JAGA KARAWANG — Suasana menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, mulai terasa makin hangat. Salah satu nama yang siap ikut kontestasi adalah Darsan, yang akrab disapa H. Totong.
Maju bukan sekadar mengejar jabatan, H. Totong membawa gagasan pembangunan yang menyasar langsung kebutuhan warga. Ada enam sektor utama yang menjadi fokusnya, yakni pelayanan, pertanian, agama, pendidikan, budaya, dan perekonomian.
H. Totong menegaskan, pelayanan publik bakal menjadi prioritas utama apabila dirinya diberi kepercayaan memimpin Desa Kemiri.
“Kami hadir untuk melayani. Prioritas utama saya adalah pelayanan yang prima dan transparan kepada seluruh warga tanpa pandang bulu,” ujar H. Totong.
Menurutnya, sektor pertanian juga tak boleh jalan di tempat. Sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat desa, petani harus mendapat perhatian agar hasil pertanian dan kesejahteraannya terus meningkat.
“Pertanian sebagai tulang punggung ekonomi warga akan terus didukung dan ditingkatkan agar kesejahteraan petani meningkat,” lanjutnya.
Tak berhenti di urusan ekonomi, H. Totong juga menaruh perhatian pada agama dan pendidikan. Baginya, pembangunan desa bukan cuma soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana mencetak generasi yang punya ilmu sekaligus akhlak.
Sementara sektor budaya lokal akan didorong agar tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman. Identitas Desa Kemiri, kata dia, harus tetap dijaga sebagai bagian dari kekuatan masyarakat.
Di sektor ekonomi, dirinya ingin mendorong berbagai potensi warga agar bisa berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Enam hal ini—pelayanan, pertanian, agama, pendidikan, budaya, dan perekonomian—akan kami jalankan secara beriringan. Harapan kami, Desa Kemiri ke depan semakin maju, masyarakatnya makmur, hidup rukun, dan berkah di bawah naungan-Nya,” katanya.
Langkah H. Totong tersebut mendapat sambutan positif dari sejumlah warga yang berharap Pilkades Kemiri nantinya benar-benar melahirkan pemimpin yang memahami kebutuhan masyarakat dari bawah.
Kini, bursa Pilkades Kemiri semakin menarik untuk disimak. Warga pun tentu punya hak untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani, dengan harapan pesta demokrasi desa berlangsung aman, damai, jujur, dan fair.
Rohman

