KARAWANG – Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya sebatas program kerja dan kegiatan seremonial. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Wanajaya membuktikannya melalui aksi nyata dengan menggelar bakti sosial yang menyasar warga lanjut usia (lansia), jompo, dan anak yatim di Aula Desa Wanajaya, Rabu (5/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menyalurkan 40 paket sembako kepada para lansia dan warga jompo. Selain itu, 10 anak yatim juga menerima santunan berupa paket sembako dan amplop sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan sosial ini dihadiri langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Sartika Dewi, S.ST., M.H.Kes., Kepala Desa Wanajaya Emin Syaepudin, Sekretaris Desa Hendar Rudianto, SE, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua BPD, Ketua LPM, perangkat desa, serta perwakilan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Desa Wanajaya.
Ketua Kelompok KKN Desa Wanajaya, Deden Heru Hermawan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa kepada masyarakat yang telah menerima dan mendukung seluruh rangkaian kegiatan KKN.
“Kami ingin meninggalkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat meringankan beban para lansia, warga jompo, dan anak yatim sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat Desa Wanajaya,” tegas Deden.
Pemerintah Desa Wanajaya memberikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa yang dinilai mampu menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Puskesos menjadi bukti bahwa kolaborasi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi warga.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh perangkat desa bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan mahasiswa KKN. Raut bahagia para penerima bantuan menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Desa Wanajaya berharap semangat gotong royong dan budaya saling membantu tidak berhenti pada kegiatan bakti sosial semata, tetapi terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Aksi tersebut juga menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat harus diwujudkan dengan tindakan nyata, bukan sekadar slogan atau seremoni.

