JAGA JAKARTA – PT MRT Jakarta (Perseroda) terus memperkuat edukasi transportasi publik kepada kalangan pelajar. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program kolaborasi bersama sekolah dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda), Mega Indahwati Tanangsa Tarigan, mengatakan edukasi kepada pelajar dilakukan melalui sejumlah program, di antaranya MRT Mengajar, kerja sama praktik kerja lapangan (PKL), serta MRT Goes to School.
“Sudah melakukan banyak upaya-upaya, terutama berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan. Jadi, ada MRT Mengajar, kemudian ada juga kerja sama PKL, kemudian MRT Goes to School,” ujar Mega dalam diskusi Jakarta Bergerak: From School to Global City di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Menurut Mega, MRT Jakarta juga memiliki program reguler Edu Tour dan Edu Wisata. Program tersebut menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan sistem transportasi publik kepada masyarakat, termasuk para pelajar.

Click here to preview your posts with PRO themes ››
Ia menambahkan, pelajar juga termasuk dalam 13 golongan yang mendapatkan akses melalui program Kartu Layanan Gratis MRT Jakarta.
Sementara itu, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, mengajak generasi muda menjadi pionir dalam membiasakan penggunaan transportasi publik dalam aktivitas sehari-hari.
Chico menyebut konektivitas transportasi publik di Jakarta saat ini telah mencapai lebih dari 90 persen berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat masyarakat semakin mudah menjangkau berbagai moda transportasi umum di Ibu Kota.
“Artinya, ketika kita keluar rumah dan berjalan tidak sampai 500 meter sudah bisa menemukan minimal JakLingko, Mini Trans, Transjakarta, bahkan LRT. Ini yang kemudian harus menjadi gaya hidup dan karakter warga Jakarta,” kata Chico.

Click here to preview your posts with PRO themes ››
Tingginya penggunaan transportasi publik juga terlihat dari data Satu Data Jakarta mengenai jumlah penumpang angkutan umum pada Juni 2026.
Dalam rata-rata harian selama periode tersebut, Commuter Line mencatat pengguna tertinggi dengan sekitar 1,02 juta penumpang per hari.
Sementara itu, layanan TransJakarta melayani sekitar 727 ribu penumpang per hari, sedangkan MRT Jakarta mencatat rata-rata sekitar 145 ribu penumpang setiap harinya.
Data tersebut menunjukkan transportasi publik telah menjadi bagian penting dari mobilitas warga Jakarta. Edukasi sejak bangku sekolah pun dinilai menjadi salah satu langkah untuk membentuk kebiasaan menggunakan transportasi umum sejak dini. (Isyana)

