahaan media. Namun, pengaruh tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membuat konten, melainkan juga kemampuan memahami audiens, menyusun pesan, membangun kredibilitas dan mempertanggungjawabkan informasi. Hal tersebut berkaitan erat dengan kepemimpinan, kewirausahaan, organisasi dan resolusi konflik.

Dari perjalanan tersebut, Sirod tidak lagi melihat identitas profesional sebagai sesuatu yang harus ditempatkan dalam satu kotak. Latar belakang agroindustri, pengalaman industri, kewirausahaan, organisasi, komunikasi, kepemimpinan hingga resolusi konflik justru menjadi rangkaian pengalaman yang saling melengkapi. Ia menyebut proses tersebut sebagai connecting the dots, ketika berbagai pengalaman yang awalnya terlihat tidak berhubungan akhirnya membentuk kemampuan yang utuh.

Sirod menegaskan bahwa menjadi multidisiplin bukan berarti mengetahui segala sesuatu secara dangkal. Seseorang tetap membutuhkan kompetensi utama yang kuat, kemudian membangun kemampuan untuk menghubungkannya dengan bidang lain. Menurutnya, semakin kompleks persoalan yang dihadapi, semakin sulit menyelesaikannya hanya dengan satu disiplin ilmu.

Kepada generasi muda, Sirod berpesan agar tidak terlalu cepat menganggap pilihan pertama akan menentukan seluruh perjalanan hidup. Kompetensi harus dibangun, pengalaman perlu dicari, kemampuan bekerja dengan orang lain harus dilatih, dan ruang untuk berubah harus tetap terbuka. “Bukan karena saya merasa sudah mengetahui semuanya, tetapi karena pengalaman justru membuat saya semakin sadar bahwa masih banyak hal yang perlu dipahami,” ujarnya.

Perjalanan pendidikan dan kehidupan Sirod pada akhirnya menunjukkan bahwa belajar tidak mengenal batas usia dan tidak selalu mengikuti jalur yang lurus. Dari agroindustri ia belajar memahami sistem, dari dunia profesional belajar mengenai organisasi dan pasar, dari bisnis belajar mengambil keputusan serta mengelola risiko, dari organisasi belajar menghadapi beragam kepentingan, dan melalui resolusi konflik ia belajar memahami manusia. Seluruh pengalaman tersebut menjadi bekal untuk terus belajar, mengambil keputusan dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.

(Emed Tarmedi)

Jelang Pilkades Bojongsari, Tim H. Mulyana Ajak Pendukung Jaga Suasana Tetap Kondusif

0

JAGA BEKASI — Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bojongsari periode 2026–2034, tim pemenangan H. Mulyana Saepul Muslim, S.Pd., terus memperkuat komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat.

Salah satunya melalui kegiatan malam keakraban bersama kader dan warga Kampung Poncol RT 005/004, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Sabtu (5/9/2026) malam.

Kegiatan dikemas secara sederhana dan santai. Para kader dan warga berdiskusi sekaligus makan bersama untuk mempererat kebersamaan menjelang pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa.

Dengan Pilkades serentak Kabupaten Bekasi yang dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026, konsolidasi di tengah masyarakat semakin intens dilakukan oleh masing-masing pendukung calon.

Salah satu kader pemenangan H. Mulyana, Janwar, mengajak seluruh pendukung untuk tetap menjaga keamanan, persaudaraan dan keharmonisan warga.

“Pertemuan malam minggu ini sengaja kami kemas dengan acara makan bareng dan silaturahmi santai agar hubungan emosional antara kader dan warga semakin erat. Sekaligus memastikan situasi di lingkungan kita tetap aman, damai, dan kondusif,” ujar Janwar.

Menurutnya, perbedaan pilihan dalam Pilkades merupakan hal yang wajar. Karena itu, para pendukung diminta tidak mudah terpancing isu atau provokasi yang berpotensi menimbulkan ketegangan di masyarakat.

“Kita jangan terpancing dengan situasi yang sekiranya berdampak negatif kepada calon kita. Mari kita hadapi pemilihan ini dengan kepala dingin, santun, dan fokus pada pemenangan,” tambahnya.

Janwar menegaskan, semangat memenangkan calon harus tetap dibarengi dengan sikap dewasa dan menghormati pilihan masyarakat.

Kegiatan malam keakraban tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama. Para peserta berharap Pilkades Bojongsari dapat berlangsung aman, damai, lancar, dan sukses, tanpa mengganggu kerukunan warga.

Abie FU

 

Bupati Aep Buka Motekar Preneur, Targetkan Omzet UMKM Tembus Rp1 Miliar  

0

KARAWANG — Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. resmi membuka kegiatan Motekar Preneur sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-393 Kabupaten Karawang. Kegiatan yang berlangsung pada 5–12 September 2026 tersebut menjadi ruang promosi sekaligus penguatan pasar bagi pelaku UMKM dan industri lokal.

Motekar Preneur menghadirkan sebanyak 115 stand UMKM dan 30 stand industri yang menampilkan beragam produk unggulan masyarakat Karawang. Produk yang dipamerkan meliputi kuliner, fesyen, kerajinan, produk kreatif hingga berbagai produk hasil industri.

Bupati Aep mengatakan, pelaksanaan Motekar Preneur tidak sekadar menjadi bagian dari kemeriahan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393, tetapi harus mampu memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat sebagai konsumen sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan ruang promosi dan pemasaran bagi produk lokal Karawang.

“Ini bukan hanya sekadar bazar. Kita ingin UMKM Karawang semakin naik kelas, produknya semakin dikenal, dan tentunya memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat,” ujar Bupati Aep.

Ia menegaskan, pengembangan UMKM membutuhkan inovasi, kreativitas dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dunia industri serta masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 yang mendorong masyarakat untuk terus bergerak maju, tangguh, kreatif, inovatif dan berdaya saing.

Bupati Aep mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Motekar Preneur. Menurutnya, keterlibatan puluhan pelaku UMKM dan industri menunjukkan bahwa potensi ekonomi lokal Karawang terus tumbuh dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

Ia optimistis perputaran ekonomi selama pelaksanaan kegiatan dapat memberikan hasil positif bagi para pelaku usaha. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Karawang menargetkan omzet UMKM selama Motekar Preneur mencapai Rp1 miliar.

“Target kita omzet UMKM bisa mencapai Rp1 miliar selama kegiatan ini. Saya optimistis karena produk yang ditampilkan sangat beragam dan masyarakat juga kita ajak untuk berbelanja produk-produk UMKM Karawang,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati Aep menilai keberpihakan terhadap UMKM merupakan bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. UMKM tidak hanya berperan sebagai penggerak aktivitas perdagangan, tetapi juga menjadi salah satu sektor yang membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Karena itu, Pemkab Karawang berkomitmen untuk terus membuka akses promosi, pemasaran dan kolaborasi bagi pelaku UMKM. Produk lokal diharapkan tidak hanya mampu bersaing di tingkat daerah, tetapi juga semakin dikenal dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Bupati Aep juga mengajak masyarakat untuk turut menyukseskan Motekar Preneur dengan datang langsung dan membeli produk-produk yang ditawarkan para pelaku UMKM dan industri lokal.

“Kalau bukan kita yang membeli dan menggunakan produk lokal, siapa lagi. Mari kita ramaikan Motekar Preneur dan bersama-sama kita dorong UMKM Karawang agar semakin maju, mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya.

Pelaksanaan Motekar Preneur diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Karawang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem UMKM, meningkatkan transaksi, memperluas pemasaran produk lokal serta menggerakkan perekonomian masyarakat.

Dengan semangat Motekar, Pemerintah Kabupaten Karawang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berinovasi, menciptakan peluang dan berkolaborasi dalam membangun ekonomi daerah yang semakin kuat, mandiri dan berdaya saing.

(Emed Tarmedi)

H. Dudu Sumbali Hadiri Maulid Nabi di Rawagebang, Jemaah Membludak

0

JAGA BEKASI — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis Taklim Nurul Iman, Kampung Rawagebang, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, berlangsung meriah dan khidmat, Sabtu (5/9/2026).

Ratusan jemaah, mayoritas ibu-ibu pengajian, memadati lokasi acara. Tingginya antusiasme membuat tempat kegiatan bahkan tak mampu menampung seluruh jemaah yang hadir.

Kepala Desa Tanjungbaru, H. Dudu Sumbali, S.H., turut menghadiri kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Dudu sempat mencairkan suasana dengan candaan terkait padatnya agenda keagamaan di wilayah Desa Tanjungbaru.

“Besok juga ada dua acara seperti sekarang, masih di Desa Tanjungbaru. Makanya saya bingung mau di mana dulu,” ujar Dudu disambut tawa jemaah.

Sebelum memasuki rangkaian acara inti yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, para jemaah terlebih dahulu disuguhi jamuan makan siang dengan konsep prasmanan yang disiapkan panitia.

Tak hanya berasal dari Kampung Rawagebang dan sekitarnya, jemaah juga datang dari sejumlah desa tetangga di wilayah Kecamatan Cikarang Timur.

Pengasuh Majelis Taklim Nurul Iman, KH. Drs. Burhanudin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jemaah yang telah hadir serta menjaga kekompakan dalam kegiatan tersebut.

Kemeriahan Maulid Nabi tahun ini semakin terasa dengan hadirnya penceramah asal Banten yang dikenal luas di media sosial, Ustadz Ahmad Royani Al-Bantani, atau yang akrab disapa Ustadz Ruhay.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Ruhay mengajak jemaah untuk terus meneladani akhlak Rasulullah SAW, salah satunya dengan menjaga ucapan dan hubungan baik dengan sesama.

Ia secara khusus mengingatkan jemaah agar tidak mudah membicarakan keburukan orang lain.

“Jangan suka menggibah orang lain, tetangga,” tegas Ustadz Ruhay di hadapan para jemaah.

Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam tausiyah yang disampaikan secara lugas dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Seluruh rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung lancar, penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Kegiatan kemudian resmi ditutup sekitar pukul 12.00 WIB.

(Abie FU)

Ribuan Warga Padati Karangpawitan, Bupati Aep Ajak Masyarakat Perkuat Kebersamaan dan Kehidupan Keagamaan

0

KARAWANG — Ribuan masyarakat memadati Lapangan Karangpawitan, Kabupaten Karawang, untuk mengikuti kegiatan Karawang Mengaji dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-393 Kabupaten Karawang, Jumat (4/9/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum kebersamaan masyarakat dalam memperingati hari jadi daerah melalui kegiatan keagamaan.

Karawang Mengaji dihadiri langsung Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karawang, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Karawang.

Suasana Lapangan Karangpawitan tampak dipenuhi masyarakat yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Karawang Mengaji berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan, terlebih dengan hadirnya Ustaz Hanan Attaki yang memberikan tausiah kepada ribuan jamaah yang hadir.

Dalam sambutannya, Bupati H. Aep Syaepuloh menyampaikan rasa syukur karena Kabupaten Karawang telah memasuki usia ke-393 tahun. Ia menyebut perjalanan 393 tahun bukanlah waktu yang singkat, melainkan perjalanan panjang yang diwarnai sejarah, perjuangan, pembangunan, serta kebersamaan masyarakat dari berbagai generasi.

Menurut Bupati Aep, peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai hal yang telah dilakukan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun Karawang pada masa mendatang.

“Usia 393 tahun tentu bukan waktu yang sebentar. Ini merupakan perjalanan panjang yang penuh dengan sejarah, perjuangan, dan kebersamaan masyarakat Karawang,” ujar Bupati Aep dalam sambutannya.

Bupati Aep menegaskan, Pemerintah Kabupaten Karawang bersama seluruh jajaran akan terus berupaya memberikan pelayanan publik yang semakin baik, mudah, dan mampu memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. Ia berharap pembangunan yang dilaksanakan pemerintah dapat terus menjawab kebutuhan serta meningkatkan kualitas kehidupan warga.

Selain pembangunan dan pelayanan publik, Bupati Aep menilai penguatan kehidupan keagamaan juga menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat. Karena itu, kegiatan Karawang Mengaji diharapkan tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat keimanan, silaturahmi, persaudaraan, serta kepedulian antarsesama.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap tingginya antusiasme masyarakat yang hadir, termasuk banyaknya generasi muda. Menurutnya, keterlibatan anak-anak muda dalam kegiatan keagamaan merupakan hal positif yang perlu terus didorong agar generasi penerus memiliki karakter yang kuat dan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita jadikan momentum Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 ini sebagai milik kita bersama. Mari kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang positif, penuh kebersamaan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata  Bupati Aep.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep juga menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Ustaz Hanan Attaki di Kabupaten Karawang. Ia menyebut masyarakat telah lama menantikan kehadiran sang penceramah untuk kembali memberikan tausiah di tengah masyarakat Karawang.

Bupati Aep mengungkapkan, sebelumnya banyak masyarakat yang menanyakan kapan Ustaz Hanan Attaki kembali hadir di Karawang. Menurutnya, antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan yang memberikan ruang bagi pembinaan spiritual dan penguatan kehidupan keagamaan.

Bupati Aep turut mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Karawang, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung berbagai kegiatan daerah. Ia menilai kolaborasi tersebut harus terus dipelihara karena menjadi kekuatan penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Karawang.

Melalui momentum Hari Jadi ke-393 ini, Bupati Aep mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong. Ia berharap seluruh rangkaian peringatan hari jadi dapat menjadi energi positif untuk membawa Karawang menuju daerah yang semakin maju, aman, religius, dan sejahtera.

“Di usia Karawang yang ke-393 tahun ini, kita berharap Karawang semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, pendidikannya semakin baik, ekonominya semakin kuat, dan kehidupan sosial serta keagamaannya semakin baik,” pungkasnya.

(Emed Tarmedi)

Irigasi Kedungjaya Dipenuhi Sampah, Dedi Mulyadi Langsung Turunkan Alat Berat

0

JAGA KARAWANG — Keluhan warga terkait saluran irigasi yang dipenuhi sampah dan eceng gondok di Dusun Tegalamba, RT 006/RW 002, Desa Kedungjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, akhirnya mendapat respons cepat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Laporan yang sebelumnya viral di media sosial tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan satu unit alat berat dan satu armada mobil dinas dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat untuk melakukan pembersihan saluran irigasi.

Bantuan tersebut merupakan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang dikenal warga dengan sapaan “Bapak Aing”.

Kepala Desa Kedungjaya, Tarjan Sujana, menyampaikan apresiasi atas respons cepat tersebut.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dedi Mulyadi, Bapak Aing, yang begitu responsif menanggapi keluhan kami terkait saluran irigasi yang menumpuk sampah dan eceng gondok,” ujar Tarjan.

Menurutnya, bantuan alat berat sangat membantu proses pembersihan, mengingat tumpukan sampah dan eceng gondok di saluran irigasi cukup mengganggu kelancaran aliran air.

Tarjan menjelaskan, pemerintah desa bersama perangkat desa, petani, serta Muspika Kecamatan Cibuaya sebenarnya rutin melakukan gotong royong membersihkan saluran tersebut.

Namun, persoalan kembali muncul karena sampah dari wilayah hulu terus terbawa aliran air hingga menumpuk di wilayah Desa Kedungjaya.

“Setiap hari kami bersama perangkat desa, para petani, dan Muspika Kecamatan Cibuaya turut serta bergotong royong membersihkan saluran irigasi. Namun sampah terus mengalir masuk ke wilayah kami,” katanya.

Ia menyebut posisi Desa Kedungjaya yang berada di bagian hilir membuat wilayahnya kerap menjadi tempat berkumpulnya sampah yang terbawa dari hulu.

Karena itu, Tarjan mengajak masyarakat dari wilayah hulu hingga hilir untuk ikut menjaga kebersihan saluran irigasi dan tidak menjadikannya sebagai tempat pembuangan sampah.

“Saya berharap dari hulu sampai hilir semua ikut menjaga saluran irigasi. Jangan membuang sampah sembarangan, agar air tetap lancar dan bermanfaat bagi pertanian kita,” pesannya.

Pembersihan ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga mendorong kesadaran bersama untuk menjaga saluran irigasi secara berkelanjutan.

Pasalnya, kelancaran irigasi menjadi salah satu faktor penting bagi para petani di wilayah Karawang dalam menjaga produktivitas pertanian.

Ahmad Saeroji

Nurhali, S.Pd.I. (Mandor Ali) Maju Bakal Calon Kepala Desa Kertajaya: Dari Kertajaya, Untuk Kertajaya, Bersama Kita Bisa

0

JAGA KARAWANG – Semangat baru dan harapan kemajuan kembali hadir di Desa Kertajaya, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang. Nurhali, S.Pd.I., yang akrab disapa Mandor Ali, secara resmi tampil sebagai bakal calon Kepala Desa Kertajaya dengan semangat besar untuk membawa desanya menuju kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Mengusung tema “Saatnya Kertajaya Maju & Sejahtera”, Nurhali menyampaikan bahwa langkahnya maju sebagai calon kades bukan ambisi pribadi, melainkan panggilan hati untuk mengabdi dan membangun desa tercinta.

“Dari Kertajaya, Untuk Kertajaya, Bersama Kita Bisa.” — Nurhali, S.Pd.I. (Mandor Ali)

Prinsip utama yang diusungnya tertuang dalam empat pilar pelayanan: Melayani dengan Hati, Inovatif & Transparan, Bersama Membangun, serta Untuk Desa yang Maju. Nurhali menegaskan bahwa kepemimpinan nantinya akan berlandaskan pada kepedulian, amanah, dan pengalaman yang telah ia miliki selama ini.

“Bersama kita bangun desa, untuk Kertajaya yang lebih baik. Setiap langkah, setiap kebijakan harus bermuara pada kesejahteraan warga Desa Kertajaya. Tidak ada lagi jarak antara pemerintah desa dan masyarakat — kita adalah satu keluarga yang saling bahu-membahu,” ujarnya.

Dikenal sebagai sosok yang berpengalaman dan siap mengabdi, Nurhali menyampaikan permohonan tulus kepada seluruh warga Desa Kertajaya:

“Mohon doa restu dan dukungannya. Berikan saya kesempatan untuk mengabdi, membangun, dan membawa Kertajaya menuju masa depan yang lebih maju, adil, dan sejahtera.”

Kini, warga Desa Kertajaya menantikan pesta demokrasi Pilkades yang akan datang, di mana pilihan warga akan menentukan arah pembangunan desa ke depan. Nurhali berkomitmen, jika terpilih, akan bekerja secara transparan, akuntabel, dan selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. (Rohman)

Kejari Karawang Tetapkan 4 Petinggi PT BAS Tersangka KPR Fiktif, Kerugian Negara Rp237 Miliar

0

JAGA KARAWANG — Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang menetapkan empat petinggi pengembang perumahan PT Bumi Artha Sedayu (BAS) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) fiktif pada salah satu Bank Himbara Kantor Cabang Karawang.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi sekurang-kurangnya dua alat bukti yang cukup. Tiga tersangka bahkan langsung ditahan pada Kamis (3/9/2026) malam.

Keempat tersangka masing-masing berinisial VY, Direktur PT BAS; HJ, General Manager Sales Marketing periode 2020–2024; OH, Sales Manager periode 2020–2024; dan HH, Manager KPR periode 2020–2024.

Kepala Kejari Karawang, Dedy Irwan Virantama, mengatakan perkara tersebut berkaitan dengan dugaan penyaluran KPR fiktif pada periode 2021 hingga 2024.

“Penyidik menetapkan empat tersangka berdasarkan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang cukup atas dugaan korupsi penyaluran KPR periode 2021 hingga 2024,” ujar Dedy.

Dedy mengungkapkan, dugaan KPR fiktif tersebut terjadi pada proyek perumahan Kartika Residence dan Citra Swarna Grande milik PT BAS di wilayah Klari, Karawang.

Menurutnya, modus yang dilakukan diduga berlangsung secara sistematis. Tersangka VY disebut menginstruksikan pembentukan tim khusus bernama “Tim Batik”.

Tim tersebut diduga bertugas memanipulasi berbagai dokumen calon debitur, mulai dari data pekerjaan, slip gaji hingga rekening koran.

Manipulasi tersebut diduga dilakukan untuk membuat calon konsumen yang memiliki catatan buruk dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK tetap dapat mengajukan dan memperoleh fasilitas KPR.

Selain itu, penyidik juga menduga adanya penggunaan debitur topengan atau pinjam nama dalam proses pengajuan kredit.

Tak berhenti di manipulasi dokumen, manajemen PT BAS juga diduga memberikan suap kepada oknum pejabat maupun pegawai Bank Himbara KC Karawang untuk memuluskan persetujuan kredit. Kasus tersebut disebut menimbulkan kerugian keuangan negara yang tidak sedikit.

Berdasarkan perhitungan sementara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kerugian negara mencapai Rp237.078.338.982,50 yang berasal dari 445 debitur.

“Berdasarkan hasil perhitungan sementara BPK, kasus ini menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp237.078.338.982,50 yang berasal dari 445 debitur,” kata Dedy.

Untuk kepentingan penyidikan, tiga tersangka yakni VY, OH dan HH resmi ditahan di Lapas Kelas IIA Karawang selama 20 hari, terhitung mulai 3 hingga 22 September 2026.

Sementara itu, tersangka HJ belum menjalani pemeriksaan karena mangkir dari panggilan pertama penyidik.

“Sampai jam saat ini, terhadap HJ telah dilakukan pemanggilan secara patut, namun tidak hadir pada hari ini. Selanjutnya kita akan melakukan pemanggilan kedua untuk yang bersangkutan. Tentunya panggilan nanti sebagai panggilan tersangka,” jelas Dedy.

Dalam proses penyidikan, Kejari Karawang telah memeriksa 271 saksi, termasuk ahli pidana dan ahli keuangan negara.

Penyidik juga telah menyita 495 barang bukti, di antaranya sertifikat tanah dan bangunan, bukti elektronik hingga uang tunai yang berada pada rekening escrow.

Kejari Karawang memastikan perkara tersebut masih terus dikembangkan. Penyidik tidak hanya membidik pihak pengembang, tetapi juga mendalami dugaan keterlibatan oknum internal Bank Himbara KC Karawang.

“Kami masih terus mendalami pihak-pihak lain yang bertanggung jawab atas perkara ini, termasuk pihak perbankan yang diduga melakukan penyimpangan dalam pelaksanaan tugas penyaluran KPR bagi pembeli rumah PT BAS,” tegas Dedy.

Atas dugaan perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 603 juncto Pasal 20 huruf a atau c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Kasus ini masih dalam tahap penyidikan, dan Kejari Karawang menyatakan masih membuka kemungkinan adanya pihak lain yang akan dimintai pertanggungjawaban hukum.

H. Nurjaman HR Resmi Daftar Pilkades Karyamulya, Bawa Tekad Perkuat Pelayanan dan Ekonomi Warga

0

JAGA KARAWANG — Bursa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karyamulya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, mulai memanas. Sejumlah nama mulai bermunculan, salah satunya H. Nurjaman HR, S.E. yang resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Kepala Desa Karyamulya untuk periode mendatang.

Kehadiran H. Nurjaman di Sekretariat Panitia Pilkades Karyamulya disambut hangat jajaran panitia. Penyerahan berkas tersebut menjadi langkah awal dirinya untuk ikut dalam kontestasi politik desa yang diprediksi bakal berlangsung cukup dinamis.

Usai menyerahkan dokumen pendaftaran, H. Nurjaman menyampaikan bahwa keputusannya maju bukan semata-mata untuk mengejar jabatan. Ia mengaku membawa niat pengabdian serta keinginan untuk mendorong perubahan di berbagai sektor.

“Niat saya murni untuk mengabdi dan membawa Desa Karyamulya ke arah yang lebih baik, baik dari segi pelayanan publik, infrastruktur, maupun pemberdayaan ekonomi warga,” tegas H. Nurjaman.

Dengan latar belakang pendidikan di bidang ekonomi, H. Nurjaman menilai tata kelola pemerintahan desa harus dikelola secara profesional, transparan dan akuntabel.

Menurutnya, potensi lokal yang dimiliki Desa Karyamulya perlu terus dikembangkan agar dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang cepat, terbuka dan mudah diakses masyarakat. Selain pembangunan fisik, pemberdayaan ekonomi warga disebut menjadi salah satu perhatian yang ingin didorong apabila nantinya mendapat kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, tahapan Pilkades Karyamulya saat ini masih berjalan. Panitia pemilihan tengah melakukan proses verifikasi terhadap berkas administrasi para bakal calon sebelum nantinya menetapkan calon resmi yang berhak mengikuti tahapan pemungutan suara.

Munculnya H. Nurjaman HR menambah warna dalam bursa Pilkades Karyamulya. Kini, perhatian masyarakat mulai tertuju pada siapa saja kandidat yang akan benar-benar lolos sebagai calon resmi dan bagaimana visi-misi mereka dalam membawa Karyamulya ke depan.

Aef

Rano Karno Kembali Daftar Pilkades Baturaden, Siap Lanjutkan Program Pembangunan Desa

0

JAGA KARAWANG — Petahana Kepala Desa Baturaden, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Rano Karno, kembali menyatakan kesiapannya untuk maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) mendatang.

Rano Karno resmi menyerahkan berkas pendaftaran kepada Panitia Pilkades Baturaden. Langkah tersebut menjadi penanda bahwa dirinya siap kembali berkontestasi sekaligus melanjutkan pengabdian kepada masyarakat setelah menyelesaikan masa jabatan sebelumnya.

Keputusan untuk kembali maju, menurut Rano Karno, tidak lepas dari dorongan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga Desa Baturaden yang memintanya melanjutkan berbagai program yang masih menjadi pekerjaan bersama.

“Masih ada beberapa program prioritas infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi warga yang perlu kita tuntaskan bersama. Saya berterima kasih atas kepercayaan masyarakat dan siap melanjutkan amanah ini,” ujar Rano Karno saat menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia.

Ia menegaskan, jika kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat, pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi warga menjadi salah satu perhatian yang akan terus didorong.

Bagi Rano Karno, Pilkades bukan sekadar ajang perebutan kursi kepala desa, tetapi momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan Baturaden ke depan.

Saat ini, tahapan Pilkades Baturaden memasuki proses verifikasi berkas bakal calon hingga tahapan penetapan calon oleh panitia pemilihan.

Dengan kembali masuknya Rano Karno dalam bursa pencalonan, dinamika politik desa diperkirakan semakin menarik.

Masyarakat pun mulai menaruh perhatian terhadap siapa saja kandidat yang nantinya akan ditetapkan sebagai calon kepala desa.

Di tengah proses tersebut, masyarakat Baturaden berharap seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan aman, tertib, transparan, demokratis, dan kondusif, sehingga siapapun yang terpilih nantinya mampu membawa Desa Baturaden semakin maju dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Pilkades Baturaden pun kembali menjadi panggung bagi masyarakat untuk menentukan siapa yang dipercaya memimpin desa untuk periode berikutnya.

Aef

Kekeringan Mengancam Sawah, Kades Kedungjaya Tarjan Sujana Turun Langsung Normalisasi Irigasi

0

JAGA KARAWANG — Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, mulai menjadi perhatian serius.

Kondisi minimnya pasokan air membuat para petani harus mencari berbagai cara agar kebutuhan air untuk persawahan tetap terpenuhi.

Merespons kondisi tersebut, pemerintah desa bersama para petani di wilayah Kecamatan Cibuaya melakukan gotong royong atau gorol dengan membersihkan dan menormalisasi saluran irigasi.

Di Desa Kedungjaya, kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Desa Kedungjaya, Tarjan Sujana, bersama perangkat desa, petani, serta Muspika Kecamatan Cibuaya.

Sekretaris Desa Kedungjaya, Kacim alias Rere, mengatakan kekeringan air memang tengah dirasakan para petani di wilayahnya. Karena itu, pihak desa berupaya turun langsung dan melakukan pembersihan saluran secara rutin.

“Benar, di wilayah kami lahan pertanian dan persawahan sedang menghadapi kekeringan air. Kepala Desa kami, Tarjan Sujana, bersama perangkat desa, para petani, serta didampingi Muspika Kecamatan Cibuaya, hampir setiap hari melakukan kegiatan gorol saluran air,” ujar Kacim alias Rere.

Menurutnya, pemerintah desa juga terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan maupun dinas terkait untuk mencari langkah penanganan agar pasokan air ke areal persawahan bisa kembali optimal.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan respons. Berdasarkan pengajuan dan koordinasi pemerintah desa bersama pihak kecamatan, dua unit alat berat diturunkan untuk membantu proses normalisasi saluran irigasi di wilayah Desa Kedungjaya.

“Alhamdulillah, dua unit alat berat sudah turun ke wilayah kami untuk proses normalisasi saluran. Meski demikian, aliran air di saluran masih belum mencukupi dan kekeringan masih terasa,” ungkapnya.

Kacim berharap intervensi tersebut tidak berhenti pada normalisasi saluran saja. Menurutnya, persoalan kekeringan membutuhkan solusi yang lebih menyeluruh agar keberlangsungan pertanian masyarakat Cibuaya tetap terjaga.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah merespons keluhan dan aspirasi para petani.

“Terima kasih kepada Camat Cibuaya, Sekcam Cibuaya, Bupati Karawang, serta Pemerintah Pusat yang telah mendengar aspirasi kami dan menurunkan dua unit alat berat sekaligus di desa kami,” katanya.

Ia berharap persoalan pasokan air segera teratasi sehingga para petani tidak terus dihantui kekeringan dan dapat kembali menggarap sawah dengan lebih tenang.

“Kami sangat berharap permasalahan kekeringan air ini dapat segera menemukan solusi yang tepat, sehingga para petani dapat kembali bercocok tanam dengan tenang dan panen tetap terjaga,” pungkas Kacim alias Rere.

Ahmad Sahroji

 

H. Engkos Koswara Ucapkan Selamat kepada Hilal Firmansyah, Ketua KADIN Kabupaten Bogor

0

KARAWANG — Ketua DPC Satria Banten Kabupaten Karawang, H. Engkos Koswara, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Hilal Firmansyah atas jabatan barunya sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bogor.

Ucapan tersebut disampaikan H. Engkos Koswara sebagai bentuk dukungan dan apresiasi atas amanah baru yang dipercayakan kepada Hilal Firmansyah untuk memimpin KADIN Kabupaten Bogor.

H. Engkos Koswara berharap Hilal senantiasa diberikan kelancaran, kekuatan, serta keberkahan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Ketua KADIN Kabupaten Bogor.

Menurutnya, kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa KADIN Kabupaten Bogor semakin solid, progresif, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia usaha dan perekonomian daerah.

“Selamat dan sukses kepada Bapak Hilal Firmansyah atas jabatan barunya sebagai Ketua KADIN Kabupaten Bogor. Semoga senantiasa diberikan kelancaran, kekuatan dan keberkahan dalam menjalankan amanah,” ujar H. Engkos Koswara.

Ia berharap Hilal mampu membangun komunikasi dan sinergi yang kuat dengan para pelaku usaha, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Bogor.

H. Engkos Koswara menilai keberadaan KADIN memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan iklim usaha yang kondusif, serta meningkatkan daya saing para pelaku usaha.

Ia juga berharap kepemimpinan Hilal dapat menghadirkan berbagai program dan terobosan yang memberikan manfaat bagi dunia usaha sekaligus mendukung peningkatan perekonomian masyarakat.

“Semoga KADIN Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Pak Hilal semakin solid, progresif dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia usaha serta perekonomian daerah,” katanya.

H. Engkos Koswara menambahkan, sinergi antara organisasi dunia usaha, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat perlu terus diperkuat agar pembangunan ekonomi daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Menurutnya, hubungan baik antardaerah dan antarlembaga juga menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dengan kepemimpinan baru tersebut, H. Engkos Koswara berharap KADIN Kabupaten Bogor semakin mampu menjalankan fungsi dan perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan dunia usaha.

“Atas nama DPC Satria Banten Kabupaten Karawang, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Hilal Firmansyah. Semoga amanah dalam menjalankan tugas dan membawa KADIN Kabupaten Bogor semakin maju,” pungkas H. Engkos Koswara.

(Emed Tarmedi)

Jelang HUT ke-81 TNI, 25 Prajurit Koramil Rawamerta Turun Langsung Revitalisasi SMKN 1 Rawamerta

0

KARAWANG — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang akan diperingati pada 5 Oktober 2026, sebanyak 25 personel Koramil 0403/Rawamerta, Kodim 0604/Karawang, turun langsung membantu proses revitalisasi pembangunan di SMKN 1 Rawamerta, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan sekaligus wujud nyata pengabdian prajurit kepada masyarakat. Personel TNI bersama para pekerja bahu-membahu dalam mendukung proses pembangunan fasilitas sekolah.

Para prajurit terlihat terlibat langsung dalam sejumlah pekerjaan di lokasi pembangunan. Kehadiran mereka juga menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat gotong royong serta kemanunggalan TNI dengan masyarakat.

Danramil 0403/Rawamerta, Kapten Inf Dani Rustandi, mengatakan keterlibatan personel dalam kegiatan revitalisasi sekolah merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pendidikan.

“Kami ingin kehadiran TNI bisa memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan. Melalui kegiatan ini, kami ikut membantu mendukung pembangunan sekolah,” ujar Dani.

Menurut Dani, semangat gotong royong merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pembinaan teritorial. Karena itu, prajurit TNI di wilayah terus didorong untuk hadir dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia berharap dukungan yang diberikan personel Koramil dapat membantu kelancaran proses revitalisasi SMKN 1 Rawamerta sehingga fasilitas pendidikan yang dibangun dapat segera dimanfaatkan oleh para siswa.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Rawamerta, Icar Rahmat Hidayat, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi yang terjalin antara pihak sekolah dengan jajaran TNI, khususnya Koramil 0403/Rawamerta dan Kodim 0604/Karawang.

“Alhamdulillah, pada tahun 2026 SMKN 1 Rawamerta mendapatkan bantuan revitalisasi pembangunan dari Kementerian Pendidikan,” kata Icar.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan ruang praktik bagi siswa, terutama untuk menunjang kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor.

Menurut Icar, keberadaan ruang praktik yang memadai sangat dibutuhkan untuk mendukung proses pembelajaran siswa SMK. Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas kegiatan praktik sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik kepada peserta didik.

Icar menambahkan, selama proses pembangunan berlangsung, personel TNI, khususnya Babinsa, turut melakukan monitoring dan pengawasan secara rutin. Kehadiran Babinsa dinilai membantu memastikan proses pembangunan berjalan sesuai dengan rencana.

“Setiap minggu Babinsa dari Kodim Karawang melakukan monitoring dan pengawasan terhadap jalannya pembangunan. Mudah-mudahan sinergi antara sekolah dan TNI terus terjalin dalam mendukung pembangunan,” pungkasnya.

Kegiatan revitalisasi tersebut menjadi gambaran nyata sinergi TNI dan masyarakat dalam mendukung peningkatan sarana pendidikan. Di tengah momentum menyambut HUT ke-81 TNI, kehadiran 25 prajurit Koramil 0403/Rawamerta di SMKN 1 Rawamerta diharapkan semakin memperkuat semangat gotong royong serta memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Karawang.

(Emed Tarmedi)

Nani Komalasari Nyatakan Siap Bertarung di Pilkades Amansari, UMKM hingga Infrastruktur Jadi Prioritas

0

JAGA KARAWANG — Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, mulai memunculkan sejumlah nama. Salah satunya Nani Komalasari, yang menyatakan diri maju sebagai calon Kepala Desa Amansari untuk periode 2026–2032.

Nani membawa semangat perubahan dengan menawarkan sejumlah program yang berorientasi pada pelayanan masyarakat, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi hingga tata kelola pemerintahan desa yang transparan.

Menurut Nani, kemajuan desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas pelayanan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Salah satu fokus yang diusung Nani adalah peningkatan pelayanan publik. Ia berkomitmen menghadirkan pelayanan yang cepat, ramah, transparan, serta tidak mempersulit masyarakat dengan birokrasi yang berbelit.

Selain itu, Nani ingin mendorong terciptanya Desa Amansari yang bersih, sehat dan nyaman melalui peningkatan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, kesehatan warga serta penataan wilayah desa.

Di sektor ekonomi, penguatan UMKM menjadi salah satu perhatian. Potensi usaha masyarakat dinilai perlu mendapatkan ruang, pendampingan dan fasilitasi agar mampu berkembang serta memberikan dampak terhadap perekonomian warga.

Tak hanya itu, pembangunan sarana dan prasarana juga masuk dalam program yang ditawarkan, mulai dari jalan, saluran air, fasilitas umum, sarana ibadah hingga fasilitas pendidikan.

Nani juga menekankan pentingnya transparansi dalam menjalankan pemerintahan desa. Menurutnya, masyarakat harus dilibatkan dalam pembangunan dan memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi.

“Mohon doa dan dukungan dari seluruh warga Desa Amansari. Saya siap bekerja keras, tulus, dan bersinergi bersama BPD, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta seluruh warga untuk mewujudkan Desa Amansari yang lebih baik, maju, dan bermartabat,” ujar Nani Komalasari.

Ia berharap momentum Pilkades Amansari menjadi ruang bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang mampu bekerja dan membawa desa menuju arah pembangunan yang lebih baik.

Dengan membawa gagasan pelayanan prima, pemberdayaan ekonomi, pembangunan infrastruktur serta pemerintahan yang transparan, Nani menyatakan kesiapannya untuk mengabdi dan bersama-sama masyarakat mendorong Desa Amansari menjadi lebih maju, sejahtera dan bermartabat.

Rohman

Job Fair Khusus Desil 1-3, Pemkab Karawang Pangkas Biaya Pencari Kerja

0

KARAWANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap lapangan pekerjaan. Salah satunya melalui penyelenggaraan Job Fair khusus masyarakat desil 1-3 yang digelar di Aula Husni Hamid, Karawang, Selasa (2/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Karawang ke-393. Job fair ini secara khusus menyasar masyarakat kelompok desil 1 sampai 3, sehingga kesempatan memperoleh pekerjaan diharapkan semakin terbuka bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan lebih dalam mengakses dunia kerja.

Bagi sebagian pencari kerja, mendapatkan pekerjaan bukan sekadar mencari informasi lowongan dan mengirimkan lamaran. Ada berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi, mulai dari dokumen administrasi, biaya transportasi hingga pemeriksaan kesehatan. Bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi, biaya tersebut dapat menjadi kendala tersendiri.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Karawang berupaya memangkas sejumlah hambatan tersebut dengan menyediakan berbagai layanan pendukung secara gratis. Di antaranya Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), kartu kuning atau AK1, serta pemeriksaan kesehatan bagi para pencari kerja.

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. mengatakan, pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan memperoleh kemudahan sejak tahap awal proses rekrutmen.

“Hari ini kita menggelar job fair khusus untuk masyarakat desil 1 sampai 3. Kita ingin memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan, sekaligus membantu mereka agar tidak terbebani biaya dalam proses mencari kerja,” kata Bupati Aep.

Menurutnya, penyediaan layanan secara gratis merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Dengan demikian, persoalan biaya administrasi tidak menjadi penghalang bagi pencari kerja untuk mengikuti proses rekrutmen perusahaan.

“SKCK gratis, kartu kuning gratis, cek kesehatan juga gratis. Ini bentuk keberpihakan pemerintah agar masyarakat, khususnya yang masuk desil 1 sampai 3, bisa mendapatkan kesempatan kerja tanpa terkendala biaya administrasi,” ujarnya.

Bupati Aep menegaskan, persoalan pengangguran tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu program. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha dan berbagai pihak terkait untuk mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan tenaga kerja yang tersedia.

Karawang sebagai salah satu kawasan industri besar di Jawa Barat memiliki potensi lapangan kerja yang cukup luas. Namun, menurut Aep, peluang tersebut harus dipastikan dapat diakses oleh masyarakat Karawang, termasuk mereka yang berasal dari kelompok ekonomi bawah.

Selain job fair khusus desil 1-3, Pemkab Karawang juga telah membuka job fair umum yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Hingga saat ini, tercatat sekitar 2.300 pelamar telah mengikuti proses rekrutmen dalam kegiatan tersebut.

Tingginya jumlah pelamar menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap lapangan pekerjaan masih sangat besar. Karena itu, pemerintah daerah tidak ingin penyelenggaraan job fair berhenti pada kegiatan mempertemukan perusahaan dan pencari kerja.

“Kita ingin setiap kegiatan job fair benar-benar menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Ukurannya bukan hanya berapa banyak yang datang melamar, tetapi berapa banyak yang akhirnya diterima dan bisa bekerja,” tutur Aep.

Ia berharap semakin banyak masyarakat Karawang yang terserap ke dunia kerja, semakin besar pula peluang peningkatan pendapatan keluarga. Pada akhirnya, kondisi tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus membantu menekan angka pengangguran di Kabupaten Karawang.

“Harapan kita sederhana, masyarakat mendapatkan pekerjaan, penghasilan meningkat, dan kesejahteraan keluarga juga ikut meningkat. Pemerintah hadir untuk membuka jalan, dan kesempatan ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya,” kata Aep.

Job fair khusus masyarakat desil 1-3 menjadi salah satu bentuk nyata Pemkab Karawang dalam memaknai usia ke-393 tahun Kabupaten Karawang. Peringatan hari jadi tidak hanya dimaknai sebagai perayaan bertambahnya usia daerah, tetapi juga sebagai momentum menghadirkan manfaat dan kesempatan yang lebih nyata bagi masyarakat.

Melalui pembukaan akses kerja sekaligus pengurangan beban biaya bagi pencari kerja, Pemkab Karawang berharap semakin banyak masyarakat, khususnya kelompok desil 1-3, dapat memperoleh kesempatan masuk ke dunia kerja, meningkatkan pendapatan, dan membangun kehidupan ekonomi keluarga yang lebih baik.

(Emed Tarmedi)

Silaturahmi Jadi Titik Awal, Hidayat Deklarasikan Niat Maju sebagai Calon Kades Telukbango

0

JAGA KARAWANG — Keluarga besar Hidayat menggelar silaturahmi bersama tokoh masyarakat dan warga Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Rabu (2/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung di kediaman H. Darna Sutrisna tersebut menjadi momentum Hidayat menyampaikan niatnya untuk maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Telukbango periode 2026–2034.

Suasana silaturahmi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Sejumlah tokoh masyarakat serta warga turut hadir untuk memberikan doa dan dukungan atas langkah yang akan ditempuh Hidayat.

Tokoh masyarakat Desa Telukbango, Husen Sag, menyampaikan apresiasi terhadap niat Hidayat untuk ikut dalam kontestasi Pilkades.

“Saya mewakili masyarakat Desa Telukbango memberikan apresiasi dan dukungan kepada Bapak Hidayat yang berniat maju menjadi Kepala Desa. Kami mengenal beliau sebagai sosok yang jujur, rendah hati, dan peduli terhadap warga,” ujar Husen.

Menurutnya, kehadiran sosok yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Desa Telukbango.

“Semoga niat baik ini menjadi langkah awal kemajuan desa kita. Jika nanti dipercaya memimpin, kami berharap Hidayat dapat membawa Telukbango semakin maju, sejahtera, dan masyarakatnya makmur,” katanya.

Sementara itu, Hidayat dalam sambutannya mengatakan keputusan untuk maju sebagai calon kepala desa bukan semata-mata untuk mengejar jabatan, melainkan didorong keinginan untuk mengabdi kepada masyarakat.

Dengan penuh kerendahan hati, Hidayat juga meminta doa, restu, serta dukungan dari keluarga dan masyarakat Desa Telukbango.

“Berdasarkan dorongan hati serta dukungan keluarga dan masyarakat, saya berniat maju sebagai calon Kepala Desa Telukbango. Insyaallah, saya akan mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Telukbango,” tutur Hidayat.

Hidayat menegaskan, apabila nantinya mendapat amanah dari masyarakat, dirinya ingin menjalankan pemerintahan desa dengan mengedepankan kerja keras, kejujuran, keterbukaan dan kebersamaan.

Ia juga berkomitmen menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

“Saya tidak menjanjikan hal-hal yang muluk-muluk. Yang saya janjikan adalah kerja keras, kejujuran, keterbukaan, dan kebersamaan,” tegasnya.

Hidayat juga menyampaikan komitmennya agar anggaran desa dapat dikelola secara transparan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Setiap rupiah anggaran desa akan saya pastikan kembali berputar untuk kesejahteraan warga Telukbango,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak menjadikan kontestasi Pilkades sebagai alasan untuk terjadinya perpecahan.

“Tidak ada lagi perpecahan, tidak ada lagi perbedaan. Kita adalah satu keluarga besar Telukbango. Dengan semangat gotong royong, kita akan membangun desa yang adil, makmur, dan diridhoi Allah SWT,” ucapnya.

Silaturahmi kemudian ditutup dengan doa bersama. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal Hidayat dalam menyampaikan niat politiknya sekaligus mempererat hubungan dengan keluarga, tokoh masyarakat, dan warga Desa Telukbango.

Suryani

Proyek Jalan Pajaten–Jayamulya Rp189,4 Juta Diduga Lambat, Warga Minta PUPR Tak Tinggal Diam

0

JAGA KARAWANG — Proyek peningkatan dan pengaspalan ruas jalan Pajaten–Jayamulya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, mulai menjadi sorotan.

Pekerjaan yang dikerjakan CV Mutiara Jaya tersebut dinilai belum menunjukkan progres yang berarti di lapangan.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan ini memiliki nilai kontrak Rp189.465.000., bersumber dari APBD Kabupaten Karawang. Kontrak ditandatangani pada 6 Agustus 2026 dengan masa pelaksanaan 60 hari kalender.

Dengan durasi tersebut, pekerjaan ditargetkan rampung pada awal Oktober 2026.Namun, pantauan di lokasi menunjukkan progres pekerjaan disebut masih belum signifikan.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran warga, terutama karena ruas Pajaten–Jayamulya menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi di wilayah tersebut.

Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan berharap proyek tersebut tidak sekadar mengejar target penyelesaian, tetapi juga menghasilkan kualitas jalan yang benar-benar baik.

“Kami berharap proyek ini selesai tepat waktu dan hasilnya benar-benar berkualitas. Jalan ini sangat dibutuhkan warga untuk aktivitas sehari-hari maupun saat musim panen. Semoga kontraktor bekerja sesuai jadwal dan tidak molor,” ujarnya.

Sorotan warga bukan tanpa alasan. Dengan nilai proyek yang mencapai ratusan juta rupiah, publik tentu berharap pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara serius, transparan, dan sesuai spesifikasi teknis.

Jika progres di lapangan memang mengalami keterlambatan, persoalannya bukan hanya soal cepat atau lambatnya pekerjaan. Pengawasan terhadap kualitas pekerjaan juga menjadi hal yang tidak boleh dikesampingkan.

Dinas PUPR Kabupaten Karawang sebagai pemilik pekerjaan diminta tidak hanya menunggu laporan administrasi dari kontraktor.

Pengawasan di lapangan harus dilakukan secara aktif untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai kontrak, metode kerja, spesifikasi, serta jadwal yang telah ditetapkan.

Apabila ditemukan deviasi progres, pihak terkait dinilai perlu segera melakukan evaluasi dan memberikan teguran sesuai ketentuan kontrak.

Pasalnya, masyarakat membutuhkan jalan yang selesai tepat waktu, berkualitas, dan benar-benar bisa dimanfaatkan, bukan proyek yang baru dikebut menjelang batas akhir pekerjaan.

Hingga berita ini diterbitkan, CV Mutiara Jaya selaku kontraktor pelaksana maupun Dinas PUPR Kabupaten Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait progres pekerjaan tersebut.

Publik kini menunggu: apakah proyek jalan bernilai Rp189,4 juta itu mampu selesai sesuai target, atau justru menyisakan pekerjaan yang molor dan tanda tanya soal kualitas?

Rohman

Minggon Desa Amansari Fokus Susun Tatib Pilkades, Pemdes Tekankan Demokrasi yang Tertib dan Transparan

0

JAGA KARAWANG — Pemerintah Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, mulai mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dengan membahas penyusunan tata tertib (tatib) penyelenggaraan Pilkades.

Pembahasan tersebut dilakukan melalui kegiatan Minggon Desa yang digelar di Aula Kantor Desa Amansari pada 2 September 2026.

Forum ini dihadiri Kepala Desa Amansari H. Hanapi bersama jajaran perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), panitia Pilkades, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Penyusunan tatib menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan pelaksanaan Pilkades memiliki aturan yang jelas dan dapat dipahami seluruh pihak.

Sejumlah poin dibahas dalam forum tersebut, mulai dari mekanisme pencalonan, hak pilih masyarakat, tata cara pemungutan dan penghitungan suara, hingga ketentuan kampanye.

Aturan tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi panitia sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat dalam mengikuti seluruh tahapan Pilkades.

Kepala Desa Amansari, H. Hanapi, mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mengawal proses Pilkades sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat diperlukan agar pesta demokrasi di tingkat desa dapat berlangsung aman, tertib, transparan, dan tetap menjaga kondusivitas.

“Kami berharap seluruh warga Desa Amansari dapat bersama-sama menjaga ketertiban dan mengawal proses ini, agar Pilkades yang akan datang berjalan lancar, aman, dan menghasilkan pemimpin yang dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar H. Hanapi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan menghindari potensi konflik selama tahapan Pilkades berlangsung.

Dengan penyusunan tatib yang dilakukan secara matang, Pemerintah Desa Amansari berharap seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan proses demokrasi yang jujur, transparan, berkeadilan, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Minggon Desa tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan Pilkades yang damai dan berintegritas di Desa Amansari.

Aef

Pastikan Tak Menyimpang dari Juknis, Kodim 0509 Bekasi Perkuat Pengawasan MBG  

0

KABUPATEN BEKASI — Komando Distrik Militer (Kodim) 0509/Kabupaten Bekasi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bekasi akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan memastikan pelaksanaan MBG di Kabupaten Bekasi berjalan sesuai aturan serta petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan, Senin (31/8/2026).

Komandan Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, Letkol Inf Michael Ronald Simbolon, S.I.P., M.H.I., memastikan unsur TNI siap terlibat dalam pengawasan pelaksanaan MBG bersama Forkopimda dan instansi terkait.

Pengawasan akan dilakukan secara langsung di lapangan. Kodim 0509/Kabupaten Bekasi bersama unsur terkait akan melaksanakan patroli serta inspeksi mendadak (sidak) ke dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program MBG di wilayah Kabupaten Bekasi.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap SPPG menjalankan proses penyediaan makanan sesuai ketentuan. Pengawasan tidak hanya melihat makanan yang telah sampai kepada penerima manfaat, tetapi juga mencermati proses sejak pengolahan, pengemasan hingga pendistribusian.

Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam pengawasan, di antaranya kebersihan dan kondisi dapur, proses pengolahan makanan, kualitas dan kelayakan makanan, pemenuhan standar pelayanan, proses distribusi serta ketepatan sasaran penerima manfaat.

Tidak boleh ada pelaksanaan MBG yang menyimpang dari juknis. Setiap tahapan harus memenuhi standar yang telah ditetapkan agar program pemerintah tersebut berjalan aman, tertib dan memberikan manfaat sesuai tujuan.

Pengawasan tersebut sekaligus menjadi langkah mitigasi terhadap berbagai potensi persoalan dalam pelaksanaan MBG, termasuk aspek keamanan pangan, kebersihan, kualitas makanan, distribusi dan ketepatan sasaran. Langkah ini juga dilakukan sebagai upaya mengantisipasi berbagai isu dan evaluasi yang berkembang secara nasional terkait penyelenggaraan MBG, sehingga potensi persoalan dapat diketahui dan ditangani sejak dini.

Kodim 0509/Kabupaten Bekasi juga akan menggandeng Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan pengawasan. Koordinasi dengan BGN diperlukan agar pemantauan dan setiap temuan di lapangan dapat ditindaklanjuti sesuai aturan serta kewenangan masing-masing.

Apabila dalam pelaksanaan patroli dan sidak ditemukan adanya ketidaksesuaian, kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan koordinasi bersama pihak terkait untuk dilakukan tindak lanjut dan perbaikan.

Pengawasan dilakukan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan setiap penyelenggara MBG menjalankan tanggung jawabnya sesuai standar yang berlaku. Setiap temuan di lapangan harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program.

Pembentukan Satgas Pengawasan MBG menunjukkan adanya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, BGN dan unsur terkait dalam memastikan program berjalan secara tertib, aman dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pengawasan secara langsung juga menjadi instrumen untuk memperoleh gambaran faktual mengenai pelaksanaan MBG di lapangan. Hasil pemantauan selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan koordinasi dan evaluasi apabila ditemukan kendala atau ketidaksesuaian.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan program pemerintah yang menyangkut kebutuhan gizi masyarakat. Karena itu, aspek keamanan pangan, kualitas makanan, kebersihan, ketepatan distribusi dan kepatuhan terhadap juknis menjadi perhatian utama dalam pelaksanaannya.

Kodim 0509/Kabupaten Bekasi bersama Forkopimda akan memperkuat sinergi dengan BGN dan pengelola SPPG agar pengawasan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui pembentukan Satgas ini, pengawasan terhadap pelaksanaan MBG di Kabupaten Bekasi akan dilakukan secara lebih terarah dan terukur. Patroli dan sidak menjadi bagian dari upaya memastikan program berjalan sesuai ketentuan serta menjaga kualitas dan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaannya.

Kodim 0509/Kabupaten Bekasi menegaskan komitmennya untuk mendukung pengawasan MBG secara aktif bersama Forkopimda dan BGN, sehingga program tersebut dapat berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, aman, tertib dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.

(Emed Tarmedi)

Ridwan dan Chris Prianto Kolaborasi Kuat, Dorong Kemajuan Kecamatan Cibuaya

0

JAGA KARAWANG — Sinergi antara Camat Cibuaya, Ridwan, dan Sekretaris Camat Cibuaya, Chris Prianto, dinilai menjadi salah satu penggerak dalam mendorong kemajuan wilayah Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

Keduanya disebut aktif berkoordinasi dalam menangani berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat. Aspirasi dari warga maupun pemerintah desa kemudian diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Karawang untuk mendapatkan penanganan melalui dinas terkait.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pertanian. Sejumlah persoalan infrastruktur penunjang pertanian, termasuk kebutuhan air dan normalisasi saluran, mulai mendapat perhatian dan penanganan secara bertahap.

Kolaborasi Ridwan-Chris Prianto, Aspirasi Warga Cibuaya Mulai Banyak Terwujud
Kolaborasi Ridwan-Chris Prianto, Aspirasi Warga Cibuaya Mulai Banyak Terwujud

Kolaborasi tersebut juga melibatkan unsur Muspika Kecamatan Cibuaya dan pemerintah desa se-Kecamatan Cibuaya.

Dukungan Pemerintah Kabupaten Karawang di bawah kepemimpinan Bupati Karawang, H. Aep Syaepulloh, turut dinilai mempercepat realisasi sejumlah aspirasi masyarakat.

Pemuda Kecamatan Cibuaya, Ahmad Alexa, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.

“Berkat kolaborasi yang baik dari Pemerintahan Kecamatan Cibuaya beserta Pemerintahan Desa, semuanya bahu-membahu bekerja keras demi kemajuan Kecamatan Cibuaya,” ujar Ahmad Alexa.

Menurutnya, sejumlah kebutuhan masyarakat mulai mendapat perhatian, mulai dari persoalan air untuk pertanian, pengerahan alat berat untuk normalisasi saluran, hingga pembangunan infrastruktur.

“Mulai dari kendala air di sektor pertanian, turunnya alat berat untuk normalisasi saluran, hingga pembangunan infrastruktur jalan, gedung sekolah, dan Pasar Baru, semuanya berjalan berkat pengajuan dari tingkat desa dan kecamatan yang saling melengkapi,” katanya.

Ahmad menambahkan, aspirasi tersebut kemudian disampaikan kepada Bupati Karawang melalui perangkat daerah terkait. Menurutnya, respons dari pemerintah daerah membuat sejumlah usulan mulai direalisasikan secara bertahap.

Ia berharap sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta Pemkab Karawang dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Terima kasih kepada Camat Cibuaya, Sekcam Cibuaya, seluruh Pemerintahan Desa se-Kecamatan Cibuaya, serta Bupati dan Wakil Bupati Karawang yang telah responsif mendengar aspirasi masyarakat dan merealisasikan secara bertahap setiap pengajuan yang telah disampaikan,” tutup Ahmad.

Rohman

Kombes Tri Suhartanto Jabat Kapolresta Bandung, Gantikan Aldi Subartono

0

JAGA BANDUNG — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi besar-besaran terhadap sejumlah perwira menengah (pamen) di lingkungan Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar).

Salah satu posisi yang mengalami pergantian adalah Kapolresta Bandung. Jabatan tersebut kini dipercayakan kepada Kombes Pol Tri Suhartanto.

Mutasi tersebut tertuang dalam tiga Surat Telegram Kapolri tertanggal Minggu, 30 Agustus 2026, masing-masing bernomor ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026.

Tri Suhartanto sebelumnya menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya TK III Kortastipidkor Polri. Ia menggantikan Kombes Pol Aldi Subartono, yang selanjutnya menjalani pendidikan Sespimti Dikreg ke-36 T.A. 2026.

Selain pergantian Kapolresta Bandung, rotasi juga terjadi di sejumlah posisi strategis Polda Jabar.

Jabatan Kabid Propam Polda Jabar kini diisi Kombes Pol Mochamad Yoris Maulana Yusuf menggantikan Kombes Pol Adiwijaya.

Sementara posisi Kabidkum dipercayakan kepada Kombes Pol Sri Damar Alam dan Kabidkeu dijabat Kombes Pol Erwin Fardiansyah Tossin.

Di jajaran direktorat operasional, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso ditunjuk sebagai Dirreskrimsus Polda Jabar menggantikan Kombes Pol Wirdharto Hadicaksono yang juga mengikuti pendidikan Sespimti.

Kemudian, posisi Dirpamobvit Polda Jabar ditempati Kombes Pol Wahid Kurniawan, sedangkan jabatan Dirpolairud dipercayakan kepada Kombes Pol R Djarot Agung Riadi.

Rotasi juga menyentuh sejumlah perwira yang mendapat promosi ke luar wilayah Jawa Barat.

AKBP Putu Hendra Binangkari, yang sebelumnya menjabat Wakapolresta Bandung, dipromosikan menjadi Dirreskrimsus Polda Sulawesi Tengah.

Sementara AKBP Hudi Arif, yang sebelumnya menjabat Kasatlantas Polrestabes Bandung, dipercaya menjadi Kapolres Tanggamus.

Adapun AKBP Arwansa dipromosikan menjadi Kapolres Tana Toraja dan AKBP Hotmartua Ambarita dipercaya memimpin Polres Tebing Tinggi.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, rotasi tersebut merupakan bagian dari strategi organisasi untuk melakukan penyegaran sekaligus meningkatkan profesionalisme personel.

“Pembinaan karier yang terarah dan objektif bagi personel. Menghindari kejenuhan bekerja atau potensi penyalahgunaan wewenang. Kebutuhan administratif dan penyesuaian dengan tantangan keamanan yang dinamis,” kata Hendra melalui pesan singkat.

Dengan rotasi tersebut, pergantian sejumlah posisi strategis diharapkan dapat memperkuat kinerja kepolisian sekaligus meningkatkan pelayanan dan respons terhadap dinamika keamanan di wilayah hukum masing-masing.

Ichsan

Kejagung Pamer Uang Rp401,6 Miliar dari PT CNI, Terkait Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

0

JAGA JAKARTA — Kejaksaan Agung (Kejagung) memamerkan uang senilai Rp401.653.737.469,69 yang diserahkan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) terkait perkara dugaan korupsi tata kelola komoditas nikel periode 2017-2020.

Uang tersebut dipamerkan dalam konferensi pers di lobi Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Pantauan di lokasi, uang dalam jumlah besar itu dikemas dalam sejumlah bundel dan dibungkus plastik transparan. Bundel kemudian ditata bertingkat hingga memenuhi hampir seluruh permukaan meja di hadapan jajaran Kejagung.

Di belakang tumpukan uang terpampang papan bertuliskan nominal Rp401.653.737.469,69, lengkap dengan keterangan perkara tata kelola komoditas nikel tahun 2017 hingga 2020.

Sejumlah personel TNI juga terlihat berjaga di sisi kiri dan kanan ruang konferensi pers.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Saiful Bahri Siregar, mengatakan penyidik telah melakukan serangkaian tindakan dalam proses penyidikan perkara tersebut.

Penyidikan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jampidsus Nomor 22/F.2/Fd.2/04/2025 tertanggal 10 April 2025, yang terakhir diperbarui melalui Nomor Prin-104/F.2/Fd.2/11/2025 tertanggal 7 November 2025.

Dalam penyidikan, Kejagung telah memeriksa 116 saksi dan tiga ahli. Penyidik juga menyita 143 dokumen serta melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

“Telah mendapatkan Laporan Hasil Perhitungan (LHP) kerugian negara dari BPKP RI, serta melakukan tindakan penyidikan lainnya,” kata Saiful dalam konferensi pers di Kejagung, Senin (31/8/2026).

Dari hasil penyidikan, Kejagung menemukan dugaan pelanggaran dalam kegiatan pertambangan dan ekspor nikel yang dilakukan PT CNI.

Pada 2017 hingga 2019, PT CNI disebut memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi di Sulawesi Tenggara.

Namun, perusahaan tersebut disebut belum memiliki Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), tetapi telah mengantongi rekomendasi ekspor.

Menurut Saiful, PT CNI kemudian diduga bersama-sama dengan penyelenggara negara mengatur hasil uji kadar nikel agar berada di bawah 1,7 persen untuk memenuhi persyaratan ekspor.

Padahal, berdasarkan ketentuan yang menjadi dasar perkara tersebut, kadar nikel yang menjadi batas persyaratan berada di atas 1,7 persen.

“Bahwa pihak PT CNI dengan menggunakan dokumen yang tidak sah, melakukan ekspor nikel secara tidak sah, mengakibatkan terjadinya kerugian keuangan negara,” jelasnya.

Berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut mencapai Rp401.653.737.469,69.

Saiful menegaskan, penanganan perkara korupsi tidak semata-mata berorientasi pada pemidanaan. Kejagung juga menekankan pentingnya pemulihan kerugian keuangan negara serta perbaikan tata kelola.

Atas dasar tersebut, PT CNI menyerahkan uang sebesar Rp401.653.737.469,69 kepada penyidik Kejagung pada Jumat (28/8/2026) sore.

Uang tersebut kemudian dipamerkan kepada publik dalam konferensi pers sebagai bagian dari upaya Kejagung menunjukkan proses pemulihan keuangan negara dalam perkara dugaan korupsi tata kelola nikel tersebut.

Isy

Prabowo Singgung Kabinet Timor Leste: Penduduk 1 Juta, Menterinya 28

0

JAGA JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi kritik yang menyebut Kabinet Merah Putih terlalu gemuk dan tidak efisien. Prabowo justru membandingkan jumlah anggota kabinet Indonesia dengan kabinet Timor Leste.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan Timor Leste memiliki jumlah penduduk sekitar 1 juta jiwa, namun negara tersebut mempunyai 28 menteri.

“Kabinet yang saya susun pernah dikatakan kabinet gemuk, tidak efisien. Padahal ada negara Timor Leste yang jumlah penduduknya hanya 1 juta, lebih kecil dari banyak provinsi di Indonesia, lebih kecil dari banyak kabupaten di Indonesia,” ujar Prabowo.

Prabowo kemudian membandingkan jumlah penduduk Timor Leste dengan sejumlah daerah di Indonesia.

“Mungkin Kabupaten Bogor jauh lebih besar dari Timor Leste. Banyuwangi, berapa jumlah penduduk Banyuwangi? Mereka hanya 1,1 juta, kabinetnya 28. Kabinetnya Timor Leste 28,” imbuhnya.

Menurut Prabowo, kondisi Indonesia berbeda dengan negara-negara yang memiliki jumlah penduduk jauh lebih sedikit. Indonesia merupakan negara besar dengan populasi yang mendekati 300 juta jiwa.

Ia juga menegaskan bahwa sistem demokrasi Indonesia membuat pemerintah perlu membangun koalisi dengan sejumlah kekuatan politik.

“Kita besar sekali. Karena demokrasi, saya harus berkoalisi. Berkoalisi itu untuk memimpin dan memerintah dan mengurus negara yang sebentar lagi 300 juta orang. Negara keempat terbesar di dunia,” katanya.

Prabowo menilai pemerintahan Indonesia tidak mungkin hanya ditopang oleh satu partai politik.

“Tidak mungkin negara sebesar ini dipimpin hanya satu partai. Kita ini sekarang delapan partai sudah luar biasa efisiennya,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menekankan pentingnya stabilitas politik dalam menjalankan pemerintahan. Menurutnya, pemerintahan membutuhkan kondisi yang tenang agar program-program pembangunan dapat berjalan.

Ia kemudian membandingkan kondisi politik Indonesia dengan sejumlah negara lain, termasuk Jepang dan Inggris.

“Kita lihat di Jepang, walaupun hanya dua partai besar, tapi dalam 5-6 tahun berapa kali ganti Perdana Menteri. Di Inggris dalam lima tahun mungkin 7-8 kali Perdana Menteri,” tuturnya.

“Jadi bagaimanapun pemerintahan membutuhkan stabilitas, ketenangan,” sambungnya.

Sebagai informasi, Kabinet Merah Putih yang dibentuk Prabowo saat awal pemerintahannya beranggotakan 109 menteri, wakil menteri, dan kepala badan ketika dilantik pada Oktober 2024.

Pernyataan Prabowo soal kabinet Timor Leste tersebut sekaligus menjadi respons atas sorotan terhadap besarnya struktur pemerintahan yang dipimpinnya.

Isy

 

Pramono Anung Dorong Atlet Pelajar Jakarta Tembus PON hingga SEA Games dan Asian Games

0

JAGA JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi membuka Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (POPPROV) DKI Jakarta 2026 di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026).

Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa seluruh pertandingan harus menjunjung tinggi sportivitas, keadilan, transparansi, dan disiplin.

“Pertandingan ini ataupun pekan olahraga ini harus berlangsung secara adil, transparan, terbuka, disiplin, dan persaingannya adalah betul-betul persaingan yang baik,” ujar Pramono.

Menurutnya, POPPROV tidak hanya menjadi ajang kompetisi antaratlet pelajar, tetapi juga bagian penting dari proses pembinaan dan pencarian bibit atlet potensial DKI Jakarta.

Ajang tersebut sekaligus menjadi salah satu tahapan awal untuk mempersiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pramono meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama KONI DKI Jakarta serius mempersiapkan para atlet muda agar mampu membawa Jakarta meraih prestasi terbaik, termasuk menargetkan juara umum PON 2028.

“Suatu hari menjadi atlet kebanggaan Jakarta baik di PON, nantinya di SEA Games, Asian Games, bahkan di dunia. Dan mudah-mudahan ini bisa terkabulkan,” katanya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, POPPROV 2026 menjadi sarana untuk mengukur hasil pembinaan atlet pelajar yang selama ini dilakukan di masing-masing wilayah.

Selain mengukur kemampuan atlet, kompetisi ini juga diharapkan dapat menambah pengalaman bertanding sekaligus mempererat silaturahmi antara atlet dan pelatih dari berbagai wilayah di Jakarta.

“POPPROV ini menjadi media untuk mengukur hasil pembinaan atlet pelajar yang selama ini dilaksanakan oleh masing-masing wilayah,” kata Andri.

POPPROV DKI Jakarta 2026 mempertandingkan 20 nomor pertandingan yang berasal dari lima cabang olahraga, yakni bola basket, bola voli, bulu tangkis, sepak bola, dan sepak takraw.

Total peserta mencapai 1.247 orang, terdiri dari 1.049 atlet pelajar dan 198 pelatih yang mewakili lima wilayah kota administrasi serta Kabupaten Kepulauan Seribu.

Pelaksanaan POPPROV 2026 juga mendapat dukungan penuh dari PT Jaya Ancol.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontingen dengan prestasi terbaik, juara umum pertama akan mendapatkan hadiah spesial berupa tiket gratis masuk Ancol dan Dufan.

Dengan ajang ini, Pemprov DKI Jakarta berharap pembinaan olahraga pelajar tidak berhenti pada kompetisi tingkat provinsi, tetapi mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang kelak mengharumkan nama Jakarta hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Isy

Api Mengamuk Saat Warga Terlelap, Rumah di Watubelah Ludes Terbakar

0

JAGA CIREBON — Musibah kebakaran terjadi di Blok Tangkil Gede RT 003/RW 004, Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (31/8/2026) dini hari.

Rumah milik Sadili hangus terbakar saat sebagian besar warga masih terlelap. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai Rp50 juta.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kabupaten Cirebon menerima laporan kebakaran sekitar pukul 03.09 WIB.

Dua menit kemudian, armada Pos Sektor Sumber langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 03.16 WIB.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan api masih berkobar cukup besar ketika petugas tiba di lokasi.

“Armada berangkat pukul 03.11 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 03.16 WIB. Saat petugas datang, api masih menyala cukup besar sehingga langsung dilakukan upaya pemadaman,” ujar Eno.

Bangunan rumah yang sebagian besar menggunakan material kayu membuat api dengan cepat merambat ke seluruh bagian bangunan.

Untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mengantisipasi api merembet ke rumah warga, petugas Pos Sektor Sumber meminta bantuan armada dari Pos Sektor Weru.

Setelah dilakukan penyemprotan intensif, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.49 WIB. Petugas kemudian melakukan pendinginan hingga pukul 04.20 WIB untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Berdasarkan keterangan pemilik rumah, kebakaran diduga berawal dari korsleting listrik di kamar bagian belakang.

Api kemudian merambat ke kamar depan hingga ruang tamu dan menghanguskan seluruh bangunan seluas sekitar 60 meter persegi.

Sejumlah barang milik korban juga ikut terbakar, mulai dari meja, kursi, lemari pakaian, kasur, peralatan dapur hingga kompor gas.

“Bangunan yang terbakar sekitar 60 meter persegi dan tidak ada bagian rumah yang berhasil diselamatkan,” kata Eno.

Proses penanganan melibatkan Regu I Pos Sektor Sumber dan Regu I Pos Sektor Weru, dibantu personel Polsek Sumber, perangkat Kelurahan Watubelah serta warga sekitar.

Meski rumah ludes dilalap api, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Disdamkartan Kabupaten Cirebon kembali mengingatkan masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah.

Pemeriksaan berkala dinilai penting untuk mencegah korsleting yang dapat memicu kebakaran, terutama pada bangunan dengan instalasi listrik yang sudah lama.

Agus

Ledakan Diduga Akibat Kebocoran Gas di Cikarang Utara, Ayah dan Anak Tewas

0

JAGA BEKASI — Enam orang dalam satu keluarga menjadi korban ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas di Kampung Pulo Kapuk, RT 01/RW 05, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dari enam korban, dua orang meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Kabupaten Bekasi. Keduanya merupakan ayah dan anak, yakni Deni Setiawan (36) dan Raihan Alfarizky (7).

Peristiwa tersebut terjadi saat keluarga korban berada di dalam rumah. Dugaan sementara, ledakan bermula dari kebocoran gas ketika ibu korban, Enah, sedang memasak sekaligus menghangatkan nasi.

Keluarga korban, Tami (55), mengatakan Enah sempat meminta bantuan kepada menantunya karena diduga mengetahui adanya kebocoran gas.

“Katanya itu gas ada yang bocor. Dia minta tolong sama menantunya, minta dibenerin,” kata Tami di lokasi kejadian, Sabtu.

Tami yang tinggal tepat di sebelah rumah korban mengaku tidak lama setelah permintaan bantuan tersebut, terdengar suara ledakan cukup keras dari rumah korban.

“Satu kali meledak. Pokoknya meledak gitu kedengarannya,” ujarnya.

Ledakan tersebut kemudian menyebabkan enam anggota keluarga menjadi korban. Mereka langsung mendapat penanganan medis, namun Deni dan putranya, Raihan, akhirnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar. Dugaan kebocoran gas masih menjadi penyebab awal ledakan, sementara penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Bento

 

Sidak Pompanisasi di Kutawaluya, Mentan Amran dan Bupati Aep Pastikan Bantuan Dimanfaatkan Petani

0

KARAWANG — Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lahan persawahan Desa Sidangsari, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Senin (31/8/2026).

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan mesin pompanisasi yang dikirim pemerintah benar-benar telah terpasang dan dimanfaatkan secara optimal oleh para petani di lapangan. Kunjungan ini sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi persawahan dan potensi kekeringan yang dihadapi petani.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertanian didampingi Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. Keduanya turun langsung meninjau kondisi lahan pertanian sekaligus memastikan ketersediaan pasokan air bagi areal persawahan yang terdampak keterbatasan air.

Mentan Amran menegaskan, persoalan kekeringan tidak cukup hanya dipantau melalui laporan atau dibahas dalam rapat di Jakarta. Pemerintah, kata dia, harus melihat secara langsung kondisi riil yang terjadi di lapangan dan memastikan petani mendapatkan solusi konkret.

“Kita jangan sibuk berdebat, rapat dan seterusnya. Kita lihat langsung lapangan ini,” ujar Mentan Amran saat meninjau lokasi persawahan.

Menurutnya, pengecekan langsung diperlukan untuk memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran, termasuk memastikan lahan pertanian yang membutuhkan air memperoleh dukungan pompanisasi sehingga kegiatan budidaya tetap berjalan.

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menyampaikan bahwa kebutuhan air untuk lahan pertanian di wilayah tersebut telah ditangani melalui bantuan pompanisasi. Keberadaan pompa menjadi sangat penting karena sumber air berada lebih rendah dibandingkan posisi lahan sawah.

“Alhamdulillah, kebutuhan air untuk pertanian sudah ditangani melalui pompanisasi. Sumber air berada lebih rendah dari posisi sawah, sehingga pompa menjadi solusi penting untuk memastikan pasokan air tetap tersedia bagi petani,” ujar Bupati Aep.

Ia menilai pompanisasi merupakan salah satu langkah konkret untuk menghadapi kondisi kemarau, khususnya ketika pasokan air dari saluran irigasi tidak mencukupi. Dengan dukungan tersebut, diharapkan produktivitas lahan pertanian tetap terjaga.

Dalam kesempatan itu, Kecamatan Kutawaluya juga mendapatkan alokasi bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), di antaranya traktor dan pompa. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas petani dalam menghadapi berbagai tantangan produksi di lapangan.

Mentan Amran juga menyampaikan kebijakan strategis terkait pemerataan bantuan alsintan. Pemerintah akan mendorong agar bantuan berupa pompa, traktor dan alat pertanian lainnya tidak hanya terfokus kepada pemilik lahan, tetapi juga dapat diprioritaskan kepada buruh tani yang tidak memiliki sawah namun aktif bekerja di sektor pertanian.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan buruh tani sekaligus memperluas manfaat program modernisasi pertanian. Akses terhadap alsintan dinilai dapat membuka peluang bagi buruh tani untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka.

Untuk mewujudkan pemerataan tersebut, pembentukan kelompok tani menjadi salah satu instrumen penting. Kelompok tani nantinya dapat dikoordinasikan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sehingga pendataan, pengelolaan dan pemanfaatan bantuan dapat dilakukan secara lebih terarah.

Bupati Aep menyambut baik arah kebijakan tersebut. Menurutnya, modernisasi pertanian harus berjalan beriringan dengan pemerataan akses terhadap teknologi dan alsintan, sehingga manfaat pembangunan sektor pertanian dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Ke depan, akses terhadap alsintan harus semakin luas. Petani maupun buruh tani yang memenuhi ketentuan dan benar-benar bergerak di sektor pertanian harus memiliki kesempatan mendapatkan dukungan,” katanya.

Bupati Aep menegaskan bahwa teknologi pertanian tidak boleh hanya dinikmati oleh kelompok tertentu. Pemerataan bantuan alsintan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, menekan biaya usaha tani dan pada akhirnya mendorong peningkatan kesejahteraan petani serta buruh tani.

“Bismillah, dengan pompanisasi, alsintan dan modernisasi pertanian, kita berharap produktivitas meningkat, biaya produksi lebih efisien, dan kesejahteraan petani semakin baik,” tutur Bupati Aep.

Kunjungan Mentan Amran bersama Bupati Aep tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga produktivitas pertanian. Pemeriksaan langsung terhadap pompanisasi sekaligus memastikan pemerataan alsintan menjadi langkah penting untuk menghadapi tantangan kekeringan dan menjaga ketahanan pangan nasional.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, kelompok tani, PPL, petani dan buruh tani, berbagai program pertanian diharapkan tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata di lapangan serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pertanian.

(Emed Tarmedi)

Tak Mau Cuma Laporan, Mentan Amran Sidak Pompanisasi di Karawang

0

JAGA KARAWANG — Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke area persawahan di Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Senin (31/8/2026).

Sidak dilakukan untuk memastikan bantuan pompa yang dikirim pemerintah benar-benar terpasang dan digunakan petani untuk mengatasi kekeringan.

Amran mengatakan, pemerintah tidak ingin hanya memantau kondisi pertanian dari Jakarta. Karena itu, pengecekan langsung ke lapangan dilakukan untuk melihat kondisi sawah sekaligus memastikan program pompanisasi berjalan.

“Kita cek langsung, jangan hanya dicek dari Jakarta,” kata Amran.

Menurut Amran, sekitar 30.000 hektare lahan sawah di berbagai wilayah Indonesia saat ini terdampak kekeringan. Pemerintah terus mengirimkan pompa ke daerah yang mengalami kekurangan air.

Selain pompa, pemerintah juga menyiapkan berbagai alat dan mesin pertanian, seperti traktor dan alat panen.

Amran menyebut program pompanisasi sebelumnya telah memasang sekitar 100.000 pompa dan membantu meningkatkan produksi gabah di Pulau Jawa hingga sekitar 2,8 juta ton.

Khusus di lokasi yang dikunjunginya di Karawang, terdapat sekitar 3.000 hektare lahan yang berpotensi meningkatkan produktivitas melalui pompanisasi.

Amran optimistis produktivitas padi di Karawang yang saat ini sekitar 7 ton per hektare dapat ditingkatkan hingga 11–12 ton per hektare dengan metode baru.

Ia juga memastikan kekeringan tidak akan berdampak signifikan terhadap produksi padi di Karawang.

“Ada dampak, tetapi tidak akan mempengaruhi,” ujarnya.

Amran menegaskan pemerintah akan terus turun ke lapangan untuk memastikan bantuan dan program pertanian benar-benar dirasakan masyarakat.

“Ini yang dibutuhkan rakyat, aksi nyata. Kita jangan sibuk berdebat, rapat, dan seterusnya. Kita lihat langsung lapangan,” tegasnya.

TW

 

Angkat Eceng Gondok, H. Karsim Bersama Petani Bersihkan Saluran Irigasi Sekunder Balongsari  

0

KARAWANG — Kepedulian terhadap kelancaran pengairan lahan pertanian ditunjukkan Anggota DPRD Kabupaten Karawang Daerah Pemilihan (Dapil) 2, H. Karsim, dengan turun langsung bersama para petani membersihkan eceng gondok yang memenuhi saluran irigasi sekunder di Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mengatasi tanaman eceng gondok yang tumbuh dan menumpuk di sepanjang saluran. Keberadaan eceng gondok dinilai menghambat aliran air sehingga berpotensi mengganggu distribusi air ke areal persawahan.

Bersama para petani, H. Karsim ikut melakukan pengangkatan eceng gondok dari badan saluran irigasi. Pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan harapan aliran air kembali lancar dan kebutuhan pengairan sawah para petani dapat terpenuhi.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap para petani. Kalau saluran irigasi dipenuhi eceng gondok, tentu aliran air menjadi tidak maksimal. Karena itu, kita bersama-sama turun untuk membersihkannya,” ujar H. Karsim.

Menurutnya, kondisi saluran irigasi memiliki peranan penting dalam mendukung produktivitas pertanian. Terlebih, Karawang merupakan salah satu daerah yang memiliki sektor pertanian sebagai bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para petani, untuk bersama-sama menjaga kebersihan saluran irigasi. Pemeliharaan secara rutin dinilai penting agar berbagai hambatan seperti eceng gondok, sampah maupun sedimentasi tidak mengganggu aliran air.

“Petani dan pemerintah harus berkolaborasi dalam menjaga dan merawat saluran irigasi. Pemerintah memiliki peran dalam penanganan dan pemeliharaan infrastruktur, sementara petani dan masyarakat juga perlu ikut menjaga kebersihan saluran. Dengan kolaborasi yang baik, persoalan irigasi bisa lebih cepat ditangani dan aliran air untuk pertanian tetap lancar,” katanya.

Para petani yang mengikuti kegiatan tersebut tampak bahagia dan sumringah melihat saluran irigasi yang mulai terbebas dari tumpukan eceng gondok. Bagi mereka, kehadiran H. Karsim yang turun langsung ke lapangan menjadi bentuk perhatian nyata seorang wakil rakyat terhadap persoalan yang dihadapi petani sehari-hari.

Salah seorang petani mengungkapkan bahwa kehadiran wakil rakyat secara langsung di tengah masyarakat memberikan semangat tersendiri. Menurutnya, petani membutuhkan sosok wakil rakyat yang tidak hanya mendengar aspirasi, tetapi juga mau melihat dan merasakan langsung kondisi yang dihadapi masyarakat di lapangan.

“Alhamdulillah, kami senang dan merasa diperhatikan. Pak Haji Karsim mau turun langsung bersama petani membersihkan irigasi. Ini menunjukkan bahwa beliau memang peduli terhadap petani dan kebutuhan kami,” ujar salah seorang petani.

Kebahagiaan para petani semakin terasa karena persoalan yang selama ini berpotensi menghambat aliran air mendapat perhatian secara langsung. Mereka berharap kepedulian tersebut tidak berhenti pada kegiatan pembersihan, tetapi terus berlanjut melalui perjuangan terhadap berbagai kebutuhan petani, khususnya terkait infrastruktur irigasi dan kesejahteraan.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat gotong royong antara wakil rakyat dan masyarakat dalam menjaga fasilitas pendukung pertanian. H. Karsim menilai kepedulian terhadap saluran irigasi perlu dilakukan bersama agar persoalan di lapangan dapat lebih cepat diketahui dan ditangani.

Selain membersihkan eceng gondok, perhatian terhadap kondisi saluran diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk tidak membuang sampah ke area irigasi. Kebersihan saluran menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga aliran air tetap optimal menuju lahan pertanian.

Bagi petani, kelancaran aliran air merupakan bagian penting dalam menunjang kegiatan bercocok tanam. Karena itu, pemeliharaan saluran secara rutin perlu menjadi perhatian bersama, terutama pada titik-titik yang rawan ditumbuhi tanaman air.

H. Karsim menegaskan bahwa kegiatan bersama masyarakat seperti ini akan terus didorong sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan petani. Ia berharap persoalan irigasi dapat ditangani secara cepat melalui koordinasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak terkait.

Menurutnya, memperjuangkan kepentingan petani bukan hanya berbicara mengenai hasil produksi, tetapi juga memastikan berbagai kebutuhan dasar yang menunjang aktivitas pertanian mendapat perhatian. Infrastruktur pengairan yang baik menjadi salah satu bagian penting dalam upaya meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Ia juga berharap semangat gotong royong yang terlihat dalam pembersihan saluran irigasi sekunder Balongsari dapat terus dipertahankan. Dengan saluran yang terawat, aliran air yang lancar, serta perhatian dan kolaborasi yang kuat antara petani dan pemerintah, produktivitas pertanian di wilayah tersebut diharapkan semakin baik dan kesejahteraan petani dapat terus diperjuangkan.

(Emed Tarmedi)

Tanpa Kenal Lelah, Pemdes Kalidungjaya Kawal Penyaluran 16,5 Ton Bantuan Beras untuk 550 KPM

0

JAGA KARAWANG — Pemerintah Desa Kalidungjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat.

Tanpa mengenal lelah, jajaran pemerintah desa turut mengawal proses penyaluran bantuan pangan beras dari Kementerian Sosial kepada warga penerima manfaat.

Penyaluran bantuan tersebut menyasar 550 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total beras mencapai 16.500 kilogram atau sekitar 16,5 ton.

Operator SIK-NG Desa Kalidungjaya, Agung Prayua, mengatakan seluruh proses penyaluran dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak agar bantuan dapat diterima masyarakat dengan tertib dan lancar.

“Bantuan pangan beras telah disalurkan kepada 550 Keluarga Penerima Manfaat, dengan total berat beras mencapai 16.500 kilogram. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban kebutuhan pangan warga Desa Kalidungjaya,” ujar Agung.

Menurutnya, kehadiran pemerintah desa dalam proses penyaluran menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

Sementara itu, Sanya dan Catih, warga penerima manfaat, menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan selama proses penyaluran bantuan.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa Kalidungjaya, Kepala Desa Kalidungjaya, Muspika Kecamatan Cibuaya, Kementerian Sosial, Dinas Sosial, serta seluruh pihak yang telah membantu penyaluran bantuan ini. Pelayanan yang diberikan sangat baik dan penuh ketulusan,” ungkap keduanya.

Penyaluran bantuan berlangsung dalam suasana tertib dan lancar. Warga pun tampak bersyukur mendapatkan bantuan beras di tengah kebutuhan pangan yang terus menjadi perhatian masyarakat.

Pemdes Kalidungjaya berharap bantuan pangan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima dan membantu mengurangi beban pengeluaran kebutuhan sehari-hari.

Pemerintah desa, pendamping, serta seluruh pihak terkait juga diharapkan terus menjaga pelayanan yang transparan, tertib, dan tepat sasaran agar setiap bantuan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Rohman

KPM Kedungjaya Bersuka Cita, 1.097 Keluarga Terima 30 Kg Beras Bantuan

0

JAGA KARAWANG — Kabar baik datang untuk masyarakat Desa Kedungjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Sebanyak 1.097 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram per keluarga.

Penyaluran bantuan pangan tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Bantuan dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meringankan beban pengeluaran rumah tangga.

Operator SIK-NG Desa Kedungjaya, Hasanudin, mengatakan penyaluran bantuan telah diberikan kepada seluruh KPM yang terdata.

“Alhamdulillah, bantuan pangan beras telah disalurkan kepada 1.097 keluarga penerima manfaat di Desa Kedungjaya. Setiap KPM menerima 30 kilogram beras. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat dan bisa meringankan kebutuhan sehari-hari warga,” ujar Hasanudin.

Dengan jumlah 1.097 KPM dan masing-masing menerima 30 kilogram, total bantuan beras yang disalurkan mencapai 32.910 kilogram atau sekitar 32,91 ton.

Sejumlah penerima manfaat mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. Arnasih dan Rumsi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang telah menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa, Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk membantu kebutuhan sehari-hari warga,” ungkap keduanya.

Proses penyaluran berlangsung tertib dan lancar. Warga pun berharap program bantuan pangan tersebut dapat terus dilanjutkan, terutama bagi masyarakat yang masih membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Bagi warga Desa Kedungjaya, bantuan 30 kilogram beras bukan sekadar bantuan pangan, tetapi juga menjadi bentuk perhatian pemerintah di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan.

Semoga bantuan tepat sasaran, benar-benar sampai kepada yang membutuhkan, dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Rohman

Bantuan Pangan Beras Tersalurkan, 943 KPM Desa Cibuaya Kini Terima Jatah Bantuan

0

JAGA KARAWANG — Bantuan pangan berupa beras dari Pemerintah Pusat kembali disalurkan kepada masyarakat Desa Cibuaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

Dalam penyaluran kali ini, sebanyak 943 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan dengan total mencapai 28,290 ton beras.

Jumlah penerima bantuan tersebut mengalami peningkatan dibandingkan penyaluran sebelumnya. Jika sebelumnya tercatat 905 KPM, pada penyaluran kali ini jumlahnya bertambah menjadi 943 KPM.

Warga Dusun Cibuaya I, Ulyanah dan Suheni, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. Menurut keduanya, bantuan beras tersebut cukup membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Bantuan ini sangat membantu kami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terima kasih kepada pemerintah desa yang sejak pagi dengan sabar melayani proses penyaluran bantuan pangan beras ini,” ujar Ulyanah dan Suheni.

Sementara itu, H. Dedi Lesmana, Operator SIK-NG Desa Cibuaya, mengatakan proses penyaluran berjalan lancar dan tertib berkat kerja sama antara pemerintah desa dengan masyarakat.

“Alhamdulillah, bantuan pangan dari Pemerintah Pusat untuk 943 keluarga penerima manfaat di Desa Cibuaya dengan total 28,290 ton beras telah disalurkan sepenuhnya kepada warga,” ungkap Dedi.

Ia mengapresiasi kesabaran warga yang tetap tertib meski harus mengikuti antrean selama proses pembagian bantuan.

“Terima kasih kepada seluruh warga yang bersabar dan tertib saat mengantri. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat dan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari bagi setiap keluarga penerima manfaat,” tambahnya.

Pantauan dalam proses penyaluran, warga tampak antusias menerima bantuan. Pelaksanaan berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif hingga seluruh bantuan tersalurkan.

