BEKASI – Suasana penuh khidmat sekaligus hangat menyelimuti Masjid Jami Nurul Huda, Kampung Rengas Sepuluh RT 002/006, Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/8/2026).
Ratusan jamaah memadati masjid untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah. Jamaah yang hadir didominasi kaum ibu, tidak hanya dari Desa Labansari, tetapi juga dari sejumlah wilayah di luar desa.
Kegiatan tersebut semakin semarak dengan kehadiran Kepala Desa Labansari H. Amak Gozali, Sekretaris Desa Labansari Deni Yogaswara, para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus Karang Taruna hingga aparatur Pemerintah Desa Labansari.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat itu menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan warga dalam memeriahkan momentum keagamaan sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Selain sambutan dari panitia dan tokoh masyarakat, jamaah juga disuguhi penampilan seni Hadroh yang dibawakan kelompok ibu-ibu pengajian Desa Labansari.
Penampilan tersebut mendapat perhatian jamaah. Selain menjadi bagian dari rangkaian acara, pertunjukan hadroh juga menunjukkan antusiasme kaum perempuan dalam menjaga tradisi seni Islam sekaligus mengekspresikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Kepala Desa Labansari, H. Amak Gozali, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, Maulid Nabi jangan hanya dipandang sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarwarga.
“Maulid Nabi bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kebersamaan dan gotong royong, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” ujar H. Amak Gozali.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam peringatan Maulid Nabi tersebut dapat terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga kebersamaan ini terus kita jaga sehingga Desa Labansari dapat menjadi masyarakat yang religius, harmonis dan bermartabat,” katanya.
Memasuki puncak acara, jamaah mendapatkan tausyiah dari penceramah kondang asal Purwasari, Cikampek, Kabupaten Karawang, KH. Saepul Hayati, S.Pd.I.
Dalam tausyiahnya, KH Saepul Hayati mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadikan kehidupan Rasulullah sebagai teladan.
Akhlak Rasulullah, kata dia, relevan untuk diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari hubungan dalam keluarga, bermasyarakat hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pesan tersebut menjadi salah satu inti dari peringatan Maulid Nabi, yakni bagaimana kecintaan kepada Rasulullah diwujudkan melalui perilaku dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa syukur sekaligus memperkuat kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.
Dalam momentum Maulid, kecintaan kepada Rasulullah dapat diwujudkan melalui berbagai amal kebaikan, seperti membaca Al-Qur’an, bershalawat, mempelajari sirah nabawiyah, bersedekah dan mengamalkan akhlak mulia yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Semangat mencintai Rasulullah juga ditegaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim mengenai pentingnya menempatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari kesempurnaan iman.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jami Nurul Huda diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari.
Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan mampu memperkuat ukhuwah islamiyah, kepedulian sosial dan semangat kebersamaan masyarakat Desa Labansari serta mendorong warga untuk terus meneladani sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Abie FU

