JAGA KARAWANG — Anggaran fantastis kembali digelontorkan pemerintah untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang.
Nilainya bukan kecil, melainkan mencapai Rp4.542.684.000 atau lebih dari Rp4,5 miliar.
Proyek yang dibiayai APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut dilaksanakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan menggunakan kontrak nomor B.17101/DJPT.6/PI.420/PPK/VI/2026, dikerjakan oleh PT Medal Cipta Buana, dengan masa pelaksanaan 135 hari kalender.
Dengan nilai anggaran sebesar itu, publik berhak bersikap kritis dan mengawasi.
Sebab, Rp4,5 miliar bukan angka yang pantas diperlakukan seperti uang receh. Setiap rupiah berasal dari uang negara yang pada akhirnya juga bersumber dari masyarakat.
Maka jangan sampai proyeknya besar di papan nama, besar di angka kontrak, tetapi hasilnya justru biasa-biasa saja.
Anggaran boleh fantastis, tetapi kualitas pekerjaan juga wajib fantastis.
Masyarakat tentu tidak ingin mendengar alasan klasik setelah proyek selesai: bangunan cepat rusak, kualitas material dipertanyakan, atau hasil pekerjaan tidak sesuai dengan harapan.
Karena itu, pelaksanaan proyek harus benar-benar mengacu pada RAB, spesifikasi teknis dan kontrak yang telah ditetapkan. Pengawasan pun jangan hanya formalitas.
Jangan sampai pengawasan sibuk memotret progres, tetapi lupa memastikan kualitas. Jangan pula publik baru diajak melihat ketika proyek sudah selesai, sementara selama proses pengerjaan nyaris tak terdengar apa-apa.
Rp4,5 miliar harus melahirkan manfaat yang jelas, bukan sekadar menghabiskan anggaran.
Kampung Nelayan Merah Putih di Sungaibuntu diharapkan menjadi fasilitas yang benar-benar meningkatkan aktivitas dan kesejahteraan nelayan.
Bukan proyek yang setelah diresmikan justru menjadi bangunan megah yang perlahan sepi dari manfaat.
Kini tinggal dibuktikan: apakah besarnya anggaran akan sebanding dengan kualitas dan manfaat yang diterima masyarakat?
Karena untuk proyek bernilai miliaran rupiah, yang dibutuhkan bukan sekadar janji pembangunan, tetapi bukti kualitas di lapangan.
Red Jagain