Dengan bertambahnya jumlah penerima dari 905 KPM menjadi 943 KPM, bantuan pangan tersebut diharapkan semakin menjangkau masyarakat yang membutuhkan sekaligus membantu menjaga ketahanan pangan keluarga di Desa Cibuaya.

Rohman

 

Angkat Kearifan Lokal, Karawang Pamerkan Leuit di APKASI Otonomi Expo 2026  

0

JAKARATA — Kabupaten Karawang turut ambil bagian dalam APKASI Otonomi Expo 2026 yang berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di ICE BSD, Tangerang. Dalam ajang tersebut, Pemkab Karawang menampilkan “Leuit Karawang” sebagai representasi kearifan lokal sekaligus simbol kuatnya identitas Karawang sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional, Sabtu (29/8/2026).

Leuit merupakan bangunan tradisional yang secara turun-temurun digunakan masyarakat untuk menyimpan hasil pertanian, khususnya padi. Kehadiran Leuit di booth Kabupaten Karawang tidak hanya menjadi daya tarik budaya, tetapi juga membawa pesan mengenai pentingnya menjaga ketahanan pangan, kemandirian masyarakat, serta keberlanjutan sektor pertanian.

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. mengatakan, keikutsertaan Karawang dalam APKASI Otonomi Expo menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperkuat identitas Karawang sebagai daerah yang memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Leuit ini bukan hanya simbol budaya, tetapi juga menggambarkan bagaimana masyarakat Karawang sejak dahulu memiliki semangat untuk menjaga dan menyimpan hasil pertanian. Ini menjadi bagian dari kearifan lokal yang relevan dengan upaya kita hari ini dalam memperkuat ketahanan pangan,” ujar Bupati Aep.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak boleh meninggalkan akar budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh masyarakat. Nilai-nilai yang terkandung dalam Leuit, seperti gotong royong, kemandirian, ketahanan pangan dan keberlanjutan, dinilai masih sangat relevan untuk menghadapi tantangan pembangunan saat ini.

“Karawang memiliki sejarah panjang sebagai daerah pertanian. Karena itu, kita ingin menunjukkan bahwa kemajuan daerah dan modernisasi harus tetap berjalan bersama dengan pelestarian budaya serta penguatan sektor pertanian,” katanya.

Bupati Aep menambahkan, Karawang tidak hanya ingin dikenal sebagai daerah industri, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki kekuatan besar di sektor pertanian, budaya, ekonomi kreatif, serta berbagai produk unggulan masyarakat.

“Karawang sekarang berkembang sebagai daerah industri, tetapi identitas kita sebagai daerah pertanian dan lumbung pangan tetap harus kita jaga. Kita ingin sektor pertanian terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi para petani,” tutur Aep.

Melalui APKASI Otonomi Expo 2026, Pemkab Karawang juga memperkenalkan berbagai potensi, inovasi dan produk unggulan daerah kepada masyarakat luas serta jejaring pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Keikutsertaan tersebut menjadi ruang bagi Karawang untuk memperluas promosi potensi daerah, membuka peluang kolaborasi, sekaligus memperkuat posisi Karawang dalam pengembangan inovasi dan pembangunan daerah.

Pada ajang tersebut, Kabupaten Karawang meraih penghargaan Best Innovation Category, yang menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap inovasi dan kreativitas daerah dalam menampilkan potensi unggulannya.

Bupati Aep berharap, penghargaan dan keikutsertaan Karawang dalam ajang nasional tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah dan masyarakat untuk terus melahirkan inovasi.

“Yang paling penting bukan hanya mendapatkan penghargaan, tetapi bagaimana inovasi yang kita tampilkan bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kita ingin Karawang terus maju, tetapi tetap menjaga budaya, pertanian dan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi kekuatan masyarakat,” pungkasnya.

(Emed Tarmedi)

30 Ton Beras Disalurkan di Desa Pajaten, 1.273 KPM Terima Bantuan

0

JAGA KARAWANG — Sebanyak kurang lebih 30 ton beras disalurkan kepada 1.273 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Pajaten, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

Dalam penyaluran bantuan pangan tersebut, setiap KPM mendapatkan 30 kilogram beras. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, terutama di tengah tingginya kebutuhan sehari-hari.

Operator SIK NG Desa Pajaten, Darwin, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat penerima manfaat.

“Kurang lebih 30 ton beras disalurkan di Desa Pajaten untuk 1.273 keluarga penerima manfaat, dengan ketentuan per keluarga mendapatkan 30 kilogram. Semoga bantuan pangan yang disalurkan kepada warga kami bermanfaat,” ujar Darwin.

Darwin juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat hingga pemerintah daerah yang telah mendukung program bantuan pangan tersebut.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden, Kementerian Sosial, serta Dinas Sosial Kabupaten Karawang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Pajaten, Hj. Nurhenni, mengaku bersyukur proses penyaluran bantuan dapat berjalan dengan lancar.

Ia berharap bantuan beras yang diterima masyarakat benar-benar mampu meringankan kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat.

“Saya sangat bersyukur dan mengapresiasi kelancaran penyaluran bantuan pangan ini. Semoga bantuan beras ini dapat meringankan beban kebutuhan pangan warga, khususnya di tengah kebutuhan sehari-hari,” ungkap Hj. Nurhenni.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyaluran, khususnya perangkat Desa Pajaten yang membantu pelayanan di lokasi.

“Terima kasih kepada semua pihak, khususnya perangkat desa yang telah membantu proses penyaluran ini di lokasi,” tambahnya.

Proses penyaluran bantuan pangan beras di Desa Pajaten berlangsung dengan tertib dan lancar. Para KPM datang ke lokasi untuk menerima hak bantuan pangan yang telah disiapkan.

Suasana bahagia terlihat dari para penerima manfaat setelah mendapatkan bantuan beras tersebut.

Dengan adanya bantuan ini, pemerintah desa berharap kebutuhan pangan masyarakat penerima manfaat dapat sedikit terbantu dan bantuan yang disalurkan benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga di Desa Pajaten.

Rohman

 

Mobil Anggota DPRD Karawang Diduga Dikepung Debt Collector, Dugaan Intimidasi Berujung Laporan Polisi

0

JAGA KARAWANG — Penarikan Toyota Kijang Innova bernomor polisi T 1553 KP milik Ketua DPD PAN sekaligus anggota DPRD Kabupaten Karawang, Asep Supriatna alias Asbah, berbuntut panjang.

Kendaraan tersebut diduga dikepung sejumlah orang yang mengaku sebagai debt collector dari perusahaan pembiayaan ACC Finance.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (7/8/2026) siang di halaman sebuah minimarket. Saat Asbah hendak menuju Kantor DPRD Karawang, tiga mobil tiba-tiba datang dan mengepung kendaraannya.

Sekitar 10 orang kemudian turun dan mengaku sebagai pihak penagih.

Kuasa hukum Asbah dari LBH Jalapaksi, Fajar Ramadan, S.H., menyebut kliennya berada dalam tekanan hingga akhirnya menyerahkan kunci kendaraan.

“Klien kami terpaksa menyerahkan kunci karena mendapat tekanan dan ancaman,” kata Fajar, Sabtu (29/8/2026).

Setelah kunci diserahkan, kendaraan tersebut dibawa ke wilayah Telukjambe Barat.

Bagi pihak Asbah, persoalannya bukan semata-mata soal kendaraan atau kewajiban pembiayaan. Cara penarikan kendaraan menjadi persoalan utama yang kini dipersoalkan secara hukum.

Asbah bersama kuasa hukumnya kemudian melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke Polresta Karawang.

Fajar menegaskan, apabila benar terjadi pengepungan, ancaman, tekanan, atau pengambilan kendaraan tanpa penyerahan secara sukarela, maka peristiwa tersebut tidak tepat jika hanya dianggap sebagai persoalan perdata.

Ia merujuk pada Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 terkait pelaksanaan eksekusi jaminan fidusia.

“Aksi pengepungan dan intimidasi ini bukan lagi ranah perdata biasa. Ini berpotensi masuk tindak pidana,” tegas Fajar.

Fajar juga menyebut dugaan tindakan tersebut berpotensi berkaitan dengan Pasal 482 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Namun, apakah unsur pidana benar-benar terpenuhi tentu harus dibuktikan melalui proses hukum dan kewenangan aparat penegak hukum.

Tidak berhenti pada laporan polisi, pihak Asbah juga membawa persoalan tersebut ke Pengadilan Negeri Karawang.

Berdasarkan data e-Court Mahkamah Agung RI, gugatan telah terdaftar dengan Nomor Perkara 138/Pdt.G/2026/PN Kwg.

Sidang perdana dijadwalkan berlangsung Kamis (10/9/2026) pukul 09.00 WIB.

Dengan demikian, perkara ini kini berjalan di dua jalur: pidana di kepolisian dan perdata di pengadilan. Jangan Sampai Penagihan Berubah Menjadi Tekanan. Sorotan juga datang dari Uston alias Ustadz Beton.

Ia menilai, jika benar kendaraan ditarik dengan cara mengepung dan menekan pemiliknya, tindakan tersebut tidak boleh dianggap sebagai praktik penagihan yang wajar.

“Ini jelas meresahkan masyarakat. Saya berharap aparat penegak hukum turun tangan dan jangan sampai persoalan seperti ini menjadi pembiaran,” ujar Uston.

Apakah benar terjadi intimidasi saat penarikan kendaraan? Apakah proses pengambilan kendaraan dilakukan sesuai aturan? Dan siapa yang harus bertanggung jawab jika ditemukan pelanggaran?

Semua pertanyaan tersebut harus dijawab melalui proses hukum yang transparan.

Sampai berita ini diterbitkan, perusahaan pembiayaan maupun pihak yang mengaku sebagai debt collector belum memberikan keterangan dan hak jawab kepada redaksi terkait dugaan peristiwa tersebut.

 

TNI Gandeng LSM dan Ormas, Dandim Karawang Dorong Dukungan Program Strategis Nasional  

0

KARAWANG — Komandan Kodim (Dandim) 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Karawang untuk memperkuat silaturahmi, komunikasi dan sinergi dalam menjaga keamanan serta kondusivitas daerah.

Ajakan tersebut disampaikan Dandim saat menggelar Coffee Morning bersama LSM dan Ormas Kabupaten Karawang di Aula Makodim 0604/Karawang, Jumat (28/8/2026).

Menurut Nanda, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara jajaran TNI, khususnya Kodim 0604/Karawang, dengan berbagai elemen organisasi masyarakat yang ada di Kabupaten Karawang.

“Pertemuan pagi hari ini bagi saya merupakan momentum yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi serta memperkuat sinergi antara Kodim 0604/Karawang dengan seluruh organisasi kemasyarakatan yang ada di Kabupaten Karawang,” ujar Nanda.

Ia menilai keberadaan LSM dan ormas memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Selain menjadi wadah aspirasi masyarakat, organisasi tersebut juga dapat menjadi mitra pemerintah, TNI dan Polri dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

Nanda mengingatkan agar perbedaan latar belakang organisasi, karakter maupun pandangan tidak menjadi pemicu perpecahan.

“Perbedaan tersebut bukan menjadi alasan untuk kita terpecah belah. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun Kabupaten Karawang yang semakin maju, aman dan kondusif,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota LSM serta ormas untuk mengedepankan sikap toleransi, saling menghormati serta menyampaikan kritik dan masukan secara konstruktif dan santun.

Dalam kesempatan tersebut, Nanda turut memberikan apresiasi kepada berbagai elemen masyarakat Karawang yang ikut berkontribusi dalam menjaga kondusivitas daerah, termasuk terkait rencana aksi massa di Jakarta pada 27 Agustus 2026.

Menurutnya, sikap sejumlah organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan dan elemen lainnya di Karawang yang tidak mengirimkan massa ke Jakarta merupakan bentuk kepedulian terhadap situasi keamanan dan ketertiban.

“Teman-teman dari organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan dan lainnya di Kabupaten Karawang tidak mengirimkan massa untuk kegiatan demo tanggal 27 di Jakarta. Ini saya apresiasi,” ungkapnya.

Untuk memperkuat komunikasi, Nanda menegaskan bahwa Kodim 0604/Karawang membuka ruang seluas-luasnya bagi LSM dan ormas untuk bertukar informasi dan menyampaikan berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Salah satunya melalui kantor Unit Intel Kodim 0604/Karawang di Jalan Panatayuda yang juga dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi publik.

“Tempat tersebut saya jadikan sebagai ruang komunikasi publik bagi teman-teman organisasi masyarakat maupun LSM untuk bisa bertukar informasi dan berkomunikasi,” jelasnya.

Menurut Nanda, komunikasi yang terbuka antara TNI dan masyarakat penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman sekaligus memperkuat deteksi dan penyelesaian berbagai persoalan di lapangan.

Selain menjaga kondusivitas wilayah, Nanda menegaskan pentingnya membangun sinergi bersama untuk mendukung berbagai program strategis nasional dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk LSM dan ormas, diperlukan agar program-program pemerintah dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita bersama-sama mendukung program strategis nasional dan Asta Cita Presiden Prabowo. TNI tidak bisa bekerja sendiri, sehingga kolaborasi dengan pemerintah daerah, Polri, LSM, ormas dan seluruh komponen masyarakat sangat penting,” ujarnya.

Ia juga meminta LSM dan ormas untuk menjadi teladan di tengah masyarakat, termasuk dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar. Organisasi masyarakat diharapkan turut memberikan edukasi kepada warga agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Mari kita jadikan perbedaan organisasi sebagai warna dalam kehidupan bermasyarakat, bukan sebagai sumber perpecahan,” tegas Nanda.

Ia berharap sinergi antara Kodim 0604/Karawang, Pemerintah Kabupaten Karawang, Polri, LSM dan ormas dapat terus diperkuat sehingga berbagai persoalan sosial maupun keamanan dapat dihadapi secara bersama-sama.

“Kita boleh berbeda organisasi, berbeda pandangan dan berbeda latar belakang, tetapi kita memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga keutuhan NKRI dan menciptakan Kabupaten Karawang yang aman, damai dan sejahtera,” pungkasnya.

(Emed Tarmedi)

Pengisian BPD Pamekaran Dipersoalkan, PDPSP Minta Keberatan Ditindaklanjuti

0

JAGA KARAWANG — Polemik pengisian anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pamekaran, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, kembali menjadi sorotan.

Sejumlah keberatan pascaproses pemilihan dinilai perlu segera ditindaklanjuti. Jangan sampai persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan secara administratif justru berkembang menjadi konflik di masyarakat.

Sekretaris Pemantau Demokrasi Pelita Sayap Putih (PDPSP) Kabupaten Karawang, Aan Karyanto, meminta panitia dan pihak terkait tidak mengabaikan keberatan yang disampaikan calon maupun masyarakat.

Menurutnya, seluruh proses pengisian BPD harus mengacu pada aturan, termasuk undang-undang, Perda, dan Perbup.

“Banyaknya persoalan pascapemilihan pengisian BPD di Desa Pamekaran tentu menimbulkan dugaan adanya aturan yang diabaikan oleh panitia,” ujar Aan, Jumat (28/8/2026).

Aan menegaskan, setiap keberatan harus diperiksa dan dijawab berdasarkan fakta serta dokumen.

“Banyak pihak merasa keberatan, kemudian keberatan tersebut tidak diindahkan. Nah, ini bisa menjadi konflik,” tegasnya.

Jika memang ditemukan pelanggaran oleh panitia, kata dia, harus ada tindak lanjut.

“Kalau memang ada panitia yang melanggar aturan, itu harus ditindaklanjuti kalau memang ada keberatan,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi pembiaran dari panitia maupun pihak terkait.

Aan meminta calon dan saksi memahami hak mereka dalam proses pengisian BPD.

Jika ada isi berita acara yang tidak sesuai atau masih dipersoalkan, calon maupun saksi dapat menyampaikan keberatan dan tidak asal menandatangani dokumen.

“Calon atau saksi calon berhak untuk tidak menandatangani berita acara apa pun yang disodorkan panitia,” ujarnya.

Ia juga meminta tim calon mengumpulkan dokumen penting, termasuk berita acara penetapan hak pilih serta memastikan apakah musyawarah tingkat RT benar-benar dilakukan.

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah tahapan musyawarah tingkat RT.

Aan meminta calon dan masyarakat melakukan pengecekan terhadap dokumen dan fakta di lapangan.

“Kalau tidak, itu jelas melanggar Perbup 24 Tahun 2026,” tegasnya.

Namun, ia menekankan dugaan pelanggaran harus dibuktikan dengan dokumen dan fakta, bukan sekadar klaim.

Jika keberatan kepada panitia tidak mendapat respons, Aan mendorong pihak yang merasa dirugikan melaporkannya kepada DPMD Kabupaten Karawang.

“Selanjutnya surat laporan perlu dilayangkan ke DPMD apabila surat keberatan kepada panitia tidak diindahkan,” katanya.

Menurutnya, semua keberatan harus dibuat secara tertulis agar memiliki dasar dan dapat diperiksa.

Jika seluruh jalur administratif tidak memberikan penyelesaian, pihak yang keberatan dapat menempuh jalur hukum sesuai ketentuan.

“Salah satu jalan yang harus ditempuh oleh pihak yang keberatan itu gugat ke PTUN,” ujarnya.

Aan menegaskan, persoalan ini bukan sekadar soal siapa yang menang atau kalah.

Yang paling penting adalah memastikan proses pengisian BPD Desa Pamekaran berjalan transparan, demokratis, dan sesuai aturan.

Jangan sampai kursi BPD sudah terisi, tetapi persoalan prosesnya masih menyisakan keberatan dan berpotensi menjadi konflik di kemudian hari.

TW

 

Bupati Aep Syaepuloh Raih Pemimpin Daerah Awards 2026 Kategori Pelayanan Publik Bidang Pendidikan

0

JAKARTA— Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., meraih apresiasi dalam ajang Pemimpin Daerah Awards 2026 pada kategori Pelayanan Publik di Bidang Pendidikan. Ajang apresiasi yang diselenggarakan iNews TV tersebut berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026, di iNews Tower, Jakarta.

Pemimpin Daerah Awards 2026 merupakan ajang apresiasi bagi para pemimpin daerah yang dinilai memiliki kinerja, inovasi, dan kontribusi dalam memberikan pelayanan serta pembangunan yang berdampak bagi masyarakat. Penghargaan yang diterima Bupati Aep menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Karawang dalam memperkuat pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan.

Penghargaan tersebut tidak dipandang sebagai sekadar pencapaian, melainkan sebagai motivasi untuk terus menghadirkan kebijakan dan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Karawang.

Melalui berbagai program di bidang pendidikan, Pemkab Karawang terus berupaya meningkatkan akses dan kualitas pendidikan sekaligus memastikan pelayanan pendidikan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Bupati Aep menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, insan pendidikan, serta masyarakat Karawang yang selama ini turut mendukung berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan.

“Apresiasi ini menjadi bukti nyata atas kerja keras, inovasi, dan komitmen bersama untuk mewujudkan Karawang Maju, salah satunya di bidang pendidikan,” ungkap Bupati Aep.

Menurutnya, penghargaan tersebut harus menjadi pemicu semangat bagi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Karawang untuk terus melakukan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga menegaskan pentingnya mendengarkan aspirasi masyarakat dalam setiap proses pembangunan daerah. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar kebijakan yang dihasilkan semakin tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan di lapangan.

“Semoga penghargaan ini bukan sekadar pencapaian, tetapi juga menjadi pemicu semangat untuk terus berinovasi, mendengarkan aspirasi dan membangun daerah kita semakin keren ke depannya,” ujarnya.

Bupati Aep turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi melalui kerja nyata dalam mendukung pembangunan Kabupaten Karawang, khususnya di bidang pendidikan.

“Terima kasih kepada semuanya atas kerja nyata yang telah diberikan. Penghargaan ini menjadi milik kita bersama,” katanya.

Pemkab Karawang berkomitmen menjadikan apresiasi tersebut sebagai energi baru untuk terus memperkuat pelayanan publik dan menghadirkan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Penghargaan ini sekaligus memperkuat komitmen Pemkab Karawang untuk menjadikan pendidikan sebagai salah satu fondasi penting dalam pembangunan daerah. Peningkatan kualitas layanan pendidikan diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.

Selain meningkatkan kualitas layanan, pemerintah daerah juga terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar pembangunan pendidikan berjalan secara berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, sekolah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang lebih baik.

Dengan kolaborasi tersebut, pembangunan sektor pendidikan diharapkan semakin berkualitas serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Upaya itu sekaligus menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mempercepat terwujudnya Karawang Maju.

Pemkab Karawang berharap apresiasi dalam Pemimpin Daerah Awards 2026 dapat menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Komitmen terhadap inovasi, peningkatan kualitas pendidikan, dan aspirasi masyarakat akan terus menjadi landasan dalam menjalankan pembangunan daerah agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat.

(Emed Tarmedi)

PERURI dan Kodim 0604/Karawang Perkuat Kepedulian kepada Veteran  

0

KARAWANG — Kepedulian terhadap para pejuang bangsa terus diwujudkan melalui berbagai aksi sosial. Dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, PERURI bersama Kodim 0604/Karawang menyalurkan santunan dan bantuan sembako kepada para Veteran Republik Indonesia (RI) Kabupaten Karawang.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kodim 0604/Karawang tersebut menjadi salah satu bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian para Veteran yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kamis (27/8/2027).

Kepala Sekretariat Perusahaan PERURI, Adi Sunardi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen PERURI untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Karawang.

“Pada dasarnya kami ingin hadir sebagai perusahaan di wilayah Karawang,” ujar Adi.

Ia menjelaskan, kepedulian PERURI terhadap masyarakat Karawang tidak hanya diwujudkan melalui bantuan kepada para Veteran. PERURI juga menjalankan berbagai program sosial, mulai dari dukungan pendidikan, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, bantuan fasilitas kesehatan, hingga penyediaan ambulans untuk membantu kebutuhan masyarakat.

Menurut Adi, PERURI juga berupaya memberikan dukungan ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat, baik persoalan kesehatan maupun bencana alam.

“Selain perhatian kepada para Veteran, kami juga berusaha memberikan dukungan ketika masyarakat membutuhkan, termasuk dalam persoalan kesehatan maupun saat terjadi bencana alam,” katanya.

Khusus bagi para Veteran, Adi berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi bentuk penghargaan sekaligus ungkapan terima kasih atas perjuangan dan pengabdian yang telah diberikan kepada bangsa dan negara.

“Kami berharap para Veteran bisa menjalani kehidupan dengan baik di masa purna tugas dan menikmati kehidupan dengan bahagia. Kami juga ingin menunjukkan kepedulian kepada para pejuang yang sudah berjuang untuk negara dan bangsa,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPC Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Karawang, Sunarno, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian PERURI serta Kodim 0604/Karawang kepada para Veteran.

Menurutnya, bantuan tersebut memiliki makna tersendiri bagi para Veteran, terlebih diberikan dalam momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada para Veteran. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Sunarno.

Ia berharap kepedulian terhadap para Veteran dapat terus berlanjut dan tidak hanya dilakukan pada saat momentum peringatan hari kemerdekaan.

Sunarno juga menekankan pentingnya menjaga dan mewariskan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda. Menurutnya, semangat perjuangan para pendahulu harus menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam membangun bangsa.

“Kami berharap generasi muda dapat mewarisi jiwa perjuangan kami sebagai bekal untuk membangun dan membina bangsa serta negara,” tuturnya.

Kegiatan penyaluran santunan dan sembako tersebut tidak hanya menjadi wujud kepedulian sosial, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali mengingat jasa, pengorbanan, dan perjuangan para Veteran dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kolaborasi PERURI dan Kodim 0604/Karawang diharapkan dapat memperkuat kepedulian terhadap para pejuang bangsa sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk terus menghargai sejarah dan meneruskan semangat perjuangan dalam mengisi kemerdekaan.

(Emed Tarmedi)

KPK Geledah Bappenda dan BKPSDM Bogor, Dokumen Dugaan Pemotongan Insentif Pajak Disita

0

JAGA BOGOR — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali bergerak mengusut dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Penyidik lembaga antirasuah menggeledah kantor Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kamis (27/8/2026).

Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari rangkaian penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang tengah ditangani KPK di wilayah Kabupaten Bogor.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penggeledahan dilakukan penyidik di dua lokasi pada Kamis.

“Dalam lanjutan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi di wilayah Kabupaten Bogor, pada hari ini penyidik melaksanakan kegiatan penggeledahan di dua lokasi di wilayah Kabupaten Bogor,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Dari penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang disidik.

Dokumen tersebut diduga berhubungan dengan perkara pemotongan insentif pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah.

“Penyidik menyita dokumen yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemotongan insentif pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah,” ujar Budi.

Dokumen yang telah disita selanjutnya akan diperiksa dan dianalisis penyidik. Langkah tersebut dilakukan untuk memperdalam konstruksi perkara sekaligus mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat.

Kasus dugaan korupsi di Pemkab Bogor sebelumnya menjadi perhatian publik setelah muncul informasi mengenai adanya operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Kabupaten Bogor pada 20 Agustus 2026.

Meski demikian, KPK mengakui telah mengamankan uang tunai sekitar Rp1,5 miliar pada 21 Agustus 2026 yang berkaitan dengan penyelidikan dugaan korupsi di lingkungan Pemkab Bogor.

Perkembangan penyelidikan kemudian berlanjut ke tahap penyidikan. KPK menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) umum terkait dugaan penerimaan uang oleh penyelenggara negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Uang tersebut diduga berkaitan dengan pemotongan upah pungut di Bappenda Kabupaten Bogor. Pengusutan KPK terhadap Pemkab Bogor juga tidak berhenti pada dugaan pemotongan insentif pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah.

Lembaga antirasuah turut mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Hingga Kamis (27/8/2026), KPK belum mengumumkan siapa saja pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Penggeledahan di Bappenda dan BKPSDM menjadi salah satu langkah penyidik untuk mengumpulkan bukti sekaligus memperjelas aliran uang dan dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu.

Isy

Kompi Produksi Kodim 0604/Karawang Serap 41 Tenaga Kerja Warga, Ketahanan Pangan Sekaligus Buka Lapangan Kerja  

0

KARAWANG — Program Kompi Produksi Ketahanan Pangan Kodim 0604/Karawang di wilayah Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

Sebanyak 41 warga dilibatkan dalam berbagai aktivitas di kawasan Kompi Produksi. Mereka bekerja di sejumlah sektor, mulai dari menggarap lahan pertanian hingga membantu proses pembangunan, penataan, dan pemeliharaan lokasi, Kamis (27/8/2026).

Kapten Inf Kihajar Waskito, mewakili Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto, mengatakan keterlibatan masyarakat merupakan bagian dari komitmen agar program ketahanan pangan yang dijalankan turut memberikan manfaat bagi warga.

“Kami ingin program ini tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Ada 41 warga yang terlibat, baik dalam menggarap lahan maupun membantu pembangunan dan penataan lokasi,” ujar Kihajar.

Menurutnya, keberadaan Kompi Produksi diharapkan mampu menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan.

Keterlibatan warga tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh para pekerja. Salah satunya Kosim, warga Jatisari, yang mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan bekerja di Kompi Produksi.

Ia mengatakan pekerjaan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Setiap hari, Kosim berangkat sekitar pukul 06.00 WIB dan bekerja hingga pukul 16.00 WIB.

“Alhamdulillah saya bersyukur bisa dapat pekerjaan. Berangkat sekitar pukul 06.00 WIB dan bekerja sampai pukul 16.00 WIB. Pekerjaan ini sangat membantu saya menafkahi keluarga,” kata Kosim.

Hal senada disampaikan Erik, warga Walahar. Sebelum terlibat dalam kegiatan Kompi Produksi, Erik mengaku belum memiliki pekerjaan. Kesempatan tersebut kini membantu kondisi perekonomiannya.

“Alhamdulillah sangat terbantu. Ekonomi saya jadi lebih terbantu,” ujarnya.

Sementara itu, Agi, warga Cikampek, mengaku pekerjaan tersebut turut membuat kondisi keuangannya lebih lancar. Meski baru sekitar tujuh hari bekerja, ia sudah merasakan manfaat dari penghasilan yang diperolehnya.

“Alhamdulillah, keuangan jadi lebih lancar. Baru tujuh hari bekerja, tapi sudah terasa membantu,” tutur Agi.

Kehadiran Kompi Produksi Ketahanan Pangan Kodim 0604/Karawang pun tidak hanya menjadi bagian dari upaya pemanfaatan lahan dan peningkatan produksi pertanian, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi baru di tengah masyarakat.

Dengan melibatkan tenaga kerja lokal, program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik dalam mendukung ketersediaan pangan maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Kodim 0604/Karawang berkomitmen agar pengembangan Kompi Produksi dapat terus berjalan secara optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan serta perekonomian masyarakat di Kabupaten Karawang.

(Emed Tarmedi)

Pemkab Karawang Bawa Produk Unggulan ke Expo Nasional, Buka Peluang Investasi dan Pasar Lebih Luas  

0

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Karawang membawa sejumlah produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta hasil pangan lokal ke ajang Apkasi Otonomi Expo 2026 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten.

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P., menghadiri pembukaan Apkasi Otonomi Expo 2026, Kamis (27/8/2026).

Pameran yang mengusung tema “Apkasi Otonomi Expo 2026: Trade, Tourism, Investment & Procurement” tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya yang hadir mewakili Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Dalam arahannya, Wamendagri menyampaikan pesan Menteri Dalam Negeri kepada seluruh kepala daerah agar terus memprioritaskan pelayanan dasar, khususnya pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Selain itu, pemerintah daerah juga didorong memperkuat ketahanan pangan, melakukan transformasi ekonomi dengan memaksimalkan potensi lokal, serta mengoptimalkan penanggulangan kemiskinan, stunting, dan pengangguran.

Wamendagri juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah di tengah perkembangan zaman. Kepala daerah dituntut mampu membangun jejaring dan memperkuat sinergi, mulai dari perencanaan pembangunan, pembangunan infrastruktur, hingga pengelolaan sumber daya secara bersama.

Apkasi Otonomi Expo 2026 diikuti oleh pemerintah daerah dan pelaku usaha dari berbagai wilayah Indonesia. Pameran tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan beragam potensi daerah, mulai dari produk UMKM, kerajinan khas daerah, makanan olahan, hasil pangan, hingga berbagai produk unggulan lainnya.

Kabupaten Karawang turut ambil bagian dengan menghadirkan stan khusus yang menampilkan sekaligus menjajakan berbagai produk unggulan UMKM lokal dan hasil pangan daerah.

Keikutsertaan Karawang dalam expo nasional ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi daerah kepada masyarakat, pelaku usaha, maupun calon investor dari berbagai daerah.

Selain menjadi ajang promosi produk, kegiatan tersebut juga menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemerintah daerah, sektor swasta, pelaku usaha, dan calon investor dalam menggali peluang kerja sama serta menciptakan sinergi bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Bupati Aep menilai kehadiran Karawang dalam ajang tersebut penting untuk memperkuat promosi potensi daerah, khususnya produk-produk lokal yang memiliki peluang untuk dikembangkan dan dipasarkan lebih luas.

Menurutnya, potensi UMKM dan sektor pangan merupakan bagian penting dari kekuatan ekonomi daerah. Karena itu, diperlukan dukungan dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, serta berbagai pihak agar produk lokal semakin berkembang dan memiliki daya saing.

Usai mengikuti pembukaan, Bupati Aep bersama rombongan mengunjungi sejumlah stan expo yang berasal dari berbagai daerah. Dalam kunjungan tersebut, Bupati melihat secara langsung beragam produk yang ditampilkan, sekaligus menjajaki potensi kerja sama dan membeli sejumlah produk yang dipamerkan.

Kehadiran Bupati Aep di berbagai stan juga menunjukkan dukungan terhadap pengembangan produk daerah serta semangat untuk membangun jejaring antardaerah melalui kegiatan ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan investasi.

Pemerintah Kabupaten Karawang berharap keikutsertaan dalam Apkasi Otonomi Expo 2026 dapat memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM dan sektor ekonomi lokal, sekaligus membuka peluang pemasaran, kemitraan, investasi, dan kerja sama yang lebih luas.

Dengan mengusung potensi lokal ke panggung nasional, Pemkab Karawang terus mendorong agar produk-produk unggulan daerah tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

(Emed Tarmedi)

Bupati Aep Kukuhkan Tim Penggerak Literasi Daerah, Dorong Peningkatan Kualitas SDM Karawang  

0

KARAWANG – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh mengukuhkan Tim Penggerak Literasi Daerah Kabupaten Karawang sekaligus membuka Workshop Peningkatan Kompetensi Literasi Sains dan Numerasi bagi guru Matematika, Fisika, IPA, dan IPAS se-Kabupaten Karawang.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Husni Hamid, Kamis (27/8/2026), sebagai bagian dari rangkaian upaya Pemerintah Kabupaten Karawang dalam memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga pendidik.

Pengukuhan Tim Penggerak Literasi Daerah menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong penguatan ekosistem literasi di Kabupaten Karawang. Tim tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, guru, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu fondasi penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, memecahkan persoalan, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

“Literasi bukan hanya membaca dan menulis. Literasi juga bagaimana kita mampu memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi dengan baik. Begitu juga dengan numerasi, bagaimana kemampuan berhitung dan berpikir logis dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bupati Aep.

Ia menambahkan, guru memiliki peran penting dalam membangun kemampuan tersebut sejak dari lingkungan sekolah. Karena itu, peningkatan kompetensi guru harus menjadi perhatian bersama agar proses pembelajaran dapat terus menyesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.

Workshop literasi sains dan numerasi yang diikuti guru Matematika, Fisika, IPA, dan IPAS diharapkan dapat memperkuat kemampuan tenaga pendidik dalam menyusun pembelajaran yang lebih kontekstual, menarik, dan mendorong kemampuan berpikir kritis peserta didik.

“Guru harus terus meningkatkan kompetensinya. Saya berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada workshop saja, tetapi ilmu yang didapat bisa diterapkan dan ditularkan kepada guru-guru lainnya sehingga manfaatnya semakin luas,” katanya.

Bupati Aep juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun budaya literasi di Kabupaten Karawang. Menurutnya, keberhasilan program literasi tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah atau pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dari keluarga dan masyarakat.

Ia berharap Tim Penggerak Literasi Daerah yang telah dikukuhkan dapat menjalankan tugas dengan optimal dan menghadirkan berbagai inovasi yang mampu meningkatkan minat serta kemampuan literasi masyarakat Karawang.

“Semoga Tim Penggerak Literasi Daerah ini bisa menjadi motor penggerak untuk meningkatkan budaya literasi di Karawang. Kita ingin masyarakat kita semakin cerdas, memiliki kemampuan berpikir kritis, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” pungkasnya.

Melalui penguatan budaya literasi dan peningkatan kompetensi guru, Pemerintah Kabupaten Karawang berharap kualitas pendidikan semakin baik serta mampu melahirkan generasi yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing di tengah perkembangan zaman.

(Emed Tarmedi)

Polda Metro Bongkar Taktik Jaringan Perusuh, Pelajar dan Mahasiswa Jadi Sasaran Rekrutmen

0

JAGA JAKARTA — Polda Metro Jaya membongkar dugaan pola rekrutmen jaringan perusuh yang menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah untuk memicu kekacauan di tengah aksi penyampaian aspirasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, massa muda tersebut diduga digerakkan dari sejumlah wilayah di sekitar Jakarta hingga luar daerah. Mereka kemudian dikonsolidasikan di satu titik sebelum bergerak ke lokasi aksi.

“Asalnya itu dari berbagai wilayah seperti Bandung, Bogor, Bekasi, Tangerang, Depok dan sekitarnya yang berkumpul jadi satu di satu tempat di wilayah Jakarta Timur,” ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Satuan Tugas Penegakan Hukum, kata Budi, telah mengamankan puluhan terduga pelaku yang ditemukan bersembunyi di kawasan Jakarta Timur.

Berdasarkan hasil penindakan sementara, kelompok yang diduga terafiliasi dengan jaringan anarko tersebut disebut sengaja memobilisasi massa berusia muda dari kawasan aglomerasi hingga luar provinsi menuju Jakarta.

Tak hanya bergerak secara langsung di lapangan, polisi juga menemukan dugaan pengendalian kelompok melalui ruang siber. Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya bahkan menangkap seorang terduga pelaku di Sumatra Utara.

Terduga berinisial PMNP itu disebut berperan menyebarkan instruksi melalui platform digital, termasuk konten yang berkaitan dengan pembuatan alat kekerasan.

“Terkait seorang berinisial PMNP ini diamankan di Sumatra Utara. Unggahan provokasi menggunakan barcode digunakan untuk mengajak dan menyebarkan cara pembuatan bom molotov,” kata Budi.

Menurut Budi, penggunaan barcode dalam penyebaran konten tersebut menjadi salah satu indikasi adanya pola komunikasi dan konsolidasi yang terorganisir menjelang aksi.

Polisi kini tengah mendalami keterkaitan antara aktivitas di ruang digital dengan barang bukti yang ditemukan saat penindakan terhadap kelompok tersebut.

“Dari unggahan itu, terindikasi ada implikasinya dengan kaitan temuan barang bukti kita pada hari ini,” ucap Budi.

Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan, pola komunikasi, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam mobilisasi massa tersebut.

Polisi juga mengingatkan agar penyampaian aspirasi tetap dilakukan secara damai dan tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk memicu kericuhan maupun tindakan kekerasan.

Isyana

 

Pantau Aksi Demonstrasi dari CCTV Smart City, Pramono: Kondisinya Sejuk

0

JAGA JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kamera pengawas atau CCTV milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap dapat diakses untuk memantau situasi aksi demonstrasi yang berlangsung pada Kamis (27/8/2026).

Akses pemantauan CCTV tersebut juga tersedia melalui laman resmi Jakarta Smart City, sehingga kondisi sejumlah titik di Jakarta dapat dipantau secara langsung.

“Bisa diakses, bisa diakses (Smart City),” kata Pramono Anung saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Menurut Pramono, keberadaan CCTV menjadi salah satu instrumen penting bagi pemerintah untuk melihat perkembangan situasi di lapangan, terutama ketika terjadi aksi massa dalam jumlah besar.

Ia menilai pemantauan secara langsung diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui kondisi terkini dan mengambil langkah yang diperlukan apabila terjadi perubahan situasi.

“Kalau nggak dari mana kita bisa memantau?” ujar Pramono.

Pramono mengatakan, berdasarkan pemantauan yang dilakukannya, aksi demonstrasi pada Kamis ini berlangsung relatif baik dan tertib.

Kondisi tersebut, menurutnya, juga jauh lebih kondusif dibandingkan kekhawatiran yang sempat muncul sebelum aksi berlangsung.

“Termasuk terakhir yang akhirnya kan sekarang di lapangan itu demonya sejuklah ya,” katanya.

Pramono pun memberikan apresiasi terhadap massa aksi yang dinilainya telah menyampaikan aspirasi secara demokratis dan menjaga ketertiban selama demonstrasi berlangsung.

Ia berharap situasi kondusif tersebut dapat terus dipertahankan hingga seluruh rangkaian aksi selesai.

“Di luar hal yang sempat dikhawatirkan ternyata berlangsung sangat baik. Dan sebagai Gubernur Jakarta saya menyampaikan terima kasih, apresiasi dan sekaligus mari ini kita jaga bersama,” tutur Pramono.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di berbagai titik untuk memastikan aktivitas masyarakat dan keamanan ibu kota tetap terjaga.

Isyana

Massa Pati Pulang, Giliran Mahasiswa Kepung DPR RI Bawa 10 Tuntutan

0

JAGA JAKARTA — Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Kamis (27/8/2026), memasuki babak baru. Setelah massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) membubarkan diri usai menggelar audiensi dengan DPR RI, giliran kelompok mahasiswa yang bersiap memenuhi kawasan Senayan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung memastikan massa asal Pati telah meninggalkan lokasi dan diantar pulang oleh personel kepolisian.

Reynold juga menegaskan tidak ada massa aksi Pati yang ditahan. Namun, kepolisian sempat mengamankan sejumlah orang yang diduga membawa senjata tajam serta terlibat dalam dugaan pencopetan.

“Identitasnya sedang diproses, dibawa langsung tadi,” ujar Reynold di Polda.

Menurutnya, pembubaran massa AMPB berlangsung setelah proses audiensi selesai dan bukan karena adanya tindakan paksa dari aparat.

“Mereka telah selesai melaksanakan audiensi bersama-sama,” katanya.

Meski massa Pati telah meninggalkan lokasi, aparat kepolisian tidak serta-merta mengendurkan pengamanan di kawasan Senayan dan sekitarnya.

Pasalnya, aksi berikutnya dijadwalkan diisi oleh kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (GERAM).

Koalisi tersebut menghimpun lebih dari 14 organisasi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil. Massa GERAM dijadwalkan mulai bergerak sekitar pukul 14.00 WIB dengan estimasi peserta mencapai 1.000 orang.

Koordinator Aksi GERAM, Ahmad Mixel M.I, menyebut aksi tersebut bukan sekadar demonstrasi, tetapi bagian dari pengawasan publik terhadap kinerja DPR RI, khususnya dalam bidang legislasi, pengawasan, dan anggaran.

GERAM juga mendesak pimpinan DPR RI turun langsung menemui dan berdialog dengan massa aksi.

Mereka bahkan memberikan sinyal bahwa jika tuntutan dialog tersebut tidak dipenuhi, konsolidasi gerakan dengan jumlah massa yang lebih besar bisa dilakukan.

GERAM membawa sedikitnya 10 tuntutan dalam aksi kali ini. Isinya mencakup sejumlah isu politik, ekonomi, sosial, pendidikan, hingga ketenagakerjaan.

Di antaranya desakan pertanggungjawaban terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, penghentian program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penolakan terhadap kebijakan perpajakan yang dinilai membebani masyarakat kecil.

GERAM juga menuntut pendidikan dan layanan kesehatan gratis, kenaikan upah buruh, serta penetapan status bencana nasional bagi wilayah terdampak di Sumatra dan NTT.

Tak berhenti di sana, massa turut membawa isu perlindungan hak pekerja rumah tangga, penghapusan militerisasi ruang sipil, pembebasan tahanan politik, hingga penyitaan aset hasil korupsi.

Sejumlah organisasi yang tergabung dalam GERAM antara lain DPM UNUSIA, Aliansi Mahasiswa Universitas Terbuka, BEM Universitas Trilogi, Serikat Mahasiswa Indonesia, dan Serikat Tahanan Politik.

Dengan bergantinya kelompok massa, perhatian kini tertuju pada bagaimana aparat mengawal aksi mahasiswa tersebut agar penyampaian aspirasi tetap berjalan, sementara keamanan kawasan DPR RI dan masyarakat sekitar tetap terjaga.

Isyana

Pilkades Memanas, Petahana Desa Lenggahsari Disindir: Bansos dan Sertifikat PTSL Jangan Jadi “Kartu Politik”

0

JAGA BEKASI — Suhu politik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bekasi mulai memanas. Di Desa Lenggahsari, Kecamatan Cabangbungin, sorotan mengarah kepada petahana yang kembali maju dalam kontestasi politik desa.

Bukan sekadar soal siapa yang paling banyak memasang spanduk atau siapa yang paling rajin turun menyapa warga. Pertanyaan yang lebih mendasar kini justru muncul: sudah seberapa bersih rekam jejak petahana dalam mengelola pemerintahan desa?

Publik mempertanyakan pengelolaan Dana Desa, pembangunan, pemeriksaan khusus (riksus), hingga persoalan perpajakan.

Sebab, seorang petahana yang kembali meminta kepercayaan masyarakat semestinya datang dengan rekam administrasi yang terang, bukan menyisakan tanda tanya. Apalagi, jabatan kepala desa bukan tiket untuk membawa seluruh fasilitas pemerintahan masuk ke arena politik.

Bansos Jangan Berubah Jadi “Modal Suara”

Menjelang Pilkades, muncul sorotan mengenai dugaan pemanfaatan bantuan sosial dan sejumlah program pemerintah lainnya yang disebut-sebut berpotensi dipolitisasi untuk kepentingan pencalonan.

Kalau benar bantuan pemerintah mulai dikait-kaitkan dengan pilihan politik, tentu ini menjadi persoalan serius. Bansos adalah hak masyarakat yang memenuhi ketentuan, bukan hadiah dari calon kepala desa.

Jangan sampai warga dibuat merasa bahwa bantuan datang karena seseorang memilih atau mendukung kandidat tertentu. Politik boleh panas, tetapi bantuan pemerintah jangan sampai ikut “berkampanye”.

Sertifikat PTSL Ikut Terseret ke Arena Politik?

Sorotan yang lebih serius datang dari persoalan sertifikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Informasi yang berkembang di masyarakat menyebut sejumlah sertifikat PTSL yang prosesnya telah selesai sejak beberapa tahun lalu diduga belum seluruhnya diserahkan kepada warga.

Yang kemudian membuat persoalan semakin panas adalah munculnya tudingan bahwa pengambilan sertifikat tersebut dikaitkan dengan kepentingan politik.

Bahkan beredar narasi di masyarakat:

“Kalau mau ambil sertifikat, harus pilih salah satu: bayar atau mencoblos.”

Jika tudingan tersebut benar, pertanyaannya sederhana: sejak kapan sertifikat tanah milik warga berubah fungsi menjadi alat tawar-menawar politik?

Lebih jauh, terdapat pula tudingan warga diminta membayar hingga puluhan juta rupiah untuk mendapatkan sertifikat yang dikaitkan dengan program PTSL.

Tudingan ini tentu harus dibuktikan. Siapa yang meminta? Berapa nominalnya? Untuk apa pembayarannya? Ke mana uang tersebut disetorkan? Dan apakah ada bukti pembayaran?

Semua pertanyaan itu membutuhkan jawaban terbuka, bukan sekadar bantahan atau saling lempar isu.

Jangan Sampai Kekuasaan Dipakai untuk Mempertahankan Kekuasaan

Pilkades seharusnya menjadi ruang bagi masyarakat menentukan pemimpin berdasarkan program, integritas dan rekam jejak.

Bukan berdasarkan siapa yang paling banyak menguasai akses terhadap bantuan. Bukan pula berdasarkan siapa yang bisa membuat warga merasa memiliki “utang politik” karena pernah menerima bantuan pemerintah.

Dan tentu saja, sertifikat tanah milik warga tidak boleh dijadikan alat untuk menekan pilihan politik masyarakat.

Kalau semua fasilitas pemerintahan masuk ke dalam kalkulasi politik, lalu di mana letak batas antara pelayanan publik dan kepentingan pencalonan?

Petahana Ditantang Buka-bukaan

Sorotan terhadap petahana Desa Lenggahsari semestinya dijawab secara terbuka. Bukan hanya menjelang pencoblosan, tetapi kepada masyarakat yang selama ini menjadi pemilik mandat.

Publik berhak mengetahui bagaimana pengelolaan Dana Desa dilakukan, bagaimana hasil pemeriksaan administrasi dan keuangan desa, bagaimana status kewajiban perpajakan, serta bagaimana mekanisme penyaluran bantuan dan penyerahan sertifikat PTSL.

Kalau memang semuanya bersih, buka datanya. Kalau memang tidak ada persoalan, jelaskan secara terang.

Sebab dalam kontestasi Pilkades, yang sedang diuji bukan hanya popularitas calon, tetapi juga rekam jejak selama memegang kekuasaan.

Dan masyarakat Lenggahsari tentu bisa menilai sendiri: apakah pelayanan publik benar-benar untuk rakyat, atau jangan-jangan mulai berubah menjadi “investasi politik” menjelang hari pencoblosan. **

Kodim Karawang dan PERURI Salurkan Bantuan untuk Veteran, Bentuk Penghormatan Jasa Pejuang  

0

KARAWANG — Komando Distrik Militer (Kodim) 0604/Karawang bersama Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) menyalurkan bantuan santunan dan sembako kepada para Veteran Republik Indonesia (RI) di Kabupaten Karawang.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kodim 0604/Karawang, Kamis (27/8/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Dalam kegiatan itu, Kapten Inf Darsono membacakan sambutan Komandan Kodim (Dandim) 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto. Dalam sambutannya, Dandim menegaskan bahwa pemberian bantuan kepada para Veteran bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan wujud penghormatan, kepedulian, dan penghargaan atas jasa serta pengorbanan para pejuang bangsa.

“Jasa para pendahulu kita yang telah berjuang dengan penuh keberanian, keikhlasan, dan pengorbanan menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia,” demikian pesan Dandim yang disampaikan Kapten Inf Darsono.

Dandim menyampaikan, semangat perjuangan yang telah diwariskan para Veteran harus terus menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa.

Menurutnya, perjuangan pada masa kini tidak lagi dilakukan melalui medan perang, tetapi dapat diwujudkan dengan menjaga persatuan dan kesatuan, membangun daerah, menjaga keamanan dan ketertiban, serta berkontribusi menciptakan kehidupan masyarakat yang semakin baik.

Pada kesempatan tersebut, Dandim juga menyampaikan apresiasi kepada PERURI yang telah menunjukkan kepedulian terhadap para Veteran RI di Kabupaten Karawang melalui pemberian santunan dan bantuan sembako.

“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi para Veteran serta semakin memperkuat sinergi antara TNI, PERURI, para Veteran, dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Karawang,” ujarnya.

Sementara itu, Brigjen TNI (Purn) Sudarwo Aris menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap para Veteran yang telah memberikan pengabdian dan jasa bagi bangsa dan negara.

Ia menilai, bantuan berupa sembako maupun uang tunai tidak semata-mata dilihat dari besar kecilnya nilai yang diberikan. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi simbol perhatian dan penghargaan kepada para Veteran.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kepada para Veteran yang telah berjasa bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Menurutnya, perhatian terhadap para Veteran penting untuk terus dipelihara sebagai bagian dari upaya menghargai sejarah perjuangan bangsa.

Kegiatan penyaluran santunan dan sembako tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengenang kembali jasa para pejuang kemerdekaan serta menanamkan nilai-nilai perjuangan, pengabdian, dan kecintaan terhadap bangsa kepada generasi muda.

Kepedulian terhadap para Veteran diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan pengorbanan para pejuang yang telah meletakkan fondasi bagi kemerdekaan Indonesia.

(Emed Tarmedi)

Bansos Tak Aktif Gegara Indikasi Judi Online, Pemdes Kertamulya Minta Warga Klarifikasi

0

JAGA KARAWANG — Pemerintah Desa Kertamulya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat.

Melalui Agung selaku Operator Desa, Pemdes Kertamulya memberikan penjelasan terkait adanya sejumlah penerima manfaat yang status bantuannya tidak aktif setelah masuk dalam data yang terindikasi memiliki keterkaitan dengan aktivitas judi online.

Agung mengatakan, pemerintah desa tetap membuka ruang bagi masyarakat yang merasa terjadi kekeliruan data. Warga yang bantuan sosialnya terhenti atau tidak aktif dapat datang langsung ke kantor desa untuk melakukan klarifikasi.

“Kami siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Kalau ada warga yang merasa datanya keliru atau tidak sesuai, silakan datang langsung ke kantor desa untuk memberikan klarifikasi dan menyanggah data tersebut,” ujar Agung.

Berdasarkan data yang disampaikan Pemdes Kertamulya, terdapat 305 keluarga penerima manfaat (KPM) BPNT dan 194 KPM PKH.

Dari keseluruhan data tersebut, sebanyak 90 penerima tercatat terindikasi judi online, sehingga status bantuan sosialnya menjadi tidak aktif.

Pemdes Kertamulya menekankan bahwa data tersebut menjadi bagian dari proses penyaluran bantuan sosial dan masyarakat yang merasa keberatan memiliki hak untuk memperoleh penjelasan serta mengajukan klarifikasi sesuai mekanisme yang tersedia.

Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan data tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Terlebih, bantuan sosial merupakan program yang menyangkut kebutuhan dasar warga penerima manfaat.

Pemdes Kertamulya berharap keterbukaan informasi ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai status bantuan sekaligus mendorong warga untuk aktif memastikan kebenaran data penerima manfaat.

“Kalau memang merasa tidak sesuai, jangan ragu datang ke desa. Kami siap menerima dan membantu proses klarifikasinya,” tegas Agung.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima informasi mengenai status bantuan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk melakukan pengecekan dan menyampaikan keberatan apabila terdapat dugaan kesalahan atau ketidaksesuaian data.

Aef

BRIN Buka Jalan Hilirisasi Riset: Dari Biodiesel hingga Sepatu Berbahan Limbah  

0

JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong implementasi biodiesel B50 tidak hanya dilihat sebagai kebijakan energi, tetapi juga sebagai momentum memperkuat riset, inovasi, hilirisasi teknologi, dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, perguruan tinggi, serta dunia usaha.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan pengembangan bioenergi memiliki prospek besar bagi masa depan Indonesia. Namun, implementasinya tetap menghadapi sejumlah tantangan teknis yang membutuhkan dukungan riset dan inovasi.

“Dengan biodiesel ini kita bukan hanya mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga mendukung sektor pertanian, memperkuat ketahanan energi dan kondisi pada masa depan rendah karbon,” ujar Arif dalam ASPEBINDO Bioenergy Business Summit 2026 di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, sejumlah karakteristik biodiesel perlu menjadi perhatian, mulai dari nilai kalor yang relatif lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil, sifat fisikokimia, karakteristik pelarut, stabilitas oksidasi, hingga kandungan air. Aspek penyimpanan, transportasi, dan penanganan biodiesel juga membutuhkan teknologi dan standar yang tepat.

Namun, Arif menegaskan berbagai tantangan tersebut bukan alasan untuk menghambat pengembangan biodiesel.

“Tantangan ini bukan hambatan. Tantangan ini adalah agenda bagi kita, khususnya bagi kami yang ada di BRIN untuk bisa melakukan riset dan kajian sehingga tantangan-tantangan ini bisa diatasi dengan baik,” katanya.

Arif menjelaskan BRIN terus melakukan berbagai riset untuk mendukung implementasi B50. Pengembangan tersebut antara lain mencakup karakterisasi properti B50 pada berbagai kondisi penyimpanan, sistem filtrasi, teknologi penyimpanan, serta pengujian kinerja dan emisi B50 pada mesin Euro 4.

BRIN juga mengembangkan teknologi water removal untuk membantu menurunkan kadar air pada biodiesel.

Teknologi tersebut menggunakan pendekatan vakum termal yang dapat menurunkan kadar air pada B100 dari sekitar 1.000 ppm menjadi di bawah 260 ppm. Pengembangan sistem modular juga diarahkan agar teknologi tersebut dapat digunakan secara lebih fleksibel dan efisien.

Sementara untuk campuran biodiesel di atas B50, riset diarahkan pada pengembangan komponen mesin flexi fuel, optimasi kinerja dan emisi, serta integrasi dengan sistem injeksi dan exhaust after treatment.

Menurut Arif, pengembangan teknologi tersebut menunjukkan bahwa persoalan teknis dalam biodiesel dapat menjadi peluang bagi dunia riset dan industri untuk menghasilkan solusi baru.

Selain berbicara mengenai teknologi B50, Arif menekankan pentingnya menghasilkan teknologi yang sederhana tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, teknologi yang sudah berhasil diterapkan sering kali terlihat sederhana ketika telah sampai ke tangan masyarakat. Padahal, proses di belakangnya membutuhkan riset, laboratorium, formulasi, pengujian, serta pengalaman panjang.

“Kadang-kadang ketika teknologi itu sudah sampai ke masyarakat, seolah-olah simpel banget. Padahal teknologi itu tidak mudah. Tetapi ketika sudah jadi formulanya, yang mudah semua orang bisa pakai,” jelasnya.

Ia mencontohkan teknologi sederhana untuk pengolahan sampah rumah tangga. Dengan teknologi yang relatif murah dan mudah digunakan, persoalan sampah yang setiap hari menumpuk dapat dikurangi sejak dari sumbernya.

Bagi Arif, teknologi seperti itu memiliki nilai penting karena tidak selalu membutuhkan sistem yang sangat kompleks untuk menghasilkan dampak besar.

“Teknologi yang sederhana, teknologi yang berguna,” tegasnya.

Arif juga menyoroti pentingnya hilirisasi hasil riset agar tidak berhenti di laboratorium maupun publikasi ilmiah. Teknologi yang sudah matang harus dapat diadopsi oleh industri dan masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah pengembangan material untuk produk sepatu. BRIN mengembangkan material dengan memadukan karet dan berbagai bahan sehingga menghasilkan produk yang kuat, awet, murah, dan nyaman.

Pengembangan tersebut juga diarahkan pada pemanfaatan material berbasis limbah, termasuk limbah sawit dan limbah industri.

Menurut Arif, sebuah produk sederhana seperti sepatu dapat memiliki spektrum teknologi yang luas. Mulai dari sepatu untuk kebutuhan sehari-hari, sepatu berbahan limbah, hingga sepatu yang dilengkapi teknologi sensor dan dapat terhubung dengan sistem digital untuk membantu mendeteksi kondisi kesehatan pengguna.

“Jadi sepatu pun gradasinya banyak. Sepatu yang asal dipakai saja, sampai sepatu kesehatan,” ujarnya.

Hal itu menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang terlihat canggih. Teknologi sederhana pun dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial tinggi.

BRIN menilai keberhasilan hilirisasi riset sangat bergantung pada kolaborasi dengan dunia usaha.

Arif mengatakan pengusaha dan industri bukan hanya menjadi pengguna hasil riset, tetapi harus menjadi mitra sejak proses penelitian dan pengembangan teknologi.

“Kita tidak ingin riset berhenti pada laporan atau publikasi. Kita ingin riset menghasilkan solusi yang dapat digunakan, diproduksi, dan memberikan dampak ekonomi serta sosial,” katanya.

Karena itu, BRIN membutuhkan masukan dari masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha mengenai berbagai persoalan nyata yang membutuhkan solusi teknologi.

Masukan tersebut kemudian dapat menjadi dasar bagi peneliti untuk melakukan riset yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan.

“Riset yang kita lakukan harus semakin dekat dengan kebutuhan nyata. Kita membutuhkan riset yang memberikan solusi, bukan riset yang mengawang-awang,” tegas Arif.

Menurutnya, ekosistem inovasi harus dibangun secara bersama-sama. Masyarakat menyampaikan kebutuhan, peneliti mengembangkan solusi, industri melakukan hilirisasi, sementara pemerintah menciptakan kebijakan yang mampu memberikan ruang bagi inovasi dan investasi.

Arif menegaskan bioenergi bukan semata-mata persoalan energi. Pengembangan bioenergi juga dapat menjadi bagian dari strategi nasional untuk menciptakan nilai tambah sumber daya domestik, memperkuat sektor pertanian, membuka lapangan pekerjaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hijau.

Karena itu, pengembangan B50 dan bioenergi perlu ditempatkan dalam kerangka kolaborasi yang lebih luas.

“Kita memiliki sumber daya yang besar, tetapi pemanfaatan teknologinya harus terus ditingkatkan. Yang perlu kita lakukan adalah membangun jembatan antara riset, teknologi, industri, dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyebut ruang kolaborasi riset BRIN tidak hanya terbatas pada energi dan bioenergi. Berbagai sektor strategis seperti biodiversitas, air, pangan, farmasi, material, dan lingkungan juga membutuhkan inovasi yang dapat memberikan dampak langsung.

Arif berharap pengembangan B50 dan bioenergi dapat menjadi salah satu contoh keberhasilan kolaborasi antara riset dan dunia usaha.

“Mari kita jadikan B50 dan green diesel sebagai ikon kolaborasi bisnis riset demi Indonesia yang lebih tangguh, berdaulat energi, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

(Emed Tarmedi)

Bidik Masa Depan Energi Hijau, ASPEBINDO Perkuat Ekosistem Bioenergi Nasional

0

JAKARTA – Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) semakin serius memperluas kiprahnya ke sektor energi hijau. Langkah tersebut dilakukan dengan membangun jejaring dan kompetensi anggota di bidang energi terbarukan, khususnya bioenergi yang dinilai memiliki prospek besar dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Komitmen tersebut mengemuka dalam ASPEBINDO Bioenergy Business Summit 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu (26/8/2026). Mengusung tema “Accelerating Indonesia’s Bioenergy Ecosystem Towards Energy Security and Green Economic Growth”, forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, BUMN, asosiasi energi, praktisi hingga pelaku usaha.

Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira, mengatakan transformasi organisasi menjadi bagian dari upaya membaca perkembangan sektor energi sekaligus menangkap peluang bisnis yang akan berkembang di masa mendatang.

“Kami melihat tren dan potensi bisnis ke depan memang ada di energi terbarukan. Karena itu, dalam beberapa tahun terakhir ASPEBINDO mulai merintis jaringan bisnis di jalur renewable energy,” ujar Anggawira.

Menurutnya, pengembangan bisnis energi hijau juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang memberikan perhatian terhadap pengembangan energi terbarukan dan program transisi energi.

ASPEBINDO memilih bioenergi sebagai salah satu fokus pembahasan karena sektor tersebut dinilai memiliki peluang yang besar. Indonesia memiliki berbagai sumber daya yang dapat dikembangkan menjadi bahan baku energi, sehingga diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi dan para pemangku kepentingan lainnya.

“Kami mencoba untuk terus mendalaminya. Melalui forum seperti ini yang dihadiri stakeholder, mulai dari pengambil kebijakan, praktisi, asosiasi dan dunia usaha, diharapkan tercipta hubungan yang baik dalam satu ekosistem,” katanya.

Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis dibahas, di antaranya pengembangan B50 dan green diesel, roadmap bioetanol, biomassa, serta waste to energy. Pembahasan tersebut diharapkan dapat membuka peluang investasi sekaligus memperkuat keterlibatan pelaku usaha dalam pengembangan rantai pasok energi hijau di Indonesia.

Anggawira menilai peningkatan pemahaman dan kompetensi para anggota ASPEBINDO menjadi faktor penting agar dunia usaha mampu bersaing dalam memasuki sektor bioenergi.

“Kalau anggota ASPEBINDO semakin mendalami bisnis energi hijau dan memiliki core competencies, tentunya akan semakin kompetitif untuk menyelami bisnis bioenergi,” jelasnya.

ASPEBINDO Bioenergy Business Summit 2026 berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan forum diskusi, networking dinner, serta business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor energi.

Sementara pada hari kedua, Kamis (27/8/2026), rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan gambaran langsung mengenai pengelolaan sampah menjadi bahan bakar alternatif sekaligus potensi pengembangan waste to energy.

Melalui penyelenggaraan forum tersebut, ASPEBINDO berharap semakin banyak pelaku usaha yang tertarik dan terlibat dalam pengembangan bioenergi.

Menurut Anggawira, semakin luas keterlibatan dunia usaha akan semakin memperkuat ekosistem bioenergi nasional. Pada akhirnya, pengembangan sektor tersebut diharapkan tidak hanya membuka peluang investasi dan bisnis baru, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian ketahanan energi Indonesia.

“Harapannya akan semakin banyak pengusaha yang terlibat di bioenergi dan tentunya mendukung ketahanan energi nasional,” pungkasnya.

(Emed Tarmedi)

Dugaan Potongan BPNT di Gebangjaya Mencuat, Kasie Kesos Cibuaya Malah Diduga Blokir Wartawan

0

JAGA KARAWANG — Dugaan persoalan dalam penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali mencuat di Desa Gebangjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

Kali ini, sorotan tidak hanya tertuju pada dugaan pengumpulan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), tetapi juga pada respons aparatur yang berwenang ketika dimintai klarifikasi.

Berdasarkan informasi yang diterima awak media, kartu ATM milik sejumlah penerima manfaat diduga dikumpulkan secara kolektif oleh oknum RT sebelum proses pencairan.

Pencairan kemudian dilakukan melalui mesin ATM menggunakan kartu atas nama masing-masing penerima manfaat.

Praktik tersebut menjadi perhatian lantaran kartu bantuan merupakan instrumen yang melekat pada penerima manfaat.

Jika benar dikumpulkan dan dikuasai pihak lain, kondisi itu patut mendapat penjelasan serta pemeriksaan dari pihak berwenang.

Saat awak media Jagain.news berupaya meminta klarifikasi kepada H. Wartam, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasie Kesos) Kecamatan Cibuaya, terkait fungsi pengawasan terhadap penyaluran bansos di Desa Gebangjaya, komunikasi justru disebut terhenti.

Nomor WhatsApp wartawan diduga diblokir sehingga pertanyaan mengenai dugaan pengumpulan kartu, mekanisme pencairan, hingga pengawasan BPNT belum mendapatkan jawaban dari pihak Kecamatan Cibuaya.

Sikap tersebut tentu menjadi tanda tanya. Sebab, pejabat yang memiliki tugas berkaitan dengan kesejahteraan sosial semestinya dapat memberikan penjelasan kepada publik, terlebih ketika menyangkut program bantuan pemerintah yang menggunakan anggaran negara.

Dari keterangan salah seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, terdapat dugaan potongan dalam proses pencairan.

Narasumber menyebut uang yang dicairkan mencapai Rp1.190.000. Kemudian terdapat potongan yang disebut sebagai biaya administrasi sebesar Rp20.000, sehingga tersisa Rp1.170.000.

Dari jumlah tersebut, penerima disebut kembali memberikan Rp50.000 kepada istri RT. Dengan demikian, uang yang pada akhirnya diterima atau dipegang oleh warga disebut hanya sekitar Rp1.120.000.

“Hampir seluruh penerima manfaat kartunya dikumpulkan oleh RT sebelum dicairkan. Pencairan pun diduga diarahkan ke lokasi tertentu,” ujar narasumber.

Keterangan tersebut masih merupakan dugaan berdasarkan informasi narasumber dan membutuhkan verifikasi serta klarifikasi dari pihak-pihak yang disebutkan.

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Operator SIK NG Desa Gebangjaya. Namun hingga berita ini disusun, pihak terkait disebut belum memberikan penjelasan mengenai mekanisme penyaluran BPNT maupun dugaan pengumpulan kartu penerima manfaat.

Minimnya respons dari pihak-pihak terkait membuat persoalan ini semakin membutuhkan keterbukaan.

Publik tentu berhak mengetahui bagaimana sebenarnya mekanisme penyaluran bantuan, siapa yang melakukan pendampingan, apakah pengumpulan kartu memang terjadi, serta apakah terdapat potongan dari dana yang seharusnya diterima keluarga penerima manfaat.

Program bantuan sosial pada dasarnya ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, proses penyalurannya harus dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan tanpa adanya tekanan maupun pungutan yang tidak memiliki dasar.

Jika benar terdapat pengumpulan kartu secara kolektif dan potongan sebagaimana disampaikan narasumber, maka persoalan tersebut tidak semestinya berhenti pada saling bantah.

Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu turun langsung melakukan pengecekan terhadap penerima manfaat serta menelusuri alur pencairannya.

Di sisi lain, pihak Kecamatan Cibuaya, Pemerintah Desa Gebangjaya, pendamping bansos, maupun Dinas Sosial Kabupaten Karawang memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi agar informasi yang beredar tidak menjadi bola liar.

Sebab dalam urusan bantuan untuk warga miskin, yang dibutuhkan bukan sikap bungkam, apalagi memutus komunikasi, melainkan transparansi dan keberanian menjelaskan.

Aef

Ada Demo di Jakarta Besok, Polisi Pastikan Kota Bekasi Tetap Aman

0

JAGA BEKASI — Polres Metro Bekasi Kota memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kota Bekasi tetap kondusif menjelang rencana aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Putu Kholis Aryana meminta masyarakat tidak khawatir dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.

Menurut Kholis, jajaran kepolisian tetap menjalankan tugas rutin, mulai dari pelayanan publik, patroli hingga pemantauan situasi keamanan di berbagai wilayah Kota Bekasi.

“Untuk di Kota Bekasi kegiatan kepolisian seperti biasanya mencakup pelayanan publik, patroli, dan pemantauan keamanan,” kata Kholis, Rabu (26/8/2026).

Ia menegaskan, sampai saat ini belum ditemukan adanya kondisi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Bekasi.

“Sejauh ini Kota Bekasi normal kondusif. Tidak ada hal-hal yang perlu dikhawatirkan,” ujarnya.

Meski situasi masih aman, kepolisian tetap melakukan pemantauan terhadap aktivitas berbagai elemen dan komunitas masyarakat di Kota Bekasi.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga situasi tetap aman dan terkendali.

Kholis juga menyebut belum mendapatkan informasi adanya organisasi maupun komunitas masyarakat dari Kota Bekasi yang akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI.

“Sampai saat ini elemen dan komunitas masyarakat di Kota Bekasi memiliki kegiatan atau aktivitas masing-masing di Kota Bekasi. Tidak ada agenda ke Jakarta,” pungkasnya.

Sementara itu, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dikabarkan berencana menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026).

Polres Metro Bekasi Kota pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

 

Persib Bandung Kenalkan Jersey Musim 2026/2027, Usung Tema “Manah Jeung Getih”

0

JAGA BANDUNG — Persib Bandung resmi memperkenalkan jersey tempur terbaru yang akan digunakan untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027.

Mengusung tema “Manah Jeung Getih” yang berarti Hati dan Darah, jersey anyar ini membawa pesan kuat tentang identitas, sejarah, dan semangat kebersamaan Pangeran Biru.

Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengatakan filosofi “Manah Jeung Getih” menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang Persib tidak dibangun oleh satu pihak saja.

Menurutnya, ada kolaborasi antara pemain, manajemen, masyarakat Bandung, hingga Bobotoh yang menjadi bagian penting dalam perjalanan klub.

“Semangat tersebut tidak hanya hadir ketika para pemain bertanding di lapangan, tetapi juga hidup dalam diri setiap orang yang merasa memiliki ikatan dengan Persib,” ujar Adhitia di Bandung, Selasa.

Ia menjelaskan, konsep jersey musim 2026/2027 dirancang untuk memadukan kerja keras para pemain di lapangan dengan dukungan manajemen serta karakter khas Kota Bandung.

Tak kalah penting, energi dan loyalitas Bobotoh juga menjadi bagian dari makna yang ingin dibawa melalui jersey terbaru tersebut.

“Kami ingin jersei musim ini tidak hanya menjadi identitas yang dikenakan ketika Persib bertanding, tetapi juga menjadi bagian dari cerita setiap Bobotoh,” katanya.

Tema “Manah Jeung Getih” pun menjadi simbol bahwa Persib bukan sekadar klub sepak bola. Di balik setiap pertandingan, terdapat sejarah, rasa memiliki, perjuangan, dan ikatan emosional yang terus tumbuh antara klub dengan para pendukungnya.

Dengan jersey anyar ini, Persib membawa semangat yang lebih dari sekadar tampil di lapangan—melainkan membawa hati dan darah Pangeran Biru dalam setiap perjuangan menghadapi musim kompetisi 2026/2027.

Ichsan

 

Wali Kota Bandung Soroti Warga di Transisi Desil 5-6: Jangan Sampai Bantuan Hilang Saat Kondisi Belum Mandiri

0

JAGA BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung menaruh perhatian khusus terhadap warga yang mengalami perubahan status kesejahteraan dari Desil 5 ke Desil 6.

Transisi tersebut dinilai perlu dikawal agar warga yang kondisi ekonominya masih rentan tidak tiba-tiba kehilangan perlindungan sosial.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, perubahan desil dalam data kesejahteraan harus melihat kondisi faktual masyarakat di lapangan.

Menurutnya, tidak semua perubahan status otomatis menggambarkan bahwa kondisi ekonomi warga sudah benar-benar membaik.

“Kalau buat kami di Kota Bandung yang paling rentan itu adalah antara Desil 5 ke Desil 6,” kata Farhan.

Farhan menjelaskan, kelompok Desil 9 dan 10 merupakan masyarakat yang dinilai lebih mampu sehingga konsekuensinya dapat berupa pengurangan atau tidak lagi menerima sejumlah subsidi.

Namun, pemerintah tetap akan melakukan pemantauan karena data kesejahteraan dapat saja belum sepenuhnya menggambarkan kondisi ekonomi warga terkini.

“Kalau Desil 9, 10 kan tidak bisa menikmati subsidi. Kalau Desil 5 ke Desil 6, ini adalah tidak bisa menerima bantuan. Padahal posisinya juga sangat jauh lebih rentan,” ujarnya.

Pemkot Bandung berencana memperkuat pemantauan hingga tingkat kewilayahan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan warga yang mengalami perubahan desil tetap mendapatkan perhatian apabila kondisi ekonominya masih membutuhkan dukungan.

Salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan adalah program Siskamling Siap Jaga Bencana, yang memungkinkan masyarakat menyampaikan aspirasi maupun kondisi di lingkungannya.

Menurutnya, informasi langsung dari masyarakat penting untuk menjadi pembanding terhadap data administratif pemerintah.

Farhan juga menekankan pentingnya pembaruan data kesejahteraan. Warga yang mengalami perubahan kondisi ekonomi perlu memiliki akses untuk melaporkan kondisi tersebut melalui kanal yang disediakan pemerintah.

“Kalau saya enggak salah itu ada yang namanya website untuk melaporkan tentang perubahan desil tersebut,” katanya.

Pemkot Bandung berharap mekanisme tersebut dapat membantu menjaga akurasi data sekaligus memastikan program bantuan dan perlindungan sosial diberikan kepada warga yang memang membutuhkan.

“Fokus kita, transisi Desil 5 ke Desil 6,” pungkas Farhan.

Ichsan

Kasi Kesos Pedes Respons Cepat Aduan Warga Tunawisma, Bakal Dibawa ke Rumah Singgah

0

JAGA KARAWANG – Didin Hadiyanto, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kecamatan Pedes, menindaklanjuti adanya aduan dari masyarakat terkait warga tunawisma atas nama Bapak Uang yang berdomisili di Dusun Sukarela RT 003/RW 005, Desa Kertamulya, Kecamatan Pedes.

Bersama Tim Puskesmas Pedes yang dipimpin Kepala Puskesmas beserta dokter dan tenaga kesehatan, Didin Hadiyanto didampingi Kepala Desa Kertamulya, Petugas Sosial Desa, Perwakilan Wilayah, serta Ketua RT setempat langsung turun ke lokasi guna melakukan pemeriksaan kesehatan dan penilaian kondisi secara menyeluruh.

Dari hasil pemeriksaan dan penilaian yang dilakukan bersama, diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

Pertama, hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya pembengkakan pada kaki dan tangan sebelah kanan.

Tidak ditemukan keluhan sesak napas. Namun terlihat adanya masalah terkait kebersihan diri, serta riwayat kurangnya asupan gizi yang diterima.

Kedua, hasil pemeriksaan kesehatan kejiwaan yang dilakukan oleh dokter Puskesmas menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda gangguan kejiwaan atau psikosis.

Ketiga, berdasarkan diskusi dan kesepakatan Tim yang melibatkan Puskesmas, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Dinas Sosial, serta pihak keluarga, disepakati rencana penanganan selanjutnya.

Warga yang bersangkutan rencananya akan dibawa ke Rumah Singgah atau Panti Sosial untuk mendapatkan perawatan yang layak. Saat ini persyaratan sedang diurus oleh Pemerintah Desa Kertamulya.

Sebelumnya, warga tersebut juga akan terlebih dahulu melalui penilaian mendalam dari tim Dinas Sosial.

Demikian laporan hasil kunjungan dan penanganan yang dilakukan tim terpadu pada hari Rabu, 26 Agustus 2026.

Sosialisasi Satgas Citarum Harum 2026 Digelar di Desa Dewisari, Dorong Kolaborasi Pulihkan DAS Citarum

0

JAGA KARAWANG — Upaya menjaga kelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum terus diperkuat melalui kolaborasi antara Satgas Citarum Harum, pemerintah desa, dan masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Satgas Citarum Harum Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Kantor Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Rabu (26/8/2026).

Mengusung tema “Kolaborasi untuk Pemulihan dan Pelestarian Daerah Aliran Sungai Citarum”, kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Komandan Sektor 10 Citarum Harum Kabupaten Karawang, Kolonel Inf Tamba Tua Panjaitan, Kepala Desa Dewisari Tamin Dodi, Baops Sektor 10 Pelda Erwin, Bamin Sektor 10 Citarum Harum Pelda Roni, Dansubsektor 5 Sertu Sugiyanto, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa. Selanjutnya dilakukan penyerahan sarana kontak serta pemberian sembako secara simbolis kepada masyarakat.

Memasuki agenda utama, Dansektor 10 Citarum Harum menyampaikan sambutan sekaligus pemaparan mengenai berbagai program dan langkah strategis dalam mendukung pemulihan serta pelestarian Sungai Citarum pada Tahun Anggaran 2026.

Dalam pemaparannya, pentingnya keterlibatan berbagai pihak menjadi salah satu poin utama. Pemulihan sungai dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah maupun Satgas, tetapi membutuhkan dukungan masyarakat di tingkat desa.

Sementara itu, Kepala Desa Dewisari, Tamin Dodi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Satgas Citarum Harum yang telah memilih Desa Dewisari sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi.

Ia menyatakan pihaknya menyambut baik sekaligus mendukung program pemulihan Sungai Citarum yang dilaksanakan di wilayah Desa Dewisari.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Satgas Citarum Harum yang telah memilih Desa Dewisari sebagai lokasi sosialisasi. Tentunya kami menyambut baik dan mendukung sepenuhnya program pemulihan sungai di wilayah kami,” ujar Tamin.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Masyarakat dan tamu undangan diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan maupun masukan terkait upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar DAS Citarum.

Kegiatan kemudian ditutup sekitar pukul 11.00 WIB. Seluruh rangkaian berlangsung aman, lancar, dan kondusif.

Melalui sosialisasi tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan sungai semakin meningkat, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Citarum yang lebih bersih, sehat, dan lestari.

Aef

Panitia 11 Pilkades Baturaden Terbentuk, Tahapan Demokrasi Desa Resmi Bergulir

0

JAGA KARAWANG — Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Desa Baturaden, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, resmi memasuki babak awal. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Baturaden menggelar musyawarah pembentukan Panitia 11 sebagai bagian dari persiapan pesta demokrasi tingkat desa.

Musyawarah digelar di Aula Desa Baturaden, Rabu (26/8/2026), dan berlangsung dalam suasana kondusif.

Sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat turut hadir, mulai dari Ketua BPD Baturaden Salmah, Kepala Desa Baturaden Rano Karno, Kasi Pemerintahan Kecamatan Batujaya H. Sudarto, Bhabinkamtibmas Polsek Batujaya Bripka Ahmad Sanjaya, Babinsa, kepala dusun, RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga jajaran anggota BPD.

Dalam forum tersebut, peserta musyawarah menyepakati 11 nama yang dinilai mampu mewakili berbagai unsur masyarakat di Desa Baturaden.

Ketua BPD Desa Baturaden, Salmah, mengatakan pembentukan Panitia 11 dilakukan melalui musyawarah dan kesepakatan bersama dengan memperhatikan keterwakilan masyarakat dari setiap dusun.

“Alhamdulillah, Panitia 11 sudah terbentuk dan semua nama sudah disepakati bersama,” ujar Salmah.

Berdasarkan hasil musyawarah, 11 orang yang ditetapkan sebagai Panitia 11 yakni H. Camin, Taslim, Kolin, Rudini, Masim, Sarip, Buang Sukamawan, H. Soma, H. Iman, Edwin Mahendra, dan Cahyadi Sukamawan.

Komposisi tersebut juga mengakomodasi keterwakilan dari empat dusun di Desa Baturaden, yakni Dusun Rengas Jaya, Dusun Kosambi Jaya, Dusun Kosambi Mekar Kembang, dan Dusun Medan Jaya.

Keterwakilan tersebut diharapkan menjadi salah satu fondasi agar proses persiapan Pilkades dapat berjalan terbuka, berimbang, serta mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Panitia 11 nantinya memiliki tugas penting dalam mengawal tahapan Pilkades sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, integritas, profesionalitas, transparansi, dan sikap adil menjadi hal yang dinilai penting dalam menjalankan setiap tahapan.

Terbentuknya Panitia 11 sekaligus menandai dimulainya perjalanan demokrasi menuju Pilkades Serentak 2026 di Desa Baturaden.

Masyarakat pun diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengawal proses demokrasi tersebut agar berjalan aman, tertib, transparan, dan kondusif.

Perbedaan pilihan dalam sebuah pesta demokrasi merupakan sesuatu yang wajar. Namun, pilihan politik diharapkan tidak menjadi alasan untuk memecah persatuan masyarakat.

Siapa pun yang nantinya terpilih sebagai kepala desa, kepentingan dan kemajuan Desa Baturaden diharapkan tetap menjadi tujuan utama bersama.

M. Jhon

 

BPNT di Gebangjaya Diduga Dikolektifkan Oknum RT, Kartu KPM Disebut Dikumpulkan Sebelum Pencairan

0

JAGA KARAWANG — Dugaan persoalan dalam penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mencuat di Desa Gebangjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

Bantuan yang semestinya dapat diakses oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui rekening atau kartu bantuan, diduga justru dicairkan secara kolektif setelah kartu ATM sejumlah penerima dikumpulkan oleh oknum RT.

Informasi tersebut disampaikan seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada awak media. Menurut sumber tersebut, praktik pengumpulan kartu dilakukan sebelum proses pencairan bantuan.

“Hampir seluruh penerima manfaat kartunya dikumpulkan oleh RT sebelum dicairkan. Pencairan pun diduga diarahkan ke lokasi tertentu,” ungkap narasumber.

Dari informasi yang diperoleh, dana yang dicairkan disebut mencapai Rp1.190.000. Kemudian terdapat potongan yang disebut sebagai biaya administrasi sebesar Rp20.000, sehingga tersisa Rp1.170.000.

Dari jumlah tersebut, kembali disebut ada pemberian sebesar Rp50.000 kepada istri RT. Dengan demikian, uang yang akhirnya berada di tangan KPM disebut hanya Rp1.120.000.

Jika pola tersebut benar terjadi dan dilakukan tanpa dasar atau persetujuan yang sah dari penerima, maka perlu ada penjelasan terbuka mengenai dasar pemotongan maupun pihak yang menerima uang tersebut.

Namun demikian, seluruh informasi tersebut masih berupa dugaan berdasarkan keterangan narasumber dan perlu diverifikasi melalui pemeriksaan langsung terhadap KPM, bukti transaksi, struk ATM, serta pihak-pihak yang disebut terkait.

Pengumpulan kartu ATM bantuan oleh pihak lain menjadi persoalan yang patut mendapat perhatian. Dalam mekanisme penyaluran bansos secara nontunai, dana disalurkan ke rekening atas nama penerima manfaat dan rekening tersebut dapat diakses melalui kartu yang dimiliki KPM.

Dalam aturan PKH, misalnya, penyaluran dilakukan ke rekening atas nama KPM dan penarikan dilakukan melalui bank penyalur atau agen yang ditunjuk.

Karena itu, apabila kartu penerima dikumpulkan oleh pihak lain kemudian digunakan untuk melakukan pencairan secara massal, mekanismenya perlu dipastikan apakah sesuai ketentuan dan atas dasar apa dilakukan.

Operator Desa Diduga Bungkam

Upaya konfirmasi juga dilakukan awak media Jagain.news kepada Operator SIK NG Desa Gebangjaya untuk memperoleh penjelasan mengenai dugaan pengumpulan kartu dan pencairan BPNT tersebut.

Namun, alih-alih mendapatkan klarifikasi, awak media mengaku tidak memperoleh jawaban. Bahkan nomor wartawan disebut diduga telah diblokir.

Sikap tersebut tentu menimbulkan pertanyaan, terlebih persoalan yang dipertanyakan berkaitan dengan bantuan sosial yang menyangkut hak masyarakat penerima.

Meski demikian, pemblokiran komunikasi tidak dapat dijadikan bukti bahwa dugaan tersebut benar. Konfirmasi kepada pihak desa, RT yang disebut, pendamping sosial, bank penyalur, maupun Dinas Sosial tetap diperlukan agar pemberitaan berimbang.

Persoalan ini perlu mendapat perhatian serius apabila benar terdapat pihak yang menguasai kartu KPM, melakukan pencairan tanpa kehadiran atau persetujuan penerima, serta meminta sejumlah uang dari dana bantuan.

Sementara itu, Permensos Nomor 1 Tahun 2018 tentang PKH mengatur bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara nontunai ke rekening atas nama KPM dan proses penyalurannya melibatkan bank penyalur serta mekanisme pemantauan, evaluasi dan pelaporan.

Atas munculnya dugaan tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Karawang, Inspektorat, pendamping sosial, serta aparat penegak hukum dinilai perlu melakukan verifikasi dan pemeriksaan apabila terdapat laporan resmi dari masyarakat.

Pemeriksaan dapat dilakukan dengan mencocokkan data penerima, bukti transaksi, struk ATM, waktu pencairan, serta keterangan para KPM yang diduga kartunya dikumpulkan.

Jika ternyata tidak ditemukan pelanggaran, maka pemeriksaan tersebut sekaligus dapat menjadi ruang klarifikasi dan pemulihan nama baik pihak yang dituding.

Sebaliknya, apabila ditemukan adanya pengumpulan kartu, pencairan tanpa kewenangan, atau pemotongan dana yang tidak memiliki dasar hukum, maka persoalan tersebut semestinya ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

Aef

Penataan Tanggul Citarum di Dewisari, Marsel Minta Kerja Sama Warga

0

KARAWANG, Jagainnews.com – Sosialisasi Satgas Citarum Harum 2026 di Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, membahas rencana pembenahan tanggul Sungai Citarum.

Marsel yang hadir dalam kegiatan tersebut meminta dukungan dan kerja sama masyarakat agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan sesuai rencana.

Marsel mengatakan, penataan akan dilakukan dari bagian ujung tanggul ke arah utara. Area yang masih bergelombang, termasuk lapangan bola, juga akan dirapikan sesuai gambar yang telah disiapkan.

“Pekerjaan ini sesuai SOP. Lapangan bola yang masih bergelombang nanti akan kita rapikan sesuai gambar yang sudah ada,” ujar Marsel, Rabu (26/8/2026).

Ia juga meminta warga yang memiliki kebun atau tanaman di area yang terdampak pekerjaan agar berkoordinasi terlebih dahulu.

“Kalau ada kebun atau tanaman yang nantinya terganggu, silakan koordinasikan kepada saya,” katanya.

Marsel berharap masyarakat ikut mendukung pekerjaan tersebut sehingga pelaksanaannya bisa lebih cepat, terutama karena harus menyesuaikan dengan kondisi cuaca.

“Kita harus bekerja sama dengan baik. Dukungan dari bapak dan ibu sangat diperlukan agar pekerjaan bisa berjalan lebih cepat,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi turut dihadiri Dansektor 10 Citarum Harum Kolonel Inf Tamba Tua Panjaitan, Kepala Desa Dewisari Tamin Dodi, jajaran Satgas Citarum Harum serta masyarakat dan tamu undangan.

Ratusan Bansos Warga Gebangjaya Nonaktif, Data dan Dasar Penetapan Diduga Tak Transparan

0

JAGA KARAWANG — Maraknya data penerima bantuan sosial (bansos) yang berstatus nonaktif kembali menjadi sorotan. Salah satu persoalan yang kini dipertanyakan terjadi di Desa Gebangjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

Bantuan sosial berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) disebut mengalami penghentian terhadap sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebabnya adalah adanya indikasi keterkaitan dengan aktivitas judi online.

Namun, persoalan justru berkembang ketika masyarakat mempertanyakan berapa jumlah pasti KPM yang bantuannya dinonaktifkan serta bagaimana proses penetapan status tersebut.

Informasi mengenai jumlah penerima yang terdampak hingga kini belum mendapatkan penjelasan secara terbuka dari pihak yang menangani data bansos di tingkat desa.

Enda, Operator SIKS-NG Desa Gebangjaya yang menangani data bansos, dikonfirmasi terkait jumlah pasti KPM yang berstatus nonaktif atau terhenti menerima bantuan.

Namun, hingga berita ini disusun, yang bersangkutan belum memberikan keterangan secara jelas terkait data tersebut.

Kondisi ini kemudian memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Apakah seluruh data penerima bansos yang dinonaktifkan memang sudah melalui proses verifikasi yang tepat?

Pertanyaan tersebut penting dijawab mengingat bansos merupakan program pemerintah yang menyangkut kepentingan masyarakat dan menggunakan anggaran negara.

Masyarakat tentu berhak mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme penetapan status nonaktif, termasuk dasar dan proses verifikasi terhadap penerima yang disebut terindikasi judi online.

Bukan sekadar soal menerima atau tidak menerima bantuan, tetapi juga menyangkut akurasi data dan keadilan dalam penyaluran bansos.

Jika memang terdapat penerima yang memenuhi kriteria untuk dinonaktifkan karena terindikasi aktivitas judi online, maka prosesnya harus dapat dipastikan berdasarkan data yang valid, mekanisme yang jelas, serta verifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sebaliknya, jika terdapat kesalahan data, masyarakat juga harus memiliki ruang untuk memperoleh klarifikasi dan melakukan perbaikan apabila memang memenuhi persyaratan sebagai penerima bansos.

