spot_img
Minggu, November 8, 2026
spot_img
spot_img

Ratusan Orang Terdampak Dugaan Keracunan di Cirebon, Dinkes Ungkap Penyebab

More articles

JAGA CIREBON – Kasus dugaan keracunan makanan di Kota Cirebon terus bertambah. Hingga Kamis siang, jumlah pasien mencapai 395 orang, dengan 218 pasien harus menjalani rawat inap dan 177 lainnya menjalani rawat jalan atau telah diizinkan pulang.

Lonjakan jumlah pasien ini menjadi perhatian serius. Namun, hingga kini penyebab pasti kejadian tersebut masih belum terungkap karena hasil pemeriksaan laboratorium belum keluar.

- Advertisement -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber masalah. Sampel makanan dan sampel medis pasien masih dalam proses pemeriksaan.

Perwakilan Dinkes Kota Cirebon, Siti Maria, mengatakan pihaknya telah berkonsultasi dengan spesialis mikrobiologi klinik untuk memperkirakan masa inkubasi, yaitu waktu antara konsumsi makanan hingga munculnya gejala.

Baca Juga  RKB TK-IT Iqro Jayakerta Anggaran Rp189 Juta Diduga Minim Pengawasan, APH dan Inspektorat Didesak Turun Tangan

Berdasarkan data sementara, anak-anak usia Taman Kanak-Kanak (TK) menjadi kelompok pasien terbanyak. Kasus ini juga dialami kelompok dewasa, dengan 64 pasien berusia di atas 19 tahun.

- Advertisement -

Penyelidikan tidak berjalan mudah. Sebagian makanan dilaporkan telah dibawa pulang warga sehingga petugas kesulitan memastikan kapan makanan tersebut dikonsumsi.

Siti Maria menjelaskan, pemeriksaan sampel makanan diperkirakan membutuhkan waktu paling cepat dua minggu.

Sementara itu, sampel dari tubuh pasien masih menjalani proses pembiakan untuk mengidentifikasi kemungkinan bakteri penyebab.

Baca Juga  Enam Polsek Zona IV Karawang Turun Patroli Gabungan, Jalur Rawan Pembegalan Disisir

Di tengah jumlah pasien yang mencapai ratusan, kepastian penyebab menjadi hal yang dinantikan. Hasil laboratorium diharapkan dapat membantu mengungkap sumber dugaan keracunan dan menjadi dasar penanganan lebih lanjut.

Dinkes mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Warga yang mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Hingga hasil laboratorium keluar, penyebab pasti kejadian ini belum dapat dipastikan. Penyelidikan dan penanganan terhadap para pasien pun masih menjadi perhatian utama.

Artikel Lainnya

Top News

Trending

Peristiwa

Lintas Pantura

Berita Pilihan