Jumat, September 25, 2026

Ahmad Alexa Sentil Panitia Pilkades Kertarahayu: Calon Jangan Dijadikan ATM!

JAGA KARAWANG — Pesta demokrasi di tingkat desa seharusnya menjadi ajang adu gagasan dan rekam jejak calon kepala desa, bukan berubah menjadi “panggung sandiwara” akibat ulah panitia yang tidak netral.

Pesan keras sekaligus sindiran tersebut disampaikan tokoh pemuda Kecamatan Cibuaya, Ahmad Alexa, menyusul pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kertarahayu yang digelar di Aula Desa Kertarahayu, Senin (24/8/2026).

Menurut Ahmad, sejak awal panitia harus memahami posisi. Panitia adalah wasit, bukan pemain. Karena itu, tidak boleh ada keberpihakan kepada calon tertentu, apalagi sampai muncul perlakuan berbeda dalam setiap tahapan pemilihan.

“Jangan sampai wasitnya ikut bermain. Kalau panitia sudah punya jagoan, lalu siapa yang akan menjadi wasitnya?” sindir Ahmad.

Selain netralitas, Ahmad menyoroti persoalan biaya. Ia mengingatkan agar panitia tidak membebani calon kepala desa dengan berbagai pungutan yang tidak memiliki dasar yang jelas.

Menurutnya, apabila kebutuhan penyelenggaraan Pilkades telah mendapatkan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Karawang, maka tidak semestinya calon kembali diminta mengeluarkan biaya dengan berbagai alasan.

Baca Juga  Jelang Pilkades Labansari, Panitia Ingatkan Warga Tolak Politik Uang

“Jangan sedikit-sedikit biaya, sedikit-sedikit iuran. Calon kepala desa jangan diposisikan seperti ATM berjalan,” tegasnya.

Ia meminta setiap kebutuhan anggaran disampaikan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebab, kata Ahmad, jangan sampai ada istilah “uang administrasi”, “uang operasional”, “uang koordinasi” dan berbagai istilah lain yang akhirnya membuat calon harus merogoh kocek sendiri.

“Kalau memang ada pembiayaan yang diperbolehkan aturan, silakan jelaskan secara transparan. Tapi kalau tidak ada dasar hukumnya, jangan dipaksakan,” ujarnya.

Ahmad juga meminta panitia tidak menggunakan aturan sebagai alat untuk memenangkan atau menjegal kandidat tertentu.

Menurutnya, seluruh calon harus diperlakukan sama. Tidak boleh ada calon yang mendapatkan karpet merah, sementara calon lainnya justru dibuat berliku.

“Jangan yang satu dipermudah karena dekat, yang satu dipersulit karena dianggap bukan bagian dari kelompok. Kalau aturan berlaku, ya berlaku untuk semua,” katanya.

Ia menilai, Pilkades yang sehat harus dibangun dengan prinsip transparansi dan keadilan.

Baca Juga  Dana Desa Kedungjaya 2025 Dipertanyakan, Anggaran PMT Stunting Diduga Belum Jelas

Sebab, jika sejak awal sudah muncul aroma keberpihakan, maka bukan tidak mungkin setiap tahapan Pilkades nantinya akan menjadi bahan kecurigaan masyarakat.

Ahmad mengingatkan panitia bahwa masyarakat Kertarahayu akan ikut mengawasi jalannya seluruh tahapan Pilkades.

Menurutnya, era ketika masyarakat hanya menerima keputusan tanpa bertanya sudah lewat.

“Sekarang masyarakat bisa melihat, membandingkan dan menilai. Jangan mengira apa pun yang dilakukan panitia tidak akan diketahui warga,” sindirnya.

Ia berharap panitia mampu menjaga kehormatan tugasnya dan tidak menyeret Pilkades ke dalam kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Pilkades ini milik masyarakat Kertarahayu, bukan milik panitia dan bukan milik calon tertentu. Jadi jangan sampai demokrasi desa hanya terlihat indah di atas kertas, tetapi praktiknya penuh permainan,” pungkas Ahmad.

Kini, publik tinggal menunggu bagaimana Panitia Pilkades Kertarahayu menjalankan amanah tersebut.

Sebab, dalam pesta demokrasi, yang paling berbahaya bukan hanya calon yang bermain—tetapi ketika wasitnya ikut menentukan siapa yang harus menang. **

 

Artikel Lainnya

Berita Terkini

Komdigi Bantah Isu Internet Nasional Bakal Dipadamkan 25-27 September

JAGA JAKARTA — Kabar yang menyebut akses internet di...