Ketidakjelasan mengenai data tersebut mendorong perlunya pihak berwenang melakukan pengecekan secara menyeluruh.

Dinas Sosial Kabupaten Karawang, Inspektorat Daerah, diharapkan tidak tinggal diam dan dapat turun langsung melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian dalam pengelolaan data bansos.

  • Apakah seluruh data KPM yang berstatus nonaktif benar-benar sesuai dengan kondisi dan data di lapangan?
  • Apakah penetapan indikasi judi online telah melalui proses verifikasi yang akuntabel?
  • Apa dasar penetapan sehingga bantuan seorang KPM dinyatakan tidak aktif?
  • Apakah terdapat mekanisme pengaduan atau pemutakhiran data bagi masyarakat yang merasa dirugikan?
  • Apakah terdapat ketidaksesuaian antara data administrasi dengan kondisi penerima sebenarnya?

Pemeriksaan tersebut dinilai penting agar tidak muncul prasangka maupun dugaan adanya data yang sengaja tidak dibuka kepada masyarakat.

Sebab, transparansi menjadi bagian penting dalam pengelolaan bantuan sosial. Masyarakat bukan hanya berhak mengetahui siapa yang menerima bantuan, tetapi juga berhak mengetahui ketika bantuan tersebut dihentikan dan apa dasar penghentiannya.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Desa Gebangjaya maupun Dinas Sosial Kabupaten Karawang mengenai jumlah pasti KPM yang terdampak serta rincian penyebab data bansos menjadi nonaktif.

Masyarakat pun menunggu jawaban: apakah benar seluruh data tersebut sudah melalui proses verifikasi, atau masih ada persoalan data yang perlu dibenahi?

Klarifikasi dari pihak terkait diharapkan dapat segera diberikan agar persoalan ini tidak berkembang menjadi spekulasi dan tetap berada dalam koridor transparansi, keadilan, serta akuntabilitas penyaluran bantuan sosial.

Aef

 

Wali Kota Bekasi Bertindak Tegas, Lima Pejabat Dinonaktifkan Buntut Dugaan Pungli PKL

0

JAGA BEKASI — Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengambil langkah tegas menyikapi dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang mencuat dalam penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Taman Plaza Patriot Chandrabhaga.

Sebanyak lima pejabat struktural dibebastugaskan sementara sebagai bagian dari sanksi awal, sembari menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat Daerah Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengatakan, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk ketegasan pemerintah terhadap dugaan persoalan yang terjadi di kawasan Plaza Patriot.

“Lima pejabat struktural tersebut kami bebas tugaskan. Keputusan ini merupakan bagian dari sanksi,” kata Tri Adhianto di Bekasi, Selasa.

Kelima pejabat yang saat ini berstatus nonaktif sementara tersebut yakni Camat Bekasi Selatan Karya Sukmajaya, Lurah Kayuringin Jaya Ricky Suhendar, Kepala UPTD GOR Yudi, Kepala UPTD Kebersihan Protokol Irwan Sukirno, serta Komandan Regu Satpol PP Kota Bekasi Aslim Khoil.

Namun, Pemkot Bekasi menegaskan bahwa pembebastugasan tersebut belum merupakan keputusan akhir terkait ada atau tidaknya pelanggaran yang dilakukan para pejabat tersebut.

Saat ini, Inspektorat Kota Bekasi tengah melakukan pemeriksaan secara komprehensif untuk mengungkap sejauh mana dugaan kelalaian tugas, tanggung jawab serta pengawasan masing-masing pejabat terhadap kondisi di kawasan Taman Plaza Patriot Chandrabhaga.

“Kita lihat hasil pemeriksaan dari Inspektorat nanti, sejauh mana pelanggaran dan sanksi yang akan diberikan. Sementara mereka dibebastugaskan dulu,” ujar Tri.

Langkah tegas tersebut dilakukan setelah Tri Adhianto turun langsung meninjau kawasan Plaza Patriot Chandrabhaga pada Sabtu (22/8/2026).

Dalam peninjauan itu, Tri mendapati sejumlah PKL berjualan di area yang semestinya diperuntukkan bagi masyarakat. Situasi bahkan sempat memanas ketika terjadi ketegangan antara Wali Kota dengan salah seorang pedagang saat proses penertiban.

Persoalan kemudian berkembang setelah muncul pengakuan dari pedagang yang menyebut adanya pungutan tertentu agar dapat berjualan di kawasan tersebut.

Dugaan pungutan itulah yang kemudian menjadi perhatian serius Pemkot Bekasi dan mendorong dilakukannya pemeriksaan terhadap jajaran pejabat terkait.

Tri menegaskan, pemerintah tidak bermaksud mematikan mata pencaharian masyarakat kecil. Para pedagang tetap diperbolehkan berjualan, tetapi harus mengikuti aturan dan menempati lokasi yang telah ditentukan.

“Silakan berjualan, kami tidak melarang setiap warga negara untuk berusaha demi menafkahi keluarga, tetapi tempatnya harus sesuai dengan lokasi yang sudah ditentukan,” tegasnya.

Menurutnya, penataan kawasan publik harus berjalan seimbang. Di satu sisi pemerintah perlu memberikan ruang bagi masyarakat untuk mencari nafkah, namun di sisi lain fungsi fasilitas publik juga harus tetap dijaga.

Pembebastugasan lima pejabat tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh aparatur di lingkungan Pemkot Bekasi.

Pemerintah ingin memastikan setiap pejabat menjalankan fungsi pengawasan dan pelayanan publik secara optimal serta tidak membiarkan persoalan di lapangan berkembang tanpa pengawasan.

Kini, publik tinggal menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat. Dari hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan ditentukan apakah terdapat pelanggaran administratif maupun bentuk pelanggaran lainnya, serta sanksi apa yang akan diberikan.

Satu hal yang ditegaskan Pemkot Bekasi, pembebastugasan sementara bukan berarti kelima pejabat tersebut telah dinyatakan bersalah. Keputusan akhir akan menunggu hasil pemeriksaan resmi Inspektorat.**

Tumpahan Minyak Misterius Cemari Pantai Cemarajaya, Ahmad Alexa Desak Sumbernya Diusut Tuntas

0

JAGA KARAWANG — Pesisir Pantai Pisangan, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, mendadak tercemar tumpahan minyak yang hingga kini belum diketahui secara pasti sumbernya.

Limbah berwarna gelap tersebut terlihat menyebar di sepanjang bibir pantai. Tak hanya mengotori kawasan pesisir, aroma menyengat dari tumpahan minyak juga membuat warga resah dan khawatir terhadap dampaknya bagi kesehatan maupun lingkungan.

Kepala Desa Cemarajaya, Rudi Chandia, mengatakan tumpahan minyak mulai terlihat sejak Selasa (25/8/2026).

Pemerintah desa pun langsung melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mencari tahu sumber pencemaran.

Menurut Rudi, pihak desa telah berkomunikasi dengan Pertamina ONWJ. Namun, berdasarkan informasi yang diterima, Pertamina menyatakan tidak terdapat kebocoran dari fasilitas mereka.

“Sejak Selasa tumpahan minyak ini sudah terlihat. Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina ONWJ, namun dari pihak Pertamina menyampaikan tidak ada kebocoran dari fasilitas mereka,” ujar Rudi.

Ia berharap Pertamina dapat ikut membantu proses penelusuran sekaligus penanganan limbah yang mencemari pesisir.

Ahmad Alexa: Jangan Sampai Warga Jadi Korban

Sementara itu, tokoh pemuda Kecamatan Cibuaya, Ahmad Alexa, meminta pemerintah dan seluruh instansi terkait tidak berhenti pada pengambilan sampel semata.

Ia mendesak sumber pencemaran segera diusut secara menyeluruh. Jika nantinya ditemukan pihak yang terbukti bertanggung jawab, Ahmad meminta agar diberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

“Pencemaran ini sangat merugikan warga di sekitar pantai. Ada dua kerugian besar yang dirasakan,” tegas Ahmad Alexa.

Menurutnya, kerugian pertama menyangkut kesehatan masyarakat. Bau minyak yang menyengat dan pencemaran di kawasan pesisir dinilai dapat menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang setiap hari beraktivitas di sekitar pantai.

Kerugian kedua adalah terganggunya mata pencaharian nelayan.

Dengan kondisi laut yang tercemar, para nelayan setempat disebut tidak dapat menjalankan aktivitas melaut secara normal untuk mencari ikan.

“Jangan sampai masyarakat yang akhirnya menjadi korban. Mereka kehilangan rasa aman, lingkungan tercemar, dan nelayan kehilangan mata pencaharian,” ujarnya.

Ahmad menegaskan, siapa pun yang nantinya terbukti menjadi sumber pencemaran harus bertanggung jawab, bukan hanya terhadap pembersihan lingkungan, tetapi juga terhadap kerugian masyarakat yang terdampak.

“Kalau sudah terbukti siapa penyebabnya, jangan hanya selesai dengan pernyataan. Harus ada tanggung jawab. Lingkungan wajib dipulihkan dan kerugian warga maupun nelayan harus diperhitungkan sesuai aturan,” pungkasnya.

Di sisi lain, Camat Cibuaya, Ridwan, menyampaikan bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah merespons laporan pencemaran tersebut dengan turun langsung ke lokasi.

Petugas mengambil sampel air untuk selanjutnya dilakukan pengujian di laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi karakteristik pencemaran sekaligus menjadi bahan untuk menelusuri sumber tumpahan minyak.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari DLH maupun Pertamina ONWJ terkait hasil pemeriksaan atau sumber pasti tumpahan minyak tersebut.

Kini warga menunggu langkah konkret pemerintah dan instansi terkait. Sebab, bagi masyarakat pesisir Cemarajaya, persoalan ini bukan sekadar pantai yang kotor, tetapi menyangkut lingkungan, kesehatan, dan keberlangsungan hidup para nelayan. **

Tumpahan Minyak Misterius Cemari Pantai Pisangan Cemarajaya, Warga Resah Tercium Bau Menyengat

0

JAGA KARAWANG — Warga pesisir Pantai Pisangan, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, dibuat resah dengan munculnya tumpahan minyak yang mencemari sepanjang bibir pantai, Selasa (25/8/2026).

Cairan berwarna gelap tersebut terlihat menyebar di sejumlah titik pesisir. Selain mengotori kawasan pantai, tumpahan itu juga menimbulkan bau menyengat yang cukup mengganggu warga di sekitar lokasi.

Yang menjadi perhatian, hingga kini belum diketahui secara pasti dari mana asal tumpahan minyak tersebut. Kemunculannya pun menjadi tanda tanya bagi masyarakat setempat.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengatakan, keberadaan tumpahan minyak baru diketahui pada sore hari. Warga kemudian mulai memperhatikan kondisi pesisir yang berubah dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Mengetahui kondisi tersebut, Kepala Desa Cemarajaya, Rudi Chandia, langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi pantai sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait.

Rudi mengatakan, tumpahan minyak sudah terlihat sejak Selasa. Pihak desa juga telah berupaya menghubungi Pertamina ONWJ untuk meminta informasi terkait kemungkinan adanya kebocoran.

Namun, berdasarkan komunikasi awal yang diterima pihak desa, Pertamina ONWJ menyampaikan bahwa tidak terdapat kebocoran dari pihak mereka.

“Sejak Selasa, 25 Agustus 2026, tumpahan minyak ini sudah terlihat. Kami sudah berupaya menghubungi Pertamina ONWJ, namun dari pihak Pertamina menyatakan tidak ada kebocoran dari pihak mereka. Bersama DLH, kami masih menelusuri dari mana asal minyak tersebut,” ujar Rudi.

Ia berharap Pertamina tetap dapat membantu melakukan penelusuran, meskipun sumber pencemaran belum diketahui, sekaligus ikut mengambil langkah penanganan di lapangan.

“Kami berharap kepada Pertamina kiranya berkenan membantu menelusuri penyebab tumpahan minyak ini dan segera ikut membersihkan limbah tersebut. Karena dikhawatirkan dapat membahayakan masyarakat pesisir yang terdampak,” katanya.

Rudi juga mengimbau masyarakat Desa Cemarajaya untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas di laut maupun mengambil air dari kawasan yang diduga terdampak.

“Saya mengimbau kepada seluruh warga Desa Cemarajaya agar tidak mengambil air atau masuk ke laut untuk sementara waktu, mengingat adanya tumpahan minyak yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Cibuaya, Ridwan, membenarkan adanya laporan mengenai pencemaran tersebut.

Menurutnya, pemerintah kecamatan menerima informasi mengenai tumpahan minyak dari media sosial pada Selasa pagi. Laporan tersebut kemudian segera ditindaklanjuti dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang.

“Kami menerima laporan yang beredar di media sosial pagi tadi. Alhamdulillah, Dinas Lingkungan Hidup langsung merespons cepat dengan turun ke lokasi guna mengambil sampel air,” ungkap Ridwan.

Ia mengatakan, sampel yang telah diambil kemudian dibawa tim DLH Kabupaten Karawang untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

“Saat ini sampel sudah dibawa oleh tim DLH Kabupaten Karawang untuk diuji di laboratorium,” lanjutnya.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat membantu mengidentifikasi karakteristik zat yang mencemari perairan sekaligus menjadi petunjuk dalam mengungkap sumber tumpahan.

Untuk sementara, warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari kontak langsung dengan air maupun material yang diduga tercemar.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang maupun Pertamina ONWJ mengenai penyebab pasti tumpahan minyak, tingkat pencemaran, serta langkah penanganan dan pembersihan di kawasan Pantai Pisangan.

Misteri sumber tumpahan minyak tersebut kini masih menunggu hasil penelusuran dan uji laboratorium dari pihak berwenang.**

Danrem 063/SGJ dan Waaster Kasad Tinjau Kompi Produksi Ketahanan Pangan Kodim Karawang

0

KARAWANG — Komandan Korem (Danrem) 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han., bersama Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Kasad Bidang Binter Brigjen TNI Boemi Ario Bimo, S.E., meninjau langsung Kompi Produksi Ketahanan Pangan Kodim 0604/Karawang, Senin (24/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari peninjauan terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan yang dikembangkan Kodim 0604/Karawang, sekaligus melihat secara langsung pemanfaatan lahan produktif untuk mendukung ketersediaan pangan.

Kompi Produksi Ketahanan Pangan Kodim 0604/Karawang dikembangkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan melalui berbagai kegiatan pertanian dan produksi pangan. Program tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan TNI terhadap upaya memperkuat ketahanan pangan nasional maupun daerah.

Dalam peninjauan tersebut, Danrem 063/SGJ dan Waaster Kasad melihat langsung perkembangan kegiatan yang dilaksanakan di kawasan Kompi Produksi, termasuk potensi pengembangan lahan agar dapat memberikan hasil yang optimal dan berkelanjutan.

Dandim 0604/Karawang Letkol Inf. Nanda Siswanto, S.Sos., mengatakan pihaknya terus mendorong agar Kompi Produksi Ketahanan Pangan dapat berkembang secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Menurutnya, pengelolaan lahan produktif tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan serta membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kompi Produksi ini kami dorong agar bisa berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Harapannya, selain mendukung ketahanan pangan, keberadaannya juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Nanda.

Ia menambahkan, sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan program ketahanan pangan. Dengan kolaborasi yang baik, potensi lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menghasilkan komoditas yang produktif.

Sementara itu, kehadiran Danrem 063/SGJ dan Waaster Kasad di Karawang diharapkan dapat memberikan penguatan sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan program yang tengah berjalan.

Peninjauan tersebut juga menjadi momentum untuk memastikan program Kompi Produksi Ketahanan Pangan terus dikembangkan sesuai dengan tujuan awal, yakni mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan secara produktif dan berkelanjutan.

Ke depan, Kodim 0604/Karawang berkomitmen untuk terus mengembangkan Kompi Produksi dengan mengoptimalkan potensi yang ada serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, Kompi Produksi Ketahanan Pangan diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga menjadi salah satu contoh pemanfaatan lahan produktif dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Karawang.

(Emed Tarmedi)

Petani Karawang Bakal Punya Tempat Belajar Baru, Kompi Produksi Kodim Jadi Andalan

0

KARAWANG — Kompi Produksi Ketahanan Pangan Kodim 0604/Karawang tidak hanya diarahkan sebagai lahan produksi komoditas pertanian, tetapi juga diproyeksikan menjadi sarana edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan siap memberikan dukungan berupa penyediaan bibit atau benih hortikultura serta pendampingan oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Drs. Rohman, M.Si., mengatakan pendampingan menjadi bagian penting agar kegiatan di Kompi Produksi tidak berhenti pada proses penanaman.

Menurutnya, masyarakat dan petani perlu mendapatkan pengetahuan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan benih, teknik penanaman, pemeliharaan hingga proses panen agar komoditas yang dihasilkan dapat memberikan hasil optimal.

“Tidak hanya sebatas menanam, tetapi harus terus dibina sampai menghasilkan dan memberikan manfaat untuk masyarakat Karawang,” ujar Rohman saat meninjau Kompi Produksi, Senin (24/8/2026).

Rohman menjelaskan, keberadaan Kompi Produksi dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar bagi masyarakat untuk melihat secara langsung bagaimana proses budidaya pertanian dilakukan secara baik dan produktif.

Dengan adanya pendampingan dari PPL, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh bantuan sarana produksi, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat diterapkan di lahan masing-masing.

Selain sektor pertanian, kegiatan edukasi juga akan dikembangkan pada sektor perikanan. Masyarakat nantinya dapat memperoleh pelatihan mengenai tata cara pengelolaan usaha pertanian dan perikanan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta potensi di lapangan.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Karawang, Kodim 0604/Karawang dan masyarakat tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Harapannya ini bukan hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga tempat masyarakat belajar. Setelah mendapatkan ilmu dan pendampingan, masyarakat bisa mengembangkan sendiri di lingkungan masing-masing,” kata Rohman.

Menurutnya, pola pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan akan memberikan dampak yang lebih besar karena masyarakat tidak hanya menerima hasil produksi, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan usaha pertanian maupun perikanan.

Ke depan, Kompi Produksi Ketahanan Pangan Kodim 0604/Karawang diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pembelajaran masyarakat sekaligus contoh pengelolaan lahan produktif yang mampu mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Karawang.

(Emed Tarmedi)

Jembatan Harmoni Ditargetkan Segera Rampung, Bupati Aep: Harus Berikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

0

KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang berharap pembangunan Jembatan Harmoni dapat diselesaikan sesuai target sehingga segera memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga Desa Wadas dan wilayah sekitarnya.

Keberadaan Jembatan Harmoni diharapkan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Dengan tersedianya jembatan yang layak dan aman, aktivitas warga diharapkan semakin mudah, baik untuk kebutuhan sehari-hari, kegiatan ekonomi maupun akses menuju berbagai fasilitas pelayanan masyarakat, Senin(21/8/2026).

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan aktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

“Yang paling penting pembangunan ini bisa selesai sesuai target dan nantinya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jangan sampai infrastruktur yang dibangun tidak memberikan dampak bagi warga,” ujar Bupati Aep.

Menurutnya, pembangunan Jembatan Harmoni bukan hanya berkaitan dengan konektivitas antarwilayah, tetapi juga diharapkan dapat memperlancar aktivitas perekonomian masyarakat.

“Dengan jembatan yang lebih layak dan aman, masyarakat akan lebih mudah beraktivitas. Akses ke tempat kerja, sekolah, pasar, maupun fasilitas pelayanan masyarakat juga menjadi lebih mudah,” katanya.

Bupati Aep berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan dapat menjaga kualitas pekerjaan sekaligus memperhatikan aspek keselamatan selama proses pembangunan berlangsung.

Pemerintah Kabupaten Karawang juga terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang memiliki manfaat strategis bagi masyarakat. Infrastruktur yang baik dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membuka akses, memperkuat konektivitas serta mendukung pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.

Dengan rampungnya Jembatan Harmoni nantinya, masyarakat Desa Wadas dan wilayah sekitar diharapkan dapat memperoleh akses transportasi yang lebih nyaman, aman dan efisien.

Pemkab Karawang memastikan pembangunan infrastruktur akan terus diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Kabupaten Karawang.

(Emed Tarmedi)

Miris! Rumah Mak Arsih, Lansia 69 Tahun di Rengasdengklok, Terancam Roboh

0

JAGA KARAWANG — Kondisi memprihatinkan dialami Mak Arsih (69), warga Dusun Bengle RT 012/RW 004, Desa Dewi Sari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.

Rumah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya kini dalam kondisi miring, rapuh, dan dinilai sudah tidak layak huni.

Kondisi tersebut membuat keluarga dan warga sekitar khawatir. Pasalnya, sejumlah bagian dinding rumah yang terbuat dari bata terlihat sudah miring dan condong ke samping.

Agar bangunan tidak roboh, bagian rumah tersebut terpaksa ditopang menggunakan batang-batang kayu.

Namun, kondisi itu dinilai hanya menjadi penyangga sementara, sementara struktur bangunan secara keseluruhan sudah cukup mengkhawatirkan.

Sapri, mantan Kepala Dusun sekaligus mantan anggota BPD yang mewakili keluarga, mengungkapkan bahwa kondisi rumah Mak Arsih sudah seharusnya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

Menurutnya, rumah tersebut tidak hanya membutuhkan perbaikan biasa, tetapi perlu segera ditangani karena menyangkut keselamatan penghuni.

“Kami sangat khawatir jika tidak segera dibangun atau diperbaiki, rumah itu bisa roboh sewaktu-waktu. Yang kami takutkan adalah jatuhnya korban jiwa saat bangunan itu runtuh,” ujar Sapri.

Ia bersama keluarga besar berharap Pemerintah Kabupaten Karawang dapat memberikan perhatian terhadap kondisi Mak Arsih, terlebih dengan kondisi rumah yang sudah mengancam keselamatan.

Keluarga juga berharap Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh berkenan meninjau langsung kondisi rumah tersebut sehingga dapat melihat sendiri kondisi bangunan yang dihuni warga lanjut usia tersebut.

Harapannya, rumah Mak Arsih bisa menjadi salah satu yang diprioritaskan dalam program Rumah Layak Huni (Rulahu) atau program bantuan perbaikan rumah tidak layak huni lainnya.

Bagi keluarga, bantuan tersebut bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi Mak Arsih agar tidak terus dihantui kekhawatiran rumah ambruk.

Kini, keluarga dan warga Desa Dewi Sari masih menunggu perhatian serta tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Karawang.

Jangan sampai menunggu rumah benar-benar roboh dan menimbulkan korban. Kondisi Mak Arsih diharapkan segera mendapat respons sebelum kekhawatiran warga berubah menjadi musibah.

Aef Saepuloh

Ahmad Alexa Sentil Panitia Pilkades Kertarahayu: Calon Jangan Dijadikan ATM!

0

JAGA KARAWANG — Pesta demokrasi di tingkat desa seharusnya menjadi ajang adu gagasan dan rekam jejak calon kepala desa, bukan berubah menjadi “panggung sandiwara” akibat ulah panitia yang tidak netral.

Pesan keras sekaligus sindiran tersebut disampaikan tokoh pemuda Kecamatan Cibuaya, Ahmad Alexa, menyusul pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kertarahayu yang digelar di Aula Desa Kertarahayu, Senin (24/8/2026).

Menurut Ahmad, sejak awal panitia harus memahami posisi. Panitia adalah wasit, bukan pemain. Karena itu, tidak boleh ada keberpihakan kepada calon tertentu, apalagi sampai muncul perlakuan berbeda dalam setiap tahapan pemilihan.

“Jangan sampai wasitnya ikut bermain. Kalau panitia sudah punya jagoan, lalu siapa yang akan menjadi wasitnya?” sindir Ahmad.

Selain netralitas, Ahmad menyoroti persoalan biaya. Ia mengingatkan agar panitia tidak membebani calon kepala desa dengan berbagai pungutan yang tidak memiliki dasar yang jelas.

Menurutnya, apabila kebutuhan penyelenggaraan Pilkades telah mendapatkan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Karawang, maka tidak semestinya calon kembali diminta mengeluarkan biaya dengan berbagai alasan.

“Jangan sedikit-sedikit biaya, sedikit-sedikit iuran. Calon kepala desa jangan diposisikan seperti ATM berjalan,” tegasnya.

Ia meminta setiap kebutuhan anggaran disampaikan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebab, kata Ahmad, jangan sampai ada istilah “uang administrasi”, “uang operasional”, “uang koordinasi” dan berbagai istilah lain yang akhirnya membuat calon harus merogoh kocek sendiri.

“Kalau memang ada pembiayaan yang diperbolehkan aturan, silakan jelaskan secara transparan. Tapi kalau tidak ada dasar hukumnya, jangan dipaksakan,” ujarnya.

Ahmad juga meminta panitia tidak menggunakan aturan sebagai alat untuk memenangkan atau menjegal kandidat tertentu.

Menurutnya, seluruh calon harus diperlakukan sama. Tidak boleh ada calon yang mendapatkan karpet merah, sementara calon lainnya justru dibuat berliku.

“Jangan yang satu dipermudah karena dekat, yang satu dipersulit karena dianggap bukan bagian dari kelompok. Kalau aturan berlaku, ya berlaku untuk semua,” katanya.

Ia menilai, Pilkades yang sehat harus dibangun dengan prinsip transparansi dan keadilan.

Sebab, jika sejak awal sudah muncul aroma keberpihakan, maka bukan tidak mungkin setiap tahapan Pilkades nantinya akan menjadi bahan kecurigaan masyarakat.

Ahmad mengingatkan panitia bahwa masyarakat Kertarahayu akan ikut mengawasi jalannya seluruh tahapan Pilkades.

Menurutnya, era ketika masyarakat hanya menerima keputusan tanpa bertanya sudah lewat.

“Sekarang masyarakat bisa melihat, membandingkan dan menilai. Jangan mengira apa pun yang dilakukan panitia tidak akan diketahui warga,” sindirnya.

Ia berharap panitia mampu menjaga kehormatan tugasnya dan tidak menyeret Pilkades ke dalam kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Pilkades ini milik masyarakat Kertarahayu, bukan milik panitia dan bukan milik calon tertentu. Jadi jangan sampai demokrasi desa hanya terlihat indah di atas kertas, tetapi praktiknya penuh permainan,” pungkas Ahmad.

Kini, publik tinggal menunggu bagaimana Panitia Pilkades Kertarahayu menjalankan amanah tersebut.

Sebab, dalam pesta demokrasi, yang paling berbahaya bukan hanya calon yang bermain—tetapi ketika wasitnya ikut menentukan siapa yang harus menang. **

 

Judi Online Berdampak ke Bansos, 93 Keluarga di Cemarajaya Kena Penghentian Otomatis

0

JAGA KARAWANG — Peredaran judi online yang kian marak mulai berdampak pada penerima bantuan sosial (bansos) di tingkat desa.

Di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, sebanyak 93 keluarga penerima bansos terindikasi terkait aktivitas judi online sehingga penyaluran bantuannya terhenti secara otomatis.

Operator Desa Cemarajaya, Mulyadi Achier, mengatakan data penerima bansos di wilayahnya saat ini terdiri dari 454 keluarga penerima BPNT dan 262 keluarga penerima PKH.

“Data bantuan sosial di Desa Cemarajaya, BPNT sebanyak 454 keluarga, PKH sebanyak 262 keluarga. Dari jumlah tersebut, yang terindikasi judi online dan bantuannya terhenti otomatis ada 93 keluarga,” ujar Mulyadi.

Menurutnya, penghentian bantuan tersebut bukan berarti penerima langsung dicabut secara permanen.

Warga yang merasa tidak pernah terlibat judi online atau menilai terdapat kesalahan dalam pendataan masih diberikan kesempatan untuk melakukan klarifikasi.

Proses klarifikasi dapat dilakukan melalui pemerintah desa dengan membuat surat pernyataan.

Selanjutnya, operator desa akan membantu mengajukan sanggahan melalui aplikasi kepada Dinas Sosial untuk diteruskan ke Kementerian Sosial.

Dengan demikian, warga yang merasa datanya tidak sesuai masih memiliki ruang untuk melakukan verifikasi dan memperbaiki data sesuai mekanisme yang berlaku.

Pihak Desa Cemarajaya juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan janji keuntungan cepat dari judi online.

Sebab, selain berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi dan persoalan sosial, aktivitas tersebut kini juga dapat berdampak terhadap status penerima bantuan sosial.

“Jangan sampai karena tergiur keuntungan instan, bantuan yang seharusnya menopang kebutuhan keluarga justru ikut terhenti. Mari kita jaga kesejahteraan keluarga dengan cara yang halal dan berkah,” pesan pihak Desa Cemarajaya.

Pemdes berharap masyarakat semakin memahami risiko judi online dan lebih bijak dalam menjaga kondisi ekonomi keluarga, terlebih bagi masyarakat yang masih bergantung pada program bantuan sosial pemerintah.

Aef Saepuloh 

Judi Online Bikin Bansos Terhenti? 106 Keluarga di Kertarahayu Masuk Data Nonaktif

0

JAGA KARAWANG — Masalah judi online kini sudah merajalela hampir di seluruh Indonesia, dari kota besar sampai ke pelosok desa. Tak terkecuali di Desa Kertarahayu, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

Sebanyak 106 keluarga yang seharusnya menerima bantuan sosial PKH maupun BPNT, bantuannya kini terhenti otomatis dari pusat. Penyebabnya, mereka terindikasi terpapar judi online.

Asep Wahyudin, Sekretaris Desa Kertarahayu, menyampaikan hal itu dengan prihatin. Sistem dari pusat langsung memutus bantuan secara otomatis begitu terindikasi ada keterkaitan dengan judi online.

Sebanyak 106 keluarga penerima manfaat kini bantuannya berstatus tidak aktif. Namun jangan khawatir, bukan berarti langsung dicabut permanen.

“Kalau merasa tidak bersalah atau ada kesalahan data, warga bisa melakukan klarifikasi dan menyanggah lewat surat pernyataan di desa. Nanti operator akan mengajukan lewat aplikasi ke Dinas Sosial hingga Kementerian Sosial,” jelas Asep Wahyudin.

Melihat makin meluasnya perjudian daring, Asep Wahyudin pun berpesan kepada seluruh warga Desa Kertarahayu: Mari kita sama-sama hindari judi online.

“Jangan sampai karena tergiur keuntungan instan, bantuan yang seharusnya menopang kebutuhan keluarga justru ikut terhenti. Mari kita jaga kesejahteraan keluarga dengan cara yang halal dan berkah,” pungkasnya.

Aef Saepuloh 

Mayat Pria Ditemukan di Pinggir Irigasi Telukbango, Keluarga Tolak Otopsi

0

JAGA KARAWANG – Warga di sekitar aliran irigasi Telukbango, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Jenazah ditemukan berada di pinggir aliran irigasi, tak jauh dari Kantor Desa Telukbango. Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga yang berdatangan ke lokasi.

Korban diketahui bernama Dion, warga Desa Karyamulya, Kecamatan Batujaya.

Kasi Trantib Desa Karyamulya, Andri, membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut.

“Betul, korban bernama Dion, warga Desa Karyamulya,” ujar Andri.

Menurut Andri, setelah menerima informasi penemuan mayat, pihak Pemerintah Desa Karyamulya bersama kepolisian kemudian mendatangi pihak keluarga korban.

Namun, keluarga menyatakan tidak bersedia jenazah Dion dilakukan otopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang dibuat oleh pihak keluarga.

“Pihak keluarga tidak mau dilakukan otopsi dan sudah membuat surat pernyataan,” jelasnya.

Setelah adanya pernyataan tersebut, penanganan jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga. Jenazah kemudian dibawa pulang dan dimakamkan.

Pemerintah Desa Karyamulya juga melakukan dokumentasi berupa foto dan video terkait proses penanganan hingga pemakaman korban.

Hingga Dion dimakamkan, penyebab pasti kematiannya belum diketahui. Belum ada keterangan resmi yang menyebutkan apakah korban meninggal karena kecelakaan, sakit, tenggelam, atau faktor lainnya.

Penolakan otopsi oleh keluarga membuat penyebab kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.

Peristiwa ini pun masih menyisakan tanda tanya bagi warga. Terlebih, jenazah ditemukan di pinggir aliran irigasi dalam kondisi yang hingga kini belum diketahui secara pasti bagaimana korban bisa berada di lokasi tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai hasil pemeriksaan di lokasi maupun penyebab kematian Dion.

M Jhon

Rektor Unsoed Kena OTT KPK, Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa

0

JAGA JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq dalam operasi tangkap tangan (OTT), Kamis (20/8/2026).

OTT tersebut berkaitan dengan dugaan pemerasan dan gratifikasi dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

Dalam operasi itu, KPK mengamankan uang tunai sekitar Rp665 juta dan saldo rekening sekitar Rp99 juta.

KPK kemudian menetapkan enam orang sebagai tersangka, termasuk Rektor Unsoed Akhmad Sodiq dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayogo.

Kasus tersebut mendapat sorotan dari Indonesia Corruption Watch (ICW). Koordinator Divisi Edukasi Publik ICW, Nisa Rizkiah Zonzoa, mengatakan dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa bukan hal baru.

Berdasarkan catatan ICW, terdapat tujuh kasus korupsi di perguruan tinggi sepanjang 2006 hingga 2026 yang berkaitan dengan penerimaan mahasiswa.

Untuk periode 2006-2015, ICW mencatat tiga kasus. Dua kasus menggunakan modus suap, sedangkan satu lainnya berupa penipuan terhadap calon mahasiswa yang sudah membayar tetapi tidak lolos seleksi.

“2006-2015 terdapat 3 kasus dengan 2 kasus bermodus suap dan 1 kasus bermodus penipuan—sudah membayar tetapi tidak lolos seleksi. Nilai suap/uang yang diberikan berkisar di Rp120-300 juta,” ungkap Nisa. Senin (24/8/2026).

Kasus OTT Rektor Unsoed kini kembali menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat mengungkap dugaan praktik transaksional dalam penerimaan mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Isyana

Bupati Aep Bagikan Modul Pembelajaran Gratis, Beban Orang Tua Siswa Karawang Makin Ringan  

0

KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang terus memperkuat komitmen dalam mendukung kebutuhan pendidikan masyarakat melalui program pemberian modul pembelajaran gratis bagi siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Program tersebut ditinjau langsung oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., saat mengunjungi SDN Nagasari VI dan SMPN 5 Karawang Barat, Senin (24/8/2026). Dalam kesempatan itu, Bupati Aep turut membagikan modul pembelajaran kepada siswa sekaligus berdialog langsung mengenai manfaat yang dirasakan setelah menerima buku tersebut.

Kehadiran Bupati Aep didampingi jajaran Dinas Pendidikan, kepala sekolah dan para guru. Ia juga menyempatkan diri masuk ke ruang kelas dan berinteraksi dengan para siswa.

“Senang tidak dapat modul pembelajaran gratis?” tanya Bupati Aep kepada para siswa.

“Senang, Pak Bupati,” jawab para siswa serentak.

Sejumlah siswa mengaku terbantu dengan adanya modul pembelajaran gratis tersebut. Selain membuat kegiatan belajar lebih praktis, keberadaan modul juga dinilai dapat mengurangi pengeluaran yang harus ditanggung orang tua.

“Senang karena mempermudah pelajaran, terus mengurangi biaya orang tua. Lebih ringan, tidak berat dibawa,” ujar salah seorang siswa.

Bupati Aep mengatakan, pemberian modul pembelajaran gratis merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Karawang terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat.

Menurutnya, modul tersebut telah disusun melalui proses bersama dengan melibatkan para guru di Kabupaten Karawang, sehingga materi dan soal yang diberikan diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran siswa.

“Yang jelas, modul ini sudah melalui proses yang kita rapatkan bersama. Guru-guru terbaik yang menyusun soal dan materinya. Guru-guru yang hebat semuanya,” kata Aep.

Ia menjelaskan, modul pembelajaran yang diberikan kepada siswa merupakan bahan pendukung pembelajaran yang sebelumnya harus disiapkan secara mandiri oleh orang tua.

“Buku modul yang kami berikan tidak berbeda dengan buku LKS. Jadi, ini bisa digunakan untuk menunjang pembelajaran siswa,” ujarnya.

Bupati Aep menyadari kebutuhan pendidikan anak cukup besar. Selain modul pembelajaran, orang tua juga harus menyiapkan berbagai keperluan sekolah lainnya, mulai dari seragam, perlengkapan belajar hingga kebutuhan penunjang pendidikan.

Karena itu, Pemkab Karawang berupaya mengambil bagian dalam memenuhi salah satu kebutuhan tersebut melalui penyediaan modul pembelajaran secara gratis.

“Setiap tahun orang tua membutuhkan banyak keperluan untuk anak-anak, mulai dari buku, modul, seragam dan lainnya. Minimal sekarang modul pembelajaran sudah gratis sehingga beban orang tua bisa lebih ringan,” tutur Aep.

Bagi Bupati Aep, program tersebut bukan sekadar memberikan buku kepada siswa. Lebih dari itu, pemerintah ingin memastikan anak-anak Karawang memiliki bahan pembelajaran yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan belajar tanpa menambah beban biaya keluarga.

“Kalau buku LKS sudah gratis, beban orang tua tidak terlalu banyak. Tinggal bagaimana adik-adik ini belajarnya,” ujarnya.

Ia pun meminta para siswa memanfaatkan modul tersebut dengan sebaik-baiknya dan meningkatkan semangat belajar. Menurutnya, fasilitas pendidikan yang diberikan pemerintah harus diikuti dengan kemauan siswa untuk belajar secara sungguh-sungguh.

“Sekarang tinggal bagaimana anak-anak belajar dengan sungguh-sungguh,” kata Aep.

Pesan tersebut juga disampaikan Bupati Aep agar para siswa berani memiliki cita-cita tinggi. Ia mendorong anak-anak Karawang untuk tidak membatasi diri dalam menentukan masa depan.

“Siapa yang mau jadi bupati? Kita semua bisa jadi bupati. Bisa jadi pengusaha, dokter, tentara, polisi dan berbagai profesi lainnya,” pesannya.

Salah seorang siswi SMPN 5 Karawang Barat mengaku keberadaan modul gratis sangat membantu kegiatan belajar. Sebelumnya, siswa harus menyiapkan sejumlah buku secara mandiri untuk menunjang pembelajaran.

Ia menyebut terdapat sekitar 13 buku yang harus disiapkan untuk kebutuhan belajar. Dengan adanya modul dari pemerintah, sejumlah materi pembelajaran kini dapat tersedia dalam satu paket sehingga lebih praktis dibawa.

“Kalau belajar lebih mudah. Tidak perlu membawa banyak buku karena sudah jadi satu,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Lestari, orang tua siswa kelas 2 SDN Nagasari VI. Ia mengaku bersyukur karena kini tidak lagi harus membeli buku pembelajaran secara mandiri.

“Dulu kita harus beli sendiri-sendiri bahkan sampai mencari di toko online. Sekarang alhamdulillah sangat terbantu karena gratis dari pemerintah. Hatur nuhun Pak Bupati,” katanya.

Melalui program modul pembelajaran gratis tersebut, Pemkab Karawang berharap kebutuhan dasar belajar siswa dapat terpenuhi dengan baik. Di sisi lain, kebijakan ini diharapkan mampu membantu mengurangi pengeluaran keluarga sekaligus memberikan kemudahan bagi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

Bupati Aep juga mengajak kepala sekolah dan guru untuk terus mendampingi siswa dalam memanfaatkan modul pembelajaran tersebut. Dukungan pemerintah melalui penyediaan buku perlu diikuti dengan peran aktif sekolah, guru dan orang tua agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh peserta didik.

Dengan demikian, program modul pembelajaran gratis tidak hanya menjadi upaya meringankan biaya pendidikan, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar, memperkuat kualitas pembelajaran dan membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak Karawang untuk meraih cita-cita mereka.

(Emed Tarmedi)

Pitbull Serang Bocah 9 Tahun di Perumahan Bandung, Korban Alami Luka Berat

0

JAGA BANDUNG — Seekor anjing jenis pitbull menyerang seorang bocah perempuan berusia sembilan tahun di Kompleks Grand Cendana Residence, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/8/2026).

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka berat pada bagian kepala dan telinga hingga harus menjalani tindakan operasi di rumah sakit. Sementara anjing yang menyerang korban kini telah dievakuasi dan dikarantina di lokasi yang tidak berada di lingkungan permukiman warga.

Kapolsek Pameungpeuk Kompol Asep Dedi mengatakan, pihak kepolisian langsung melakukan langkah penanganan setelah menerima informasi terkait kejadian tersebut.

Menurut Asep, anjing milik warga berinisial F tersebut telah dipindahkan sebagai langkah antisipasi agar tidak kembali membahayakan warga.

“Pada awalnya kami mengambil tindakan untuk si anjing ini langsung kami karantina. Kita pun sepakat dengan pengurus RW di perumahan tersebut, bahwa anjing ini harus dikarantina dan tidak berada lagi di pemiliknya,” ujar Asep saat ditemui di Polsek Pameungpeuk, Senin (24/8/2026).

Asep menjelaskan, insiden bermula ketika anjing tersebut sedang dijemur dan diikat oleh pemiliknya di kawasan perkampungan yang berada di sebelah kompleks perumahan.

Namun, secara tiba-tiba ikatan anjing tersebut terlepas. Anjing kemudian berlari menuju kawasan Kompleks Grand Cendana Residence. Saat itu, korban sedang bermain di jalan kompleks. Tanpa diduga, anjing tersebut langsung menyerang dan menggigit korban.

“Pada saat si anak sedang bermain di jalan perumahan, tiba-tiba ada anjing datang dari arah perkampungan yang langsung menggigit si korban,” katanya.

Korban kemudian segera dilarikan ke RSUD Welas Asih untuk mendapatkan penanganan medis. Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka cukup serius, terutama pada bagian kepala dan telinga.Bahkan, korban harus menjalani operasi pada bagian telinga.

“Tadi malam juga dilaksanakan operasi. Operasi telinganya dan pagi sudah masuk ke ruangan pemulihan,” jelas Asep.

Di tengah proses penyelidikan, pemilik anjing disebut bersikap kooperatif. Pemilik bahkan turut memberikan pendampingan kepada korban selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Asep mengatakan, saat polisi melakukan pengumpulan informasi di lokasi kejadian, pemilik anjing sudah berada di rumah sakit untuk membantu korban.

“Kemarin pun kami dengan pemilik anjingnya, dan kebetulan kooperatif datang ke Polsek. Pada saat kami masih di perumahan untuk mencari informasi, si pemilik anjing sudah ke rumah sakit untuk membantu korban,” ungkapnya.

Kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam pemeliharaan anjing tersebut.

Kasus tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat yang memelihara hewan, khususnya jenis anjing yang memiliki risiko membahayakan apabila tidak dikendalikan dengan baik.

Asep mengingatkan, pemilik hewan bertanggung jawab memastikan hewan peliharaannya tidak membahayakan orang lain.

Ia menyebut, apabila hewan peliharaan sampai menyerang dan menyebabkan seseorang mengalami luka berat, pemiliknya dapat menghadapi konsekuensi hukum.

“Apabila hewan peliharaan melukai orang lain hingga luka berat, pemiliknya bisa dituntut dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan,” bebernya.

Menurutnya, kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama agar pemilik hewan lebih memperhatikan keamanan lingkungan sekitar.

“Ini pelajaran bersama supaya seluruh masyarakat yang memelihara anjing bisa menjaga hewan peliharaannya dengan baik dan tidak menimbulkan korban jiwa,” pungkasnya.

Polisi memastikan anjing yang menyerang korban saat ini telah dikarantina dan tidak lagi berada di lingkungan permukiman warga.

Ichsan

 

Jelang Hari Jadi ke-393, Karawang Perkenalkan MOTEKAR sebagai Identitas Semangat Pembangunan Daerah  

0

KARAWANG — Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 pada 14 September 2026, Pemerintah Kabupaten Karawang memperkenalkan identitas visual dan tema peringatan tahun ini melalui semangat “Karawang MOTEKAR”.

MOTEKAR merupakan akronim dari Maju, Optimis, Tangguh, Efektif, Kolaboratif, Adaptif, dan Responsif. Tujuh nilai tersebut menjadi gambaran semangat yang ingin dibangun dalam perjalanan Kabupaten Karawang, baik dalam pelaksanaan pembangunan maupun dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan di masa depan.

Identitas Karawang MOTEKAR tidak sekadar menjadi tema atau logo peringatan Hari Jadi. Di dalamnya terdapat sejumlah filosofi yang menggambarkan perjalanan sejarah, kekayaan budaya, karakter masyarakat, potensi pertanian serta arah pembangunan Kabupaten Karawang.

Melalui identitas tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang ingin menghadirkan semangat pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan, tetapi juga tetap berpijak pada sejarah, budaya dan karakter masyarakat Karawang.

Secara visual, logo Karawang MOTEKAR memiliki bentuk yang terinspirasi dari susunan bata Candi Jiwa dan kawasan percandian Batujaya, yang menjadi salah satu peninggalan sejarah penting di Kabupaten Karawang.

Susunan tersebut memiliki makna tentang kekokohan, persatuan dan gotong royong. Setiap bata memiliki peran dalam membentuk bangunan yang kuat. Filosofi tersebut menggambarkan bahwa pembangunan daerah juga membutuhkan keterlibatan dan kekuatan seluruh elemen masyarakat.

Karawang yang memiliki sejarah panjang tidak hanya dipandang sebagai daerah industri dan pertanian, tetapi juga sebagai wilayah yang memiliki warisan budaya dan sejarah yang menjadi bagian dari identitas masyarakatnya.

Semangat tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk logo yang dinamis, menggambarkan Karawang yang terus bergerak, berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pada bagian tertentu, bentuk logo juga memiliki karakter menyerupai bulir padi. Unsur tersebut menjadi simbol yang erat dengan Karawang sebagai salah satu daerah sentra pertanian dan bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Padi sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan Karawang harus tetap memperhatikan sektor pertanian, keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan para petani.

Tujuh kata yang membentuk MOTEKAR memiliki makna yang saling berkaitan dan menjadi nilai yang diharapkan dapat diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun kehidupan masyarakat.

Maju menggambarkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan, pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Optimis mencerminkan keyakinan terhadap masa depan Karawang serta keberanian untuk melihat berbagai peluang di tengah perubahan.

Tangguh menjadi gambaran masyarakat yang memiliki daya juang dan mampu menghadapi berbagai tantangan, baik dalam bidang ekonomi, sosial maupun pembangunan.

Efektif menekankan pentingnya pembangunan dan pelayanan publik yang tepat sasaran, efisien serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kolaboratif menunjukkan bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Adaptif menggambarkan kemampuan Karawang dalam mengikuti perkembangan teknologi, perubahan ekonomi dan dinamika kehidupan masyarakat.

Sementara Responsif menegaskan pentingnya pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk cepat tanggap terhadap kebutuhan masyarakat serta berbagai persoalan yang berkembang.

Ketujuh nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi semangat dalam setiap kebijakan dan program pembangunan Kabupaten Karawang.

Identitas visual Karawang MOTEKAR juga menggunakan lima warna utama, yaitu biru, hijau, kuning, orange dan merah.

Warna biru merepresentasikan kepercayaan, ketenangan, profesionalisme, stabilitas dan kemajuan. Nilai tersebut berkaitan dengan semangat Karawang untuk terus maju dalam meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Warna hijau menggambarkan pertumbuhan, keseimbangan, kesuburan, harapan dan keberlanjutan. Warna ini juga merepresentasikan kekuatan Karawang dalam bidang pertanian, lingkungan dan sumber daya alam.

Warna kuning menjadi simbol optimisme, energi, kecerdasan, kreativitas, kemakmuran dan peluang. Filosofi tersebut menggambarkan keyakinan masyarakat Karawang terhadap masa depan serta semangat untuk terus melahirkan inovasi.

Sementara warna orange merepresentasikan energi, kreativitas, keberanian, antusiasme dan semangat perubahan. Warna tersebut menggambarkan karakter masyarakat yang aktif, produktif dan berani melakukan inovasi.

Adapun warna merah melambangkan keberanian, kekuatan, semangat, keteguhan dan daya juang. Warna tersebut menjadi simbol ketangguhan masyarakat Karawang dalam menghadapi berbagai tantangan.

Perpaduan kelima warna tersebut juga menjadi gambaran keberagaman masyarakat Karawang. Perbedaan latar belakang suku, budaya, etnis maupun agama dipandang sebagai kekuatan yang dapat saling melengkapi.

Keberagaman tersebut diharapkan menjadi modal sosial untuk memperkuat persatuan dan membangun Karawang secara bersama-sama.

Pengenalan Karawang MOTEKAR menjelang Hari Jadi ke-393 juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi dalam pembangunan.

Karawang saat ini berada dalam fase perkembangan yang dinamis. Sebagai daerah dengan kekuatan sektor pertanian sekaligus kawasan industri strategis, Karawang menghadapi berbagai peluang dan tantangan yang membutuhkan kebijakan adaptif serta kerja sama seluruh pihak.

Karena itu, pembangunan ke depan tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, lingkungan, pertanian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Semangat MOTEKAR diharapkan dapat menjadi nilai bersama dalam menjawab tantangan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Karawang juga menyediakan akses melalui QR Code untuk mengunduh logo resmi Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393. Fasilitas tersebut ditujukan untuk memudahkan masyarakat, lembaga, komunitas maupun pihak lainnya yang membutuhkan identitas visual resmi dalam berbagai kegiatan peringatan Hari Jadi Karawang.

Dengan diperkenalkannya identitas Karawang MOTEKAR, peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 diharapkan tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan panjang sejarah daerah, tetapi juga menjadi titik penguatan semangat untuk menatap masa depan.

Maju, Optimis, Tangguh, Efektif, Kolaboratif, Adaptif, dan Responsif diharapkan dapat menjadi semangat bersama dalam mewujudkan Karawang yang semakin maju, inklusif, inovatif, berdaya saing dan berkelanjutan.

Hari Jadi ke-393 bukan hanya tentang usia sebuah daerah, tetapi juga tentang bagaimana seluruh masyarakat bersama-sama melanjutkan perjalanan pembangunan Karawang menuju masa depan yang lebih baik.

Muhamad Bintang Raitama, S.Kom. Terpilih Jadi Anggota BPD Desa Dewisari, Sekaligus Wisudawan Termuda

0

JAGA KARAWANG — Kabar bahagia datang dari Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Muhamad Bintang Raitama, S.Kom., mencatatkan pencapaian membanggakan setelah terpilih sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Dewi Sari periode 2026.

Menariknya, pencapaian tersebut bertepatan dengan keberhasilannya menyelesaikan pendidikan tinggi dan menyandang gelar Sarjana Komputer (S.Kom.). Bintang juga tercatat sebagai salah satu wisudawan termuda dalam momentum kelulusannya.

Momen tersebut menjadi kebahagiaan ganda bagi Bintang dan keluarga besarnya, khususnya pasangan Bapak Tuhara dan Ibu Siti. Keberhasilan di bidang pendidikan sekaligus kepercayaan masyarakat untuk duduk sebagai anggota BPD menjadi capaian yang patut diapresiasi.

Di usia yang masih muda, Bintang dinilai memiliki peluang untuk membawa semangat baru dalam kehidupan pemerintahan dan kemasyarakatan di Desa Dewisari.

Latar belakang pendidikan di bidang teknologi informasi juga diharapkan dapat menjadi modal dalam menghadirkan gagasan dan inovasi bagi desa.

Sebagai anggota BPD terpilih, Bintang diharapkan mampu menjalankan fungsi keterwakilan masyarakat dengan baik, khususnya dalam menyerap aspirasi warga, mengawal kebijakan desa, serta ikut mendorong pembangunan yang transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Ini menjadi kebahagiaan sekaligus amanah yang besar. Terpilih sebagai anggota BPD dan menyelesaikan pendidikan merupakan dua hal yang sangat berarti bagi saya dan keluarga. Semoga saya bisa menjalankan amanah ini dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Dewisari,” ungkap Bintang.

Syukuran atas kelulusan dan amanah baru tersebut digelar secara hangat bersama keluarga, kerabat, serta masyarakat. Suasana penuh kebahagiaan dan kekeluargaan terlihat dalam acara yang berlangsung di lingkungan Dusun Bengle, Desa Dewi Sari.

Ucapan selamat dan doa pun berdatangan dari keluarga, sahabat, tokoh masyarakat hingga warga sekitar. Mereka berharap Bintang mampu menjalankan tugasnya sebagai anggota BPD dengan penuh tanggung jawab sekaligus terus mengembangkan karier dan pendidikannya.

Dengan perpaduan usia muda, pendidikan di bidang teknologi informasi, serta kepercayaan masyarakat, kehadiran Muhamad Bintang Raitama di BPD Desa Dewi Sari diharapkan menjadi energi baru bagi kemajuan desa.

Dari bangku kuliah menuju ruang pengabdian masyarakat, Bintang kini menghadapi tantangan baru: membuktikan bahwa generasi muda juga mampu mengambil peran dalam membangun desa.

Aef S

Meski Hari Libur, Bupati Karawang H. Aep Saepulloh Tetap Tinjau Pembangunan Jalan TPS Jayakerta

0

JAGA KARAWANG – Hari libur bukan menjadi alasan bagi Bupati Karawang, H. Aep Saepulloh, untuk berhenti memantau pembangunan infrastruktur. Pada Minggu (23/8/2026).

Bupati Aep turun langsung meninjau pekerjaan pembangunan jalan di kawasan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Jayakerta, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan serta memberikan hasil yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dengan datang langsung ke lokasi, Bupati Aep ingin melihat kondisi pekerjaan secara nyata, termasuk perkembangan pembangunan, kualitas pekerjaan, hingga kesiapan penyelesaian proyek.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengawasan pembangunan tidak hanya dilakukan melalui laporan administratif, tetapi juga dengan melihat langsung kondisi di lapangan.

“Kita ingin memastikan pembangunan ini berjalan sesuai rencana, kualitasnya baik, dan nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” demikian semangat yang tergambar dari peninjauan tersebut.

Kehadiran Bupati di lokasi pada hari Minggu juga menjadi perhatian tersendiri bagi para pelaksana pekerjaan.

Pengawasan langsung dari pimpinan daerah diharapkan dapat mendorong seluruh pihak yang terlibat untuk menjaga kualitas pekerjaan dan menyelesaikan pembangunan sesuai target.

Pembangunan infrastruktur jalan di kawasan TPS Jayakerta dinilai penting untuk menunjang akses dan aktivitas di sekitar lokasi.

Karena itu, kualitas serta ketepatan waktu pengerjaan menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Karawang, pembangunan infrastruktur bukan sekadar mengejar penyelesaian proyek, tetapi harus memastikan setiap pekerjaan yang menggunakan anggaran daerah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bupati Aep pun menunjukkan bahwa komitmen membangun Karawang tidak mengenal hari kerja maupun hari libur.**

 

Rp6,5 Miliar Digelontorkan, Wajah Interchange Karawang Timur Bakal Berubah  

0

KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang terus melakukan pembenahan infrastruktur di kawasan Interchange Tol Karawang Timur. Penataan kawasan tersebut menjadi salah satu prioritas untuk meningkatkan kualitas akses masuk dan keluar Kabupaten Karawang sekaligus memperbaiki kenyamanan pengguna jalan.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E meninjau langsung progres peningkatan jalan di kawasan Interchange Tol Karawang Timur, Jumat (21/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.

Bupati Aep mengatakan, kawasan Interchange Karawang Timur memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu akses utama dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek menuju wilayah perkotaan dan sejumlah kawasan penting di Kabupaten Karawang.

Karena itu, menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan kualitas badan jalan, tetapi juga harus dibarengi dengan penataan kawasan secara menyeluruh.

“Kawasan Interchange Karawang Timur merupakan salah satu pintu masuk dan wajah Kabupaten Karawang. Karena itu, kita ingin kawasan ini tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki tampilan yang lebih baik, tertata, nyaman dan membanggakan,” ujar Bupati Aep.

Saat ini, pekerjaan peningkatan jalan meliputi perbaikan dan pelebaran badan jalan, pembenahan sistem drainase serta penataan trotoar agar kawasan tersebut lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.

Pekerjaan tahap awal memiliki panjang sekitar 416 meter dengan lebar jalan yang bervariasi antara 7 hingga 9 meter. Anggaran pekerjaan bersumber dari APBD Kabupaten Karawang dengan nilai sekitar Rp6,5 miliar.

Bupati Aep menargetkan pekerjaan tahap awal tersebut dapat diselesaikan pada akhir 2026.

“Tentu saja kami ingin pekerjaannya berjalan sesuai rencana dan rampung akhir tahun ini sesuai dengan target,” katanya.

Menurut Bupati Aep, pembenahan drainase menjadi salah satu bagian penting dalam pekerjaan tersebut. Sistem drainase yang baik diperlukan untuk mengantisipasi genangan air yang selama ini berpotensi muncul ketika curah hujan tinggi.

Selain meningkatkan kualitas infrastruktur, penataan kawasan juga diarahkan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas. Kawasan Interchange Karawang Timur selama ini memiliki aktivitas kendaraan yang cukup tinggi karena menjadi salah satu jalur utama masyarakat yang keluar maupun masuk Karawang melalui akses Tol Jakarta-Cikampek.

“Kita ingin akses di kawasan Interchange Karawang Timur ini semakin baik. Sehingga ke depan bisa memberikan dampak positif bagi kelancaran lalu lintas dan mengurai kemacetan yang selama ini sering terjadi,” ujar Bupati Aep.

Pemkab Karawang juga sebelumnya melakukan penertiban terhadap bangunan liar yang berada di sepanjang kawasan Interchange Karawang Timur. Tercatat sekitar 90 bangunan liar di sisi kanan dan kiri jalan telah ditertibkan sebagai bagian dari upaya menciptakan kawasan yang lebih tertata.

Penertiban tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan secara keseluruhan, terutama untuk memastikan fungsi trotoar dan ruang jalan dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Bupati Aep menegaskan bahwa pembangunan kawasan Interchange Karawang Timur akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Setelah pekerjaan tahap awal selesai, pemerintah daerah berencana melanjutkan penataan pada tahap berikutnya.

Untuk tahap lanjutan, Pemkab Karawang telah menyiapkan anggaran sekitar Rp8 miliar. Pekerjaan tersebut direncanakan mencakup penataan sepanjang kurang lebih 400 meter di kedua sisi jalan.

Sementara pada 2027, penataan kawasan direncanakan terus dilanjutkan, termasuk pembangunan median jalan dan sejumlah elemen pendukung lainnya untuk meningkatkan aspek estetika sekaligus memperkuat fungsi kawasan sebagai gerbang masuk Kabupaten Karawang.

“Kita lakukan secara bertahap. Setelah tahap awal selesai, kita lanjutkan lagi penataannya. Harapannya, kawasan ini semakin baik, semakin tertib dan memberikan kesan yang positif bagi masyarakat maupun para pengguna jalan yang datang ke Karawang,” kata Aep.

Menurutnya, wajah infrastruktur di pintu masuk daerah memiliki arti penting dalam membangun citra wilayah. Karawang sebagai salah satu daerah industri dan pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat membutuhkan infrastruktur yang mampu menunjang mobilitas masyarakat sekaligus memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan.

Dengan penataan yang dilakukan secara berkelanjutan, Pemkab Karawang berharap kawasan Interchange Karawang Timur tidak hanya menjadi akses transportasi, tetapi juga menjadi salah satu kawasan yang merepresentasikan kemajuan pembangunan Kabupaten Karawang.

Pemerintah daerah memastikan pembangunan akan terus dikawal agar kualitas pekerjaan sesuai dengan perencanaan dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Penataan Interchange Karawang Timur diharapkan mampu menghadirkan akses jalan yang lebih aman, lancar, nyaman, tertib dan representatif, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat di Kabupaten Karawang.

(Emed Tarmedi)

Lomba HUT RI di Karawang Jadi Ajang Kebersamaan dan Solidaritas, Bupati Aep Galang Donasi untuk Korban Bencana NTT

0

KARAWANG — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Karawang tidak hanya diwujudkan melalui kemeriahan berbagai perlombaan. Momentum kemerdekaan juga dimanfaatkan untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, dan insan pers. Selain menjadi sarana hiburan dan mempererat silaturahmi, kegiatan juga diisi dengan aksi penggalangan donasi untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta jajaran Batalyon Infanteri 305/Tengkorak turut mengikuti berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), personel TNI-Polri, serta insan pers. Berbagai perlombaan tradisional dan permainan kebersamaan digelar dengan semangat kekeluargaan. Peserta dari berbagai institusi berbaur tanpa melihat perbedaan latar belakang, sehingga kegiatan menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan memperkuat sinergi antarelemen di Kabupaten Karawang.

Di tengah suasana kegembiraan perayaan kemerdekaan, perhatian juga diarahkan kepada masyarakat di daerah lain yang sedang menghadapi musibah. Penggalangan donasi bagi korban bencana di NTT menjadi bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui kesediaan membantu sesama.

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh mengatakan, peringatan kemerdekaan harus dimaknai secara lebih luas dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial maupun hiburan. Menurutnya, nilai kemerdekaan juga tercermin dari kepedulian, persatuan, gotong royong, serta kesediaan membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

“Peringatan kemerdekaan bukan hanya tentang kegembiraan dan perlombaan, tetapi juga menjadi momen untuk menumbuhkan rasa empati dan solidaritas. Kami mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama membantu saudara kita di NTT yang sedang mengalami musibah,” ujar Bupati Aep.

Aep menilai budaya gotong royong yang menjadi salah satu karakter penting masyarakat Indonesia harus terus dipelihara, termasuk ketika terjadi bencana di daerah lain. Perbedaan jarak dan wilayah, kata dia, tidak boleh menjadi penghalang untuk menunjukkan kepedulian kepada sesama anak bangsa yang membutuhkan bantuan.

Ia menjelaskan, donasi yang terkumpul dari para ASN akan dihimpun melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karawang. Selanjutnya, bantuan tersebut akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana di NTT melalui mekanisme penyaluran yang telah ditetapkan.

“Insyaallah donasi yang terkumpul akan kita himpun melalui Baznas Kabupaten Karawang, kemudian disalurkan kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” katanya. Menurutnya, bantuan yang diberikan mungkin terlihat sederhana apabila berasal dari satu pihak, tetapi apabila dilakukan secara bersama-sama dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat terdampak.

Aep menegaskan, hal terpenting dari aksi tersebut bukan semata-mata besaran bantuan, melainkan tumbuhnya kepedulian dan kesadaran untuk hadir ketika masyarakat lain membutuhkan pertolongan. Ia juga mengajak masyarakat Karawang menjadikan momentum HUT Kemerdekaan RI sebagai sarana memperkuat persatuan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.

Keterlibatan pemerintah daerah, TNI-Polri, ASN, insan pers, dan berbagai unsur lainnya menunjukkan pentingnya sinergi dalam membangun kehidupan masyarakat. Kebersamaan tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung selama rangkaian perayaan HUT RI, tetapi juga terus terjaga dalam berbagai kegiatan sosial dan pelayanan kepada masyarakat.

Perpaduan antara kegiatan kebersamaan dan aksi sosial memberikan warna tersendiri dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Karawang. Kemeriahan perlombaan menjadi bagian dari perayaan, sementara penggalangan donasi menjadi wujud nyata semangat kemanusiaan. Melalui kegiatan tersebut, semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan, tetapi terus menjadi energi untuk memperkuat solidaritas, persatuan, dan gotong royong dalam membantu sesama.

(Emed Tarmedi)

Momentum HUT ke-81 RI, AKKSI Jabar Ajak Kreator Digital Perkuat Narasi Pendidikan  

0

JAKARTA – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ruang penting untuk memperkuat semangat bersama dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

Hal tersebut turut menjadi perhatian Asosiasi Kreator Konten Jawa Barat (AKKSI Jabar). Organisasi yang menaungi para kreator konten di Jawa Barat itu mendorong para pelaku industri kreatif digital untuk mengambil peran dalam menyampaikan pesan-pesan positif mengenai pentingnya pendidikan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Ketua AKKSI Jabar, Abizar Machmud, menilai perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membuka ruang yang sangat luas bagi para kreator untuk ikut mengawal berbagai agenda pembangunan nasional.

Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu isu strategis yang perlu terus disuarakan melalui berbagai platform digital dengan pendekatan yang kreatif, komunikatif, dan mudah dipahami masyarakat.

“Kreator konten memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan pendidikan kepada masyarakat, terutama generasi muda. Dengan kekuatan media digital, informasi mengenai berbagai program pendidikan dapat dikemas secara kreatif sehingga lebih dekat dan mudah dipahami,” ujar Abizar Machmud.

Abizar mengatakan, semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui seremoni peringatan, tetapi juga harus diterjemahkan dalam berbagai gerakan nyata untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Salah satunya melalui dukungan terhadap pemerataan akses dan kualitas pendidikan, termasuk keberadaan program Sekolah Rakyat yang ditujukan untuk memperluas kesempatan memperoleh pendidikan bagi masyarakat.

Menurut Abizar, keberhasilan program pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, komunitas, dunia usaha, hingga ekosistem kreator digital.

“Kita membutuhkan kolaborasi. Pemerintah memiliki program dan kebijakan, institusi pendidikan memiliki peran dalam pelaksanaan, masyarakat menjadi bagian penting dari penerima manfaat, sementara kreator dapat membantu menyampaikan informasi tersebut kepada publik secara lebih luas,” katanya.

Ia menambahkan, para kreator konten memiliki keunggulan dalam membangun komunikasi dengan generasi muda. Bahasa yang sederhana, visual yang menarik, serta distribusi informasi melalui berbagai platform digital dinilai dapat membuat pesan pendidikan lebih mudah diterima.

Karena itu, AKKSI Jabar mendorong kreator di Jawa Barat agar tidak hanya mengejar aspek hiburan dan popularitas, tetapi juga menghadirkan konten yang memberikan manfaat sosial.

Abizar berharap momentum HUT ke-81 RI dapat menjadi titik penguatan bagi ekosistem kreator Jawa Barat untuk menghasilkan lebih banyak karya yang edukatif, inspiratif, dan membangun optimisme generasi muda.

“Semangat kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi semangat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kreator konten dapat menjadi bagian dari gerakan tersebut dengan menghadirkan konten yang positif, informatif, dan membangun,” tegasnya.

Ia meyakini, ketika kekuatan teknologi digital dipadukan dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap pendidikan, maka ruang digital dapat menjadi salah satu sarana strategis untuk membangun kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Asosiasi Kreator Konten Jawa Barat (AKKSI Jabar) merupakan ruang kolaborasi bagi para kreator konten di Jawa Barat. Kehadiran organisasi ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas kreator, membangun jejaring kolaborasi, serta mendorong pertumbuhan ekosistem kreatif digital yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi dan karya-karya kreatif, AKKSI Jabar mendorong para kreator agar dapat menjadi bagian dari perkembangan komunikasi publik di era digital, termasuk dalam menyampaikan pesan-pesan edukasi dan pembangunan nasional.

(Emed Tarmedi)

Euis Julaeha Unggul Telak dalam Pemilihan BPD Dewisari, Siap Bawa Aspirasi Perempuan

0

JAGA KARAWANG – Pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk keterwakilan perempuan di Desa Dewi Sari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, berlangsung meriah namun tetap aman dan kondusif, Jumat (21/8/2026).

Hasil pemilihan membawa kabar menggembirakan bagi Euis Julaeha, calon nomor urut 2, yang berhasil meraih suara terbanyak dengan perolehan 17 suara.

Sejak proses penghitungan dimulai, nama Euis terus berada di posisi teratas. Dukungan warga yang mengalir melalui surat suara akhirnya mengantarkan Euis sebagai calon terpilih untuk keterwakilan perempuan di BPD Desa Dewi Sari.

Kemenangan tersebut menjadi bukti besarnya kepercayaan masyarakat terhadap sosok Euis untuk membawa dan menyuarakan aspirasi warga, khususnya kaum perempuan.

“Ini merupakan amanah dan kepercayaan dari masyarakat. Saya berterima kasih kepada seluruh warga yang telah memberikan dukungan. Insyaallah amanah ini akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Euis Julaeha.

Ia juga berharap keterwakilan perempuan di BPD dapat menjadi ruang untuk memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat secara terbuka dan konstruktif.

“Saya ingin menjadi bagian yang bisa mendengar dan menyampaikan aspirasi masyarakat. Bukan hanya aspirasi perempuan, tetapi seluruh warga Desa Dewi Sari,” katanya.

Sementara itu, proses pemilihan berjalan dalam suasana kekeluargaan. Warga tampak antusias mengikuti jalannya penghitungan suara hingga hasil akhir diumumkan.

Dengan raihan 17 suara, Euis Julaeha berhasil mengungguli calon lainnya dan dipercaya menjadi keterwakilan perempuan di BPD Desa Dewi Sari.

Ke depan, masyarakat berharap Euis mampu menjalankan fungsi BPD dengan penuh tanggung jawab serta membangun komunikasi yang baik dengan Pemerintah Desa dan masyarakat.

“Kemenangan ini bukan sekadar soal jumlah suara, tetapi merupakan kepercayaan yang harus dijaga. Semoga saya bisa memberikan kontribusi dan ikut mendorong Desa Dewi Sari menjadi lebih baik,” tutur Euis.

Pemilihan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa partisipasi perempuan dalam pemerintahan desa semakin mendapat ruang.

Kehadiran Euis di BPD diharapkan mampu memperkuat keterwakilan dan memperluas ruang penyampaian aspirasi masyarakat dalam pembangunan desa.

Aep S

Dua Tamu Hotel di Bandung Diduga Bawa Kabur Tiga Televisi, Aksi Terekam CCTV

0

JAGA BANDUNG — Dua tamu sebuah hotel di Kota Bandung diduga membawa kabur tiga unit televisi berukuran 32 inci setelah menginap selama dua hari. Aksi keduanya terekam kamera CCTV hotel saat membawa televisi keluar dari kamar.

Dalam rekaman CCTV, dua pria terlihat membawa sejumlah televisi dari dalam kamar hotel. Keduanya diduga mengeluarkan televisi melalui lift barang yang berada di bagian belakang hotel, kemudian membawa barang tersebut menggunakan sebuah mobil.

Satpam Hotel Wyns, Nana, mengatakan, tiga televisi tersebut diduga dibawa oleh dua pria yang sebelumnya menginap di hotel pada 16 dan 17 Agustus 2026.

Menurut Nana, dugaan kehilangan tersebut baru diketahui ketika petugas kebersihan hendak membersihkan kamar yang telah ditinggalkan tamu.

“Ketahuannya pas buka kamar mau bersih-bersih. (Pelaku) lewat belakang. Ini kejadian yang pertama kali dan kita sudah lapor polisi,” ujar Nana. Jumat (21/8/2026).

Setelah mengetahui tiga televisi di dalam kamar telah hilang, pihak hotel kemudian melakukan pengecekan rekaman CCTV.

Dari hasil pemeriksaan, terlihat dua pria membawa televisi keluar dari area kamar dan diduga menggunakan akses belakang hotel.

Pihak hotel selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Hingga kini, identitas kedua pria yang diduga membawa televisi tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Rekaman CCTV diharapkan dapat membantu proses penyelidikan dan mengungkap keberadaan barang yang diduga dibawa keluar dari hotel.

Ichsan

Anggaran Pilkades 2026 Capai Rp59,9 Miliar, FWJI: Ini Uang Rakyat Harus Diawasi

0

JAGA BEKASI – Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Koordinator Wilayah Kabupaten Bekasi mengapresiasi keterbukaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi terkait anggaran pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan FWJI setelah mencermati Surat Jawaban DPMD Kabupaten Bekasi Nomor 400.10.2.4/2787-DPMD/2026 tertanggal 13 Agustus 2026.

Surat tersebut merujuk pada Keputusan Bupati Bekasi Nomor 100.3.3.2/KEP.536-DPMD/2026 tentang Bantuan Keuangan Khusus Penyelenggaraan Pilkades Serentak.

Ketua FWJI Kabupaten Bekasi, Mariam, mengatakan keterbukaan mengenai besaran anggaran merupakan langkah penting untuk membangun proses Pilkades yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Dengan adanya keterbukaan informasi ini, publik jadi tahu bahwa Pemkab Bekasi mengalokasikan Rp59,9 miliar untuk 154 desa. Ini langkah bagus menuju Pilkades yang bersih dan akuntabel,” ujar Mariam, Kamis (20/8/2026).

Berdasarkan keputusan tersebut, total anggaran Pilkades Serentak 2026 Kabupaten Bekasi mencapai sekitar Rp59,9 miliar, dengan rincian:

  • Rp40,17 miliar untuk operasional TPS dan KPPS;
  • Rp16,09 miliar untuk operasional dan honorarium Panitia Pilkades;
  • Rp3,36 miliar untuk PPDP;
  • Rp308 juta untuk Satlinmas.

FWJI juga mencatat bahwa pencairan bantuan keuangan tersebut dilakukan dalam dua tahap. Sementara dasar perhitungan anggaran menggunakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada 2024 ditambah 5 persen.

Selain itu, pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 direncanakan menggunakan sistem digital sebagai bagian dari upaya mendukung proses pemilihan yang lebih efektif dan transparan.

Meski mengapresiasi keterbukaan anggaran, FWJI meminta DPMD bersama Inspektorat Kabupaten Bekasi melakukan pengawasan secara ketat terhadap penggunaan dana tersebut.

Menurut Mariam, besarnya anggaran Pilkades harus diikuti dengan mekanisme pengawasan yang kuat agar tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaannya.

“Kami minta BPD, tokoh masyarakat, dan media di desa ikut mengawasi. Jangan sampai ada politik uang, mark-up, atau pemotongan honor panitia. Rp59,9 miliar ini uang rakyat, harus sampai kepada sasaran,” tegasnya.

FWJI Kabupaten Bekasi menyatakan siap menjadi bagian dari kontrol publik dengan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Pilkades di 154 desa penyelenggara.

Pengawasan tersebut diharapkan dapat mendorong seluruh tahapan Pilkades berjalan secara jujur, adil, transparan, dan damai.

FWJI Indonesia sendiri merupakan organisasi profesi wartawan yang berkomitmen terhadap jurnalisme independen serta menjalankan fungsi kontrol sosial dalam mendukung pembangunan dan kepentingan masyarakat.

Danramil Kedungwaringin Hadiri Maulid Nabi di Ponpes Al-Jailani Firdaus, Suasana Penuh Khidmat

0

JAGA BEKASI — Suasana penuh khidmat dan kekeluargaan mewarnai pengajian rutin malam Jumat yang digelar Majelis Allah di Pondok Pesantren Al-Jailani Firdaus, Kampung Bojong Santri, RT 005/004, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Kamis malam (20/8/2026).

Pengajian tersebut terasa semakin istimewa karena dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan dihadiri ratusan jamaah dari berbagai wilayah.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Danramil 013/Kedungwaringin Kapten Kav Puji Sugito dan Kepala Desa Bojongsari Mulyana Saepul Muslim, S.Pd. Kehadiran unsur TNI, pemerintah desa, tokoh agama, serta masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapten Kav Puji Sugito menyampaikan sambutan sekaligus memperkenalkan dirinya kepada para jamaah yang hadir.

Momen tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mempererat komunikasi dan sinergi antara TNI dengan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Kedungwaringin.

Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Al-Jailani Firdaus sekaligus pendiri Majelis Allah, Aang Oki Firdaus, terlihat menyambut langsung para tamu dan jamaah yang hadir.

Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat dengan sejumlah agenda keagamaan yang dipimpin para ulama dan ustaz.

Acara diawali dengan tawasulan yang dipimpin Buya Ahmad. Selanjutnya jamaah mengikuti mahalul qiyam yang dipandu Ustadz Atep Mubarok sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kajian tauhid yang disampaikan KH. Nur Ali dan kajian fiqih oleh Gus Ahmad Al-Hafish.

Sementara rangkaian kajian ditutup dengan kajian Kitab Al-Hikam yang disampaikan langsung oleh pimpinan Majelis Allah, Aang Oki Firdaus.

Pengajian rutin dan majelis ilmu tidak hanya menjadi sarana meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi dan ukhuwah di tengah masyarakat.

Dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11, Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang beriman dan berilmu akan diangkat derajatnya.

Sementara itu, dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan orang-orang yang berkumpul dalam majelis zikir. Majelis tersebut menjadi sebab turunnya ketenangan, rahmat Allah, serta dikelilingi para malaikat.

Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan Majelis Allah di Bojong Santri yang memadukan berbagai kajian keislaman, mulai dari tawasulan, tauhid, fiqih hingga tasawuf melalui kajian Kitab Al-Hikam.

Kehadiran Danramil, kepala desa, para ulama, tokoh masyarakat dan ratusan jamaah dalam satu kegiatan keagamaan menjadi gambaran eratnya hubungan antara masyarakat, aparat kewilayahan dan tokoh agama.

Malam Maulid Nabi di Bojong Santri pun tidak sekadar menjadi momentum memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta menjaga semangat kebersamaan di wilayah Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

Abie

Wahyu Setiawan Kunjungi Ponpes Al-Jailani Firdaus, Puji Sosok Aang Oki Firdaus

0

JAGA BEKASI — Silaturahim menjadi salah satu cara untuk mempererat persaudaraan sekaligus membangun hubungan baik antarsesama. Hal itu dilakukan DR (HC) Wahyu Setiawan, S.Sy., M.M., tokoh inspiratif asal Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Jailani Firdaus, Kampung Bojong Santri RT 005/RW 004, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Wahyu secara khusus bersilaturahim dengan pendiri Pondok Pesantren Al-Jailani Firdaus, Aang Oki Firdaus, yang selama ini ia hormati sebagai sosok guru besar.

Perjalanan dari Kabupaten Kebumen menuju Kabupaten Bekasi ditempuh Wahyu dengan penuh semangat. Ia mengaku bersyukur karena perjalanan hingga tiba di lokasi pesantren berjalan lancar.

Setibanya di Pondok Pesantren Al-Jailani Firdaus, Wahyu mendapat sambutan hangat dari Aang Oki Firdaus beserta keluarga besar pesantren. Pertemuan pun berlangsung akrab dengan nuansa kekeluargaan.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyu mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat bertemu secara langsung dengan Aang Oki Firdaus.

Menurutnya, pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan menjadi pengalaman yang memberikan kesan dan makna tersendiri.

“Saya merasa bersyukur dapat bertemu langsung dengan sosok Aang Oki Firdaus. Beliau adalah pribadi yang sangat baik, rendah hati, dan memiliki akhlak yang mulia. Pertemuan ini tentu menjadi silaturahim yang sangat berarti bagi saya,” ungkap DR (HC) Wahyu Setiawan.

Wahyu juga memberikan apresiasi terhadap kiprah Aang Oki Firdaus dalam membangun Pondok Pesantren Al-Jailani Firdaus.

Menurutnya, pesantren bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda.

Ia menilai, kepribadian yang baik dan akhlak mulia merupakan nilai penting yang harus terus ditanamkan di tengah masyarakat.

“Bagi saya, bertemu dengan beliau menjadi kesempatan untuk belajar dan mengambil nilai-nilai kebaikan. Akhlak, kerendahan hati dan kepedulian terhadap sesama adalah hal yang sangat penting,” ujarnya.

Sementara itu, silaturahim tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara Wahyu Setiawan dari Kabupaten Kebumen dengan keluarga besar Pondok Pesantren Al-Jailani Firdaus di Kabupaten Bekasi.

Pertemuan lintas daerah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa jarak bukan menjadi penghalang untuk membangun persaudaraan dan hubungan baik.

Wahyu berharap silaturahim yang telah terjalin dapat terus dijaga dan berkembang menjadi hubungan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Silaturahim bukan hanya tentang bertemu, tetapi tentang menyambung hati, mempererat persaudaraan, dan mengambil kebaikan dari setiap pertemuan,” pungkasnya.

Abie

 

Kompi Produksi Walahar Terus Dibenahi, Disiapkan Jadi Wisata Edukasi Ketahanan Pangan  

0

KARAWANG — Kompi Produksi di Desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, terus dibenahi dan ditata untuk meningkatkan fungsi kawasan sebagai pusat produksi pangan sekaligus mendukung rencana pengembangan wisata edukasi ketahanan pangan.

Proses perbaikan dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertahankan aktivitas produksi di sejumlah sektor, mulai dari pertanian, peternakan hingga perikanan.

Komandan Kodim 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto, S.Sos., melalui Pasiter Kapten Inf Kihajar Waskito mengatakan, pembenahan kawasan menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sekaligus menyiapkan Kompi Produksi agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

“Sekarang masih dalam proses perbaikan dan penataan. Kita ingin kawasan ini semakin baik, sehingga produksi tetap berjalan dan ke depan bisa menjadi tempat edukasi bagi masyarakat,” ujar Kihajar, Kamis (20/8/2026).

Dalam proses pembenahan tersebut, Kodim 0604/Karawang mendapat dukungan dari Yon TP 941/Singaperbangsa dan Yon TP 938/Pancasona.

Menurut Kihajar, keberadaan Kompi Produksi tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja di setiap cluster produksi.

Keterlibatan masyarakat tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sekaligus memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi warga sekitar.

“Kompi Produksi ini juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga di setiap cluster. Tujuannya agar keberadaan Kompi Produksi dapat memberikan manfaat langsung dan ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat Karawang,” jelasnya.

Ia menegaskan, peningkatan mutu ekonomi dan kesejahteraan masyarakat menjadi salah satu tujuan penting dari keberadaan Kompi Produksi.

Selain menjadi kawasan produksi, Kompi Produksi Walahar juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai proses produksi pangan dari hulu hingga hilir.

Saat ini, sektor pertanian di Kompi Produksi Walahar mencakup berbagai komoditas, di antaranya jagung, terong, cabai, kangkung, kacang panjang, pare, timun, ubi jalar atau boled, serta kacang tanah.

Sementara pada sektor peternakan terdapat ayam kampung, domba sebanyak 21 ekor, serta bebek sekitar 5.000 ekor. Adapun sektor perikanan dikembangkan melalui kolam ikan.

Keberagaman sektor tersebut menjadi modal penting untuk membangun kawasan edukasi ketahanan pangan yang dapat memperkenalkan masyarakat secara langsung terhadap proses budidaya tanaman, pemeliharaan ternak hingga pengelolaan perikanan.

“Harapannya masyarakat bisa melihat langsung proses pertanian, peternakan dan perikanan. Namun saat ini kita fokus menyelesaikan perbaikan dan penataan kawasan,” pungkas Kihajar.

Dengan terus dilakukannya pembenahan, Kompi Produksi Walahar diharapkan tidak hanya mampu memperkuat produksi pangan, tetapi juga berkembang menjadi ruang edukasi yang memberikan pengetahuan praktis mengenai ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

(Emed Tarmedi)

Pemkab Karawang Matangkan Persiapan Hari Jadi ke-393, Usung Semangat “Karawang Motekar”  

0

KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang terus mematangkan persiapan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 yang akan digelar pada September 2026.

Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi persiapan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Singaperbangsa, Kamis (20/8/2026).

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang tahun ini mengusung tagline “Karawang Motekar”, yang merupakan akronim dari Maju, Optimis, Tangguh, Efektif, Kolaboratif, Adaptif, dan Responsif.

Kata “Motekar” memiliki makna sebagai sikap kreatif, penuh akal, gigih, serta memiliki semangat untuk terus berusaha mencari cara dalam menghadapi berbagai tantangan, berkembang, dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Melalui tema tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang ingin menjadikan momentum Hari Jadi bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi sebagai ruang untuk memperkuat semangat kebersamaan, kolaborasi, dan optimisme dalam membangun Karawang.

Sejumlah rangkaian kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393. Salah satunya adalah Job Fair yang akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan di Kabupaten Karawang.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka akses dan kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Karawang sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan dunia usaha.

Selain Job Fair, rangkaian peringatan Hari Jadi juga akan dimeriahkan dengan helaran budaya yang menjadi salah satu agenda yang dinantikan masyarakat.

Helaran budaya akan dikemas dalam bentuk parade budaya menggunakan mobil hias yang menonjolkan kreativitas ornamen sesuai dengan tema Hari Jadi. Parade tersebut juga akan mengangkat perjalanan sejarah Kabupaten Karawang dari masa ke masa.

Melalui helaran budaya tersebut, masyarakat tidak hanya diajak menikmati kemeriahan perayaan, tetapi juga mengenal kembali sejarah, identitas, serta berbagai potensi budaya yang dimiliki Kabupaten Karawang.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang bahwa seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi ke-393 harus memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat.

Menurutnya, Hari Jadi Kabupaten Karawang pada hakikatnya merupakan momentum milik seluruh masyarakat Karawang.

“Kita berkomitmen bahwa Hari Jadi Kabupaten Karawang ini adalah hari ulang tahunnya masyarakat Karawang,” ujar Bupati Aep.

Karena itu, Bupati berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat melibatkan masyarakat secara luas dan menghadirkan ruang kebersamaan bagi seluruh elemen masyarakat.

Peringatan Hari Jadi ke-393 juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat Karawang Motekar dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Semangat maju, optimis, tangguh, efektif, kolaboratif, adaptif, dan responsif diharapkan tidak hanya menjadi tagline, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan.

Pemkab Karawang memastikan persiapan berbagai agenda terus dimatangkan dengan melibatkan perangkat daerah dan para pemangku kepentingan terkait, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berlangsung dengan tertib, meriah, dan memberikan pengalaman positif bagi masyarakat.

Dengan semangat Karawang Motekar, Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meneguhkan optimisme menuju Karawang yang semakin maju dan sejahtera.

(Emed Tarmedi)

Transformasi Digital Bukan Sekadar Aplikasi, Sekda Karawang Paparkan Inovasi TANGKAR di Forum Smart City Jakarta  

0

JAKARTA — Transformasi digital di lingkungan pemerintahan bukan sekadar membangun aplikasi, tetapi bagaimana teknologi mampu mengubah cara kerja pemerintah menjadi lebih responsif, terbuka, terintegrasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P., saat menjadi narasumber dalam forum General Session – Smart City Beyond Technology: Leadership, Innovation, and Impact for Better Cities yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Dalam forum tersebut, Sekda Karawang memaparkan pengalaman Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mendorong transformasi digital melalui portal layanan pengaduan masyarakat Tanggap Karawang (TANGKAR) yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karawang.

Menurut Asep Aang, perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat harus diikuti dengan perubahan pola kerja pemerintah. Pengaduan masyarakat, kata dia, tidak boleh hanya dipandang sebagai keluhan, tetapi harus dimanfaatkan sebagai sumber informasi strategis bagi pemerintah.

«“Masyarakat berubah sangat cepat, maka cara pemerintah bekerja juga harus berubah. Pengaduan masyarakat bukan sekadar keluhan, melainkan sensor sosial, indikator kualitas pelayanan, early warning system, serta sumber data untuk pengambilan keputusan,” tegasnya.»

Ia menjelaskan, keberadaan TANGKAR menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk menangkap aspirasi dan berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat. Data pengaduan tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam menentukan kebijakan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Sepanjang tahun 2026, terhitung sejak Januari hingga 19 Juni, TANGKAR telah menerima sebanyak 3.214 pengaduan masyarakat.

Data tersebut menunjukkan bahwa kanal digital dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Di sisi lain, tingginya partisipasi masyarakat juga menjadi tantangan bagi pemerintah untuk memastikan setiap pengaduan ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan terukur.

Asep Aang menegaskan bahwa teknologi pada dasarnya hanyalah alat pendukung. Keberhasilan transformasi digital justru sangat ditentukan oleh kesiapan kepemimpinan, penguatan tata kelola pemerintahan, kolaborasi lintas sektor, integrasi data dan sistem, serta kemampuan pemerintah untuk terus mengembangkan inovasi.

“Teknologi itu alat. Yang paling penting adalah bagaimana kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan mampu memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan persoalan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang juga mendorong Government-to-Government Collaboration bersama Jakarta Smart City. Kolaborasi tersebut diarahkan pada penguatan transfer pengetahuan, tata kelola, inovasi, hingga pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Menurutnya, kolaborasi antarpemerintah daerah menjadi penting karena setiap daerah memiliki pengalaman dan inovasi yang dapat saling dipelajari serta dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

Forum Smart City Beyond Technology: Leadership, Innovation, and Impact for Better Cities tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Dr. Sonny Hendra Sudaryana, S.T., M.MT., Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani, S.Pd., M.KP., yang hadir secara daring, serta Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta, Marulina Dewi Mutiara, S.STP., MPA.

Menutup pemaparannya, Sekda Karawang menekankan bahwa ukuran keberhasilan transformasi digital bukan terletak pada banyaknya aplikasi yang dimiliki pemerintah, melainkan pada perubahan nyata dalam cara pemerintah bekerja dan melayani masyarakat.

“Transformasi digital bukan sekadar membangun aplikasi. Transformasi digital adalah membangun pemerintahan yang lebih responsif, mudah diakses, dan dipercaya oleh masyarakat,” pungkasnya.

(Emed Tarmedi)

GOW Karawang Semarakkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi Karawang Lewat Lomba Paduan Suara dan Donor Darah  

0

KARAWANG — Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Karawang menggelar lomba paduan suara dan bakti sosial donor darah di Aula Husni Hamid, Kabupaten Karawang, Rabu (20/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyambut Hari Jadi Kabupaten Karawang.

