spot_img
Minggu, November 8, 2026
spot_img
spot_img

Besi Berkarat dan Bata Hebel Tanpa Sloof Gantung, Kualitas Proyek RKB TK-IT Iqro Jayakerta Dipertanyakan

More articles

KARAWANG, JAGAINNEWS.com – Proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) TK-IT Iqro di Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang, menuai sorotan.

Sejumlah kondisi di lokasi pekerjaan memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas material, pelaksanaan konstruksi, hingga pengawasan proyek.

- Advertisement -

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (8/11/2026), besi ulir ukuran 12 mm yang digunakan dalam pekerjaan terlihat berkarat. Padahal, proyek tersebut disebut baru berjalan sekitar delapan hari kerja.

Tak hanya itu, pemasangan bata hebel juga terlihat tanpa adanya sloof gantung sebagai pengikat struktur.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian metode pelaksanaan pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

- Advertisement -

Padahal, proyek yang menggunakan uang negara semestinya dikerjakan dengan memperhatikan standar teknis, kualitas material, serta ketentuan konstruksi yang berlaku. Bukan sekadar mengejar progres pekerjaan.

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang dengan rincian sebagai berikut:

  • Nomor kontrak: 000.3/02/SPK.RKB.03.42/SAPRAS/IX/2026.
  • Tanggal kontrak: 22 September 2026.
  • Nilai kontrak: Rp189.115.000.
  • Waktu pelaksanaan: 90 hari kalender.
  • Pelaksana: CV Sinar Fajar.
Baca Juga  Nuryaman Ucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda: Indonesia Maju, Gebangjaya Maju!

Saat dikonfirmasi di lokasi, salah seorang pekerja menyebut penggunaan bata hebel dilakukan atas permintaan pemilik PAUD. Ia juga mengatakan mandor tidak berada di lokasi pada hari tersebut karena sedang menangani pekerjaan lain.

“Sudah delapan hari kerja. Mandor untuk hari ini tidak datang karena ada pekerjaan lain. Untuk besi ulir 12 mm, awalnya tidak berkarat, tapi kenapa sekarang bisa berkarat?” ujar pekerja tersebut.

Kondisi ini tentu perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Terlebih, pembangunan ruang kelas diperuntukkan bagi kegiatan pendidikan yang nantinya digunakan dalam jangka panjang.

Pertanyaannya, apakah material yang digunakan sudah sesuai spesifikasi teknis? Bagaimana metode pemasangan bata hebel tersebut? Dan sejauh mana pengawasan dari dinas maupun konsultan pengawas terhadap pekerjaan di lapangan?

Baca Juga  Perencanaan Ratusan Proyek Sekolah Diduga Bermasalah, Hilman Tamimi Desak Pemeriksaan Tipikor

Jangan sampai proyek yang dibiayai APBD hanya terlihat berjalan secara fisik, tetapi aspek mutu dan kualitas konstruksinya justru luput dari perhatian.

Sementara itu, Dede selaku Kabid Sarpras Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait kondisi besi berkarat, pemasangan bata hebel tanpa sloof gantung, serta pengawasan proyek.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban yang diberikan. Pihak kontraktor pelaksana CV Sinar Fajar juga belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut.

Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak kontraktor maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang guna memberikan penjelasan secara berimbang. (Ahmad Saeroji)

Artikel Lainnya

Top News

Trending

Peristiwa

Lintas Pantura

Berita Pilihan