Kamis, September 24, 2026

DLH Bekasi Bongkar Aktivitas 5 Batching Plant di Hegarmukti, Dokumen Lingkungan Segera Diverifikasi

BEKASI – Aduan warga Kampung Tegaldanas, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, terkait polusi debu dan tumpahan material yang diduga berasal dari aktivitas batching plant mulai mendapat respons serius dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkab Bekasi menerjunkan tim Penegakan Hukum (Gakkum) untuk memeriksa sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan aktivitas industri berjalan sesuai ketentuan sekaligus menekan dampak lingkungan yang dikeluhkan masyarakat.

Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, mengatakan tim Gakkum telah turun ke lapangan pada pekan lalu. Pemeriksaan dilakukan terhadap aktivitas perusahaan sekaligus dokumen lingkungan yang dimiliki.

Hasil pengecekan awal menunjukkan terdapat sedikitnya lima perusahaan yang menjalankan aktivitas batching plant di sejumlah titik di Desa Hegarmukti.

“Setelah kita turun ke lapangan pada minggu kemarin, itu ada lima perusahaan. Dua ini PMA (Penanaman Modal Asing), kita tahu PMA ini kewenangannya ada di provinsi,” ujar Dedi, Selasa (11/8/2026).

Dua Perusahaan PMA Dikoordinasikan dengan Pemprov Jabar

Dedi menjelaskan, dua perusahaan yang berstatus Penanaman Modal Asing (PMA) akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sesuai kewenangan.

Baca Juga  Diduga Tak Kooperatif, Mantri Pustu Kedungjaya Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi Soal PMT

Sementara perusahaan yang menjadi kewenangan Pemkab Bekasi akan menjalani proses verifikasi dokumen lingkungan dalam waktu dekat.

Pemeriksaan akan mencakup dokumen lingkungan seperti AMDAL maupun UKL-UPL, serta perizinan dan kewajiban perusahaan dalam mengendalikan dampak aktivitas operasionalnya.

“Dalam minggu-minggu ini kita akan memanggil untuk memverifikasi dokumen lingkungannya. Ke depan pengawasan kita akan lebih intensif,” tegas Dedi.

Jika nantinya ditemukan adanya dokumen maupun aktivitas perusahaan yang tidak sesuai dengan ketentuan, DLH memastikan pemerintah dapat menjatuhkan sanksi administratif sesuai peraturan yang berlaku.

Debu dan Tumpahan Material Jadi Sorotan

Tak hanya menyangkut dokumen dan perizinan, DLH juga menyoroti dampak langsung aktivitas batching plant yang dirasakan warga.

Persoalan debu dan tumpahan material yang berpotensi mengganggu pengguna jalan serta masyarakat sekitar menjadi salah satu keluhan utama.

DLH meminta perusahaan tidak sekadar menjalankan aktivitas produksi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan.

Perusahaan diminta melakukan penyiraman dan pengendalian debu secara rutin selama menjalankan aktivitas operasional.

Baca Juga  Gerak Cepat Polsek Kedungwaringin, Suzuki APV Pickup Hilang Ditemukan di Karawang

“Perusahaan kita minta bertanggung jawab terhadap dampak polusi debu dari tumpahan material perusahaan, dilakukan penyiraman dan kontrol setiap menjalankan aktivitas usahanya. Ini yang menimbulkan warga sekitar merasa sangat terdampak,” kata Dedi.

DLH Bakal Uji Kualitas Udara

Tak berhenti pada pemeriksaan perusahaan, DLH Kabupaten Bekasi juga berencana melakukan pengujian kualitas udara ambien di sekitar perempatan Tegal Danas.

Pengujian tersebut dilakukan untuk mendapatkan data objektif mengenai kondisi kualitas udara di kawasan tersebut, sekaligus memastikan apakah parameter udara masih memenuhi atau telah melampaui baku mutu yang ditetapkan.

Hasil pengujian nantinya diharapkan menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah pengawasan berikutnya.

Dengan pemeriksaan perusahaan dan pengujian kualitas udara, DLH Kabupaten Bekasi ingin memastikan pengawasan aktivitas industri di kawasan Hegarmukti dilakukan secara terukur dan berbasis data.

Pemkab Bekasi pun menegaskan, investasi dan aktivitas industri tetap dapat berjalan, tetapi tidak boleh mengorbankan hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman.

(*JGN)

Artikel Lainnya

Berita Terkini

Dugaan Pungli di SMPN 1 Jayakerta, Siswa Disebut Diminta Rp15 Ribu untuk Sewa Buku

JAGA KARAWANG — Dugaan pungutan liar (pungli) mencuat di...