Rangkaian kegiatan tersebut diikuti dengan penuh antusias oleh perwakilan berbagai organisasi wanita yang tergabung dalam GOW Kabupaten Karawang. Selain menghadirkan suasana perayaan kemerdekaan yang meriah, kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan kekompakan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. Kehadiran Bupati menjadi bentuk dukungan terhadap peran GOW dalam mendorong kegiatan sosial dan kebersamaan di Kabupaten Karawang. Melalui kegiatan ini, organisasi wanita tidak hanya berperan dalam membangun hubungan antarlembaga, tetapi juga ikut menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh mengapresiasi kegiatan yang digagas GOW Kabupaten Karawang. Menurutnya, semangat memperingati kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga perlu diterjemahkan dalam berbagai aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Bupati, momentum kemerdekaan merupakan kesempatan untuk memperkuat semangat persatuan dan gotong royong. Karena itu, kegiatan yang melibatkan organisasi masyarakat dan organisasi wanita dinilai penting untuk terus dikembangkan sebagai ruang bersama dalam membangun kepedulian sosial.

Ia menilai kegiatan donor darah merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang sederhana, tetapi memiliki manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan. Donor darah juga menjadi bentuk nyata solidaritas karena darah yang didonorkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan.

“Semoga semangat kebersamaan, gotong royong dan kepedulian seperti ini terus kita jaga. Mari kita isi kemerdekaan dengan kegiatan-kegiatan positif yang membawa manfaat bagi sesama dan kemajuan Kabupaten Karawang,” kata Bupati Aep.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota GOW Kabupaten Karawang serta para peserta donor darah yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, keterlibatan organisasi wanita dalam berbagai kegiatan sosial menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun kepedulian, memperkuat solidaritas, sekaligus mendukung pembangunan daerah. Peran tersebut diharapkan terus diperkuat melalui berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan mendorong terciptanya lingkungan sosial yang semakin peduli serta saling membantu.

Bupati juga berharap semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada momentum peringatan kemerdekaan dan Hari Jadi Kabupaten Karawang. Nilai persatuan, gotong royong, kepedulian dan pengabdian, kata dia, perlu terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, lomba paduan suara berlangsung dengan penuh semangat dan kekompakan. Para peserta dari berbagai organisasi wanita menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam membawakan lagu-lagu yang telah dipersiapkan. Kekompakan dalam bernyanyi menjadi salah satu gambaran pentingnya kerja sama dan kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, membangun kekompakan, serta memperkuat silaturahmi antarorganisasi wanita di Kabupaten Karawang. Setiap peserta mendapat kesempatan untuk berinteraksi, saling mendukung dan menunjukkan kreativitas dalam suasana yang penuh kebersamaan.

Melalui lomba paduan suara, semangat kemerdekaan juga diwujudkan melalui kegiatan yang positif dan membangun. Persaingan dalam perlombaan diharapkan tetap menjadi bagian dari upaya mempererat persaudaraan dan menjaga suasana kebersamaan di antara seluruh organisasi yang terlibat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, GOW Kabupaten Karawang turut mengambil bagian dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyambut Hari Jadi Kabupaten Karawang. Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan kontribusi organisasi wanita dalam mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih guyub, peduli dan penuh semangat kebersamaan.

Semangat persatuan, gotong royong, kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Karawang. GOW diharapkan dapat terus menjadi wadah yang mendorong lahirnya berbagai kegiatan positif, baik di bidang sosial, pemberdayaan masyarakat maupun kegiatan yang mendukung pembangunan daerah.

Dengan demikian, momentum kemerdekaan dan Hari Jadi Kabupaten Karawang tidak hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial dan membangun Karawang melalui kontribusi seluruh elemen masyarakat.

(Emed Tarmedi)

Unggul Telak, Akpan Azmali Terpilih Jadi Calon Anggota BPD Dusun 2 Karya Indah

0

JAGA KARAWANG — Pemilihan calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk keterwakilan Dusun 2 Karya Indah, Desa Karyamulya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, berlangsung tertib, lancar, dan kondusif pada Kamis (20/8/2026).

Dalam proses pemilihan tersebut, terdapat dua calon yang bersaing untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat, yakni Akpan Azmali dan Didi Iswayudi.

Dari total 38 warga yang memiliki hak suara, sebanyak 37 orang hadir dan memberikan hak pilihnya, sementara satu orang tercatat tidak hadir.

Setelah proses pemungutan suara selesai dan disepakati bersama, panitia kemudian melanjutkan dengan penghitungan suara secara terbuka.

Hasilnya, Akpan Azmali memperoleh 26 suara, sedangkan Didi Iswayudi memperoleh 11 suara.

Dengan perolehan tersebut, Akpan Azmali berhasil meraih suara terbanyak dan menjadi calon anggota BPD terpilih untuk keterwakilan Dusun 2 Karya Indah, Desa Karyamulya.

Pelaksanaan pemilihan berlangsung dengan mengedepankan asas musyawarah, keterbukaan, serta partisipasi masyarakat. Proses tersebut juga berjalan tanpa adanya kendala maupun gesekan antarpendukung calon.

Pemilihan anggota BPD tingkat dusun ini menjadi bagian penting dalam menentukan keterwakilan masyarakat di lembaga BPD Desa Karyamulya.

Diharapkan calon terpilih nantinya dapat menjalankan amanah serta menyampaikan aspirasi masyarakat di tingkat desa.

Dengan berakhirnya proses pemilihan, masyarakat berharap keterwakilan Dusun 2 Karya Indah di BPD dapat semakin memperkuat komunikasi antara warga dan Pemerintah Desa Karyamulya.

M. Jhon

 

Dirjen Bina Keuangan Daerah, A. Fatoni : Perlu dioptimalkan BUMD, BLUD, dan BMD

0

JAGA MAKASSAR – Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fatoni mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan Barang Milik Daerah (BMD) sebagai bagian dari upaya memperkuat pembiayaan pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Fatoni saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi BUMD, BLUD, dan Barang Milik Daerah dengan tema “Penguatan BUMD, BLUD, dan Barang Milik Daerah yang Profesional, Produktif, dan Berdaya Saing melalui Pembinaan, Pengawasan, serta Pengelolaan berdasarkan Prinsip Tata Kelola yang Baik”, Jumat (7/8), di Gammara Hotel Makassar, Kota Makassar.

Fatoni mengatakan, kondisi fiskal daerah dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi global, Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan dana transfer yang mengharuskan pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pembiayaan alternatif guna mendukung pembangunan didaerah.

“Kondisi fiskal daerah saat ini, dipengaruhi oleh kondisi global, dipengaruhi oleh PAD, dipengaruhi oleh dana transfer, mengharuskan daerah untuk kreatif, untuk bisa mencari sumber pembiayaan alternatif dalam rangka untuk melaksanakan pembangunan yang ada di daerah.”

Menurut Fatoni, salah satu langkah yang dapat dilakukan daerah adalah mengoptimalkan PAD, khususnya yang bersumber dari pajak dan retribusi daerah. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui intensifikasi, ekstensifikasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi, serta inovasi.

“Digitalisasi sangat diperlukan untuk bisa memastikan bahwa proses yang dilaksakan lebih efektif, efisien, akuntabel. Lebih murah, lebih cepat, dan memakan waktu yang singkat,” ujar Fatoni.

Selain optimalisasi PAD, Fatoni menekankan pentingnya inovasi dan terobosan dalam pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, perubahan hasil membutuhkan perubahan cara kerja.

“Karena kalau kita ingin menghasilkan hasil yang berbeda, tentu harus dengan cara yang berbeda.”

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk tidak ragu mengadopsi praktik baik dari daerah lain dengan menyesuaikannya terhadap karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.

“Amati, tiru, modifikasi sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Yang lebih hebat lagi apabila kita mampu membuat inovasi baru yang belum pernah dibuat oleh daerah lain.”

Dalam kesempatan tersebut, Fatoni secara khusus mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan kinerja BUMD sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendapatan daerah melalui creative financing.

“Yang ketiga untuk meningkatkan pendapatan daerah, melakukan kreatif financing, yaitu mengoptimalkan BUMD.”

Menurut Fatoni, jumlah BUMD yang cukup besar masih menyimpan potensi yang dapat dioptimalkan untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

“BUMD saat ini ada 1.092, cukup banyak namun kinerjanya masih bisa dioptimalkan lagi.”

“Sehingga bisa mendapatkan penghasilan yang besar, laba yang besar, dividen yang besar yang digunakan untuk pembangunan,” lanjutnya.

Selain BUMD, Fatoni menilai BLUD juga memiliki potensi untuk memperkuat kemandirian pengelolaan layanan pemerintah daerah. Fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Untuk meningkatkan pelayanan. Kalau pelayanan meningkat, maka akan ada tingkat kepercayaan yang meningkat.”

Menurutnya, peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan dapat berdampak pada peningkatan pendapatan BLUD sehingga setidaknya mampu membiayai kebutuhan operasionalnya sendiri.

“Paling tidak kalau BLUD bisa membiayai dirinya sendiri, beban APBD menjadi berkurang.”

Fatoni juga menyoroti pentingnya optimalisasi pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD). Menurutnya, masih terdapat berbagai persoalan dalam pencatatan, pengelolaan, dan pemanfaatan aset daerah yang perlu diperbaiki.

“Pencatatannya, pengelolaannya, pemanfaatannya masih banyak yang belum maksimal. Oleh karena itu, jangan biarkan aset ini, barang milik daerah ini nganggur dan perlu kita manfaatkan.”

Optimalisasi aset, kata Fatoni, perlu dilakukan agar barang milik daerah dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.**

Kades Petahana di Karawang Mau Maju Lagi? Temuan Riksus dan Tunggakan Pajak Wajib Dibereskan

0

JAGA KARAWANG — Kepala desa petahana di Kabupaten Karawang yang berniat kembali bertarung dalam Pilkades Serentak 2026 harus memastikan seluruh urusan pemerintahan selama masa jabatan sebelumnya benar-benar tuntas.

Pemkab Karawang menegaskan, temuan Pemeriksaan Khusus (Riksus), tunggakan pajak, maupun kewajiban lainnya harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum petahana mendapatkan izin untuk kembali mencalonkan diri.

Ketentuan tersebut menjadi salah satu dasar dalam proses pemberian izin pencalonan oleh Bupati Karawang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karawang, Saepuloh, mengatakan penyelesaian catatan hasil pemeriksaan menjadi kewajiban bagi kepala desa petahana yang ingin kembali mengikuti kontestasi Pilkades.

Menurutnya, tidak hanya temuan Riksus, kewajiban seperti tunggakan pajak juga harus dibereskan sebelum proses pencalonan berjalan.

“Kalau yang berminat mencalonkan lagi, dia harus clear dulu menyelesaikannya. Tunggakan pajak segala macam harus dibayar, karena itu menjadi dasar perizinan dari Bupati,” tegas Saepuloh.

Dengan kata lain, ingin maju lagi boleh, tetapi catatan pemerintahan harus clear lebih dulu.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang Asep Aang Rahmatullah mengingatkan bahwa dana desa pada dasarnya merupakan uang masyarakat.

Karena itu, setiap penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan secara menyeluruh.

Pertanggungjawaban tersebut, kata Asep Aang, tidak cukup hanya sebatas kelengkapan administrasi. Pengelolaan dana desa juga harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Saat ini, proses Riksus terhadap kepala desa yang masa jabatannya berakhir dan berencana kembali mencalonkan diri masih dilakukan melalui Inspektorat Daerah.

Asep Aang menegaskan, kepala desa yang masih memiliki catatan atau temuan dalam pemeriksaan wajib menyelesaikannya sesuai ketentuan.

“Kepala desa yang memiliki catatan atau temuan dalam pemeriksaan wajib menyelesaikannya sesuai ketentuan, kalau tidak diselesaikan maka tentunya ada sanksinya,” tegasnya.

Pilkades 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung di 67 desa di Kabupaten Karawang dengan sistem e-voting.

Kini, bagi para petahana yang ingin kembali merebut kursi kepala desa, bukan hanya dukungan warga yang harus disiapkan.

Urusan administrasi, pajak, dan catatan pemerintahan pun harus benar-benar bersih dan tuntas.

 

Pemulung Temukan Granat Aktif di Tambun Selatan Bekasi

0

JAGA BEKASI — Warga di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, dibuat geger setelah sebuah granat aktif ditemukan oleh seorang pemulung pada Senin (17/8/2026) malam.

Benda mencurigakan tersebut ditemukan saat pemulung tengah beraktivitas. Menyadari benda itu berpotensi membahayakan, temuan tersebut kemudian dilaporkan warga kepada pihak kepolisian.

Kapolsek Tambun Selatan Kompol Wuryanti mengatakan, informasi awal mengenai keberadaan benda mencurigakan itu diterima setelah seorang pemulung menemukannya.

“Informasi awal diterima setelah seorang pemulung melihat benda mencurigakan, kemudian dilaporkan warga ke Polsek Tambun Selatan,” ujar Wuryanti, Rabu (19/8/2026).

Mendapat laporan tersebut, kepolisian langsung melakukan penanganan dengan melibatkan tim khusus.

Tim Jibom Polda Metro Jaya kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap granat tersebut.

Setelah berhasil dievakuasi, granat aktif itu dibawa ke Markas Gegana untuk dilakukan disposal sesuai dengan prosedur penanganan bahan peledak.

“Tim Jibom Polda Metro Jaya melakukan evakuasi terhadap benda tersebut untuk kemudian dibawa ke Markas Gegana guna dilakukan disposal sesuai prosedur,” kata Wuryanti.

Dari kondisi fisiknya, granat tersebut diperkirakan merupakan barang lama.

Benda itu sudah dalam kondisi sangat berkarat, namun masih dinyatakan aktif sehingga penanganannya dilakukan oleh personel yang memiliki keahlian khusus.

“Granat diperkirakan barang jadul, sudah sangat berkarat. Belum diketahui asalnya dari mana,” ungkap Wuryanti.

Polisi memastikan proses evakuasi dilakukan secara prosedural untuk mencegah risiko terhadap warga sekitar. Hingga kini, asal-usul granat tersebut masih dalam penelusuran pihak kepolisian.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, apalagi mencoba membongkar benda yang dicurigai sebagai granat atau bahan peledak. Segera laporkan kepada aparat agar dapat ditangani oleh petugas yang berwenang.

Abie

 

Jangan Asal Jadi! CV PERMATA Disorot dalam Proyek Rehabilitasi SDN Kutaampel II Rp373 Juta

0

JAGA KARAWANG — Proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Kutaampel II, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, yang dikerjakan CV PERMATA dengan nilai kontrak Rp373.988.000, menuai sorotan.

Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang tersebut memiliki masa pelaksanaan 90 hari kalender, mulai 30 Juli hingga 30 September 2026.

Namun, berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat sejumlah pekerjaan yang diduga tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi maupun lingkup pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Sorotan terutama muncul pada sejumlah item pekerjaan yang diduga hanya dikerjakan secara tambal sulam, bukan diperbaiki atau diganti secara menyeluruh.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pekerjaan kusen bagian dalam ruang kelas. Di lokasi, penggantian terlihat hanya dilakukan pada beberapa bagian atau tiang tertentu.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius. Jika dalam dokumen kontrak memang terdapat kewajiban penggantian secara menyeluruh, maka pelaksana harus memberikan penjelasan mengapa pekerjaan di lapangan terlihat berbeda.

Bukan hanya kusen, material pasir yang digunakan sebagai dasar lantai juga menjadi pertanyaan. Material yang terlihat berwarna merah tersebut perlu dipastikan apakah memang sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam kontrak.

Sebab, proyek pemerintah tidak boleh menggunakan prinsip “yang penting terpasang”.

Setiap material dan setiap pekerjaan memiliki spesifikasi yang harus dipenuhi karena menyangkut kualitas, keamanan dan umur bangunan.

Saat dikonfirmasi di lokasi, seorang pekerja mengaku tidak mengetahui secara detail keseluruhan lingkup pekerjaan.

“Saya cuma pekerja. Mana yang harus diganti atau tidak, itu yang saya kerjakan,” ujarnya.

Pekerja tersebut juga mengaku tidak mengetahui pihak pelaksana secara resmi.

“Saya tidak tahu, saya cuma disuruh kerja sama mandor saja,” katanya.

Pernyataan ini tentu tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran. Namun, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan dan keterbukaan dalam pelaksanaan proyek yang menggunakan uang negara.

Jangan Sampai Rp373 Juta Hanya Jadi Tambal Sulam. Nilai kontrak hampir Rp374 juta tentu bukan angka kecil.

Dana tersebut berasal dari APBD Kabupaten Karawang yang pada hakikatnya merupakan uang publik. Karena itu, masyarakat berhak mendapatkan pekerjaan yang sesuai kontrak dan hasil pembangunan yang benar-benar berkualitas.

Terlebih objek pekerjaan adalah sekolah, tempat para siswa menuntut ilmu..

Kalau memang harus diganti, ya diganti. Kalau memang harus diperbaiki, ya diperbaiki sesuai spesifikasi. Bukan sekadar menutup bagian yang terlihat agar proyek seolah-olah berjalan.

Hingga berita ini ditulis, CV PERMATA maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian pekerjaan tersebut.

Dinas terkait diminta tidak sekadar mengandalkan laporan administratif dari pelaksana. Pemeriksaan langsung di lapangan menjadi penting untuk memastikan seluruh item pekerjaan benar-benar sesuai dengan RAB, gambar kerja dan spesifikasi teknis. (Red)

CV PERMATA Disorot, Proyek Rehabilitasi SDN Kutaampel II Rp373 Juta Diduga Tak Sesuai RAB

0

JAGA KARAWANG — Proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Kutaampel II, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, yang dibiayai APBD Kabupaten Karawang senilai Rp373.988.000, mulai menuai sorotan.

Pasalnya, berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat sejumlah pekerjaan yang diduga tidak dikerjakan secara utuh sesuai lingkup pekerjaan dan spesifikasi yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Proyek yang dikerjakan CV PERMATA tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 90 hari kalender, terhitung sejak 30 Juli hingga 30 September 2026.

Namun, di lapangan muncul dugaan bahwa beberapa bagian pekerjaan justru dilakukan dengan pola tambal sulam.

 

Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan: apakah rehabilitasi benar-benar dilakukan sesuai kebutuhan bangunan atau sekadar mengejar pekerjaan agar terlihat selesai?

Kusen Diganti Sebagian, Material Lantai Ikut Dipertanyakan

Salah satu bagian yang menjadi sorotan adalah kusen bagian dalam ruang kelas. Berdasarkan pantauan, penggantian disebut hanya dilakukan pada beberapa tiang atau bagian tertentu, bukan secara menyeluruh.

Jika memang dalam RAB terdapat pekerjaan penggantian secara utuh, maka kondisi tersebut patut mendapat penjelasan dari pihak pelaksana maupun pengawas proyek.

Selain itu, material pasir yang digunakan sebagai dasar lantai terlihat berwarna merah dan dipertanyakan kualitas serta kesesuaiannya dengan spesifikasi pekerjaan.

Persoalannya bukan sekadar soal warna material. Dalam proyek yang menggunakan uang rakyat, setiap material seharusnya memiliki standar dan spesifikasi yang jelas.

Jangan sampai prinsipnya “yang penting terpasang”, sementara kualitas dan ketahanannya belakangan.

Saat ditemui di lokasi, seorang pekerja mengaku dirinya hanya menjalankan pekerjaan berdasarkan arahan mandor.

“Saya cuma pekerja. Mana yang harus diganti atau tidak, itu yang saya kerjakan,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai pihak yang bertanggung jawab sebagai pelaksana proyek, pekerja tersebut mengaku tidak mengetahuinya.

“Saya tidak tahu, saya cuma disuruh kerja sama mandor saja,” katanya.

Pernyataan tersebut semakin memperkuat pentingnya transparansi dalam pelaksanaan proyek.

Sebab, proyek pemerintah bukan pekerjaan pribadi yang cukup dikerjakan berdasarkan perintah informal tanpa masyarakat mengetahui siapa sebenarnya pihak yang bertanggung jawab.

Nilai kontrak Rp373.988.000 bukanlah angka kecil. Dana tersebut berasal dari APBD yang pada akhirnya bersumber dari uang masyarakat.

Karena itu, setiap rupiah semestinya menghasilkan pekerjaan yang sesuai kontrak, sesuai spesifikasi, berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Apalagi objek yang direhabilitasi merupakan bangunan sekolah. Jangan sampai siswa nantinya menempati ruang kelas yang secara tampilan terlihat baru, tetapi kualitas pekerjaannya justru menyimpan persoalan.

Rehabilitasi sekolah seharusnya memperbaiki kondisi bangunan, bukan sekadar mempercantik bagian yang terlihat dari luar.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari CV PERMATA maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang terkait dugaan ketidaksesuaian pekerjaan tersebut. (Red)

Tiga Dusun di Telukbango Sepakati Calon BPD Secara Aklamasi

0

JAGA KARAWANG — Proses pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, berlangsung lancar, tertib, dan kondusif.

Kegiatan yang digelar di Aula Desa Telukbango, Rabu (19/8/2026), tersebut dihadiri panitia pemilihan, Pemerintah Desa Telukbango, Babinsa, serta masyarakat dan tokoh masyarakat setempat.

Pemilihan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah dusun sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pada hari kedua, proses berlangsung di tiga wilayah, yakni Dusun Tengah pukul 08.00 WIB, Dusun Gongcai 2 pukul 10.00 WIB, dan Dusun Gongcai 1 pukul 13.30 WIB.

Ketua Panitia Pemilihan BPD Desa Telukbango, Sukaram, mengatakan proses di tiga dusun tersebut berjalan tanpa kendala.

Bahkan, calon yang diusulkan telah disepakati secara aklamasi karena kuota keterwakilan di masing-masing wilayah telah terpenuhi.

Meski telah mencapai kesepakatan, Sukaram menegaskan seluruh perwakilan masyarakat tetap harus hadir dalam rangkaian pemilihan BPD secara keseluruhan.

“Setiap warga dan tokoh masyarakat harus hadir pada saat pemilihan BPD,” tegas Sukaram.

Menurutnya, rangkaian pemilihan BPD Desa Telukbango masih akan berlanjut pada Kamis (20/8/2026). Pemilihan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Dusun 2 dan Dusun Kramat Jaya.

Berbeda dengan tiga dusun sebelumnya, kuota keterwakilan di kedua wilayah tersebut masih belum terpenuhi.

Karena itu, proses pemilihan akan dilakukan melalui pemberian hak suara oleh para tokoh masyarakat untuk menentukan calon yang memperoleh dukungan terbanyak.

Sukaram berharap seluruh tahapan pemilihan dapat berjalan sesuai aturan, sekaligus menghasilkan anggota BPD yang mampu membawa aspirasi masyarakat Desa Telukbango.

“Kita berharap seluruh proses berjalan demokratis, tertib, dan menghasilkan perwakilan yang dapat mengemban amanah masyarakat Desa Telukbango,” ujarnya.

Seluruh tahapan pemilihan tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada Peraturan Bupati Karawang Nomor 24 Tahun 2026, yang mengatur ketentuan terkait jumlah kursi BPD di masing-masing desa.

Dengan berlangsungnya proses secara tertib dan mengedepankan musyawarah, pemilihan BPD Desa Telukbango diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat keterwakilan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

M. Jhon

Selisih 1 Suara, Sinta Bela dan Putri Habibah Resmi Terpilih Jadi BPD Desa Baturaden

0

JAGA KARAWANG — Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) keterwakilan perempuan Desa Baturaden, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, berlangsung lancar, tertib, dan kondusif.

Kegiatan yang digelar di Aula Desa Baturaden, Rabu (19/8/2026) siang, tersebut dihadiri Kepala Desa Baturaden, Bhabinkamtibmas Polsek Batujaya, panitia pemilihan, serta sejumlah tamu undangan.

Proses pemilihan dilakukan melalui jalur musyawarah dengan melibatkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari keterwakilan tokoh perempuan Desa Baturaden.

Sebelumnya, terdapat tiga calon yang mendaftarkan diri. Namun, satu calon, yakni Nomor Urut 2 Mega Selvia, mengundurkan diri secara resmi melalui surat pengunduran diri tertanggal 10 Agustus 2026.

Dengan demikian, pemilihan hanya diikuti dua calon, yakni Nomor Urut 1 Sinta Bela dan Nomor Urut 3 Putri Habibah.

Dari total 46 DPT, sebanyak 45 orang hadir dan menggunakan hak pilihnya, sementara satu orang tercatat tidak hadir.

Hasil penghitungan menunjukkan persaingan berlangsung sangat ketat. Sinta Bela memperoleh 23 suara, sedangkan Putri Habibah mengantongi 22 suara.

Meski hanya terpaut satu suara, keduanya tetap ditetapkan sebagai anggota BPD keterwakilan perempuan terpilih. Hal tersebut lantaran kuota keterwakilan perempuan dalam BPD Desa Baturaden berjumlah dua orang.

Ketua Panitia Pemilihan BPD Desa Baturaden, H. Soma, mengatakan seluruh tahapan pemilihan berjalan dengan aman dan kondusif.

“Alhamdulillah, pemilihan berjalan kondusif. Para DPT keterwakilan tokoh perempuan mengikuti proses pemilihan dengan baik,” ujar H. Soma.

Ia menjelaskan, perbedaan jumlah suara yang sangat tipis tidak memengaruhi penetapan hasil akhir karena kedua calon memang akan mengisi dua kursi keterwakilan perempuan yang tersedia.

“Walaupun perolehan suaranya selisih satu, keduanya tetap menjadi BPD terpilih karena kuotanya dua orang,” jelasnya.

H. Soma berharap proses pemilihan tersebut menjadi bagian dari praktik demokrasi yang sehat di tingkat desa.

Ia juga berharap keterwakilan perempuan di BPD dapat semakin memperkuat peran perempuan dalam menyampaikan aspirasi masyarakat dan ikut mengawal pembangunan desa.

Dengan berakhirnya proses pemilihan secara tertib dan kondusif, dua anggota BPD keterwakilan perempuan terpilih diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kemajuan Desa Baturaden.

M Jhon

56 Warga Gunakan Hak Pilih, Yanti Mulyawati Jadi Peraih Suara Terbanyak BPD Karyamulya

0

JAGA KARAWANG — Proses pemilihan keterwakilan perempuan dalam Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Karyamulya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, berlangsung demokratis, tertib, dan transparan.

Kegiatan yang digelar di Aula Desa Karyamulya, Rabu (19/8/2026), diikuti warga yang memiliki hak suara. Proses penghitungan suara dilakukan secara terbuka hingga menghasilkan calon dengan perolehan suara tertinggi.

Berdasarkan hasil tabulasi panitia, Yanti Mulyawati berhasil meraih suara terbanyak dengan 16 suara.

Sementara itu, Alinda dan Radipa masing-masing memperoleh 14 suara, sedangkan Cicih Puspita Sari mendapatkan 12 suara. Total pemilih yang hadir dan menggunakan hak suaranya tercatat sebanyak 56 orang.

Ketua Panitia Pemilihan BPD Desa Karyamulya, Cipta, S.Pd., memastikan seluruh tahapan pemilihan berjalan sesuai prosedur.

“Pemilihan keterwakilan perempuan BPD Desa Karyamulya berjalan lancar dan transparan. Hasil perolehan suara telah kami umumkan secara terbuka sebagaimana data yang tercatat,” ungkap Cipta.

Cipta menjelaskan, pelaksanaan pemilihan keterwakilan perempuan tersebut mengacu pada Peraturan Bupati Karawang Nomor 24 Tahun 2026, yang mengatur kebijakan afirmasi keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen dari total anggota BPD.

Dengan jumlah anggota BPD Desa Karyamulya sebanyak 9 kursi, keterwakilan perempuan menjadi bagian penting dalam memastikan aspirasi perempuan ikut terakomodasi dalam lembaga permusyawaratan desa.

Pemilihan ini sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menentukan sosok yang dinilai mampu membawa dan memperjuangkan aspirasi perempuan di tingkat desa.

Hasil pemilihan diharapkan tidak sekadar menjadi proses administratif, tetapi juga menjadi langkah nyata memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan, pengambilan keputusan, serta pengawasan pemerintahan desa.

Selanjutnya, hasil pemilihan akan dilaporkan kepada instansi terkait untuk proses penetapan secara resmi.

Setelah seluruh tahapan selesai, anggota BPD terpilih diharapkan dapat segera menjalankan tugas dan fungsinya dalam mengawal aspirasi masyarakat Desa Karyamulya.

Suara warga telah menentukan. Kini harapan masyarakat berada di pundak mereka yang dipercaya untuk duduk dan memperjuangkan aspirasi di BPD Desa Karyamulya.

M Jhon

Saluran Irigasi Dibersihkan, Kertarahayu Gaspol Dukung Swasembada Pangan

0

JAGA KARAWANG — Semangat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia masih terasa di berbagai pelosok Kabupaten Karawang.

Namun, bagi Pemerintah Desa Kertarahayu, Kecamatan Cibuaya, semangat kemerdekaan tak cukup hanya dirayakan dengan seremoni.

Di bawah komando Kepala Desa Kertarahayu, H. Suhaeri, jajaran perangkat desa turun langsung bergotong royong melakukan gorol atau kerja bakti membersihkan saluran irigasi yang menjadi salah satu urat nadi pertanian masyarakat.

Kegiatan tersebut menyasar saluran irigasi yang dipenuhi tumpukan sampah dan tanaman eceng gondok. Pembersihan dilakukan agar aliran air kembali lancar dan kebutuhan pengairan lahan pertanian warga dapat terpenuhi.

Sekretaris Desa Kertarahayu, Asep Wahyudin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dalam menerjemahkan semangat kemerdekaan melalui kerja yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami wujudkan semangat kemerdekaan dengan kerja nyata di bumi sendiri. Dipimpin Bapak Kepala Desa H. Suhaeri, kami bersihkan saluran agar air lancar mengalir ke sawah,” ujar Asep.

Menurutnya, kelancaran irigasi menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan.

“Tujuannya demi swasembada pangan tetap terjaga dan petani tidak mengalami kesulitan air ke pesawahan,” tambahnya.

Tak hanya mengandalkan tenaga gotong royong, proses penanganan saluran irigasi juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak.

Asep menyampaikan apresiasi kepada Camat Cibuaya Ridwan dan Bupati Karawang yang dinilai terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan para petani.

Ia juga mengapresiasi dukungan Dinas PUPR Kabupaten Karawang yang menurunkan alat berat untuk membantu proses normalisasi saluran irigasi.

“Kami juga sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Camat Cibuaya Bapak Ridwan dan Bupati Karawang yang selalu memprioritaskan kepentingan para petani,” katanya.

Dukungan juga datang dari jajaran PJT II Rengasdengklok yang turut membantu proses penanganan saluran tersebut.

Bagi Pemerintah Desa Kertarahayu, menjaga irigasi bukan sekadar persoalan membersihkan saluran air.

Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan sektor pertanian dan memastikan petani tetap mendapatkan pasokan air yang memadai.

Semangat gotong royong yang digaungkan dalam momentum HUT RI ke-81 pun diwujudkan dalam bentuk aksi nyata: saluran bersih, air lancar, sawah terairi, dan ketahanan pangan tetap terjaga.

Rohman

Dandim Karawang Minta Babinsa Perkuat Deteksi Dini Jelang Pilkades Serentak 2026  

0

KARAWANG — Komandan Kodim (Dandim) 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto, S.Sos meminta seluruh jajaran Babinsa meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai potensi kerawanan menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Karawang.

Penegasan tersebut disampaikan Letkol Inf Nanda Siswanto saat menghadiri Sosialisasi Pilkades Serentak Kabupaten Karawang 2026 yang berlangsung di Aula Husni Hamid, Karawang, Selasa (18/8/2026).

Menurut Letkol Nanda, pelaksanaan Pilkades merupakan momentum demokrasi di tingkat desa yang harus dikawal bersama agar berjalan aman, tertib, damai, dan kondusif.

Salah satu potensi yang perlu menjadi perhatian, kata dia, adalah kemungkinan terjadinya gesekan antarpendukung calon kepala desa. Kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak awal melalui komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat.

“Kami meminta agar potensi benturan antarpendukung dapat dicegah sedini mungkin. Babinsa harus melakukan deteksi dini terhadap berbagai kemungkinan yang berpotensi memicu konflik,” ujar Nanda dalam paparannya.

Ia menekankan pentingnya peran Babinsa sebagai aparat kewilayahan yang berada langsung di tengah masyarakat. Babinsa diharapkan mampu membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, para calon, pendukung, serta berbagai elemen masyarakat.

Pendekatan persuasif, lanjut Letkol  Nanda, menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga stabilitas keamanan selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.

Selain memanfaatkan komunikasi melalui media digital, Babinsa juga diminta aktif turun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan dan menghormati proses demokrasi.

Letkol Nanda menilai komunikasi tatap muka tetap memiliki peran penting, khususnya dalam menjangkau masyarakat yang tidak memiliki atau tidak aktif menggunakan telepon seluler.

“Babinsa harus hadir di tengah masyarakat dan menyampaikan informasi secara langsung agar pesan yang diberikan dapat diterima dengan baik oleh seluruh warga,” katanya.

Ia menambahkan, deteksi dini tidak boleh dilakukan hanya ketika muncul persoalan. Langkah tersebut harus dimulai sejak jauh hari sehingga setiap potensi persoalan dapat diketahui, dipetakan, dan dicarikan solusi sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Menurutnya, keberhasilan pengamanan Pilkades bukan hanya ditentukan oleh kesiapan aparat keamanan, tetapi juga oleh kesadaran seluruh masyarakat untuk menjaga suasana tetap kondusif.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Karawang terus mematangkan berbagai persiapan menghadapi Pilkades Serentak 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 67 desa akan mengikuti Pilkades dengan penerapan sistem digital. Perluasan pelaksanaan Pilkades Digital tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan proses pemilihan kepala desa yang lebih modern, transparan, efektif, dan akuntabel.

Dengan semakin dekatnya tahapan pemilihan, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah desa, panitia Pilkades, para calon kepala desa, dan masyarakat menjadi penting untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.

Dandim juga mengingatkan seluruh pihak agar perbedaan pilihan politik di tingkat desa tidak berkembang menjadi perpecahan di tengah masyarakat. Pilihan terhadap calon kepala desa, kata dia, merupakan hak demokratis setiap warga yang harus dihormati.

Seluruh masyarakat Karawang diharapkan dapat bersama-sama menjaga Pilkades Serentak 2026 tetap aman, damai, tertib, dan demokratis hingga seluruh tahapan selesai.

(Emed Tarmedi)

Meriahkan HUT RI ke-81, Camat Cibuaya Ajak Warga Gowes dan Senam Bareng FAX Trollonk

0

JAGA KARAWANG — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus bergema di berbagai daerah.

Di Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, momentum kemerdekaan bakal diisi dengan kegiatan yang tak hanya meriah, tetapi juga menyehatkan.

Pemerintah Kecamatan Cibuaya bersama komunitas sepeda FAX Trollonk akan menggelar Gowes Santai & Senam Bersama pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Kegiatan yang terbuka untuk masyarakat umum tersebut dipusatkan di Halaman Kantor Kecamatan Cibuaya, mulai pukul 06.30 WIB hingga selesai.

Camat Cibuaya, Nur Ridwan Solihin, S.PKP., MM., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya merayakan kemerdekaan dengan cara yang positif, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Tak sekadar gowes, peserta juga bakal diajak mengikuti senam bersama, menikmati hiburan, hingga berburu hadiah melalui undian yang telah disiapkan panitia.

Kolaborasi bersama komunitas FAX Trollonk juga diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan masyarakat Cibuaya.

Komunitas tersebut dikenal dengan moto “Kompak dan Tolong Menolong”, yang dinilai sejalan dengan semangat gotong royong dalam mengisi kemerdekaan.

Nur Ridwan mengajak seluruh masyarakat Cibuaya untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Ayo warga Cibuaya, mari kita meriahkan kemerdekaan dengan tubuh yang sehat dan jiwa yang bersatu. Acara gowes dan senam ini wujud kebersamaan kita bersama komunitas FAX Trollonk,” ujar Nur Ridwan.

Ia juga mengajak warga untuk hadir dan menikmati seluruh rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.

“Hadirlah, bergeraklah bersama, nikmati keseruan, dan raih hadiah menarik. Sehat merdeka, rukun bersatu!” katanya.

Dengan mengusung semangat “Merah Putih di Dada, Sehat Bersama untuk Maju”, kegiatan ini diharapkan bukan hanya menjadi hiburan dalam rangka HUT RI ke-81, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan, serta menjaga kesehatan.

Rohman

Pelajar Tewas Terlindas Truk DLH di Kramat Jati, Pramono: Jalan Licin Tak Boleh Dibiarkan

0

JAGA JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh jajaran terkait segera menangani kondisi jalan yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono menyusul kecelakaan maut yang menewaskan seorang pelajar berinisial HH (17) di Jalan Raya Bogor, kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (17/8/2026) pagi.

Pramono mengatakan, kecelakaan terjadi setelah sepeda motor yang dikendarai korban terjatuh akibat kondisi jalan yang licin.

Nahas, korban kemudian terlindas truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta yang melaju dari arah yang sama.

“Yang di Pasar Kramat Jati, kebetulan saya mengikuti karena memang kondisinya adalah karena jalan yang licin, terpeleset, dan kemudian tertabrak oleh mobil Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Pramono, Selasa (18/8/2026).

Pramono menegaskan, kejadian serupa tidak boleh kembali terjadi. Ia pun meminta Wali Kota Jakarta Timur bersama Satpol PP memastikan titik-titik jalan yang memiliki kondisi berbahaya segera ditangani.

Menurutnya, kondisi jalan yang basah atau licin tidak boleh dibiarkan tanpa penanganan karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

“Yang begini tidak boleh terulang. Karena membiarkan tempat yang basah sehingga ada yang terpeleset dan tertabrak mobil. Mudah-mudahan itu tidak terulang kembali,” tegasnya.

Sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin pagi.

Korban HH (17) diketahui mengendarai sepeda motor ketika kendaraan tersebut terjatuh akibat jalan yang licin.

Pada saat bersamaan, sebuah truk sampah DLH DKI Jakarta melaju searah dan kemudian melindas korban.

Petugas langsung melakukan evakuasi terhadap korban ke RS Polri Kramat Jati. Namun, nyawa pelajar tersebut tidak dapat diselamatkan.

Sementara itu, kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan Unit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Timur untuk kepentingan penyelidikan.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena selain menyangkut kecelakaan lalu lintas, kondisi infrastruktur dan lingkungan jalan yang licin juga menjadi faktor yang perlu segera ditangani agar tidak kembali memakan korban.

Isyana

Bupati Aep: Pilkades Digital Jadi Momentum Perkuat Demokrasi di Desa

0

KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang akan kembali melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Digital pada tahun 2026. Pelaksanaan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital sekaligus menghadirkan proses demokrasi di tingkat desa yang semakin transparan, akuntabel, efektif, dan berintegritas, Selasa (18/8/2026).

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., mengatakan pelaksanaan Pilkades Digital merupakan sebuah momentum penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilihan kepala desa di Kabupaten Karawang.

Menurutnya, penerapan sistem digital bukan hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga menjadi langkah untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat serta mendorong proses pemilihan yang lebih tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bupati Aep menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Karawang sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam pelaksanaan Pilkades Digital di sembilan desa. Pelaksanaan tersebut berjalan dengan lancar dan menjadi salah satu dasar untuk melanjutkan serta mengembangkan penerapan sistem digital dalam Pilkades Serentak tahun ini.

“Alhamdulillah, pelaksanaan Pilkades Digital sebelumnya telah kita laksanakan di sembilan desa dan berjalan dengan lancar,” ujar Bupati Aep dalam sambutannya.

Ia menegaskan, keberhasilan pelaksanaan sebelumnya menjadi pengalaman penting bagi pemerintah daerah dalam mempersiapkan Pilkades Serentak Digital 2026 agar dapat berjalan dengan baik.

Untuk memastikan masyarakat memahami mekanisme pemilihan, Pemerintah Kabupaten Karawang juga menyampaikan tata cara dan tahapan pelaksanaan Pilkades Serentak Digital melalui tayangan sosialisasi.

Bupati Aep mengajak seluruh masyarakat untuk menyimak dan memahami informasi tersebut sehingga setiap tahapan Pilkades dapat diikuti dengan baik. Pemahaman masyarakat dinilai penting agar pelaksanaan pemilihan dapat berlangsung secara tertib dan partisipatif.

“Melalui tayangan video, menyampaikan tata cara dan tahapan pelaksanaan Pilkades Serentak secara digital, agar seluruh masyarakat dapat memahami prosesnya dengan baik dan turut berpartisipasi dalam menyukseskan Pilkades Digital di Kabupaten Karawang,” katanya.

Selain kesiapan teknis, Bupati Aep menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif selama seluruh rangkaian Pilkades berlangsung. Ia mengingatkan masyarakat agar perbedaan pilihan tidak menjadi alasan munculnya perselisihan di tengah masyarakat.

Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses demokrasi. Karena itu, seluruh pihak diharapkan tetap mengedepankan persatuan, kerukunan, serta sikap saling menghormati.

“Mari kita bersama-sama menjaga suasana Pilkades agar tetap aman, tertib, damai, dan demokratis. Perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi, namun persatuan dan kerukunan masyarakat harus tetap kita jaga,” tutur Bupati Aep.

Ia berharap Pilkades Serentak Digital 2026 dapat terlaksana dengan sukses dan menjadi bagian dari langkah Kabupaten Karawang dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan desa yang semakin modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Bupati Aep juga mengajak seluruh masyarakat Karawang untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Pilkades dengan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Semoga pelaksanaan Pilkades Serentak Digital tahun ini dapat berjalan dengan sukses dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Karawang yang semakin maju,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Karawang berharap seluruh tahapan Pilkades Serentak Digital dapat menjadi momentum penguatan demokrasi di tingkat desa sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menentukan pemimpin desa untuk pembangunan yang lebih baik.

(Emed Tarmedi)

Beda Calon Jangan Jadi Musuh, Abie FU Serukan Pilkades Damai di Kabupaten Bekasi

0

JAGA BEKASI – Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Bekasi periode 2026–2034 yang dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026, tokoh masyarakat Cikarang Timur, Abie FU, mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan, keamanan, dan kondusivitas.

Abie FU menilai Pilkades merupakan momentum penting bagi masyarakat desa untuk menentukan sosok pemimpin yang dinilai mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi wilayahnya.

Namun, ia mengingatkan agar perbedaan pilihan politik tidak sampai berubah menjadi permusuhan, konflik, bahkan memutus hubungan silaturahmi antarsesama warga.

“Berbeda pilihan dalam demokrasi itu hal yang wajar. Berbeda bendera juga tidak menjadi persoalan, karena setiap warga memiliki hak untuk menentukan pilihannya. Tetapi jangan sampai karena perbedaan pilihan, kita menjadi saling membenci, bermusuhan, bahkan hubungan dengan tetangga dan saudara menjadi rusak,” ujar Abie FU, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, siapa pun calon yang didukung, masyarakat tetap akan hidup berdampingan setelah pesta demokrasi desa berakhir.

Tetangga akan tetap menjadi tetangga, saudara tetap menjadi saudara, dan masyarakat tetap memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun desa. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menjadikan Pilkades sebagai alasan untuk mengorbankan persaudaraan demi kepentingan politik sesaat.

Abie FU juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing isu maupun informasi yang belum diketahui kebenarannya. Ia meminta para pendukung calon kepala desa menghindari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, provokasi, maupun konten yang berpotensi memanaskan situasi di tengah masyarakat.

“Kalau pilihan kita berbeda, jangan kemudian kita memutus silaturahmi. Kita belajar berdemokrasi yang sehat. Silakan menentukan pilihan masing-masing sesuai hati nurani, tetapi tetap jaga persaudaraan, keamanan, dan kondusivitas lingkungan,” katanya.

Menurut Abie FU, persaingan dalam Pilkades seharusnya berlangsung secara sehat, santun, dan bermartabat. Para calon kepala desa beserta tim pendukung juga diharapkan mampu memberikan contoh demokrasi yang dewasa kepada masyarakat.

Ia menilai kemenangan dalam Pilkades bukan alasan untuk merendahkan pihak yang kalah. Sebaliknya, calon yang belum mendapatkan amanah harus tetap dihormati sebagai bagian dari masyarakat desa.

“Jangan karena beda calon kita kemudian saling menjatuhkan. Jangan sampai pesta demokrasi justru meninggalkan permusuhan. Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah dari masyarakat, kita harus tetap mendukung pembangunan desa dan menjaga persatuan,” tegasnya.

Abie FU turut mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Warga diminta menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang matang, termasuk rekam jejak, kemampuan, integritas, serta visi dan misi masing-masing calon.

Ia berharap masyarakat tidak memilih karena tekanan, intimidasi, maupun ajakan yang justru berpotensi memecah persatuan.

Selain masyarakat, peran tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, serta seluruh elemen desa dinilai sangat penting dalam menjaga suasana Pilkades tetap aman dan kondusif.

“Keamanan dan kondusivitas bukan hanya tugas aparat. Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaganya. Mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan, sampai tingkat desa. Mari kita sama-sama menjaga suasana agar Pilkades berjalan aman, damai, tertib, dan lancar,” ungkapnya.

Abie FU berharap Pilkades serentak Kabupaten Bekasi pada 20 September 2026 tidak hanya menghasilkan pemimpin desa, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat.

Menurutnya, siapa pun yang terpilih nantinya harus diterima secara dewasa. Setelah proses pemilihan selesai, seluruh masyarakat memiliki pekerjaan yang jauh lebih besar, yakni bersama-sama membangun desa.

“Yang paling penting bukan siapa yang menang atau siapa yang kalah. Yang paling penting adalah setelah Pilkades kita tetap menjadi saudara, tetap menjadi tetangga, tetap menjaga silaturahmi dan bersama-sama membangun desa. Beda pilihan itu biasa, tetapi persaudaraan jangan sampai hilang,” pungkas Abie FU.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa demokrasi di tingkat desa bukan sekadar soal memenangkan kandidat tertentu. Lebih dari itu, Pilkades harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar menghargai perbedaan, menerima hasil secara dewasa, dan tetap menjaga persatuan.

Berbeda pilihan tetap bersaudara. Berbeda dukungan tetap bertetangga. Setelah pesta demokrasi selesai, saatnya kembali bersama membangun desa.**

Rusak Pohon Demi Bisnis, Pemkot Bandung Ancam Tinjau Ulang Izin Usaha

0

JAGA BANDUNG — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan sejumlah pelaku pengrusakan pohon di berbagai wilayah Kota Bandung telah berhasil ditemukan.

Para pelaku kini menjalani pemeriksaan dan terancam mendapat sanksi atas tindakan yang dilakukan.

Kepastian tersebut disampaikan Farhan saat ditemui usai meresmikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cihanja, Kelurahan/Kecamatan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Selasa (18/8/2026).

Salah satu kasus yang telah terungkap yakni pengrusakan pohon di Jalan Pahlawan, kawasan Cikutra. Pohon tersebut diketahui mengalami kerusakan setelah bagian kulitnya dikupas.

“Pelakunya sudah (ditemukan), warga setempat dan sedang dibadamikeun,” kata Farhan.

Tak hanya di Jalan Pahlawan, kasus pengrusakan pohon di kawasan Kiaracondong juga telah mengarah kepada pelaku.

Dalam kasus tersebut, pohon diduga sengaja dibor kemudian disuntik menggunakan cairan aki hingga mengakibatkan kerusakan.

“Yang lain tuh sedang di-BAP juga ya pelakunya, karena yang di Kiaracondong tuh pohon disuntikin air aki. Nah lagi dihukum pelakunya,” ungkap Farhan.

Sementara itu, untuk kasus di Cijerah, polisi dan pihak terkait telah mengantongi pengakuan dari dua orang yang diduga terlibat. Namun, masih ada dua orang lainnya yang hingga kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Demikian juga dengan Cijerah. Cijerah belum semuanya, tapi sudah ada pengakuan dari 2 orang pelaku. Kita sedang mencari 2 orang pelaku lainnya, masih DPO,” tegas Farhan.

Kasus pengrusakan pohon di kawasan Dago juga masih dalam tahap berita acara pemeriksaan (BAP). Begitu pula dengan kasus di kawasan Saunggaling yang masih dalam proses penyelidikan.

Farhan menegaskan Pemerintah Kota Bandung tidak akan membiarkan aksi perusakan pohon dilakukan secara sembarangan.

Sanksi tegas disiapkan, terutama apabila ditemukan adanya kepentingan bisnis di balik tindakan tersebut.

Pemkot Bandung bahkan membuka kemungkinan melakukan peninjauan ulang terhadap izin usaha apabila pengrusakan pohon terbukti berkaitan langsung dengan aktivitas bisnis di lokasi tersebut.

“Saya akan melihat apabila ternyata terbukti ada kaitan langsung antara pemotongan pohon dengan kegiatan bisnis di sekitar situ, maka akan kita tinjau ulang izinnya,” ujarnya.

Farhan mencontohkan kasus di Jalan LLRE Martadinata atau Jalan Riau, tepatnya di sekitar kawasan SixNine Padel. Menurutnya, terdapat dugaan keterkaitan antara persoalan pohon dengan keberadaan videotron.

“Nah videotronnya kita segel dan belum nyala sampai sekarang,” pungkasnya.

Pemkot Bandung pun menegaskan perlindungan terhadap pohon dan ruang terbuka hijau menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan perkotaan.

Aksi perusakan yang dilakukan demi kepentingan tertentu berpotensi berujung pada sanksi dan evaluasi terhadap izin kegiatan usaha.

Ichsan

Puluhan Bus Tua PO Sinar Jaya Ludes Terbakar di Jarakosta Cikarang Barat

0

JAGA BEKASI – Sebanyak 50 unit bus milik PO Sinar Jaya terbakar di kawasan Jarakosta, kawasan industri MM2100, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/8/2026) dini hari.

Kebakaran menghanguskan puluhan bus yang diketahui sudah tidak lagi digunakan karena kondisinya dinilai tidak layak beroperasi.

Komandan Regu (Danru) Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi, Bohir, mengatakan sedikitnya terdapat sekitar 50 unit bus yang terdampak kebakaran.

“Kurang lebih 50 unit yang terbakar. Itu mobil-mobil sudah enggak layak pakai, intinya sudah enggak beroperasi lagi,” kata Bohir saat dikonfirmasi.

Menurutnya, posisi bus yang terparkir cukup berdekatan menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat merembet dari satu unit ke unit lainnya.

Jarak antarkendaraan bahkan disebut hanya sekitar setengah meter.

“Ada yang setengah meter, bahkan enggak sampai setengah meter,” ujarnya.

Bohir menjelaskan, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 01.30 WIB. Berdasarkan informasi awal yang diterima, api diketahui oleh sekuriti yang sedang melakukan patroli di sekitar lokasi.

Saat ditemukan, kobaran api sudah membesar. Petugas juga mendapat informasi adanya suara ledakan dari lokasi kejadian.

“Kalau kronologinya, informasi dari sekuriti yang sedang patroli, apinya tiba-tiba sudah besar. Terdengar juga bunyi ledakan, infonya seperti itu,” ujar Bohir.

Petugas pemadam kebakaran kemudian bergerak melakukan penanganan untuk mencegah kobaran api meluas ke area lain di kawasan industri tersebut.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung cukup lama. Petugas membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima jam untuk menangani kebakaran.

Penanganan baru dinyatakan selesai sekitar pukul 07.15 WIB.

Dalam operasi tersebut, Disdamkarmat Kabupaten Bekasi mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan sekitar 40 personel.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Petugas terkait juga perlu memastikan titik awal api serta faktor yang menyebabkan puluhan bus tersebut terbakar dalam waktu relatif cepat.

Kebakaran ini menjadi perhatian lantaran puluhan kendaraan terparkir dalam jarak yang sangat berdekatan, sehingga ketika api membesar, kobaran dengan mudah menjalar ke unit lainnya.

Abie FU

Bupati Aep Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Karangpawitan Karawang

0

JAGA KARAWANG – Semangat kemerdekaan terasa kuat di Kabupaten Karawang. Ribuan peserta dari berbagai unsur mengikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi dan Pengibaran Bendera Merah Putih HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Karangpawitan, Senin (17/8/2026).

Upacara yang berlangsung pukul 08.30 hingga 09.50 WIB itu dipimpin Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh selaku Inspektur Upacara.

Barisan peserta dari unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, pelajar, mahasiswa, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat hingga warga tampak mengikuti seluruh rangkaian dengan tertib.

Bukan sekadar seremoni tahunan, peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi momentum untuk kembali menegaskan pentingnya persatuan, nasionalisme dan kepedulian terhadap daerah.

Prosesi berlangsung khidmat. Dimulai dengan penghormatan pasukan dan laporan Komandan Upacara, pengibaran Sang Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila dan UUD 1945, hingga pembacaan Teks Proklamasi.

Puncaknya, suasana semakin hening ketika Detik-Detik Proklamasi diperingati. Bunyi sirene selama 60 detik menjadi penanda momentum bersejarah yang kembali dikenang seluruh peserta.

Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan menegaskan bahwa kemerdekaan harus dimaknai lebih dari sekadar upacara.

“Peringatan HUT Kemerdekaan bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, persatuan, serta meningkatkan sinergitas seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah,” ujar Ipda Cep Wildan.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah dinamika masyarakat. Menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Karawang H. Maslani, Ketua DPRD Karawang H. Endang Sodikin, M.H., Sekda Karawang H. Asep Aang Rahmatulloh, Dandim 0604/Karawang Letkol Inf. Nanda Siswanto, Wakapolresta Karawang Kompol Andriyanto, Kajari Karawang Dedy Irwan Virantama, serta jajaran Forkopimda.

Kekuatan upacara juga terlihat dari keterlibatan berbagai unsur. Personel Kodim 0604 Karawang, Yon C Resimen IV Pasukan Pelopor, Sat Samapta dan Polwan Polresta Karawang, Satpol PP, Dishub, Damkar, BPBD, Linmas, PNS, Pramuka, mahasiswa hingga pelajar berdiri dalam satu barisan.

Berbeda latar belakang, satu tujuan: menjaga Indonesia tetap berdiri dalam persatuan.

Rangkaian peringatan kemudian berlanjut dengan pemberian Remisi Umum bagi narapidana dan pengurangan masa tahanan bagi anak binaan di Lapas Kelas IIA Karawang.

Peserta juga menyaksikan penayangan Detik-Detik Proklamasi serta pengibaran Bendera Merah Putih dari Istana Negara yang dipimpin Presiden RI Jenderal (HOR) Prabowo Subianto.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan kondusif.

Bagi Karawang, peringatan HUT ke-81 RI bukan hanya tentang mengibarkan bendera dan mengenang perjuangan para pahlawan.

Lebih jauh, kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, menjaga persatuan, melawan berbagai bentuk gangguan keamanan, serta memastikan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat terus berjalan.

Merah Putih telah berkibar. Kini tugas generasi hari ini adalah menjaga agar semangat kemerdekaan tidak berhenti di lapangan upacara.

Enam Tahun Berturut-turut, AKP Hasanuddin Bahar Kembali Jadi Komandan Upacara HUT ke-81 RI di Karawang

0

JAGA KARAWANG – Bukan sekadar seremonial. Di balik khidmatnya upacara penurunan Bendera Merah Putih pada HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Karawang, ada sosok yang kembali dipercaya mengemban tugas penting.

Dia adalah AKP Hasanuddin Bahar, yang untuk keenam kalinya secara berturut-turut dipercaya menjadi Komandan Upacara dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan RI di Karawang.

Kepercayaan tersebut kembali diberikan saat upacara penurunan Bendera Merah Putih yang digelar di Lapangan Karangpawitan, Kabupaten Karawang, Senin (17/8/2026) sore.

Upacara dimulai pukul 16.40 WIB dan berakhir sekitar pukul 17.20 WIB. Wakil Bupati Karawang H. Maslani bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Di hadapan jajaran Forkopimda, personel TNI-Polri, aparatur pemerintah, pelajar, mahasiswa, Pramuka hingga masyarakat, AKP Hasanuddin Bahar menjalankan tugasnya dengan tegas dan penuh disiplin.

Menjadi Komandan Upacara bukan perkara berdiri di depan pasukan. Posisi tersebut membutuhkan ketepatan komando, konsentrasi, disiplin, serta kemampuan memastikan setiap tahapan upacara berjalan sesuai ketentuan.

Karena itu, kepercayaan yang diberikan kepada AKP Hasanuddin Bahar selama enam tahun berturut-turut menjadi catatan tersendiri bagi Polresta Karawang.

Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto, melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan, menegaskan bahwa konsistensi tersebut merupakan bentuk dedikasi dan profesionalisme.

“Kepercayaan yang diberikan kepada AKP Hasanuddin Bahar selama enam tahun berturut-turut merupakan bentuk dedikasi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Ini juga menjadi kebanggaan bagi Polresta Karawang karena dapat terus berkontribusi dalam setiap rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan,” ujar Ipda Cep Wildan.

Bagi institusi kepolisian, kepercayaan yang berulang bukan sekadar penghargaan. Ada tanggung jawab besar yang harus dijawab dengan kinerja.

Prosesi penurunan Sang Saka Merah Putih berlangsung dalam suasana khidmat.

Rangkaian dimulai dari penghormatan pasukan, laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara, pemasangan sangkur, prosesi penurunan Bendera Merah Putih, pelepasan sangkur, Andika Bhayangkari, hingga laporan akhir dan penghormatan pasukan.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Sekda Karawang H. Asep Aang Rahmatulloh, Kasdim 0604/Karawang Mayor Inf. Saeful Husna, Kapolsek Karawang Kompol H. Senen Ali, Dansubdenpom III/3-1 Karawang Kapten Cpm Mardani Probo Winadi, Kepala Pengadilan Negeri Karawang Santonius Tambunan, jajaran Forkopimda, PJU Polresta Karawang, kepala OPD, camat dan lurah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta organisasi masyarakat.

Peserta upacara juga berasal dari berbagai unsur, mulai dari Kodim 0604 Karawang, Yon C Resimen IV Pasukan Pelopor, Sat Samapta Polresta Karawang, Satpol PP, Dishub, BPBD, Linmas, PNS, Damkar, Pramuka, mahasiswa, pelajar hingga masyarakat.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak berhenti pada pengibaran maupun penurunan bendera.

Semangat kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi kedisiplinan, pengabdian dan kerja nyata. Terlebih bagi aparat negara yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Semangat kemerdekaan harus terus diwujudkan melalui pengabdian, kedisiplinan, dan kerja nyata dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Karawang,” tegas Ipda Cep Wildan.

Enam tahun dipercaya menjadi Komandan Upacara menjadi bukti bahwa sebuah tugas dapat berubah menjadi rekam jejak dedikasi ketika dijalankan secara konsisten dan profesional.

Upacara penurunan Bendera Merah Putih di Lapangan Karangpawitan pun ditutup dengan suasana tertib dan penuh penghormatan. Seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Karawang berlangsung aman, lancar, khidmat dan kondusif.**

Pilkades Serentak 2026 Karawang Bakal Digelar Digital, Polresta Tegaskan Jangan Ada Celah Konflik

0

JAGA KARAWANG — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Karawang Tahun 2026 memasuki tahap persiapan serius. Tahun ini, 67 desa di 25 kecamatan direncanakan mengikuti pesta demokrasi tingkat desa dengan menerapkan sistem pemilihan secara elektronik/digital.

Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar sosialisasi pelaksanaan Pilkades Serentak secara elektronik/digital di Aula Husni Hamid, Komplek Pemerintah Daerah Karawang, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, camat, kepala desa, BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, panitia pemilihan serta unsur terkait lainnya.

Sosialisasi ini bukan sekadar agenda seremonial. Pemerintah dan aparat keamanan ingin memastikan seluruh pihak memahami mekanisme baru sebelum tahapan Pilkades benar-benar berjalan di lapangan.

Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto menegaskan, Polresta Karawang siap mengawal seluruh tahapan Pilkades agar berlangsung aman, tertib dan kondusif.

Menurutnya, penggunaan sistem digital harus dibarengi dengan kesiapan seluruh penyelenggara. Jangan sampai teknologi yang seharusnya mempermudah proses demokrasi justru menjadi sumber persoalan akibat kurangnya pemahaman atau lemahnya pengawasan.

“Sinergitas antara pemerintah daerah, TNI-Polri, panitia pemilihan, pemerintah desa, BPD dan masyarakat sangat penting untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan,” tegasnya.

Pilkades merupakan kontestasi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena itu, potensi gesekan antarpihak harus diantisipasi sejak awal.

Seluruh panitia dan pihak yang terlibat dituntut bekerja profesional, netral dan berintegritas. Tidak boleh ada keberpihakan yang dapat mencederai proses demokrasi.

Setiap tahapan juga harus dilaksanakan berdasarkan aturan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Transparansi menjadi harga mati. Masyarakat harus mendapatkan informasi yang jelas mengenai mekanisme pemilihan, termasuk bagaimana sistem elektronik digunakan dan bagaimana hasilnya diproses.

Bupati Karawang H. Aep Saepuloh menegaskan bahwa Pilkades bukan sekadar memilih siapa yang akan duduk sebagai kepala desa.

Pilkades menjadi momentum menentukan arah kepemimpinan desa sekaligus masa depan pelayanan dan pembangunan di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Karena itu, seluruh penyelenggara diminta tidak bekerja asal-asalan. Profesionalitas dan integritas harus menjadi pegangan dari awal hingga seluruh tahapan selesai.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta tidak hanya menerima pemaparan mengenai aturan dan tahapan Pilkades.

Pemerintah juga menampilkan video pelaksanaan Pilkades secara elektronik/digital, membuka dialog interaktif serta menggelar simulasi penggunaan alat peraga pemilihan kepala desa berbasis elektronik/digital.

Simulasi menjadi bagian penting untuk memastikan para pemangku kepentingan memahami bagaimana sistem tersebut akan digunakan saat hari pemungutan suara.

Dengan jumlah 67 desa di 25 kecamatan, pelaksanaan Pilkades digital tentu membutuhkan koordinasi yang kuat. Kesalahan teknis, miskomunikasi maupun persoalan keamanan harus diantisipasi sejak dini.

Polresta Karawang bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait pun didorong terus memperkuat koordinasi.**

Pemkab Karawang Matangkan Pilkades Serentak 2026, 67 Desa Siap Terapkan Sistem Digital  

0

KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Sebanyak 67 desa akan mengikuti pesta demokrasi tingkat desa dengan menerapkan sistem pemilihan berbasis digital, Selasa (18/8/2026).

Persiapan Pilkades serentak ditandai dengan kegiatan sosialisasi yang digelar di Aula Husni Hamid, Karawang, Selasa (18/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karawang, para camat, kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta unsur terkait lainnya.

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., mengatakan penerapan sistem digital dalam Pilkades bukan sekadar perubahan cara memilih, tetapi bagian dari ikhtiar Pemerintah Kabupaten Karawang untuk menghadirkan proses demokrasi di tingkat desa yang semakin transparan, akuntabel, efektif, dan berintegritas.

Menurut Bupati Aep, Pilkades dengan sistem digital bukan merupakan sesuatu yang baru bagi Kabupaten Karawang. Sebelumnya, sistem tersebut telah diterapkan di sembilan desa dan berjalan dengan baik. Pengalaman itu menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan pelaksanaan Pilkades serentak tahun ini.

“Pilkades digital merupakan sebuah momentum penting dalam mewujudkan proses demokrasi di tingkat desa yang lebih transparan, akuntabel, tentunya lebih efektif dan berintegritas,” kata Bupati Aep.

Pengalaman pelaksanaan Pilkades digital di sembilan desa tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan berbagai aspek teknis sebelum sistem diterapkan dalam skala yang lebih besar pada Pilkades serentak tahun 2026.

Dengan jumlah peserta mencapai 67 desa, Bupati Aep menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, pemerintah desa, penyelenggara, aparat keamanan, hingga masyarakat sebagai pemilih.

Menurutnya, keberhasilan Pilkades tidak hanya ditentukan oleh kesiapan perangkat teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia dan pemahaman masyarakat terhadap mekanisme pemilihan yang akan digunakan.

Karena itu, sosialisasi menjadi bagian penting dalam tahapan persiapan. Seluruh pihak perlu memahami tata cara pemungutan suara, penggunaan perangkat digital, serta berbagai ketentuan yang harus dipatuhi agar pelaksanaan berjalan tertib dan tidak menimbulkan persoalan teknis.

Bupati Aep juga mengajak seluruh pihak, terutama para calon, penyelenggara, pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung. Perbedaan pilihan merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi secara dewasa dengan tetap mengedepankan persatuan dan kepentingan masyarakat desa.

Pilkades serentak juga diharapkan dapat berlangsung secara jujur, adil, aman, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk itu, koordinasi antara pemerintah daerah, kecamatan, pemerintah desa, aparat TNI-Polri, serta seluruh unsur penyelenggara perlu terus diperkuat.

Penerapan sistem digital diharapkan dapat memberikan sejumlah manfaat, terutama dalam meningkatkan efektivitas proses pemungutan dan penghitungan suara. Selain itu, digitalisasi juga diarahkan untuk mendukung proses demokrasi desa yang lebih tertib dan transparan.

Bupati Aep mengatakan pengalaman dari sembilan desa yang sebelumnya telah melaksanakan Pilkades digital harus menjadi bahan evaluasi untuk memastikan tidak terjadi persoalan teknis maupun administratif pada pelaksanaan serentak mendatang.

Pemerintah Kabupaten Karawang, lanjutnya, akan terus melakukan koordinasi dan persiapan hingga seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan sesuai ketentuan. Kesiapan teknis dan keamanan menjadi perhatian penting mengingat Pilkades menyangkut langsung kepentingan masyarakat di tingkat desa.

Dengan persiapan yang dilakukan sejak jauh hari, Pemkab Karawang berharap pelaksanaan Pilkades serentak November 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan kepala desa yang mendapatkan mandat masyarakat secara demokratis.

“Saya mengajak seluruh pihak, terutama para calon, penyelenggara, pemerintah desa, aparat keamanan dan masyarakat, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas. Mari kita sukseskan Pilkades Serentak 2026 dengan semangat aman, tertib, damai dan demokratis, demi lahirnya pemimpin-pemimpin desa yang mampu membawa Karawang semakin maju,” ujar Bupati Aep.

Pilkades serentak 2026 menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pemerintahan desa sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam menentukan pemimpin di wilayahnya masing-masing. Dengan dukungan seluruh pihak, sistem digital diharapkan mampu menghadirkan proses pemilihan kepala desa yang semakin modern, transparan, dan berintegritas.

(Emed Tarmedi)

Pemilihan BPD Rengasdengklok Selatan Keterwakilan Wilayah Pertama Berlangsung Aman dan Lancar

0

JAGA KARAWANG — Pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, untuk keterwakilan wilayah pertama berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Sejak proses pemungutan suara dimulai pada pagi hari, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Warga hadir untuk menggunakan hak pilih sekaligus turut mengawal proses demokrasi di tingkat desa tersebut.

Pelaksanaan pemilihan mendapat perhatian dari para calon anggota BPD maupun panitia penyelenggara. Keduanya bersama-sama berupaya menjaga agar seluruh tahapan berjalan transparan, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua Panitia Pemilihan BPD Desa Rengasdengklok Selatan, Badru Salam, mengapresiasi seluruh pihak yang telah ikut menjaga kondusivitas selama proses pemilihan berlangsung.

“Kegiatan pemilihan BPD keterwakilan pertama ini dapat terlaksana dengan kondusif tanpa kendala berarti. Kami mengapresiasi partisipasi serta kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban,” ujar Badru Salam.

Menurutnya, kelancaran proses pemilihan tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari panitia, para calon, masyarakat, hingga unsur terkait lainnya.

Pemilihan keterwakilan wilayah pertama ini menjadi bagian dari rangkaian proses pengisian keanggotaan BPD Desa Rengasdengklok Selatan untuk periode mendatang.

BPD sendiri memiliki posisi penting dalam pemerintahan desa, khususnya sebagai lembaga yang menjadi wadah aspirasi masyarakat sekaligus mitra Pemerintah Desa dalam menjalankan pembangunan dan pelayanan kepada warga.

Karena itu, proses pemilihan diharapkan tidak sekadar menjadi agenda demokrasi rutin, tetapi juga mampu menghasilkan sosok-sosok yang benar-benar memiliki komitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Harapannya, siapa pun yang terpilih nantinya dapat menjalankan amanah dengan baik, menyerap aspirasi masyarakat dan ikut bersinergi dalam pembangunan Desa Rengasdengklok Selatan,” demikian harapan panitia.

Panitia juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga suasana kondusif dan mendukung tahapan pemilihan keterwakilan berikutnya hingga seluruh anggota BPD Desa Rengasdengklok Selatan terbentuk secara resmi.

Dengan berlangsungnya tahap pertama secara aman dan lancar, proses demokrasi desa di Rengasdengklok Selatan pun memasuki tahapan berikutnya dengan harapan dapat berjalan transparan, tertib, dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.

Aef Saepuloh

 

H. Ajun Pamungkas Ajak Warga Jaga Irigasi: Jangan Buang Sampah dan Limbah ke Saluran Air

0

JAGA KARAWANG — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tak berhenti pada seremoni. Di Kecamatan Cilamaya Wetan, semangat kemerdekaan diwujudkan melalui aksi nyata dengan menjaga lingkungan dan memastikan saluran irigasi tetap berfungsi optimal.

Kepala UPTD Dinas Pertanian Cilamaya Wetan, H. Ajun Pamungkas, bersama unsur Muspika dan pemerintah desa turun langsung bergotong royong membersihkan saluran irigasi yang dipenuhi tumpukan eceng gondok, Senin (18/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi gambaran kuat tentang pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat kewilayahan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga infrastruktur pertanian.

Tumpukan eceng gondok yang menutupi saluran berpotensi menghambat aliran air menuju areal persawahan. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat mengganggu distribusi air dan berdampak terhadap aktivitas pertanian warga.

Dengan peralatan sederhana dan semangat kebersamaan, eceng gondok yang memenuhi saluran dibersihkan secara gotong royong.

Upaya tersebut dilakukan agar aliran air kembali lancar dan kebutuhan pengairan sawah dapat tetap terpenuhi.

H. Ajun Pamungkas mengatakan, kegiatan itu merupakan salah satu bentuk nyata menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam aksi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Masih dalam suasana HUT RI ke-81, kami wujudkan semangat kemerdekaan lewat kerja nyata dari Dinas Pertanian. Bersama Muspika, kami bergotong royong membersihkan saluran irigasi yang tertutup eceng gondok agar air lancar mengalir ke sawah dan pertanian tetap terjaga,” ujar Ajun.

Menurutnya, menjaga saluran irigasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan tidak menjadikan saluran air sebagai tempat pembuangan sampah maupun limbah.

Ia pun mengingatkan warga agar bersama-sama menjaga kebersihan saluran irigasi.

“Saya juga menyampaikan imbauan penting kepada seluruh masyarakat, jagalah kebersihan saluran air. Jangan pernah membuang sampah maupun limbah ke dalam saluran irigasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, sampah dan limbah yang masuk ke saluran dapat menyebabkan penyumbatan dan pada akhirnya merugikan masyarakat sendiri, terutama para petani yang membutuhkan pasokan air untuk lahan pertanian.

“Hal ini akan menyumbat aliran air dan merugikan kita semua. Mari kita jaga bersama agar saluran tetap bersih, lancar, dan pertanian kita tetap subur serta produktif,” pungkasnya.

Gotong royong tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa makna kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan perayaan, tetapi juga melalui kepedulian, kebersamaan, serta kerja nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. **

Rp4,5 Miliar Bukan Uang Receh! Proyek Kampung Nelayan Sungaibuntu Wajib Transparan dan Berkualitas

0

JAGA KARAWANG — Anggaran fantastis kembali digelontorkan pemerintah untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang.

Nilainya bukan kecil, melainkan mencapai Rp4.542.684.000 atau lebih dari Rp4,5 miliar.

Proyek yang dibiayai APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut dilaksanakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan menggunakan kontrak nomor B.17101/DJPT.6/PI.420/PPK/VI/2026, dikerjakan oleh PT Medal Cipta Buana, dengan masa pelaksanaan 135 hari kalender.

Dengan nilai anggaran sebesar itu, publik berhak bersikap kritis dan mengawasi.

Sebab, Rp4,5 miliar bukan angka yang pantas diperlakukan seperti uang receh. Setiap rupiah berasal dari uang negara yang pada akhirnya juga bersumber dari masyarakat.

Maka jangan sampai proyeknya besar di papan nama, besar di angka kontrak, tetapi hasilnya justru biasa-biasa saja.

Anggaran boleh fantastis, tetapi kualitas pekerjaan juga wajib fantastis.

Masyarakat tentu tidak ingin mendengar alasan klasik setelah proyek selesai: bangunan cepat rusak, kualitas material dipertanyakan, atau hasil pekerjaan tidak sesuai dengan harapan.

Karena itu, pelaksanaan proyek harus benar-benar mengacu pada RAB, spesifikasi teknis dan kontrak yang telah ditetapkan. Pengawasan pun jangan hanya formalitas.

Jangan sampai pengawasan sibuk memotret progres, tetapi lupa memastikan kualitas. Jangan pula publik baru diajak melihat ketika proyek sudah selesai, sementara selama proses pengerjaan nyaris tak terdengar apa-apa.

Rp4,5 miliar harus melahirkan manfaat yang jelas, bukan sekadar menghabiskan anggaran.

Kampung Nelayan Merah Putih di Sungaibuntu diharapkan menjadi fasilitas yang benar-benar meningkatkan aktivitas dan kesejahteraan nelayan.

Bukan proyek yang setelah diresmikan justru menjadi bangunan megah yang perlahan sepi dari manfaat.

Kini tinggal dibuktikan: apakah besarnya anggaran akan sebanding dengan kualitas dan manfaat yang diterima masyarakat?

Karena untuk proyek bernilai miliaran rupiah, yang dibutuhkan bukan sekadar janji pembangunan, tetapi bukti kualitas di lapangan.

Red Jagain

Irjen Arif Makhfudiharto Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Nusakambangan, Napiter Kibarkan Merah Putih  

0

CILACAP — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Pantai Permisan, Nusakambangan, Cilacap, Senin (17/8/2026), berlangsung dengan nuansa berbeda dan menghadirkan pesan kebangsaan yang kuat. Untuk pertama kalinya, upacara peringatan kemerdekaan digelar di Lapangan Pantai Permisan, kawasan yang selama ini lekat dengan kehidupan pemasyarakatan. Di tengah suasana tersebut, perhatian tertuju kepada tiga narapidana terorisme (napiter) yang dipercaya menjadi petugas pengibar bendera Merah Putih.

Ketiganya, Zainal, Kosasih, dan Agung Hizbullah, mengibarkan Sang Merah Putih di hadapan peserta upacara. Prosesi tersebut bukan sekadar rangkaian seremoni peringatan kemerdekaan, tetapi menjadi gambaran tentang perjalanan panjang seseorang untuk meninggalkan masa lalu, menjalani proses pembinaan, membangun kembali kepercayaan, dan memperoleh ruang untuk mengambil bagian dalam kehidupan berbangsa. Pengibaran bendera itu sekaligus memperlihatkan bahwa perubahan dapat diwujudkan ketika pembinaan diikuti kemauan untuk memperbaiki diri.

Deputi Bidang Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen Pol Arif Makhfudiharto, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Kehadiran unsur BNPT dalam momentum tersebut turut menegaskan pentingnya kesinambungan antara penanggulangan terorisme, deradikalisasi, pembinaan, dan reintegrasi sosial agar proses perubahan tidak berhenti ketika seseorang menyelesaikan masa pidananya.

Peringatan kemerdekaan tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Tema tersebut menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah, melainkan amanah yang harus diisi melalui keberanian, pengorbanan, persatuan, pelayanan, pengabdian, dan kerja nyata. Makna tersebut menjadi semakin relevan ketika peringatan kemerdekaan menghadirkan mereka yang pernah berada di luar jalan kebangsaan, tetapi kemudian menjalani proses untuk kembali membangun hubungan dengan masyarakat dan negara.

Di Nusakambangan, pesan kemerdekaan itu terasa semakin kuat. Kemerdekaan tidak hanya berarti terbebas dari penjajahan, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri, meninggalkan kesalahan masa lalu, dan membangun masa depan yang lebih baik dengan tetap menghormati hukum serta nilai-nilai kebangsaan. Dalam konteks pembinaan  napiter, kesempatan tersebut tidak berarti menghapus masa lalu, melainkan memberi ruang untuk membuktikan perubahan melalui sikap, perilaku, tanggung jawab, dan kontribusi yang nyata.

Kehadiran napiter sebagai pengibar bendera memperlihatkan bahwa proses deradikalisasi tidak berhenti pada pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan. Proses tersebut juga diarahkan untuk membangun kembali kesadaran kebangsaan, kemandirian, komitmen terhadap NKRI, serta kesiapan menjalani kehidupan sosial secara positif. Reintegrasi menjadi bagian penting karena keberhasilan pembinaan pada akhirnya dapat dilihat dari kemampuan seseorang menjalani kehidupan secara damai, menghormati perbedaan, menolak kekerasan, dan membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan sekitarnya.

Sistem pemasyarakatan pun terus diarahkan agar tidak hanya berorientasi pada penghukuman, tetapi juga pembinaan yang humanis, produktif, aman, dan berkelanjutan. Warga binaan didorong memperoleh keterampilan, membangun kemandirian, dan menyiapkan diri agar mampu kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat. Pendekatan tersebut menempatkan pemasyarakatan sebagai bagian dari proses membangun kembali kapasitas manusia, sehingga setelah menjalani pidana, seseorang memiliki bekal untuk menjalani kehidupan secara bertanggung jawab.

Pesan perubahan itu semakin nyata ketika Sang Merah Putih dikibarkan oleh mereka yang pernah tersesat dalam paham kekerasan. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa masa lalu tidak harus menjadi akhir perjalanan seseorang. Perubahan membutuhkan proses, tanggung jawab, dan pembuktian, tetapi kesempatan kedua dapat menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih positif. Di sisi lain, kesempatan tersebut juga membawa tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan dan menunjukkan melalui tindakan bahwa pilihan untuk kembali ke jalan kebangsaan benar-benar dijalankan.

Transformasi pemasyarakatan juga membutuhkan sistem yang profesional, transparan, berintegritas, aman, tertib, dan berperikemanusiaan. Pemanfaatan teknologi dan digitalisasi didorong untuk memperkuat kualitas pelayanan, akurasi, pengawasan, serta tata kelola pemasyarakatan. Perubahan sistem tersebut penting agar pembinaan dapat berjalan secara terukur dan bertanggung jawab, sekaligus memastikan aspek keamanan tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pemasyarakatan.

Dalam konteks tersebut, integritas aparatur menjadi bagian penting. Jabatan dan seragam bukan sekadar simbol kewenangan, melainkan amanah negara yang harus diwujudkan melalui pelayanan, tanggung jawab, keteladanan, dan tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan. Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan juga dibangun melalui konsistensi dalam menjaga keamanan, memberikan pelayanan, menghormati hak warga binaan, serta memastikan proses pembinaan berlangsung sesuai aturan.

Pemerintah juga menekankan pentingnya persatuan dan kolaborasi. Tantangan kebangsaan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak, sehingga pemerintah, aparat penegak hukum, TNI, pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan perlu membangun sinergi untuk menjaga persatuan serta memperkuat kehidupan kebangsaan. Dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme, keterlibatan masyarakat menjadi penting karena lingkungan sosial merupakan ruang utama bagi seseorang untuk kembali berinteraksi, bekerja, berkarya, dan menunjukkan perubahan.

Pantai Permisan menjadi saksi pesan yang sederhana namun mendalam. Pengibaran Merah Putih oleh tiga napiter bukan sekadar bagian dari prosesi upacara, tetapi simbol bahwa perubahan dapat diwujudkan melalui pembinaan, pembuktian, dan kemauan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat. Di tempat yang selama ini dikenal sebagai kawasan pemasyarakatan, Merah Putih seakan menyampaikan bahwa penegakan hukum dan pembinaan manusia dapat berjalan beriringan selama tetap berpijak pada aturan, keamanan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap kemanusiaan.

(Emed Tarmedi)

Kades Carwadi Tampil Naik Delman Bersama Istri Pimpin Karnaval HUT RI ke-81, Disambut Warga Jayamulya

0

JAGA KARAWANG — Semangat kemerdekaan terasa begitu kental di Desa Jayamulya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Senin (17/8/2026).

Ribuan warga tumpah ruah mengikuti karnaval dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Yang menarik perhatian, Kepala Desa Jayamulya Carwadi Adi Saepudin tampil beda. Bersama sang istri, Carwadi memimpin langsung barisan karnaval dengan menaiki delman yang melaju di tengah iring-iringan warga.

Kehadiran orang nomor satu di Desa Jayamulya tersebut langsung mendapat sambutan meriah dari masyarakat.

Warga yang memenuhi sepanjang rute karnaval tampak antusias menyaksikan rombongan yang membawa nuansa budaya, kreativitas, dan semangat kebersamaan.

Beragam penampilan turut mewarnai karnaval. Warga mengenakan busana tradisional khas Sunda dan Betawi, kostum-kostum kreatif, hingga karakter unik seperti tuyul. Tak ketinggalan, ondel-ondel turut memeriahkan suasana.

Barisan delman yang membawa Kepala Desa bersama Ibu Kepala Desa juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

Iring-iringan tersebut berjalan di antara ribuan warga yang mengikuti karnaval dengan berjalan kaki maupun menggunakan sepeda motor.

Sorak-sorai dan gelak tawa warga pun terdengar di sepanjang jalan. Bagi masyarakat Jayamulya, karnaval bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air.

Kepala Desa Jayamulya, Carwadi Adi Saepudin, mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar.

“Sangat terharu melihat semangat luar biasa dari warga Jayamulya. Kehadiran ribuan orang, keberagaman kostum budaya, dan kebersamaan yang terjalin adalah bukti kemerdekaan kita hidup dalam persatuan,” ujar Carwadi.

Ia berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat dalam perayaan HUT RI dapat terus dipertahankan dan menjadi modal penting dalam membangun desa.

“Semoga semangat ini terus terjaga untuk membangun desa yang makmur dan rukun. Terima kasih atas partisipasi dan gotong royongnya semua,” katanya.

Karnaval HUT RI ke-81 di Desa Jayamulya berlangsung meriah, tertib, dan penuh warna. Ribuan warga yang ikut ambil bagian menjadikan perayaan kemerdekaan tahun ini semakin semarak sekaligus menunjukkan kuatnya rasa persatuan dan gotong royong masyarakat.

Rohman

167 Napi Korupsi di Lapas Sukamiskin Bandung Dapat Remisi

0

JAGA BANDUNG — Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia membawa kabar berbeda bagi ratusan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin Bandung.

Sebanyak 289 narapidana mendapatkan remisi atau pengurangan masa pidana.

Dari jumlah tersebut, 167 narapidana kasus tindak pidana korupsi tercatat menerima remisi. Sementara 122 narapidana tindak pidana umum juga memperoleh pengurangan masa hukuman.

Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung, Nanank Syamsudin, mengatakan pemberian remisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Narapidana tindak pidana korupsi yang dapat remisi 167 orang. Narapidana tindak pidana umum ada 122 orang,” ujar Nanank di Bandung, Senin (17/8/2026).

Nanank menjelaskan, besaran remisi yang diterima masing-masing narapidana tidak sama. Pengurangan masa pidana diberikan mulai dari satu bulan hingga paling lama enam bulan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dari 289 penerima remisi, terdapat satu narapidana yang langsung bebas setelah mendapatkan pengurangan masa pidana selama enam bulan.

Namun, pihak Lapas Sukamiskin tidak mengungkap identitas narapidana yang dinyatakan bebas tersebut.

“Bervariasi, yang paling kecil itu satu bulan dan yang paling besar enam bulan,” kata Nanank.

Dengan pemberian remisi tersebut, jumlah penghuni Lapas Sukamiskin yang berjumlah 429 orang berkurang sesuai dengan masa pidana masing-masing penerima remisi.

Nanank menegaskan, pemberian remisi bukan diberikan secara otomatis kepada seluruh narapidana.

Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk berkelakuan baik serta memenuhi ketentuan masa pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Pemberian remisi tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Proses pengusulan remisi dilakukan secara daring melalui Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) sehingga seluruh tahapan pengajuan dapat dilakukan berdasarkan data dan persyaratan yang telah ditentukan.

Selain memberikan pengurangan masa pidana bagi warga binaan yang memenuhi syarat, program remisi juga memberikan dampak terhadap efisiensi anggaran negara.

Nanank menyebut pemberian remisi pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI turut menghasilkan penghematan anggaran biaya makan narapidana lebih dari Rp590 juta.

“Penghematan anggaran biaya makan narapidana disebabkan oleh pemberian remisi,” ungkapnya.

Pemberian remisi menjadi salah satu bentuk penghargaan dalam sistem pemasyarakatan bagi narapidana yang memenuhi persyaratan, sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik.**

Kualitas JUT Jamantri Dipertanyakan, Warga Soroti Retakan dan Permukaan Jalan  

0

JAGA KARAWANG –  Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Dusun Jamantri RT 009 RW 003, Desa Mekarjaya, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, mendapat sorotan warga setelah sejumlah bagian cor dilaporkan mengalami retak.

Kegiatan tersebut tercantum sebagai Pembangunan, Rehabilitasi dan Pemeliharaan Jalan Usaha Tani.

Dokumen pekerjaan mencantumkan tanggal SPK 17 Juli 2026 dan batas akhir pekerjaan 15 Agustus 2026.

Nilai pekerjaan tercatat Rp139.682.000, dengan panjang 232,9 meter dan lebar 1,5 meter. Keluhan warga muncul pada Minggu (16/8/2026), sehari setelah batas akhir pekerjaan tersebut.

Keluhan disampaikan Ino, warga masyarakat Rawamerta, yang mengaku kecewa setelah melihat kondisi hasil pekerjaan JUT di lokasi.

Menurutnya, jalan usaha tani sangat dibutuhkan petani untuk mendukung mobilitas saat musim tanam maupun mengangkut hasil pertanian.

“Kami sangat menyayangkan hasil pekerjaan seperti ini. Jalan usaha tani sangat dibutuhkan petani, tetapi kalau baru beberapa hari sudah retak, tentu masyarakat kecewa,” ujar Ino saat menyampaikan keluhannya.

Ino menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pihak terkait, terutama menyangkut kualitas pekerjaan dan pengawasan selama proses pembangunan.

Ia mempertanyakan apakah proses pengerjaan dan pemeliharaan setelah pengecoran telah dilakukan sesuai standar.

Selain retakan, warga juga menyoroti permukaan jalan yang dinilai kurang rapi. Pada sejumlah bagian, permukaan cor disebut terlihat tidak merata dan terdapat bagian yang telah ditambal atau diplester menggunakan semen.

“Yang kami pertanyakan, kenapa hasil akhirnya seperti ini. Ada bagian yang sudah retak dan ada yang diperbaiki dengan plester semen. Padahal jalan ini dibangun untuk kepentingan petani,” katanya.

Menurut Ino, mobilitas di sekitar lokasi juga perlu menjadi perhatian. Aktivitas sepeda, kendaraan pengangkut hasil pertanian maupun hewan ternak disebut masih berlangsung ketika kondisi jalan belum sepenuhnya siap digunakan. Karena itu, ia menilai pengamanan dan pengawasan perlu diperkuat selama proses pengerasan.

Ia berharap pembangunan infrastruktur pertanian tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memperhatikan kualitas dan ketahanannya. Jalan usaha tani dinilai memiliki fungsi penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami berharap ada pengawasan yang lebih serius. Jangan sampai anggaran yang sudah dikeluarkan tidak menghasilkan infrastruktur yang bisa bertahan lama,” ujar Ino.

Ino juga mempertanyakan metode pengerjaan yang menggunakan adukan secara manual. Menurutnya, kontrol kualitas perlu diperhatikan sejak material, pengadukan, pengecoran, pemadatan hingga tahap akhir pekerjaan agar hasilnya sesuai spesifikasi.

Ia menegaskan kritik tersebut bukan berarti masyarakat menolak pembangunan jalan usaha tani. Warga justru mendukung infrastruktur yang dapat membantu petani, tetapi dukungan itu harus diiringi kualitas pekerjaan yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami mendukung pembangunan jalan usaha tani karena memang dibutuhkan petani. Tetapi kualitas pekerjaannya juga harus bagus. Jangan baru selesai beberapa hari sudah muncul retakan,” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, masyarakat berharap pihak pelaksana, pengawas dan instansi terkait segera turun ke lapangan memeriksa hasil pekerjaan JUT. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi serta penyebab keretakan dan memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis.

