JAGA KARAWANG — Peredaran judi online yang kian marak mulai berdampak pada penerima bantuan sosial (bansos) di tingkat desa.
Di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, sebanyak 93 keluarga penerima bansos terindikasi terkait aktivitas judi online sehingga penyaluran bantuannya terhenti secara otomatis.
Operator Desa Cemarajaya, Mulyadi Achier, mengatakan data penerima bansos di wilayahnya saat ini terdiri dari 454 keluarga penerima BPNT dan 262 keluarga penerima PKH.
“Data bantuan sosial di Desa Cemarajaya, BPNT sebanyak 454 keluarga, PKH sebanyak 262 keluarga. Dari jumlah tersebut, yang terindikasi judi online dan bantuannya terhenti otomatis ada 93 keluarga,” ujar Mulyadi.
Menurutnya, penghentian bantuan tersebut bukan berarti penerima langsung dicabut secara permanen.
Warga yang merasa tidak pernah terlibat judi online atau menilai terdapat kesalahan dalam pendataan masih diberikan kesempatan untuk melakukan klarifikasi.
Proses klarifikasi dapat dilakukan melalui pemerintah desa dengan membuat surat pernyataan.
Selanjutnya, operator desa akan membantu mengajukan sanggahan melalui aplikasi kepada Dinas Sosial untuk diteruskan ke Kementerian Sosial.
Dengan demikian, warga yang merasa datanya tidak sesuai masih memiliki ruang untuk melakukan verifikasi dan memperbaiki data sesuai mekanisme yang berlaku.
Pihak Desa Cemarajaya juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan janji keuntungan cepat dari judi online.
Sebab, selain berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi dan persoalan sosial, aktivitas tersebut kini juga dapat berdampak terhadap status penerima bantuan sosial.
“Jangan sampai karena tergiur keuntungan instan, bantuan yang seharusnya menopang kebutuhan keluarga justru ikut terhenti. Mari kita jaga kesejahteraan keluarga dengan cara yang halal dan berkah,” pesan pihak Desa Cemarajaya.
Pemdes berharap masyarakat semakin memahami risiko judi online dan lebih bijak dalam menjaga kondisi ekonomi keluarga, terlebih bagi masyarakat yang masih bergantung pada program bantuan sosial pemerintah.
Aef Saepuloh

