Kamis, September 24, 2026

Kualitas JUT Jamantri Dipertanyakan, Warga Soroti Retakan dan Permukaan Jalan  

JAGA KARAWANG –  Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Dusun Jamantri RT 009 RW 003, Desa Mekarjaya, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, mendapat sorotan warga setelah sejumlah bagian cor dilaporkan mengalami retak.

Kegiatan tersebut tercantum sebagai Pembangunan, Rehabilitasi dan Pemeliharaan Jalan Usaha Tani.

Dokumen pekerjaan mencantumkan tanggal SPK 17 Juli 2026 dan batas akhir pekerjaan 15 Agustus 2026.

Nilai pekerjaan tercatat Rp139.682.000, dengan panjang 232,9 meter dan lebar 1,5 meter. Keluhan warga muncul pada Minggu (16/8/2026), sehari setelah batas akhir pekerjaan tersebut.

Keluhan disampaikan Ino, warga masyarakat Rawamerta, yang mengaku kecewa setelah melihat kondisi hasil pekerjaan JUT di lokasi.

Menurutnya, jalan usaha tani sangat dibutuhkan petani untuk mendukung mobilitas saat musim tanam maupun mengangkut hasil pertanian.

“Kami sangat menyayangkan hasil pekerjaan seperti ini. Jalan usaha tani sangat dibutuhkan petani, tetapi kalau baru beberapa hari sudah retak, tentu masyarakat kecewa,” ujar Ino saat menyampaikan keluhannya.

Ino menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pihak terkait, terutama menyangkut kualitas pekerjaan dan pengawasan selama proses pembangunan.

Ia mempertanyakan apakah proses pengerjaan dan pemeliharaan setelah pengecoran telah dilakukan sesuai standar.

Selain retakan, warga juga menyoroti permukaan jalan yang dinilai kurang rapi. Pada sejumlah bagian, permukaan cor disebut terlihat tidak merata dan terdapat bagian yang telah ditambal atau diplester menggunakan semen.

Baca Juga  Ribuan Massa Padati Kampanye Kang Ulum, Calon Kades Karang Harja Nomor Urut 3

“Yang kami pertanyakan, kenapa hasil akhirnya seperti ini. Ada bagian yang sudah retak dan ada yang diperbaiki dengan plester semen. Padahal jalan ini dibangun untuk kepentingan petani,” katanya.

Menurut Ino, mobilitas di sekitar lokasi juga perlu menjadi perhatian. Aktivitas sepeda, kendaraan pengangkut hasil pertanian maupun hewan ternak disebut masih berlangsung ketika kondisi jalan belum sepenuhnya siap digunakan. Karena itu, ia menilai pengamanan dan pengawasan perlu diperkuat selama proses pengerasan.

Ia berharap pembangunan infrastruktur pertanian tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memperhatikan kualitas dan ketahanannya. Jalan usaha tani dinilai memiliki fungsi penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami berharap ada pengawasan yang lebih serius. Jangan sampai anggaran yang sudah dikeluarkan tidak menghasilkan infrastruktur yang bisa bertahan lama,” ujar Ino.

Ino juga mempertanyakan metode pengerjaan yang menggunakan adukan secara manual. Menurutnya, kontrol kualitas perlu diperhatikan sejak material, pengadukan, pengecoran, pemadatan hingga tahap akhir pekerjaan agar hasilnya sesuai spesifikasi.

Ia menegaskan kritik tersebut bukan berarti masyarakat menolak pembangunan jalan usaha tani. Warga justru mendukung infrastruktur yang dapat membantu petani, tetapi dukungan itu harus diiringi kualitas pekerjaan yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga  Dana Desa Kedungjaya 2025 Dipertanyakan, Anggaran PMT Stunting Diduga Belum Jelas

“Kami mendukung pembangunan jalan usaha tani karena memang dibutuhkan petani. Tetapi kualitas pekerjaannya juga harus bagus. Jangan baru selesai beberapa hari sudah muncul retakan,” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, masyarakat berharap pihak pelaksana, pengawas dan instansi terkait segera turun ke lapangan memeriksa hasil pekerjaan JUT. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi serta penyebab keretakan dan memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis.

Dalam laporan sebelumnya, pekerjaan disebut dilaksanakan oleh CV Zidan Multi Mandiri. Keterangan mengenai pelaksana, spesifikasi teknis, pengawasan dan langkah perbaikan tetap perlu dikonfirmasi kepada pihak perusahaan dan instansi terkait.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari CV Zidan Multi Mandiri maupun pihak pengawas mengenai kondisi tersebut dan rencana tindak lanjutnya.

Warga berharap evaluasi dilakukan secara terbuka sehingga Jalan Usaha Tani di Dusun Jamantri memberikan manfaat jangka panjang bagi petani dan masyarakat Desa Mekarjaya.

Jika pemeriksaan menemukan pekerjaan yang tidak sesuai, warga berharap dilakukan perbaikan sesuai ketentuan.