Dalam laporan sebelumnya, pekerjaan disebut dilaksanakan oleh CV Zidan Multi Mandiri. Keterangan mengenai pelaksana, spesifikasi teknis, pengawasan dan langkah perbaikan tetap perlu dikonfirmasi kepada pihak perusahaan dan instansi terkait.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari CV Zidan Multi Mandiri maupun pihak pengawas mengenai kondisi tersebut dan rencana tindak lanjutnya.

Warga berharap evaluasi dilakukan secara terbuka sehingga Jalan Usaha Tani di Dusun Jamantri memberikan manfaat jangka panjang bagi petani dan masyarakat Desa Mekarjaya.

Jika pemeriksaan menemukan pekerjaan yang tidak sesuai, warga berharap dilakukan perbaikan sesuai ketentuan.

(Redaksi)

Ilalang Kering Terbakar, Warga Perum PDP Rengasdengklok Panik Api Merembet

0

JAGA KARAWANG – Kebakaran lahan ilalang terjadi di kawasan Perum PDP, Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (17/8/2026).

Api dengan cepat membesar lantaran kondisi ilalang yang kering serta hembusan angin cukup kencang. Kepulan asap tebal bahkan terlihat membubung dan sempat mengganggu aktivitas warga di sekitar lokasi.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung berjibaku melakukan pemadaman. Penanganan difokuskan di sejumlah titik, khususnya sepanjang perimeter lahan, untuk mencegah kobaran api merembet ke kawasan permukiman.

“Dari sore, Pak. Api makin membesar. Saya takut api merambat ke permukiman warga,” ujar Imam, salah seorang warga setempat.

Hingga sekitar pukul 19.00 WIB, kobaran api masih terlihat membakar sebagian lahan yang dipenuhi ilalang kering. Kondisi angin membuat petugas harus ekstra waspada agar api tidak kembali menjalar ke bagian lain.

Petugas pemadam kebakaran bersama BPBD juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar lahan kosong dan area yang dipenuhi vegetasi kering.

Masyarakat diminta tidak membakar sampah sembarangan serta tidak membuang puntung rokok di sekitar lahan terbuka. Sebab, kondisi lahan yang kering ditambah cuaca berangin berpotensi membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan.

Warga yang menemukan titik api di sekitar permukiman juga diimbau segera melapor kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Kebakaran lahan ini menjadi pengingat bahwa percikan api kecil bisa berubah menjadi kobaran besar ketika berhadapan dengan ilalang kering dan angin kencang.**

 

Sosok Dewi Soekarno Curi Perhatian di Istana Saat HUT RI ke-81, Begini Kesannya

0

JAGA JAKARTA — Sosok Ratna Sari Dewi Soekarno, istri Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno, turut hadir dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Dewi Soekarno tiba di kawasan Istana sekitar pukul 07.10 WIB. Kehadirannya menjadi salah satu momen menarik dalam perayaan kemerdekaan tahun ini, mengingat Dewi merupakan bagian dari sejarah keluarga Presiden pertama RI.

Tampil anggun, Dewi Soekarno mengenakan kebaya putih dengan motif renda yang dipadukan dengan kain batik bernuansa cokelat kemerahan.

Penampilannya dilengkapi bros di bagian dada serta aksesori anting yang semakin memperkuat kesan elegan.

Usai mengikuti rangkaian acara, Dewi Soekarno turut mengungkapkan kesannya saat kembali melihat kawasan Istana.

Ia mengaku cukup terkejut dengan perubahan yang terjadi dibandingkan masa ketika dirinya masih berada di lingkungan Istana.

Menurut Dewi, kini terdapat sejumlah bangunan yang dahulu belum ada ketika ia masih sering berada di kawasan tersebut.

Perubahan itu membuat kunjungannya kali ini terasa berbeda, sekaligus menjadi momen bernostalgia dengan suasana Istana pada masa lalu.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, kehadiran Dewi Soekarno dalam upacara HUT RI bukanlah sesuatu yang sepenuhnya baru.

Menurutnya, keluarga para presiden dan wakil presiden terdahulu memang mendapat undangan untuk menghadiri rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan.

Namun, kehadiran mereka tidak selalu terjadi setiap tahun karena menyesuaikan waktu dan agenda masing-masing.

“Memang setiap tahun, kan, kita sebenarnya hampir seluruh keluarga presiden dan wakil presiden terdahulu, hanya memang tidak selalu di setiap tahun, beliau-beliau itu memiliki waktu atau jadwalnya bisa sesuai,” ujar Prasetyo.

Prasetyo menjelaskan, kehadiran Dewi Soekarno pada peringatan HUT RI ke-81 tahun ini bertepatan dengan kunjungannya ke Indonesia, khususnya Jakarta.

“Tahun ini kebetulan Ibu Dewi Soekarno sedang berkunjung ke Indonesia dan beliau berkunjung ke Jakarta sehingga karena waktunya pas, kemudian beliau bisa hadir,” tuturnya.

Kehadiran Dewi Soekarno pun menambah warna tersendiri dalam peringatan 81 tahun Kemerdekaan Indonesia, mempertemukan kembali salah satu sosok dari keluarga Presiden pertama RI dengan suasana Istana yang kini telah mengalami banyak perubahan.**

Pertama Kali Ikut Agustusan di Kedungwaringin, Danramil Kapten Puji Ajak Warga Perkuat Persatuan

0

JAGA BEKASI — Halaman Kantor Kecamatan Kedungwaringin dipadati jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bersama ribuan warga untuk mengikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Senin (17/8/2026).

Upacara berlangsung khidmat sekaligus meriah. Berbagai unsur pemerintahan, TNI-Polri, pemerintahan desa hingga masyarakat ikut ambil bagian dalam peringatan hari kemerdekaan tersebut.

Momen HUT RI tahun ini juga terasa istimewa bagi Danramil Kedungwaringin, Kapten Kav Puji Sugito. Sebagai pejabat baru di wilayah teritorial Kedungwaringin, momentum 17 Agustus 2026 menjadi pengalaman pertamanya mengikuti sekaligus merayakan Agustusan bersama masyarakat setempat.

Sejak pagi, halaman Kantor Kecamatan Kedungwaringin dipenuhi peserta upacara. Barisan pegawai kecamatan, personel Polsek Kedungwaringin, para kepala desa beserta jajaran aparatur desa dari seluruh wilayah Kecamatan Kedungwaringin tampak mengikuti prosesi dengan tertib.

Tak hanya unsur pemerintahan dan aparat keamanan, masyarakat juga terlihat antusias menyaksikan pengibaran Sang Merah Putih.

Warga dari berbagai kalangan dan usia memadati area sekitar lokasi untuk menyaksikan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) menjalankan tugasnya dalam prosesi sakral peringatan HUT ke-81 RI.

Suasana tersebut menjadi gambaran kuat bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi ruang berkumpul dan mempererat hubungan antara pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat.

Kehadiran Kapten Kav Puji Sugito di tengah jajaran Forkopimcam dan masyarakat menjadi salah satu momen penting dalam perayaan HUT RI di Kedungwaringin.

Sebagai Danramil yang baru bertugas, dirinya memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun komunikasi dan memperkuat sinergi dengan unsur Polri, pemerintah kecamatan, para kepala desa, tokoh masyarakat serta warga.

Menurutnya, semangat kemerdekaan harus terus diwujudkan melalui kebersamaan dan kolaborasi di tingkat masyarakat.

“Kemerdekaan ini adalah hasil jerih payah para pahlawan yang harus kita jaga bersama melalui sinergi yang kuat antara TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat akar rumput. Momentum HUT RI ke-81 ini menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Pesan tersebut dinilai relevan dengan semangat peringatan HUT ke-81 RI yang mengedepankan persatuan, gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah yang mempertemukan jajaran Muspika, kepala desa, tokoh masyarakat dan warga Kedungwaringin.

Suasana hangat pun terasa. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan lintas sektor sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat antara aparat dan masyarakat.

Bagi Kedungwaringin, peringatan HUT ke-81 RI bukan hanya tentang mengibarkan Merah Putih, tetapi juga menjadi momentum untuk merawat kebersamaan dan memperkuat semangat gotong royong.

Terlebih bagi Kapten Kav Puji Sugito, perayaan Agustusan tahun ini menjadi langkah awal untuk semakin dekat dengan masyarakat dalam menjalankan tugasnya sebagai Danramil di wilayah Kedungwaringin.

Abie FU

HUT RI ke-81, Desa Segaran Makin Meriah! 14 RT Kompak Gelar Karnaval, Seni hingga Sepak Bola

0

JAGA KARAWANG – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa begitu meriah di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang.

Pemerintah Desa Segaran bersama masyarakat menyiapkan rangkaian kegiatan yang tak sekadar seru, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kekompakan warga.

Dipimpin Kepala Desa Segaran H. Samin Sarifudin, S.E., perayaan kemerdekaan tahun ini dikemas dengan beragam kegiatan, mulai dari karnaval, perlombaan khas 17 Agustus, pentas seni, jaipongan, hiburan masyarakat hingga kompetisi olahraga.

Menariknya, kemeriahan tersebut tidak hanya terpusat di satu lokasi. Hampir seluruh wilayah RT di Desa Segaran ikut bergerak dengan agenda masing-masing.

Mulai dari RT 01 hingga RT 14, warga menghadirkan berbagai kegiatan yang berlangsung pada 17-29 Agustus 2026. Ada karnaval, perlombaan, pentas seni, dangdut, jaipongan hingga lomba mancing.

Di RT 01, misalnya, warga menggelar karnaval dan jaipongan bersama Imas Kobra pada 17 dan 19 Agustus. Sementara RT 02 menghadirkan karnaval dan hiburan pongdut.

RT 04 juga ikut memeriahkan suasana dengan karnaval dan hiburan masyarakat. Sedangkan RT 05 tampil lengkap dengan karnaval, perlombaan serta pentas hiburan yang berlangsung 17-19 Agustus.

Kemeriahan juga datang dari RT 09 yang menghadirkan hiburan dangdut selama tiga hari, 17-19 Agustus, dengan sejumlah pengisi acara.

Sementara RT 11 menggabungkan lomba mancing, berbagai perlombaan dan jaipongan yang dijadwalkan pada 17 dan 29 Agustus.

Tak mau kalah, RT 12, RT 13 dan RT 14 juga menyiapkan perpaduan perlombaan, karnaval serta pertunjukan jaipongan dan dangdut.

Bukan Sekadar Hiburan, Sepak Bola Ikut Jadi Magnet

Semangat kemerdekaan di Desa Segaran juga diramaikan melalui bidang olahraga. Dua kompetisi sepak bola disiapkan untuk menjadi ruang silaturahmi sekaligus mengasah sportivitas generasi muda dan masyarakat.

Pertama, Kompetisi Sepak Bola Antar-SD/MI yang menjadi wadah bagi para pelajar untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka.

Kedua, Dewan Cup, yakni kompetisi sepak bola dewasa antar-RT yang dipastikan bakal menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan warga.

Ajang tersebut bukan hanya soal mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi cara sederhana untuk mempertemukan warga dari berbagai wilayah dalam suasana penuh persaudaraan.

Kepala Desa Segaran H. Samin Sarifudin, S.E., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan sengaja dipersembahkan agar masyarakat dapat menikmati momentum HUT RI dengan penuh kebahagiaan.

“Kami persembahkan rangkaian kegiatan ini agar seluruh warga dapat merasakan kemeriahan HUT RI ke-81. Mari kita jalin kebersamaan, junjung tinggi gotong royong, dan tunjukkan sportivitas,” ujarnya.

Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan seremoni, tetapi juga bisa diisi melalui kegiatan positif yang mampu mempererat hubungan antarwarga.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan di Desa Segaran dapat berjalan aman, tertib dan lancar serta membawa suasana positif bagi masyarakat.

“Semoga perayaan ini menjadi sarana mempererat tali persaudaraan di Desa Segaran, serta melahirkan suasana yang rukun, aman, dan penuh sukacita bagi kita semua,” ungkapnya.

Dengan semangat “Satu Hati”, warga Desa Segaran pun menunjukkan bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang meriah-meriahan, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat bisa tetap kompak, guyub, gotong royong dan saling menjaga.

Rohman

Khidmat, Dandim 0604/Karawang Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

0

KARAWANG — Suasana khidmat mewarnai Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Karangpawitan, Kabupaten Karawang, Senin (17/8/2026).

Upacara tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan yang telah mengantarkan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

Upacara tersebut dihadiri Dandim 0604/Karawang bersama Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karawang, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, unsur instansi vertikal, serta berbagai stakeholder.

Kehadiran unsur TNI, pemerintah daerah, Forkopimda, instansi vertikal, dan stakeholder menunjukkan kuatnya kebersamaan dalam memperingati hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Kehadiran jajaran TNI bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur masyarakat menjadi bagian dari penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan kebangsaan.

Dalam suasana upacara yang berlangsung tertib dan penuh penghormatan, seluruh peserta mengikuti rangkaian peringatan dengan penuh khidmat.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Nilai-nilai Pancasila diharapkan terus menjadi landasan dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, saling menghormati, serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan.

Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Forkopimda, instansi vertikal, serta seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan, keamanan, dan pembangunan daerah.

Kolaborasi tersebut juga diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan serta memastikan kehadiran pemerintah dan unsur keamanan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata, gotong royong, pelayanan kepada masyarakat, serta kontribusi setiap elemen bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang semakin maju.

Peringatan kemerdekaan menjadi pengingat bahwa mengisi kemerdekaan merupakan tanggung jawab bersama, termasuk melalui pengabdian, kepedulian sosial, dan upaya menjaga kondusivitas wilayah.

Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, seluruh elemen di Kabupaten Karawang diharapkan terus memperkuat sinergi untuk mendukung kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

(Emed Tarmedi)

Bupati Aep: HUT ke-81 RI Momentum Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

0

KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Karangpawitan, Senin (17/8/2026). Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Kegiatan tersebut diikuti unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten Karawang, serta masyarakat. Upacara berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan.

Dalam rangkaian upacara, pembacaan Pancasila dilakukan oleh Dandim 0604/Karawang, sedangkan pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Kejari Karawang.

Pembacaan teks Proklamasi dilakukan oleh Ketua DPRD Karawang, sementara pembacaan doa dipimpin Ketua MUI Karawang.

Perwira Upacara dipercayakan kepada Pasipers Kodim 0604/Karawang Kapt. Inf. Darsono, sedangkan Komandan Upacara dijabat Danramil 0401 Karawang Kapt. Inf. Adnan.

Prosesi pengibaran Sang Merah Putih berlangsung lancar. Manuela Palobo Purba bertugas sebagai pembawa baki, Bhima Satya Wijaya sebagai penggerek bendera, Dhika Putra Pratama sebagai pembawa bendera, dan Raufal Ghalib sebagai pembentang.

Danton Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 dijabat Danton II/B/305 Letda Inf. Arya Farar Putra Ramadhan.

Usai upacara tingkat Kabupaten Karawang, peserta kemudian mengikuti dan menyaksikan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 tingkat nasional yang dipusatkan di Istana Merdeka, Jakarta, secara virtual.

Bupati Aep menyampaikan terima kasih kepada seluruh Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, dan masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan.

“Alhamdulillah hari ini kita, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, saya beserta Forkopimda dan tentunya masyarakat Kabupaten Karawang, mengucapkan terima kasih. Alhamdulillah pelaksanaan upacara 17 Agustus yang kita laksanakan di Kabupaten Karawang berjalan dengan baik,” ujar Bupati Aep.

Bupati Aep juga menegaskan bahwa semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama. Pemkab Karawang bersama masyarakat turut mendorong donasi untuk membantu saudara-saudara di NTT.

“Mudah-mudahan saudara kita yang di NTT juga diberikan ketabahan. Kita selalu mendoakan dan dengan semangat bersama, insya Allah semangat ini menginspirasi kita untuk ikut berdonasi membantu saudara-saudara kita,” katanya.

Menurutnya, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya diisi dengan upacara, tetapi juga berbagai kegiatan kebersamaan di lingkungan perangkat daerah. Kegiatan tersebut diharapkan mempererat silaturahmi dan menghadirkan suasana kemerdekaan yang positif.

Di sejumlah organisasi perangkat daerah, semangat perayaan kemerdekaan juga diwujudkan melalui berbagai perlombaan sederhana yang melibatkan pegawai.

Bupati Aep berharap semangat kebersamaan tersebut terus terjaga dan menjadi energi positif bagi masyarakat Karawang dalam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan, pelayanan publik, gotong royong, serta kepedulian sosial.

(Emed Tarmedi)

HUT RI ke-81 Makin Meriah, Desa Telukambulu Gelar Turnamen Sepak Bola ke-9

0

JAGA KARAWANG – Semangat kemerdekaan bukan cuma soal upacara dan kibaran merah putih. Di Desa Telukambulu, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, energi HUT RI ke-81 justru ikut “ditendang” ke lapangan hijau lewat Turnamen Sepak Bola ke-9.

Digelar oleh Pemerintah Desa Telukambulu di bawah kepemimpinan Kepala Desa Narupi Samsudin, turnamen ini menjadi salah satu agenda olahraga yang paling ditunggu masyarakat.

Bukan sekadar mencari siapa yang paling jago mengolah si kulit bundar, kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang positif bagi para pemuda desa untuk menyalurkan bakat, membangun sportivitas, sekaligus mempererat persaudaraan.

Menariknya, turnamen edisi ke-9 ini memang khusus mewadahi pemuda Desa Telukambulu. Sebanyak 8 tim ambil bagian dan seluruh pemain merupakan putra daerah serta pemuda yang berdomisili di desa tersebut.

Agar kompetisi berjalan fair dan tetap menjunjung kebersamaan, pembagian grup serta penentuan lawan dilakukan melalui pengundian secara transparan.

Lapangan pun berubah menjadi titik kumpul generasi muda. Persaingan memang panas saat pertandingan berlangsung, tetapi semangat persaudaraan dan sportivitas tetap menjadi ruh utama turnamen.

Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Wadah Anak Muda

Kepala Desa Telukambulu, Narupi Samsudin, mengatakan turnamen tersebut bukan hanya digelar untuk memeriahkan HUT RI ke-81.

Menurutnya, olahraga menjadi salah satu cara pemerintah desa untuk memberikan ruang kepada generasi muda agar bisa menyalurkan energi dan bakatnya ke kegiatan yang positif.

“Kami menggelar turnamen ini bukan sekadar untuk meramaikan suasana HUT RI ke-81, melainkan sebagai bentuk kepedulian kami untuk menampung bakat dan semangat positif para pemuda,” ujar Narupi Samsudin.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan olahraga, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas, disiplin dan kebersamaan.

“Semoga lewat olahraga sepak bola ini tumbuh persaudaraan yang erat, jiwa sportif yang tinggi, dan fisik yang kuat di kalangan anak muda kita. Semangat kemerdekaan harus tercermin dalam kerja keras, disiplin, dan kebersamaan yang kita tunjukkan di lapangan,” katanya.

Narupi menambahkan, semangat kemerdekaan harus terus hidup dan diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif yang melibatkan generasi penerus.

“Ini juga bukti bahwa di Desa Telukambulu, semangat kemerdekaan tetap hidup dan terus berkarya melalui generasi penerus bangsa,” tuturnya.

Warga Antusias, Lapangan Jadi Pusat Keramaian

Antusiasme masyarakat pun ikut membuat gelaran turnamen semakin meriah. Dukungan warga yang hadir memberikan atmosfer tersendiri bagi para pemain yang bertanding membawa nama tim masing-masing.

Selain menjadi hiburan rakyat dalam momentum HUT RI, turnamen ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi antarwarga dan ajang memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat Desa Telukambulu.

Dengan konsistensi hingga memasuki edisi ke-9, turnamen sepak bola Desa Telukambulu menunjukkan bahwa semangat olahraga dan kreativitas pemuda bisa menjadi bagian penting dalam merayakan kemerdekaan.

Karena merdeka bukan cuma bebas—tapi juga bebas berkarya, bebas berprestasi, dan berani menunjukkan potensi!

Rohman

Usai Upacara HUT RI ke-81, Desa Puspasari Diumumkan Jadi Juara Umum Kecamatan Pedes

0

KARAWANG – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Berbagai rangkaian perlombaan digelar untuk memeriahkan momentum kemerdekaan, mulai dari penilaian kebersihan lingkungan hingga sejumlah cabang perlombaan lainnya yang melibatkan desa-desa di wilayah Kecamatan Pedes.

Puncak peringatan ditandai dengan upacara pengibaran bendera Merah Putih yang berlangsung khidmat pada Senin, 17 Agustus 2026.

Usai upacara, panitia kemudian mengumumkan hasil penilaian dari seluruh rangkaian perlombaan. Desa Puspasari di bawah kepemimpinan Kepala Desa Hj. Sukaesih berhasil menyabet predikat Juara Umum tingkat Kecamatan Pedes.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Desa Puspasari. Selain unggul dalam kategori Lingkungan Terbersih, Desa Puspasari juga menunjukkan prestasi dalam berbagai perlombaan lain yang dipertandingkan.

Capaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa semangat memperingati kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kemeriahan perlombaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan, kekompakan warga, serta budaya gotong royong.

Kepala Desa Puspasari, Hj. Sukaesih, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah ikut berpartisipasi hingga Desa Puspasari berhasil meraih Juara Umum.

“Puji syukur dan terima kasih kepada seluruh warga Desa Puspasari. Kemenangan ini adalah buah kerja keras, gotong royong, dan kebersamaan kita semua,” ujar Hj. Sukaesih.

Menurutnya, semangat kemerdekaan harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat persatuan masyarakat.

“Semangat kemerdekaan terwujud dalam kebersihan dan kekompakan desa. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus menjaga lingkungan dan mempererat persaudaraan. Terima kasih atas dukungan dan partisipasi seluruh warga,” katanya.

Pengumuman tersebut pun disambut antusias masyarakat Desa Puspasari. Prestasi Juara Umum Kecamatan Pedes diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh warga untuk mempertahankan budaya gotong royong sekaligus menciptakan lingkungan desa yang semakin bersih, kompak, dan nyaman.

Juara bukan sekadar soal piala, tetapi tentang bagaimana semangat kemerdekaan hidup dalam kebersamaan masyarakat.

Rohman

Upacara HUT RI ke-81 di Cibuaya Sukses dan Meriah, Paskibraka SMAN 1 Cibuaya Tampil Memukau

0

KARAWANG – Semangat kemerdekaan begitu terasa di Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, saat pelaksanaan upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Upacara berlangsung khidmat, tertib dan sukses. Salah satu momen penting dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah tugas pengibaran Sang Merah Putih yang dipercayakan kepada Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dari SMAN 1 Cibuaya.

Pelaksanaan upacara semakin semarak dengan hadirnya berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan.

Camat Cibuaya Ridwan bersama jajaran TNI-Polri, PGRI Kecamatan Cibuaya, seluruh kepala desa se-Kecamatan Cibuaya, IPSM Kecamatan Cibuaya, para guru PAUD, tim Puskesmas Cibuaya, hingga para pelajar tingkat SD, SMP, SMA dan MTs turut mengikuti jalannya upacara.

Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan dan persatuan masyarakat Cibuaya dalam memperingati momentum kemerdekaan.

Tak berhenti pada upacara, suasana peringatan HUT RI ke-81 berlanjut dengan berbagai pertunjukan seni yang menghibur sekaligus memperkaya makna perayaan kemerdekaan.

Penampilan tari jaipongan berhasil menyedot perhatian para peserta. Selain itu, paduan suara turut memberikan nuansa berbeda dengan lantunan lagu-lagu penuh semangat kebangsaan.

Aksi demonstrasi keahlian Paskibraka dari SMA Cibuaya juga menjadi salah satu penampilan yang mendapat perhatian. Kekompakan dan kedisiplinan para anggota Paskibraka membuat suasana semakin meriah.

Camat Cibuaya Ridwan menyampaikan apresiasi atas seluruh pihak yang telah berperan sehingga rangkaian peringatan HUT RI ke-81 dapat berjalan dengan baik.

“Saya sangat mengapresiasi kelancaran dan kekhidmatan upacara hari ini. Kehadiran seluruh elemen masyarakat mulai dari instansi, sekolah, hingga warga menunjukkan persatuan dan cinta tanah air yang besar di Kecamatan Cibuaya,” ujar Ridwan.

Menurutnya, berbagai penampilan seni dan demonstrasi keterampilan yang ditampilkan juga menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kreativitas dan kebersamaan.

“Semoga semangat kemerdekaan ini terus kita jaga untuk membangun wilayah yang lebih maju dan harmonis,” katanya.

Peringatan HUT RI ke-81 di Kecamatan Cibuaya pun tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah, pelajar, TNI-Polri, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan seluruh masyarakat.

Semangat kemerdekaan dari Cibuaya: berbeda peran, satu tujuan, bersama membangun daerah.

Rohman

Karnaval Penuh Warna, Hajatan Kampung Tanjungbungin Bikin HUT RI Makin Meriah

0

KARAWANG – Semangat kemerdekaan benar-benar terasa di Desa Tanjungbungin, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang.

Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, warga menggelar hajatan kampung yang berlangsung meriah dan penuh warna.

Salah satu yang paling menyedot perhatian adalah gelaran karnaval.

Warga dari berbagai kalangan turun langsung memeriahkan kegiatan dengan menampilkan beragam kostum, atribut, hingga kreasi unik yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Bukan sekadar berjalan bersama, peserta karnaval tampil maksimal. Berbagai ide kreatif dituangkan dalam penampilan masing-masing, membuat suasana sepanjang rute semakin ramai dan menghibur.

Warga yang menyaksikan dari pinggir jalan pun ikut larut dalam kemeriahan.

Sorak-sorai dan antusiasme masyarakat membuat karnaval terasa seperti pesta rakyat yang benar-benar menjadi milik semua kalangan.

Yang menarik, hajatan kampung ini bukan hanya menjadi ajang hiburan.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Kepala Desa Tanjungbungin, Junaedi, mengatakan karnaval menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu masyarakat setiap tahun.

Menurutnya, antusiasme warga terlihat dari keseriusan mereka menyiapkan berbagai kreasi sebelum kegiatan berlangsung.

“Antusiasme masyarakat semakin tinggi. Warga sudah mempersiapkan berbagai kreasi untuk ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan,” ujar Junaedi.

Ia berharap semangat kebersamaan seperti ini terus dipertahankan, sehingga peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum memperkuat persatuan warga.

Malam Makin Pecah, Ada Dangdut dan Bagi-bagi Hadiah

Kemeriahan hajatan kampung Tanjungbungin belum berhenti setelah karnaval. Suasana kembali dibuat semarak melalui hiburan malam dengan pertunjukan dangdut.

Warga pun kembali berkumpul untuk menikmati hiburan bersama keluarga dan tetangga. Suasana semakin meriah dengan adanya pembagian hadiah yang menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu masyarakat.

Dari anak-anak hingga orang dewasa, semuanya ikut menikmati suasana perayaan.

Hajatan kampung di Tanjungbungin akhirnya bukan sekadar pesta untuk memeriahkan HUT RI ke-81. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi gambaran bagaimana semangat kemerdekaan masih hidup kuat di tengah masyarakat—dirayakan dengan kreativitas, kebersamaan, tawa, dan gotong royong.

Karena kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dirayakan bersama.

Linmas Jayamulya Juara I, Pajaten dan Kedungjaya Raih Juara II-III HUT RI ke-81 di Cibuaya

0

KARAWANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga diwarnai apresiasi terhadap kerja nyata masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Usai upacara pengibaran Bendera Merah Putih, penghargaan diberikan kepada jajaran Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang dinilai aktif menjaga keasrian lingkungan serta kebersihan saluran irigasi dari sampah dan eceng gondok.

Dalam penilaian tersebut, Linmas Desa Jayamulya berhasil meraih Juara I. Prestasi tersebut diraih di bawah kepemimpinan Kepala Desa Jayamulya, Carwadi Adi Saepudin.

Sementara itu, Juara II diraih Linmas Desa Pajaten yang dikomandoi Kepala Desa Pajaten, Hj. Nurhenni atau Bunda Heni.

Sedangkan Juara III diraih Linmas Desa Kedungjaya yang dipimpin Kepala Desa Kedungjaya, Tarjan Sujana.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Camat Cibuaya, Ridwan, kepada para kepala desa bersama jajaran Linmas masing-masing.

Camat Cibuaya Ridwan mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi para anggota Linmas dalam menjaga kebersihan dan kelancaran saluran air di wilayah desa.

“Penghargaan ini bentuk apresiasi kami atas kerja keras Linmas dalam menjaga kebersihan saluran air dan lingkungan. Semangat kebersihan dan gotong royong ini sejalan dengan semangat kemerdekaan,” ujar Ridwan.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni peringatan HUT RI, tetapi menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan.

“Saya harap menjadi teladan, agar air irigasi lancar dan lingkungan kita tetap asri, bersih, serta nyaman ditinggali semua warga,” katanya.

Menurutnya, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk pengabdian sederhana namun berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk menjaga lingkungan dan fasilitas umum.

Penghargaan bagi Linmas tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa semangat HUT RI ke-81 di Kecamatan Cibuaya tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan berbagai perlombaan, tetapi juga melalui kerja nyata, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan semangat tersebut, masyarakat diharapkan semakin kompak menjaga kebersihan saluran irigasi, sehingga aliran air tetap lancar dan lingkungan desa tetap asri serta nyaman.

  • Rohman

Jalan Penghubung Rawamerta–Rengasdengklok Rusak, Warga Minta Bupati Aep Segera Turun Tangan

0

KARAWANG — Kondisi jalan penghubung Kecamatan Rawamerta dan Rengasdengklok di wilayah Pagutan, Dusun Patengong, kembali dikeluhkan warga. Jalan tersebut menjadi akses penting bagi aktivitas perdagangan, pertanian, sekaligus mobilitas masyarakat dari dua kecamatan.

Keluhan salah satunya disampaikan Enti, pedagang sayuran asal Rawamerta yang rutin berbelanja kebutuhan dagangannya ke Pasar Rengasdengklok. Ia mengaku tidak nyaman melintasi jalan tersebut, terutama ketika harus berbelanja pada malam hari, Senin (17/8/2026).

Menurut Enti, kondisi jalan semakin menyulitkan ketika musim hujan. Jalan yang rusak dan licin membuat pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati. Bahkan, sejumlah warga dan pedagang disebut pernah terjatuh saat melintasi ruas tersebut.

“Kalau malam, apalagi musim hujan, jalannya susah dan banyak yang jatuh dari motor. Kami berharap jalan ini segera diperbaiki,” keluh Enti.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Karawang segera memberikan perhatian agar aktivitas pedagang sayuran, petani, dan masyarakat umum dapat berjalan lebih aman dan lancar.

Keluhan warga tersebut mendapat perhatian H. Karsim, anggota DPRD Kabupaten Karawang. Ia menyebut ruas jalan di Dusun Patengong merupakan jalur strategis karena menjadi penghubung Kecamatan Rawamerta dengan Rengasdengklok.

“Ini merupakan jalan penghubung dua kecamatan. Jalan ini menjadi urat nadi bagi pedagang dan akses kehidupan para petani, baik ketika bercocok tanam maupun saat musim panen untuk mengangkut hasil pertanian,” ujar H. Karsim.

Ia menjelaskan, sebelumnya telah dilakukan pekerjaan pengecoran jalan dengan panjang sekitar 260 meter. Namun, hingga kini masih terdapat sekitar 130 meter ruas jalan yang belum terselesaikan.

Menurut H. Karsim, dirinya bersama warga telah menyampaikan permintaan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang agar sisa ruas jalan tersebut segera direalisasikan. Namun, sampai saat ini belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan perbaikannya.

“Kami bersama warga sudah meminta kepada PUPR agar segera merealisasikan sisa jalan tersebut. Tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan yang pasti,” katanya.

Ia menilai kondisi jalan tersebut perlu segera mendapat perhatian pemerintah daerah karena memiliki fungsi penting bagi perekonomian masyarakat. Selain menjadi akses pedagang, ruas jalan tersebut juga digunakan para petani untuk membawa sarana produksi maupun hasil panen.

H. Karsim menyayangkan apabila kondisi jalan rusak tersebut terus dibiarkan. Pasalnya, masyarakat di Dusun Patengong disebut telah hampir 15 tahun menantikan perbaikan jalan secara menyeluruh.

“Hampir 15 tahun jalan di Dusun Patengong ini belum mendapat perbaikan yang memadai. Masa pemerintah tega membiarkan jalan rusak dari tahun ke tahun? Di mana kehadiran pemerintah untuk pemerataan pembangunan daerah pertanian?” tegasnya.

Karena itu, H. Karsim secara khusus meminta perhatian dan bantuan Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. agar persoalan jalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami mohon perhatian Pak Bupati H. Aep Syaepuloh. Kami berharap beliau dapat membantu mempercepat penyelesaian sisa jalan ini. Jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, terutama pedagang dan petani,” ujarnya.

Menurutnya, perhatian kepala daerah terhadap infrastruktur pedesaan sangat penting untuk memastikan pemerataan pembangunan. Terlebih, ruas tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat di sektor pertanian dan perdagangan.

“Petani bekerja keras menjaga produksi pangan. Karena itu, infrastruktur jalan yang menjadi akses keluar-masuk hasil pertanian juga harus menjadi bagian dari perhatian pemerintah,” katanya.

Ia berharap Bupati Aep dapat memberikan arahan kepada perangkat daerah terkait untuk segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah konkret terhadap sisa sekitar 130 meter jalan yang belum diperbaiki.

“Kami berharap ada kepastian. Jangan sampai masyarakat terus menunggu tanpa kejelasan. Kami ingin pembangunan dirasakan secara merata, termasuk oleh masyarakat di wilayah pertanian,” pungkas H. Karsim.

Warga berharap Pemkab Karawang segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, aktivitas perdagangan, mobilitas masyarakat, serta distribusi hasil pertanian dari Rawamerta menuju Rengasdengklok maupun sebaliknya diharapkan dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan lancar.

(Redaksi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HUT RI ke-81, SMPN Satu Atap 1 Tirtajaya Tekankan Pentingnya Pendidikan dan Karakter Generasi Muda

0

KARAWANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk kembali memaknai arti kemerdekaan, khususnya melalui dunia pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Hj. Irma Supriati Yusida, M.Pd., Kepala SMPN Satu Atap 1 Tirtajaya, Kabupaten Karawang.

Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan bagi seluruh anak bangsa untuk belajar, berkarya, dan membangun masa depan Indonesia.

Dalam suasana peringatan HUT RI ke-81, Hj. Irma mengajak para pendidik, orang tua, serta masyarakat untuk menjadikan pendidikan sebagai salah satu kekuatan utama dalam mengisi kemerdekaan.

“Kemerdekaan yang kita rayakan hari ini adalah hasil perjuangan para pahlawan yang berkorban jiwa dan raga demi satu tujuan: Indonesia merdeka, berdaulat, dan cerdas,” ujar Hj. Irma.

Ia menilai, tantangan yang dihadapi bangsa saat ini berbeda dengan masa perjuangan para pahlawan.

Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut kemerdekaan, kini perjuangan harus diarahkan untuk mengatasi kebodohan, keterbelakangan, serta ketertinggalan melalui pendidikan.

Menurutnya, kemerdekaan akan memiliki makna yang lebih besar apabila generasi muda mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas sekaligus memiliki karakter dan akhlak yang baik.

“Kemerdekaan berarti kita bebas bermimpi, bebas berilmu, dan bebas membangun masa depan. Namun kebebasan itu harus diisi dengan tanggung jawab, terutama dalam mendidik generasi penerus,” katanya.

Hj. Irma menegaskan, SMPN Satu Atap 1 Tirtajaya berkomitmen menjadikan semangat kemerdekaan sebagai motivasi dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak mulia, dan rasa cinta terhadap Tanah Air.

“Di SMPN Satu Atap 1 Tirtajaya, kami berkomitmen menjadikan semangat kemerdekaan ini sebagai api yang terus menyala: membentuk siswa-siswi yang tidak hanya cerdas secara otak, tetapi juga berbudi pekerti luhur, berakhlak mulia, dan mencintai tanah air,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengajak orang tua dan masyarakat untuk memperkuat sinergi dengan sekolah. Sebab, pendidikan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada guru, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Pendidikan bukan tanggung jawab guru semata, melainkan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap momentum HUT RI ke-81 dapat menjadi pengingat bagi semua pihak untuk semakin peduli terhadap masa depan pendidikan anak-anak bangsa.

“Mari kita jadikan momen HUT RI ke-81 ini sebagai titik awal untuk lebih peduli terhadap pendidikan anak-anak kita. Setiap anak yang berilmu dan berakhlak adalah benteng terkuat bagi kemerdekaan Indonesia. Dengan pendidikan yang kokoh, kemerdekaan kita akan abadi dan bangsa ini akan terus maju,” pungkas Hj. Irma.

Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh di lingkungan SMPN Satu Atap 1 Tirtajaya, sehingga sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk generasi yang cerdas, tangguh, berkarakter, dan mencintai Indonesia.

M. Jhon

HUT RI ke-81, Calon Kades Telukbango Hidayat Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Kepedulian

0

KARAWANG — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di tengah masyarakat Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang.

Di momentum kemerdekaan tahun ini, Sekretaris Desa (Sekdes) sekaligus calon Kepala Desa Telukbango, Hidayat, mengajak seluruh masyarakat tidak hanya memeriahkan HUT RI dengan berbagai kegiatan, tetapi juga menghidupkan makna kemerdekaan melalui kebersamaan dan pembangunan desa.

Menurut Hidayat, kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan yang harus dihargai dengan mengisi kemerdekaan melalui hal-hal positif.

“Kemerdekaan bukanlah hadiah yang jatuh begitu saja. Ia adalah buah dari keringat, air mata, dan nyawa para pahlawan kita. Di usia kemerdekaan ke-81 ini, mari kita bertanya kepada diri sendiri, apa yang sudah kita berikan untuk tanah air dan lingkungan kita,” ujar Hidayat.

Ia menilai, makna kemerdekaan pada masa kini tidak lagi sebatas terbebas dari penjajahan. Lebih dari itu, masyarakat harus bersama-sama berjuang agar terbebas dari kebodohan, kemiskinan, ketertinggalan, serta perpecahan.

Karena itu, semangat kemerdekaan, kata Hidayat, harus diwujudkan melalui gotong royong, kepedulian sosial, kerja keras, dan rasa saling menghargai.

“Kita sudah merdeka, maka kita punya kewajiban untuk ikut memajukan desa. Jangan hanya menunggu diperintah. Mari kita bangun Telukbango bersama-sama, dengan kebersamaan dan rasa saling percaya,” katanya.

Hidayat juga mengingatkan warga agar tidak mudah terpecah hanya karena perbedaan pilihan, pendapat maupun latar belakang.

Menurutnya, keberagaman masyarakat Desa Telukbango merupakan modal penting dalam membangun desa yang lebih maju.

“Perbedaan jangan menjadi alasan untuk kita saling menjauh. Justru keberagaman adalah kekuatan. Bendera Merah Putih yang kita kibarkan hari ini menjadi simbol bahwa kita semua berada dalam satu semangat persatuan,” ungkapnya.

Sebagai calon Kepala Desa Telukbango, Hidayat berharap momentum HUT RI ke-81 dapat menjadi titik awal untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan pembangunan desa.

Ia mengajak warga untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan semangat bekerja, serta aktif berpartisipasi dalam berbagai program pembangunan.

“Mari jadikan kemerdekaan ke-81 sebagai momentum untuk melangkah lebih jauh. Lebih rajin, lebih peduli, lebih kompak dan lebih bersatu dalam membangun Telukbango yang kita cintai,” pungkasnya.

Hidayat berharap semangat peringatan HUT RI ke-81 membawa keberkahan sekaligus menjadi energi positif bagi masyarakat Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya, dan Kabupaten Karawang secara keseluruhan.

M Jhon

 

Mensesneg Prasetyo Hadi Buka Suara soal Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kilogram

0

JAKARTA — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai upah buruh pengupas bawang sebesar Rp700 ribu per kilogram dalam pidato kenegaraan, Jumat (14/8/2026), menuai perhatian publik.

Potongan video pidato tersebut ramai beredar di media sosial. Angka yang disampaikan Prabowo kemudian menjadi bahan perbincangan karena dinilai berbeda dengan sistem upah buruh pengupas bawang yang terjadi di sejumlah daerah.

Dalam pidatonya, Prabowo menghadirkan Susanah, buruh pengupas bawang asal Bogor, yang disebut menerima upah Rp700 ribu per kilogram.

Pernyataan itu lantas memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, apakah angka tersebut memang sesuai kondisi di lapangan atau terjadi kekeliruan penyebutan data.

Menanggapi polemik tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah akan melakukan pengecekan terhadap informasi yang disampaikan dalam pidato Presiden.

“Nanti kita cek ya,” ujar Prasetyo saat di Istana Negara, Sabtu (15/8/2026).

Perbedaan sistem pembayaran buruh pengupas bawang juga terungkap dari kondisi di Pasar Legi, Solo.

Salah seorang buruh pengupas bawang, Gini (53), mengatakan pembayaran di tempatnya bekerja tidak dihitung berdasarkan kilogram. Para pekerja menerima bayaran berdasarkan jumlah karung yang berhasil dikupas.

“Kalau di Solo ini hitungannya bukan kiloan, tetapi satu karung krawang Rp10 ribu,” jelas Gini.

Menurutnya, satu karung bawang dapat berisi lebih dari 20 kilogram. Dengan sistem tersebut, penghasilan yang diterima buruh pengupas bawang relatif kecil, bahkan rata-rata hanya sekitar Rp30 ribu per hari.

Sebagian publik mempertanyakan ketepatan angka Rp700 ribu per kilogram yang disebut dalam pidato Presiden, sementara pihak lain menilai perbedaan angka bisa saja terjadi karena sistem pembayaran dan kondisi kerja setiap daerah tidak sama.

Polemik ini pun tidak hanya berhenti pada persoalan apakah angka Rp700 ribu tersebut benar atau salah sebut.

Perbedaan penghasilan buruh pengupas bawang di sejumlah daerah justru membuka pertanyaan yang lebih luas mengenai standar upah, sistem kerja, produktivitas, hingga kondisi ekonomi pekerja informal.

Jika angka yang disampaikan dalam pidato Presiden ternyata merupakan kekeliruan data atau penyebutan, publik tentu menunggu klarifikasi resmi pemerintah.

Namun jika angka tersebut memang benar untuk kondisi tertentu di wilayah tertentu, persoalannya menjadi lebih kompleks: mengapa terdapat perbedaan pendapatan yang begitu jauh antara pekerja dengan jenis pekerjaan yang sama?

Pemerintah kini ditunggu untuk memberikan penjelasan berdasarkan hasil verifikasi agar polemik tersebut tidak berkembang menjadi kesimpangsiuran informasi. **

 

Dugaan Curanmor Terbongkar! Eksekutor dan Penadah Diciduk Polisi di Bekasi-Karawang

0

BEKASI — Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kampung Cijambe RT 05/03, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, berhasil diungkap Unit Jatanras Polres Metro Bekasi.

Dua orang terduga pelaku diamankan polisi. Keduanya masing-masing berinisial D alias D, yang diduga berperan sebagai eksekutor, serta H alias B, yang diduga berperan sebagai penadah.

Menariknya, jejak pengungkapan kasus tersebut membawa petugas hingga ke wilayah Kabupaten Karawang.

Kasie Humas Polres Metro Bekasi, AKP Aliyani, mengatakan pengungkapan bermula dari laporan masyarakat terkait aksi pencurian sepeda motor di wilayah Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan.

“Tim Opsnal Jatanras kemudian melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi mengenai ciri-ciri terduga pelaku,” kata Aliyani, Minggu (16/8/2026).

Berbekal informasi tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga mendapatkan petunjuk bahwa salah satu terduga pelaku berada di wilayah Kabupaten Karawang.

Tim Jatanras pun bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan D pada Kamis, 13 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian kendaraan bermotor. Di antaranya kunci Y, dua mata kunci, kunci tempel, serta dua buah magnet.

Berdasarkan pemeriksaan awal, D diduga menjalankan aksinya dengan masuk ke pekarangan rumah korban.

Setelah itu, pelaku diduga merusak bagian kunci kontak sepeda motor menggunakan alat khusus sebelum membawa kabur kendaraan tersebut.

Dari keterangan awal D, polisi kemudian mendapatkan informasi bahwa sepeda motor hasil curian tersebut diduga dijual kepada H alias B.

Penyelidikan pun kembali dikembangkan. Petugas akhirnya berhasil mengamankan H di wilayah Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, sekitar pukul 20.30 WIB.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, yakni:

Satu unit sepeda motor Honda Supra X warna hitam silver; Satu gagang kunci Y; Dua mata kunci; Satu kunci tempel; Dua buah magnet; Dua pelat nomor kendaraan.

Kedua terduga pelaku kini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Jatanras Polres Metro Bekasi.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain maupun TKP lain yang berkaitan dengan aktivitas para terduga pelaku.

Kedua terduga pelaku disangkakan Pasal 477 KUHP sebagaimana Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain dan memastikan apakah kedua terduga pelaku terlibat dalam aksi curanmor di sejumlah lokasi lainnya.**

 

H. Rakman Ajak Warga Kedungjeruk Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Kebangsaan

0

KARAWANG – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa hingga ke pelosok Desa Kedungjeruk, Kabupaten Karawang.

Kepala Desa Kedungjeruk, H. Rakman, mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang untuk memperkuat persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong.

H. Rakman menilai perayaan HUT RI bukan sekadar rutinitas tahunan. Lebih dari itu, kemeriahan kemerdekaan menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air di tengah masyarakat.

Ia pun mengimbau seluruh elemen warga untuk ikut berpartisipasi menyemarakkan suasana kemerdekaan.

Mulai dari mengibarkan Bendera Merah Putih, memasang umbul-umbul dan berbagai ornamen kemerdekaan, hingga mengikuti rangkaian kegiatan serta perlombaan yang digelar di lingkungan masyarakat.

“Kemerdekaan adalah anugerah yang harus kita jaga dan syukuri bersama. Mari kita semarakkan HUT RI ke-81 ini dengan semangat persatuan, kerukunan, dan gotong royong. Tunjukkan bahwa warga Desa Kedungjeruk tetap berdiri tegak dan bersatu di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar H. Rakman.

Menurutnya, antusiasme masyarakat dalam memeriahkan HUT RI juga menjadi gambaran kuatnya rasa kebersamaan warga.

Kegiatan-kegiatan yang digelar di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga semakin mempererat tali silaturahmi antarsesama.

Di sisi lain, semangat kemerdekaan diharapkan dapat menjadi energi positif bagi masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan desa.

Kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi salah satu modal penting untuk mewujudkan Desa Kedungjeruk yang semakin maju dan sejahtera.

“Mari kita isi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Jaga kerukunan, perkuat gotong royong, dan bersama-sama membangun desa agar semakin maju, aman, dan sejahtera,” tambahnya.

H. Rakman berharap semangat HUT RI ke-81 tidak berhenti setelah rangkaian perayaan selesai. Nilai persatuan, nasionalisme, gotong royong, dan kepedulian sosial diharapkan terus hidup dalam keseharian masyarakat Desa Kedungjeruk.

Rohman

Kemerdekaan Bukan Sekadar Perayaan, Sugito Dorong Warga Kendaljaya Terus Kompak dan Bergotong Royong

0

KARAWANG – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu meriah di Desa Kendaljaya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang.

Kepala Desa Kendaljaya, Sugito, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang memperkuat persatuan, gotong royong, sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

Di bawah kepemimpinan Sugito, Pemerintah Desa Kendaljaya bersama masyarakat turut menyiapkan berbagai kegiatan untuk menyemarakkan peringatan HUT RI ke-81.

Beragam perlombaan dan kegiatan masyarakat menjadi bagian dari kemeriahan perayaan kemerdekaan yang melibatkan berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Bukan sekadar hiburan, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

“Semoga peringatan HUT RI ke-81 ini semakin menumbuhkan semangat persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air di hati seluruh warga Desa Kendaljaya. Mari kita jaga kemerdekaan ini dengan kerja nyata, kerukunan, dan saling bahu-membahu membangun desa yang semakin maju, aman, dan sejahtera,” ujar Sugito.

Menurutnya, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus diisi dengan hal-hal positif.

Masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan serta melanjutkan perjuangan melalui karya dan pembangunan di berbagai bidang.

Semangat kemerdekaan pun diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan perlombaan. Lebih jauh, momentum HUT RI menjadi pengingat agar seluruh elemen masyarakat terus menjaga kekompakan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Dengan semangat “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat” dan kebersamaan yang terus terjaga, Desa Kendaljaya diharapkan semakin solid dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

Bagi masyarakat Desa Kendaljaya, kemerdekaan adalah momentum untuk bersyukur, berkumpul, bergembira, sekaligus meneguhkan kembali komitmen untuk membangun desa bersama-sama.

Rohman

Meski Terus Digempur Abrasi, Kades Cemarajaya Rudi Chandia: Semangat HUT RI ke-81 Tak Pernah Padam

0

KARAWANG – Di tengah ancaman abrasi yang terus menggerus wilayah pesisir, semangat warga Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, untuk merayakan kemerdekaan justru semakin berkobar.

Memasuki momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Cemarajaya di bawah kepemimpinan Kepala Desa Rudi Chandia tetap mengajak masyarakat menyambut hari bersejarah tersebut dengan penuh sukacita, kebersamaan dan semangat nasionalisme.

Abrasi yang setiap tahun menjadi tantangan bagi masyarakat pesisir Cemarajaya seolah tidak mampu mengikis rasa cinta tanah air warga. Sebaliknya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa semangat untuk menjaga persatuan dan kebersamaan harus terus dipelihara.

Berbagai kegiatan dan perlombaan khas Agustusan pun turut mewarnai suasana peringatan HUT RI. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi serta membangun kekompakan antarwarga.

Rudi Chandia menegaskan, kondisi pesisir yang menghadapi abrasi tidak boleh membuat masyarakat kehilangan semangat dalam merayakan kemerdekaan.

“Kendati pantai kita terus tergerus abrasi, semangat kemerdekaan dan persatuan di hati warga Cemarajaya tidak akan pernah terkikis. Justru di tengah keterbatasan dan berbagai tantangan, kita harus semakin mempererat persaudaraan dan menjaga kebersamaan,” ungkap Rudi.

Menurutnya, peringatan HUT RI bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, momentum kemerdekaan menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan, gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.

Kemeriahan perlombaan yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat juga menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan masih begitu kuat di tengah warga.

Anak-anak, pemuda hingga masyarakat dewasa dapat mengambil bagian dalam berbagai kegiatan yang digelar. Tawa, kebersamaan dan kekompakan menjadi warna tersendiri dalam perayaan kemerdekaan di desa pesisir tersebut.

“Yang paling penting bukan hanya siapa yang menang atau kalah dalam perlombaan. Tetapi bagaimana masyarakat bisa berkumpul, bersilaturahmi dan menjaga kekompakan. Ini semangat kemerdekaan yang harus terus kita wariskan kepada generasi berikutnya,” tambah Rudi.

Di tengah persoalan abrasi yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius, masyarakat Cemarajaya membuktikan bahwa tantangan lingkungan tidak lantas memadamkan semangat kebangsaan.

Pesisir boleh terkikis, tetapi semangat kemerdekaan warga Cemarajaya tidak boleh ikut terkikis.

Semangat itulah yang terus dijaga Pemerintah Desa Cemarajaya bersama masyarakat dalam menyambut HUT RI ke-81—merayakan kemerdekaan dengan penuh kebersamaan, sekaligus menatap masa depan desa dengan harapan yang lebih kuat.

Rohman

 

Kemeriahan HUT RI ke-81 di Sedari, Kades Bisri Mustopa Dorong Warga Rawat Semangat Kebersamaan

0

KARAWANG – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kuat di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

Beragam kegiatan digelar masyarakat untuk menyambut momen bersejarah bangsa dengan penuh sukacita, kebersamaan, dan rasa nasionalisme.

Salah satu tradisi yang hingga kini tetap dipertahankan adalah pelaksanaan upacara bendera peringatan HUT RI di SDN 1 Sedari.

Kepala Desa Sedari, Bisri Mustopa, mengatakan bahwa pelaksanaan upacara secara mandiri di lingkungan sekolah tersebut telah menjadi tradisi yang terus dijaga setiap tahun.

“Setiap tahun di Desa Sedari, sudah menjadi tradisi mengadakan upacara sendiri di SDN 1 Sedari. Tradisi ini kami jaga terus agar semangat nasionalisme dan cinta tanah air senantiasa tumbuh di hati seluruh warga, khususnya generasi muda yang belajar di sekolah ini,” ujar Bisri.

Menurutnya, upacara kemerdekaan bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan, persatuan, serta rasa cinta terhadap Tanah Air kepada generasi penerus.

Bagi warga Desa Sedari, merah putih bukan sekadar bendera yang dikibarkan setiap 17 Agustus. Di baliknya ada sejarah perjuangan yang harus terus dikenang dan diwariskan.

Tradisi upacara yang dilaksanakan setiap tahun di SDN 1 Sedari pun menjadi salah satu cara masyarakat menjaga semangat tersebut agar tidak luntur di tengah perkembangan zaman.

Selain upacara bendera, kemeriahan HUT RI ke-81 juga semakin terasa melalui berbagai perlombaan yang digelar Pemerintah Desa Sedari. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias ikut ambil bagian, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Sorak-sorai dan tawa warga mewarnai berbagai kegiatan perlombaan. Bukan hanya soal menang atau kalah, kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Semangat gotong royong dan kebersamaan pun kembali terasa.

Bisri berharap seluruh rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat Desa Sedari sekaligus menumbuhkan semangat membangun desa.

“Yang paling penting adalah kebersamaan. Mari kita isi kemerdekaan dengan kegiatan positif, menjaga persatuan dan terus membangun Desa Sedari agar semakin maju,” pesannya.

Dengan tradisi yang terus dipertahankan dan semangat warga yang tetap menyala, Desa Sedari menunjukkan bahwa kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga dirayakan dan diisi bersama.

Rohman

Kapolsek Cibuaya Iptu Budi Santoso: Kemerdekaan Lahir dari Perjuangan, Mari Jaga Rasa Aman di Tengah Masyarakat

0

KARAWANG — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk kembali menghayati arti perjuangan, persatuan, serta menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

Pesan tersebut disampaikan Kapolsek Cibuaya Polresta Karawang, Iptu Budi Santoso, S.H., dalam menyambut peringatan HUT RI ke-81 yang jatuh pada 17 Agustus 2026.

Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat Indonesia saat ini bukanlah sesuatu yang diperoleh secara instan.

Kemerdekaan merupakan buah dari perjuangan panjang, pengorbanan, air mata, hingga gugurnya para pahlawan demi masa depan bangsa.

“Kemerdekaan lahir dari perjuangan, tumbuh dalam persatuan dan terus hidup dalam cita-cita besar bangsa,” ujar Iptu Budi Santoso.

Ia menilai, semangat perjuangan para pahlawan harus terus diwariskan kepada generasi saat ini. Salah satunya dengan mengisi kemerdekaan melalui sikap menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Di tengah dinamika kehidupan masyarakat, Iptu Budi mengajak seluruh elemen masyarakat di wilayah Cibuaya untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.

Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri. Peran tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, perangkat desa, serta seluruh warga sangat penting dalam menciptakan suasana yang aman dan damai.

“Mari kita jaga dan rawat Jawa Barat serta memastikan rasa aman hadir di tengah kehidupan masyarakat. Keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab kepolisian semata, melainkan tanggung jawab kita semua sebagai warga negara yang baik,” tegasnya.

Ia berharap momentum HUT RI ke-81 tidak sekadar dirayakan melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong.

Masyarakat juga diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah persatuan, serta bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan secara bijak dan mengedepankan komunikasi.

Iptu Budi Santoso menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Rasa aman dan nyaman yang dirasakan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kualitas kehidupan bermasyarakat.

Ia pun mengajak warga Cibuaya untuk menjadikan HUT RI ke-81 sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Mari kita jadikan semangat kemerdekaan sebagai energi untuk terus menjaga persatuan, kerukunan dan kedamaian. Bersama-sama kita ciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif,” pungkasnya.

Dengan semangat “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, peringatan HUT RI ke-81 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa menjaga kemerdekaan merupakan tanggung jawab seluruh anak bangsa.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka!

Rohman

Ketua Umum Laskar Merah Putih Serukan Semangat Kebangsaan di Aceh, Tegaskan Pentingnya Jaga NKRI

0

JAKARTA – Ketua Umum Laskar Merah Putih, H. M. Arsyad Cannu, menyerukan pentingnya menjaga persatuan, nasionalisme, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah dinamika yang berkembang di masyarakat.

Seruan tersebut disampaikan melalui sebuah poster yang beredar dan memuat sikap Markas Besar Laskar Merah Putih terkait informasi mengenai peristiwa di Aceh pada Sabtu, 15 Agustus 2026, yang disebut berkaitan dengan Bendera Merah Putih dan lambang negara Garuda Pancasila.

Dalam poster bertajuk “Markas Besar Laskar Merah Putih Mengutuk Keras!!!”, organisasi tersebut menyatakan sikap mengecam tindakan yang disebut berkaitan dengan penurunan Bendera Merah Putih serta tindakan terhadap lambang negara.

Laskar Merah Putih menilai Bendera Merah Putih dan Garuda Pancasila merupakan simbol penting yang melekat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Karena itu, setiap tindakan yang berkaitan dengan simbol negara dinilai perlu disikapi secara serius, namun tetap melalui mekanisme hukum serta kewenangan yang berlaku.

Di sisi lain, kritik terhadap pemerintah pusat disebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi. Aspirasi dan perbedaan pandangan tetap memiliki ruang dalam kehidupan berbangsa, sepanjang disampaikan secara damai dan konstitusional.

Dalam pesan tersebut, Laskar Merah Putih juga mengajak masyarakat Aceh untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi maupun situasi yang berpotensi memperuncing perbedaan.

Aceh memiliki sejarah serta karakter sosial-politik yang khas dalam perjalanan Indonesia. Karena itu, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan dengan mengedepankan dialog, persatuan, serta penghormatan terhadap hukum dan konstitusi.

Penyampaian aspirasi, kritik, maupun ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah, menurut pesan tersebut, sebaiknya dilakukan melalui jalur yang sah dan tidak berkembang menjadi konflik sosial.

Seruan yang disampaikan Ketua Umum Laskar Merah Putih tersebut juga menempatkan nasionalisme sebagai bagian penting dalam menjaga keutuhan bangsa.

Nasionalisme tidak semata-mata ditunjukkan dengan penghormatan terhadap simbol negara, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama, menjaga ketertiban, menghormati perbedaan, serta menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum.

Terlebih di tengah derasnya arus informasi media sosial, masyarakat diingatkan agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terhadap suatu peristiwa sebelum memperoleh informasi yang lengkap dan terverifikasi.

Informasi mengenai dugaan penurunan Bendera Merah Putih dan tindakan terhadap lambang negara sebagaimana tercantum dalam poster tersebut juga dinilai perlu mendapat klarifikasi lebih lanjut dari pihak yang berada di lokasi kejadian.

Keterangan resmi dari aparat maupun instansi berwenang menjadi penting untuk memastikan fakta yang sebenarnya terjadi.

Verifikasi terhadap saksi, dokumentasi, lokasi kejadian, serta keterangan pihak terkait diperlukan agar informasi yang berkembang tidak menimbulkan kesimpulan sepihak di tengah masyarakat.

Dengan demikian, publik dapat memperoleh informasi yang lebih utuh, berimbang, dan berdasarkan fakta lapangan.

Seruan menjaga persatuan tersebut menjadi semakin relevan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Momentum kemerdekaan diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat rasa persaudaraan, toleransi, nasionalisme, dan komitmen bersama menjaga keutuhan Indonesia.

Pada akhirnya, perbedaan aspirasi dan kritik merupakan bagian dari demokrasi. Namun, seluruh elemen masyarakat diharapkan tetap mengedepankan kedamaian, persatuan, dan konstitusi dalam menyampaikan setiap pandangan.

Semangat kemerdekaan harus menjadi energi untuk mempererat persaudaraan, bukan memperlebar perbedaan.

Abi FU

HUT RI ke-81 Makin Meriah, Pemdes Pajaten di Bawah Komando Bunda Heni Siapkan Karnaval hingga Doorprize Sepeda

0

KARAWANG — Suasana menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa semarak di Desa Pajaten, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

Pemerintah Desa Pajaten di bawah kepemimpinan Kepala Desa Hj. Nurheni, S.Pd., atau yang akrab disapa Bunda Heni, menyiapkan berbagai kegiatan untuk mengajak masyarakat merayakan kemerdekaan dengan penuh kebersamaan.

Mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Pemdes Pajaten telah menyiapkan sejumlah agenda hiburan rakyat, mulai dari karnaval, berbagai perlombaan, hingga panggung gembira.

Tak sekadar meriah, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul, bersilaturahmi sekaligus memperkuat semangat persatuan dan gotong royong.

Menariknya, panitia juga menyiapkan doorprize berupa sepeda unik bagi peserta maupun warga yang beruntung.

Kehadiran hadiah tersebut dipastikan menjadi salah satu pemantik antusiasme masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam kemeriahan HUT RI ke-81.

Namun, bagi Bunda Heni, semangat kemerdekaan tidak cukup hanya ditunjukkan melalui acara perlombaan dan hiburan.

Ia juga mengajak masyarakat Desa Pajaten untuk menghias lingkungan dan mengibarkan Sang Merah Putih secara serentak.

Warga diimbau memasang Bendera Merah Putih mulai 1 hingga 31 Agustus 2026, baik di depan rumah, kantor, tempat ibadah maupun tempat usaha.

Selain itu, masyarakat diajak memasang umbul-umbul dan dekorasi bernuansa kemerdekaan, mempercantik gapura serta gang, hingga menggelar gotong royong menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut Bunda Heni, wajah desa yang bersih, rapi dan penuh warna merah putih menjadi bagian dari cara masyarakat menunjukkan rasa syukur sekaligus kecintaan terhadap tanah air.

“Semoga semangat persatuan dan gotong royong semakin terjalin erat di Desa Pajaten. Mari kita wujudkan perayaan kemerdekaan yang meriah, berkesan, dan penuh rasa cinta tanah air,” ujar Hj. Nurheni, S.Pd.

Dengan berbagai kegiatan tersebut, Pemdes Pajaten berharap HUT RI ke-81 bukan hanya menjadi momentum untuk bersenang-senang, tetapi juga menjadi kesempatan memperkuat kebersamaan dan membangun semangat warga untuk terus memajukan desa.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merah Putih berkibar, Pajaten makin kompak!

Rohman

H. Ita Warsita Semarakkan HUT RI ke-81, Ajak Warga Cibuaya Jaga Persatuan dan Gotong Royong

0

KARAWANG — Semangat kemerdekaan terasa begitu kental di Desa Cibuaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Desa Cibuaya sekaligus Ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) Kecamatan Cibuaya, H. Ita Warsita, turut menggelorakan semangat nasionalisme dengan mengajak masyarakat dan jajaran kepala desa se-Kecamatan Cibuaya untuk menjadikan momentum 17 Agustus sebagai pesta kebersamaan.

Bukan sekadar seremoni, perayaan HUT RI ke-81 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Berbagai kegiatan kemeriahan kemerdekaan pun digelar di lingkungan desa. Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam berbagai aktivitas yang dikemas penuh kegembiraan dan kebersamaan.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua IKD Kecamatan Cibuaya, H. Ita Warsita juga mendorong para kepala desa untuk ikut menghadirkan suasana kemerdekaan yang semarak di wilayah masing-masing.

Menurutnya, semangat kemerdekaan harus terus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui kebersamaan dan kerja nyata membangun desa.

“Kemerdekaan adalah anugerah yang patut kita syukuri dan jaga bersama. Semoga semangat HUT RI ke-81 ini dapat menginspirasi kita semua untuk terus bersatu, bergotong royong, dan membangun wilayah Kecamatan Cibuaya menjadi semakin maju, aman, dan sejahtera,” ujar H. Ita Warsita.

Ia menambahkan, semangat perjuangan para pahlawan tidak boleh berhenti pada perayaan setiap bulan Agustus. Nilai-nilai perjuangan tersebut harus menjadi energi bagi masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan membangun daerah.

“Mari kita jadikan kemerdekaan sebagai semangat untuk terus bergerak, kompak dan saling mendukung demi kemajuan desa serta Kecamatan Cibuaya,” tambahnya.

Dengan semangat merah putih yang terus berkibar, H. Ita Warsita berharap momentum HUT RI ke-81 mampu memperkuat rasa cinta tanah air sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka!

Rohman

Semarak Kemerdekaan di Kertaraharja, H. Yahya Hidupkan Tradisi Lomba di Setiap Dusun

0

KARAWANG — Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kental di Desa Kertaraharja, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang.

Beragam kegiatan perlombaan digelar di setiap dusun untuk menyatukan warga sekaligus menghidupkan kembali semangat kemerdekaan.

Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Desa Kertaraharja di bawah kepemimpinan Kepala Desa H. Yahya tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan.

Tak hanya sekadar hiburan, rangkaian perlombaan juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kekompakan antarwarga.

Anak-anak, remaja hingga orang dewasa turut ambil bagian dalam suasana perayaan yang berlangsung meriah.

H. Yahya mengatakan, peringatan HUT RI bukan hanya tentang seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa syukur, nasionalisme, gotong royong dan persaudaraan di tengah masyarakat.

“Ini adalah wujud rasa syukur kita atas kemerdekaan yang telah diraih. Melalui perlombaan di setiap dusun ini, kita ingin mempererat tali persaudaraan dan menjaga semangat gotong royong serta kebersamaan warga Desa Kertaraharja,” ujar H. Yahya.

Menurutnya, semangat kemerdekaan harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kebersamaan masyarakat dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendorong kemajuan desa.

Dengan digelarnya berbagai perlombaan di setiap dusun, suasana HUT RI ke-81 di Kertaraharja pun semakin hidup.

Warga tidak hanya menikmati kemeriahan, tetapi juga ikut merasakan nilai persatuan dan kebersamaan yang menjadi bagian penting dari semangat kemerdekaan.

“Merdeka bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk terus diisi dengan kebersamaan, gotong royong dan pembangunan,” demikian semangat yang digaungkan dalam perayaan HUT RI ke-81 di Desa Kertaraharja.

Rohman

 

Bukan Sekadar Seremoni, HUT RI ke-81 Jadi Momentum Kalidungjaya Bergerak Maju

0

KARAWANG — Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di Desa Kalidungjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

Kepala Desa Kalidungjaya, Warsan Hermawan, mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat persatuan dan bersama-sama membangun desa.

Menurut Warsan, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan merupakan anugerah besar yang harus diisi dengan semangat positif dan aksi nyata.

Gotong royong, kerukunan serta kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan desa dinilai menjadi bagian penting dalam mengisi kemerdekaan.

“Kemerdekaan adalah anugerah yang harus kita syukuri. Namun, anugerah ini harus diisi dengan tindakan nyata. Mari kita gunakan momentum HUT RI ke-81 ini untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kerukunan, dan bekerja sama untuk kemajuan Desa Kalidungjaya,” ujar Warsan Hermawan.

Ia menegaskan, pembangunan desa bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa. Partisipasi masyarakat juga menjadi kekuatan utama agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi seluruh warga.

Semangat kemerdekaan, lanjut Warsan, harus diterjemahkan menjadi semangat membangun. Dengan kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat, berbagai tantangan yang dihadapi dapat diselesaikan secara gotong royong.

Untuk memeriahkan HUT RI ke-81, Pemerintah Desa Kalidungjaya juga menyiapkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, mulai dari lomba-lomba rakyat hingga pesta rakyat.

Beragam kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kekompakan dan menumbuhkan kembali semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

Warsan berharap semangat perjuangan para pahlawan dan para proklamator terus menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk memberikan kontribusi terbaik bagi daerah.

“Mari kita rayakan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan, tetapi juga dengan semangat untuk terus membangun. Bersama-sama kita wujudkan Desa Kalidungjaya yang lebih baik, adil dan makmur,” katanya.

Peringatan HUT RI ke-81 pun diharapkan menjadi titik penguat kebersamaan warga Kalidungjaya. Sebab, kemajuan desa tidak hanya lahir dari program pemerintah, tetapi juga dari kekompakan dan kepedulian seluruh masyarakat

Rohman

Rayakan HUT RI ke-81, Kades Sukasari Serukan Persatuan dan Semangat Membangun Desa

0

KARAWANG — Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di tengah masyarakat Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

Momentum kemerdekaan tahun ini dimanfaatkan Pemerintah Desa Sukasari untuk mengajak seluruh warga kembali menguatkan rasa nasionalisme, persatuan, dan semangat gotong royong.

Kepala Desa Sukasari, H. Nurdiansyah, menyampaikan bahwa peringatan HUT RI bukan sekadar rutinitas tahunan atau pesta kemerdekaan.

Lebih dari itu, kemerdekaan menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus membangun semangat baru dalam memajukan desa.

Menurutnya, 81 tahun Indonesia merdeka merupakan perjalanan panjang yang patut disyukuri.

Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

“Kemerdekaan adalah anugerah yang tak ternilai harganya. Seiring dengan peringatan HUT RI ke-81 ini, saya mengajak kita semua untuk semakin memperkuat rasa cinta kepada tanah air, meningkatkan kerukunan antarwarga, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa yang kita cintai ini,” ujar H. Nurdiansyah.

Pemerintah Desa Sukasari juga telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan peringatan HUT RI ke-81.

Berbagai kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang kebersamaan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Tidak hanya anak-anak dan generasi muda, masyarakat dari berbagai kelompok usia juga diajak ikut ambil bagian dalam kemeriahan perayaan kemerdekaan.

Bagi H. Nurdiansyah, antusiasme masyarakat dalam menyambut 17 Agustus menjadi salah satu bentuk nyata bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Indonesia masih terus hidup di tengah masyarakat.

Ia berharap semangat yang muncul dalam perayaan kemerdekaan tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan selesai.

Justru, energi kebersamaan tersebut harus terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga keamanan, kebersihan, kerukunan, serta mendukung pembangunan Desa Sukasari.

H. Nurdiansyah menegaskan, kemajuan desa tidak hanya bergantung pada pemerintah desa. Peran serta masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Desa Sukasari yang semakin maju, aman, nyaman, dan sejahtera.

Karena itu, semangat gotong royong dinilai harus terus dipertahankan sebagai kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Mari kita jadikan HUT RI ke-81 sebagai momentum untuk bangkit dengan semangat baru. Kita jaga persatuan, perkuat gotong royong, dan bersama-sama membangun Desa Sukasari agar semakin maju, adil, dan makmur,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh warga untuk terus mengenang jasa para pahlawan dengan cara mengisi kemerdekaan melalui hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, peringatan HUT RI ke-81 di Desa Sukasari diharapkan tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga meninggalkan pesan kuat tentang persatuan dan kepedulian terhadap kemajuan desa.

“Merdeka! Indonesia Raya! Desa Sukasari Maju!” tutup H. Nurdiansyah.

Rohman

Dari Kedungjaya untuk Indonesia, Warga Diajak Kompak Kibarkan Bendera Merah Putih

0

KARAWANG — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Kedungjaya menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk serentak mengibarkan Bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing.

Ajakan tersebut disampaikan langsung Kepala Desa Kedungjaya, Tarjan Sujana, S.Pd. Menurutnya, pemasangan bendera bukan sekadar memeriahkan momentum 17 Agustus, tetapi juga menjadi bentuk nyata rasa cinta tanah air sekaligus penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Pengibaran Bendera Merah Putih berlangsung sepanjang 1 hingga 31 Agustus 2026, dengan semangat besar “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Pemdes Kedungjaya berharap seluruh warga ikut ambil bagian. Mulai dari halaman rumah, teras, hingga lingkungan sekitar, diharapkan dihiasi Merah Putih sehingga suasana kemerdekaan benar-benar terasa di tengah masyarakat.

“Marilah kita kibarkan Bendera Merah Putih di depan rumah kita masing-masing. Tunjukkan bahwa kita bangsa yang berdaulat, menginginkan keadilan, dan berjuang menuju kemakmuran bersama,” ujar Tarjan Sujana.

Menurutnya, Merah Putih memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar simbol. Kibaran bendera menjadi gambaran keberanian, persatuan, perjuangan, serta kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dari rumah masing-masing, semangat kemerdekaan bisa dimulai. Dari Kedungjaya, Merah Putih berkibar, persatuan terus menyala.

Pemerintah Desa Kedungjaya juga berharap momentum HUT RI ke-81 dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, gotong royong, serta bersama-sama mendorong kemajuan desa dan bangsa.

Rohman

Karnaval HUT RI ke-81 di Karyamulya Pecah! Warga Tumpah Ruah Rayakan Kemerdekaan

0

KARAWANG – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kuat di Desa Karyamulya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang.

Pemerintah Desa Karyamulya menggelar karnaval dan berbagai kegiatan hiburan, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan dan berlangsung meriah. Antusiasme warga terlihat dari ramainya peserta yang mengikuti karnaval.

Berbagai kreativitas ditampilkan untuk memeriahkan momentum kemerdekaan sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

Selain karnaval, kemeriahan juga diisi dengan pentas seni, mulai dari penampilan tarian hingga bernyanyi. Warga pun tampak menikmati setiap rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia.

Pj. Kepala Desa Karyamulya, H. Mamat Rahmat, SE., menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan perayaan HUT RI ke-81.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Karyamulya yang telah ikut berpartisipasi dan memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Semoga kegiatan ini semakin mempererat kebersamaan dan kekompakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, anggota BPD Desa Karyamulya, Ucok, mengatakan antusiasme masyarakat dalam menyambut HUT RI tahun ini sangat tinggi.

Menurutnya, kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Acara HUT RI kali ini disambut meriah oleh berbagai lapisan masyarakat. Setiap tahun Desa Karyamulya selalu mengadakan kegiatan seperti ini sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan,” kata Ucok.

Untuk menambah semarak acara, panitia juga menyediakan berbagai hadiah dan doorprize bagi masyarakat.

Hadiah yang disiapkan mulai dari hadiah hiburan hingga hadiah utama berupa peralatan rumah tangga, termasuk lemari es.

Bagi masyarakat Karyamulya, perayaan HUT RI bukan hanya menjadi ajang hiburan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat silaturahmi, gotong royong, kekompakan dan rasa nasionalisme.

Semangat kemerdekaan pun terasa semakin hidup ketika masyarakat bersama-sama merayakan HUT RI dengan penuh kegembiraan.

M Jhon

Kenalkan Budaya di Tengah Zaman Modern, Wakil Tian Jadi Sosok Peduli di Bunder II Puspasari

0

KARAWANG — Sosok pemimpin di tingkat dusun tak melulu soal administrasi dan pelayanan warga. Di Desa Puspasari, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, ada sosok yang dikenal punya perhatian besar terhadap budaya lokal sekaligus kehidupan sosial masyarakat.

Dia adalah Wakil Tian, yang akrab disapa Uu, Kepala Dusun Bunder II, Desa Puspasari. Di mata warga, Uu dikenal sebagai sosok yang dekat, rendah hati, dan selalu berusaha hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Bukan hanya aktif dalam urusan kewilayahan, Uu juga dikenal memiliki kecintaan yang kuat terhadap seni dan budaya tradisional Karawang, salah satunya seni Jaipongan.

Baginya, budaya bukan sekadar tontonan atau hiburan semata. Lebih dari itu, budaya merupakan bagian dari identitas masyarakat yang harus terus dirawat agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Kecintaannya terhadap budaya Sunda juga menjadi salah satu bentuk kepedulian Uu terhadap warisan leluhur.

Nilai-nilai kearifan lokal, menurutnya, penting untuk terus dikenalkan kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya perubahan zaman.

Kepedulian Uu rupanya tak berhenti pada pelestarian budaya. Dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Dusun Bunder II, ia juga dikenal cukup teliti dan berhati-hati dalam menangani berbagai persoalan yang menyangkut wilayah maupun masyarakat.

Ia berupaya mendengarkan aspirasi warga dan ikut mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul di lingkungan dusun.

Sikap yang sederhana dan terbuka membuat komunikasi dengan masyarakat berjalan lebih dekat.

Bagi Uu, menjadi perangkat desa bukan sekadar menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga bagaimana bisa memberikan manfaat nyata bagi warga.

Kedekatan tersebut menjadi salah satu alasan dirinya mendapat kepercayaan dari masyarakat Dusun Bunder II.

Kecintaan terhadap budaya dan kepedulian sosial menjadi dua hal yang berjalan beriringan dalam sosok Wakil Tian.

Di satu sisi, ia ikut mendorong agar seni tradisional seperti Jaipongan dan budaya Sunda tetap hidup. Di sisi lain, ia berusaha menjaga hubungan sosial dan kepedulian antarwarga di lingkungan yang dipimpinnya.

Sosok seperti Uu menjadi gambaran bahwa kemajuan desa tidak harus membuat masyarakat melupakan akar budayanya.

Budaya tetap dijaga, masyarakat tetap dirangkul, dan nilai-nilai kebersamaan terus dirawat.

Semangat tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dan masyarakat luas untuk terus mencintai budaya daerah sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Rohman

 

Bukan Sekadar Meriah! Puspasari Tampil Gemilang dan Sabet Juara Umum HUT RI se-Kecamatan Pedes

0

KARAWANG — Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa begitu hidup di Desa Puspasari, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang.

Bukan cuma pasang bendera dan umbul-umbul, suasana kemerdekaan di desa ini dibuat makin gemerlap dengan berbagai lampu hias yang menghiasi area Kantor Desa Puspasari.

Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Puspasari, Hj. Sukaesih, antusiasme menyambut momentum 17 Agustus tahun ini benar-benar terasa.

Kantor desa disulap menjadi lebih semarak dengan cahaya lampu hias yang membuat suasana malam hari semakin menarik dan penuh nuansa kemerdekaan.

Tak berhenti pada dekorasi, semangat warga Puspasari juga dibuktikan lewat berbagai perlombaan menyambut HUT RI ke-81 tingkat desa se-Kecamatan Pedes.

Hasilnya? Desa Puspasari sukses keluar sebagai Juara Umum!

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Kekompakan warga, semangat mengikuti perlombaan, serta dukungan pemerintah desa menjadi modal penting hingga Puspasari mampu membawa pulang predikat juara umum.

Wakil Tian yang akrab disapa Uu, selaku Kepala Dusun Bunder II, mengungkapkan rasa syukur sekaligus bangganya atas pencapaian tersebut.

“Kepala Desa Puspasari sangat antusias sekali menyambut HUT RI yang ke-81 ini. Kantor Desa Puspasari pada malam hari terlihat sangat bagus dan indah, lampu hiasannya menyala terang dan suasana terasa begitu meriah sekali,” ujar Uu.

Ia juga menyampaikan kabar membanggakan terkait hasil perlombaan antar-desa yang digelar dalam rangka menyambut HUT RI ke-81.

“Dan Alhamdulillah Kang, dari perlombaan antar-desa se-Kecamatan Pedes tadi, Desa Puspasari yang menang dan meraih Juara Umum,” lanjutnya.

Bagi masyarakat Puspasari, kemenangan ini tentu bukan sekadar soal piala maupun hadiah. Lebih dari itu, Juara Umum menjadi gambaran nyata bahwa semangat gotong royong dan kekompakan warga masih sangat kuat.

HUT RI ke-81 pun menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga persatuan di tengah masyarakat.

Lampu-lampu hias boleh menjadi simbol kemeriahan, tetapi semangat kebersamaan warga Puspasari-lah yang menjadi cahaya utama dalam memeriahkan kemerdekaan.

Rohman

Merah Putih Wajib Berkibar! Kades Gebangjaya Ajak Warga Semarakkan Kemerdekaan

0

KARAWANG — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kepala Desa Gebangjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Nuryaman, mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menyemarakkan momentum 17 Agustus 2026.

Salah satu ajakan yang disampaikan adalah agar seluruh warga mengibarkan Bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus wujud kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Nuryaman mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda, hingga anak-anak, untuk bersama-sama menciptakan suasana kemerdekaan yang penuh semangat, kebersamaan dan gotong royong.

Menurutnya, semarak Merah Putih di setiap sudut Desa Gebangjaya bukan sekadar mempercantik lingkungan menjelang HUT RI.

Lebih dari itu, kibaran bendera menjadi simbol rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar oleh para pendahulu bangsa.

“Marilah kita kibarkan Bendera Merah Putih di depan rumah kita semua. Mari kita ramaikan peringatan kemerdekaan ini dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan persatuan,” ujar Nuryaman.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum HUT RI ke-81 sebagai kesempatan mempererat tali silaturahmi dan kekompakan antarwarga.

“Tunjukkan bahwa masyarakat Desa Gebangjaya adalah masyarakat yang mencintai tanah air dan saling bersatu,” tambahnya.

Nuryaman berharap semangat kemerdekaan tidak hanya terasa saat bulan Agustus, tetapi dapat terus dijaga dan ditanamkan kepada generasi muda.

Baginya, peringatan kemerdekaan bukan hanya tentang perlombaan dan kemeriahan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali jasa para pahlawan serta memperkuat persatuan masyarakat.

Dengan semangat “17 Agustus, Merah Putih Berkibar, Persatuan Makin Kuat”, Desa Gebangjaya diharapkan mampu menyambut HUT RI ke-81 dengan penuh antusias, kebersamaan, dan semangat gotong royong.

Rohman

Selamat kepada Kades Karyamakmur H. Hartasim, S.E. Atas Pencapaian Akademiknya

0

KARAWANG — Kabar membanggakan datang dari Desa Karyamakmur, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang. Kepala Desa Karyamakmur, H. Hartasim, S.E., yang akrab disapa Kades Ipung, baru saja menjalani pelantikan dan pengambilan sumpah wisuda.

Atas pencapaian tersebut, Redaksi Jagainnews.com bersama Wartawan Rohman menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada H. Hartasim, S.E.

Pencapaian ini dinilai bukan sekadar bertambahnya gelar, tetapi juga menjadi bekal keilmuan yang diharapkan semakin memperkuat kiprah Kades Ipung dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Selamat dan sukses atas pelantikan serta pengambilan sumpah wisudanya. Semoga ilmu yang diraih menjadi keberkahan, membawa manfaat, dan semakin memperkuat pengabdian kepada masyarakat,” demikian ucapan Redaksi Jagainnews.com dan Wartawan Rohman.

Redaksi Jagainnews.com juga berharap Kades Ipung senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, serta kekuatan untuk menjalankan amanah sebagai Kepala Desa Karyamakmur.

Dengan ilmu dan pengalaman yang dimiliki, Kades Ipung diharapkan terus melahirkan karya nyata, mendorong kemajuan desa, serta ikut meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Karyamakmur.

“Teruslah berkarya dan mengabdi untuk bangsa dan negara, khususnya bagi kemajuan masyarakat Desa Karyamakmur. Semoga setiap langkah yang ditempuh membawa kebaikan yang luas bagi warga,” ungkap Redaksi Jagainnews.com.

Selamat atas pencapaiannya, Kades Ipung. Semoga ilmu yang diraih menjadi keberkahan, membawa manfaat, dan menjadi energi baru untuk terus mengabdi bagi Desa Karyamakmur.

Redaksi JAGAINNews

Wartawan: Rohman

Siswa SMAN 1 Karawang Lolos Paskibraka 2026, Satu Tembus Jawa Barat

0

KARAWANG — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMAN 1 Karawang. Enam siswa sekolah tersebut berhasil lolos seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026 dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Capaian ini bukan sekadar soal lolos seleksi. Enam siswa tersebut berhasil menunjukkan kualitas disiplin, mental, karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab yang menjadi modal penting seorang anggota Paskibraka.

Dari enam siswa yang lolos, lima di antaranya akan bertugas sebagai Paskibraka tingkat Kabupaten Karawang.

Mereka adalah Bhima Satya Wijaya (XI.1), Cantika Setya Fitri Assayiha (XI.1), Rafa Putra Radinki (XI.1), Manuela Palobo Purba (XI.3), dan Kayla Anaya Lim Darmawan (XI.8).

Sementara satu siswa lainnya, Queensha Kayyasah Fakhira (XI.8), berhasil menembus seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Barat dan akan mewakili Kabupaten Karawang dalam pelaksanaan tugas pengibaran bendera di tingkat provinsi.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa siswa SMAN 1 Karawang mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga ke level yang lebih tinggi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 1 Karawang, Budiman, S.Pd, menegaskan bahwa keberhasilan enam siswa tersebut menjadi kebanggaan besar bagi keluarga besar sekolah.

“Alhamdulillah, sebanyak enam siswa terbaik SMAN 1 Karawang berhasil menjadi Paskibraka. Lima orang di tingkat Kabupaten Karawang dan satu orang di tingkat Provinsi Jawa Barat,” ujar Budiman, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak datang begitu saja. Ada proses seleksi, latihan, kedisiplinan, serta kesiapan mental yang harus dilalui para siswa hingga akhirnya dipercaya mengemban tugas negara pada momentum peringatan kemerdekaan.

Budiman berharap para siswa tidak hanya bangga karena berhasil lolos, tetapi juga mampu membuktikan bahwa kepercayaan tersebut memang layak diberikan.

“Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah. Kami berharap mereka dapat menjalankan tugas dengan baik dan membawa nama baik SMAN 1 Karawang serta Kabupaten Karawang,” tegasnya.

Ia juga meminta para siswa yang terpilih menjaga sikap, kedisiplinan, kekompakan, serta nama baik sekolah selama menjalankan tugas.

Bagi SMAN 1 Karawang, prestasi enam siswa tersebut menjadi suntikan semangat untuk terus memperkuat pembinaan karakter dan kepemimpinan di lingkungan sekolah.

Pesannya jelas: prestasi bukan hanya untuk dibanggakan, tetapi harus dibuktikan melalui tanggung jawab.

Enam siswa SMAN 1 Karawang kini membawa amanah untuk berdiri tegak di bawah Merah Putih. Lima di tingkat Kabupaten Karawang dan satu di tingkat Jawa Barat.

Mereka bukan sekadar memakai seragam Paskibraka. Mereka membawa nama sekolah, daerah, dan semangat generasi muda Indonesia. **

Aan Karyanto Apresiasi Dahlia Febriyani: Bukti Anak Tirtajaya Bisa Berprestasi

0

KARAWANG — Nama Dahlia Febriyani, siswi SMAN 1 Batujaya asal Desa Sabajaya, sukses terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Kabupaten Karawang untuk upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 mendatang.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi dan kebanggaan dari berbagai pihak, salah satunya Aan Karyanto, tokoh pemuda sekaligus Ketua Forum Warga Tirtajaya (FWT).

Dahlia Febriyani Harumkan Nama Sabajaya
Dahlia Febriyani Harumkan Nama Sabajaya,

Menurut Aan, terpilihnya Dahlia menjadi Paskibra tingkat kabupaten bukan hanya kebanggaan bagi keluarga dan sekolah, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Tirtajaya.

“Saya sangat bangga ada salah satu putri terbaik di Tirtajaya bisa terpilih mengibarkan Bendera Pusaka di tingkat Kabupaten Karawang. Semoga ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi penerus, para muda-mudi di Tirtajaya,” ujar Aan Karyanto.

Aan menilai, kisah Dahlia menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang bagi seorang anak untuk berprestasi dan mengukir kebanggaan.

“Ternyata putri dari keluarga sederhana pun bisa membanggakan dan mengharumkan nama keluarga,” katanya.

Dahlia merupakan putri pasangan Esan dan Nasih yang tinggal di Dusun Trijaya RT 003/RW 001, Desa Sabajaya, Kecamatan Tirtajaya. Ayahnya, Esan, sehari-hari bekerja sebagai buruh tani.

Di balik keberhasilan tersebut, ada perjuangan, disiplin, kerja keras, serta doa dan dukungan kedua orang tua yang terus mengiringi langkah Dahlia hingga akhirnya mampu lolos sebagai anggota Paskibra tingkat Kabupaten Karawang.

Esan dan Nasih pun mengaku tak mampu menyembunyikan rasa haru sekaligus bangga atas pencapaian putrinya.

Keduanya berharap pengalaman Dahlia sebagai Paskibra menjadi langkah awal untuk meraih prestasi-prestasi lainnya di masa depan.

“Semoga ini menjadi awal kebaikan dan kesuksesan untuk Dahlia,” sambungnya.

Prestasi Dahlia pun sontak menjadi cerita membanggakan bagi Desa Sabajaya.

Bukan cuma soal berdiri tegap di barisan Paskibra, tetapi juga tentang bagaimana seorang anak dari keluarga sederhana mampu membawa nama keluarga, sekolah, dan daerahnya ke tingkat Kabupaten Karawang.

Bagi warga Tirtajaya, keberhasilan Dahlia menjadi pesan sederhana namun kuat: mimpi besar bisa diraih siapa saja selama ada kemauan, kerja keras, dukungan keluarga, dan kesempatan untuk berkembang.

