KARAWANG — Sosok pemimpin di tingkat dusun tak melulu soal administrasi dan pelayanan warga. Di Desa Puspasari, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, ada sosok yang dikenal punya perhatian besar terhadap budaya lokal sekaligus kehidupan sosial masyarakat.
Dia adalah Wakil Tian, yang akrab disapa Uu, Kepala Dusun Bunder II, Desa Puspasari. Di mata warga, Uu dikenal sebagai sosok yang dekat, rendah hati, dan selalu berusaha hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Bukan hanya aktif dalam urusan kewilayahan, Uu juga dikenal memiliki kecintaan yang kuat terhadap seni dan budaya tradisional Karawang, salah satunya seni Jaipongan.
Baginya, budaya bukan sekadar tontonan atau hiburan semata. Lebih dari itu, budaya merupakan bagian dari identitas masyarakat yang harus terus dirawat agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Kecintaannya terhadap budaya Sunda juga menjadi salah satu bentuk kepedulian Uu terhadap warisan leluhur.
Nilai-nilai kearifan lokal, menurutnya, penting untuk terus dikenalkan kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya perubahan zaman.
Kepedulian Uu rupanya tak berhenti pada pelestarian budaya. Dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Dusun Bunder II, ia juga dikenal cukup teliti dan berhati-hati dalam menangani berbagai persoalan yang menyangkut wilayah maupun masyarakat.
Ia berupaya mendengarkan aspirasi warga dan ikut mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul di lingkungan dusun.
Sikap yang sederhana dan terbuka membuat komunikasi dengan masyarakat berjalan lebih dekat.
Bagi Uu, menjadi perangkat desa bukan sekadar menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga bagaimana bisa memberikan manfaat nyata bagi warga.
Kedekatan tersebut menjadi salah satu alasan dirinya mendapat kepercayaan dari masyarakat Dusun Bunder II.
Kecintaan terhadap budaya dan kepedulian sosial menjadi dua hal yang berjalan beriringan dalam sosok Wakil Tian.
Di satu sisi, ia ikut mendorong agar seni tradisional seperti Jaipongan dan budaya Sunda tetap hidup. Di sisi lain, ia berusaha menjaga hubungan sosial dan kepedulian antarwarga di lingkungan yang dipimpinnya.
Sosok seperti Uu menjadi gambaran bahwa kemajuan desa tidak harus membuat masyarakat melupakan akar budayanya.
Budaya tetap dijaga, masyarakat tetap dirangkul, dan nilai-nilai kebersamaan terus dirawat.
Semangat tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dan masyarakat luas untuk terus mencintai budaya daerah sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Rohman

