JAGA BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung menaruh perhatian khusus terhadap warga yang mengalami perubahan status kesejahteraan dari Desil 5 ke Desil 6.
Transisi tersebut dinilai perlu dikawal agar warga yang kondisi ekonominya masih rentan tidak tiba-tiba kehilangan perlindungan sosial.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, perubahan desil dalam data kesejahteraan harus melihat kondisi faktual masyarakat di lapangan.
Menurutnya, tidak semua perubahan status otomatis menggambarkan bahwa kondisi ekonomi warga sudah benar-benar membaik.
“Kalau buat kami di Kota Bandung yang paling rentan itu adalah antara Desil 5 ke Desil 6,” kata Farhan.
Farhan menjelaskan, kelompok Desil 9 dan 10 merupakan masyarakat yang dinilai lebih mampu sehingga konsekuensinya dapat berupa pengurangan atau tidak lagi menerima sejumlah subsidi.
Namun, pemerintah tetap akan melakukan pemantauan karena data kesejahteraan dapat saja belum sepenuhnya menggambarkan kondisi ekonomi warga terkini.
“Kalau Desil 9, 10 kan tidak bisa menikmati subsidi. Kalau Desil 5 ke Desil 6, ini adalah tidak bisa menerima bantuan. Padahal posisinya juga sangat jauh lebih rentan,” ujarnya.
Pemkot Bandung berencana memperkuat pemantauan hingga tingkat kewilayahan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan warga yang mengalami perubahan desil tetap mendapatkan perhatian apabila kondisi ekonominya masih membutuhkan dukungan.
Salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan adalah program Siskamling Siap Jaga Bencana, yang memungkinkan masyarakat menyampaikan aspirasi maupun kondisi di lingkungannya.
Menurutnya, informasi langsung dari masyarakat penting untuk menjadi pembanding terhadap data administratif pemerintah.
Farhan juga menekankan pentingnya pembaruan data kesejahteraan. Warga yang mengalami perubahan kondisi ekonomi perlu memiliki akses untuk melaporkan kondisi tersebut melalui kanal yang disediakan pemerintah.
“Kalau saya enggak salah itu ada yang namanya website untuk melaporkan tentang perubahan desil tersebut,” katanya.
Pemkot Bandung berharap mekanisme tersebut dapat membantu menjaga akurasi data sekaligus memastikan program bantuan dan perlindungan sosial diberikan kepada warga yang memang membutuhkan.
“Fokus kita, transisi Desil 5 ke Desil 6,” pungkas Farhan.
Ichsan