Kini, Dahlia tinggal mempersiapkan diri menjalankan tugas bersejarah pada momentum HUT ke-81 RI.

Semoga langkahnya menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya di Tirtajaya untuk berani bermimpi, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah.

Dari Sabajaya untuk Karawang. Dari keluarga sederhana, lahir prestasi yang membanggakan.

Rohman

Bangga! Siswi SMAN 1 Batujaya Dahlia Febriyani Terpilih Jadi Paskibra Karawang

0

KARAWANG — Kebanggaan besar menyelimuti keluarga dan masyarakat Desa Sabajaya, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang.

Dahlia Febriyani, siswi SMAN 1 Batujaya, berhasil terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tingkat Kabupaten Karawang pada 17 Agustus mendatang.

Putri pasangan Bapak Esan, seorang buruh tani, dan Ibu Nasih ini beralamat di Dusun Trijaya RT 003 RW 001, Desa Sabajaya.

Dahlia Febriyani Terpilih Jadi Paskibra Kabupaten Karawang
Dahlia Febriyani Terpilih Jadi Paskibra Kabupaten Karawang

Keberhasilan Dahlia terpilih menjadi pengibar bendera bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan buah dari kerja keras, tekad kuat, serta dukungan dan doa restu yang tak henti-hentinya diberikan oleh kedua orang tuanya.

Bapak Esan dan Ibu Nasih menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas pencapaian putrinya.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Karawang dan seluruh jajaran, serta kepada pihak sekolah SMAN 1 Batujaya yang telah membimbing dan memberikan kesempatan kepada putri kami,” ujar Bapak Esan didampingi Ibu Nasih dengan penuh haru dan kebanggaan.

Hal senada disampaikan oleh Aan Karyanto, tokoh pemuda sekaligus Ketua FWT (Forum Warga Tirtajaya). Ia merasa bangga salah satu putri terbaik dari Tirtajaya terpilih mengibarkan Bendera Pusaka di tingkat Kabupaten Karawang.

“Semoga hal ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi penerus, para muda-mudi di Tirtajaya. Ternyata putri dari keluarga sederhana pun bisa membanggakan dan mengharumkan nama keluarga,” ujar Aan Karyanto.

Prestasi ini tidak hanya membanggakan kedua orang tuanya, tetapi juga mengharumkan nama SMAN 1 Batujaya serta menjadi kebanggaan seluruh warga Desa Sabajaya.

Ini membuktikan bahwa dengan kemauan keras, dukungan keluarga, dan bimbingan sekolah, anak-anak dari keluarga sederhana pun mampu meraih kesuksesan dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Semoga Dahlia Febriyani senantiasa menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, bermanfaat bagi masyarakat, dan terus berprestasi mengharumkan nama sekolah serta almamater tercinta. Semangat dan teruslah berkarya!

Rohman

SuperZet Cup Meriahkan HUT ke-81 RI, H. Rinton Apresiasi Dukungan Para Sponso

0

BEKASI – Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu meriah di Lapangan Sepak Bola SSB DMC, Kampung Pangasinan, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

Turnamen sepak bola SuperZet Cup yang digagas Direktur Utama PT DMC Duta Mega Cemerlang sekaligus pimpinan produk SuperZet, H. Rinton Bramantio Suhanta, menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Di balik meriahnya kompetisi tersebut, H. Rinton menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, terutama jajaran perusahaan yang menjadi sponsor kegiatan.

Menurutnya, dukungan para sponsor menjadi bagian penting dalam menghadirkan sebuah kompetisi sepak bola yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan ruang positif bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan bakatnya.

“Kami atas nama manajemen PT DMC Duta Mega Cemerlang dan produk SuperZet mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pimpinan serta jajaran perusahaan yang telah memberikan dukungan,” ujar H. Rinton.

Ia menyebut, dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan sinergi antara dunia usaha dengan masyarakat dalam mendorong perkembangan olahraga, khususnya sepak bola di tingkat akar rumput.

Adapun sejumlah perusahaan yang turut mendukung gelaran SuperZet Cup di antaranya PT Wika Inti Nusa Niaga Tama, PT Graha Obor, PT Lachacem, PT Wangi Essenza Estetika, PT Cahaya Surya Abadi, dan PT Sumber Botol Kemasan.

“Dukungan dan kepedulian dari rekan-rekan sekalian adalah energi utama sehingga turnamen ini dapat terlaksana dengan meriah dan sukses,” katanya.

Lebih dari sekadar pertandingan sepak bola, SuperZet Cup diharapkan menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda, khususnya para pemain sepak bola usia dini dan remaja di Desa Hegarmanah serta wilayah sekitarnya.

Keberadaan Lapangan Bola SSB DMC di Kampung Pangasinan juga diharapkan dapat menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk berlatih, mengembangkan kemampuan, sekaligus membangun karakter melalui olahraga.

Semangat kompetisi, sportivitas dan kebersamaan menjadi nilai yang ingin terus ditanamkan melalui berbagai kegiatan olahraga tersebut.

Bagi masyarakat, kehadiran fasilitas olahraga dan kompetisi seperti SuperZet Cup menjadi angin segar. Selain menghidupkan suasana menyambut HUT ke-81 RI, kegiatan tersebut juga membuka ruang interaksi dan mempererat silaturahmi antarwarga.

H. Rinton Bramantio Suhanta juga dikenal sebagai sosok yang aktif menghadirkan berbagai gagasan di tengah masyarakat. Aktivitasnya tidak hanya berkaitan dengan dunia usaha, tetapi juga menyentuh sektor sosial dan pembinaan generasi muda.

Melalui pembangunan fasilitas olahraga serta penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan, ia berharap semakin banyak anak muda yang memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan di bidang sepak bola.

Harapannya, dari lapangan-lapangan sepak bola di tingkat desa akan lahir pemain-pemain berbakat yang suatu saat mampu membawa nama Kabupaten Bekasi ke level yang lebih tinggi, bahkan hingga kancah nasional dan internasional.

“Kita ingin anak-anak muda memiliki wadah. Jangan sampai bakat mereka berhenti karena tidak ada fasilitas dan kesempatan untuk berkembang,” demikian semangat yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.

SuperZet Cup pun bukan hanya menjadi perayaan olahraga menyambut kemerdekaan, tetapi juga menjadi gambaran bagaimana kolaborasi dunia usaha, masyarakat dan pembinaan generasi muda dapat berjalan beriringan.

Abie FU

Sambut HUT RI ke-81, PT Duta Mega Cemerlang Gelar Turnamen Sepak Bola U-9 dan U-12 di Cikarang Timur

0

BEKASI — Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di Lapangan SSB DMC SuperZet, Kampung Pengasinan, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/8/2026).

PT Duta Mega Cemerlang (DMC) menggelar turnamen sepak bola anak kategori U-9 dan U-12 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT Kemerdekaan RI.

Ajang tersebut sekaligus menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, serta menanamkan nilai sportivitas sejak dini.

PT DMC Buka Ajang Sepak Bola Anak di Cikarang Timur
PT DMC Buka Ajang Sepak Bola Anak di Cikarang Timur

Turnamen diikuti 9 tim yang bertanding dengan format sepak bola usia dini, yakni masing-masing tim menurunkan enam pemain di lapangan.

Menariknya, sebelum pertandingan pembuka dimulai, seluruh pemain, official, panitia, dan penonton terlebih dahulu mengikuti prosesi penghormatan kepada bangsa dan para pahlawan.

Dengan penuh khidmat, seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan Indonesia.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah mitra dan rekanan bisnis Bos SuperZet sekaligus Direktur Utama PT Duta Mega Cemerlang, H. Rinton Bramantio Suhanta.

Sejumlah perusahaan turut menjadi sponsor dalam penyelenggaraan turnamen, di antaranya PT Wika Inti Nusa Niaga Tama, PT Graha Obor, PT Lachacem, PT Wangi Essenza Estetika, dan PT Cahaya Surya Abadi.

Ketua Panitia Penyelenggara yang juga Manager PT Duta Mega Cemerlang, Haris Budi Utama, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut mendukung kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi dan dukungan dari berbagai perusahaan yang telah mensponsori terselenggaranya turnamen persepakbolaan anak di wilayah Desa Hegarmanah, Cikarang Timur ini. Semoga sinergi ini terus terjalin demi kemajuan generasi muda,” ujar Haris.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menghadirkan kegiatan positif bagi anak-anak di lingkungan sekitar.

Sementara itu, Direktur Utama PT Duta Mega Cemerlang sekaligus pemilik Lapangan SSB DMC, H. Rinton Bramantio Suhanta, mengatakan turnamen tersebut bukan sekadar agenda olahraga untuk memeriahkan HUT RI.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan membangun karakter melalui olahraga.

“Melalui ajang ini, kami ingin memberikan ruang dan support penuh kepada anak-anak yang memiliki bakat besar dalam bermain bola agar kelak menjadi atlet yang profesional dan berkarakter,” ungkap Rinton.

Ia menambahkan, semangat perjuangan para pahlawan dapat ditanamkan kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan positif, termasuk olahraga.

“Semangat juang para pahlawan harus kita teladani, salah satunya melalui sportivitas di lapangan hijau,” tegasnya.

Turnamen sepak bola U-9 dan U-12 ini pun diharapkan dapat menjadi momentum untuk menemukan sekaligus mengembangkan bibit-bibit pesepak bola muda di Kabupaten Bekasi.

Tak hanya mengejar kemenangan, anak-anak juga diajak belajar mengenai disiplin, kerja sama tim, keberanian, sportivitas, dan semangat pantang menyerah.

Dengan semangat kemerdekaan, lapangan hijau pun menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar bahwa perjuangan tidak selalu dilakukan dengan senjata, tetapi juga bisa diwujudkan melalui prestasi dan karya positif.

Abie FU

70 Persen Perceraian di Karawang Diajukan Istri, Ekonomi dan Judi Online Jadi Pemicu

0

KARAWANG — Fenomena perceraian di Kabupaten Karawang masih menjadi perhatian serius. Menariknya, perkara gugat cerai yang diajukan pihak istri jauh lebih mendominasi dibandingkan perkara cerai talak yang diajukan suami.

Humas Pengadilan Agama Karawang, Saleh Umar, mengungkapkan sekitar 70 persen perkara perceraian merupakan gugatan dari pihak istri, sementara sisanya merupakan perkara cerai talak dari pihak suami.

“Perkara gugat cerai yang diajukan pihak istri mencapai 70 persen. Sisanya adalah perkara talak cerai dari pihak suami,” kata Saleh Umar, Jumat (14/8/2026).

Menurut Saleh, faktor ekonomi menjadi salah satu pemicu utama terjadinya perceraian. Kondisi tersebut kemudian diperparah dengan minimnya tanggung jawab suami dalam memenuhi kebutuhan nafkah keluarga.

Ia menyebut, tidak sedikit keluarga yang akhirnya menggantungkan kebutuhan rumah tangga kepada penghasilan istri. Bahkan, ada perempuan yang memilih bekerja hingga ke luar negeri demi memenuhi kebutuhan keluarga.

“Saat ini, banyak kaum pria yang mengandalkan penghasilan istri untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Akhirnya, banyak istri harus bekerja hingga ke luar negeri demi keluarga,” ujarnya.

Selain persoalan ekonomi, judi online juga disebut menjadi salah satu faktor yang turut memperparah keretakan rumah tangga.

Menurut Saleh, keterlibatan suami dalam judi online dapat membuat kondisi ekonomi keluarga semakin kacau. Ketika penghasilan habis untuk aktivitas perjudian, sementara kewajiban mencari nafkah terabaikan, konflik dalam rumah tangga pun semakin mudah terjadi.

“Banyak suami yang terlibat judi online, sehingga dia malas bekerja dan ekonomi keluarga menjadi berantakan. Hal itu menyebabkan sang istri tidak kuat dengan perilaku suaminya, sehingga mengajukan gugat cerai,” katanya.

Saleh menilai persoalan judi online perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak. Jika tidak ditangani, dampaknya bukan hanya menyasar kondisi ekonomi seseorang, tetapi juga dapat merembet hingga ke ketahanan keluarga.

Selain faktor ekonomi dan judi online, perceraian di Karawang juga dipicu oleh hadirnya orang ketiga dalam rumah tangga.

Perselingkuhan, baik yang dilakukan suami maupun istri, menjadi salah satu alasan pasangan akhirnya memilih mengakhiri pernikahan.

Saleh menilai persoalan tersebut dalam sejumlah kasus juga memiliki keterkaitan dengan kondisi ekonomi rumah tangga yang sedang tidak stabil.

“Biasanya, pihak ketiga masuk ketika kondisi ekonomi pasangan itu sedang carut-marut,” ungkapnya.

Sementara itu, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) disebut relatif lebih kecil dibandingkan sejumlah faktor lainnya yang menjadi penyebab perceraian.

Dari sisi usia, mayoritas masyarakat yang mengajukan perkara perceraian berada dalam kelompok usia produktif, yakni sekitar 25 hingga 40 tahun.

Pengadilan Agama Karawang juga mencatat jumlah perkara perceraian dalam tiga tahun terakhir cenderung relatif stabil. Dalam satu tahun, jumlah perkara yang ditangani berada di kisaran 5.000 perkara.

Angka tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan rumah tangga di Karawang bukan sekadar urusan pribadi pasangan, tetapi juga berkaitan dengan persoalan ekonomi, tanggung jawab keluarga, hingga dampak perkembangan judi online.

Ketika nafkah tersendat, judi online ikut menggerus penghasilan, dan kepercayaan mulai runtuh, rumah tangga pun berada di titik paling rentan. **

Bupati Aep Gerak Cepat Atasi Kekeringan, 20 Beko Disiapkan Bersihkan Irigasi

0

KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang bergerak cepat menangani berkurangnya debit air irigasi yang berdampak terhadap lahan pertanian. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kekeringan meluas sekaligus menjaga produksi pangan nasional.

Menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian RI terkait mitigasi risiko kekeringan di sentra produksi padi nasional, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian menggelar rapat koordinasi penanganan kekeringan di Kabupaten Karawang, Sabtu (15/8/2026).

Rapat di Lt. 3 Gedung Singaperbangsa tersebut melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, Perum Jasa Tirta (PJT) II, serta Pemkab Karawang. Pembahasan difokuskan pada penguatan infrastruktur irigasi, percepatan pembersihan saluran air, dan antisipasi kekeringan.

Rapat koordinasi darurat itu digelar setelah adanya laporan petani mengenai penurunan debit air irigasi yang berdampak terhadap sekitar 1.000 hektare sawah di Kecamatan Pakisjaya. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu pertumbuhan tanaman dan meningkatkan risiko gagal panen apabila tidak segera ditangani.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E menegaskan Pemkab Karawang berkomitmen mempertahankan lahan sawah teknis yang luasnya hampir 87.000 hektare dari ancaman alih fungsi menjadi kawasan permukiman maupun industri.

Menurutnya, lahan pertanian tersebut merupakan kekuatan utama Karawang dalam menjaga ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Karawang sendiri menargetkan produksi beras tetap berada pada level optimal, dengan produksi sekitar 1,45 juta ton gabah kering panen setiap tahun.

“Kami berkomitmen penuh menjaga lahan pertanian agar tidak tergerus perkotaan maupun industri. Petani kami sangat siap mendukung peningkatan Indeks Pertanaman (IP), namun dukungan infrastruktur air, kebersihan saluran irigasi, dan perbaikan sarana teknis dari Pemerintah Pusat sangat dibutuhkan,” tegas Bupati Aep.

Dalam rapat tersebut, Kementerian Pertanian menyambut baik langkah kolaboratif Pemkab Karawang dan menyatakan kesiapan memberikan dukungan peralatan untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Sebanyak 20 unit alat berat atau beko disiapkan untuk diturunkan di wilayah Karawang di bawah koordinasi Bupati Aep. Alat tersebut akan digunakan untuk mempercepat pengerukan, normalisasi, dan pembersihan saluran air yang mengalami pendangkalan atau tersumbat.

Sekretaris Daerah Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P menyampaikan Pemkab Karawang akan memperkuat koordinasi hingga tingkat kecamatan dan desa. Camat dan kepala desa akan didorong untuk mengambil peran dalam pengelolaan sampah wilayah agar tidak kembali menyumbat jaringan irigasi.

Pemkab Karawang juga akan memperkuat kolaborasi dengan BBWS dan PJT II dalam pemeliharaan jaringan irigasi primer, sekunder hingga tersier untuk memastikan distribusi air pertanian berjalan optimal.

Bupati Aep menekankan penanganan kekeringan tidak cukup dilakukan secara reaktif. Pemeliharaan saluran irigasi, pengendalian sampah, normalisasi jaringan air, serta koordinasi antarinstansi harus dilakukan berkelanjutan.

“Ini bukan hanya persoalan air hari ini, tetapi bagaimana kita memastikan petani tetap bisa menanam, panen tidak terganggu, dan Karawang terus menjadi salah satu penyangga pangan nasional,” kata Bupati Aep.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Karawang berharap kekeringan di wilayah terdampak segera dikendalikan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempertahankan produktivitas pertanian dan mengamankan swasembada pangan nasional.

(Emed Tarmedi)

Nyaris Diamuk Massa, Terduga Pencuri 140 Bebek Dievakuasi Polisi dari Kepungan Warga

0

KARAWANG — Suasana malam di Desa Gebangjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, mendadak memanas pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Seorang pria yang diduga terlibat dalam pencurian 140 ekor bebek menjadi sasaran amarah ratusan warga. Beruntung, aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan terduga pelaku sebelum situasi berkembang menjadi aksi main hakim sendiri.

Peristiwa bermula ketika pemilik ternak mengetahui sebanyak 140 ekor bebek miliknya hilang. Bersama seorang pekerja, pemilik kemudian melakukan pencarian dan menelusuri jejak keberadaan ternaknya.

Dalam pencarian tersebut, mereka menemukan seorang pria yang gerak-geriknya mencurigakan. Pria tersebut diduga sedang membawa karung berisi bebek yang ciri-cirinya disebut sesuai dengan ternak milik korban.

Terduga pelaku kemudian diamankan dan dibawa ke Kantor Desa Gebangjaya.

Namun, kabar penangkapan itu dengan cepat menyebar di tengah masyarakat. Warga berdatangan hingga jumlahnya disebut mencapai ratusan orang.

Situasi pun semakin tegang. Massa yang emosi terus merangsek ke halaman kantor desa. Dua personel Polsek Cibuaya yang berada di lokasi sempat kewalahan mengendalikan situasi.

Kondisi tersebut membuat kepolisian meminta bantuan tambahan. Personel dari Polsek Rengasdengklok bersama pasukan Dalmas Polresta Karawang kemudian diterjunkan ke lokasi.

Dengan tambahan personel, polisi langsung melakukan pengamanan dan mengevakuasi terduga pelaku dari kepungan massa.

Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri yang dapat memperkeruh persoalan.

Tomi, Humas Polsek Cibuaya yang sedang melaksanakan piket, mengatakan terduga pelaku langsung dibawa ke Polresta Karawang pada malam kejadian.

“Karena suasana semalam tidak memungkinkan dan ratusan massa hampir tidak terkendali, pelaku langsung diamankan dan dibawa ke Polresta Karawang untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Tomi kepada awak media di Kantor Polsek Cibuaya.

Setelah berhasil dievakuasi, terduga pelaku selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menjalani proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Kasus dugaan pencurian tersebut kini ditangani aparat kepolisian. Status serta keterlibatan terduga pelaku masih harus dibuktikan melalui proses hukum.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri terhadap seseorang yang diduga melakukan tindak pidana.

Masyarakat diminta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum, sehingga situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga serta tidak muncul korban baru akibat aksi massa.

Rohman

Maulid Nabi 1448 H di Labansari Meriah, Ratusan Jamaah Padati Masjid Jami Nurul Huda

0

BEKASI – Suasana penuh khidmat sekaligus hangat menyelimuti Masjid Jami Nurul Huda, Kampung Rengas Sepuluh RT 002/006, Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/8/2026).

Ratusan jamaah memadati masjid untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah. Jamaah yang hadir didominasi kaum ibu, tidak hanya dari Desa Labansari, tetapi juga dari sejumlah wilayah di luar desa.

Kegiatan tersebut semakin semarak dengan kehadiran Kepala Desa Labansari H. Amak Gozali, Sekretaris Desa Labansari Deni Yogaswara, para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus Karang Taruna hingga aparatur Pemerintah Desa Labansari.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat itu menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan warga dalam memeriahkan momentum keagamaan sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Selain sambutan dari panitia dan tokoh masyarakat, jamaah juga disuguhi penampilan seni Hadroh yang dibawakan kelompok ibu-ibu pengajian Desa Labansari.

Penampilan tersebut mendapat perhatian jamaah. Selain menjadi bagian dari rangkaian acara, pertunjukan hadroh juga menunjukkan antusiasme kaum perempuan dalam menjaga tradisi seni Islam sekaligus mengekspresikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Kepala Desa Labansari, H. Amak Gozali, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, Maulid Nabi jangan hanya dipandang sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarwarga.

“Maulid Nabi bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kebersamaan dan gotong royong, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” ujar H. Amak Gozali.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam peringatan Maulid Nabi tersebut dapat terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga kebersamaan ini terus kita jaga sehingga Desa Labansari dapat menjadi masyarakat yang religius, harmonis dan bermartabat,” katanya.

Memasuki puncak acara, jamaah mendapatkan tausyiah dari penceramah kondang asal Purwasari, Cikampek, Kabupaten Karawang, KH. Saepul Hayati, S.Pd.I.

Dalam tausyiahnya, KH Saepul Hayati mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadikan kehidupan Rasulullah sebagai teladan.

Akhlak Rasulullah, kata dia, relevan untuk diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari hubungan dalam keluarga, bermasyarakat hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pesan tersebut menjadi salah satu inti dari peringatan Maulid Nabi, yakni bagaimana kecintaan kepada Rasulullah diwujudkan melalui perilaku dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa syukur sekaligus memperkuat kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.

Dalam momentum Maulid, kecintaan kepada Rasulullah dapat diwujudkan melalui berbagai amal kebaikan, seperti membaca Al-Qur’an, bershalawat, mempelajari sirah nabawiyah, bersedekah dan mengamalkan akhlak mulia yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Semangat mencintai Rasulullah juga ditegaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim mengenai pentingnya menempatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari kesempurnaan iman.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jami Nurul Huda diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari.

Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan mampu memperkuat ukhuwah islamiyah, kepedulian sosial dan semangat kebersamaan masyarakat Desa Labansari serta mendorong warga untuk terus meneladani sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Abie FU

Bupati Aep Hadiri Apel Jaga Rawat Jawa Barat, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

0

KARAWANG – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh bersama Wakil Bupati, unsur Forkopimda dan berbagai elemen masyarakat menghadiri Apel Kebangsaan “Jaga Rawat Jawa Barat untuk Indonesia” di Mapolresta Karawang, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Polda Jawa Barat itu menjadi momentum memperkuat sinergi dan soliditas seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Bupati Aep mengatakan, menjaga keamanan dan kondusivitas bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah, TNI-Polri dan masyarakat menjadi kekuatan penting menciptakan suasana yang aman, tertib dan nyaman.

“Menjaga keamanan dan kondusivitas Jawa Barat bukan hanya tugas aparat, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Bupati Aep.

Ia menilai semangat kebersamaan dalam apel tersebut perlu terus dirawat untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman.

Apel diikuti berbagai unsur masyarakat dan mitra keamanan, mulai dari Bhabinkamtibmas, kepala desa, Satpol PP, Senkom, mahasiswa, kepemudaan, Karang Taruna, ojol hingga Saka Bhayangkara.

Kehadiran berbagai elemen itu menunjukkan bahwa menjaga keamanan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Bupati Aep mengapresiasi keterlibatan pelajar, Pramuka, ojek pangkalan dan ojol, satuan pengamanan, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, serta TNI-Polri.

Menurutnya, setiap elemen memiliki peran dalam menjaga lingkungan sekaligus membangun komunikasi dan kepedulian sosial.

Bupati Aep berharap semangat gotong royong dalam Apel Kebangsaan “Jaga Rawat Jawa Barat untuk Indonesia” terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dari Karawang, mari kita terus jaga, rawat Jawa Barat. Jaga keamanannya, rawat kebersamaannya,” kata Bupati Aep.

Ia menegaskan, Jawa Barat yang aman, damai dan kondusif merupakan modal penting untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Bupati Aep mengajak masyarakat Karawang memperkuat persatuan, menjaga toleransi dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif demi Jawa Barat yang semakin maju dan Indonesia yang semakin kuat.

(Emed Tarmedi)

Bupati Aep Kukuhkan 50 Paskibraka Karawang 2026, Tekankan Tanggung Jawab dan Jaga Nama Baik  

0

KARAWANG – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E secara resmi mengukuhkan 50 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Karawang Tahun 2026 di Plaza Pemda Karawang, Jumat (14/8/2026) malam.

Sebanyak 50 anggota Paskibraka tersebut terpilih setelah melalui rangkaian seleksi yang diikuti 507 pendaftar. Mereka yang dinyatakan lolos terdiri dari 25 putra dan 25 putri yang memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan.

Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting karena para anggota Paskibraka akan mengemban tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Bupati Aep menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah berhasil melewati proses seleksi hingga dipercaya mengemban tugas penting dalam upacara kemerdekaan di tingkat Kabupaten Karawang.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, tentunya mengucapkan selamat kepada seluruh Paskibraka yang telah dikukuhkan pada malam hari ini,” ujar Bupati Aep.

Menurut Bupati Aep, terpilih sebagai anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Ia meminta seluruh anggota menjalankan amanah dengan penuh disiplin, tanggung jawab dan rasa bangga sebagai generasi muda Karawang.

Bupati Aep juga memberikan apresiasi kepada dua putra-putri terbaik Karawang yang dipercaya menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera di tingkat Provinsi Jawa Barat. Keduanya terdiri dari satu putra dan satu putri yang menjadi wakil Kabupaten Karawang.

Menurutnya, keikutsertaan dua perwakilan tersebut di tingkat provinsi menjadi kebanggaan tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Karawang.

Bupati Aep berpesan agar seluruh anggota Paskibraka mampu menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, sekolah atau almamater, serta Kabupaten Karawang selama menjalankan tugas maupun setelah menyelesaikan tugas sebagai Paskibraka.

“Tolong jaga almamater, jaga nama baik, jaga nama keluarga, daerah dan tentunya jadikanlah kebanggaan. Malam hari ini adalah kebanggaan adik-adik semua dan kebanggaan orang tua serta kebanggaan masyarakat Kabupaten Karawang,” pesannya.

Ia berharap pengalaman menjadi Paskibraka dapat membentuk karakter generasi muda yang disiplin, memiliki rasa nasionalisme dan jiwa kepemimpinan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah dan bangsa.

Pengukuhan 50 Paskibraka Kabupaten Karawang Tahun 2026 sekaligus menjadi bagian dari rangkaian persiapan Pemerintah Kabupaten Karawang menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan telah dikukuhkannya para anggota Paskibraka, seluruh peserta kini siap menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih pada momentum peringatan kemerdekaan di Kabupaten Karawang.

(Emed Tarmedi)

Bupati Aep Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Bahas Raperda Ketertiban Umum dan Kearsipan  

0

KARAWANG – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., bersama Wakil Bupati Karawang H. Maslani menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Karawang yang digelar di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Karawang, Jumat (14/8/2026).

Rapat paripurna tersebut membahas sejumlah agenda penting bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Karawang. Agenda yang dilaksanakan meliputi penetapan persetujuan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), pengumuman Masa Reses III DPRD Kabupaten Karawang Tahun Sidang 2025/2026, serta penyampaian Nota Pengantar Rencana Kebijakan Umum Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (RKUPPAS) Tahun Anggaran 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep menyampaikan bahwa Raperda tentang Ketertiban Umum menjadi salah satu regulasi penting untuk menyesuaikan tata kelola daerah dengan perkembangan Karawang yang semakin pesat.

Menurutnya, pertumbuhan investasi, meningkatnya mobilitas penduduk, serta aktivitas ekonomi yang semakin dinamis membutuhkan dukungan regulasi yang mampu menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.

Bupati Aep juga menekankan bahwa regulasi tersebut perlu diselaraskan dengan peningkatan status Polres Karawang menjadi Polresta Karawang.

“Perubahan ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas sinergi antara Pemerintah Daerah, Polresta Karawang, TNI, dan seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan keamanan dan ketertiban,” ujar Bupati Aep.

Ia berharap hadirnya regulasi tersebut dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menciptakan kondisi daerah yang aman dan kondusif, sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat maupun pelaku usaha dalam menjalankan aktivitasnya di Kabupaten Karawang.

Sementara itu, Raperda tentang Kearsipan disusun untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang semakin modern, khususnya dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Pengelolaan arsip digital yang tertib, aman, dan tepercaya dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan administrasi pemerintahan yang efektif sekaligus mendukung akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Pada agenda lainnya, Bupati Aep menyampaikan Nota Pengantar RKUPPAS Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari proses penyesuaian kebijakan dan anggaran daerah.

Ia menjelaskan, penyesuaian anggaran dilakukan berdasarkan Peraturan Bupati Karawang Nomor 32 Tahun 2026 tentang Perubahan RKPD Tahun 2026.

Penyesuaian tersebut dipengaruhi oleh perubahan Transfer ke Daerah (TKD), Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat, serta hasil evaluasi terhadap realisasi kinerja kegiatan hingga Triwulan II Tahun Anggaran 2026.

Bupati Aep menegaskan bahwa proses perubahan kebijakan anggaran tetap diarahkan untuk menjaga kesinambungan program pembangunan serta memastikan anggaran daerah dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Selain agenda pembahasan regulasi dan anggaran, Rapat Paripurna juga mengumumkan Masa Reses III DPRD Kabupaten Karawang Tahun Sidang 2025/2026. Masa reses menjadi momentum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di daerah pemilihan masing-masing.

“Besar harapan kami Reses III ini akan menampung banyak aspirasi masyarakat yang bisa membangun Karawang ke depannya, karena kami percaya bahwa keinginan masyarakat adalah prioritas kita bersama,” ungkapnya.

Bupati Aep berharap hasil reses DPRD dapat menjadi bahan masukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah, sehingga program pemerintah semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kehadiran Bupati Aep dan Wakil Bupati Maslani dalam rapat paripurna tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang untuk terus memperkuat sinergi dengan DPRD dalam membangun daerah, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, serta menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

(Emed Tarmedi)

Warga Jayamulya Bersiap Pesta Kemerdekaan, Ada Karnaval, Pentas Seni hingga Doorprize

0

KARAWANG — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di Desa Jayamulya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

Pemerintah Desa Jayamulya menyiapkan rangkaian kegiatan yang dikemas meriah untuk menghibur sekaligus mempererat kebersamaan warga.

Semarak HUT RI ke-81, Desa Jayamulya Siapkan Karnaval hingga Pentas Seni
Semarak HUT RI ke-81, Desa Jayamulya Siapkan Karnaval hingga Pentas Seni

Kepala Desa Jayamulya, Carwadi Adi Saepudin, mengajak seluruh masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam menyukseskan perayaan kemerdekaan tersebut.

Menurutnya, peringatan HUT RI bukan sekadar seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat persatuan, gotong royong, serta rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.

“Mari kita bersama-sama memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81 dengan penuh semangat, kebersamaan dan rasa syukur. Ini momentum untuk mempererat silaturahmi antarwarga Desa Jayamulya,” ujar Carwadi.

Rangkaian kegiatan akan berlangsung selama dua hari, yakni 17 dan 18 Agustus 2026, dengan pusat kegiatan berada di Halaman Kantor Desa Jayamulya.

Pada Senin, 17 Agustus 2026, kemeriahan akan diawali dengan karnaval kemerdekaan yang melibatkan masyarakat. Warga nantinya dapat menampilkan berbagai kreasi dan atribut bernuansa kemerdekaan.

Sementara pada Selasa, 18 Agustus 2026, suasana perayaan akan dilanjutkan dengan pentas seni, senam bersama, beragam hiburan, hingga pembagian hadiah doorprize bagi warga yang hadir.

Pemdes Jayamulya berharap seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi dan menjadikan rangkaian kegiatan tersebut sebagai pesta rakyat yang berlangsung meriah namun tetap penuh kebersamaan.

“Kami mengundang seluruh warga untuk hadir dan ikut meramaikan. Semoga kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat rasa persaudaraan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” katanya.

Dengan berbagai kegiatan tersebut, peringatan HUT RI ke-81 di Desa Jayamulya diharapkan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan dengan semangat “Indonesia Hebat, Desa Jayamulya Semakin Kompak.”

(AS)

Dituduh Serobot Lahan Sawah, Jurnalis Karawang Bantah dan Siap Laporkan Kades Baturaden ke APH

0

KARAWANG – Persoalan somasi terkait dugaan penyerobotan atau pematokan lahan sawah di Desa Baturaden, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, kini memasuki babak baru.

Seorang jurnalis, Sopyan, membantah tegas tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia menilai, kehadirannya di lokasi bukan untuk menyerobot lahan, apalagi mematok tanah milik orang lain, melainkan menjalankan tugas jurnalistik.

Somasi tersebut dilayangkan Kepala Desa Baturaden, Rano Karno, melalui kuasa hukumnya kepada sejumlah pihak. Surat itu diterima pada Rabu (12/8/2026).

Merasa keberatan dengan tuduhan tersebut, Sopyan bersama rekan-rekannya mendatangi Kantor Hukum Surya Kencana, Kecamatan Karawang Timur, Jumat (14/8/2026), untuk menyampaikan hak jawab sekaligus memberikan klarifikasi.

Sopyan mengaku heran dengan tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

“Saya kaget saat menerima surat somasi dan dituduh menyerobot lahan sawah. Padahal, saya di sana hanya menjalankan tugas jurnalistik meliput kejadian untuk kebutuhan pemberitaan media online agar disajikan kepada masyarakat umum,” ujar Sopyan.

Menurutnya, seorang jurnalis yang datang ke lokasi untuk mencari informasi, mengambil gambar, meminta keterangan, dan membuat pemberitaan tidak serta-merta dapat disebut sebagai pihak yang melakukan penyerobotan lahan.

Jangan sampai aktivitas peliputan justru dipelintir menjadi tuduhan pidana.

Sopyan menegaskan, jika memang ada persoalan kepemilikan atau batas lahan, seharusnya hal tersebut dibuktikan dengan dokumen dan fakta hukum, bukan sekadar tudingan.

Ia pun mengaku merasa dirugikan secara moral dan nama baiknya tercemar akibat tuduhan tersebut.

“Saya akan melaporkan kejadian ini ke Aparat Penegak Hukum (APH) karena tuduhan ini sangat merugikan dan mencemarkan nama baik saya,” tegasnya.

Bukan Takut Somasi, Tapi Minta Tuduhan Dibuktikan

Sopyan menyatakan dirinya tidak alergi terhadap proses hukum. Justru, jika memang ada tuduhan serius, ia mempersilakan persoalan tersebut diuji melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Bukan perang kata-kata, bukan saling lempar tuduhan. Kalau merasa benar, silakan buktikan.

Menurutnya, somasi merupakan bagian dari langkah hukum yang sah. Namun, pihak yang merasa dituduh juga memiliki hak untuk memberikan jawaban dan mengambil langkah hukum apabila merasa dirugikan.

Ia berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi upaya untuk membungkam kerja jurnalistik.

Sebab, jurnalis datang ke lapangan untuk mencari fakta, bukan mengambil alih tanah. Kamera bukan alat untuk mematok sawah, dan mikrofon bukan alat untuk menyerobot lahan.

Sopyan menegaskan, langkah hukum yang akan ditempuhnya merupakan bentuk upaya mempertahankan nama baik sekaligus memastikan persoalan tersebut dapat dibuka secara terang berdasarkan fakta dan bukti.

Kini bola berada di ranah hukum. Siapa yang benar dan siapa yang keliru, biarlah fakta dan proses hukum yang membuktikan.

TW/Tim

Pendampingan Mentorship UMKM Batujaya dan Pakisjaya, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas  

0

KARAWANG — Sebanyak 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Pakisjaya mengikuti kegiatan Pendampingan Materi Mentorship UMKM Tahun 2026 yang digelar di Aula Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Mentorship Tahun 2026 yang digagas oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas, pengetahuan, serta kemampuan pelaku UMKM agar mampu mengelola dan mengembangkan usaha secara lebih profesional, Jumat (14/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber, yakni Koswara, S.Pd.I., CI, Bambang Darmawan, S.H., dan apt. Erix Extrada, S.Farm.

Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek penting dalam pengembangan usaha, mulai dari membangun mindset sebagai pengusaha, penyusunan Business Model Canvas (BMC), pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran.

Pendekatan mentorship tidak hanya memberikan pengetahuan secara teori, tetapi juga mendorong peserta untuk memahami kondisi dan kebutuhan usaha masing-masing sehingga materi yang diterima dapat diterapkan dalam kegiatan bisnis sehari-hari.

Kehadiran peserta dari dua kecamatan dalam satu kegiatan juga menjadi ruang untuk membangun jejaring dan berbagi pengalaman antarpelaku UMKM.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dewan Saidah Anwar, S.H., serta perwakilan Kecamatan Batujaya dan Pakisjaya.

Melalui materi mindset pengusaha, peserta diarahkan untuk memiliki pola pikir yang lebih adaptif, kreatif, dan berorientasi pada pengembangan usaha. Sementara pemahaman mengenai BMC diharapkan membantu pelaku UMKM memetakan model bisnis, target pasar, sumber daya, serta strategi usaha secara lebih terstruktur.

Aspek pengelolaan keuangan juga menjadi perhatian penting karena kemampuan mencatat dan mengelola keuangan secara baik merupakan salah satu fondasi keberlanjutan usaha.

Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai strategi pemasaran agar produk UMKM dapat menjangkau konsumen yang lebih luas dan mampu bersaing di tengah perkembangan pasar yang semakin dinamis.

Pendampingan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM Batujaya dan Pakisjaya dalam meningkatkan daya saing, memperkuat pengelolaan usaha, serta mendorong lahirnya pelaku usaha yang lebih mandiri. Program yang digagas Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap penguatan sektor UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Program Mentorship UMKM Tahun 2026 juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembekalan, tetapi dapat dilanjutkan melalui pendampingan yang berkelanjutan sehingga pelaku UMKM mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dan mengembangkan usahanya secara konsisten.

Dengan peningkatan kapasitas dan kemampuan tersebut, UMKM di Batujaya dan Pakisjaya diharapkan semakin berkembang, memiliki daya saing lebih kuat, serta mampu naik kelas dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Karawang.

(Emed Tarmedi)

Resmikan Kantor Baru Unit Intel, Dandim 0604/Karawang Buka Ruang Aspirasi untuk Masyarakat  

0

KARAWANG — Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto, S.Sos., meresmikan kantor baru Unit Intel Kodim 0604/Karawang yang berlokasi di Jalan Panatayuda II, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jumat (14/8/2026).

Peresmian kantor tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas sekaligus memberikan suasana kerja baru bagi jajaran Unit Intel Kodim 0604/Karawang.

Letkol Inf Nanda Siswanto berharap keberadaan kantor baru dapat semakin mendorong semangat personel dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok satuan.

“Dengan diresmikannya kantor ini, mudah-mudahan menjadi semangat baru dan dapat meningkatkan kualitas kinerja Unit Intel Kodim 0604/Karawang,” ujar Nanda.

Namun, keberadaan kantor baru tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung aktivitas internal Unit Intel. Dandim menyampaikan, fasilitas itu juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi bagi berbagai elemen masyarakat.

Organisasi kemasyarakatan (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), mahasiswa maupun kelompok masyarakat lainnya dipersilakan memanfaatkan ruang tersebut untuk kegiatan-kegiatan positif yang dapat memperkuat komunikasi dan hubungan kemitraan dengan TNI.

Menurut Nanda, keterbukaan ruang komunikasi menjadi penting karena TNI tidak dapat berjalan sendiri dalam menjaga kondusivitas wilayah. Masukan dari masyarakat dibutuhkan untuk mengetahui berbagai persoalan dan perkembangan yang terjadi di lingkungan masyarakat.

“Kita ingin kantor ini bukan hanya menjadi tempat untuk kegiatan internal, tetapi juga bisa menjadi ruang komunikasi dengan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, berbagai aspirasi, informasi maupun persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat disampaikan melalui komunikasi yang terbuka dan konstruktif.

Dengan demikian, keberadaan kantor Unit Intel diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peningkatan kinerja satuan, tetapi juga menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kedekatan antara TNI dan masyarakat di Kabupaten Karawang.

Letkol Inf Nanda Siswanto juga mengajak seluruh pihak yang memanfaatkan fasilitas tersebut untuk bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan dan kondisi kantor agar tetap terawat serta dapat digunakan secara berkelanjutan.

“Kantor ini menjadi tempat dikumpulkannya aspirasi dari berbagai elemen masyarakat. Jadi, kita semua bertanggung jawab untuk menjaga dan merawat kantor ini,” pungkasnya.

Peresmian tersebut sekaligus menegaskan komitmen Kodim 0604/Karawang untuk terus membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi dalam menciptakan situasi wilayah yang aman, kondusif dan harmonis.

(Emed Tarmedi)

Puluhan Pasangan Akhirnya Dapat Kepastian Hukum Lewat Sidang Isbat Nikah di Bekasi

0

BEKASI – Sebanyak 41 pasangan suami istri mengikuti Sidang Isbat Nikah Terpadu yang digelar Pemerintah Kabupaten Bekasi di Gedung Balai Rakyat, Cikarang Pusat, Jumat (14/8/2026) pagi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76. Pelaksanaannya merupakan kolaborasi Pemkab Bekasi, Pengadilan Agama Cikarang, dan Kementerian Agama Kabupaten Bekasi.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi, Carwinda, mengatakan 41 pasangan yang mengikuti sidang telah melalui proses verifikasi dari sekitar 60 pasangan yang sebelumnya mengajukan permohonan.

“Dari sekitar 60 pasangan lebih yang mengajukan, setelah diverifikasi oleh Pengadilan Agama, ada 41 pasangan yang memenuhi persyaratan. Mudah-mudahan seluruh proses isbat hari ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat,” kata Carwinda.

Menurutnya, sidang isbat nikah terpadu menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang pernikahannya telah dinyatakan sah secara agama, namun belum tercatat secara resmi oleh negara.

Kondisi tersebut, kata dia, dapat berdampak pada berbagai urusan administrasi kependudukan, termasuk penerbitan Kartu Keluarga (KK) hingga dokumen akta kelahiran anak.

“Pernikahan tidak hanya sah secara agama dan kepercayaan, tetapi juga harus dicatatkan oleh negara. Ini penting untuk kepastian administrasi keluarga dan anak-anak,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Daerah I Kabupaten Bekasi, Hudaya, menyebut program tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan akses pelayanan administrasi dan kepastian hukum bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, sesuai ketentuan yang berlaku, pernikahan bagi masyarakat Muslim wajib dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA). Sementara masyarakat non-Muslim melakukan pencatatan sesuai ketentuan administrasi kependudukan yang berlaku.

“Banyak masyarakat yang secara agama sudah sah menikah, tetapi negara belum mengakuinya karena belum tercatat. Dampaknya bisa terlihat pada dokumen seperti Kartu Keluarga maupun administrasi akta kelahiran anak,” kata Hudaya.

Melalui sidang isbat terpadu ini, pasangan yang memenuhi persyaratan dan mendapatkan penetapan pengadilan dapat melanjutkan proses penerbitan dokumen pernikahan resmi dengan difasilitasi pemerintah daerah.

Hudaya pun mengimbau masyarakat agar tidak menunda pencatatan pernikahan. Menurutnya, tertib administrasi sejak awal akan memudahkan pasangan dalam mengurus berbagai dokumen keluarga di kemudian hari.

Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa pencatatan pernikahan di kantor KUA pada dasarnya tidak dipungut biaya.

Program sidang isbat terpadu ini diharapkan tidak sekadar menyelesaikan persoalan administrasi, tetapi juga memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi pasangan suami istri serta anak-anak mereka.

Abie Fu

MBG Berpotensi Ubah Posisi Pemerintah di Pasar Telur, Pemerintah Bisa Jadi Pembeli Jangkar  

0

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berpotensi mengubah posisi pemerintah dalam pasar telur ayam ras. Pemerintah yang selama ini lebih banyak berperan sebagai regulator melalui kebijakan harga dan tata niaga, kini memiliki peluang menjadi pembeli institusional dalam skala nasional melalui kebutuhan pangan MBG.

Wakil Sekjen Bidang Gizi DPN HKTI, Muhammad Sirod, mengatakan besarnya kebutuhan MBG yang berlangsung terjadwal dan berulang dapat menjadi instrumen baru pemerintah dalam memengaruhi keseimbangan permintaan dan penawaran pangan.

“MBG memberikan pemerintah instrumen yang sebelumnya tidak tersedia dalam skala serupa, yaitu permintaan pangan yang dapat dikonsolidasikan melalui anggaran negara,” kata Sirod, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, posisi pemerintah sebagai pembeli berbeda dengan peran pemerintah sebagai regulator. Jika regulator menetapkan aturan dan harga acuan, maka pemerintah sebagai pembeli dapat menciptakan transaksi secara langsung melalui belanja negara.

“Sebagai regulator, pemerintah menetapkan aturan. Sebagai pembeli, pemerintah dapat menciptakan transaksi. Daya beli pemerintah dapat memengaruhi keseimbangan permintaan dan penawaran,” ujarnya.

Sirod mencontohkan kondisi harga telur yang menunjukkan masih adanya persoalan pada rantai pasok. Pada Mei 2026, biaya produksi telur disebut berada di kisaran Rp24.000 per kilogram. Sementara harga di tingkat distributor sempat sekitar Rp21.000 per kilogram, sedangkan harga konsumen masih berada pada kisaran Rp29.000-Rp30.000 per kilogram.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga di tingkat peternak belum tentu sepenuhnya diteruskan kepada konsumen. Di sisi lain, biaya produksi peternak relatif sulit ditekan karena dipengaruhi harga pakan, bibit ayam, tenaga kerja, energi, obat-obatan dan biaya pemeliharaan.

Badan Pangan Nasional sendiri menetapkan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur ayam ras di tingkat produsen sebesar Rp26.500 per kilogram. Namun, Sirod menilai keberadaan HAP tidak secara otomatis menjamin terjadinya transaksi pada harga tersebut.

“Pemerintah dapat menetapkan harga, tetapi transaksi tetap ditentukan oleh kondisi pasar. Jika harga pasar berada di bawah HAP dan pembeli tidak bersedia membayar sesuai acuan, peternak tetap menghadapi pilihan yang terbatas,” katanya.

Persoalan tersebut semakin kompleks karena telur merupakan komoditas yang mudah rusak. Peternak tidak memiliki keleluasaan untuk menahan penjualan ketika harga sedang turun, sementara produksi ayam petelur berlangsung setiap hari dan biaya produksi terus berjalan.

Sirod yang juga Wasekjen DPP Himpunan Alumni IPB menilai persoalan daya tawar peternak harus dilihat dari keseluruhan rantai nilai industri telur. Produksi telur relatif tersebar pada peternak mandiri dan peternak rakyat, sedangkan struktur industri di sektor hulu cenderung lebih terkonsentrasi.

Kementerian Pertanian menyebut sekitar 95-98 persen usaha ayam petelur dijalankan oleh peternak mandiri dan rakyat. Di sisi lain, perusahaan besar seperti Charoen Pokphand Indonesia dan Japfa Comfeed memiliki integrasi vertikal dalam sejumlah mata rantai industri unggas, termasuk pakan dan pembibitan.

“Masalahnya bukan keberadaan perusahaan besar. Industri unggas membutuhkan perusahaan berskala besar untuk menyediakan pakan, teknologi, pembibitan dan infrastruktur. Yang perlu dijaga adalah keseimbangan daya tawar sepanjang rantai nilai,” ujar Sirod.

Menurutnya, peternak berada di posisi yang cukup strategis sekaligus rentan karena membeli berbagai input dari sektor hulu dan harus menjual telur ke pasar hilir yang menyerap produksi setiap hari. Ketergantungan terhadap pengepul dan distributor juga masih menjadi bagian dari pola pemasaran telur.

Kehadiran MBG dinilai dapat membuka konfigurasi baru karena kebutuhan pangan program tersebut terkonsolidasi melalui jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pada akhir Mei 2026, Badan Gizi Nasional mencatat sebanyak 27.208 SPPG telah beroperasi.

Dengan asumsi sederhana 3.000 penerima manfaat per SPPG, kapasitas teoritisnya mencapai sekitar 81,6 juta penerima. Angka tersebut merupakan simulasi kapasitas, bukan jumlah penerima aktual.

Sirod mengatakan skala tersebut dapat menggambarkan besarnya potensi permintaan telur untuk kebutuhan MBG. Jika setiap penerima secara sederhana memperoleh satu butir telur dua kali seminggu, maka dengan asumsi 81,6 juta penerima, kebutuhan dapat mencapai sekitar 163,2 juta butir per minggu.

Dalam setahun, kebutuhan tersebut secara simulatif mencapai sekitar 8,49 miliar butir atau setara sekitar 509.000 ton telur dengan asumsi berat rata-rata 60 gram per butir. Namun, ia menegaskan angka tersebut bukan realisasi pembelian MBG.

“Angka itu menunjukkan kapasitas permintaan yang dapat diperhitungkan. Namun, kekuatan permintaan harus dibedakan dari kepemilikan produksi. Pemerintah tidak memiliki kandang ayam, pabrik pakan atau perusahaan pembibitan. Pengaruh pemerintah berasal dari permintaan yang dibentuk oleh anggaran publik,” jelasnya.

Dalam perspektif ekonomi industri, kondisi tersebut dapat memberikan pemerintah apa yang disebut sebagai demand-side market power, yakni kemampuan pembeli dengan permintaan besar untuk memengaruhi kondisi transaksi. Jika dilakukan secara konsisten, pemerintah bahkan dapat berperan sebagai anchor buyer atau pembeli jangkar.

“Pemerintah dapat menjadi pembeli jangkar jika permintaan MBG cukup besar dan konsisten. Peran tersebut dapat membantu membentuk harga transaksi sekaligus memberikan saluran pemasaran alternatif bagi peternak,” katanya.

Namun, Sirod mengingatkan besarnya potensi tersebut sangat bergantung pada desain pengadaan. Menurutnya, rantai pasok telur untuk MBG idealnya dapat diperpendek dari pola peternak, pengepul, distributor kemudian pasar menjadi peternak atau koperasi, SPPG dan MBG.

“Kalau SPPG membeli melalui distributor besar, sebagian nilai tambah tetap berada di tengah rantai. Efek terhadap posisi tawar peternak menjadi lebih kecil,” ujarnya.

Sebaliknya, pembelian melalui koperasi atau agregator peternak dengan harga transparan, pembayaran cepat, standar kualitas yang jelas dan volume yang pasti dinilai dapat memberikan dampak lebih besar terhadap kesejahteraan peternak.

“Ukuran keberhasilan kebijakan tidak cukup dilihat dari berapa banyak telur yang dibeli MBG. Pemerintah perlu melihat telur itu dibeli dari siapa, pada harga berapa, melalui berapa lapis rantai pasok, seberapa cepat pembayaran dilakukan dan siapa yang memperoleh margin distribusi,” kata Sirod.

Ia menilai MBG dapat menjadi countervailing market power, yakni kekuatan pembeli yang membantu menyeimbangkan posisi tawar pelaku lain dalam rantai pasok.

Meski demikian, pemerintah juga perlu menghindari munculnya monopsoni baru. Menurut Sirod, SPPG jangan sampai menggantikan ketergantungan peternak terhadap pengepul dengan ketergantungan baru terhadap birokrasi.

“Pengadaan harus transparan, kompetitif, dapat diaudit dan tetap memberikan ruang kepada peternak untuk memilih saluran pemasaran,” tegasnya.

Selain tata kelola pengadaan, pemerintah juga harus memperhatikan keseimbangan produksi dan permintaan. Peningkatan permintaan MBG yang terlalu cepat tanpa pengelolaan produksi dapat mendorong peternak meningkatkan populasi ayam secara berlebihan.

Dalam jangka pendek, peningkatan permintaan dapat menyerap surplus dan memperbaiki harga. Namun dalam jangka panjang, investasi baru yang meningkatkan produksi berpotensi kembali menciptakan kelebihan pasokan.

“Kalau produksi tumbuh lebih cepat daripada konsumsi, surplus akan kembali muncul. Karena itu, kekuatan beli pemerintah harus berjalan bersama pengelolaan produksi,” ujarnya.

Sirod menyebut sedikitnya ada empat variabel yang harus diperhatikan secara bersamaan, yakni harga, biaya produksi, volume produksi dan penyerapan. Menurutnya, mengendalikan satu variabel saja tidak cukup untuk menjaga kesehatan industri telur.

“Permintaan MBG dapat meningkat, tetapi jika produksi tumbuh lebih cepat, surplus tetap bisa terjadi. Sebaliknya, harga telur dapat dijaga, tetapi jika pakan tetap mahal, margin peternak tetap tertekan,” katanya.

Karena itu, ia mendorong pemerintah menggunakan MBG sebagai instrumen stabilisasi pasar dengan fungsi sebagai anchor demand, bukan sebagai pembeli seluruh surplus produksi.

“MBG perlu memberikan kepastian pada bagian pasar yang strategis, sementara pasar komersial tetap menentukan sebagian besar transaksi,” ujarnya.

Menurut Sirod, MBG memberikan instrumen baru yang berbeda dari pola intervensi pemerintah sebelum program tersebut berjalan. Sebelumnya pemerintah lebih banyak mengandalkan HAP, pengaturan produksi, kebijakan DOC, intervensi pakan, operasi pasar dan kebijakan perdagangan untuk merespons gejolak harga.

“Dengan MBG, pemerintah memperoleh instrumen tambahan berupa government procurement. HAP menentukan acuan, SPPG menciptakan transaksi dan anggaran MBG menyediakan daya beli,” katanya.

Kombinasi tersebut berpotensi membuat harga acuan lebih efektif apabila disertai transaksi nyata. Namun, efektivitas kebijakan tetap harus diuji melalui data dan evaluasi berkala.

Sirod mendorong pemerintah memantau harga di tingkat peternak, harga pokok produksi, harga pakan, harga DOC, produksi nasional, volume pembelian SPPG, harga konsumen, margin distribusi serta proporsi telur MBG yang benar-benar berasal dari peternak rakyat.

“Pertanyaan utamanya adalah apakah MBG benar-benar meningkatkan daya tawar peternak atau hanya menambah permintaan untuk sementara,” katanya.

Ia menilai industri telur saat ini memiliki tiga karakter utama, yakni industri hulu yang relatif terkonsentrasi, produksi telur yang terfragmentasi pada peternak rakyat, serta permintaan MBG yang terkonsolidasi melalui anggaran negara.

“Konfigurasi ini memberikan pemerintah peluang menjadi kekuatan penyeimbang. Namun, kekuatan itu harus digunakan secara terukur agar pembelian pemerintah memperbaiki transmisi harga kepada peternak, memperpendek rantai pasok, menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan serta tidak menciptakan ketergantungan baru,” pungkas Sirod.

Menurutnya, keberhasilan kebijakan pada akhirnya tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran atau volume telur yang diserap melalui MBG, tetapi dari kemampuan pemerintah menggunakan kekuatan belinya untuk menciptakan pasar yang lebih sehat.

“Ukuran keberhasilannya adalah apakah negara mampu menggunakan kekuatan belinya untuk memperbaiki keseimbangan pasar tanpa menggantikan mekanisme pasar itu sendiri,” tutupnya.

(Emed Tarmedi)

SPPG Kutamakmur Utamakan Gizi Berkualitas, Cegah Stunting dan Buka Lapangan Kerja

0

KARAWANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus memberikan manfaat bagi masyarakat di Desa Kutamakmur, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang.

Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian warga.

SPPG Desa Kutamakmur berkomitmen menghadirkan makanan bergizi dengan cita rasa yang nikmat.

Setiap menu disiapkan secara cermat dengan memperhatikan keseimbangan kandungan gizi agar makanan yang diberikan tidak hanya lezat, tetapi juga mendukung kesehatan dan tumbuh kembang penerima manfaat.

Program tersebut saat ini menyasar 10 sekolah, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak yang berisiko mengalami stunting.

Pengelola SPPG memastikan proses penyediaan makanan dilakukan dengan memperhatikan kualitas bahan, kebersihan, serta kandungan gizi.

Langkah ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, terutama bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan.

Tak hanya berdampak pada sektor kesehatan, kehadiran SPPG di Desa Kutamakmur juga memberikan efek positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

Dapur pengelolaan SPPG turut menyerap tenaga kerja dari warga lokal.

Dengan demikian, program MBG tidak hanya menghadirkan makanan bergizi bagi penerima manfaat, tetapi juga membuka peluang kerja dan membantu mengurangi angka pengangguran di lingkungan sekitar.

Salah seorang pemuda asal Kecamatan Tirtajaya, Abdurohman, mengapresiasi keberadaan SPPG Desa Kutamakmur.

“Kami sangat mengapresiasi adanya SPPG ini. Manfaatnya bukan hanya untuk anak-anak dan masyarakat yang menerima makanan bergizi, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar,” ujar Abdurohman.

Menurutnya, keberadaan program tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi, program ini juga menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kualitas kesehatan.

“Harapannya program seperti ini bisa terus berjalan dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga Desa Kutamakmur dan Kecamatan Tirtajaya,” katanya.

Dengan adanya SPPG, manfaat program MBG diharapkan tidak berhenti pada penyediaan makanan.

Lebih jauh, program ini dapat menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang lebih sehat, membantu pencegahan stunting, sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Kehadiran SPPG Desa Kutamakmur pun menjadi gambaran bahwa program pemenuhan gizi dapat memberikan dampak berlapis: anak-anak mendapatkan asupan bergizi, kelompok rentan mendapat perhatian, sementara warga sekitar memperoleh kesempatan untuk bekerja dan berkembang secara ekonomi.

Rohman

Tak Hanya Cegah Stunting, SPPG Kutamakmur Juga Buka Lapangan Kerja untuk Warga

0

KARAWANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Desa Kutamakmur, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang.

Melalui SPPG Desa Kutamakmur, makanan bergizi disiapkan dengan mengutamakan kualitas gizi, kebersihan, serta cita rasa agar menu yang diberikan tidak hanya sehat, tetapi juga nikmat untuk disantap.

Penyaluran makanan bergizi tersebut menyasar 10 sekolah, sekaligus penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta anak-anak yang berisiko mengalami stunting.

Setiap menu dipersiapkan secara cermat dengan memperhatikan keseimbangan kandungan gizi. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi penerima manfaat, khususnya anak-anak dalam masa pertumbuhan.

Kehadiran SPPG di Kutamakmur juga memberikan dampak lain yang tak kalah penting. Program tersebut turut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar dengan menyerap tenaga lokal untuk terlibat dalam operasional dapur.

Artinya, manfaat program MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian masyarakat desa.

Salah seorang warga Kecamatan Tirtajaya, Abdurohman, mengapresiasi keberadaan SPPG Desa Kutamakmur. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.

“Kami sangat mengapresiasi adanya SPPG ini. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, program ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar,” ujar Abdurohman.

Ia berharap program tersebut dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan hadirnya SPPG Desa Kutamakmur, program MBG diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan generasi penerus sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Bukan hanya soal makanan bergizi, program ini juga menjadi peluang bagi warga untuk tumbuh dan sejahtera bersama.

Rohman

Keluarga Sayuti Melik Sumringah Terima Undangan HUT RI ke-81 dari Presiden Prabowo

0

BEKASI — Senyum bahagia terpancar dari keluarga pahlawan nasional Sayuti Melik, sosok yang dikenal sebagai pengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kebahagiaan itu terasa saat keluarga Sayuti Melik menerima undangan khusus dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk menghadiri rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Undangan dari Istana tersebut diantar langsung oleh Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe bersama jajaran Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Kamis sore (13/8/2026).

Abdul Harris mengatakan, kedatangan tersebut menjadi bentuk penghormatan Presiden Prabowo kepada keluarga Sayuti Melik yang memiliki jasa besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

“Kami mengantarkan undangan HUT RI ke-81 dari Pak Presiden Prabowo. Ini merupakan penghormatan dari beliau kepada keluarga pahlawan nasional Pak Sayuti Melik yang merupakan pengetik naskah Proklamasi,” ujar Harris.

Undangan berwarna biru muda dengan logo Garuda itu diterima langsung oleh Treyzia Noviani (65), istri Heru Baskoro (84), putra Sayuti Melik.

Treyzia mengaku terkejut sekaligus bahagia ketika mengetahui kedatangan rombongan tersebut membawa undangan langsung dari Presiden Prabowo.

“Ada yang mengetuk rumah, dan ternyata undangan dari Pak Presiden diantar langsung oleh Pak Wakil Wali Kota serta jajaran Setneg. Kami ucapkan terima kasih dan bahagia rasanya,” ungkap Treyzia.

Bagi keluarga Sayuti Melik, undangan tersebut bukan sekadar undangan kenegaraan. Perhatian dari Presiden Prabowo dinilai menjadi bentuk penghargaan terhadap perjuangan dan jasa para tokoh yang turut mengukir sejarah lahirnya Republik Indonesia.

Sayuti Melik sendiri merupakan salah satu tokoh penting dalam detik-detik Proklamasi 17 Agustus 1945. Namanya lekat dengan sejarah karena mengetik teks Proklamasi yang sebelumnya ditulis tangan oleh Soekarno. **

Menyongsong HUT ke-81 RI, Pemkab Karawang Tegaskan Komitmen Pemerataan Pembangunan dan Kedaulatan Rakyat

0

KARAWANG – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Karawang bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran pemerintahan daerah mengikuti Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia serta penyampaian laporan kinerja lembaga negara dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI.

Kegiatan tersebut diikuti Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., bersama unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Karawang, serta jajaran unsur vertikal di Gedung DPRD Kabupaten Karawang, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidato kenegaraan tersebut, Presiden RI menegaskan pentingnya menghadirkan keadilan sosial, pemerataan ekonomi dan pembangunan, serta memperkuat kedaulatan rakyat di seluruh wilayah Indonesia.

Semangat kemerdekaan, kata Presiden, harus diwujudkan melalui kerja nyata, pembangunan yang berkelanjutan, serta penguatan persatuan dan kesatuan bangsa.

Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga menyampaikan berbagai capaian dan kebijakan transformatif selama masa pemerintahan, sebagai bagian dari upaya menyelesaikan berbagai persoalan struktural yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Salah satu capaian legislatif yang disoroti adalah pengesahan sejumlah rancangan undang-undang hingga pertengahan 2026, termasuk Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga yang memberikan pengakuan serta perlindungan hukum terhadap pekerja rumah tangga.

Selain itu, RUU Daerah Kepulauan yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun akhirnya masuk dalam Prolegnas Prioritas 2026. Kebijakan tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemerataan pembangunan hingga wilayah kepulauan dan daerah terluar Indonesia.

Arah pembangunan nasional juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas perencanaan dan pengelolaan anggaran daerah, percepatan ekonomi hijau, transisi menuju energi terbarukan, serta penguatan ketahanan pangan nasional.

Bagi Kabupaten Karawang, semangat tersebut sejalan dengan pentingnya memperkuat pembangunan daerah yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk melalui peningkatan pelayanan publik, penguatan ekonomi lokal, pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan.

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh bersama jajaran pemerintah daerah menegaskan bahwa momentum HUT ke-81 RI harus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui kerja bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Memasuki usia 81 tahun kemerdekaan, seluruh elemen bangsa juga diajak untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Perbedaan pandangan politik merupakan bagian dari dinamika demokrasi, namun kecintaan terhadap Indonesia dan kepentingan rakyat harus tetap menjadi prioritas bersama.

Momentum kemerdekaan diharapkan menjadi energi baru bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus bergotong royong membangun daerah, memperkuat kemandirian ekonomi, menjaga ketahanan pangan, serta memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dengan semangat persatuan dan kerja nyata, Pemerintah Kabupaten Karawang berkomitmen terus mendukung arah pembangunan nasional sekaligus memperkuat pembangunan daerah yang berpihak pada kepentingan masyarakat menuju Indonesia yang semakin maju, mandiri, berdaulat dan sejahtera.

(Emed Tarmedi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tak Pandang Bulu, Bupati Aep Tegur Pekerja Proyek yang Buang Sampah Sembarangan di Karawang

0

KARAWANG — Bupati Karawang Aep Syaepuloh menegur sejumlah pekerja proyek yang kedapatan membuang sampah sembarangan di pinggir Jalan Interchange Karawang Barat, Kamis (13/8/2026) malam.

Aksi tersebut terungkap saat Bupati Aep melintas di kawasan tersebut. Ia melihat sejumlah orang tengah menurunkan sampah dari sebuah kendaraan dan membuangnya di pinggir jalan.

Tak tinggal diam, Aep langsung menghampiri para pekerja dan mempertanyakan asal perusahaan serta alasan mereka membuang sampah bukan di tempat yang semestinya.

“Kamu dari PT mana, buang sampah sembarangan?” tegur Bupati Aep.

Salah seorang pekerja kemudian menjelaskan bahwa mereka merupakan pekerja proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

“Dari PLTS, Pak,” jawab pekerja tersebut.

Bupati Aep kemudian meminta Satpol PP Kabupaten Karawang segera menindaklanjuti temuan tersebut. Tim patroli Satpol PP pun mendatangi lokasi dan meminta para pekerja mengambil kembali sampah yang telah diturunkan.

“Sampah-sampah yang telah diturunkan tersebut kami minta untuk diambil dan dinaikkan kembali ke dalam mobilnya untuk nanti dibuang di tempat yang peruntukannya,” ujar petugas Satpol PP.

Lima pekerja bersama kendaraan yang digunakan untuk mengangkut sampah selanjutnya dibawa ke Kantor Satpol PP Kabupaten Karawang.

Mereka kemudian menjalani pembinaan dan diserahkan kepada tim penyidik untuk diproses lebih lanjut atas dugaan pelanggaran Peraturan Daerah (Perda).

Tindakan tersebut menjadi penegasan bahwa persoalan kebersihan bukan sekadar urusan petugas kebersihan.

Setiap pihak, termasuk pekerja proyek dan perusahaan, wajib ikut menjaga kebersihan lingkungan serta tidak menjadikan pinggir jalan sebagai tempat pembuangan sampah.

Pemerintah Kabupaten Karawang pun menegaskan bahwa pelanggaran terhadap aturan kebersihan dapat ditindak sesuai ketentuan yang berlaku. **

 

Niat Selamatkan Istri, Pria 44 Tahun Hilang Terseret Arus Irigasi KW 9 Karawang

0

KARAWANG — Peristiwa memilukan terjadi di Sungai Irigasi KW 9, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jumat (14/8/2026).

Seorang pria berinisial AY (44) dilaporkan hilang setelah terseret arus saat berusaha menyelamatkan istrinya.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika istri AY diduga lebih dahulu masuk ke aliran irigasi. Melihat kondisi tersebut, AY tanpa ragu turun ke saluran air untuk memberikan pertolongan.

Upaya penyelamatan berhasil. Sang istri berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Namun, nasib berbeda dialami AY.

Setelah berhasil menolong istrinya, AY diduga mengalami kelelahan dan kesulitan menghadapi derasnya arus. Korban kemudian terseret hingga akhirnya hilang dari pandangan.

“Korban awalnya berusaha menolong istrinya yang masuk ke aliran irigasi. Istrinya berhasil diselamatkan, tetapi korban kemudian terseret arus dan sampai sekarang belum ditemukan,” ujar Deden di lokasi.

Laporan kejadian tersebut kemudian diterima petugas. Tim gabungan yang terdiri dari SAR, BPBD, dan kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian.

Petugas menyisir aliran irigasi di sekitar lokasi kejadian dan sejumlah titik yang diduga menjadi jalur hanyut korban.

Hingga berita ini ditulis, AY belum ditemukan. Operasi pencarian masih berlangsung dengan melibatkan tim gabungan.

Keluarga korban yang berada di lokasi berharap proses pencarian segera membuahkan hasil dan AY dapat ditemukan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa arus irigasi yang terlihat tenang sekalipun dapat berubah menjadi sangat berbahaya, terutama ketika seseorang mencoba melakukan penyelamatan tanpa peralatan dan perlengkapan keselamatan yang memadai. **

 

Bukan Sekadar Kenyang! MBG SPPG Kertajaya–Jayakerta Hadirkan Menu Lezat dan Buah Segar untuk 13 Sekolah

0

KARAWANG — Dapur Merah Putih Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola SPPG Kertajaya–Jayakerta kini beroperasi melayani masyarakat.

Program unggulan Bapak Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, ini disambut penuh antusiasme masyarakat atas pelayanan yang diberikan oleh Dapur Merah Putih SPPG.

Penyaluran makanan bergizi gratis disalurkan ke 13 sekolah yang tersebar di wilayah Kecamatan Kertajaya dan Kecamatan Jayakerta. Setiap harinya disajikan makanan yang enak dan lezat, dilengkapi dengan buah-buahan yang segar.

Para siswa-siswi pun terlihat sangat senang dan menyukai hidangan yang disajikan, guna mendukung pertumbuhan serta kecerdasan mereka.

Suhenda, selaku Komite SDN Kertajaya II, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran program MBG gratis dari Dapur Merah Putih SPPG bagi para siswa-siswi.

“Kami sangat mengapresiasi adanya program Makan Bergizi Gratis ini dari Dapur Merah Putih SPPG yang disalurkan kepada anak-anak kami,” ujar Suhenda.

Diharapkan ke depannya program ini dapat terus berjalan lancar dan berkelanjutan, menjadi berkah serta membawa manfaat luas bagi tumbuh kembang dan kecerdasan generasi penerus di wilayah Kecamatan Kertajaya dan Kecamatan Jayakerta.

Rohman

Pemkab Karawang Mulai Tata Kabel Telekomunikasi, Jaringan Udara Dialihkan ke Bawah Tanah  

0

KARAWANG, JAGAINNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Karawang mulai merealisasikan penataan jaringan utilitas di kawasan perkotaan melalui pembangunan jaringan telekomunikasi bawah tanah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menata wajah kota agar lebih tertib, rapi, dan mendukung estetika kawasan perkotaan.

Program tersebut merupakan tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Karawang dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) terkait penataan jaringan telekomunikasi di wilayah perkotaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang, Rusman, mengatakan pembangunan jaringan bawah tanah saat ini mulai dilakukan di sejumlah ruas jalan wilayah perkotaan.

“Penataan kabel udara ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara Pemerintah Kabupaten Karawang dengan Apjatel. Saat ini sudah mulai dilakukan pembangunan jaringan bawah tanah di sejumlah ruas jalan wilayah kota,” ujar Rusman, Kamis (13/8/2026).

Sejumlah ruas jalan yang menjadi bagian dari penataan tersebut antara lain Jalan Tuparev 1, Jalan Tuparev 2, Jalan Kertabumi, Jalan Arif Rahman Hakim, dan Jalan Ahmad Yani.

Rusman menjelaskan, melalui pembangunan jaringan bawah tanah tersebut, kabel-kabel telekomunikasi yang sebelumnya terpasang di udara akan secara bertahap dialihkan ke jalur bawah tanah.

“Kabel-kabel udara di Jalan Tuparev 1, Tuparev 2, Jalan Kertabumi, Jalan Arif Rahman Hakim dan Jalan Ahmad Yani dapat diturunkan ke bawah tanah. Namun, untuk kabel PLN tidak termasuk dalam penataan ini,” tuturnya.

Menurut Rusman, penataan ini diharapkan dapat mengurangi keberadaan kabel telekomunikasi yang selama ini terlihat semrawut di sejumlah ruas jalan. Dengan jaringan yang lebih tertata, kawasan perkotaan diharapkan memiliki tampilan yang lebih bersih dan nyaman.

Penataan jaringan utilitas tersebut juga menjadi bagian dari langkah Pemkab Karawang dalam meningkatkan kualitas ruang publik dan infrastruktur perkotaan. Keberadaan jaringan bawah tanah diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang terhadap pengelolaan utilitas telekomunikasi di kawasan kota.

Pemkab Karawang menilai penataan utilitas menjadi salah satu kebutuhan penting seiring perkembangan kawasan perkotaan. Karena itu, kolaborasi dengan para penyelenggara jaringan telekomunikasi terus dilakukan agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan secara terintegrasi.

Langkah tersebut sekaligus mendukung upaya Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E dalam mendorong penataan kawasan perkotaan yang lebih tertib, modern, dan nyaman bagi masyarakat.

Dengan dimulainya pembangunan jaringan bawah tanah, proses pengalihan kabel udara akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesiapan infrastruktur di masing-masing ruas jalan.

Pemkab Karawang berharap program penataan tersebut dapat terus diperluas sehingga tidak hanya memperbaiki estetika kota, tetapi juga menciptakan sistem utilitas yang lebih tertib dan mendukung perkembangan Karawang sebagai kawasan perkotaan dan pusat aktivitas masyarakat.

(Emed Tarmedi)

Kwarcab Karawang Peringati Hari Pramuka ke-65, Dorong Generasi Muda Berkarakter

0

KARAWANG — Gerakan Pramuka Kabupaten Karawang menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pramuka ke-65 yang jatuh pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Ka Mabicab) Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., bersama Ketua Kwartir Cabang (Ka Kwarcab) Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P.

Peringatan Hari Pramuka tahun ini menjadi momentum untuk kembali memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, serta pengabdian seluruh anggota Pramuka kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Gerakan Pramuka dinilai memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Semangat pengabdian tersebut diharapkan tidak hanya menjadi slogan dalam peringatan Hari Pramuka, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.

Setiap anggota Pramuka diharapkan mampu menjadi teladan, membawa energi positif, sekaligus ikut berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan di Kabupaten Karawang.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka juga terus didorong untuk menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun sikap gotong royong, cinta tanah air, serta kepedulian terhadap sesama.

Dengan semangat Hari Pramuka ke-65, Kwarcab Karawang berharap Gerakan Pramuka semakin maju, solid, dipercaya masyarakat, dan terus menjadi wadah strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa yang tangguh serta berbudi pekerti luhur.

Selamat Hari Pramuka ke-65. Terus berkarya, terus mengabdi, dan terus berbakti untuk tanah air tercinta.

(AS)

Kwaran Cibuaya Peringati Hari Pramuka ke-65, Dukung Swasembada Pangan

0

KARAWANG — Memperingati Hari Pramuka ke-65 yang jatuh pada Jumat, 14 Agustus 2026, Kwartir Ranting (Kwaran) Cibuaya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat organisasi sekaligus mengambil peran dalam mendukung swasembada pangan.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi, Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan pembangunan nasional yang membutuhkan keterlibatan generasi muda, termasuk anggota Pramuka.

Ketua Kwaran Kecamatan Cibuaya, Kasdi Dinata, menyampaikan ucapan selamat Hari Pramuka ke-65 kepada seluruh anggota Pramuka, khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Cibuaya.

Menurutnya, momentum Hari Pramuka bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat untuk kembali memperkuat semangat kebersamaan, kedisiplinan, kemandirian, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Selamat Hari Pramuka ke-65 untuk seluruh anggota Pramuka. Mari kita mantapkan langkah organisasi, perkuat kebersamaan, dan terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Kasdi Dinata.

Ia menegaskan, anggota Pramuka harus mampu menjadi generasi yang tidak hanya memiliki keterampilan kepramukaan, tetapi juga peka terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

Menurutnya, semangat gotong royong serta kemandirian yang selama ini menjadi bagian dari pendidikan kepramukaan dapat menjadi modal penting untuk mendorong generasi muda terlibat dalam sektor pangan.

“Pramuka harus hadir dan bermanfaat. Tidak hanya terampil dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam kehidupan masyarakat, termasuk mendukung ketahanan pangan,” katanya.

Kasdi juga mengingatkan kembali nilai yang menjadi pegangan anggota Pramuka melalui semboyan “Satya Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.”

Nilai tersebut, kata dia, harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui kejujuran, kedisiplinan, kepedulian dan pengabdian.

Kwaran Cibuaya berharap momentum Hari Pramuka ke-65 dapat menjadi energi baru bagi seluruh jajaran dan anggota Pramuka untuk semakin aktif berkarya serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Generasi Pramuka diharapkan tumbuh sebagai generasi yang mandiri, terampil, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial, sekaligus mampu mengambil bagian dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Selamat Hari Pramuka ke-65. Satya Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan. Salam Pramuka!

(AS) 

Bayar Pajak Kendaraan Makin Mudah, Samsat Keliling Polresta Karawang Hadir Dekat dengan Warga

0

KARAWANG – Kabar baik bagi warga Karawang yang ingin menunaikan kewajiban pajak kendaraan bermotor. Satlantas Polresta Karawang bersama petugas Dispenda Karawang terus mendekatkan pelayanan melalui Samsat Keliling.

Layanan tersebut kembali digelar pada Kamis (13/8/2026), dengan melibatkan Aipda Erick Hidayat bersama petugas terkait.

Kehadiran Samsat Keliling menjadi solusi bagi masyarakat yang terkendala waktu maupun jarak untuk mendatangi kantor Samsat Induk Kabupaten Karawang.

Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto melalui Kasi Humas Polresta Karawang Ipda Cep Wildan mengatakan, pelayanan Samsat Keliling merupakan bagian dari komitmen kepolisian bersama instansi terkait dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan terjangkau.

Melalui layanan Samsat Keliling ini, masyarakat dapat memperoleh kemudahan dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan.

“Selain memberikan pelayanan yang lebih dekat, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor,” ujar Ipda Cep Wildan.

Menurutnya, layanan tersebut sangat membantu masyarakat yang memiliki aktivitas pekerjaan cukup padat, termasuk warga yang kesulitan meluangkan waktu untuk datang langsung ke kantor Samsat Induk.

Tak hanya pembayaran pajak, melalui layanan Samsat Keliling masyarakat juga dapat melakukan pengesahan STNK tahunan, pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

Kehadiran gerai Samsat Keliling sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperpendek jarak pelayanan publik.

Dengan layanan yang lebih dekat, masyarakat diharapkan semakin mudah memenuhi kewajiban administrasi kendaraan tanpa harus menghabiskan banyak waktu.

Petugas juga didukung sistem dan teknologi pelayanan yang ditujukan untuk mempercepat proses administrasi sehingga warga tidak perlu menunggu terlalu lama.

Petugas juga didukung dengan sistem dan teknologi pelayanan yang bertujuan mempercepat proses administrasi, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama.

“Kami berharap layanan ini dapat terus dimanfaatkan masyarakat dan memberikan rasa nyaman dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan,” pungkasnya.

Dengan adanya Samsat Keliling, membayar pajak kendaraan kini tak harus identik dengan antre panjang dan perjalanan jauh.

Layanan didekatkan, proses dipermudah, warga pun diharapkan semakin tertib membayar pajak kendaraan. **

Polisi Cek TKP Dugaan Curas di Telagasari, Motor dan HP Pelajar Raib

0

KARAWANG – Polisi bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan pencurian dengan kekerasan (curas) yang menimpa seorang pelajar di Jalan Syechquro, Dusun Cilewo, Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Korban diketahui berinisial WA (17), pelajar asal Kecamatan Cibuaya, Karawang.

Mendapat informasi kejadian, personel piket SPKT dan patroli Polsek Telagasari Polresta Karawang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto melalui Kasi Humas Polresta Karawang Ipda Cep Wildan mengatakan, petugas melakukan pemeriksaan awal sekaligus menggali keterangan dari korban dan saksi.

“Petugas mendatangi TKP, mencatat identitas korban dan saksi, serta memberikan arahan kepada korban untuk membuat laporan resmi di Polsek Telagasari agar dapat diproses lebih lanjut,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan awal, kejadian bermula ketika korban mengantarkan temannya pulang dari wilayah Parev menuju Desa Lemahabang Wadas, Kecamatan Lemahabang.

Setelah mengantarkan temannya, korban kemudian melanjutkan perjalanan pulang seorang diri.

Namun, saat melintas di Jalan Syechquro, korban diduga diberhentikan oleh dua orang laki-laki yang berboncengan menggunakan sepeda motor jenis bebek.

Salah seorang pelaku kemudian turun dari kendaraan dan diduga menodongkan senjata tajam jenis cutter ke arah korban.

Dalam situasi tersebut, pelaku diduga mengambil sepeda motor korban dan telepon selulernya sebelum melarikan diri ke arah Lemahabang Wadas.

Akibat kejadian itu, korban kehilangan satu unit Honda Beat Deluxe warna hijau dan satu unit telepon seluler Oppo A3S warna merah.

Setelah melakukan pengecekan awal, petugas mengumpulkan informasi dari korban maupun saksi untuk menjadi bahan penyelidikan.

Korban juga diarahkan membuat laporan resmi di Polsek Telagasari sehingga kasus tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

Polsek Telagasari kini masih melakukan upaya penyelidikan untuk mengungkap identitas serta keberadaan para pelaku.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi berkaitan dengan kejadian tersebut agar segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian.

Kepolisian mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat berkendara seorang diri pada malam hingga dini hari, serta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. **

Perempuan Asal Rawamerta Ditemukan Meninggal di Sawah, Forensik Tak Temukan Tanda Kekerasan

0

KARAWANG – Warga Dusun Krajan 1, RT 002/001, Desa Tegal Sawah, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, digegerkan dengan penemuan seorang perempuan yang meninggal dunia di pinggir sawah, Rabu (12/8/2026) pagi.

Korban diketahui berinisial Cawes (53), warga Kecamatan Rawamerta. Jasad korban pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 07.30 WIB dalam kondisi tergeletak di lokasi.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga lainnya hingga akhirnya diteruskan kepada pihak kepolisian.

Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto melalui Kasi Humas Polresta Karawang Ipda Cep Wildan mengatakan, setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

“Personel Polsek Karawang bersama Unit Inafis dan piket Reskrim Polresta Karawang mendatangi TKP untuk melakukan pengecekan serta mengumpulkan keterangan dari para saksi,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Karawang untuk menjalani pemeriksaan oleh dokter forensik.

Berdasarkan keterangan saksi, korban ditemukan saat seorang warga hendak keluar rumah. Warga tersebut melihat korban tergeletak di pinggir sawah dan setelah diperiksa lebih dekat, diketahui korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan pihak Forensik RSUD Karawang menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak keluarga juga menerangkan bahwa korban sebelumnya mengalami gangguan jiwa.

Dalam penanganan kasus tersebut, keluarga korban menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Penolakan itu kemudian dituangkan dalam surat pernyataan yang dibuat oleh pihak keluarga.

Polisi selanjutnya melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari pemeriksaan lokasi kejadian, meminta keterangan sejumlah saksi, pemeriksaan jenazah di RSUD Karawang hingga mendokumentasikan seluruh proses sebagai bagian dari penyelidikan.

Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban ditemukan meninggal dunia di pinggir sawah tersebut.**

Purwakarta Jadi Pilot Project Pertama Jabar, Bayar Pajak Kendaraan Kini Bisa di Kecamatan

0

PURWAKARTA — Warga kini mendapat akses layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang lebih dekat setelah Purwakarta resmi ditetapkan sebagai daerah pilot project pertama di Jawa Barat untuk pengembangan layanan pembayaran PKB hingga tingkat kecamatan.

Program ini merupakan hasil kolaborasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat bersama Bank BJB. Kehadirannya diharapkan mampu memangkas jarak pelayanan sekaligus membuat masyarakat lebih mudah, cepat, dan nyaman dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan.

Peluncuran program digelar dalam kegiatan Sinergi Layanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Kecamatan Kabupaten Purwakarta di Aula Bank BJB Purwakarta,.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein turut hadir dan menyambut positif penerapan layanan tersebut. Menurutnya, peningkatan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan pemerintah.

“Bicara pajak bicara soal kesadaran. Sebagai pemerintah kita pelayan masyarakat harus mampu melayani dan menjemput bola. Wajib pajak harus diistimewakan,” tegas Om Zein. Kamis (13/8/2026).

Ia menilai pemerintah tidak cukup hanya mengajak masyarakat agar taat membayar pajak. Kemudahan dalam proses pembayaran juga menjadi bagian penting untuk mendorong kepatuhan wajib pajak.

“Kalau masyarakat kita minta sadar pajak, maka pemerintah juga harus memberikan kemudahan. Jangan masyarakat disuruh datang jauh-jauh, tetapi pemerintah harus hadir mendekati masyarakat,” ujarnya.

Kepala Bapenda Jawa Barat Asep Supriatna mengatakan, program tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat agar masyarakat tidak hanya diposisikan sebagai objek penerimaan daerah.

“Masyarakat harus dijadikan bagian dari ekosistem pendapatan daerah. Purwakarta dipilih sebagai pilot project agar warga benar-benar merasakan kemudahan dan kenyamanan dalam mengakses layanan pembayaran pajak,” kata Asep.

Menurutnya, kehadiran layanan pembayaran PKB di tingkat kecamatan diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan perpajakan.

Tak menutup kemungkinan, pola pelayanan tersebut nantinya juga dikembangkan untuk berbagai jenis pajak daerah lainnya.

Dengan adanya layanan hingga tingkat kecamatan, masyarakat diharapkan tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan.

Konsep ini sekaligus menjadi bentuk transformasi pelayanan publik yang lebih dekat, mudah, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Bagi Pemkab Purwakarta, layanan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus membantu mengoptimalkan pendapatan daerah.

Status Purwakarta sebagai pilot project menjadi kesempatan untuk menguji efektivitas model pelayanan pembayaran PKB yang lebih dekat dengan masyarakat. Jika berjalan optimal, konsep tersebut berpeluang diterapkan lebih luas di berbagai wilayah Jawa Barat.

Ke depan, layanan di tingkat kecamatan diharapkan tak berhenti pada pembayaran PKB saja. Pengembangan layanan untuk berbagai jenis pajak daerah lainnya juga menjadi peluang untuk menghadirkan pelayanan pemerintah yang semakin dekat dengan masyarakat. (/jgn)

Kompi Produksi Walahar Disiapkan Jadi Wisata Edukasi Ketahanan Pangan  

0

KARAWANG – Kompi Produksi di Desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, terus dikembangkan sebagai kawasan yang tidak hanya mendukung produksi pangan, tetapi juga berpotensi menjadi wisata edukasi ketahanan pangan bagi masyarakat.

Komandan Kodim 0604/Karawang Letkol Inf. Nanda Siswanto melihat langsung potensi tersebut saat meninjau kawasan Kompi Produksi Walahar bersama jajaran perwira, Kamis (13/8/2026).

Kawasan seluas sekitar 25 hektare itu saat ini dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan produksi, mulai dari pertanian, perkebunan, budidaya ikan, hingga peternakan domba dan bebek Peking.

Menurut Nanda, keberadaan berbagai sektor produksi dalam satu kawasan menjadi modal penting untuk dikembangkan sebagai ruang edukasi bagi masyarakat. Luas lahan yang mencapai sekitar 25 hektare juga menjadi potensi yang dapat ditata secara bertahap.

“Kami ingin kawasan ini terus diperbaiki dan dikembangkan. Bukan hanya sebagai tempat produksi, tetapi nantinya bisa menjadi wisata edukasi bagi masyarakat, khususnya untuk mengenal pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan,” ujar Nanda.

Ia menjelaskan, konsep wisata edukasi tersebut tetap akan mengedepankan fungsi utama Kompi Produksi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.

Pengembangan dilakukan secara bertahap dengan menata sektor-sektor produksi yang sudah berjalan sehingga kegiatan produktif tetap berlangsung. Penataan juga diarahkan agar kawasan dapat memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat mengenai proses menghasilkan bahan pangan.

“Potensinya sudah ada. Tinggal bagaimana kita tata dan benahi secara bertahap, sehingga kegiatan produksi tetap berjalan dan masyarakat juga mendapatkan nilai edukasi,” katanya.

Konsep tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran terbuka, khususnya bagi generasi muda. Masyarakat nantinya dapat melihat secara langsung proses budidaya tanaman, pemeliharaan ternak, pengelolaan perikanan hingga pemanfaatan lahan untuk produksi pangan.

Selain memberikan nilai edukasi, kawasan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan serta mendorong generasi muda mengenal sektor pertanian dan peternakan sejak dini.

Kompi Produksi Walahar juga memiliki peluang menjadi kawasan percontohan yang mengintegrasikan berbagai sektor pangan dalam satu kawasan. Model tersebut dapat menunjukkan bagaimana lahan dimanfaatkan secara produktif sekaligus memberikan manfaat sosial kepada masyarakat.

Nanda menegaskan, proses pengembangan membutuhkan penataan dan pembenahan secara berkelanjutan. Karena itu, setiap potensi yang ada akan dioptimalkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan kawasan.

Dengan luas sekitar 25 hektare dan beragam aktivitas produksi yang telah berjalan, Kompi Produksi Walahar diharapkan ke depan tidak hanya menjadi pusat produksi pangan, tetapi juga ruang edukasi yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Kodim 0604/Karawang mengoptimalkan potensi wilayah untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat.