Gerak Cepat Polsek Kedungwaringin, Suzuki APV Pickup Hilang Ditemukan di Karawang

JAGA BEKASI — Jajaran Polsek Kedungwaringin bergerak cepat menindaklanjuti...

H. Nurjaman Resan–Suryanto Siap Mengabdi, Bawa Semangat Perubahan untuk Karyamulya

JAGA KARAWANG - Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karya...

Pembinaan Linmas Se-Kecamatan Cibuaya Digelar, Hj. Nurhenni: Tambah Ilmu dan Semangat Bertugas

JAGA KARAWANG — Ratusan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) se-Kecamatan...

Lewat GAZZ Karawang, Kapolresta Ajak Warga Rawat Kedamaian di Tengah Perbedaan

JAGA KARAWANG - Beda pendapat bukan alasan untuk saling...

Rotasi Besar Polresta Karawang! Wakapolresta dan Sejumlah Pejabat Utama Berganti

JAGA KARAWANG – Gerbong mutasi kembali bergerak di lingkungan...

Dugaan Pungli di SMPN 1 Jayakerta, Siswa Disebut Diminta Rp15 Ribu untuk Sewa Buku

JAGA KARAWANG — Dugaan pungutan liar (pungli) mencuat di lingkungan SMP Negeri 1 Jayakerta, Kabupaten Karawang. Sejumlah wali murid menyebut siswa diminta membayar biaya sebesar Rp15...

Top News

Dugaan Pungli di SMPN 1 Jayakerta, Siswa Disebut Diminta Rp15 Ribu untuk Sewa Buku

JAGA KARAWANG — Dugaan pungutan liar (pungli) mencuat di...

Gerak Cepat Polsek Kedungwaringin, Suzuki APV Pickup Hilang Ditemukan di Karawang

JAGA BEKASI — Jajaran Polsek Kedungwaringin bergerak cepat menindaklanjuti...

H. Nurjaman Resan–Suryanto Siap Mengabdi, Bawa Semangat Perubahan untuk Karyamulya

JAGA KARAWANG - Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karya...

Pembinaan Linmas Se-Kecamatan Cibuaya Digelar, Hj. Nurhenni: Tambah Ilmu dan Semangat Bertugas

JAGA KARAWANG — Ratusan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) se-Kecamatan...

Lewat GAZZ Karawang, Kapolresta Ajak Warga Rawat Kedamaian di Tengah Perbedaan

JAGA KARAWANG - Beda pendapat bukan alasan untuk saling...

Peristiwa

Dugaan Pungli di SMPN 1 Jayakerta, Siswa Disebut Diminta Rp15 Ribu untuk Sewa Buku

JAGA KARAWANG — Dugaan pungutan liar (pungli) mencuat di...

Gerak Cepat Polsek Kedungwaringin, Suzuki APV Pickup Hilang Ditemukan di Karawang

JAGA BEKASI — Jajaran Polsek Kedungwaringin bergerak cepat menindaklanjuti...

H. Nurjaman Resan–Suryanto Siap Mengabdi, Bawa Semangat Perubahan untuk Karyamulya

JAGA KARAWANG - Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karya...

Pembinaan Linmas Se-Kecamatan Cibuaya Digelar, Hj. Nurhenni: Tambah Ilmu dan Semangat Bertugas

JAGA KARAWANG — Ratusan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) se-Kecamatan...

Lewat GAZZ Karawang, Kapolresta Ajak Warga Rawat Kedamaian di Tengah Perbedaan

JAGA KARAWANG - Beda pendapat bukan alasan untuk saling...

Rotasi Besar Polresta Karawang! Wakapolresta dan Sejumlah Pejabat Utama Berganti

JAGA KARAWANG – Gerbong mutasi kembali bergerak di lingkungan...

Trending

Dugaan Pungli di SMPN 1 Jayakerta, Siswa Disebut Diminta Rp15 Ribu untuk Sewa Buku

JAGA KARAWANG — Dugaan pungutan liar (pungli) mencuat di...

Gerak Cepat Polsek Kedungwaringin, Suzuki APV Pickup Hilang Ditemukan di Karawang

JAGA BEKASI — Jajaran Polsek Kedungwaringin bergerak cepat menindaklanjuti...

H. Nurjaman Resan–Suryanto Siap Mengabdi, Bawa Semangat Perubahan untuk Karyamulya

JAGA KARAWANG - Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karya...

Pembinaan Linmas Se-Kecamatan Cibuaya Digelar, Hj. Nurhenni: Tambah Ilmu dan Semangat Bertugas

JAGA KARAWANG — Ratusan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) se-Kecamatan...

Lewat GAZZ Karawang, Kapolresta Ajak Warga Rawat Kedamaian di Tengah Perbedaan

JAGA KARAWANG - Beda pendapat bukan alasan untuk saling...