(Redaksi)

Artikel Lainnya

Berita Terkini

Dugaan Pungli di SMPN 1 Jayakerta, Siswa Disebut Diminta Rp15 Ribu untuk Sewa Buku

JAGA KARAWANG — Dugaan pungutan liar (pungli) mencuat di...

Gerak Cepat Polsek Kedungwaringin, Suzuki APV Pickup Hilang Ditemukan di Karawang

JAGA BEKASI — Jajaran Polsek Kedungwaringin bergerak cepat menindaklanjuti...

H. Nurjaman Resan–Suryanto Siap Mengabdi, Bawa Semangat Perubahan untuk Karyamulya

JAGA KARAWANG - Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karya...

Pembinaan Linmas Se-Kecamatan Cibuaya Digelar, Hj. Nurhenni: Tambah Ilmu dan Semangat Bertugas

JAGA KARAWANG — Ratusan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) se-Kecamatan...

Lewat GAZZ Karawang, Kapolresta Ajak Warga Rawat Kedamaian di Tengah Perbedaan

JAGA KARAWANG - Beda pendapat bukan alasan untuk saling...

Rotasi Besar Polresta Karawang! Wakapolresta dan Sejumlah Pejabat Utama Berganti

JAGA KARAWANG – Gerbong mutasi kembali bergerak di lingkungan...

Dugaan Pungli di SMPN 1 Jayakerta, Siswa Disebut Diminta Rp15 Ribu untuk Sewa Buku

JAGA KARAWANG — Dugaan pungutan liar (pungli) mencuat di lingkungan SMP Negeri 1 Jayakerta, Kabupaten Karawang. Sejumlah wali murid menyebut siswa diminta membayar biaya sebesar Rp15...

Top News

Dugaan Pungli di SMPN 1 Jayakerta, Siswa Disebut Diminta Rp15 Ribu untuk Sewa Buku

JAGA KARAWANG — Dugaan pungutan liar (pungli) mencuat di...

Gerak Cepat Polsek Kedungwaringin, Suzuki APV Pickup Hilang Ditemukan di Karawang

JAGA BEKASI — Jajaran Polsek Kedungwaringin bergerak cepat menindaklanjuti...

H. Nurjaman Resan–Suryanto Siap Mengabdi, Bawa Semangat Perubahan untuk Karyamulya

JAGA KARAWANG - Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karya...

Pembinaan Linmas Se-Kecamatan Cibuaya Digelar, Hj. Nurhenni: Tambah Ilmu dan Semangat Bertugas

JAGA KARAWANG — Ratusan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) se-Kecamatan...

Lewat GAZZ Karawang, Kapolresta Ajak Warga Rawat Kedamaian di Tengah Perbedaan

JAGA KARAWANG - Beda pendapat bukan alasan untuk saling...

Peristiwa

Dugaan Pungli di SMPN 1 Jayakerta, Siswa Disebut Diminta Rp15 Ribu untuk Sewa Buku

JAGA KARAWANG — Dugaan pungutan liar (pungli) mencuat di...

Gerak Cepat Polsek Kedungwaringin, Suzuki APV Pickup Hilang Ditemukan di Karawang

JAGA BEKASI — Jajaran Polsek Kedungwaringin bergerak cepat menindaklanjuti...

H. Nurjaman Resan–Suryanto Siap Mengabdi, Bawa Semangat Perubahan untuk Karyamulya

JAGA KARAWANG - Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karya...

Pembinaan Linmas Se-Kecamatan Cibuaya Digelar, Hj. Nurhenni: Tambah Ilmu dan Semangat Bertugas

JAGA KARAWANG — Ratusan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) se-Kecamatan...

Lewat GAZZ Karawang, Kapolresta Ajak Warga Rawat Kedamaian di Tengah Perbedaan

JAGA KARAWANG - Beda pendapat bukan alasan untuk saling...

Rotasi Besar Polresta Karawang! Wakapolresta dan Sejumlah Pejabat Utama Berganti

JAGA KARAWANG – Gerbong mutasi kembali bergerak di lingkungan...

Trending

Dugaan Pungli di SMPN 1 Jayakerta, Siswa Disebut Diminta Rp15 Ribu untuk Sewa Buku

JAGA KARAWANG — Dugaan pungutan liar (pungli) mencuat di...

Gerak Cepat Polsek Kedungwaringin, Suzuki APV Pickup Hilang Ditemukan di Karawang

JAGA BEKASI — Jajaran Polsek Kedungwaringin bergerak cepat menindaklanjuti...

H. Nurjaman Resan–Suryanto Siap Mengabdi, Bawa Semangat Perubahan untuk Karyamulya

JAGA KARAWANG - Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karya...

Pembinaan Linmas Se-Kecamatan Cibuaya Digelar, Hj. Nurhenni: Tambah Ilmu dan Semangat Bertugas

JAGA KARAWANG — Ratusan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) se-Kecamatan...

Lewat GAZZ Karawang, Kapolresta Ajak Warga Rawat Kedamaian di Tengah Perbedaan

JAGA KARAWANG - Beda pendapat bukan alasan untuk saling...