Dengan pengembangan yang konsisten, Kompi Produksi Walahar berpotensi menjadi salah satu destinasi edukasi berbasis ketahanan pangan di Kabupaten Karawang yang mempertemukan fungsi produksi, pembelajaran, dan pemberdayaan masyarakat.

(Emed Tarmedi)

Bukan Cuma Jago Urusan Birokrasi, Sekcam Cikarang Timur Pamer Suara di Panggung Desa Tanjungbaru

0

BEKASI – Suasana halaman Kantor Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, mendadak semakin semarak, Kamis (13/8/2026).

Di tengah kegiatan hiburan dangdutan internal yang digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjungbaru, kejutan menarik hadir ketika Sekretaris Camat (Sekcam) Cikarang Timur, H. Aris Sadikin Asnawi, SE, MM, ikut naik ke atas panggung dan menyumbangkan suara emasnya.

Penampilan tersebut sontak mendapat sambutan meriah dari perangkat desa dan warga yang hadir. Sosok birokrat yang sehari-hari dikenal menjalankan tugas pemerintahan itu tampak begitu menikmati suasana dan larut dalam alunan musik dangdut.

Kepala Desa Tanjungbaru, H. Dudu Sumbali, SH, turut menyambut kehadiran Sekcam dengan hangat. Acara yang berlangsung sederhana itu semakin terasa akrab karena diiringi perangkat musik asli dan penampilan musisi lokal.

Bagi sejumlah rekan kerja dan masyarakat Cikarang Timur, H. Aris Sadikin Asnawi dikenal bukan sebagai sosok birokrat yang hanya berkutat dengan urusan administrasi dan pemerintahan.

Di balik aktivitasnya sebagai pejabat kecamatan, Aris ternyata memiliki ketertarikan cukup kuat terhadap dunia seni, khususnya musik.

Begitu musik dangdut mulai dimainkan, Aris tanpa ragu mengambil kesempatan untuk tampil. Dengan wajah sumringah dan penuh percaya diri, ia naik ke panggung dan membawakan lagu di hadapan para tamu undangan.

Penampilan tersebut langsung mengubah suasana menjadi semakin hidup. Tepuk tangan dan sorakan warga terdengar mengiringi penampilannya.

Bukan hanya soal hiburan, momen tersebut juga memperlihatkan sisi lain seorang pejabat pemerintahan yang mampu berbaur dengan masyarakat melalui pendekatan yang lebih santai dan humanis.

Kegiatan dangdutan yang digelar Pemdes Tanjungbaru menggunakan perangkat musik secara langsung atau live music, sehingga nuansa hiburan terasa lebih natural.

Irama kendang dan gitar yang dimainkan para musisi lokal membuat suasana halaman kantor desa berubah layaknya panggung hiburan rakyat.

Kehadiran Sekcam Cikarang Timur di atas panggung pun menjadi salah satu momen yang paling mendapat perhatian.

Suara khas Aris disambut tepuk tangan meriah. Sejumlah perangkat desa dan warga tampak menikmati penampilannya sambil berjoget santai.

Kades Tanjungbaru H. Dudu Sumbali mengapresiasi kehadiran Sekcam Cikarang Timur yang menyempatkan diri berbaur bersama jajaran pemerintahan desa dan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan sederhana seperti itu dapat menjadi ruang untuk mempererat komunikasi dan silaturahmi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat.

Suasana santai juga dinilai dapat mencairkan sekat birokrasi sehingga hubungan antarpemerintahan maupun dengan masyarakat menjadi lebih dekat.

Penampilan H. Aris Sadikin Asnawi akhirnya menjadi hiburan tersendiri dalam kegiatan tersebut. Seni dan musik pun kembali menunjukkan perannya sebagai bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai kalangan.

Abie FU

 

Program Bupati Aep, 50 UMKM Cibuaya-Pedes-Tirtajaya Ikuti Mentorship 2026

0

KARAWANG – Program Pendampingan Materi Mentorship UMKM Tahun 2026 yang digagas Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., kembali dilaksanakan dengan menggabungkan pelaku UMKM dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Cibuaya, Pedes, dan Tirtajaya. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Cibuaya dan diikuti sebanyak 50 pelaku UMKM.

Program yang digagas Bupati H. Aep Syaepuloh, S.E., ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu mengembangkan bisnis secara lebih terarah, mandiri, dan berkelanjutan. Para peserta mengikuti rangkaian materi pendampingan dengan antusias.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Saidah Anwar, S.H., bersama perwakilan Kecamatan Cibuaya, Pedes, dan Tirtajaya. Kehadiran unsur pemerintah dan pendamping diharapkan semakin memperkuat dukungan terhadap pengembangan UMKM di wilayah pesisir Karawang.

Materi pendampingan disampaikan oleh sejumlah narasumber, yakni Koswara, S.Pd.I., CI., Sukhoirotun Nisa, S.Sos., Asnawi, A.Md., serta Fhelio Surya Ray Shaqi Ziraluo, S.IP.

Dalam pendampingan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya membangun mindset sebagai pengusaha, menyusun perencanaan bisnis, mengelola keuangan usaha, hingga memperkuat strategi pemasaran.

Pendampingan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga mendorong pelaku UMKM agar memiliki keberanian untuk berinovasi dan mampu melihat peluang usaha di tengah persaingan yang semakin berkembang.

Penggabungan peserta dari tiga kecamatan juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk saling bertukar pengalaman, berbagi tantangan, serta membangun jejaring usaha yang dapat membuka peluang kolaborasi ke depan.

Melalui jejaring tersebut, para pelaku UMKM diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi dapat membangun ekosistem usaha yang saling mendukung, mulai dari produksi, pemasaran, hingga pengembangan pasar.

Kegiatan Mentorship UMKM 2026 juga menjadi momentum untuk mendorong pelaku usaha agar semakin profesional dalam mengelola bisnis. Penguatan kapasitas menjadi salah satu kunci agar UMKM mampu bertahan, berkembang, dan naik kelas.

Dengan jumlah 50 peserta dari tiga kecamatan, kegiatan ini membawa semangat bersama untuk membangun wirausaha baru sekaligus memperkuat pelaku UMKM yang telah menjalankan usahanya.

Pendampingan ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta serta mampu melahirkan pelaku usaha yang lebih kreatif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing.

Semangat tersebut dirangkum dalam tagline “50 UMKM, 3 Kecamatan, 1 Keluarga 1 Wirausaha”, yang mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat UMKM melalui kolaborasi lintas wilayah.

Cibuaya, Pedes, dan Tirtajaya diharapkan terus menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem UMKM Karawang, sehingga semakin banyak pelaku usaha yang mampu tumbuh, membuka lapangan kerja, dan memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah.

Melalui Mentorship UMKM Tahun 2026, kolaborasi dan pendampingan diharapkan menjadi langkah nyata menuju UMKM Karawang yang semakin kuat, inovatif, mandiri, dan berdaya saing.

(Emed Tarmedi)

Calon Paskibraka Karawang Didorong Jadi Teladan Generasi Muda

0

KARAWANG – Sebanyak 50 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Karawang tahun 2026 mendapat pembekalan tentang disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab dan ketangguhan mental.

Pembekalan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama jajaran Kodim 0604/Karawang di Aula Kodim Karawang, Rabu (12/8/2026), menjelang pelaksanaan tugas pada HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto melalui Kasdim Mayor Inf Saeful Husna meminta para calon Paskibraka mengikuti seluruh latihan dengan sungguh-sungguh, disiplin dan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, Paskibraka bukan sekadar menjalankan tugas pengibaran bendera, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, mental, kepemimpinan dan kekompakan generasi muda.

“Menjadi Paskibraka bukan kebetulan. Ini hasil dari kedisiplinan dan perjuangan. Karena itu, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujar Mayor Saeful Husna.

Ia juga meminta para peserta menjaga kesehatan, kondisi fisik dan kesiapan mental. Setiap latihan harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun kekompakan tim.

Mayor Saeful menegaskan bahwa tugas sebagai Paskibraka merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan menjaga sikap, etika dan nama baik Kabupaten Karawang.

Para calon Paskibraka juga diharapkan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal kepemimpinan dan menjadi teladan bagi teman-teman di sekolah maupun lingkungan masyarakat.

“Jadikan proses latihan ini sebagai pembentukan karakter dan kepemimpinan. Tidak hanya siap saat bertugas, tetapi juga mampu menjadi contoh yang baik,” pesannya.

Sebanyak 50 calon Paskibraka terdiri dari 25 putra dan 25 putri. Dua orang di antaranya akan mewakili Kabupaten Karawang dalam pengibaran bendera tingkat Provinsi Jawa Barat.

Sebagai bentuk dukungan, Kodim 0604/Karawang memberikan cendera mata berupa kaos dan topi kepada para calon Paskibraka. Dukungan tersebut diharapkan menambah motivasi peserta dalam menjalani latihan.

Kodim 0604/Karawang berharap seluruh calon Paskibraka mampu menjalankan tugas dengan baik sekaligus tumbuh menjadi generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, berkarakter dan memiliki semangat nasionalisme.

(ET)

Mentorship 360 Hadir, UMKM Dapil III Karawang Didorong Tembus Pasar Lebih Luas

0

KARAWANG — Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Pemilihan (Dapil) III Karawang kini mendapat ruang lebih luas untuk berkembang.

Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskopukm) meluncurkan program Mentorship 360 sebagai upaya mendorong UMKM agar semakin tangguh dan mampu naik kelas.

Program tersebut mendapat dukungan dari Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. bersama Wakil Bupati Karawang H. Maslani.

Mentorship 360 dirancang bukan hanya untuk memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan secara menyeluruh kepada pelaku UMKM. Mulai dari penguatan manajemen usaha, produksi, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan.

Ketua Pendamping UMKM Dapil III, Asnawi, mengatakan konsep 360 derajat yang diusung program tersebut bertujuan memastikan pelaku UMKM mendapatkan pendampingan dari hulu hingga hilir.

“UMKM bukan sekadar usaha kecil, melainkan kekuatan besar penggerak ekonomi bangsa. Dengan bimbingan yang tepat, UMKM Dapil III siap bersaing dan naik kelas,” ujar Asnawi.

Menurutnya, tantangan UMKM saat ini tidak hanya berkutat pada kemampuan produksi. Akses pasar, kemampuan mengelola keuangan, pemasaran digital, hingga membangun jejaring usaha juga menjadi faktor penting agar sebuah usaha bisa berkembang.

Karena itu, Mentorship 360 juga mendorong pelaku UMKM untuk mulai memanfaatkan digitalisasi serta memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai pihak.

Pendampingan tersebut diharapkan mampu membuka peluang baru bagi UMKM Dapil III untuk tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem UMKM di Karawang melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta.

Dengan pendampingan yang lebih intensif dan berkelanjutan, UMKM di Dapil III diharapkan semakin profesional, memiliki daya saing dan mampu meningkatkan skala usahanya.

Target akhirnya jelas: UMKM bukan cuma naik omzet, tetapi juga naik kelas. Pertumbuhan UMKM yang semakin kuat diharapkan ikut menggerakkan roda perekonomian daerah dan mendorong terwujudnya Karawang yang maju, sejahtera dan makmur bersama.

AS/R

Milangkala ke-5 GMPI Digelar Meriah, Dewa Sena: Semoga Makin Kokoh dan Bermanfaat

0

KARAWANG — Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) memasuki usia ke-5. Momentum milangkala tersebut digelar bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GMPI di Lapangan Karangpawitan, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Rabu (12/8/2026).

Acara berlangsung meriah dan penuh semangat. Sejumlah tokoh masyarakat, unsur pemerintah, aparat kewilayahan hingga mitra kerja sama dari berbagai sektor turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat GMPI, H. Muhammad Sayegi, yang akrab disapa Dewa Sena, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan organisasi yang telah memasuki tahun kelima.

Menurutnya, lima tahun perjalanan GMPI menjadi momentum untuk terus melakukan evaluasi sekaligus memperkuat peran organisasi agar semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.

“GMPI telah memasuki usia kelima, terus tumbuh, berkembang, dan senantiasa meraih kemajuan. Semoga di tahun-tahun mendatang organisasi ini semakin kokoh berdirinya, semakin luas manfaatnya bagi masyarakat, dan senantiasa membawa nama baik bangsa Indonesia,” ujar Dewa Sena.

Rakernas sekaligus milangkala tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh dan mitra GMPI. Di antaranya Letkol Inf Nanda Siswanto, S.Sos. selaku Dandim 0604 Karawang, Hendra Gunawan selaku Ketua Dewan Pengawasan GMPI, serta Agus Sulistyo, Anggota DPRD Kabupaten Karawang.

Turut hadir Ketua KIM Kabupaten Karawang, H. Komarrudin atau Gomber selaku perwakilan PT Nico Jaya Pratama, serta perwakilan dari PT Sinarmas Land KIIC (ITOCHU), Sangga Buana Grup, dan GAPENSI.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari dukungan sekaligus apresiasi terhadap eksistensi GMPI yang telah berjalan selama lima tahun.

Dalam momentum tersebut, para tamu undangan juga menyampaikan ucapan selamat atas milangkala ke-5 GMPI serta suksesnya pelaksanaan Rakernas.

Harapannya, GMPI tidak hanya semakin solid secara organisasi, tetapi juga mampu memperluas kiprah dan kontribusinya di tengah masyarakat.

Memasuki usia lima tahun, GMPI pun diharapkan semakin kokoh dalam organisasi, semakin nyata dalam pengabdian, dan semakin luas dalam memberikan manfaat bagi masyarakat serta bangsa Indonesia.

Penulis: Rohman

Digempur Gelombang Laut, Jalan Dusun Pisangan Cemarajaya Nyaris Putus

0

KARAWANG – Ancaman abrasi di wilayah pesisir Kabupaten Karawang kembali menjadi sorotan. Jalan akses menuju Dusun Pisangan, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, kini mengalami kerusakan parah akibat terus tergerus air laut.

Jalur yang menjadi akses penting bagi aktivitas warga sekaligus menuju kawasan pantai tersebut kondisinya semakin memprihatinkan. Kerusakan bahkan membuat kendaraan roda empat tidak lagi leluasa melintas.

Abrasi yang terjadi secara terus-menerus dari tahun ke tahun perlahan mengikis kawasan pantai. Di sejumlah titik, badan jalan tampak rusak dan sebagian wilayah pesisir mulai terkikis gelombang pasang atau rob.

Kondisi semakin sulit ketika air laut sedang pasang maupun setelah hujan turun. Permukaan jalan menjadi berlumpur dan licin sehingga meningkatkan risiko bagi warga maupun pengunjung yang melintas.

Warga bahkan terpaksa menggunakan pekarangan rumah sebagai jalur alternatif untuk tetap bisa menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dulu Jadi Destinasi Wisata

Kondisi tersebut sangat kontras dengan situasi beberapa tahun sebelumnya. Pantai di kawasan Dusun Pisangan dikenal memiliki panorama yang menarik dan sempat menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat dari berbagai daerah.

Pengunjung datang untuk menikmati suasana pantai sekaligus mencari ikan. Hingga kini, kawasan tersebut masih cukup ramai didatangi pemancing, khususnya ketika hari libur.

Namun, abrasi yang terus terjadi membuat wajah pesisir perlahan berubah. Area pantai yang sebelumnya menjadi kebanggaan masyarakat kini semakin terkikis, sementara akses jalan menuju lokasi juga ikut terdampak.

Bagi warga, persoalan tersebut bukan sekadar kerusakan infrastruktur. Jika tidak segera ditangani, abrasi dikhawatirkan terus meluas dan mengancam permukiman serta aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.

Warga Minta Penanganan Serius

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi pesisir Desa Cemarajaya.

Penanganan dinilai tidak cukup hanya dengan memperbaiki badan jalan. Diperlukan langkah komprehensif untuk mengendalikan abrasi, melindungi garis pantai, sekaligus memastikan akses warga tetap aman dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Warga berharap ada solusi nyata dan berkelanjutan sebelum kerusakan semakin meluas.

“Jangan sampai menunggu jalan benar-benar putus atau permukiman ikut terdampak baru dilakukan penanganan. Kami berharap pemerintah segera turun tangan,” menjadi harapan masyarakat di kawasan pesisir tersebut.

Abrasi di Dusun Pisangan menjadi pengingat bahwa kawasan pesisir membutuhkan perhatian serius.

Bukan hanya untuk menyelamatkan akses transportasi warga, tetapi juga untuk menjaga keberlangsungan lingkungan, permukiman, dan potensi wisata yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Desa Cemarajaya. (AS/R)

HUT ke-4 Resimen IV Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri, Bupati Aep Tegaskan Pentingnya Sinergi Jaga Kondusivitas Karawang  

0

KARAWANG, JAGAINNEWS.COM – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., bersama Wakil Bupati Karawang H. Maslani menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Resimen IV Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri di Markas Komando (Mako) Resimen IV Karawang, Selasa (11/8/2026).

Peringatan HUT tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan menjadi momentum untuk memperkuat soliditas serta sinergi antara jajaran Resimen IV Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri dengan Pemerintah Kabupaten Karawang, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat.

Bupati Aep menyampaikan bahwa keberadaan Mako Resimen IV di Kabupaten Karawang merupakan keputusan strategis pemerintah pusat. Kehadiran satuan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan stabilitas wilayah.

Menurutnya, Karawang memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di wilayah penyangga ibu kota sekaligus menjadi salah satu daerah dengan aktivitas investasi yang tinggi secara nasional.

“Keamanan dan kondusivitas daerah menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, termasuk Resimen IV Pasukan Pelopor, harus terus diperkuat,” ujar Bupati Aep.

Ia menegaskan, pembangunan ekonomi dan investasi tidak dapat dipisahkan dari kondisi keamanan yang aman dan nyaman. Stabilitas wilayah akan memberikan rasa percaya bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun investor yang menjalankan aktivitasnya di Kabupaten Karawang.

Bupati Aep juga mengapresiasi keberadaan Resimen IV yang turut memperkuat sistem keamanan di wilayah Karawang. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan keamanan dan sosial yang berkembang di masyarakat.

“Karawang harus terus menjadi daerah yang aman, nyaman, dan kondusif. Dengan kolaborasi dan komunikasi yang baik, kita bisa menjaga Karawang tetap menjadi daerah yang menarik bagi investasi sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya.

Rangkaian peringatan HUT ke-4 Resimen IV Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri diisi dengan upacara peringatan, pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur, penampilan personel, serta ramah tamah bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karawang dan para tokoh masyarakat.

Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan kelembagaan dan membangun komunikasi yang semakin solid antara unsur pemerintah daerah dengan jajaran keamanan di Kabupaten Karawang.

Pemerintah Kabupaten Karawang berharap sinergi yang telah terbangun bersama Resimen IV Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI-Polri, Resimen IV, dunia usaha, dan masyarakat, Karawang diharapkan mampu mempertahankan stabilitas sekaligus terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

(Emed Tarmedi)

Bupati Aep Dorong Kolaborasi dan Ketahanan Pangan Lewat Gerakan PKK di Desa Pejaten

0

KARAWANG, JAGAINNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Karawang terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Kebersihan Lingkungan, Gelar Pangan Murah, dan Gerakan Tanam Cabai di lokasi P2WKSS Tahun 2026, Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Karawang, Hj. Vida Syaepuloh, serta jajaran pemerintah daerah dan kader PKK.

Kegiatan menjadi bagian dari rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dengan mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.”

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep menyampaikan apresiasi kepada Ketua TP PKK Kabupaten Karawang beserta seluruh kader PKK yang selama ini aktif hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, gerakan PKK memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pembangunan, mulai dari kebersihan lingkungan, ketahanan pangan keluarga, peningkatan kesejahteraan hingga pemberdayaan masyarakat.

Bupati Aep menjelaskan, Desa Pejaten dipilih sebagai lokus pelaksanaan P2WKSS Tahun 2026. Kendati penilaian P2WKSS tingkat Provinsi Jawa Barat tidak dilaksanakan pada tahun ini, program tersebut tetap berjalan di Kabupaten Karawang.

“Walaupun tahun ini tidak ada penilaian tingkat provinsi, kita tetap melaksanakan P2WKSS. Jangan sampai semangat kita berhenti hanya karena tidak ada penilaian. Yang paling penting adalah manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Bupati Aep.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan di tingkat desa membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Karena itu, Bupati meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran kecamatan, pemerintah desa, kader PKK, serta organisasi kemasyarakatan untuk terus memperkuat sinergi.

Bupati Aep juga mengajak seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat bekerja sebagai “supertim” dalam menjalankan berbagai program pembangunan daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pembangunan sarana pendidikan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan keluarga, serta program lainnya dapat berjalan maksimal.

“Kita harus bekerja bersama sebagai supertim. OPD, kecamatan, desa, PKK dan masyarakat harus saling mendukung. Dengan kolaborasi, program yang kita jalankan akan lebih cepat dan manfaatnya lebih besar,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan gerakan menanam bibit cabai yang dilakukan Ketua TP PKK Kabupaten Karawang bersama para kader. Gerakan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pemanfaatan lahan dan penguatan ketahanan pangan keluarga.

Selain penanaman cabai, kegiatan dilanjutkan dengan aksi kebersihan lingkungan. Bupati Aep bersama jajaran turut meninjau kondisi lingkungan sekitar sekaligus mendorong masyarakat agar menjaga kebersihan secara berkelanjutan.

Bupati bersama Ketua TP PKK Kabupaten Karawang juga meninjau pelaksanaan Gelar Pangan Murah. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau sekaligus mendukung pengendalian harga pangan di tingkat masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemkab Karawang berharap semangat pemberdayaan masyarakat di Desa Pejaten terus berkembang. Tidak hanya untuk memenuhi indikator program P2WKSS, tetapi juga menciptakan lingkungan yang bersih, keluarga yang lebih mandiri, serta masyarakat yang semakin sejahtera.

Pemerintah Kabupaten Karawang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan TP PKK dan seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan program pembangunan. Semangat gotong royong tersebut diharapkan menjadi kekuatan bersama menuju Karawang yang semakin maju dan masyarakat yang semakin sejahtera.

(Emed Tarmedi)

Michael Lendo Maju Calon Anggota BPD Desa Cemara Jaya, Usung Empat Nilai Utama

0

KARAWANG – Michael Lendo resmi tampil sebagai salah satu calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, untuk periode 2026–2032.

Mewakili Dusun 1 Utara, Michael maju dengan nomor urut 1 dalam pemilihan BPD yang akan diselenggarakan di tingkat desa.

Dalam pencalonannya, Michael membawa semangat untuk ikut mendorong pembangunan Desa Cemara Jaya agar semakin maju, terbuka, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Ia mengusung empat nilai utama sebagai landasan dalam menjalankan amanah apabila mendapat kepercayaan dari warga, yakni Amanah untuk Masyarakat, Peduli untuk Sesama, Inovatif untuk Kemajuan Desa, serta Transparan untuk Kepercayaan Warga.

Menurut Michael, empat nilai tersebut bukan sekadar slogan dalam pencalonan, tetapi menjadi prinsip yang harus diwujudkan melalui kerja nyata sebagai wakil masyarakat di BPD.

Ia berkomitmen untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, sekaligus ikut mengawal kebijakan desa agar memberikan manfaat bagi seluruh warga.

“Dengan semangat Bersama Membangun Desa Cemara Jaya, saya berharap dapat menjadi jembatan yang kokoh antara masyarakat dan pemerintahan desa. Setiap suara warga harus didengar, setiap kebijakan harus bermanfaat, dan setiap langkah pembangunan harus transparan,” ujar Michael Lendo.

Sebagai calon yang mewakili Dusun 1 Utara, Michael juga mengajak masyarakat Desa Cemara Jaya untuk menggunakan hak pilihnya serta menyukseskan seluruh tahapan pemilihan anggota BPD.

Baginya, kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga dengan sikap terbuka, kepedulian, dan tanggung jawab.

“BPD harus hadir sebagai bagian dari masyarakat. Aspirasi warga menjadi hal penting untuk diperjuangkan agar pembangunan desa dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Michael berharap proses pemilihan BPD Desa Cemara Jaya dapat berlangsung aman, tertib, demokratis, dan menghasilkan wakil-wakil masyarakat yang mampu menjalankan fungsi pengawasan, penyaluran aspirasi, serta kemitraan dengan pemerintah desa.

Dengan membawa semangat “Bersama Membangun Desa Cemara Jaya”, Michael Lendo menyatakan kesiapannya untuk mengabdi dan ikut mendorong terwujudnya desa yang lebih maju, adil, transparan, dan sejahtera.

Penulis: Rohman

Dugaan Pungutan Sampul Rapor Rp60 Ribu di SMPN 1 Tirtajaya Disorot SWI Karawang

0

KARAWANG — Dugaan pungutan biaya sampul rapor kembali menjadi sorotan di lingkungan pendidikan Kabupaten Karawang. Kali ini, informasi tersebut mencuat dari SMP Negeri 1 Tirtajaya.

Sejumlah warga menyebut siswa di sekolah tersebut diminta membayar biaya sampul rapor sebesar Rp60 ribu per siswa. Informasi itu disampaikan masyarakat kepada awak media pada Kamis (6/8/2026).

Untuk memastikan informasi tersebut, awak media kemudian melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah melalui pesan singkat.

Salah seorang pihak sekolah berinisial As membenarkan adanya pembelian sampul rapor, namun menyebut nominalnya berbeda.

“Untuk sampul rapor biasanya beli, Pak,” ujar As melalui pesan singkat.

As kemudian meminta awak media datang langsung ke sekolah untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

“Datang saja Pak ke SMP biar jelas,” katanya.

Awak media memenuhi undangan tersebut pada Selasa (11/8/2026), setelah sebelumnya berhalangan hadir pada Senin.

Namun, pertemuan dengan pihak sekolah berlangsung di sebuah gubuk yang berada di lingkungan sekolah, bukan di ruang kantor atau ruang tamu sekolah.

Meski demikian, awak media tetap melakukan konfirmasi untuk memastikan pemberitaan berimbang dan memberikan ruang klarifikasi kepada pihak sekolah sesuai prinsip Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Dalam pertemuan tersebut, muncul perbedaan keterangan mengenai nominal biaya sampul rapor.

Warga sebelumnya menyebut biaya yang dibayarkan siswa mencapai Rp60 ribu, sementara As menyampaikan bahwa sampul rapor dijual kepada siswa dengan harga Rp50 ribu.

Perbedaan informasi mengenai nominal tersebut kemudian menjadi perhatian Sekber Wartawan Indonesia (SWI) DPD Karawang.

Ketua SWI DPD Karawang, Yusup, menilai informasi tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak yang memiliki kewenangan.

Menurutnya, perbedaan keterangan tidak bisa serta-merta dijadikan kesimpulan telah terjadi korupsi maupun pungutan liar.

“Ini perlu diperiksa dan diklarifikasi oleh pihak berwenang. Jangan sampai ada pungutan yang tidak memiliki dasar dan membebani siswa atau orang tua,” ujar Yusup.

SWI Karawang berencana menyurati sejumlah instansi terkait untuk meminta pemeriksaan terhadap dugaan pungutan tersebut, di antaranya Dinas Pendidikan, Inspektorat, Ombudsman, Kejaksaan, maupun kepolisian.

Yusup menegaskan, jika nantinya ditemukan adanya pungutan tanpa dasar hukum dan memenuhi unsur pelanggaran, maka harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau memang terbukti ada pungutan liar dan memenuhi unsur pelanggaran, tentu harus ada tindakan. Sekolah negeri harus transparan dalam setiap pungutan kepada siswa maupun wali murid,” tegasnya.

Pihak sekolah juga perlu memberikan penjelasan secara terbuka agar persoalan ini tidak berkembang menjadi persepsi negatif di tengah masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang maupun aparat penegak hukum terkait dugaan pungutan sampul rapor tersebut.

(TW/Tim)

Dirjen Bina Keuangan Daerah, A. Fatoni : Perlu dioptimalkan BUMD, BLUD, dan BMD.  

0

MAKASSAR – Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fatoni mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan Barang Milik Daerah (BMD) sebagai bagian dari upaya memperkuat pembiayaan pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Fatoni saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi BUMD, BLUD, dan Barang Milik Daerah dengan tema “Penguatan BUMD, BLUD, dan Barang Milik Daerah yang Profesional, Produktif, dan Berdaya Saing melalui Pembinaan, Pengawasan, serta Pengelolaan berdasarkan Prinsip Tata Kelola yang Baik”, Jumat (7/8), di Gammara Hotel Makassar, Kota Makassar.

Fatoni mengatakan, kondisi fiskal daerah dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi global, Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan dana transfer yang mengharuskan pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pembiayaan alternatif guna mendukung pembangunan didaerah.

“Kondisi fiskal daerah saat ini, dipengaruhi oleh kondisi global, dipengaruhi oleh PAD, dipengaruhi oleh dana transfer, mengharuskan daerah untuk kreatif, untuk bisa mencari sumber pembiayaan alternatif dalam rangka untuk melaksanakan pembangunan yang ada di daerah.”

Menurut Fatoni, salah satu langkah yang dapat dilakukan daerah adalah mengoptimalkan PAD, khususnya yang bersumber dari pajak dan retribusi daerah. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui intensifikasi, ekstensifikasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi, serta inovasi.

“Digitalisasi sangat diperlukan untuk bisa memastikan bahwa proses yang dilaksakan lebih efektif, efisien, akuntabel. Lebih murah, lebih cepat, dan memakan waktu yang singkat,” ujar Fatoni.

Selain optimalisasi PAD, Fatoni menekankan pentingnya inovasi dan terobosan dalam pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, perubahan hasil membutuhkan perubahan cara kerja.

“Karena kalau kita ingin menghasilkan hasil yang berbeda, tentu harus dengan cara yang berbeda.”

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk tidak ragu mengadopsi praktik baik dari daerah lain dengan menyesuaikannya terhadap karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.

“Amati, tiru, modifikasi sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Yang lebih hebat lagi apabila kita mampu membuat inovasi baru yang belum pernah dibuat oleh daerah lain.”

Dalam kesempatan tersebut, Fatoni secara khusus mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan kinerja BUMD sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendapatan daerah melalui creative financing.

“Yang ketiga untuk meningkatkan pendapatan daerah, melakukan kreatif financing, yaitu mengoptimalkan BUMD.”

Menurut Fatoni, jumlah BUMD yang cukup besar masih menyimpan potensi yang dapat dioptimalkan untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

“BUMD saat ini ada 1.092, cukup banyak namun kinerjanya masih bisa dioptimalkan lagi.”

“Sehingga bisa mendapatkan penghasilan yang besar, laba yang besar, dividen yang besar yang digunakan untuk pembangunan,” lanjutnya.

Selain BUMD, Fatoni menilai BLUD juga memiliki potensi untuk memperkuat kemandirian pengelolaan layanan pemerintah daerah. Fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Untuk meningkatkan pelayanan. Kalau pelayanan meningkat, maka akan ada tingkat kepercayaan yang meningkat.”

Menurutnya, peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan dapat berdampak pada peningkatan pendapatan BLUD sehingga setidaknya mampu membiayai kebutuhan operasionalnya sendiri.

“Paling tidak kalau BLUD bisa membiayai dirinya sendiri, beban APBD menjadi berkurang.”

Fatoni juga menyoroti pentingnya optimalisasi pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD). Menurutnya, masih terdapat berbagai persoalan dalam pencatatan, pengelolaan, dan pemanfaatan aset daerah yang perlu diperbaiki.

“Pencatatannya, pengelolaannya, pemanfaatannya masih banyak yang belum maksimal. Oleh karena itu, jangan biarkan aset ini, barang milik daerah ini nganggur dan perlu kita manfaatkan.”

Optimalisasi aset, kata Fatoni, perlu dilakukan agar barang milik daerah dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.

Calon BPD Cemarajaya Nomor Urut 1, Edi Pramulyana Tegaskan Komitmen Transparansi

0

KARAWANG — Pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, mulai memasuki tahapan yang menarik perhatian masyarakat.

Salah satu kandidat yang siap bertarung adalah Edi Pramulyana, perwakilan Dusun Pisangan dengan nomor urut 1.

Edi dijadwalkan mengikuti pemilihan anggota BPD Desa Cemarajaya yang akan digelar secara langsung pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Mengusung semangat “Membangun Transparansi, Meningkatkan Partisipasi”, Edi menawarkan visi untuk menghadirkan BPD yang lebih solutif, transparan dan akuntabel dalam menjalankan fungsi sebagai wakil masyarakat.

Menurutnya, BPD memiliki posisi strategis dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa agar semakin terbuka, partisipatif dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Edi membawa empat misi utama.

Pertama, aktif menyerap sekaligus menyalurkan aspirasi masyarakat. Kedua, ikut membahas dan menyepakati rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa.

Ketiga, menjalankan fungsi pengawasan secara objektif terhadap kinerja Pemerintah Desa, termasuk realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Keempat, membangun kemitraan yang harmonis dan transparan bersama seluruh lembaga yang ada di Desa Cemarajaya.

Edi menilai BPD tidak boleh hanya menjadi lembaga formalitas. Lebih dari itu, BPD harus mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah desa, terutama dalam menyampaikan aspirasi serta memastikan program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.

“Dengan semboyan Membangun Transparansi, Meningkatkan Partisipasi, saya berharap seluruh warga Desa Cemarajaya ikut berperan aktif menjaga dan membangun desa bersama-sama. Tidak ada aspirasi yang terabaikan, dan setiap kebijakan desa harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” ujar Edi.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya warga Dusun Pisangan, untuk menggunakan hak pilih secara bijak dan ikut menentukan sosok yang dinilai mampu membawa aspirasi masyarakat ke dalam forum pemerintahan desa.

Dengan pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Agustus 2026, Edi berharap proses demokrasi di tingkat desa tersebut dapat berjalan aman, tertib dan menghasilkan anggota BPD yang benar-benar mampu bekerja untuk kepentingan masyarakat.

Bagi Edi, BPD bukan sekadar soal jabatan, tetapi tentang bagaimana suara masyarakat benar-benar didengar dan diperjuangkan dalam pembangunan desa. (AS)

HKG PKK ke-54 di Desa Pejaten Meriah, Bupati Aep Hadir Bawa Program untuk Warga

0

KARAWANG – Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Karawang berlangsung meriah di Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh bersama Ketua TP PKK Kabupaten Karawang, jajaran Forkopimda, Camat Cibuaya, unsur Muspika, para kepala desa se-Kecamatan Cibuaya hingga masyarakat.

Tak sekadar seremoni, HKG PKK tahun ini diisi berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai dari gerakan kebersihan lingkungan, gelar pangan murah, bazar UMKM, hingga gerakan tanam cabai.

Program tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara Tim Penggerak PKK Kabupaten Karawang dengan sejumlah perangkat daerah dan pihak terkait, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan, Dinas Perikanan dan Pangan, serta RUMD Petrogas Persada Karawang.

Kepala Desa Pejaten, Hj. Nurhenni, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Karawang beserta jajaran karena telah memilih Desa Pejaten sebagai lokasi pelaksanaan HKG PKK ke-54.

Menurutnya, kehadiran berbagai program dalam kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong aktivitas ekonomi warga.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Bapak Bupati dan Ibu Bupati atas perhatian dan kehadirannya di Desa Pejaten. Program yang dibawa sangat bermanfaat langsung bagi masyarakat kami, terutama kehadiran UMKM yang semakin membuka peluang ekonomi warga,” ujar Hj. Nurhenni.

Ia berharap perhatian dan kolaborasi pemerintah daerah terhadap masyarakat desa dapat terus berlanjut, tidak hanya dalam momentum kegiatan HKG PKK.

Apresiasi serupa disampaikan Camat Cibuaya, Ridwan, SPKP., MM. Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Karawang, Ibu Bupati serta jajaran Forkopimda yang telah menghadirkan kegiatan dengan berbagai program bagi masyarakat Cibuaya.

“Kehadiran Bapak Bupati dan Ibu Bupati membawa semangat sekaligus manfaat nyata bagi warga. Melalui pangan murah, penguatan UMKM, dan gerakan tanam cabai, masyarakat merasa langsung dibantu,” kata Ridwan.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mendorong kemajuan wilayah Cibuaya.

“Semoga sinergi ini terus terjalin demi kemajuan Cibuaya,” tambahnya.

Rangkaian HKG PKK ke-54 di Desa Pejaten juga menjadi momentum untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Gerakan kebersihan lingkungan mendorong warga untuk semakin peduli terhadap kondisi lingkungan. Sementara gelar pangan murah diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Di sisi lain, bazar UMKM memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus memperluas pemasaran produk mereka.

Adapun gerakan tanam cabai menjadi salah satu langkah sederhana untuk mendorong ketahanan pangan keluarga. Masyarakat diajak memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah untuk menanam kebutuhan pangan secara mandiri.

Momentum HKG PKK ke-54 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi pemantik gerakan masyarakat dalam menjaga lingkungan, memperkuat ketahanan pangan, serta mengembangkan UMKM desa.

Dengan begitu, semangat HKG PKK benar-benar terasa manfaatnya hingga ke tingkat keluarga dan masyarakat.

(AS)

 

Satpol PP Karawang Tertibkan Bangli dan PKL di Karawang Wetan, 8 Kios Dibongkar

0

KARAWANG – Penertiban bangunan liar (bangli) dan pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Karawang terus berlanjut.

Kali ini, Satpol PP Kabupaten Karawang turun langsung menertibkan kawasan Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Selasa (11/8/2026).

Sebanyak 8 kios ditertibkan dalam operasi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut.

Tujuh kios di antaranya merupakan bangunan terlantar yang sudah ditinggalkan pemiliknya, sedangkan satu kios dibongkar dan dipindahkan sendiri oleh pemiliknya.

Tak hanya kios, petugas juga merobohkan dua saung berbahan asbes yang ditemukan dalam kondisi terlantar.

Penertiban melibatkan unsur gabungan dari Satpol PP, DPUPR Kabupaten Karawang, Polsek Karawang Kota, serta Babinsa Kelurahan Karawang Wetan.

Kasi Operasional dan Pengendalian (Opsdal) Satpol PP Karawang, Tata Suparta, menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum, khususnya trotoar, saluran irigasi dan ruang publik.

“Kami bersama DPUPR, unsur Polsek Karawang Kota dan Babinsa TNI Kelurahan Karawang Wetan melaksanakan kegiatan operasi penertiban,” ujar Tata.

Satpol PP memastikan penertiban bukan dilakukan secara tiba-tiba. Sebelum pembongkaran, petugas telah melakukan sosialisasi dan memberikan surat peringatan secara bertahap kepada para PKL.

Data Satpol PP mencatat, 73 PKL menerima SP 1, sebanyak 69 PKL menerima SP 2, dan 43 PKL menerima SP 3.

Artinya, penertiban kali ini merupakan tindak lanjut setelah tahapan peringatan dilakukan.

“Sebagai langkah awal, kami sudah memberikan surat pemberitahuan bahwa akan dilaksanakan penertiban. Ini merupakan bagian dari sosialisasi sebelum kegiatan penertiban dilakukan,” kata Tata.

Sebanyak 43 personel Satpol PP dari Bidang Ketertiban Umum diterjunkan dalam operasi tersebut untuk memastikan proses penertiban berlangsung aman dan tertib.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa penataan bukan semata soal membongkar bangunan atau menertibkan pedagang.

Trotoar merupakan hak pejalan kaki. Saluran irigasi harus tetap berfungsi. Ruang publik juga tidak semestinya berubah menjadi kawasan bangunan liar tanpa aturan.

Karena itu, penertiban di Karawang Wetan menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembalikan kawasan agar lebih tertib, aman dan nyaman.

Namun, pekerjaan pemerintah tidak berhenti setelah bangunan dibongkar. Pengawasan pascapenertiban menjadi penting agar bangunan liar dan lapak PKL tidak kembali bermunculan di lokasi yang sama.

Satpol PP pun mengimbau masyarakat untuk mematuhi ketentuan yang berlaku dan tidak kembali menggunakan fasilitas umum secara sembarangan. (JGN) 

100 Hari Memimpin Kodim Karawang, Letkol Nanda Perkuat Pengabdian untuk Rakyat  

0

KARAWANG, JAGAINNEWS.COM – Memasuki 100 hari memimpin Kodim 0604/Karawang, Letkol Inf. Nanda Siswanto, S.Sos., memaparkan sejumlah program dan langkah yang telah dilakukan untuk menjaga keamanan sekaligus membantu masyarakat di Kabupaten Karawang.

Hal tersebut disampaikan Letkol Nanda dalam kegiatan Coffee Morning dan silaturahmi bersama insan pers yang berlangsung di Aula Pangkal Perjuangan Makodim 0604/Karawang, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri puluhan wartawan dari berbagai organisasi pers dan media di Kabupaten Karawang.

Letkol Nanda mengatakan, sejak awal menjalankan tugas sebagai Dandim 0604/Karawang, dirinya memilih untuk terlebih dahulu bekerja dan turun ke lapangan sebelum menggelar silaturahmi bersama insan pers.

“Mohon maaf baru bisa bersilaturahmi, karena saya mau bekerja dulu. Besok tepatnya 100 hari,” ujar Letkol Nanda.

Menurutnya, selama 100 hari pertama, Kodim 0604/Karawang tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga menjalankan berbagai kegiatan teritorial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satu perhatian utama Letkol Nanda adalah menjaga keamanan masyarakat melalui patroli pencegahan aksi begal dan kejahatan jalanan.

Patroli dilakukan secara rutin dan acak dengan menyasar sejumlah wilayah yang dianggap rawan, termasuk jalur-jalur sepi dan kawasan yang minim aktivitas masyarakat pada malam hari.

Puluhan personel dikerahkan menggunakan kendaraan, termasuk sepeda motor, untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

“Kita lakukan secara random di seluruh kecamatan untuk meminimalisir dan mempersempit ruang gerak begal. Tetap kita bekerja sama dengan kepolisian, Satpol PP dan unsur lainnya,” katanya.

Letkol Nanda menjelaskan, langkah tersebut dilakukan setelah banyak menerima laporan mengenai keresahan masyarakat terhadap aksi begal dan kejahatan jalanan.

Menurutnya, masyarakat yang bekerja hingga malam hari harus dapat pulang dengan rasa aman tanpa dihantui ancaman kriminalitas di jalan.

Karena itu, patroli tidak hanya dilakukan di pusat kota, tetapi juga diarahkan ke wilayah pedalaman dan sejumlah kecamatan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan.

“Jangan sampai ada pembegalan, tawuran atau gangguan keamanan lainnya. Lebih baik kita cegah sejak awal,” tegasnya.

Selain melakukan patroli, personel juga memberikan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Apabila menemukan kelompok anak muda yang berkumpul dan dinilai berpotensi mengganggu ketertiban, petugas memberikan imbauan.

Jika ditemukan minuman keras maupun dugaan tindak pidana, penanganan selanjutnya dilakukan sesuai kewenangan dan berkoordinasi dengan kepolisian.

Letkol Nanda menyampaikan, berdasarkan laporan yang diterima selama pelaksanaan patroli, terdapat dua kejadian begal di wilayah Kabupaten Karawang dalam periode tersebut.

Namun, dua kejadian itu disebut berlangsung pada pagi dan siang hari. Sementara untuk aksi begal pada malam hari, pihaknya belum menerima laporan baru di wilayah yang menjadi sasaran patroli.

Meski demikian, patroli akan terus dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk menjaga keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Letkol Nanda juga meluruskan informasi mengenai kejadian kekerasan yang menyebabkan seorang pelajar mengalami luka serius. Berdasarkan koordinasi dengan pihak terkait, kejadian tersebut bukan merupakan kasus begal, melainkan perkelahian antarkelompok.

Tak hanya soal keamanan, Kodim 0604/Karawang juga aktif membantu masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan.

Letkol Nanda mengatakan, personel Kodim hampir setiap hari melakukan pendampingan distribusi air bersih ke sejumlah kecamatan yang mengalami kesulitan air.

Distribusi dilakukan menggunakan armada Kodim serta melalui kerja sama dengan Perumdam/PDAM dan instansi terkait.

“Kita setiap hari mendampingi pendistribusian air bersih di kecamatan-kecamatan. Ada yang menggunakan armada sendiri, ada juga kerja sama dengan PDAM dan instansi terkait,” ungkapnya.

Menurutnya, akses air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian bersama.

Karena itu, Kodim berupaya membantu pemerintah daerah dan berbagai instansi agar pendistribusian air dapat menjangkau masyarakat yang terdampak kekeringan.

Dalam bidang ketahanan pangan, Kodim 0604/Karawang juga terus melakukan pendampingan terhadap masyarakat dan sektor pertanian.

Pendampingan dilakukan terhadap sejumlah lahan pertanian, termasuk lahan tadah hujan yang menghadapi tantangan akibat kondisi cuaca dan musim kemarau.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.

Selain itu, Kodim juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial, salah satunya membantu renovasi panti asuhan di Kecamatan Klari.

Letkol Nanda menegaskan, keberadaan TNI harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Tugas TNI bukan hanya soal keamanan. Kita juga hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kalau ada persoalan air, kita bantu dengan sumur bor. Kalau ada akses masyarakat yang membutuhkan jembatan, kita lihat apa yang bisa kita bantu,” ujarnya.

Dalam menjalankan tugas teritorial, Kodim juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat.

Salah satunya melalui bantuan sumur bor di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air. Kodim juga turut membantu pembangunan jembatan yang menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat.

“Kita ingin TNI benar-benar hadir di tengah masyarakat. Apa yang bisa kita kerjakan bersama masyarakat, kita kerjakan bersama-sama,” kata Letkol Nanda.

Usai kegiatan Coffee Morning, suasana keakraban antara Letkol Nanda dengan insan pers semakin terlihat.

Letkol Nanda secara langsung mengajak para wartawan, insan pers, media online hingga pegiat media sosial untuk berkeliling melihat berbagai fasilitas yang berada di lingkungan Makodim 0604/Karawang.

Para awak media diajak melihat sejumlah ruangan dan fasilitas Kodim yang telah mengalami pembaruan, termasuk ruang press conference yang disiapkan sebagai salah satu sarana komunikasi dan penyampaian informasi kepada publik.

Tidak hanya itu, Letkol Nanda juga mengajak para wartawan masuk ke ruang kerjanya sebagai Dandim. Momen tersebut berlangsung santai dan penuh keakraban.

Keterbukaan tersebut menjadi simbol semakin dekatnya hubungan antara Letkol Nanda dengan insan media di Kabupaten Karawang.

Dengan mengajak wartawan melihat langsung fasilitas dan ruang kerja Dandim, komunikasi yang sebelumnya berlangsung dalam forum resmi diperluas menjadi interaksi yang lebih informal dan humanis.

Letkol Nanda ingin membangun suasana bahwa Kodim 0604/Karawang terbuka untuk komunikasi dengan insan pers, khususnya dalam menyampaikan berbagai informasi mengenai kegiatan TNI yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ruang press conference juga diharapkan dapat menjadi salah satu titik komunikasi yang memudahkan insan media memperoleh informasi terkait berbagai kegiatan dan program Kodim 0604/Karawang.

Kegiatan Coffee Morning sekaligus menjadi momentum bagi Letkol Nanda untuk memperkuat komunikasi dengan insan pers di Kabupaten Karawang.

Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai berbagai kegiatan yang dilakukan TNI.

“Apa yang kami kerjakan di lapangan, khususnya kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat dan keamanan wilayah, tentu perlu diketahui publik. Untuk itu, komunikasi dengan rekan-rekan media harus terus kita jaga,” katanya.

Letkol Nanda berharap hubungan antara Kodim 0604/Karawang dan insan pers dapat terus berjalan secara terbuka dan konstruktif. Berbagai program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat diharapkan dapat tersampaikan kepada publik secara faktual dan berimbang.

Memasuki 100 hari kepemimpinannya, Letkol Nanda menegaskan komitmen Kodim 0604/Karawang untuk terus hadir di tengah masyarakat.

Mulai dari patroli keamanan, pendampingan distribusi air bersih, penguatan ketahanan pangan, bantuan sumur bor dan jembatan hingga berbagai kegiatan sosial, seluruhnya diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara kedekatan dengan insan pers menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi publik yang terbuka. Kehadiran wartawan, media online dan pegiat media sosial di lingkungan Kodim diharapkan dapat memperkuat jembatan informasi antara TNI dengan masyarakat.

Melalui komunikasi yang semakin dekat dan sinergi yang semakin kuat, Kodim 0604/Karawang berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat serta berkontribusi dalam menciptakan Kabupaten Karawang yang aman, kondusif dan semakin informatif.

(Emed Tarmedi)

Sidang Perdana Dugaan Korupsi Kuota Haji, Yaqut: “Semua yang Benar Akan Kelihatan”

0

JAKARTA – Mantan Menteri Agama periode 2020–2024, Yaqut Cholil Qoumas, menyatakan siap menjalani sidang perdana perkara dugaan korupsi alokasi kuota haji di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026).

Sidang perdana tersebut beragendakan pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Yaqut berharap seluruh rangkaian persidangan dapat berlangsung aman dan lancar.

Dalam keterangannya sebelum persidangan dimulai, Yaqut memastikan kondisi fisiknya dalam keadaan sehat. Ia juga menegaskan kesiapannya untuk bersikap kooperatif dan mengikuti seluruh tahapan proses hukum.

“Doakan lah, semua yang benar akan kelihatan. Saya tawakal, serahkan pada Allah,” kata Yaqut saat menunggu persidangan dimulai.

Berdasarkan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Pusat, sidang digelar di Ruang Muhammad Hatta Ali dan dipimpin Ni Kadek Susantiani sebagai hakim ketua.

Kasus ini bermula ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meningkatkan penanganan dugaan korupsi terkait alokasi kuota haji Indonesia tahun 2023–2024 ke tahap penyidikan pada 9 Agustus 2025.

Dalam perkembangan penyidikan, KPK menetapkan Yaqut bersama mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, sebagai tersangka pada 9 Januari 2026.

Sementara itu, pemilik biro perjalanan Maktour, Fuad Hasan Masyhur, tidak ditetapkan sebagai tersangka meski sebelumnya sempat dikenai pencegahan ke luar negeri.

KPK kemudian menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 24 Februari 2026. Dalam laporan tersebut, kerugian negara dalam perkara ini disebut mencapai Rp622 miliar.

KPK menahan Yaqut di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK pada 12 Maret 2026. Lima hari kemudian, penahanan juga dilakukan terhadap Ishfah.

Penahanan Yaqut sempat dialihkan menjadi tahanan rumah pada 19 Maret 2026 berdasarkan permohonan pihak keluarga. Namun, lima hari berselang, KPK kembali menempatkannya di rutan.

Penyidikan kemudian berkembang. Pada 30 Maret 2026, KPK menetapkan dua tersangka baru, yakni Direktur Operasional Maktour Ismail Adham dan mantan Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Aziz Taba.

Sementara itu, kondisi kesehatan Yaqut juga sempat menjadi perhatian. Pada 24 Juni 2026, KPK membantarkan penahanannya ke Rumah Sakit Polri setelah ia mengalami gangguan kesehatan pada saluran pencernaan.

Kini, perkara tersebut memasuki babak baru di meja hijau. Sidang perdana menjadi momentum bagi jaksa untuk menguraikan dakwaan, sekaligus bagi Yaqut dan tim hukumnya untuk menghadapi proses pembuktian di persidangan.

Seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

(JGN)

DLH Bekasi Bongkar Aktivitas 5 Batching Plant di Hegarmukti, Dokumen Lingkungan Segera Diverifikasi

0

BEKASI – Aduan warga Kampung Tegaldanas, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, terkait polusi debu dan tumpahan material yang diduga berasal dari aktivitas batching plant mulai mendapat respons serius dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkab Bekasi menerjunkan tim Penegakan Hukum (Gakkum) untuk memeriksa sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan aktivitas industri berjalan sesuai ketentuan sekaligus menekan dampak lingkungan yang dikeluhkan masyarakat.

Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, mengatakan tim Gakkum telah turun ke lapangan pada pekan lalu. Pemeriksaan dilakukan terhadap aktivitas perusahaan sekaligus dokumen lingkungan yang dimiliki.

Hasil pengecekan awal menunjukkan terdapat sedikitnya lima perusahaan yang menjalankan aktivitas batching plant di sejumlah titik di Desa Hegarmukti.

“Setelah kita turun ke lapangan pada minggu kemarin, itu ada lima perusahaan. Dua ini PMA (Penanaman Modal Asing), kita tahu PMA ini kewenangannya ada di provinsi,” ujar Dedi, Selasa (11/8/2026).

Dua Perusahaan PMA Dikoordinasikan dengan Pemprov Jabar

Dedi menjelaskan, dua perusahaan yang berstatus Penanaman Modal Asing (PMA) akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sesuai kewenangan.

Sementara perusahaan yang menjadi kewenangan Pemkab Bekasi akan menjalani proses verifikasi dokumen lingkungan dalam waktu dekat.

Pemeriksaan akan mencakup dokumen lingkungan seperti AMDAL maupun UKL-UPL, serta perizinan dan kewajiban perusahaan dalam mengendalikan dampak aktivitas operasionalnya.

“Dalam minggu-minggu ini kita akan memanggil untuk memverifikasi dokumen lingkungannya. Ke depan pengawasan kita akan lebih intensif,” tegas Dedi.

Jika nantinya ditemukan adanya dokumen maupun aktivitas perusahaan yang tidak sesuai dengan ketentuan, DLH memastikan pemerintah dapat menjatuhkan sanksi administratif sesuai peraturan yang berlaku.

Debu dan Tumpahan Material Jadi Sorotan

Tak hanya menyangkut dokumen dan perizinan, DLH juga menyoroti dampak langsung aktivitas batching plant yang dirasakan warga.

Persoalan debu dan tumpahan material yang berpotensi mengganggu pengguna jalan serta masyarakat sekitar menjadi salah satu keluhan utama.

DLH meminta perusahaan tidak sekadar menjalankan aktivitas produksi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan.

Perusahaan diminta melakukan penyiraman dan pengendalian debu secara rutin selama menjalankan aktivitas operasional.

“Perusahaan kita minta bertanggung jawab terhadap dampak polusi debu dari tumpahan material perusahaan, dilakukan penyiraman dan kontrol setiap menjalankan aktivitas usahanya. Ini yang menimbulkan warga sekitar merasa sangat terdampak,” kata Dedi.

DLH Bakal Uji Kualitas Udara

Tak berhenti pada pemeriksaan perusahaan, DLH Kabupaten Bekasi juga berencana melakukan pengujian kualitas udara ambien di sekitar perempatan Tegal Danas.

Pengujian tersebut dilakukan untuk mendapatkan data objektif mengenai kondisi kualitas udara di kawasan tersebut, sekaligus memastikan apakah parameter udara masih memenuhi atau telah melampaui baku mutu yang ditetapkan.

Hasil pengujian nantinya diharapkan menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah pengawasan berikutnya.

Dengan pemeriksaan perusahaan dan pengujian kualitas udara, DLH Kabupaten Bekasi ingin memastikan pengawasan aktivitas industri di kawasan Hegarmukti dilakukan secara terukur dan berbasis data.

Pemkab Bekasi pun menegaskan, investasi dan aktivitas industri tetap dapat berjalan, tetapi tidak boleh mengorbankan hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman.

(*JGN)

Pemilihan BPD Batujaya Segera Digelar, Ketua SWI Karawang Hadir di Tengah Tokoh Masyarakat

0

KARAWANG – Ketua DPD Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Kabupaten Karawang, Drs. Ahmad Yusup, menghadiri undangan sejumlah tokoh masyarakat dalam rangkaian pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Batujaya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Kehadiran Ahmad Yusup berlangsung di Musholla Baitussalam, RT 05/RW 03, Dusun Batujaya. Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya H. Mustofa Fauzi Yusup dan H. Syahrul Mubarok.

Dalam kesempatan itu, dipaparkan visi dan misi terkait penyelenggaraan serta keterwakilan masyarakat dalam proses pemilihan anggota BPD.

Visi yang diusung yakni “Desa Maju, Masyarakat Sejahtera, serta Meningkatkan Partisipasi Demi Masa Depan Dusun Batujaya.”

Sementara misinya adalah mendorong tata kelola yang transparan, partisipatif, akuntabel, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Harapannya, proses ini dapat berjalan secara transparan, partisipatif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Drs. Ahmad Yusup.

Panitia Tujuh Pastikan Tahapan Berjalan

Ketua Panitia Pemilihan Anggota BPD, Ustadz H. Romli, menjelaskan bahwa pembentukan Panitia Tujuh telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, tahapan sosialisasi telah dilaksanakan mulai dari tingkat dusun hingga RT. Sementara proses pendaftaran calon anggota BPD juga telah diselesaikan oleh panitia.

“Pembentukan Panitia Tujuh sudah dilaksanakan sesuai regulasi. Sosialisasi juga sudah berjalan hingga tingkat RT dan pendaftaran calon telah dirampungkan,” kata H. Romli.

Dalam proses tersebut, tercatat 21 orang pendaftar untuk tingkat Desa Batujaya. Dari jumlah tersebut, tiga orang berasal dari Dusun Batujaya.

Pemilihan nantinya dilakukan secara langsung melalui perwakilan tokoh masyarakat. Sebelumnya, musyawarah telah digelar di 21 RT dengan situasi yang disebut berjalan aman, tertib dan kondusif.

Keterwakilan masyarakat juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari tokoh agama, pendidik, petani hingga tokoh masyarakat umum.

Selain itu, proses pemilihan mencakup keterwakilan dari lima dusun, termasuk keterwakilan perempuan sebanyak enam orang yang melibatkan unsur PKK dan Posyandu.

Untuk hak pilih, masing-masing dusun tercatat memiliki 36 orang pemilih.

Pemilihan Dijadwalkan 18–21 Agustus

H. Romli menyampaikan, pelaksanaan pemilihan untuk wilayah Dusun Batujaya 3 dijadwalkan berlangsung pada 18–19 Agustus 2026.

Sementara agenda pemilihan yang bertempat di gedung sekolah Dusun Batujaya 3 dijadwalkan pada 21 Agustus 2026.

“Semoga seluruh tahapan dapat berjalan aman, tertib dan menghasilkan keterwakilan masyarakat yang benar-benar mampu menyuarakan aspirasi warga di tingkat desa,” pungkas H. Romli.

Proses pemilihan anggota BPD ini menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat partisipasi masyarakat sekaligus mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih terbuka dan akuntabel.

(TW)

Tiga Pramuka MTs Miftahul Ulum Siap Bawa Nama Subang di Jambore Nasional 2026

0

SUBANG – Prestasi membanggakan datang dari pangkalan MTs Miftahul Ulum Pabuaran, Kabupaten Subang.

Tiga peserta didik dipercaya menjadi bagian dari perwakilan Kwartir Ranting (Kwaran) Pabuaran dan Kwartir Cabang (Kwarcab) Subang untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta.

Mereka dijadwalkan mengikuti rangkaian Jamnas pada 13–20 Agustus 2026. Sebelum bertolak ke Cibubur, para peserta akan mengikuti pelepasan kontingen tingkat Kabupaten Subang pada 12 Agustus 2026.

Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa semangat dan potensi generasi muda Pabuaran mampu menembus panggung nasional.

Ketua Kwaran Pabuaran, Wahyudin, S.H.I., mengapresiasi terpilihnya tiga peserta tersebut. Menurutnya, Jamnas bukan sekadar agenda perkemahan, melainkan momentum untuk membentuk karakter, kemandirian, kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan.

“Ini kesempatan besar bagi peserta untuk belajar, menambah pengalaman dan berinteraksi dengan pramuka dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Dukungan penuh juga datang dari Kepala MTs Miftahul Ulum, Selamet Danu Wiguna, S.Pd. Ia mendorong para peserta tampil percaya diri, disiplin dan mampu mengikuti setiap kegiatan dengan penuh tanggung jawab.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Miftahul Ulum, Warman, S.Pd.I., berpesan agar para peserta tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga menjaga nama baik yayasan, Kwaran Pabuaran dan Kabupaten Subang.

Bukan sekadar berangkat, tetapi membawa nama daerah.

Tiga peserta MTs Miftahul Ulum kini bersiap menghadapi pengalaman besar di panggung nasional.

Mereka diharapkan mampu menunjukkan karakter Pramuka yang tangguh, mandiri, disiplin dan berintegritas selama berada di Buper Cibubur.

Bagi keluarga besar MTs Miftahul Ulum, keikutsertaan ini menjadi kebanggaan sekaligus kesempatan untuk menunjukkan bahwa potensi anak muda dari Pabuaran layak diperhitungkan di tingkat nasional.

Coffee Morning Bareng Wartawan, Dandim Nanda Ungkap Program 100 Hari Kerja

0

KARAWANG – Genap memasuki 100 hari masa kerja, Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto, S.Sos. menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kerja nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

Hal itu disampaikan Nanda saat menggelar Coffee Morning bersama insan media se-Kabupaten Karawang di Aula Makodim 0604/Karawang, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. Momentum 100 hari kerja dimanfaatkan Kodim untuk memaparkan berbagai program yang telah dijalankan sekaligus memperkuat komunikasi dengan insan pers.

Sejumlah organisasi wartawan hadir, di antaranya PWI, IJTI Purwasuka, MOI, IWO, IWO Indonesia, SMSI, serta organisasi media lainnya.

Nanda mengatakan, dirinya memilih fokus menyelesaikan sejumlah program di lapangan sebelum bertemu dan berdiskusi dengan para jurnalis.

“Momen ini sangat tepat karena besok tepat 100 hari masa kerja saya. Kami ingin terlebih dahulu merealisasikan kerja nyata di lapangan sebelum duduk bersama dengan rekan-rekan media,” ujar Nanda.

Selama hampir 100 hari bertugas, Kodim 0604/Karawang menjalankan sejumlah program yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat.

Mulai dari renovasi panti asuhan, pembangunan sumur bor, pembangunan jembatan hingga penguatan ketahanan pangan di sejumlah wilayah Karawang.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI untuk tidak hanya menjalankan tugas pertahanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat di berbagai sektor.

Persoalan keamanan juga menjadi perhatian serius Kodim 0604/Karawang.

Nanda mengungkapkan, patroli malam rutin dilakukan di sejumlah titik yang dianggap rawan kriminalitas. Patroli bahkan digelar secara acak, khususnya pada malam Minggu.

“Sebelum menjabat, saya menerima banyak laporan terkait maraknya kasus begal di Karawang. Oleh karena itu, kami rutin menggelar patroli malam, khususnya di malam Minggu secara acak pada titik-titik rawan kriminalitas,” katanya.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Pesannya jelas: ruang bagi pelaku kriminalitas jangan sampai dibiarkan terbuka.

Humas IWO, Muhammad Karya, mengapresiasi langkah dan program yang telah dijalankan Dandim Nanda selama 100 hari pertama kepemimpinannya.

Ia menilai program pembangunan, kegiatan sosial hingga penguatan keamanan menunjukkan upaya Kodim menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat Karawang.

“Setelah melihat pemaparan yang sangat jelas terkait 100 hari kerja Dandim 0604/Karawang, saya sangat mengapresiasi kinerja beliau. Beliau membuktikan kinerjanya selama 100 hari melalui berbagai program dan pembangunan yang ada di Kabupaten Karawang,” ujar Muhammad Karya.

Menurutnya, sinergitas TNI dengan insan media harus terus diperkuat. Media memiliki peran penting dalam memastikan informasi mengenai berbagai program yang menyentuh masyarakat dapat diketahui publik secara luas.

Sementara itu, Nanda berharap hubungan komunikasi antara Kodim dan insan pers tidak berhenti pada kegiatan Coffee Morning.

Ia meminta media terus menjadi mitra dalam menyampaikan informasi yang positif, objektif dan informatif kepada masyarakat.

“Kami memohon dukungan dari rekan-rekan pers untuk menyampaikan pemberitaan yang positif dan informatif kepada publik. Hal ini penting agar masyarakat mengetahui bahwa negara dan TNI selalu hadir untuk rakyat,” pungkasnya.

100 hari bukan garis akhir. Bagi Kodim 0604/Karawang, ini menjadi pijakan untuk melanjutkan kerja nyata, memperkuat keamanan, membantu masyarakat, dan membangun sinergi dengan seluruh elemen di Karawang.

Mimpi Ikhsan Bertemu Bupati Karawang Akhirnya Terwujud di Jembatan Perintis Garuda di Kalijati

0

KARAWANG, Jagainnews.com – Wajah bahagia terlihat dari Ikhsan Robi Syahputra, siswa kelas IV SDN Kalijati 2, saat menghadiri peresmian Jembatan Perintis Garuda di Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Senin (10/8/2026).

Ikhsan sebelumnya mengaku memiliki keinginan untuk bertemu langsung dengan Bupati Karawang H. Aep Saepulloh.

Keinginan itu akhirnya terwujud saat dirinya hadir dalam acara peresmian jembatan yang menghubungkan wilayah Desa Kalijati dan Desa Kamurang.

Momen pertemuan tersebut membuat Ikhsan begitu senang. Ia bahkan mendapat jajanan dari Bupati Aep dan kemudian membagikannya kepada teman-temannya.

Dengan wajah ceria, Ikhsan mengungkapkan rasa syukurnya setelah dapat bertemu langsung dengan orang nomor satu di Kabupaten Karawang tersebut.

“Alhamdulillah, saya Ikhsan ketemu Bupati. Terima kasih, Pak Bup,” ucapnya.

Kebahagiaan Ikhsan semakin lengkap karena jembatan tersebut kini mempermudah akses dirinya dan teman-temannya menuju wilayah Kalen Temu dan Kalen Etek, yang sebelumnya harus ditempuh dengan memutar.

“Senang banget. Sekarang jadi mudah ke sana. Di sana banyak teman Ikhsan,” katanya.

Jembatan Perintis Garuda memiliki panjang sekitar 90 meter dan lebar 1,5 meter.

Infrastruktur tersebut diharapkan memperlancar mobilitas warga, termasuk anak sekolah dan para petani yang selama ini harus menempuh perjalanan lebih jauh.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap kebutuhan akses masyarakat dan dikerjakan oleh Kodim 0604/Karawang.

Bagi Ikhsan, jembatan baru itu bukan hanya menjadi akses penghubung antarwilayah, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang tidak terlupakan: bisa bertemu langsung dengan Bupati Karawang dan berbagi jajanan bersama teman-temannya.

Diduga Korsleting Listrik, Toko Kayu di Majalaya Karawang Ludes Dilalap Api

0

KARAWANG – Kebakaran menghanguskan sebuah toko kayu di Dusun Belendung, Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Minggu (9/8/2026) sore.

Api yang muncul saat toko dalam kondisi tutup itu diduga kuat dipicu korsleting listrik.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar dan membakar bagian dalam toko, termasuk sebuah mobil yang berada di dalam bangunan.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, pemilik toko, Aliang alias Kristanto Kusuma (32), diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp20 juta.

Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan menegaskan, polisi langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi.

“Personel langsung bergerak setelah menerima laporan untuk melakukan pengecekan TKP, berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, serta mengumpulkan informasi dari para saksi,” ujar Cep Wildan.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh dua karyawan pangkalan kayu, Yudi Wahyudi (34) dan Riki Pazri (25).

Keduanya melihat kepulan asap keluar dari dalam toko yang saat itu sedang tutup. Mereka kemudian membuka paksa toko dan mendapati api sudah membesar.

Bahkan, kobaran api telah menjalar hingga membakar mobil yang berada di dalam ruangan.

Kedua saksi sempat melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun, api terus membesar sehingga mereka memilih melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.

Satu unit mobil pemadam kebakaran kemudian dikerahkan ke lokasi. Petugas berhasil mengendalikan dan memadamkan kobaran api sebelum kebakaran semakin meluas.

Personel Polsek Majalaya dipimpin Bhabinkamtibmas Desa Lemahmulya, Bripka Otibi, langsung melakukan pengecekan TKP serta meminta keterangan dari para saksi.

Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik. Namun, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Kepolisian mengingatkan pemilik rumah maupun tempat usaha agar tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik. Terlebih, toko tersebut menyimpan material kayu yang mudah terbakar sehingga potensi api berkembang dengan cepat sangat besar.

“Tempat usaha yang menyimpan material mudah terbakar harus mendapat perhatian lebih. Kami mengimbau masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik dan segera memperbaiki apabila ditemukan kabel atau perangkat listrik yang berpotensi menimbulkan korsleting,” tegas Cep Wildan.

Polisi memastikan proses pengecekan dan pengumpulan keterangan terus dilakukan untuk mengungkap secara jelas penyebab kebakaran tersebut.

 

Bus Sinarjaya Tabrak Truk yang Berhenti di Lajur Kanan Tol Japek, 9 Orang Jadi Korban

0

KARAWANG – Kecelakaan keras terjadi di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Km 66, Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Minggu (9/8/2026) dini hari.

Bus PO Sinarjaya menabrak bagian belakang truk Hino yang berhenti di lajur kanan setelah mengalami pecah ban.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 03.10 WIB itu mengakibatkan sembilan orang terluka. Satu korban mengalami luka berat, sementara delapan lainnya menderita luka ringan. Tidak ada korban meninggal dunia.

Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan mengatakan, kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polresta Karawang.

Dari hasil pemeriksaan awal, kecelakaan diduga kuat berkaitan dengan kurangnya konsentrasi pengemudi bus dan tidak terjaganya jarak aman saat melaju di jalan tol.

Kecelakaan bermula ketika truk Hino bernomor polisi Z-9158-AA, yang dikemudikan E Mansur (52), mengalami pecah ban belakang sebelah kanan. Truk kemudian berhenti di lajur kanan.

Pada saat bersamaan, bus PO Sinarjaya bernomor polisi B-7036-TGC yang dikemudikan Dani Sulistiyo (33) melaju dari arah Cikampek menuju Jakarta.

Saat tiba di lokasi, bus diduga tidak mampu mengendalikan laju kendaraan dan langsung menghantam bagian belakang truk Hino yang berada di depannya.

Benturan tersebut menyebabkan kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah.

Petugas gabungan Satlantas Polresta Karawang kemudian bergerak cepat melakukan pengamanan lokasi, evakuasi korban, olah TKP, hingga mengamankan kedua kendaraan untuk kepentingan penyelidikan.

Sembilan orang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Turipah (55), warga Tangerang, mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke RS Rosella Karawang Barat untuk mendapatkan perawatan.

Delapan korban lainnya mengalami luka ringan, yakni Aang Setiawan, Umini, Nani Karyati, Silah, Eliza Supria, Madinah Madiarto, Supardi, serta pengemudi truk E Mansur.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Polisi menegaskan penyelidikan masih berjalan. Petugas telah meminta keterangan sejumlah saksi, melakukan olah TKP, serta mengamankan kendaraan sebagai barang bukti.

Kondisi jalan saat kecelakaan diketahui baik, lurus, beraspal, cuaca cerah, serta arus lalu lintas relatif sepi dan lancar. Karena itu, faktor pengemudi menjadi perhatian utama dalam pemeriksaan awal.

Kerugian material akibat kecelakaan ditaksir sekitar Rp20 juta.

Polisi Ingatkan Pengemudi Jangan Abai Keselamatan

Polresta Karawang mengingatkan pengemudi bus maupun kendaraan berat agar tidak menganggap remeh keselamatan saat melintas di jalan tol.

Konsentrasi wajib dijaga, jarak aman harus dipastikan, dan kondisi kendaraan harus benar-benar laik jalan.

Terlebih, kendaraan besar yang melaju dengan kecepatan tinggi memiliki risiko fatal ketika pengemudi terlambat mengantisipasi kendaraan di depannya.

Kepolisian menegaskan, keselamatan bukan sekadar imbauan, tetapi kewajiban setiap pengemudi. Jangan sampai kelalaian beberapa detik berubah menjadi kecelakaan yang merenggut nyawa.

Jembatan Garuda Tahap III-IV Resmi Beroperasi, Mobilitas Petani Jatisari Kini Lebih Lancar

0

KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang resmi membuka Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV di wilayah Kecamatan Jatisari, Senin (10/8/2026).

Kehadiran dua jembatan tersebut menjadi langkah nyata untuk memperbaiki akses transportasi sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.

Peresmian yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.30 WIB itu dihadiri Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto, Bupati Karawang H. Aef Saepulloh, Dandim 0604/Karawang Letkol Inf. Nanda Siswanto, serta jajaran Forkopimda dan unsur terkait.

Kapolresta Karawang melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan Nurzain menegaskan, kepolisian tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga mendukung pembangunan yang berdampak langsung terhadap kepentingan masyarakat.

“Polri hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar. Pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat tentu harus didukung bersama,” tegasnya.

Dua jembatan yang diresmikan memiliki fungsi strategis. Jembatan pertama menghubungkan Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, dengan Desa Kamurung, Kecamatan Tirtamulya. Sementara jembatan kedua menghubungkan Dusun Krajan I dan Dusun Krajan II, Desa Kalijati.

Dandim 0604/Karawang Letkol Inf. Nanda Siswanto mengatakan, sebelum jembatan dibangun, masyarakat harus mengambil jalur memutar dengan jarak sekitar 3 kilometer.

“Dengan adanya jembatan baru, akses dan mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan cepat,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan tersebut juga menjawab kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang aman. Jembatan lama yang mengalami kerusakan dan sudah tidak layak kemudian direnovasi agar dapat kembali digunakan dengan lebih aman dan nyaman.

Bupati Karawang H. Aef Saepulloh menilai pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik. Infrastruktur tersebut harus memberikan dampak langsung terhadap aktivitas dan perekonomian masyarakat.

“Mobilitas masyarakat di wilayah ini didominasi oleh para petani. Akses jembatan yang baik akan sangat mendukung kegiatan pertanian dan meningkatkan perekonomian,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan ini merupakan bentuk sinergi berbagai pihak dalam menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat lapangan.

“Keberhasilan ini adalah bukti bahwa kita adalah superteam dengan kebersamaan dan sinergi yang kuat,” katanya.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan berlangsung aman hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Kini, jembatan bukan hanya menjadi penghubung dua wilayah, tetapi juga menjadi jalur penting bagi pergerakan masyarakat, hasil pertanian, dan roda perekonomian warga Jatisari dan sekitarnya.

Beton Baru Sudah Retak, Aktivis Desak PUPR dan Inspektorat Karawang Periksa Proyek Cikangkung–Kemiri

0

KARAWANG — Proyek pelebaran Jalan Cikangkung–Kemiri lanjutan di Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan. Aktivis Konstruksi Karawang, Akhmad Muslim, mempertanyakan kualitas pekerjaan rigid beton yang disebut mulai mengalami retak dan pecah di sejumlah bagian.

Sorotan tersebut disampaikan Akhmad Muslim saat melakukan pengecekan di lokasi proyek, Senin (10/8/2026). Ia menilai kondisi beton yang menunjukkan garis retakan memanjang perlu segera mendapat perhatian serius dari instansi terkait.

Menurutnya, persoalan bukan hanya menyangkut kondisi fisik pekerjaan. Informasi pada papan proyek juga dinilai belum memberikan gambaran yang lengkap kepada masyarakat.

Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Perkasa Utama Abadi dan merupakan pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang dengan sumber anggaran APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2026.

“Di papan proyek tertulis waktu pelaksanaan 60 hari kalender, tetapi juga tercantum masa pemeliharaan 180 hari kalender. Yang menjadi pertanyaan, kenapa nilai anggarannya tidak dicantumkan?” ujar Akhmad Muslim.

Ia meminta Dinas PUPR Karawang memberikan penjelasan secara terbuka agar informasi proyek yang menggunakan uang negara tersebut dapat dipahami masyarakat.

Beton Retak, Curing Disorot

Selain persoalan papan informasi, Akhmad Muslim menyoroti kondisi rigid beton yang menurutnya sudah menunjukkan kerusakan awal.

“Kami menemukan adanya retakan pada permukaan beton. Dugaan kami, hal ini bisa dipengaruhi proses curing atau perawatan beton yang kurang optimal, atau faktor teknis lainnya. Tapi penyebab pastinya harus dibuktikan melalui pemeriksaan teknis oleh pihak Dinas terkait,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa retakan yang terlihat di lapangan belum bisa langsung disimpulkan sebagai kegagalan konstruksi.

Sebab, perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga ahli untuk memastikan apakah retakan tersebut merupakan retak susut (shrinkage crack), akibat proses pelaksanaan yang tidak optimal, atau masih berada dalam batas toleransi teknis sesuai spesifikasi pekerjaan.

Karena itu, ia mendesak Dinas PUPR dan Inspektorat Kabupaten Karawang segera turun melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pekerjaan tersebut.

“Kami berharap dilakukan monitoring evaluasi secara menyeluruh. Jangan sampai proyek yang menggunakan uang rakyat justru menghasilkan kualitas pekerjaan yang tidak maksimal,” tegasnya.

Minta Pengawasan Jangan Cuma di Atas Kertas

Akhmad Muslim juga mempertanyakan efektivitas pengawasan terhadap proyek tersebut. Menurutnya, pengawasan pekerjaan konstruksi harus memastikan setiap tahapan pembangunan benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis dan kontrak.

“Kalau memang ada dugaan kesalahan teknis dalam pekerjaan pelebaran Jalan Cikangkung–Kemiri, jangan dibiarkan. Segera periksa dan kalau ditemukan ketidaksesuaian, harus ada tindakan sesuai aturan,” ujarnya.

Dari hasil pengecekan di lapangan, terlihat beberapa bagian permukaan beton memiliki garis retakan. Namun, untuk menentukan tingkat kerusakan maupun penyebabnya, diperlukan pengujian dan pemeriksaan teknis secara profesional.

Dalam pelaksanaan proyek pemerintah, pekerjaan konstruksi pada prinsipnya wajib dilaksanakan sesuai kontrak, spesifikasi teknis, serta ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Apabila nantinya hasil pemeriksaan resmi membuktikan adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, penyedia dapat dikenai tindakan atau sanksi sesuai ketentuan kontrak dan peraturan yang berlaku, mulai dari perbaikan pekerjaan hingga sanksi administratif lainnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, Dinas PUPR Kabupaten Karawang maupun pihak CV Perkasa Utama Abadi belum memberikan tanggapan resmi terkait sorotan dugaan kualitas pekerjaan dan informasi papan proyek tersebut.

(Budi)

Survei IPO: Gerindra Teratas, Dominasi Elektabilitas Nasional Menguat

0

JAKARTA, JAGAINNEWS.COM – Partai Gerindra kembali menunjukkan posisinya sebagai kekuatan politik utama nasional. Berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO), Gerindra mencatat elektabilitas tertinggi jika pemilihan legislatif digelar saat ini, dengan dukungan sebesar 17,5 persen.

Capaian tersebut menempatkan Gerindra unggul cukup jauh dibandingkan partai-partai besar lainnya. PDI Perjuangan berada di posisi kedua dengan elektabilitas 12,8 persen, sedangkan Partai Golkar menempati urutan ketiga dengan 10,4 persen.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, mengatakan Gerindra masih menjadi pilihan terbesar masyarakat meskipun terjadi perubahan dibandingkan periode survei sebelumnya.

“Gerindra masih menjadi pilihan mayoritas masyarakat, meskipun jika dibandingkan dengan periode survei sebelumnya terjadi penurunan, tetapi itu tetap menempatkan Gerindra sebagai parpol dengan elektabilitas tertinggi saat ini,” ujar Dedi dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).

Tingginya elektabilitas tersebut memperlihatkan kuatnya posisi Gerindra dalam p⁶eta politik nasional. Posisi partai sebagai pengusung utama Presiden RI Prabowo Subianto dinilai memberikan efek positif terhadap tingkat kepercayaan dan dukungan masyarakat.

Keberadaan Gerindra sebagai kekuatan utama dalam pemerintahan juga membuka peluang bagi partai berlambang kepala garuda itu untuk terus memperluas basis dukungan. Keberhasilan berbagai kebijakan pemerintah dinilai dapat menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi politik Gerindra ke depan.

Sementara itu, PDI Perjuangan yang dalam beberapa survei sebelumnya kerap menjadi salah satu partai dengan basis dukungan terbesar, kini berada di bawah Gerindra. Pergeseran tersebut menunjukkan adanya perubahan preferensi politik masyarakat.

Di posisi berikutnya, Partai Demokrat memperoleh elektabilitas 8,1 persen, disusul PKB sebesar 7,0 persen. PAN mencatat 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan Partai Nasdem 4,4 persen.

Sejumlah partai lainnya masih berada di bawah dua persen, yakni PSI 1,9 persen, PPP 1,6 persen, Perindo 0,9 persen, Partai Gerakan Rakyat 0,5 persen, Partai Gelora 0,4 persen, serta Partai Hanura 0,2 persen.

Dedi menilai, sebagai partai yang berada di posisi strategis dalam pemerintahan, Gerindra memiliki peluang besar untuk semakin menguat. Apabila kebijakan Presiden Prabowo terus mendapat respons positif dari masyarakat, dukungan terhadap Gerindra dinilai berpotensi terus bertambah.

Meski demikian, peta politik nasional masih sangat dinamis karena 24,6 persen responden belum menentukan pilihan atau memilih merahasiakan preferensi politiknya. Kelompok pemilih ini menjadi ruang potensial yang masih dapat diperebutkan seluruh partai politik menjelang Pemilu 2029.

Survei IPO dilaksanakan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden melalui metode multistage random sampling. Survei tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen.

(Emed Tarmedi)

Polresta Karawang Bongkar Oplosan LPG 3 Kg Jadi 12 Kg, Tiga Tersangka Diciduk

0

KARAWANG – Praktik penyalahgunaan LPG subsidi kembali dibongkar aparat kepolisian. Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Karawang mengungkap dugaan praktik pemindahan isi LPG subsidi 3 kilogram ke dalam tabung LPG ukuran 12 kilogram.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga tersangka berinisial F, FR, dan HES yang diduga memiliki peran berbeda dalam menjalankan praktik tersebut.

Pengungkapan dilakukan pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, di Dusun Selang I, RT 010/RW 003, Desa Ciwaringin, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang.

Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan mengatakan, kasus tersebut dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP M. Nazal Fawwaz.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka F diduga bertugas sebagai eksekutor yang melakukan pemindahan gas dari tabung LPG 3 kilogram ke tabung 12 kilogram.

Sementara FR diduga berperan dalam pencatatan keuangan dan pembayaran. Sedangkan HES bertugas mencari dan membeli LPG subsidi 3 kilogram, menyiapkan bahan yang akan dipindahkan, sekaligus menjual LPG hasil penyuntikan.

Modusnya, para pelaku memindahkan isi sekitar 5 hingga 6 tabung LPG 3 kilogram ke dalam satu tabung LPG 12 kilogram.

Proses tersebut dilakukan menggunakan pipa besi dan selang regulator yang telah dimodifikasi. Setelah pemindahan, tabung ditimbang menggunakan timbangan digital untuk menyesuaikan beratnya.

Dari lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya 196 tabung LPG 3 kilogram dan 49 tabung LPG 12 kilogram.

Selain itu, polisi turut menyita satu buku catatan kwarto, lima pipa besi, lima selang regulator, satu unit Suzuki APV Pick Up, tiga unit handphone berbagai merek, serta satu timbangan digital.

Hasil pemeriksaan sementara menyebutkan, praktik tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan.

Para tersangka diduga mendapatkan LPG subsidi 3 kilogram dari sejumlah warung di sekitar lokasi dengan harga sekitar Rp19 ribu per tabung.

LPG tersebut kemudian dipindahkan ke tabung 12 kilogram dan dijual sekitar Rp150 ribu per tabung. Penjualan dilakukan berdasarkan pesanan sekitar tiga hingga empat kali dalam sepekan.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dengan Pasal 40 angka 9 UU RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang, juncto Pasal 20 huruf C KUHPidana.

Para tersangka terancam pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar.

Saat ini, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Sat Reskrim Polresta Karawang masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi, gelar perkara, koordinasi dengan instansi terkait, serta melengkapi administrasi berkas perkara.

Polresta Karawang menegaskan akan terus menindak tegas praktik penyalahgunaan LPG bersubsidi yang berpotensi merugikan masyarakat serta mengganggu ketepatan sasaran distribusi energi bersubsidi.

Semarak HUT ke-81 RI, Kodim 0604/Karawang Perkuat Kebersamaan Prajurit dan Keluarga Lewat Aneka Lomba

0

KARAWANG, JAGAINNEWS.COM – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di lingkungan Kodim 0604/Karawang. Dalam suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan, keluarga besar Kodim 0604/Karawang menggelar berbagai perlombaan yang melibatkan prajurit, anggota Persit Kartika Chandra Kirana, serta anak-anak keluarga prajurit, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto dan diikuti jajaran perwira, prajurit, anggota Persit, serta keluarga besar Kodim 0604/Karawang. Berbagai perlombaan digelar sebagai bagian dari rangkaian menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Sejak pagi, suasana di lingkungan Kodim 0604/Karawang tampak berbeda dari biasanya. Lingkungan yang sehari-hari menjadi tempat pelaksanaan tugas dan pengabdian prajurit berubah menjadi arena kebersamaan yang dipenuhi sorak-sorai, gelak tawa, dan semangat kekeluargaan.

Tidak hanya prajurit, kegiatan tersebut juga melibatkan anggota Persit dan anak-anak. Para anggota Persit tampak antusias mengikuti sejumlah perlombaan, di antaranya lomba make up, karaoke, hingga fashion show. Setiap peserta menunjukkan kreativitas dan semangat, sementara keluarga yang hadir turut memberikan dukungan.

Sementara itu, anak-anak keluarga besar Kodim 0604/Karawang juga tidak kalah bersemangat mengikuti berbagai permainan khas perayaan kemerdekaan. Sejumlah perlombaan yang digelar antara lain membawa kelereng, memindahkan air ke dalam botol menggunakan busa, memasukkan paku ke dalam botol, lomba balon, serta permainan menarik lainnya.

Meskipun sederhana, berbagai perlombaan tersebut berlangsung penuh keceriaan. Anak-anak berusaha menyelesaikan setiap tantangan dengan kemampuan terbaik mereka, sementara para orang tua dan anggota keluarga memberikan semangat dari pinggir arena. Sesekali terdengar gelak tawa ketika peserta mengalami kesulitan, namun justru dari suasana itulah tercipta keakraban dan kebersamaan.

Bagi keluarga besar Kodim 0604/Karawang, kegiatan tersebut bukan sekadar mencari pemenang atau memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI. Lebih dari itu, perlombaan menjadi sarana untuk berkumpul, mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, serta memperkuat kekompakan antara prajurit dan seluruh anggota keluarga.

Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto mengatakan, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung tugas dan pengabdian para prajurit. Karena itu, kebersamaan dan hubungan yang harmonis di lingkungan keluarga besar satuan harus terus dijaga.

“Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung tugas dan pengabdian para prajurit. Karena itu, kebersamaan seperti ini harus terus kita jaga agar keluarga besar Kodim 0604/Karawang semakin solid, harmonis, dan saling mendukung,” ujar Letkol Inf Nanda Siswanto.

Ia menambahkan, kegiatan dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ini bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa kekeluargaan dan persatuan. “Yang lebih penting adalah bagaimana melalui kegiatan ini kita dapat mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta membangun kekompakan di antara seluruh keluarga besar Kodim 0604/Karawang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa. Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati saat ini harus diisi dengan karya, pengabdian, persatuan, serta berbagai hal positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan atau perlombaan. Kemerdekaan adalah hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang harus kita hargai dengan terus menjaga persatuan dan mengisinya melalui pengabdian serta memberikan yang terbaik bagi bangsa dan masyarakat,” ujar Nanda. Melalui kegiatan tersebut, keluarga besar Kodim 0604/Karawang meneguhkan semangat persatuan, kebersamaan, dan kekeluargaan sebagai bagian dari komitmen untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 (Emed Tarmedi)

Presiden Prabowo: Hampir 2.500 Jembatan Dibangun untuk Perkuat Konektivitas Desa di Indonesia  

0

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia PSubianto menyatakan bahwa berbagai capaian pembangunan mulai dirasakan masyarakat selama hampir dua tahun kepemimpinannya. Salah satu fokus utama pemerintah adalah memperkuat konektivitas wilayah pedesaan melalui pembangunan infrastruktur, termasuk jembatan di berbagai daerah di Indonesia.

Pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan akses masyarakat, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung pertumbuhan dan pergerakan ekonomi di wilayah pedesaan.

Presiden Prabowo menyebut, hingga saat ini pemerintah telah membangun hampir 2.500 jembatan yang tersebar di berbagai desa di Indonesia.

“Kita sudah mendekati 2.500 jembatan di seluruh desa-desa di Indonesia,” ujar Presiden Prabowo saat menghadiri acara peluncuran 10 buku karya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Menurut Presiden, pembangunan infrastruktur di tingkat desa merupakan bagian penting dari upaya pemerataan pembangunan nasional. Jembatan tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, perdagangan, serta berbagai aktivitas sosial dan ekonomi lainnya.

Pembangunan tersebut turut didukung melalui program Dana Desa yang telah berjalan selama satu dekade. Presiden Prabowo menjelaskan bahwa setiap desa menerima alokasi anggaran sekitar Rp1 miliar setiap tahun yang dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan prioritas masyarakat desa.

