JAGA KARAWANG — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tak berhenti pada seremoni. Di Kecamatan Cilamaya Wetan, semangat kemerdekaan diwujudkan melalui aksi nyata dengan menjaga lingkungan dan memastikan saluran irigasi tetap berfungsi optimal.
Kepala UPTD Dinas Pertanian Cilamaya Wetan, H. Ajun Pamungkas, bersama unsur Muspika dan pemerintah desa turun langsung bergotong royong membersihkan saluran irigasi yang dipenuhi tumpukan eceng gondok, Senin (18/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi gambaran kuat tentang pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat kewilayahan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga infrastruktur pertanian.
Tumpukan eceng gondok yang menutupi saluran berpotensi menghambat aliran air menuju areal persawahan. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat mengganggu distribusi air dan berdampak terhadap aktivitas pertanian warga.
Dengan peralatan sederhana dan semangat kebersamaan, eceng gondok yang memenuhi saluran dibersihkan secara gotong royong.
Upaya tersebut dilakukan agar aliran air kembali lancar dan kebutuhan pengairan sawah dapat tetap terpenuhi.
H. Ajun Pamungkas mengatakan, kegiatan itu merupakan salah satu bentuk nyata menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam aksi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Masih dalam suasana HUT RI ke-81, kami wujudkan semangat kemerdekaan lewat kerja nyata dari Dinas Pertanian. Bersama Muspika, kami bergotong royong membersihkan saluran irigasi yang tertutup eceng gondok agar air lancar mengalir ke sawah dan pertanian tetap terjaga,” ujar Ajun.
Menurutnya, menjaga saluran irigasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan tidak menjadikan saluran air sebagai tempat pembuangan sampah maupun limbah.
Ia pun mengingatkan warga agar bersama-sama menjaga kebersihan saluran irigasi.
“Saya juga menyampaikan imbauan penting kepada seluruh masyarakat, jagalah kebersihan saluran air. Jangan pernah membuang sampah maupun limbah ke dalam saluran irigasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, sampah dan limbah yang masuk ke saluran dapat menyebabkan penyumbatan dan pada akhirnya merugikan masyarakat sendiri, terutama para petani yang membutuhkan pasokan air untuk lahan pertanian.
“Hal ini akan menyumbat aliran air dan merugikan kita semua. Mari kita jaga bersama agar saluran tetap bersih, lancar, dan pertanian kita tetap subur serta produktif,” pungkasnya.
Gotong royong tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa makna kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan perayaan, tetapi juga melalui kepedulian, kebersamaan, serta kerja nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. **

