JAGA BEKASI — Suasana penuh khidmat dan kekeluargaan mewarnai pengajian rutin malam Jumat yang digelar Majelis Allah di Pondok Pesantren Al-Jailani Firdaus, Kampung Bojong Santri, RT 005/004, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Kamis malam (20/8/2026).
Pengajian tersebut terasa semakin istimewa karena dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan dihadiri ratusan jamaah dari berbagai wilayah.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Danramil 013/Kedungwaringin Kapten Kav Puji Sugito dan Kepala Desa Bojongsari Mulyana Saepul Muslim, S.Pd. Kehadiran unsur TNI, pemerintah desa, tokoh agama, serta masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kapten Kav Puji Sugito menyampaikan sambutan sekaligus memperkenalkan dirinya kepada para jamaah yang hadir.
Momen tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mempererat komunikasi dan sinergi antara TNI dengan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Kedungwaringin.
Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Al-Jailani Firdaus sekaligus pendiri Majelis Allah, Aang Oki Firdaus, terlihat menyambut langsung para tamu dan jamaah yang hadir.
Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat dengan sejumlah agenda keagamaan yang dipimpin para ulama dan ustaz.
Acara diawali dengan tawasulan yang dipimpin Buya Ahmad. Selanjutnya jamaah mengikuti mahalul qiyam yang dipandu Ustadz Atep Mubarok sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kajian tauhid yang disampaikan KH. Nur Ali dan kajian fiqih oleh Gus Ahmad Al-Hafish.
Sementara rangkaian kajian ditutup dengan kajian Kitab Al-Hikam yang disampaikan langsung oleh pimpinan Majelis Allah, Aang Oki Firdaus.
Pengajian rutin dan majelis ilmu tidak hanya menjadi sarana meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi dan ukhuwah di tengah masyarakat.
Dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11, Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang beriman dan berilmu akan diangkat derajatnya.
Sementara itu, dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan orang-orang yang berkumpul dalam majelis zikir. Majelis tersebut menjadi sebab turunnya ketenangan, rahmat Allah, serta dikelilingi para malaikat.
Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan Majelis Allah di Bojong Santri yang memadukan berbagai kajian keislaman, mulai dari tawasulan, tauhid, fiqih hingga tasawuf melalui kajian Kitab Al-Hikam.
Kehadiran Danramil, kepala desa, para ulama, tokoh masyarakat dan ratusan jamaah dalam satu kegiatan keagamaan menjadi gambaran eratnya hubungan antara masyarakat, aparat kewilayahan dan tokoh agama.
Malam Maulid Nabi di Bojong Santri pun tidak sekadar menjadi momentum memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta menjaga semangat kebersamaan di wilayah Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.
Abie