Dengan adanya dukungan anggaran tersebut, pemerintah desa diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas infrastruktur serta pelayanan dasar bagi masyarakat.

Selain pembangunan infrastruktur desa, pemerintah juga memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas fasilitas pendidikan di seluruh Indonesia.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tengah mempercepat program rehabilitasi dan perbaikan sekolah. Hingga akhir tahun ini, jumlah sekolah yang telah diperbaiki diperkirakan akan melampaui 70 ribu unit.

Pemerintah pun memasang target yang lebih besar dengan menargetkan revitalisasi sebanyak 100 ribu sekolah pada tahun 2027.

Program pembangunan jembatan dan revitalisasi sekolah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah yang selama ini masih membutuhkan peningkatan akses infrastruktur dan pelayanan publik.

Pemerintah menilai pembangunan infrastruktur dasar yang merata akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Akses transportasi yang semakin baik diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta membuka peluang baru bagi masyarakat.

Sementara itu, perbaikan fasilitas pendidikan diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi para pelajar dalam mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Melalui percepatan pembangunan infrastruktur desa dan revitalisasi pendidikan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga dapat dirasakan secara nyata hingga ke pelosok desa di seluruh Indonesia.

(Emed Tarmedi)

Polresta Karawang Kejar Jaringan Peredaran Obat, Dua Orang Diamankan dan Pemasok Diburu

0

KARAWANG – Polresta Karawang kembali menunjukkan langkah tegas dalam memberantas peredaran obat-obatan tertentu yang berpotensi disalahgunakan.

Sebanyak 320 butir obat berhasil diamankan, sementara dua pria yang diduga terlibat dalam peredarannya turut diciduk polisi.

Pengungkapan dilakukan Satres Narkoba Polresta Karawang setelah menerima informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran obat di wilayah Dusun Jarakah I, Desa Lemahduhur, Kecamatan Tempuran, Karawang.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Unit III Satres Narkoba melakukan penyelidikan dan pemantauan di lokasi. Operasi dipimpin langsung Kasat Narkoba Polresta Karawang AKP Ferlyanto Pratama Marasin.

Pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, petugas mendatangi area pemakaman umum di Dusun Jarakah I. Namun, dua orang yang diduga terlibat, D.R. alias L dan A.R. alias C, sempat melarikan diri ketika hendak diamankan.

Polisi kemudian melakukan pencarian dan tidak berhenti mengejar. Hingga akhirnya, kedua terduga berhasil diamankan pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di sebuah warung dekat MTs Ghoyatul Jihad, Desa Pasirtalaga, Kecamatan Talagasari.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 19 lembar obat kemasan silver hijau yang masing-masing berisi 10 butir atau total 190 butir.

Selain itu, diamankan pula 26 plastik bening berisi masing-masing lima pil kuning bertuliskan “MF”, dengan total 130 butir.

Jika digabung, barang bukti obat yang diamankan mencapai 320 butir.

Polisi juga menyita uang tunai Rp920 ribu yang diduga hasil penjualan serta dua unit telepon seluler yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran.

Dalam pemeriksaan awal, kedua terduga mengaku memperoleh obat-obatan tersebut dari seseorang berinisial BW.

Polisi kini masih memburu BW dan terus mengembangkan kasus untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Kasi Humas Polresta Karawang IPDA Cep Wildan, mewakili Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto, menegaskan bahwa pemberantasan peredaran obat-obatan tertentu menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga masyarakat, khususnya generasi muda.

Kedua terduga beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Satres Narkoba Polresta Karawang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Keduanya diproses berdasarkan Pasal 435 dan/atau Pasal 436 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan jo. UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Polresta Karawang memastikan pengungkapan ini tidak berhenti pada dua orang yang telah diamankan. Pemasok dan pihak lain yang diduga berada di belakang peredaran tersebut masih diburu.

Pesannya jelas: peredaran obat yang membahayakan masyarakat bukan ruang untuk bermain-main. Polisi akan terus mengejar sampai ke sumbernya.

 

Knalpot Brong hingga Motor Kejahatan Disikat, Polresta Karawang Tunjukkan Sikap Tegas

0

KARAWANG – Polresta Karawang menunjukkan sikap tegas terhadap berbagai bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ribuan barang bukti hasil penindakan di wilayah Karawang dikirim untuk mengikuti pemusnahan massal di Mapolda Jawa Barat.

Barang bukti tersebut terdiri dari 1.500 knalpot nonstandar atau brong, 1.008 botol minuman keras (miras), serta 50 unit sepeda motor hasil kejahatan.

Kasi Humas Polresta Karawang Ipda Cep Wildan mengatakan, seluruh barang bukti merupakan hasil kerja jajaran kepolisian dalam melakukan penindakan selama beberapa bulan terakhir.

“Ini merupakan bukti komitmen kepolisian untuk tidak memberikan ruang bagi berbagai bentuk gangguan kamtibmas, khususnya kejahatan jalanan, penggunaan knalpot tidak sesuai standar, serta peredaran minuman keras,” tegasnya, Sabtu (8/8/2026).

Knalpot brong menjadi salah satu sasaran penertiban. Sebanyak 1.500 knalpot nonstandar diamankan selama periode Mei hingga Juli 2026.

Polresta Karawang menegaskan, penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar tidak boleh dianggap sepele.

Suara bising dapat mengganggu kenyamanan warga dan berpotensi memicu konflik di lingkungan masyarakat.

Penertiban akan terus dilakukan secara humanis, namun tidak berarti polisi akan lembek terhadap pelanggaran.

Edukasi tetap diberikan, sementara tindakan hukum dilakukan sesuai aturan apabila ditemukan pelanggaran.

Tak hanya knalpot dan miras, perang terhadap peredaran narkoba serta obat keras tertentu (OKT) juga terus dilakukan.

Jajaran Satresnarkoba Polresta Karawang telah mengungkap sejumlah kasus dan menyita 200,32 gram sabu, 50,10 gram ganja, 279,43 gram tembakau sintetis, serta 1.200 butir OKT, terdiri dari 1.000 butir Hexymer dan 200 butir Tramadol.

Para tersangka diproses berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Perkara narkotika menggunakan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sedangkan perkara OKT diproses berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Polresta Karawang memastikan patroli, penertiban dan penegakan hukum akan terus diperkuat.

Knalpot brong ditertibkan, miras ditindak, narkoba diburu, dan kendaraan hasil kejahatan disita.

 

Dua Korban KM Anugrah Laut 3 Dipulangkan, Jenazah Diserahkan ke Keluarga di RSUD Karawang

0

KARAWANG – Setelah melalui proses pencarian, evakuasi dan identifikasi, dua korban kecelakaan laut KM Anugrah Laut 3 akhirnya resmi diserahkan kepada pihak keluarga, Jumat (7/8/2026) malam.

Kedua korban masing-masing berinisial N, nakhoda kapal, dan S, yang bertugas sebagai koki.

KM Anugrah Laut 3 sebelumnya membawa 15 awak kapal dan berangkat melaut pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 16.15 WIB. Kapal tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 22.00 WIB.

Sebagian awak kapal berhasil diselamatkan. Sementara dua awak lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian dilakukan.

Tim Satpolairud Polresta Karawang menemukan korban pertama pada 5 Agustus 2026 di sekitar perairan KLA Pertamina, sekitar tiga mil dari garis pantai.

Sehari kemudian, 6 Agustus 2026, korban kedua ditemukan di kawasan Pantai Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

Kedua jenazah langsung dievakuasi ke RSUD Karawang untuk menjalani penanganan dan proses identifikasi oleh Unit Inafis Satreskrim Polresta Karawang.

Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan menegaskan bahwa proses penyerahan dilakukan setelah seluruh tahapan administrasi dan identifikasi dinyatakan selesai.

Sekitar pukul 19.00 WIB, jenazah resmi diserahkan kepada keluarga dengan dilengkapi dokumen administrasi serta surat pernyataan keluarga terkait penolakan autopsi.

Setelah menerima jenazah, keluarga langsung membawa keduanya untuk dimakamkan.

Polresta Karawang memastikan penanganan terhadap korban dilakukan secara profesional, humanis, transparan, dan sesuai prosedur. Seluruh rangkaian proses hingga penyerahan jenazah berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Dua nyawa telah ditemukan. Dua keluarga kini harus menerima kenyataan pahit kehilangan orang tercinta. Semoga seluruh korban mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.

Bupati Karawang Buka Kejurnas Judo Mahasiswa 2026, Diikuti 181 Atlet dari 59 Perguruan Tinggi  

0

KARAWANG, JAGAINNEWS.COM  – Bupati Karawang secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi Tahun 2026 yang digelar di Resinda Park Mall, Kabupaten Karawang, Sabtu (8/8/2026) pagi.

Kejurnas Judo Mahasiswa tahun ini menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan para atlet judo mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sebanyak 181 atlet dari 59 universitas turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Karawang menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Karawang sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kejurnas Judo Mahasiswa 2026.

Menurutnya, menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat nasional merupakan kesempatan penting bagi Karawang untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam mendukung pengembangan olahraga sekaligus memperkenalkan potensi Kabupaten Karawang kepada masyarakat dari berbagai daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Karawang, saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh atlet, pelatih, dan kontingen dari 59 perguruan tinggi se-Indonesia. Merupakan suatu kebanggaan bagi Karawang dapat menjadi tuan rumah ajang bergengsi ini,” ujar Bupati.

Bupati juga memberikan apresiasi terhadap pemilihan Resinda Park Mall sebagai lokasi pertandingan. Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan olahraga di ruang publik seperti pusat perbelanjaan dapat menjadi strategi positif untuk semakin mendekatkan olahraga, khususnya judo, kepada masyarakat.

Dengan konsep tersebut, masyarakat yang datang ke pusat perbelanjaan tidak hanya dapat menyaksikan pertandingan, tetapi juga memperoleh pengalaman dan pengetahuan mengenai olahraga judo serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti kedisiplinan, keberanian, sportivitas, kerja keras, dan penghormatan terhadap lawan.

“Penyelenggaraan di tempat seperti Resinda Park Mall ini tentu menjadi sesuatu yang menarik. Olahraga tidak hanya menjadi tontonan bagi kalangan atlet, tetapi juga dapat lebih dekat dengan masyarakat. Mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang mengenal dan tertarik terhadap olahraga judo,” ungkapnya.

Bupati berharap Kejurnas Judo Mahasiswa 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan dan pencarian bibit-bibit atlet judo potensial dari kalangan mahasiswa.

Ia menilai mahasiswa memiliki peran strategis dalam pengembangan olahraga nasional karena selain memiliki kemampuan fisik dan mental, mereka juga berada pada fase produktif untuk terus mengembangkan prestasi.

“Kami berharap dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet judo berprestasi yang nantinya tidak hanya mengharumkan nama perguruan tinggi dan daerah, tetapi juga mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Karawang, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan olahraga yang dapat mendorong peningkatan prestasi atlet sekaligus membangun budaya hidup sehat dan sportif di tengah masyarakat.

Kehadiran 181 atlet dari 59 perguruan tinggi juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi Karawang, khususnya dalam memperkuat citra daerah sebagai salah satu wilayah yang terbuka terhadap penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga berskala nasional.

Selain menjadi arena adu kemampuan dan prestasi, Kejurnas Judo Mahasiswa 2026 diharapkan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarmahasiswa, atlet, pelatih, perguruan tinggi, serta insan olahraga dari berbagai daerah di Indonesia.

Dengan semangat sportivitas dan persahabatan, seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti pertandingan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai fair play serta memberikan penampilan terbaik selama kompetisi berlangsung.

Pemerintah Kabupaten Karawang menyampaikan selamat bertanding kepada seluruh atlet dan kontingen. Kejurnas Judo Mahasiswa 2026 diharapkan berlangsung sukses dan melahirkan generasi atlet judo Indonesia yang tangguh, berkarakter, dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

(Emed Tarmedi)

Tak Terima Organisasi Disebut Abal-abal, FWJI Bekasi Laporkan RSP alias Ros

0

BEKASI — Persoalan internal Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Kabupaten Bekasi kini resmi bergeser ke ranah hukum.

Sekretaris Korwil FWJI Kabupaten Bekasi, Ida Mulyani, melaporkan RSP alias Ros, mantan Ketua Korwil periode 2022–2025, ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi yang dinilai merugikan organisasi.

Laporan tersebut diterima polisi pada Jumat, 7 Agustus 2026. Pihak pelapor juga mengaku telah menyerahkan sejumlah dokumen dan bukti pendukung kepada penyidik.

Langkah hukum ini diambil setelah Ida menemukan unggahan dari akun WhatsApp “Ros Bekasi” pada 5 Agustus 2026 yang dinilai menyudutkan dan mencemarkan nama FWJI.

Dalam unggahan itu terdapat pernyataan yang mempertanyakan legalitas kepengurusan baru dan menyebut FWJI sebagai organisasi “abal-abal” serta “hanya modal demo”.

Bagi FWJI Kabupaten Bekasi, pernyataan tersebut bukan lagi sekadar kritik biasa. Mereka menilai ada informasi yang tidak sesuai dengan dokumen resmi organisasi dan berpotensi menimbulkan keresahan di internal maupun di tengah masyarakat.

FWJI Tegaskan SK Lama Sudah Dicabut

Ida menegaskan, klaim bahwa SK kepengurusan RSP masih berlaku tidak sesuai dengan dokumen yang dimiliki DPP FWJ Indonesia.

SK Penetapan RSP Nomor 0011.01/A/SK/P/FWJ/III/2022 untuk periode 2022–2025 disebut telah dicabut pada 1 Februari 2024 melalui SK Nomor 071/DPP/SK/FWJI/II/2024.

Karena itu, pihak FWJI mempertanyakan dasar klaim mengenai masih berlakunya SK tersebut.

“Yang berwenang melantik itu DPP Pusat, bukan pribadi dan SK RSP alias Ros sudah tidak berlaku sejak Februari 2024,” tegas Ida.

FWJI juga menyatakan proses pengangkatan Siti Mariam sebagai pimpinan Korwil Kabupaten Bekasi telah memiliki dasar administrasi organisasi.

SK Penetapan Siti Mariam sebagai Plt Ketua Nomor 031.5.A/KEP/DPP/FWJI/X/2025 disebut ditetapkan pada 10 Oktober 2025. Pengukuhan kemudian dilaksanakan pada 28 Juli 2026 di Jakarta bertepatan dengan HUT ke-7 FWJ Indonesia.

Bukan Urusan Pribadi

Ida menegaskan, laporan polisi tersebut bukan dilayangkan karena persoalan pribadi.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sebagai pengurus untuk menjaga nama baik organisasi.

“Saya melaporkan ini bukan karena urusan pribadi. Saya melaporkan sebagai Sekretaris Korwil demi menjaga nama baik organisasi yang kami perjuangkan bersama,” ujar Ida.

Dalam laporan tersebut, sejumlah bukti turut diserahkan, di antaranya identitas pelapor, SK kepengurusan, legal standing organisasi, tangkapan layar unggahan WhatsApp, dokumentasi kegiatan, SK pencabutan kepengurusan RSP, serta SK pengangkatan Mariam sebagai Ketua Korwil Kabupaten Bekasi periode 2026–2029.

FWJI Kabupaten Bekasi juga menyatakan langkah tersebut mendapat dukungan dari jajaran pengurus DPP, Tim 9 DPP, DPD DKI Jakarta, Korwil Bekasi Kota, serta pengurus dan anggota FWJI Kabupaten Bekasi.

Polisi Mulai Selidiki

Perkara tersebut kini berada dalam proses penanganan kepolisian. Satreskrim disebut akan melakukan penyelidikan dan memanggil pihak terlapor untuk memberikan klarifikasi.

Upaya mediasi juga akan dikedepankan sesuai prosedur. Namun, apabila tidak ditemukan titik temu dan unsur pidana dinilai terpenuhi berdasarkan alat bukti, perkara dapat dilanjutkan ke tahap penyidikan.

FWJI Kabupaten Bekasi menegaskan tidak ingin mencari musuh. Namun, mereka juga menyatakan tidak akan tinggal diam jika nama organisasi dinilai direndahkan atau diserang melalui informasi yang dianggap tidak benar.

“Organisasi tidak pernah mencari musuh. Tetapi kalau organisasi dihina, dijatuhkan harga dirinya, tentu kami akan mengambil langkah sesuai aturan dan jalur hukum,” tegas pihak FWJI.

Perlu dicatat, seluruh dugaan dalam laporan tersebut masih dalam proses penanganan kepolisian. RSP alias Ros tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan pembelaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

Serentak di Seluruh Kecamatan, Pemkab Karawang Berikan Vitamin dan Kalsium untuk Percepat Penurunan Stunting

0

KARAWANG, JAGAINNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Karawang melaksanakan kegiatan pemberian vitamin dan kalsium kepada balita secara serentak di seluruh kecamatan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat layanan kesehatan dasar, meningkatkan pemenuhan gizi anak, serta mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Karawang.

Program ini melibatkan seluruh puskesmas, posyandu, kader kesehatan, serta pemerintah kecamatan dan desa. Selain pemberian vitamin dan kalsium, kegiatan juga disertai pemantauan tumbuh kembang balita, pengukuran tinggi dan berat badan, serta pendataan sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam penanganan stunting.

Salah satu pelaksanaan kegiatan berlangsung di Posyandu Resinda. Sebanyak 54 balita mendapatkan vitamin dan kalsium yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa pertumbuhan. Kegiatan serupa dilaksanakan secara bersamaan di seluruh kecamatan di Kabupaten Karawang sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., hadir langsung meninjau pelaksanaan kegiatan didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Karawang sekaligus Bunda PAUD, Hj. Vida Syaepuloh. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Karawang.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini melalui kolaborasi seluruh pihak. Menurutnya, pemberian vitamin dan kalsium merupakan salah satu langkah preventif yang mendukung pertumbuhan balita agar tetap sehat, kuat, dan berkembang secara optimal.

“Melalui kegiatan serentak ini, kita tidak hanya memberikan vitamin dan kalsium kepada balita, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan mereka terus dipantau. Data yang diperoleh dari kegiatan ini akan menjadi dasar dalam menyusun program yang lebih tepat sasaran untuk mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Karawang,” ujar Bupati Aep.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan penurunan stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan peran aktif orang tua, kader posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat dalam memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang cukup dan pola hidup sehat sejak usia dini.

Ketua TP PKK Kabupaten Karawang sekaligus Bunda PAUD, Hj. Vida Syaepuloh, juga mengajak para orang tua untuk rutin membawa balita ke posyandu agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dipantau secara berkala. Menurutnya, deteksi dini sangat penting untuk mencegah terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak.

Pemerintah Kabupaten Karawang terus memperkuat berbagai program percepatan penurunan stunting melalui peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, edukasi gizi, pemberian makanan tambahan, penguatan peran posyandu, serta berbagai intervensi yang melibatkan lintas sektor.

Melalui kegiatan pemberian vitamin dan kalsium yang dilaksanakan secara serentak di seluruh kecamatan ini, Pemerintah Kabupaten Karawang berharap kualitas kesehatan balita semakin meningkat, risiko stunting dapat ditekan, dan lahir generasi Karawang yang sehat, cerdas, produktif, serta mampu menjadi generasi penerus pembangunan daerah maupun bangsa.

(Emed Tarmedi)

Eks Ketua Yayasan Dipecat, Tinggalkan Gudang Senjata dan Bunker Terkunci di Sekolah

0

JAKARTA – Temuan ratusan senjata jenis air gun hingga senjata api di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kini memasuki babak baru.

Pihak sekolah mengungkap masih ada sebuah ruangan menyerupai bunker yang hingga kini belum bisa dibuka karena seluruh kuncinya dibawa mantan Ketua Yayasan.

Kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, meminta kepolisian segera turun tangan membuka ruangan tersebut. Ia khawatir masih ada senjata atau barang berbahaya lain yang tersimpan di dalam bunker itu.

“Kami berharap ruangan yang berbentuk seperti bunker itu segera dibuka oleh kepolisian. Mudah-mudahan tidak ada lagi senjata yang ditemukan di sana,” ujar Hermawanto kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, mantan Ketua Yayasan telah diberhentikan sejak April 2026 setelah muncul dugaan penyalahgunaan keuangan yayasan untuk kepentingan pribadi.

Salah satu dugaan yang mencuat adalah penggunaan dana yayasan untuk membeli tanah yang kemudian disebut beralih atas nama istrinya.

Hermawanto mengatakan, setelah diberhentikan, mantan Ketua Yayasan membawa seluruh kunci ruangan penting di sekolah.

Akibatnya, pihak sekolah hanya memiliki akses ke ruang kelas, sementara ruang ketua yayasan dan beberapa ruangan lainnya masih terkunci rapat.

“Kami hanya punya akses ke ruang kelas. Semua kunci ruangan ketua yayasan dibawa oleh mereka, sehingga kami tidak bisa masuk,” jelasnya.

Ia menegaskan pihak sekolah sengaja tidak membuka paksa ruangan tersebut agar tidak menimbulkan persoalan hukum. Karena itu, mereka meminta aparat kepolisian melakukan pembukaan secara resmi.

“Kami khawatir ada risiko hukum jika membuka sendiri. Karena itu kami meminta aparat membantu membuka bunker tersebut agar semuanya terang dan aman,” pungkasnya.

Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Selain menyelidiki asal-usul ratusan senjata yang telah ditemukan, aparat juga diharapkan segera membuka bunker misterius tersebut untuk memastikan tidak ada benda berbahaya lain yang tersimpan di dalamnya

Bupati Aep Ancam Copot Kepsek yang Nekat Jual LKS, Orang Tua Diminta Berani Lapor

0

KARAWANG – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada oknum sekolah yang masih nekat memungut biaya atau memperjualbelikan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) maupun buku modul untuk jenjang SD dan SMP.

Aep menegaskan, Pemerintah Kabupaten Karawang telah menetapkan kebijakan bahwa buku modul diberikan secara gratis kepada siswa.

Karena itu, siapa pun yang mencoba mengambil keuntungan dengan menjual LKS akan ditindak tegas.

“Kalau misalkan ada oknum, baik dari guru maupun kepala sekolah yang menjual LKS, tolong laporkan. Dinas Pendidikan sudah menyediakan wadah pelaporan, atau bisa langsung laporkan ke saya. Pasti akan saya tindak,” tegas Aep, Jumat (7/8/2026).

Tak hanya peringatan, Aep juga memastikan sanksi berat akan dijatuhkan kepada kepala sekolah yang terbukti melanggar aturan tersebut. Bahkan, pencopotan jabatan menjadi konsekuensi yang disiapkan.

“Kalau dia kepala sekolah, akan saya berhentikan. Saya sudah punya kebijakan bahwa buku LKS atau modul ini gratis. Jadi jangan main-main,” ujarnya.

Menurut Aep, kebijakan pembagian buku modul gratis dibuat untuk meringankan beban ekonomi para orang tua murid.

Dengan adanya modul yang telah disiapkan pemerintah, siswa tidak lagi diwajibkan membeli LKS atau buku paket tambahan.

Ia menjelaskan, isi buku modul telah disusun secara lengkap, mengikuti kurikulum yang berlaku, dan memiliki fungsi yang sama dengan LKS yang selama ini dijual di sekolah.

“Saya sampaikan kepada seluruh masyarakat Karawang, khususnya para orang tua murid SD dan SMP, LKS ini sama dengan buku modul, tidak ada perbedaannya,” kata Aep.

“Di dalam buku modul ini semuanya sudah lengkap, jadi tidak ada lagi orang tua yang harus membeli buku paket,” pungkasnya.

Eks Wakil Kepala BGN Ajukan Praperadilan Lagi, Kini Gugat Penyitaan di Kasus Korupsi MBG

0

JAKARTA – Babak baru kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali bergulir. Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Lodewyk Pusung, kembali mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Kali ini, Lodewyk tidak lagi menggugat status tersangkanya, melainkan meminta majelis hakim menguji sah atau tidaknya proses penyitaan yang dilakukan penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung.

Humas PN Jakarta Pusat, Andi Saputra, membenarkan permohonan tersebut telah resmi didaftarkan.

“PN Jakarta Pusat telah meregister perkara Nomor 18/Pid.Pra/2026/PN Jkt.Pst dengan pemohon Lodewyk Pusung dan termohon Kejaksaan Agung,” ujar Andi Saputra dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Pusat, pokok perkara yang diajukan adalah mengenai sah atau tidaknya pelaksanaan upaya paksa penyitaan.

Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, dengan hakim tunggal M Firman Akbar yang akan memeriksa dan mengadili perkara tersebut.

Langkah hukum ini muncul setelah upaya praperadilan Lodewyk sebelumnya kandas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam putusan yang dibacakan pada 30 Juli 2026, hakim tunggal Abdul Affandi menyatakan PN Jakarta Selatan tidak berwenang mengadili permohonan tersebut sehingga gugatan Lodewyk tidak dapat diterima.

Akibat putusan itu, status Lodewyk sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis tetap sah dan penyidikan oleh Kejaksaan Agung terus berlanjut.

Kini, perhatian publik tertuju pada sidang praperadilan di PN Jakarta Pusat yang akan menentukan apakah proses penyitaan yang dilakukan penyidik telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

 

Disdik Karawang Gelar Monev Dana BOS di Jayakerta, Dorong Pengelolaan Anggaran Lebih Transparan

0

KARAWANG – Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang terus mendorong pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang transparan dan tepat sasaran.

Salah satunya melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Manajemen Dana BOS yang digelar di SDN Medangasem III, Kecamatan Jayakerta, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para kepala sekolah dan guru dari wilayah Kecamatan Jayakerta. Hadir pula Korwil Pendidikan Kecamatan Tirtajaya, H. Catong, serta Korwil Pendidikan Kecamatan Jayakerta, Heri Supriyadi, S.Pd., yang memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

Heriyanto menjelaskan, Monev ini menjadi bagian dari upaya pembinaan agar pengelolaan Dana BOS semakin akuntabel, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai temuan di lapangan sekaligus memberikan masukan konstruktif bagi sekolah dalam menyusun maupun melaksanakan anggaran.

“Melalui evaluasi ini, kami ingin memastikan pengelolaan Dana BOS berjalan lebih baik, baik untuk anggaran yang sedang dilaksanakan maupun perencanaan ke depan,” ujarnya.

Sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) BOS, kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut dilaksanakan secara rutin sebanyak dua kali dalam setahun sebagai bagian dari pengawasan dan pembinaan berkelanjutan.

Dalam kegiatan itu, seluruh kepala sekolah juga diingatkan untuk terus mengelola, memelihara, dan mengembangkan sarana serta program pendidikan sesuai dengan alokasi anggaran yang tersedia.

Selain itu, setiap penggunaan Dana BOS wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka dan akuntabel.

Sebagai bentuk transparansi kepada publik, setiap sekolah diwajibkan menyediakan papan informasi penggunaan Dana BOS yang dapat diakses masyarakat maupun insan pers.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran pendidikan.

Heriyanto mengapresiasi antusiasme para kepala sekolah dan tenaga pendidik yang mengikuti kegiatan tersebut, termasuk peserta dari Kecamatan Tirtajaya.

Menurutnya, Monev berkala bukan sekadar evaluasi administrasi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan agar tata kelola keuangan sekolah semakin profesional, transparan, dan berkualitas.

Dengan adanya monitoring rutin ini, Dinas Pendidikan Karawang berharap pengelolaan Dana BOS di seluruh sekolah dapat terus mengalami peningkatan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh peserta didik dan dunia pendidikan.

(TW)

 

Sambut HUT RI ke-81, TNI AD Bangun Jembatan Perintis Garuda Sejalan dengan Semangat Pemerataan Pembangunan Presiden Prabowo

0

KARAWANG, JAGAINNEWS.COM – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat gotong royong dan pengabdian kepada masyarakat kembali diwujudkan TNI Angkatan Darat melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Dusun Krajan III RT 02/RW 05, Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang.

Jembatan sepanjang sekitar 90 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut menjadi penghubung strategis antara Kecamatan Jatisari dan Kecamatan Tirtamulya, sekaligus menghubungkan wilayah Kalen Etek dan Kalen Temu yang selama ini menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat.

Kehadiran jembatan ini menjadi solusi atas kebutuhan akses masyarakat yang selama bertahun-tahun terbatas. Mobilitas warga kini menjadi lebih mudah, aman, dan nyaman sehingga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa, memperlancar akses pendidikan, pelayanan kesehatan, serta memperkuat aktivitas sosial dan perdagangan masyarakat.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda mencerminkan semangat pemerataan pembangunan dan penguatan konektivitas hingga ke pelosok, yang sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yakni menghadirkan negara yang semakin kuat melalui pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, pemerataan, serta penguatan persatuan nasional.

TNI Angkatan Darat membuktikan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga melalui pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XV Kodim 0604/Karawang, Ny. Dini Nanda, mengatakan pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar menghadirkan sarana penghubung, melainkan membawa harapan baru bagi masyarakat.

“Ada harapan yang tak pernah berhenti melangkah, meski jalan yang dilalui tak selalu mudah. Di balik setiap bentangan jembatan ini tersimpan kisah tentang kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian yang lahir dari hati,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran TNI Angkatan Darat diwujudkan melalui berbagai aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“TNI Angkatan Darat hadir bukan hanya membangun sebuah penghubung, tetapi juga menghadirkan rasa aman, kemudahan, dan harapan baru bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi simbol kuatnya budaya gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia. Kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat membuktikan bahwa pembangunan akan lebih cepat terwujud apabila dilakukan secara bersama-sama.

“Bersama tangan-tangan yang bekerja tanpa lelah, setiap langkah menjadi bukti bahwa gotong royong masih hidup. Bahwa kepedulian selalu menemukan jalannya,” tambahnya.

Sementara itu, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ny. Tiarah Hairul, istri Kapten Infanteri Hairul Rahman, menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan cerminan semangat pengabdian TNI Angkatan Darat kepada rakyat sekaligus mendukung cita-cita Indonesia yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

“Di tengah setiap kesempatan selalu ada harapan yang menunggu untuk diwujudkan. Pada momentum Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, TNI Angkatan Darat hadir bukan hanya sekadar membangun jembatan, tetapi menghubungkan langkah-langkah kecil yang kelak menjadi perjalanan besar bagi banyak orang. Karena pengabdian yang lahir dari hati akan selalu menemukan jalannya menuju hati masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat kemerdekaan sebagai energi untuk terus memperkuat persatuan, gotong royong, dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan nasional.

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari kita jadikan semangat kemerdekaan sebagai tekad untuk mendukung pembangunan Indonesia yang maju, adil, makmur, dan berdaulat sebagaimana cita-cita bangsa. Merdeka!” tuturnya.

Dengan menghubungkan Kecamatan Jatisari dan Kecamatan Tirtamulya, Jembatan Perintis Garuda diharapkan menjadi warisan pengabdian yang manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi. Kehadirannya menjadi simbol bahwa TNI Angkatan Darat akan selalu tumbuh bersama rakyat, memperkuat konektivitas wilayah, serta mendukung terwujudnya pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan sesuai semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

(Emed Tarmedi)

Dari Cikampek, Rengasdengklok hingga Gerbang Tol Karawang Timur, Bupati Aep Tuntaskan Persoalan Bangunan Liar Menahun  

0

KARAWANG, JAGAINNEWS.COM  – Pemerintah Kabupaten Karawang terus menunjukkan komitmennya dalam menata kawasan publik dan mengembalikan fungsi ruang milik jalan serta aset pemerintah. Setelah sebelumnya melakukan penertiban bangunan liar di sejumlah titik seperti Cikampek dan Rengasdengklok, kini penataan kembali dilanjutkan di kawasan Gerbang Tol Karawang Timur, Kecamatan Klari, Jumat (7/8/2026).

Penertiban dipimpin langsung oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah terkait, serta aparat keamanan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif berkat dukungan berbagai pihak serta kerja sama masyarakat.

Sebanyak 90 bangunan liar menjadi sasaran penertiban. Bangunan-bangunan tersebut berdiri di kawasan yang selama bertahun-tahun menjadi perhatian pemerintah karena mengganggu ketertiban, estetika kota, serta berpotensi menghambat aksesibilitas dan keselamatan pengguna jalan menuju Gerbang Tol Karawang Timur.

Bupati Aep menegaskan bahwa langkah penertiban bukan dilakukan secara tiba-tiba, melainkan telah melalui tahapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemerintah Kabupaten Karawang mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membongkar bangunannya secara mandiri.

Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pemerintah terlebih dahulu melaksanakan pendataan, sosialisasi, serta penyampaian surat peringatan secara bertahap. Dari total 90 bangunan, surat peringatan pertama diberikan kepada seluruh pemilik bangunan, peringatan kedua kepada 84 bangunan, dan peringatan ketiga kepada 80 bangunan.

Hasil dari pendekatan tersebut menunjukkan respons positif dari masyarakat. Sebanyak 13 pemilik bangunan secara sukarela membongkar bangunannya sendiri sebelum pelaksanaan penertiban. Sementara itu, sebanyak 67 bangunan yang masih berdiri kemudian ditertibkan oleh petugas pada pelaksanaan operasi hari ini.

Menurut Bupati Aep, penataan kawasan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Karawang menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, bersih, dan nyaman bagi masyarakat. Selain mendukung kelancaran lalu lintas di sekitar akses tol, penertiban juga bertujuan mengembalikan fungsi ruang publik sesuai peruntukannya.

“Kami ingin memastikan setiap ruang publik dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Penertiban ini bukan semata-mata membongkar bangunan, tetapi merupakan bagian dari upaya mewujudkan Karawang yang lebih tertata, nyaman, aman, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Bupati Aep.

Pemerintah Kabupaten Karawang juga mengapresiasi masyarakat yang telah bersikap kooperatif selama proses penataan berlangsung. Pendekatan humanis yang dilakukan diharapkan mampu membangun kesadaran bersama bahwa menjaga ketertiban lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Karawang akan terus melanjutkan program penataan kawasan di berbagai titik yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan wajah Karawang yang semakin tertib, indah, dan berdaya saing, sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

(Emed Tarmedi)

Jasad Tanpa Identitas di Pantai Pisangan Karawang Akhirnya Berhasil Diidentifikasi

0

KARAWANG – Misteri penemuan jasad tanpa identitas yang mengapung di perairan pinggir Pantai Pisangan, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, akhirnya terungkap. Setelah dilakukan koordinasi lintas wilayah, pihak kepolisian berhasil memastikan identitas korban.

Sebelumnya, jasad tersebut ditemukan warga pada Kamis (6/8/2026) saat beraktivitas di kawasan pesisir Pantai Pisangan. Penemuan itu sempat menggegerkan masyarakat sekitar karena korban belum diketahui identitasnya.

“Saya melihat ada benda mencurigakan mengapung di dekat bebatuan pinggir pantai. Setelah didekati, ternyata itu adalah sesosok mayat,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Kapolsek Cibuaya AKP Budi membenarkan bahwa identitas korban kini telah berhasil diketahui setelah jajaran Polres Karawang berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Tegal Kota.

“Alhamdulillah, kami beserta jajaran Polres Karawang sudah berkoordinasi dengan Kasat Polairud Polres Tegal Kota AKP Susanto,” kata AKP Budi melalui pesan WhatsApp kepada awak media.

Menurutnya, korban merupakan seorang laki-laki. Kepolisian telah menyampaikan ciri-ciri jenazah kepada pihak keluarga dan mendapat kepastian bahwa korban merupakan anggota keluarga mereka.

“Untuk pengambilan jenazah rencananya akan dilaksanakan besok. Perkembangan selanjutnya dapat dikonfirmasi ke Humas Polres Karawang,” pungkasnya.

Dengan terungkapnya identitas korban, proses penanganan selanjutnya akan dilakukan bersama pihak keluarga sesuai prosedur yang berlaku. Polisi juga memastikan koordinasi antarwilayah terus dilakukan untuk mendukung kelancaran proses penyerahan jenazah.

Bangun Kemitraan dengan Muhammadiyah, Kapolresta Karawang Tegaskan Keamanan Adalah Tanggung Jawab Bersama

0

KARAWANG – Polresta Karawang terus memperkuat kolaborasi dengan tokoh agama sebagai langkah strategis menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Komitmen itu ditunjukkan melalui silaturahmi bersama Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Karawang di Masjid Al-Ghammar, Jalan Interchange Tol Karawang Barat, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pejabat utama Polresta Karawang, pengurus PD Muhammadiyah, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Ghammar.

Pertemuan berlangsung hangat dengan semangat membangun kemitraan yang semakin kuat antara Polri dan organisasi keagamaan.

Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan menegaskan bahwa keamanan daerah tidak bisa diwujudkan hanya oleh aparat kepolisian. Dibutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, dalam menjaga kondusivitas wilayah.

“Sinergi dengan para ulama dan organisasi keagamaan merupakan fondasi penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif. Komunikasi yang baik akan melahirkan kepercayaan dan kerja sama yang semakin kuat,” ujarnya.

Ketua PD Muhammadiyah Karawang H. Bambang Sumaryono mengapresiasi langkah Polresta Karawang yang terus membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Menurutnya, pendekatan humanis yang dilakukan Polri mampu memperkuat hubungan kemitraan sekaligus meningkatkan rasa aman di tengah masyarakat.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap program Sapa Pagi yang dinilai efektif menghadirkan kehadiran polisi di tengah masyarakat.

Selain itu, Muhammadiyah berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat, termasuk dalam mendukung pengembangan Universitas Muhammadiyah Karawang sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dalam dialog tersebut, Kapolresta mengajak seluruh keluarga besar Muhammadiyah untuk terus berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas.

Tak hanya itu, Polresta Karawang juga menegaskan komitmennya melalui program GAZZ Karawang (Gerak Cepat, Hadir Tepat) sebagai wujud pelayanan kepolisian yang cepat, responsif, profesional, dan humanis.

Sebagai bentuk transparansi, Polresta Karawang membuka ruang pengaduan bagi masyarakat apabila menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oknum anggota. Setiap laporan dipastikan akan ditindaklanjuti secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku.

Silaturahmi ini menjadi bukti bahwa menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri, melainkan tugas bersama.

Dengan komunikasi yang terbuka dan kolaborasi yang solid antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat, diharapkan Kabupaten Karawang tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan kondusif.

Karawang Siap Jadi Tuan Rumah Nobar Final Piala Presiden 2026, Pengamanan Gabungan Disiagakan

0

KARAWANG – Demam final Piala Presiden 2026 mulai terasa di Karawang. Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Polresta Karawang menggelar acara nonton bareng (nobar) laga final yang mempertemukan Persib Bandung kontra Persebaya Surabaya, Kamis (6/8/2026) malam, di Plaza Kantor Bupati Karawang.

Sejak sore, kawasan Plaza Kantor Bupati mulai dipenuhi warga yang antusias ingin menyaksikan laga bergengsi tersebut bersama-sama. Suasana dibuat meriah namun tetap mengedepankan keamanan dengan pengamanan ketat dari personel gabungan.

Aparat dari Polresta Karawang, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Kesehatan, hingga unsur terkait disiagakan untuk memastikan jalannya acara berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. mengajak masyarakat menjadikan nobar ini bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga sebagai ajang mempererat silaturahmi dan kebersamaan.

“Silakan datang dan nikmati pertandingan bersama. Mari kita dukung tim kebanggaan dengan penuh semangat, namun tetap menjaga keamanan, ketertiban, serta menjunjung tinggi sportivitas. Menang atau kalah adalah bagian dari pertandingan, yang paling penting persaudaraan tetap terjaga,” ujar Bupati Aep.

Ia juga mengingatkan seluruh suporter agar tidak mudah terprovokasi dan menghindari aksi-aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, termasuk konvoi liar maupun tindakan yang dapat memicu keributan.

Di sisi lain, Polresta Karawang bersama Pemkab Karawang telah menyiapkan rekayasa pengamanan, mulai dari pengaturan lalu lintas, area parkir, hingga pengawasan di sekitar lokasi nobar agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

Tak hanya menjadi hiburan bagi pecinta sepak bola, nobar ini juga diharapkan menjadi bukti kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menciptakan ruang publik yang aman dan penuh kebersamaan.

Pemkab Karawang pun mengimbau seluruh warga yang hadir untuk menjaga kebersihan, mematuhi arahan petugas, serta bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif hingga peluit panjang pertandingan dibunyikan.

Dengan semangat sportivitas, Pemkab dan Polresta Karawang berharap malam final Piala Presiden 2026 menjadi momen kebersamaan yang membanggakan sekaligus menunjukkan bahwa Karawang adalah daerah yang aman, tertib, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

Geger! Jasad Tak Beridentitas Ditemukan Terapung di Pinggir Pantai Pisangan Cibuaya

0

KARAWANG – Warga Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, digegerkan dengan penemuan sesosok jasad tanpa identitas yang mengapung di perairan pinggir Pantai Pisangan, Kamis (6/8/2026).

Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang sedang beraktivitas di sekitar pesisir pantai. Awalnya, warga melihat benda mencurigakan mengapung di dekat bebatuan. Setelah didekati, benda tersebut ternyata merupakan jasad manusia.

“Saya melihat ada benda mencurigakan mengapung di dekat bebatuan pinggir pantai. Setelah didekati, ternyata itu adalah sesosok mayat,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Mendapat laporan itu, personel Polsek Cibuaya langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.

Kapolsek Cibuaya, AKP Budi, membenarkan adanya laporan penemuan jasad tersebut. Ia mengatakan anggotanya langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami sudah menerima laporan. Anggota kami sudah meluncur ke TKP sekitar lima menit yang lalu,” ujarnya melalui pesan singkat.

Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian masih melakukan olah TKP dan proses identifikasi terhadap korban. Jasad diketahui masih berada di sekitar bebatuan pinggir Pantai Pisangan sambil menunggu proses evakuasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak kepolisian belum dapat memastikan identitas korban maupun penyebab kematiannya. Saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap kronologi serta penyebab pasti kejadian tersebut.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera menghubungi kantor kepolisian terdekat guna membantu proses identifikasi korban.

 

Advocate Speak DPC AAI Officium Nobile Bandung Bahas Rasionalisasi Pembaharuan UU Advokat untuk Memperkuat Jati Diri dan Integritas Profesi  

0

BANDUNG, JAGAINNEWS.COM   – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Officium Nobile Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas profesi advokat melalui penyelenggaraan program Advocate Speak (Ruang Bicara Advokat). Kegiatan yang menjadi agenda rutin organisasi tersebut berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2026, di Blessing Room Lantai 6 D’Botanica Bandung Mall, Kota Bandung.

Advocate Speak merupakan forum diskusi ilmiah yang dirancang sebagai ruang bertukar gagasan mengenai berbagai tantangan profesi advokat di era modern. Selain memperkuat wawasan hukum, kegiatan ini juga bertujuan menjaga integritas profesi, memperkokoh etika advokat, meningkatkan kapasitas intelektual anggota, sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan DPC AAI Officium Nobile Bandung.

Pada penyelenggaraan kali ini, forum mengangkat tema “Rasionalisasi Pembaharuan Undang-Undang Advokat Demi Menata Jati Diri Advokat”. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk respons terhadap dinamika pembaharuan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat serta perkembangan hukum nasional pasca berbagai putusan Mahkamah Konstitusi yang berkaitan dengan profesi advokat.

Ketua Penyelenggara, Ferdy Rizky Adilya, S.H., M.H., C.L.A., mengungkapkan rasa syukur atas tingginya antusiasme peserta. Sebanyak 67 advokat yang terdiri atas para senior advokat dan anggota DPC AAI Officium Nobile Bandung hadir mengikuti forum hingga selesai.

“Alhamdulillah, kegiatan hari ini dihadiri oleh 67 peserta yang terdiri dari senior-senior advokat dan anggota DPC AAI Officium Nobile Bandung. Kehadiran para senior menjadi nilai tambah karena diskusi berlangsung sangat hidup dan penuh pengalaman. Narasumber, Bapak Singap Albert Panjaitan, S.H., M.H., yang juga merupakan salah satu pendiri AAI, menyampaikan gagasan secara lugas, komprehensif, dan mendalam mengenai rasionalisasi pembaharuan Undang-Undang Advokat demi menjaga jati diri profesi advokat,” ujar Ferdy.

Forum menghadirkan Singap Albert Panjaitan, S.H., M.H. sebagai narasumber utama dengan Dr. H. Efran Helmi Juni, S.H., M.Hum. bertindak sebagai moderator. Selama diskusi, peserta diajak memahami berbagai persoalan mendasar yang melatarbelakangi perlunya pembaharuan regulasi advokat agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai dasar profesi sebagai officium nobile.

Dalam pemaparannya, Singap Albert Panjaitan menegaskan bahwa pembaharuan Undang-Undang Advokat tidak boleh hanya berorientasi pada perubahan norma hukum semata. Menurutnya, diperlukan proses rasionalisasi agar regulasi yang dihasilkan memiliki dasar pemikiran yang kuat, sederhana dalam penerapan, selaras dengan konstitusi, dan mampu memberikan kepastian hukum bagi advokat maupun masyarakat pencari keadilan.

Ia juga menekankan bahwa jati diri advokat harus tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, penghormatan terhadap hak asasi manusia, prinsip negara hukum, serta asas equality before the law. Advokat dituntut tidak hanya menguasai hukum positif, tetapi juga memiliki integritas moral, independensi, keberanian, dan kepekaan terhadap rasa keadilan masyarakat.

Ketua DPC AAI Officium Nobile Bandung, Dr. Agus Mulya Sutanto, S.H., M.H., M.M., M.I.P., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, khususnya para senior advokat yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berbagi pengalaman. Menurutnya, kehadiran para praktisi senior memberikan perspektif yang lebih luas sehingga forum diskusi menjadi semakin berkualitas.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh senior advokat, narasumber Bapak Singap Albert Panjaitan, serta moderator Dr. H. Efran Helmi Juni yang telah memberikan pemikiran-pemikiran konstruktif. Forum seperti ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas intelektual sekaligus menjaga marwah profesi advokat sebagai salah satu pilar penegakan hukum,” ujar Agus Mulya.

Ia menambahkan bahwa Advocate Speak merupakan salah satu program strategis DPC AAI Officium Nobile Bandung dalam membangun budaya akademik di kalangan advokat. Organisasi tidak hanya menjadi wadah berhimpun para praktisi hukum, tetapi juga menjadi ruang pengembangan pemikiran yang mampu memberikan kontribusi terhadap pembentukan hukum nasional.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai pertanyaan dan pandangan dari peserta mengenai tantangan profesi advokat, independensi organisasi advokat, penguatan kode etik, peningkatan kualitas pendidikan profesi, hingga arah pembaharuan Undang-Undang Advokat yang diharapkan mampu memperkuat kepastian hukum dan profesionalisme advokat di Indonesia.

Melalui penyelenggaraan Advocate Speak, DPC AAI Officium Nobile Bandung berharap dapat terus melahirkan gagasan-gagasan konstruktif yang memberikan kontribusi nyata terhadap pembaharuan regulasi profesi advokat. Forum ini juga diharapkan menjadi media penguatan integritas, etika, dan solidaritas antaradvokat sehingga profesi advokat tetap mampu menjalankan fungsi konstitusionalnya sebagai penegak hukum yang profesional, independen, serta berorientasi pada keadilan bagi seluruh masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen seluruh peserta untuk terus menjaga semangat intelektual, profesionalisme, serta nilai-nilai officium nobile dalam setiap pelaksanaan tugas sebagai advokat. DPC AAI Officium Nobile Bandung berkomitmen menjadikan Advocate Speak sebagai forum berkelanjutan yang mampu memperkuat kualitas profesi advokat sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan sistem hukum Indonesia yang lebih baik.

(Emed Tarmedi)

Bukan Sekadar Kumuh, Sampah di Irigasi Karangpawitan Ancam Kesehatan Warga

0

KARAWANG – Aliran irigasi di wilayah Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, kini lebih mirip tempat pembuangan sampah daripada saluran air.

Tumpukan sampah yang sudah cukup lama dibiarkan hingga kini belum juga terlihat mendapat penanganan dari dinas terkait.

Pemandangan ini tentu menjadi ironi. Di tengah gencarnya kampanye menjaga kebersihan lingkungan, sampah justru terus menumpuk tanpa ada solusi nyata.

Saat hujan turun, kondisi tersebut dikhawatirkan memicu penyumbatan aliran air hingga berpotensi menyebabkan genangan.

Masalah ini memang bukan sepenuhnya salah pemerintah. Rendahnya kesadaran sebagian masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai menjadi salah satu penyebab utama.

Namun di sisi lain, minimnya fasilitas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan belum optimalnya pengelolaan sampah membuat persoalan ini terus berulang.

Yang lebih mengkhawatirkan, tumpukan sampah itu bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi menjadi sarang penyakit.

Bau menyengat, lalat, nyamuk, hingga tikus menjadi ancaman nyata bagi kesehatan warga sekitar.

Maman salah satu warga sekitar berharap pemerintah tidak hanya datang saat sampah sudah viral di media sosial.

“Tumpukan samapah ini sudah lama belum ada penanganan,” Ungkapnya. Kamis (6/8/2026).

Penanganan cepat, penyediaan fasilitas yang memadai, serta edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi langkah yang harus segera dilakukan agar irigasi kembali berfungsi sebagaimana mestinya.

“Jangan saling lempar salah. Warga harus berhenti buang sampah sembarangan, pemerintah juga harus hadir dengan solusi nyata,” pungkasnya.

(Jagain)

Karawang Dinilai Layak Jadi Prioritas Penambahan SPPG, Percepatan MBG Diyakini Mampu Tekan Stunting dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani  

0

KARAWANG, JAGAINNEWS.COM –  Pemerintah terus memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memprioritaskan daerah yang memiliki prevalensi stunting tinggi. Kebijakan ini ditempuh melalui sinkronisasi data stunting Kementerian Kesehatan dengan keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG agar pelaksanaan program semakin efektif, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat, Rabu (5/82026).

Daerah yang telah memiliki SPPG dan memiliki angka stunting tinggi akan diprioritaskan untuk percepatan operasional. Sementara itu, wilayah yang belum memiliki SPPG akan menjadi sasaran pembangunan dapur baru agar semakin banyak anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan lainnya dapat memperoleh akses makanan bergizi secara berkelanjutan.

Kebijakan tersebut dinilai sangat relevan bagi Kabupaten Karawang. Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Karawang memiliki potensi besar dalam memasok kebutuhan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis. Namun di sisi lain, Kabupaten Karawang masih menghadapi tantangan penanganan stunting. Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Karawang masih menggunakan data 3.517 anak stunting sebagai dasar pelaksanaan berbagai intervensi. Adapun prevalensi stunting masih berada pada kisaran 17,6 persen, sementara pemerintah daerah menargetkan penurunannya menjadi 9 persen.

Dengan kondisi tersebut, Karawang dinilai layak menjadi salah satu daerah prioritas dalam penambahan SPPG sebagai bagian dari percepatan penurunan stunting. Penambahan dapur MBG akan memperluas jangkauan layanan pemenuhan gizi sehingga intervensi kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat, merata, dan berkelanjutan.

Selain memberikan manfaat terhadap peningkatan status gizi masyarakat, perluasan Program Makan Bergizi Gratis juga diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang besar. Sebagai daerah penghasil beras, sayuran, telur, ikan, daging, dan berbagai komoditas pangan lainnya, meningkatnya kebutuhan bahan baku untuk operasional SPPG akan memperbesar penyerapan hasil panen petani, nelayan, peternak, serta pelaku UMKM pangan lokal.

Kondisi tersebut menjadi sangat penting, terutama bagi masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Karawang yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan, petani, dan buruh tani dengan pendapatan yang tidak selalu tetap karena dipengaruhi musim. Kehadiran Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjamin pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sehingga pendapatan keluarga dapat dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, maupun kebutuhan pokok lainnya.

Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Karawang, Dr. (Cand.) H. Emed Tarmedi, A.Md.Kep., S.KM., MH.Kes., yang juga akademisi hukum kesehatan, menilai kebijakan pemerintah memprioritaskan MBG di wilayah dengan angka stunting tinggi merupakan langkah strategis yang perlu didukung seluruh pemangku kepentingan.

“Karawang merupakan salah satu lumbung pangan nasional dengan potensi pertanian yang sangat besar. Namun, di sisi lain kita masih menghadapi tantangan prevalensi stunting yang berada pada angka 17,6 persen. Karena itu, penambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Karawang menjadi kebutuhan yang mendesak agar target Pemerintah Kabupaten Karawang menurunkan stunting hingga 9 persen dapat tercapai melalui intervensi gizi yang lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Emed Tarmedi, Program Makan Bergizi Gratis memiliki dampak ganda yang tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat perekonomian petani dan pelaku usaha pangan lokal.

“Semakin banyak SPPG beroperasi, semakin besar kebutuhan bahan baku pangan yang diserap dari petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha lokal. Hal ini akan menciptakan kepastian pasar, meningkatkan nilai jual hasil panen, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Program MBG harus dibangun melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional, koperasi, petani, nelayan, peternak, serta seluruh pemangku kepentingan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya investasi dalam pemenuhan gizi anak, tetapi juga investasi bagi pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi kerakyatan. Apabila jumlah SPPG di Karawang terus ditambah sesuai kebutuhan, saya optimistis program ini mampu mempercepat penurunan stunting sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

(Redaksi)

BGN Tetapkan Tenggat 10 Agustus, Dapur MBG Wajib Kantongi SLHS atau Ditutup Permanen  

0

JAKARTA, JAGAINNEWS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) mempertegas komitmennya dalam meningkatkan standar keamanan pangan pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) paling lambat 10 Agustus 2026. Dapur yang tidak mampu memenuhi persyaratan tersebut hingga batas waktu yang telah ditetapkan akan ditutup secara permanen, Rabu (5/8/2026).

Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, dalam konferensi pers bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Langkah tegas ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG setelah muncul sejumlah kasus keracunan makanan di beberapa daerah yang menjadi perhatian pemerintah.

Menurut Sudaryono, pemerintah tidak lagi memberikan toleransi terhadap dapur MBG yang mengabaikan aspek keamanan pangan. Seluruh pengelola SPPG diminta segera melengkapi persyaratan administrasi sekaligus memastikan seluruh proses pengolahan makanan memenuhi standar higiene dan sanitasi yang telah ditetapkan.

“Kami berikan waktu untuk mengurusnya sampai dengan tanggal 10. Kalau tidak memenuhi persyaratan SLHS, tutup permanen,” tegas Sudaryono.

SLHS merupakan sertifikat resmi yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota setelah fasilitas pengolahan makanan dinyatakan memenuhi standar higiene dan sanitasi sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan. Sertifikat tersebut menjadi bukti bahwa dapur telah memenuhi persyaratan keamanan pangan sehingga makanan yang diproduksi layak dan aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Selain memastikan kebersihan bangunan dan peralatan, proses penerbitan SLHS juga mencakup pemeriksaan terhadap sistem sanitasi, kualitas air bersih, pengelolaan limbah, pengendalian hama, hingga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat oleh seluruh penjamah makanan. Dengan demikian, risiko kontaminasi pangan dapat ditekan secara maksimal.

BGN menilai kepemilikan SLHS bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan bagian penting dari sistem pengawasan mutu Program Makan Bergizi Gratis. Program yang menyasar jutaan peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tersebut harus didukung oleh dapur yang benar-benar memenuhi standar keamanan pangan nasional.

Melalui kebijakan ini, pemerintah ingin memastikan setiap makanan yang disajikan dalam Program MBG memiliki kualitas yang aman, sehat, bergizi, dan layak konsumsi. Keamanan pangan menjadi fondasi utama dalam mendukung keberhasilan program strategis nasional tersebut sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaannya.

BGN juga menginstruksikan seluruh pengelola SPPG yang belum memiliki SLHS agar segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mempercepat proses inspeksi dan penerbitan sertifikat. Pemerintah daerah diharapkan memberikan pendampingan teknis sehingga seluruh dapur dapat memenuhi standar yang dipersyaratkan sebelum tenggat waktu berakhir.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan bersama Badan Gizi Nasional akan terus memperkuat pengawasan terhadap operasional dapur MBG melalui inspeksi berkala, pembinaan, serta evaluasi terhadap penerapan higiene sanitasi dan keamanan pangan. Langkah ini diharapkan mampu mencegah terulangnya kasus keracunan makanan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.

Dengan penegakan aturan yang lebih ketat, pemerintah berharap seluruh penyelenggara SPPG semakin profesional dalam mengelola dapur MBG. Kepatuhan terhadap standar higiene sanitasi menjadi syarat mutlak agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan secara aman, berkualitas, berkelanjutan, serta memberikan manfaat optimal bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

(Emed Tarmedi)

Dividen Perumdam Tirta Tarum Tembus Rp9,49 Miliar, Bupati Aep Tekankan Perluasan Layanan Air Bersih untuk Masyarakat Karawang  

0

KARAWANG, JAGAINNEWS.COM – Perumdam Tirta Tarum Kabupaten Karawang kembali menorehkan kinerja yang membanggakan pada Tahun Buku 2025. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor penyediaan air minum tersebut berhasil mencatatkan dividen sebesar Rp9.499.768.681, meningkat sekitar Rp3.368.571.288 dibandingkan tahun buku 2024 yang mencapai Rp6.131.197.393. Capaian ini menjadi indikator bahwa tata kelola perusahaan berjalan semakin sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karawang, Rabu (5/8/2026).

Capaian tersebut disampaikan dalam agenda Rapat Tahunan Perumdam Tirta Tarum Tahun 2026 yang dihadiri Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., jajaran Dewan Pengawas, Direksi, serta para karyawan Perumdam Tirta Tarum. Rapat tahunan menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja perusahaan selama satu tahun terakhir sekaligus merumuskan strategi pengembangan pelayanan kepada masyarakat pada tahun-tahun mendatang.

Dalam arahannya, Bupati Karawang menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Direksi, Dewan Pengawas, dan karyawan Perumdam Tirta Tarum atas kerja keras yang telah menghasilkan peningkatan kinerja perusahaan. Menurutnya, kenaikan dividen merupakan bukti bahwa BUMD mampu dikelola dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Bupati Aep menegaskan bahwa keberhasilan sebuah perusahaan daerah tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan atau dividen yang diperoleh. Lebih dari itu, keberhasilan sesungguhnya adalah ketika peningkatan kinerja keuangan mampu berjalan seiring dengan meningkatnya kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam penyediaan air bersih yang menjadi kebutuhan dasar setiap warga.

Karena itu, Bupati berharap Perumdam Tirta Tarum terus memperluas cakupan pelayanan hingga menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Karawang. Ia menilai masih terdapat sejumlah kawasan yang membutuhkan peningkatan akses air bersih, sehingga perlu adanya percepatan pembangunan jaringan distribusi, peningkatan kapasitas produksi, serta optimalisasi pelayanan kepada pelanggan agar manfaat keberadaan Perumdam dapat dirasakan secara merata.

Secara khusus, Bupati juga meminta agar persoalan kekeringan air yang masih dialami masyarakat di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru, segera mendapatkan solusi yang konkret. Ia menargetkan agar upaya penanganan tersebut dapat dituntaskan sebelum akhir tahun, sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih, terutama saat musim kemarau.

Selain fokus pada peningkatan pelayanan, Bupati mengingatkan seluruh jajaran Perumdam Tirta Tarum untuk terus menjaga amanah yang diberikan pemerintah dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan disiplin kerja, serta membangun budaya kerja yang profesional, inovatif, dan berintegritas agar perusahaan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Menurut Bupati, keberhasilan mempertahankan kinerja positif memerlukan komitmen seluruh unsur perusahaan. Oleh karena itu, ia mendorong Direksi dan seluruh pegawai untuk terus melakukan inovasi dalam pengelolaan perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, memperbaiki kualitas pelayanan pelanggan, serta memanfaatkan perkembangan teknologi guna mendukung transformasi pelayanan air minum yang semakin modern dan responsif.

Dalam kesempatan yang sama, juga dilaksanakan penandatanganan laporan keuangan Perumdam Tirta Tarum Tahun Buku 2025 oleh Bupati Karawang bersama Dewan Pengawas. Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari agenda Rapat Tahunan sekaligus menandai komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan BUMD yang baik.

Bupati Aep turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Perumdam Tirta Tarum atas dedikasi dan kerja keras yang telah ditunjukkan selama ini. Ia berharap prestasi yang berhasil diraih dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan, baik dari sisi kinerja keuangan maupun kualitas pelayanan kepada pelanggan. Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan aset terbesar yang harus dijaga melalui pelayanan yang cepat, berkualitas, dan berkelanjutan.

Menutup arahannya, Bupati menegaskan bahwa Perumdam Tirta Tarum memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan Kabupaten Karawang melalui penyediaan layanan air bersih yang berkualitas sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Dengan sinergi antara Pemerintah Daerah, Dewan Pengawas, Direksi, dan seluruh karyawan, Perumdam Tirta Tarum diharapkan mampu terus tumbuh sebagai BUMD yang sehat, berdaya saing, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Karawang.

(Emed Tarmedi)

Program Bupati Aep Perkuat UMKM Naik Kelas, Pendampingan Mentorship Tahun 2026 Bekali Pelaku Usaha dengan Mindset, Strategi Bisnis, dan Manajemen Keuangan

0

KARAWANG,, JAGAINNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Karawang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., berbagai program pemberdayaan terus digulirkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya saing usaha, serta mendorong pelaku UMKM agar mampu berkembang, naik kelas, dan memperluas akses pasar.

Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Pendampingan UMKM Mentorship Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Rawamerta pada Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menciptakan ekosistem UMKM yang kuat, mandiri, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia usaha yang semakin kompetitif.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Camat Rawamerta, Dadan Nurdiansyah, S.P., S.IP., M.Kesos, serta diikuti oleh 50 pelaku UMKM yang berasal dari Kecamatan Rawamerta dan Kecamatan Cilebar. Para peserta berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan tangan, perdagangan, hingga usaha rumahan yang memiliki potensi untuk terus berkembang melalui pendampingan yang terarah dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Camat Rawamerta menyampaikan bahwa pengembangan UMKM merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah karena memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat perekonomian lokal. Menurutnya, arahan dan kebijakan Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menempatkan UMKM sebagai sektor yang harus terus didorong agar mampu menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang tangguh.

Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan program mentorship ini sebagai kesempatan untuk menambah wawasan, memperluas jaringan usaha, serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola bisnis secara profesional.

“Kesuksesan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh pola pikir pengusahanya, kemampuan menyusun strategi bisnis, serta kedisiplinan dalam mengelola keuangan. Oleh karena itu, manfaatkan setiap materi yang diberikan agar dapat diterapkan dalam pengembangan usaha masing-masing,” ujar Camat Rawamerta.

Program mentorship menghadirkan narasumber dan pendamping yang memiliki pengalaman dalam pembinaan UMKM. Materi pertama mengenai Mindset Kewirausahaan disampaikan oleh Korwil Mentorship Koswara, S.Pd.I., C.I. Dalam pemaparannya, peserta diajak membangun karakter sebagai wirausahawan yang tangguh, memiliki visi jangka panjang, berani berinovasi, mampu membaca peluang pasar, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan usaha.

Menurutnya, perubahan pola pikir merupakan fondasi utama dalam membangun bisnis yang berkelanjutan. Pelaku UMKM harus mampu bertransformasi dari sekadar menjalankan usaha menjadi seorang entrepreneur yang mampu menciptakan nilai tambah dan peluang baru di tengah persaingan yang semakin ketat.

Materi berikutnya mengenai Business Model Canvas (BMC) disampaikan oleh Pendamping Mentorship Yeni Kurotul Seni, A.Md., C.I. Peserta dibimbing memahami sembilan elemen utama dalam Business Model Canvas sebagai alat untuk merancang, mengevaluasi, dan mengembangkan model bisnis secara efektif.

Melalui materi ini, peserta belajar mengidentifikasi segmen pelanggan, menentukan nilai produk yang ditawarkan, memilih saluran pemasaran yang tepat, membangun hubungan dengan pelanggan, hingga menyusun strategi pendapatan dan pengelolaan sumber daya usaha. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu UMKM menyusun perencanaan bisnis yang lebih terarah dan berorientasi pada pertumbuhan.

Sementara itu, materi Manajemen Keuangan UMKM disampaikan oleh Pendamping Mentorship Syifa Fauzia, S.Pd. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan transaksi keuangan secara rutin, penyusunan laporan sederhana, pengelolaan arus kas, perhitungan keuntungan, pengendalian biaya operasional, serta pemisahan keuangan pribadi dengan keuangan usaha.

Pemahaman terhadap pengelolaan keuangan dinilai menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberlangsungan usaha. Banyak UMKM memiliki produk yang baik, namun mengalami kesulitan berkembang karena belum menerapkan sistem administrasi dan keuangan yang tertata dengan baik.

Selama kegiatan berlangsung, suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha, mulai dari pemasaran, pengembangan produk, hingga pengelolaan modal. Pendamping memberikan berbagai solusi praktis yang dapat langsung diterapkan sesuai karakteristik usaha masing-masing.

Program Pendampingan UMKM Mentorship Tahun 2026 tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga menekankan pentingnya proses pendampingan yang berkelanjutan. Melalui pendampingan tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, memanfaatkan teknologi digital, memperkuat legalitas usaha, serta meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun nasional.

Sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Karawang, Pemerintah Kabupaten Karawang di bawah kepemimpinan Bupati H. Aep Syaepuloh terus mendorong lahirnya UMKM yang produktif, inovatif, dan berdaya saing sebagai fondasi penguatan ekonomi daerah. Pengembangan UMKM diyakini tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi keluarga, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karawang.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pendamping mentorship, serta seluruh pelaku UMKM, diharapkan program ini mampu melahirkan lebih banyak wirausaha yang mandiri, profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan demikian, UMKM Karawang diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan ekonomi kerakyatan yang mampu menopang pembangunan daerah menuju Karawang yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.

(Emed Tarmedi)

Kasdi Dinata Resmi Pimpin Kwaran Cibuaya, Tokoh Pemuda Beri Dukungan Penuh

0

KARAWANG – Terpilihnya Kasdi Dinata, S.Pd., M.Pd. sebagai Ketua Kwartir Ranting (Kwaran) Gerakan Pramuka Cibuaya periode 2026–2029 mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari tokoh pemuda Kecamatan Cibuaya, Ahmad Alexa.

Ahmad Alexa menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar kepemimpinan baru mampu membawa semangat perubahan dan memperkuat eksistensi Gerakan Pramuka di Kecamatan Cibuaya.

“Atas nama pribadi dan perwakilan pemuda di wilayah Cibuaya, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Kasdi Dinata, S.Pd., M.Pd. atas amanah yang kembali diberikan sebagai Ketua Kwaran Cibuaya periode 2026–2029,” ujar Ahmad Alexa.

Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, ia berharap Kwaran Cibuaya di bawah kepemimpinan Kasdi Dinata mampu menjadi organisasi yang semakin solid, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta konsisten melahirkan generasi yang berintegritas.

“Kami berharap Kwaran Cibuaya benar-benar menjadi organisasi yang solid, adaptif, dan berkarakter. Semoga Pramuka semakin maju, semakin dicintai masyarakat, serta mampu mencetak generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berakhlak mulia,” katanya.

Ahmad Alexa juga menegaskan komitmen kalangan pemuda untuk mendukung berbagai program yang akan dijalankan Kwaran Cibuaya selama masa bakti 2026–2029.

“Kami siap bersinergi dan berkolaborasi demi menyukseskan program-program Kwaran Cibuaya. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik dan membawa manfaat besar bagi pembinaan generasi muda di Kecamatan Cibuaya,” pungkasnya.

 

Mahasiswa KKN Desa Wanajaya Buktikan Kepedulian, Puluhan Lansia dan Anak Yatim Terima Bantuan Sosial

0

KARAWANG – Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya sebatas program kerja dan kegiatan seremonial. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Wanajaya membuktikannya melalui aksi nyata dengan menggelar bakti sosial yang menyasar warga lanjut usia (lansia), jompo, dan anak yatim di Aula Desa Wanajaya, Rabu (5/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menyalurkan 40 paket sembako kepada para lansia dan warga jompo. Selain itu, 10 anak yatim juga menerima santunan berupa paket sembako dan amplop sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan sosial ini dihadiri langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Sartika Dewi, S.ST., M.H.Kes., Kepala Desa Wanajaya Emin Syaepudin, Sekretaris Desa Hendar Rudianto, SE, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua BPD, Ketua LPM, perangkat desa, serta perwakilan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Desa Wanajaya.

Ketua Kelompok KKN Desa Wanajaya, Deden Heru Hermawan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa kepada masyarakat yang telah menerima dan mendukung seluruh rangkaian kegiatan KKN.

“Kami ingin meninggalkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat meringankan beban para lansia, warga jompo, dan anak yatim sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat Desa Wanajaya,” tegas Deden.

Pemerintah Desa Wanajaya memberikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa yang dinilai mampu menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Puskesos menjadi bukti bahwa kolaborasi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi warga.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh perangkat desa bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan mahasiswa KKN. Raut bahagia para penerima bantuan menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Desa Wanajaya berharap semangat gotong royong dan budaya saling membantu tidak berhenti pada kegiatan bakti sosial semata, tetapi terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Aksi tersebut juga menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat harus diwujudkan dengan tindakan nyata, bukan sekadar slogan atau seremoni.

 

Prabowo Prihatin Banyak Kepala Daerah Terseret Korupsi, Minta Jadi Perhatian Serius

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan keprihatinannya terhadap masih banyaknya kepala daerah yang terjerat kasus tindak pidana korupsi.

Persoalan tersebut dinilai menjadi ancaman serius bagi jalannya pemerintahan daerah dan harus menjadi perhatian bersama.

Keprihatinan itu disampaikan Ketua MPR Ahmad Muzani usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/8/2026).

Menurut Muzani, isu tersebut menjadi salah satu pembahasan penting saat Presiden menerima konsep Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) yang tengah disusun MPR.

“Beliau sangat prihatin terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di daerah. Banyak kepala daerah yang kemudian terjebak dalam tindak pidana korupsi. Karena itu, beliau meminta agar persoalan ini menjadi perhatian yang serius untuk dipikirkan,” ujar Muzani.

Selain menyoroti maraknya kasus korupsi, Presiden juga menilai sistem demokrasi di daerah, khususnya pemilihan kepala daerah, membutuhkan biaya yang sangat besar serta menguras banyak energi.

Menurut Muzani, Prabowo memandang proses penyelenggaraan pemerintahan daerah melalui mekanisme demokrasi saat ini merupakan proses yang mahal, unik, sekaligus melelahkan.

Dalam pertemuan tersebut, MPR menyerahkan konsep terbaru PPHN kepada Presiden untuk mendapat masukan. Dokumen yang sebelumnya masih berupa draf kini mulai memasuki tahap penyempurnaan substansi.

Muzani mengatakan, pada prinsipnya Presiden mendukung penyusunan PPHN sebagai pedoman pembangunan nasional yang mampu menjadi arah kebijakan lintas pemerintahan, sehingga tidak hanya berlaku untuk satu periode kepemimpinan.

“Presiden menyerahkan kepada mekanisme MPR untuk menetapkan PPHN sebagai pedoman bagi kepresidenan-kepresidenan berikutnya,” kata Muzani.

Ia menambahkan, Presiden memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah poin dalam konsep PPHN, terutama yang berkaitan dengan proses demokratisasi, tata kelola pemerintahan daerah, serta upaya memperkuat arah pembangunan nasional agar lebih konsisten dan berkelanjutan.

Musdus Digelar, 15 Calon BPD Desa Jayamakmur Siap Berebut Kursi Wakil Rakyat Desa

0

KARAWANG – Proses pengisian anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Jayamakmur mulai memasuki tahapan penting.

Panitia Pengisian BPD menggelar Musyawarah Dusun (Musdus) di Dusun Ciagem 1, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Rabu (5/8/2026).

Rapat yang dipimpin langsung Ketua Panitia Pengisian BPD itu dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, kalangan pendidik, hingga perwakilan petani.

Musdus tersebut membahas penentuan peserta musyawarah yang nantinya akan menentukan anggota BPD Desa Jayamakmur periode berikutnya.

Sebanyak 15 calon anggota BPD telah resmi mendaftar dan akan mengikuti proses sesuai daerah pemilihan (dapil). Rinciannya, Dapil Krajan diikuti tujuh calon, Dapil Ciagem 1 tiga calon, Dapil Ciagem 2 tiga calon, serta dua calon dari kuota keterwakilan perempuan.

Panitia Pengisian BPD, Jaja dan Beri, menjelaskan bahwa untuk kuota keterwakilan perempuan tidak dilakukan pemungutan suara karena jumlah pendaftar sama dengan jumlah kursi yang tersedia.

“Kuota keterwakilan perempuan berjumlah dua kursi dan pendaftarnya juga dua orang. Karena itu langsung ditetapkan secara aklamasi,” jelas mereka.

Sementara itu, proses pemilihan anggota BPD dari masing-masing dapil nantinya akan ditentukan melalui musyawarah yang melibatkan para tokoh masyarakat yang telah disepakati sebelumnya.

Panitia berharap seluruh tahapan berjalan lancar sehingga menghasilkan anggota BPD yang benar-benar mampu menjalankan amanah masyarakat.

“Kami berharap anggota BPD yang terpilih nantinya aktif menjalankan fungsi pengawasan, memahami tugas pokok dan fungsinya, serta mampu bersinergi dengan pemerintah desa demi kemajuan Desa Jayamakmur,” tutupnya.

(TW)

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Proyek Digitalisasi SPBU Pertamina, Penyidikan Masuki Babak Baru

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi SPBU di PT Pertamina (Persero) periode 2018–2023, Selasa (4/8/2026). Penahanan dilakukan setelah ketiganya menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Tiga tersangka yang ditahan masing-masing adalah Dian Rachmawan, mantan Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom (Persero) periode 2017–2019, Weriza yang merupakan pensiunan PT Telkom, serta Elvizar, pensiunan sekaligus mantan Direktur PT Pasific Cipta Solusi periode Oktober 2019 hingga Oktober 2024.

Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 18.17 WIB, ketiga tersangka keluar dari ruang pemeriksaan dengan mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK. Mereka langsung digiring menuju mobil tahanan tanpa memberikan pernyataan kepada awak media yang telah menunggu di halaman Gedung Merah Putih KPK.

Kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi SPBU ini mulai disidik KPK sejak September 2024. Penyidikan dilakukan untuk mengusut dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek digitalisasi SPBU di lingkungan PT Pertamina (Persero) selama kurun waktu 2018 hingga 2023.

Sebelumnya, pada 28 Agustus 2025, KPK mengungkapkan bahwa penyidikan perkara tersebut telah memasuki tahap akhir. Saat itu, lembaga antirasuah juga menyatakan tengah menghitung besaran kerugian keuangan negara bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebagai bagian dari proses penyelesaian berkas perkara.

Nama Elvizar sendiri sebelumnya telah diumumkan sebagai tersangka oleh KPK pada 6 Oktober 2025. Selain terseret dalam perkara dugaan korupsi proyek digitalisasi SPBU Pertamina, Elvizar juga berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mesin electronic data capture (EDC) di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) periode 2020–2024.

Dengan penahanan tiga tersangka tersebut, proses hukum kasus yang diduga merugikan keuangan negara itu kini memasuki tahap lanjutan. KPK memastikan akan terus mengembangkan penyidikan guna mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

 

Rumah Lansia Bayur Kidul Hampir Rampung, Wujud Nyata Kepedulian Bupati Aep dan Pemkab Karawang dalam Mewujudkan Hunian Layak bagi Lansia

0

KARAWANG, JAGAINNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Karawang terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, termasuk bagi kelompok lanjut usia (lansia). Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan Rumah Lansia di Desa Bayur Kidul yang kini telah memasuki tahap akhir penyelesaian dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026, Selasa (4/8/2026).

Program Rumah Lansia menjadi salah satu inovasi pelayanan sosial Pemerintah Kabupaten Karawang yang bertujuan menyediakan tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman bagi lansia yang tidak memiliki rumah ataupun lahan. Kehadiran program ini diharapkan mampu memberikan perlindungan sosial sekaligus meningkatkan kualitas hidup para lansia agar tetap dapat menjalani masa tuanya dengan penuh martabat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Karawang, Asep Hazar, mengatakan pembangunan Rumah Lansia dilaksanakan secara bertahap agar seluruh komponen bangunan beserta fasilitas pendukung dapat disiapkan secara maksimal sesuai kebutuhan para penghuni.

Menurutnya, tahap pertama difokuskan pada pembangunan delapan unit rumah, sedangkan tahap kedua meliputi penyelesaian prasarana, sarana, dan utilitas umum yang menjadi penunjang kawasan hunian.

“Pembangunan Rumah Lansia dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa pembangunan delapan unit rumah, sedangkan tahap kedua meliputi pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas umum. Saat ini progres pekerjaan telah memasuki tahap finishing bangunan serta penyelesaian utilitas berupa jaringan air bersih. Kami menargetkan seluruh pekerjaan selesai pada Agustus 2026 sehingga kawasan ini dapat segera dimanfaatkan,” ujar Asep.

Rumah Lansia dibangun di atas lahan seluas 426 meter persegi, dengan masing-masing unit memiliki luas bangunan 24 meter persegi. Setiap rumah dirancang sederhana namun fungsional sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi para penghuninya.

Tidak hanya membangun rumah, Pemerintah Kabupaten Karawang juga melengkapi kawasan tersebut dengan berbagai fasilitas penunjang agar menjadi lingkungan hunian yang sehat dan nyaman. Berbagai infrastruktur yang dibangun antara lain jalan lingkungan, saluran drainase, jaringan air bersih, jaringan listrik, ruang terbuka hijau, hingga kolam ikan yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari aktivitas penghuni.

Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan fisik maupun psikologis para lansia. Dengan lingkungan yang tertata, aman, dan mudah diakses, para penghuni diharapkan dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri.

Program Rumah Lansia merupakan pilot project Pemerintah Kabupaten Karawang dalam penyediaan hunian sosial khusus bagi lansia. Program ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kelompok masyarakat rentan yang membutuhkan perlindungan serta dukungan dari pemerintah.

Salah satu hal yang menjadi nilai penting dalam pembangunan kawasan ini adalah lokasi Rumah Lansia yang berdiri di atas tanah hibah dari Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E Lahan tersebut kemudian diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Karawang agar dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Hibah tersebut menjadi bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan tersedianya ruang hidup yang layak bagi para lansia, sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.

Setelah seluruh proses pembangunan selesai, kawasan Rumah Lansia akan menjadi aset Pemerintah Kabupaten Karawang. Pengelolaannya selanjutnya akan berada di bawah koordinasi Dinas Sosial Kabupaten Karawang, sehingga proses seleksi penghuni, pengelolaan kawasan, hingga pembinaan para lansia dapat dilakukan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar menyediakan tempat tinggal, kawasan Rumah Lansia juga dirancang sebagai pusat aktivitas dan pemberdayaan bagi para penghuni. Pemerintah Kabupaten Karawang akan mengembangkan berbagai program pendukung seperti Sekolah Lansia, kegiatan sosial dan pembinaan kesehatan, pemanfaatan lahan untuk kebun sayur, serta budidaya ikan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan dan aktivitas produktif yang dapat meningkatkan kualitas hidup para lansia.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, para penghuni diharapkan tetap aktif, sehat, produktif, serta memiliki ruang untuk berinteraksi dan membangun kehidupan sosial yang lebih baik. Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan kepada lansia tidak hanya sebatas penyediaan tempat tinggal, tetapi juga mencakup upaya menjaga kesehatan, kemandirian, dan kesejahteraan mereka secara menyeluruh.

Rumah yang disediakan dalam program ini bukan merupakan hak milik pribadi penghuni, melainkan fasilitas sosial yang digunakan secara bergilir bagi lansia yang memenuhi kriteria dan membutuhkan tempat tinggal. Dengan konsep tersebut, manfaat program diharapkan dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat secara berkelanjutan.

Pembangunan Rumah Lansia juga mencerminkan arah pembangunan Kabupaten Karawang yang semakin menempatkan aspek kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama. Pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga terus menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan kelompok rentan, termasuk lansia, penyandang disabilitas, masyarakat kurang mampu, perempuan, dan anak.

Dengan progres pembangunan yang telah memasuki tahap akhir, Pemerintah Kabupaten Karawang optimistis Rumah Lansia segera dapat difungsikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap para lansia, sekaligus menjadi model pelayanan sosial yang dapat dikembangkan di berbagai wilayah lain di Kabupaten Karawang.

Rumah Lansia Bayur Kidul diharapkan menjadi bukti bahwa pembangunan yang berkualitas tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan tersebut mampu menghadirkan rasa aman, perlindungan, dan kehidupan yang lebih bermartabat bagi masyarakat yang paling membutuhkan. Program ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup seluruh warganya.

(Redaksi)

Pemuda Ditemukan Meninggal Dunia Diduga Gantung Diri di Kamar Mandi RS Islam Karawang

0
JagainNews.com – Seorang pemuda ditemukan meninggal dunia dalam kondisi diduga gantung diri di kamar mandi RS Islam Karawang, Selasa malam (4/8/2026).
Peristiwa tersebut sontak menggegerkan pengunjung dan petugas rumah sakit. Penemuan korban kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Hingga berita ini ditulis, identitas korban, penyebab pasti, maupun motif di balik dugaan aksi tersebut masih belum diketahui.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian.
Tim Inafis Polresta Karawang telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Karawang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait peristiwa tersebut.
Informasi resmi akan disampaikan setelah proses penyelidikan selesai dan hasil pemeriksaan telah diperoleh.
Redaksi masih berupaya mengonfirmasi kejadian ini kepada pihak kepolisian dan manajemen RS Islam Karawang. Berita akan diperbarui apabila terdapat perkembangan terbaru.

Pemerintah Kebut Pembukaan 13.000 SPPG, Penanganan Stunting Masuk Babak Baru

0

JAKARTA, JAGAINNEWS.COM – Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui percepatan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan pemenuhan gizi masyarakat sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia, Rabu(29/7/2026).

Dari sekitar 13.000 titik SPPG yang telah disiapkan, pemerintah menetapkan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi sebagai prioritas utama pembukaan operasional. Sejumlah daerah seperti Papua Pegunungan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi fokus awal karena masih menghadapi tantangan besar dalam pemenuhan gizi masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa strategi percepatan dilakukan dengan membagi wilayah berdasarkan tingkat urgensi penanganan. Daerah yang memiliki tingkat stunting tinggi akan mendapatkan prioritas agar layanan MBG dapat segera dirasakan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah menargetkan seluruh SPPG di wilayah prioritas tersebut dapat mulai beroperasi dalam waktu sekitar satu bulan. Sementara itu, pembukaan SPPG di wilayah lainnya ditargetkan berlangsung secara bertahap dan selesai dalam kurun waktu hingga dua bulan.

“Kita bagi dua. Daerah tertinggal yang angka stunting-nya tinggi menjadi prioritas utama. Seperti Papua Pegunungan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur. Wilayah-wilayah tersebut akan kita selesaikan pembukaan SPPG dalam waktu satu bulan,” ujar Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di Jakarta.

Percepatan operasional SPPG dilakukan melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Kesehatan, serta pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memastikan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, hingga distribusi bahan pangan yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan Program MBG.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya. Selain mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, program ini juga diharapkan mampu mempercepat penurunan prevalensi stunting, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menggerakkan perekonomian lokal melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, koperasi, dan pelaku UMKM sebagai pemasok bahan pangan.

Dengan percepatan pembukaan ribuan SPPG di seluruh Indonesia, pemerintah optimistis layanan pemenuhan gizi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dalam waktu yang lebih singkat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

(Redaksi)

Dirjen Keuda Fatoni Kawal Penganggaran Daerah demi Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Bali  

0

BALI, JAGAINNEWS.COM – Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI), Agus Fatoni terus mengawal pemerintah daerah dalam memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

 

Langkah tersebut disampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) BPJS Ketenagakerjaan Bali Raya di Kabupaten Badung, Bali, Jumat (17/07/26).

 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan koordinasi, pendampingan, serta pengawalan penganggaran daerah agar perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat menjangkau lebih banyak pekerja.

 

Fatoni mengatakan, Kemendagri sejak awal berkomitmen mendukung pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan, baik melalui koordinasi di tingkat pusat maupun pembinaan kepada pemerintah daerah.

 

“Pertemuan hari ini penting, kita bisa berdiskusi bagaimana untuk mempercepat program ini, kita bisa lakukan bersama-sama dan Kemendagri sejak awal sudah terus mendorong mendukung mensupport kegiatan BPJS Ketenagakerjaan ini, baik di pusat maupun daerah, kami di pusat koordinasi dengan BPJS di pusat.”, kata Fatoni.

 

Menurut Fatoni, di tingkat daerah Kemendagri terus mendorong kepala daerah agar memiliki komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan program perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan.

 

“Sementara di daerah kami terus mendorong agar daerah mempunyai komitmen yang kuat dalam rangka percepatan program perlindungan sosial.”

Fatoni juga mengajak BPJS

 

Ketenagakerjaan Wilayah Bali bersama pemerintah daerah mencanangkan gerakan serentak sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

 

“jadi di Bali nanti didorong saja untuk pencanangan secara terbuka, gerakan serentak untuk menggelorakan semangat agar semuanya kemudian memperhatikan atensinya ke sini pandangan matanya ke sini perhatiannya ke sini nanti dengan gerakan itu diikuti oleh provinsi dan kabupaten kota.”, kata Fatoni.

 

Menurutnya, sosialisasi secara masif menjadi kunci agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya, sementara pemerintah daerah semakin menyadari bahwa perlindungan jaminan sosial merupakan program prioritas nasional.

 

“Nah ini kesadaran ini perlu diberikan kepada semua pihak biar semangat sama, kepada pihak yang dilindungi dia tahu haknya, sementara kepada pihak yang melindungi dia tahu kewajibannya dan pemerintah tahu bahwa ini program strategis program prioritas yang harus didukung oleh kita.”

 

Sebagai pembina pemerintah daerah, Ditjen Bina Keuangan Daerah juga terus memperkuat koordinasi dengan kepala daerah, gubernur, sekretaris daerah, hingga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mempercepat implementasi program di daerah.

 

“Maka Bapak Ibu harus percaya diri yang di kabupaten kota harus ketemu dengan kepala daerahnya nanti para kanwil juga ketemu dengan pak gubernur dan Pak Sekda kalau memang perlu nanti saya siap untuk mendampingi.”

 

Fatoni menegaskan, salah satu peran strategis Kemendagri adalah memastikan dukungan anggaran melalui APBD. Karena itu, Ditjen Bina Keuangan Daerah terus melakukan pembinaan agar pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk mendukung kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

 

“Kalau dari sisi pemerintah, pemerintah daerah juga harus menganggarkan, ini penting, Kalau enggak didorong-dorong juga enggak menganggarkan, maka dari kami dari Kemendagri melakukan pendampingan dari sisi penganggaran.”

 

Ia menjelaskan, pengawalan tersebut dilakukan sejak tahap penyusunan hingga evaluasi APBD. Melalui mekanisme tersebut, Kemendagri dapat memastikan dukungan anggaran bagi program perlindungan sosial tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.

 

“Di pedoman penyusunan APBD kita masukkan, kemudian dalam evaluasi APBD itu bisa kita cek, kemudian setelah itu sosialisasi juga kita lakukan pertemuan-pertemuan dengan pemda dan selama ini daerah itu sudah bertemu dengan Kemendagri mudah-mudahan akan ikut dari sisi penganggaran.”

 

Selain memastikan pengalokasian anggaran, Kemendagri juga mengawal pelaksanaan di lapangan agar anggaran yang telah tersedia segera direalisasikan dan tidak dialihkan untuk kebutuhan lain.

 

“Kemudian dari sisi pelaksanaan kami juga ikut, maka bagi daerah yang sudah menganggarkan kemudian kita dorong segera mencairkan, jangan sampai sudah menganggarkan tidak dicairkan”, ucap Fatoni.

 

Untuk mendukung implementasi program, Ditjen Bina Keuangan Daerah secara berkelanjutan memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah melalui sosialisasi, rapat koordinasi, coaching clinic, hingga pembukaan desk konsultasi.

 

“Ini yang terus kita lakukan pendampingnya kita fasilitasi kita pastikan Bahkan bukan hanya dalam bentuk sosialisasi dan rakor saja kita juga ada fasilitasi pendampingan kita coaching clinik, kemudian buka desk-nya, kemudian kita lakukan itu terus-menerusnya untuk mendukung agar program ini bisa berjalan dari sisi penganggaran, dari sisi pelaksanaannya, dari sisi sosialisasinya dan juga dari sisi koordinasinya.”

 

Melalui penguatan koordinasi, pembinaan pemerintah daerah, serta pengawalan penganggaran APBD, Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri berharap cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Bali terus meningkat sehingga semakin banyak pekerja memperoleh perlindungan jaminan sosial secara berkelanjutan.

 

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Kemendagri dalam memastikan kebijakan pemerintah pusat dapat diimplementasikan secara efektif di daerah melalui dukungan tata kelola keuangan daerah yang akuntabel dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.