220 Becak Listrik Segera Dibagikan untuk Pengayuh Becak Lansia di Karawang

JAGA KARAWANG — Kabar baik bagi para pengayuh becak...

Dugaan Pungli di SMPN 1 Jayakerta, Siswa Disebut Diminta Rp15 Ribu untuk Sewa Buku

JAGA KARAWANG — Dugaan pungutan liar (pungli) mencuat di...

Gerak Cepat Polsek Kedungwaringin, Suzuki APV Pickup Hilang Ditemukan di Karawang

JAGA BEKASI — Jajaran Polsek Kedungwaringin bergerak cepat menindaklanjuti...

H. Nurjaman Resan–Suryanto Siap Mengabdi, Bawa Semangat Perubahan untuk Karyamulya

JAGA KARAWANG - Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karya...

Pembinaan Linmas Se-Kecamatan Cibuaya Digelar, Hj. Nurhenni: Tambah Ilmu dan Semangat Bertugas

JAGA KARAWANG — Ratusan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) se-Kecamatan...

Komdigi Bantah Isu Internet Nasional Bakal Dipadamkan 25-27 September

JAGA JAKARTA — Kabar yang menyebut akses internet di Indonesia akan dipadamkan secara nasional selama tiga hari, 25 hingga 27 September 2026, dipastikan hoaks. Kementerian Komunikasi...

Top News

Komdigi Bantah Isu Internet Nasional Bakal Dipadamkan 25-27 September

JAGA JAKARTA — Kabar yang menyebut akses internet di...

220 Becak Listrik Segera Dibagikan untuk Pengayuh Becak Lansia di Karawang

JAGA KARAWANG — Kabar baik bagi para pengayuh becak...

Dugaan Pungli di SMPN 1 Jayakerta, Siswa Disebut Diminta Rp15 Ribu untuk Sewa Buku

JAGA KARAWANG — Dugaan pungutan liar (pungli) mencuat di...

Gerak Cepat Polsek Kedungwaringin, Suzuki APV Pickup Hilang Ditemukan di Karawang

JAGA BEKASI — Jajaran Polsek Kedungwaringin bergerak cepat menindaklanjuti...

H. Nurjaman Resan–Suryanto Siap Mengabdi, Bawa Semangat Perubahan untuk Karyamulya

JAGA KARAWANG - Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karya...

Peristiwa

Komdigi Bantah Isu Internet Nasional Bakal Dipadamkan 25-27 September

JAGA JAKARTA — Kabar yang menyebut akses internet di...

220 Becak Listrik Segera Dibagikan untuk Pengayuh Becak Lansia di Karawang

JAGA KARAWANG — Kabar baik bagi para pengayuh becak...

Dugaan Pungli di SMPN 1 Jayakerta, Siswa Disebut Diminta Rp15 Ribu untuk Sewa Buku

JAGA KARAWANG — Dugaan pungutan liar (pungli) mencuat di...

Gerak Cepat Polsek Kedungwaringin, Suzuki APV Pickup Hilang Ditemukan di Karawang

JAGA BEKASI — Jajaran Polsek Kedungwaringin bergerak cepat menindaklanjuti...

H. Nurjaman Resan–Suryanto Siap Mengabdi, Bawa Semangat Perubahan untuk Karyamulya

JAGA KARAWANG - Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karya...

Pembinaan Linmas Se-Kecamatan Cibuaya Digelar, Hj. Nurhenni: Tambah Ilmu dan Semangat Bertugas

JAGA KARAWANG — Ratusan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) se-Kecamatan...

Trending

Komdigi Bantah Isu Internet Nasional Bakal Dipadamkan 25-27 September

JAGA JAKARTA — Kabar yang menyebut akses internet di...

220 Becak Listrik Segera Dibagikan untuk Pengayuh Becak Lansia di Karawang

JAGA KARAWANG — Kabar baik bagi para pengayuh becak...

Dugaan Pungli di SMPN 1 Jayakerta, Siswa Disebut Diminta Rp15 Ribu untuk Sewa Buku

JAGA KARAWANG — Dugaan pungutan liar (pungli) mencuat di...

Gerak Cepat Polsek Kedungwaringin, Suzuki APV Pickup Hilang Ditemukan di Karawang

JAGA BEKASI — Jajaran Polsek Kedungwaringin bergerak cepat menindaklanjuti...

H. Nurjaman Resan–Suryanto Siap Mengabdi, Bawa Semangat Perubahan untuk Karyamulya

JAGA KARAWANG - Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karya...